English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 27 Agustus 2014 (Rabu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lima macam rempah-rempah ini ada dalam...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 14 Mei 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:49-50
9:49 Yohanes berkata: "Guru, kami lihat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Februari 2012 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus di Soroako (Ibadah I)

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 10 November 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12: 54-56; perikop: Menilai zaman
12:54. Yesus berkata pula...

Ibadah Doa Surabaya, 27 November 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 29 September 2009 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding.

Matius 6:1-4, memberi adalah suatu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 05 Mei 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 09 Maret 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 3:21-22
3:21 Ketika seluruh orang banyak itu...

Ibadah Raya Surabaya, 19 Juli 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 31 Oktober 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 57-58
26:57. Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Maret 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 September 2012 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27 menunjuk 7 percikan darah...

Ibadah Doa Malang, 22 Februari 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7 pada susunan Tabernakel terkena pada buli-buli...

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 23 Agustus 2016 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 14:21-25
14:21 Lalu Musa mengulurkan tangannya...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 12 Januari 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya, 24 Desember 2018 (Senin Malam)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 8: 6-13
8:6. Dan ketujuh malaikat yang memegang ketujuh sangkakala itu bersiap-siap untuk meniup sangkakala.
8:7. Lalu malaikat yang pertama meniup sangkakalanya dan terjadilah hujan es, dan api, bercampur darah; dan semuanya itu dilemparkan ke bumi; maka
terbakarlah sepertiga dari bumi dan sepertiga dari pohon-pohon dan hanguslah seluruh rumput-rumputan hijau.
8:8. Lalu malaikat yang kedua meniup sangkakalanya dan ada sesuatu seperti gunung besar, yang menyala-nyala oleh api, dilemparkan ke dalam laut. Dan
sepertiga dari laut itu menjadi darah,
8:9. dan matilah sepertiga dari segala makhluk yang bernyawa di dalam laut dan binasalah sepertiga dari semua kapal.
8:10. Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air.
8:11. Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan
sepertiga dari semua air menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab sudah menjadi pahit.
8:12. Lalu malaikat yang keempat meniup sangkakalanya dan terpukullah
sepertiga dari matahari dan sepertiga dari bulan dan sepertiga dari bintang-bintang, sehingga sepertiga dari padanya menjadi gelap dan sepertiga dari siang hari tidak terang dan demikian juga malam hari.
8:13. Lalu aku melihat: aku mendengar seekor burung nasar terbang di tengah langit dan berkata dengan suara nyaring: "Celaka, celaka, celakalah mereka yang diam di atas bumi oleh karena bunyi sangkakala ketiga malaikat lain, yang masih akan meniup sangkakalanya."

Perikop: keempat sangkakala yang pertama. Ini adalah hukuman Anak Allah atas dunia dan isinya, yaitu:

  1. Ayat 7= sepertiga bumi terbakar.
  2. Ayat 8= sepertiga laut jadi darah.
  3. Ayat 11= sepertiga dari air menjadi apsintus--pahit.
  4. Ayat 12= sepertiga dari matahari, bulan, dan bintang menjadi gelap.

Inilah hukuman Anak Allah atas dunia beserta isinya--ini baru empat hukuman, masih ada tiga lagi hukuman.

Sebenarnya menjelang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga, terjadi tiga kali tujuh penghukuman atas dunia dan isinya, yaitu:

  1. Tujuh kali hukuman meterai dari Allah Roh Kudus (Wahyu 6).
  2. Tujuh kali hukuman sangkakala dari Anak Allah (Wahyu 8).
  3. Tujuh kali hukuman cawan--malapetaka--dari Allah Bapa.

Kita sekarang memperingati Natal (kedatangan Yesus pertama kali), tetapi Dia akan datang kedua kali, dan akan terjadi tiga kali tujuh penghukuman Allah Tritunggal sampai batas akhirnya di 2 Petrus 3: 10-11.

2 Petrus 3: 10-11

3:10. Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.
3:11. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian,
betapa suci dan salehnya kamu harus hidup

Ayat 10 = kedatangan Tuhan Yesus kedua kali.

