English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 15 Januari 2012 (Minggu Sore)
Matius 26: 69-75
= PETRUS MENYANGKAL TUHAN.

Matius 26= terkena pada buli-buli emas berisi manna (kehidupan yang tahan uji dan sama sempurna seperti...

Ibadah Doa Malam Session II Malang, 06 September 2013 (Jumat Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 19:16-25
19:16 Dan terjadilah pada hari ketiga,...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 23 Juli 2011 (Sabtu Sore)
Markus 16 adalah tentang Kebangkitan Yesus.
Dalam Tabernakel, Markus 16 adalah tentang Sinar Kemuliaan.

Ibadah Doa Malam Session II Malang, 09 September 2011 (Jumat Dini Hari)
JAMINAN UNTUK IMAM-IMAM.

Keluaran 29:31-33
29:31 Domba jantan persembahan...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 27 Juli 2018 (Jumat Malam)
Ulangan 9: 1-6 => Orang Israel diperingatkan supaya jangan membanggakan jasanya
9:1. "Dengarlah, hai orang Israel! Engkau akan menyeberangi...

Ibadah Paskah di Pertamina Surabaya, 24 April 2015 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Paskah Kaum Muda Remaja Malang, 11 April 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:1-2
9:1 Maka Yesus memanggil kedua belas...

Ibadah Raya Surabaya, 03 April 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 07 Februari 2010 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK
Matius 6:31-34, banyak kekuatiran, kesusahan, penderitaan dari anak-anak Tuhan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Agustus 2011 (Senin Sore)
Disertai dengan Penataran Imam-Imam II
Matius 26: 27-28
26:27. Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka...

Ibadah Raya Surabaya, 28 Oktober 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 08 November 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang sidang jemaat Laodikia (sidang...

Ibadah Doa Surabaya, 27 Januari 2010 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding Matius 6: 9-10
"Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah...

Ibadah Doa Malang, 12 April 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:21-22
3:21 Barangsiapa menang, ia akan...

Ibadah Raya Surabaya, 01 September 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 13 Maret 2013 (Rabu Sore)

disertai puasa dan penumpangan tangan calon imam-imam

Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.

Dibalik salib/kematian, pasti ada sinar kemuliaan/shekinah glory.
Matius 28 terbagi menjadi 3 bagian yaitu

  1. Matius 28 : 1-10 tentang "kebangkitan Yesus" = shekinah glory menyinari hati yang gelap (hati yang keras), sehingga terjadi pembaharuan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.


  2. Matius 28 : 11-15 tentang "dusta mahkamah agama" = penyebaran kegelapan (tentang dusta).
  3. Matius 28 :16-20 tentang "perintah untuk memberitakan Injil" = penyebaran Shekinah Glory/penyebaran terang.

Kita berada pada bagian yang ketiga yaitu PENYEBARAN TERANG SHEKINAH GLORY
.

Penyebaran terang adalah kita dipakai oleh Tuhan dalam kegerakan besar yang sesuai dengan amanat agung Tuhan.

Ada 2 macam kegerakan besar yang sesuai dengan amanat agung Tuhan yaitu

  1. Matius 28 : 18-19
    28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
    28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

    Kegerakan yang pertama adalah kegerakan Roh Kudus hujan awal = kegerakan dalam injil keselamatan = firman penginjilan untuk membawa manusia berdosa diselamatkan lewat baptisan air.


  2. Matius 28 : 20
    28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

    Kegerakan yang kedua adalah kegerakan Roh Kudus hujan akhir = kegerakan dalam cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus = firman pengajaran untuk membawa orang-orang yang sudah selamat masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Menjadi sempurna seperti Yesus = menjadi mempelai wanita yang siap untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus kedua kali.

Kehidupan yang dipakai dalam kegerakan yang besar adalah imam-imam dan raja-raja.
Jadi bukan sembarang orang yang dipakai dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus.