Tiga kali tujuh penghukuman Allah Tritunggal membuat dunia beserta isinya mengalami kegoncangan dan kehancuran di segala bidang, sampai berakhir dengan kiamat; dunia musnah dan binasa pada saat kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Ini yang kita hadapi hari-hari ini. Apa yang terjadi sekarang ini jangan dianggap fenomena alam, jangan-jangan sudah masuk masa penghukuman Allah Tritunggal, dan akan diakhiri dengan kiamat.
Kalau anak Tuhan termasuk hamba/pelayan Tuhan tidak bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai--ketinggalan di dunia ini pada saat Yesus datang kembali ke dua kali--, ia juga akan ikut hancur dan binasa untuk selama-lamanya di neraka.

Oleh sebab itu--tema natal kita di ayat 11: 'betapa suci dan salehnya kamu harus hidup'.
Jadi untuk bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, kita harus hidup dalam kesucian dan kesalehan--dalam terjemahan lama, kesalehan sama dengan ibadah.
2 Petrus 3: 11
3:11. Oleh sebab segala perkara itu akan binasa kelak atas peri yang demikian, bagaimanakah patut kamu melakukan dirimu di dalam kehidupan yang suci dan beribadat?

Kita harus bekerja keras, kuliah yang keras, tetapi jangan lupa, ibadah yang nomor satu. Kalau kita mengutamakan ijazah dan pekerjaan lebih dari ibadah, semua akan menjadi sia-sia dan binasa.

Dengan apa kita disucikan--kalau suci pasti saleh/beribadah--? Rasul Paulus membagi pemberitaan firman menjadi dua bagian:

  1. Firman penginjilan; injil keselamatan; susu; kabar baik= memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali ke dunia ini untuk memanggil orang-orang berdosa kepada Yesus, supaya percaya Yesus--iman kepada Yesus; percaya Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat--, bertobat--berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan; mati terhadap dosa--, baptis air dan Roh Kudus--lahir baru dari air dan Roh--, sehingga bisa hidup dalam kebenaran; diselamatkan dan diberkati.

    Ini untuk jiwa-jiwa baru. Bagi kita yang sudah lama harus meningkat pada pemberitaan yang kedua.


  2. Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua; makanan keras; kabar mempelai. Dari bayi yang minum susu harus ditingkatkan pada makanan keras.
    Ibrani 4: 12-13
    4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
    4:13. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

    Kelanjutan kabar baik yaitu kabar mempelai.
    Matius 25: 6
    25:6. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

    Firman pengajaran adalah Injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali di awan permai untuk menyucikan kita dari dosa-dosa yang tersembunyi (ayat 13) dan mengubahkan kita sampai sempurna seperti Dia.
    Pedang firman menunjukkan dosa-dosa yang tersembunyi--di hati, pikiran, sumsum, ginjal. Mungkin suami, isteri, anak, orang tua, jemaat, gembala tidak tahu, tetapi firman tahu.

    Jika ada dosa yang tersembunyi, maka:


    1. Hadirat Tuhan tersembunyi bagi sidang jemaat, sehingga jemaat tidak pernah dijamah Tuhan--kering rohani, ibadah tetapi tidak puas, sehingga seringkali kepuasan dunia dibawa masuk dalam gereja, atau mencari kepuasan di dunia sampai jatuh dalam dosa makan minum dan kawin mengawinkan.

      Kalau ada pedang firman, dosa akan diungkapkan, sehingga hadirat Tuhan datang (hadirat Tuhan nyata).

      Ini kesalahan kita hamba Tuhan, yang ditampilkan bukan kesucian lebih dulu, tetapi kepuasan dunia. Suci dulu, baru ada kepuasan sorga.


    2. Lebih celaka lagi, kalau dosa tersembunyi, kedatangan Yesus kedua kali juga tersembunyi--kedatangan Tuhan seperti pencuri--, dan kita pasti ketinggalan saat Dia datang kembali. Akibatnya: binasa bersama dunia.