Imam adalah

  1. Seorang yang suci.
  2. Seorang yang memangku/memiliki jabatan pelayanan dari Tuhan.
  3. Seorang yang beribadah dan melayani kepada Tuhan = dwifungsi.
  4. Seorang yang dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

Imam-imam dan raja-raja harus memliki tahbisan yang benar. Sebab ada pemisahan antara tahbisan yang benar dan tahbisan yang tidak benar.

Contohnya : terjadi pemisahan antara Habel dan Kain. Habel tahbisannya benar sehingga diterima oleh Tuhan, sedangkan Kain tahbisannya tidak benar sehingga ditolak oleh Tuhan.

Dalam Keluaran 29 terdapat tiga bagian dasar dari tahbisan yang benar, antara lain:

  1. Keluaran 29 : 1
    Yang pertama adalah korban binatang. Sudah dibahas dalam ibadah sebelumnya.
  2. Keluaran 29 : 2-3
    Yang kedua adalah korban makanan. Sudah dibahas dalam ibadah sebelumnya.
    Ini merupakan firman pengajaran yang benar. Seorang imam harus mempunyai firman pengajaran yang benar, baru tahbisan pelayanannya bisa benar.


  3. Keluaran 29 : 4-7
    Yang ketiga adalah minyak urapan.

Malam ini kita membahas tentang MINYAK URAPAN.

Keluaran 29 : 7
29:7 Sesudah itu kauambillah minyak urapan dan kautuang ke atas kepalanya, dan kauurapilah dia.

Prosesnya untuk menerima minyak urapan adalah baptisan air, mempunyai pakaian dst. sudah dibahas dalam ibadah sebelumnya.
Sesudah kita mengalami minyak urapan Roh Kudus, maka harus dipertahankan.

Cara mempertahankan minyak urapan Roh Kudus dikepala yaitu

  1. Imamat 21 : 12
    21:12 Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    "ia" = imam-imam.

    Cara yang pertama adalah seorang imam harus berada di ruangan suci ("tempat kudus").
    Seorang imam harus berada di ruangan suci artinya tekun dalam kandang penggembalaan = tekun dalam 3 macam ibadah pokok :


    • Pelita emas = ketekunan dalam ibadah raya.
    • Meja roti sajian = ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci.
    • Medzbah dupa emas = ketekunan dalam ibadah doa penyembahan.


    Diluar ruangan suci tidak ada minyak urapan sehingga kering rohani, bahkan mati rohaninya.

    Imamat 10 : 7
    10:7 Janganlah kamu pergi dari depan pintu Kemah Pertemuan, supaya jangan kamu mati, karena minyak urapan TUHAN ada di atasmu." Mereka melakukan sesuai dengan perkataan Musa.

    Keluar dari "pintu kemah" = keluar dari ruangan suci.

    Jika keluar dari ruangan suci = tidak tekun dalam kandang penggembalaan. Maka tidak ada minyak urapan lagi sehingga kering sampai mati rohani.

    Jadi mulai dari Gembala harus tergembala. Bila Gembala kering maka sidang jemaat dirugikan.


  2. Cara yang kedua adalah berpuasa.

    Berpuasa adalah
    proses perobekan daging (PEMERASAN DAGING) dengan segala hawa nafsu, keinginan daging, tabiat daging sehingga kita mengalami minyak urapan Roh Kudus.

    Doa penyembahan juga merupakan pemerasan daging. Tetapi bila ditambah doa puasa maka pemerasannya semakin dipercepat (daging semakin diperas).

    Contohnya seperti Yesus berdoa di taman Getsemane, diperas sehingga keluar darah dan keringat.
    Semakin daging diperas, maka semakin hebat minyak urapan Roh Kudus.

Urapan Roh Kudus memberikan karunia-karunia = kemampuan ajaib dari Roh Kudus sehingga kita bisa melayani pekerjaan Tuhan sesuai dengan jabatan pelayan yang kita terima dari Tuhan.

1 Timotius 4 : 14
4:14 Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.

Bagaimana cara menerima karunia ?
karunia Roh Kudus kita dapatkan lewat pemberitaan firman pengajaran ("nubuat") dan penumpangan tangan seorang Gembala.

Sesudah kita mendapatkan karunia Roh Kudus dan jabatan pelayanan, maka jangan lalai dalam karunia dan jabatan = jangan tidak setia.
Sebab bila lalai dalam jabatan pelayanan, terlebih lagi tinggalkan pelayanan. Maka terkutuk sampai kebinasaan (Yeremia 48 : 10a).

Tetapi sikap yang benar adalah setia dan berkobar-kobar dalam karunia dan jabatan sampai garis akhir (sampai meninggal dunia atau kedatangan Tuhan Yesus kedua kali).

Setia dan berkobar-kobar tidak tergantung tua muda, TETAPI TERGANTUNG ADA MINYAK URAPAN ATAU TIDAK.
Bila semakin banyak minyak urapan maka karunia semakin ditambah-tambahkan. Sehingga semakin setia dan berkobar-kobar.

Sikap terhadap minyak urapan Roh Kudus, antara lain:

  1. Sikap yang pertama adalah imam-imam menolak minyak urapan (SIKAP YANG SALAH).
    Contohnya adalah Yudas Iskariot.

    Yohanes 12 : 3-6 ini bicara urapan Roh Kudus pada Yesus.

    Yohanes 12 : 3-6
    12:3 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
    12:4 Tetapi
    Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
    12:5 "
    Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
    12:6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

    Jadi Yudas Iskariot menolak minyak urapan. Sementara ada minyak urapan, tetapi Yudas protes bahwa sebaiknya uang 300 dinar ini untuk orang miskin saja.
    Penyebab Yudas menolak minyak urapan adalah Yudas mempertahankan akar kejahatan yaitu cinta akan uang = terikat akan uang.
    Uangnya tidak salah, tetapi yang tidak boleh adalah terikat/cinta akan uang.

    Tanda/praktek cinta akan uang adalah


    • Markus 14 : 4
      14:4 Ada orang yang menjadi gusar dan berkata seorang kepada yang lain: "Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini?

      Gusar karena ada orang berkorban (korban waktu, korban uang) untuk Tuhan = KIKIR.


    • Banyak komentar/protes ("pemborosan") terhadap pelayanan pembanguan tubuh kristus = TERALU PERHITUNGAN KEPADA TUHAN.

      Kalau ada yang belum setuju dalam ibadah kunjungan sebaiknya diam. Dan berdoa untuk membatalkannya jika ibadahnya tidak sehat.


    • Menjadi pencuri = merampas milik orang lain, terutama milik Tuhan = SERAKAH:


      1. Mencuri milik Tuhan = mencuri perpuluhan dan pesembahan khusus.
      2. Menuri milik sesama = hutang tidak bayar, korupsi.
      3. Mencuri milk sesama yang membutuhkan = "ketika akau lapar kamu tidak memberi makan, ketika aku haus kamu tidak memberi minum"


    Akibatnya adalah


    • Yohanes 13 : 27
      13:27 Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera."

      Yudas kerasukan setan. Kalau menolak urapan Roh Kudus maka roh lain yang masuk yaitu roh iblis.


    • Ditolak oleh Tuhan = tidak dihitung oleh Tuhan (karena banyak perhitungan kepada Tuhan). Sehingga Yudas digantikan Matias, Yudas tidak bisa kembali lagi dan binasa selamanya.


  2. Sikap yang kedua adalah tidak menghargai minyak urapan sehingga kehilangan minyak urapan (SIKAP YANG SALAH).

    Contohnya adalah Saul.
    Saul diurapi saat menjadi raja (imam-imam) tetapi tidak menghargai minyak urapan. Saul lebih menghargai hati pikirannya, rakyatnya dll.