Malam natal ini kita butuh firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yang menyucikan kita sampai sempurna. Penginjilan dibutuhkan, tetapi harus dilanjutkan pada pengajaran.

"Saya sudah berikan kesaksian di mana-mana, saya adalah orang di luar Tuhan. Kami sekeluarga bukanlah orang Kristen, kami dulu mencari keselamatan di kuburan, minum air bunga, tetapi saat mendengar firman penginjilan (kabar baik), kami percaya Yesus dan diberkati. Sesudah itu mau ke mana? Untuk bisa menantikan kedatangan Tuhan kita harus mengalami penyucian oleh pedang firman. Penginjilan dibutuhkan untuk jiwa-jiwa baru, tetapi juga harus ada pengajaran untuk jiwa-jiwa lama."

Yesus adalah Kepala/Mempelai Pria/suami, dan kita adalah tubuh/mempelai wanita/isteri. Kepala dan tubuh menjadi satu, tidak terpisah lagi selamanya. Itulah kabar mempelai.
Kalau hanya gembala dan domba bisa terpisah. Tetapi Mempelai Pria dan mempelai wanita (Kepala dan tubuh) tidak boleh terpisah sedikitpun.

Jadi dengan apa kita disucikan? Dengan pedang firman.

Apa yang harus disucikan? Mulai dari hati dan pikiran yang merupakan tempat persembunyian dosa; gudangnya dosa.
Ibrani 4: 12
4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Kalau hati dan pikiran disucikan, perbuatan dan perkataan kita juga akan disucikan; berarti seluruh hidup kita disucikan.

Markus 7: 21-23
7:21. sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan(1), pencurian(2), pembunuhan(3),
7:22. perzinahan
(4), keserakahan(5), kejahatan(6), kelicikan(7), hawa nafsu(8), iri hati(9), hujat(10), kesombongan(11), kebebalan(12).
7:23. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

Pembunuhan= termasuk kebencian.
Hati pikiran manusia berisi tiga hal:

  1. Keinginan najis yang mengarah pada dosa makan minum dan kawin mengawinkan.
    Dosa makan minum= merokok, mabuk, narkoba.
    Dosa kawin mengawinkan= dosa percabulan:


    1. Laki-laki dengan perempuan yang bukan suami isteri sah--ini justru terjadi di kampus. Kepandaian dan kekayaan tidak bisa menghadapi dosa, hanya pedang yang bisa.
    2. Penyimpangan: laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan.


    Bagi orang tua, kalau anaknya (kaum muda) harus merantau (bekerja dan sebagainya), bekalnya nomor satu adalah pedang firman. Kalau tidak ada pedang pasti tergilas oleh dunia akhir zaman--bahkan orang tua, hamba Tuhanpun bisa tergilas dunia akhir zaman.

    Apalagi anak pendeta, anak pejabat, bahaya! Pendeta dan pejabat sibuk, seringkali anak-anaknya tidak terkontrol. Jadi harus ada pedang firman baru bisa terkontrol oleh Tuhan.


  2. Kepahitan: iri hati, kebencian tanpa alasan--kebencian kepada orang yang benar. Pada peristiwa natal, raja Herodes mau membunuh Yesus, sampai ia membunuh bayi-bayi. Yesus dan bayi-bayi gambaran dari orang benar. Mengapa dibunuh? Karena Herodes takut tersaingi jika ada raja lain--persaingan tidak sehat.

    Sekarang pekerjaan Tuhan dijadikan persaingan, malah persaingan tidak sehat--saling iri dan membenci; saling meniadakan dengan memfitnah (pembunuhan karakter).
    Sebenarnya pekerjaan Tuhan bukan persaingan, tetapi saling membantu sehingga bisa saling mengasihi.

    Kepahitan hati harus disucikan!


  3. Keinginan jahat= keinginan akan uang; ikatan akan uang; cinta akan uang.
    Ini adalah ikatan terakhir dari gereja Tuhan untuk bisa keluar dari dunia dan menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai--seperti dulu perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir menuju Kanaan; kita nanti keluar dari dunia menuju Yerusalem baru.

    Dulu bangsa Israel dihambat oleh Firaun untuk beribadah, sampai yang terakhir binatang korban tidak boleh dibawa keluar. Kalau binatang korban tidak dibawa keluar, mereka tidak bisa beribadah karena ibadah adalah mempersembahkan korban kepada Tuhan, bukan mencari.

    "Jadi kalau saya mengajarkan: Mari datang ibadah, kita diberkati. Itu salah! Beribadah itu mempersembahkan korban."

    Setelah dihukum oleh Tuhan lewat sepuluh tulah, barulah Israel keluar. Ikatan terakhir adalah kekayaan. Binatang korban itu termasuk kekayaan-kekayaan yang harus dipersembahkan kepada Tuhan.
    Uangnya boleh banyak, tetapi yang tidak boleh adalah terikat akan uang.

    Praktik cinta akan uang:


    1. Beribadah melayani Tuhan tetapi hanya untuk mencari uang, kedudukan, jodoh dan sebagainya.
      Sekarang ini, menjadi hamba Tuhan malah dijadikan profesi--dibayar--, begitu juga bermain musik.


    2. Tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanan hanya untuk mencari perkara di dunia.
    3. Kikir dan serakah, yang sama dengan penyembahan berhala; menyembah uang; menyembah antikris.
      Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan. Anak-anak (kaum muda), kalau sudah bekerja, ingat orang tua.

      Serakah= mencuri milik orang lain: hutang tidak bayar, korupsi, terutama mencuri milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus--seperti Yudas Iskariot.


    Untuk pekerjaan Tuhan kita harus suci karena yang kita layani adalah Yesus.

    Ini adalah ikatan terakhir. Kalau ada keinginan akan uang, pasti ada keinginan najis, dan kepahitan.

Jika hati dan pikiran disucikan oleh firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua dari keinginan jahat dan najis, dan kepahitan--berarti perkataan dan perbuatan disucikan--, kita akan hidup dalam kesucian dan kesalehan.

Buktinya:

  1. Mengembalikan persepuluhan dan persembahan khusus milik Tuhan. Yudas mencuri milik Tuhan, lalu mau melayani apa? Tidak bisa, malah dia hancur! Permulaannya adalah mengembalikan milik Tuhan.

    "Nomor satu adalah saya sebagai gembala. Kalau saya tidak mengembalikan persepuluhan milik Tuhan, tidak akan ada semuanya: pembukaan firman tidak ada, hadirat Tuhan tidak ada, urapan tidak ada. Mau melawak? Mungkin jemaat bisa tertawa, tetapi pulang tidak ada kepuasan lagi (pergi ke diskotik, merokok lagi). Ini karena tidak ada hadirat Tuhan."


  2. Bisa memberi kepada sesama yang membutuhkan. Ini juga ditegor oleh Tuhan: Ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan, ketika aku haus, kamu tidak memberi Aku minum......
    Kapan Tuhan lapar dan haus?:
    Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Ini juga dituntut oleh Tuhan; milik Tuhan dan milik sesama dituntut.

    Dalam berkat yang kita terima, ada milik sesama yang Tuhan titipkan.


  3. Bisa memberi waktu, tenaga, pikiran, keuangan sampai mempersembahkan seluruh hidup (segenap hidup) kita kepada Tuhan untuk bisa beribadah melayani Dia sampai menyembah Dia.

    Puncak ibadah pelayanan adalah menyembah. Kita beribadah melayani sampai bisa menyembah Yesus Sang Raja.

Kalau kita sudah disucikan--mengembalikan persepuluhan, memberi pada sesama, mempersembahkan waktu, tenaga, pikiran, keahlian, sampai memberikan seluruh hidup kepada Tuhan; beribadah, melayani, sampai menyembah Yesus Sang Raja--kita sama seperti orang majus yang mempersembahkan persembahan dan menyembah Tuhan.