    Penyebabnya adalah tidak taat dengar-dengaran kepada firman Tuhan (firman penggembalaan). Karena mengikuti pikiran dan perasaan daging (maksud hati, suara hati) dan suara asing dari luar yang banyak (suara rakyat). Belum tentu yang banyak itu benar sebab "banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih"

    Saul tidak taat dalam 2 keadaan yaitu


    • Saat dalam keadaan terdesak/terjepit.

      1 Samuel 13 : 6, 8-10
      13:6 Ketika dilihat orang-orang Israel, bahwa mereka terjepit--sebab rakyat memang terdesak--maka larilah rakyat bersembunyi di gua, keluk batu, bukit batu, liang batu dan perigi;
      13:8. Ia menunggu tujuh hari lamanya sampai waktu yang ditentukan Samuel.
      Tetapi ketika Samuel tidak datang ke Gilgal, mulailah rakyat itu berserak-serak meninggalkan dia.
      13:9 Sebab itu
      Saul berkata: "Bawalah kepadaku korban bakaran dan korban keselamatan itu." Lalu ia mempersembahkan korban bakaran.
      13:10 Baru saja ia habis mempersembahkan korban bakaran, maka tampaklah Samuel datang. Saul pergi menyongsongnya untuk memberi salam kepadanya.

      Seharusnya yang membakar korban bakaran untuk Tuhan adalah Samuel, tetapi Saul tidak taat dan membakar korban terlebih dulu karena terdesak.
      Saul ini takut ditinggalkan oleh rakyatnya ("mulailah rakyat itu berserak-serak meninggalkan dia").

      Saul tidak taat saat dalam keadaan terdesak artinya tidak sabar menunggu waktu Tuhan, memakai jalan sendiri yang diluar frman.

      Jalan diluar firman sepertinya nampak ada/tertolong, tetapi sebenarnya adalah jalan buntu dan binasa.
      Kalau mengikuti jalan firman maka jasmani tertolong dan rohani tertolong.


    • Saul tidak taat saat dalam keadaan diberkati.
      Karena saat diberkati, Saul lupa diri dan lupa Tuhan.

      1 Samuel 15 : 17
      15:17 Sesudah itu berkatalah Samuel: "Bukankah engkau, walaupun engkau kecil pada pemandanganmu sendiri, telah menjadi kepala atas suku-suku Israel? Dan bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas Israel?

      1 Samuel 9 : 21
      9:21 Tetapi jawab Saul: "Bukankah aku seorang suku Benyamin, suku yang terkecil di Israel? Dan bukankah kaumku yang paling hina dari segala kaum suku Benyamin? Mengapa bapa berkata demikian kepadaku?"

      Padahal Saul ini berasal dari suku Benyamin (suku paling kecil). Dan dari kaum suku Benyamin, kaumnya adalah yang paling hina. Tetapi saat menang dari Amalek maka Saul lupa diri.
      Kalau sudah lupa diri maka lupa Tuhan = memberontak kepada firman Tuhan.

      1 Samuel 15 : 8-11
      15:8 Agag, raja orang Amalek, ditangkapnya hidup-hidup, tetapi segenap rakyatnya ditumpasnya dengan mata pedang.
      15:9
      Tetapi Saul dan rakyat itu menyelamatkan Agag dan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun, pula anak domba dan segala yang berharga: tidak mau mereka menumpas semuanya itu. Tetapi segala hewan yang tidak berharga dan yang buruk, itulah yang ditumpas mereka.
      15:10. Lalu datanglah firman TUHAN kepada Samuel, demikian:
      15:11 "Aku menyesal, karena Aku telah menjadikan Saul raja, sebab ia telah berbalik dari pada Aku dan
      tidak melaksanakan firman-Ku." Maka sakit hatilah Samuel dan ia berseru-seru kepada TUHAN semalam-malaman.

      Saul diperintahkan untuk menumpas Amalek semuanya tetapi setelah Saul menang, sebagian tidak ditumpas (raja dan binatang tambun tidak ditumpas). Karena mungkin menurut maksud hati dan logika bagus, tetapi tidak sesuai dengan firman.

      Lupa diri = merasa hebat sudah diberkati dan dipakai Tuhan.
      Lupa Tuhan = menolak firman pengajaran, tidak taat dengar-dengaran pada firman Tuhan.


    Akibatnya jika tidak taat adalah


    • 1 Samuel 16 : 14, 23
      16:14. Tetapi Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul, dan sekarang ia diganggu oleh roh jahat yang dari pada TUHAN.
      16:23 Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya;
      Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya

      Diganggu oleh roh jahat. Ini roh jahat yang diijinkan oleh Tuhan.

      Roh jahat membuat Saul tidak lega dan tidak nyaman = tidak tenang, tidak damai sejahtera, letih lesu, beban berat.

      Jadi kalau tidak ada minyak urapan maka tidak lega, letih lesu, beban berat. Tetapi bila ada minyak urapan maka ada damai sejahtera, tenang.


    • 1 Samuel 18 : 7-11
      18:7 dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya: "Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa."
      18:8 Lalu
      bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya: "Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itupun jatuh kepadanya."
      18:9 Sejak hari itu maka Saul selalu
      mendengki Daud.
      18:10 Keesokan harinya roh jahat yang dari pada Allah itu berkuasa atas Saul, sehingga ia kerasukan di tengah-tengah rumah, sedang Daud main kecapi seperti sehari-hari. Adapun Saul ada tombak di tangannya.
      18:11
      Saul melemparkan tombak itu, karena pikirnya: "Baiklah aku menancapkan Daud ke dinding." Tetapi Daud mengelakkannya sampai dua kali.

      =
      Marah tanpa sebab.
      Tetapi bila marah dengan kasih itu harus.
      Contohnya : Yesus marah dengan kasih, kalau ada anak yang salah maka harus dimarahi untuk menolong.


    • Membenci tanpa alasan.
    • Sampai bisa menbunuh tubuh.
      Seperti Saul ingin menancapkan Daud dengan tombak.

      Tetapi yang paling banyak adalah membunuh dengan kata-kata (membunuh secara jiwa) seperti memfitnah dll.


    • 1 Samuel 28 : 5-6
      28:5 Ketika Saul melihat tentara Filistin itu, maka takutlah ia dan hatinya sangat gemetar.
      28:6 Dan
      Saul bertanya kepada TUHAN, tetapi TUHAN tidak menjawab dia, baik dengan mimpi, baik dengan Urim, baik dengan perantaraan para nabi.

      Tidak ada pembukaan firman dan doa tidak dijawab, sehingga rohaninya kering.


    • Ditolak menjadi raja = Kehilangan kerajaan 1000 tahun damai sampai kerajaan surga. Hidup dalam suasana penderitaan.


    MALAM INI banyak kebutuhan kita, tapi mohon supaya minyak urapan ada dalam kehidupan kita. Sebab semua sudah tercakup dalam minyak urapan.
    Bila ada minyak urapan yang baru maka semua diselesaikan.


  3. Sikap yang ketiga adalah menghargai minyak urapan (SIKAP YANG BENAR).
    Contohnya adalah Daud.

    Praktek menghargai minyak urapan adalah


    • 2 kali Daud membiarkan Saul hidup.
      1 Samuel 24 : 5-8
      (24-5) Lalu berkatalah orang-orangnya kepada Daud: "Telah tiba hari yang dikatakan TUHAN kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik." Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam.
      (24-6) Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena ia telah memotong punca Saul;
      (24-7) lalu berkatalah ia kepada orang-orangnya: "
      Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN."
      (24-8) Dan Daud mencegah orang-orangnya dengan perkataan itu; ia tidak mengizinkan mereka bangkit menyerang Saul. Sementara itu Saul telah bangun meninggalkan gua itu hendak melanjutkan perjalanannya.

      Waktu Saul mau buang hajat, Daud ada kesempatan untuk membunuh Saul.
      Jangan menjamah orang yang diurapi = jangan membunuh, menjamah dengan kata-kata.

      1 Samuel 26 :8-9
      26:8 Lalu berkatalah Abisai kepada Daud: "Pada hari ini Allah telah menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, oleh sebab itu izinkanlah kiranya aku menancapkan dia ke tanah dengan tombak ini, dengan satu tikaman saja, tidak usah dia kutancapkan dua kali."
      26:9 Tetapi kata Daud kepada Abisai: "
      Jangan musnahkan dia, sebab siapakah yang dapat menjamah orang yang diurapi TUHAN, dan bebas dari hukuman?"

      Waktu Saul tidur, Daud ada kesempatan untuk membunuh Saul.

      Jadi orang yang menghargai minyak urapan (seperti Daud) artinya orang yang tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi membalas kejahatan dengan kebaikan.
      Bila membalas kebaikan dengan kejahatan itu seperti Yudas (Tuhan Yesus baik tetapi Yudas menjual Yesus karena uang). Sehingga akibatnya bejananya pecah, hancur dan binasa.

      Hasilnya bila membalas kejahatan dengan kebaikan adalah


      1. 1 Samuel 26 : 23-25
        26:23 TUHAN akan membalas kebenaran dan kesetiaan setiap orang, sebab TUHAN menyerahkan engkau pada hari ini ke dalam tanganku, tetapi aku tidak mau menjamah orang yang diurapi TUHAN.
        26:24 Dan sesungguhnya, seperti nyawamu pada hari ini berharga di mataku, demikianlah hendaknya nyawaku berharga di mata TUHAN, dan hendaknya
        Ia melepaskan aku dari segala kesusahan."

        Dilepaskan dari segala kesusahan.


      2. 1 Samuel 26 : 25
        26:25 Lalu berkatalah Saul kepada Daud: "Diberkatilah kiranya engkau, anakku Daud. Apa juapun yang kauperbuat, pastilah engkau sanggup melakukannya." Lalu pergilah Daud meneruskan perjalanannya dan pulanglah Saul ke tempatnya.

        Tuhan berbuat baik = Tuhan membalaskan semua yang baik bagi kita sehingga kita berhasil.


    • Taat dengar-dengaran sampai dengan daging tidak bersuara = menghargai sistem penggembalaan .
      Taat itu seperti domba.

      Kisah Para Rasul 13 : 22
      13:22 Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.

      Daud diakui oleh Tuhan karena Daud taat melakukan kehendak Tuhan.

      Hasilnya jika kita taat adalah ada minyak urapan yang bagaikan dua tangan Tuhan yang diulurkan untuk memelihara kita, sampai kita berseru seperti Daud "Tuhan adalah Gembalaku takkan kekurangan aku" artinya


      1. Minyak urapan Roh Kudus sanggup memelihara secara ajaib sampai berkelimpahan dan sampai mengucap syukur.
        Contohnya : Daud dipelihara oleh Tuhan sekalipun menjadi gembala dari 2-3 ekor domba.


      2. Minyak urapan Roh Kudus memberikan mujizat yang jasmani yaitu menyelesaikan segala masalah sampai yang mustahil.
        Contohnya : Daud menang melawan Goliat.


      3. Minyak urapan Roh Kudus mampu menberikan masa depan yang indah dan berhasil, sekalipun kita banyak keterbatasan.
        Contohnya : Daud diangkat menjadi raja.


      4. Minyak urapan Roh Kudus sanggup untuk menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna seperti Yesus dan kita layak untuk menyambut kedatangan Nya kedua kali bersama Dia.
        Diawan-awan yang permai kita mendapatkan mahkota kemuliaan (=Minyak urapan dikepala akan menjadi mahkota kemuliaan).

        Daud sempat jatuh dengan Batseba, tetapi Daud mau ditegor oleh Nabi Natan = Daud mau dengar firman, mau mengaku.

        1 Petrus 5 : 4
        5:4 Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

        Kita mendapatkan mahkota kemuliaan = mendapatkan mahkota mempelai dan kita bersama Dia untuk selama-lamanya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Malang)

  • 25 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top