Matius 2: 1-2, 10-11
2:1. Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem
2:2. dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."
2:10. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.
2:11. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud
menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.

Jelas di sini ada persembahan. Jangan diajarkan: Mari datang, kita diberkati. Itu diajar bertapa. Datang kepada Tuhan itu mempersembahkan. Itulah ibadah.

Di perjanjian lama, Israel mempersembahkan binatang korban.
Di perjanjian baru, orang majus mempersembahkan emas, kemenyan, dan mur.
Bagi kita sekarang di akhir zaman, mempersembahkan semuanya sampai seluruh hidup kepada Tuhan, supaya bisa beribadah melayani dan menyembah Tuhan.

Jika kita hidup suci dan saleh, kita akan sama seperti orang majus yang menyembah Tuhan sebagai Raja dengan mempersembahkan emas, kemenyan, dan mur.
Kita juga, kita mempersembahkan seluruh hidup untuk beribadah melayani dan menyembah Tuhan.

Jadi memperingati natal adalah kita harus hidup suci dan saleh; bisa memberikan seluruh hidup kepada Tuhan untuk bisa menyembah Tuhan Sang Raja, seperti orang majus.
Seperti orang majus bisa menyambut kedatangan Yesus pertama kali, maka kita bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Siapa orang majus? Ada yang bilang: peramal, ahli nujum, tukang sihir. Salah! Tidak mungkin, karena orang-orang seperti ini tidak mungkin bisa menyambut Yesus.
Ulangan 18: 9-12
18:9. "Apabila engkau sudah masuk ke negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, maka janganlah engkau belajar berlaku sesuai dengan kekejian yang dilakukan bangsa-bangsa itu.
18:10. Di antaramu janganlah didapati seorangpun yang mempersembahkan anaknya laki-laki atau anaknya perempuan sebagai korban dalam api, ataupun seorang yang menjadi
petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir,
18:11.
seorang pemantera, ataupun seorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada orang-orang mati.
18:12. Sebab
setiap orang yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi TUHAN, dan oleh karena kekejian-kekejian inilah TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu.

Ayat 12 = melakukan kekejian bagi Tuhan, mana bisa menyambut Yesus? Kalau menerangkan firman dengan logika atau pengetahuan nanti asal-asalan, Firman pengajaran adalah ayat menerangkan ayat.

Lalu siapa orang majus? Tadi orang majus datang dari timur--tempat surya pagi terbit.
Lukas 1: 76-78
1:76. Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya,
1:77. untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka,
1:78. oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita,
Surya pagi dari tempat yang tinggi,

Ayat 76= nabi Yohanes Pembaptis.
Timur adalah tempat di mana Allah berada--matahari adalah gambaran dari kasih.
Orang majus datang dari timur, berarti datang dari tempat di mana Allah berada, sama dengan orang yang selalu bersama dengan Allah.

Jadi orang majus adalah orang yang selalu bersama dengan Allah.
Ada tiga orang yang selalu bersama dengan Allah:

  1. Henokh.
    Kejadian 5: 24
    5:24. Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.

    Henokh bergaul dengan Allah sampai terangkat ke sorga.
    Amsal 3: 32
    3:32. karena orang yang sesat adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat.

    Bagi kita sekarang, bergaul erat dengan Tuhan adalah hidup dalam KEJUJURAN.
    Tabiat jujur ini bagaikan EMAS yang dipersembahkan oleh orang majus.

    Kalau pendusta, ia bergaul dengan setan. Jujur itu emas; mahal di hadapan Tuhan.

    Jujur soal apa?
    Titus 2: 7
    2:7. dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,

    Kejujuran dimulai dari soal Tuhan/pengajaran. Saat diberkati, terjepit, kejujuran soal pengajaran yang benar akan diuji.
    Petrus hebat, tetapi begitu terkena gelombang laut, Tuhan yang datang malah dianggap hantu--tidak jujur.

    Jujur soal pengajaran benar (soal Tuhan): ya katakan: ya, benar katakan: benar, praktikkan dan dukung; kalau tidak benar katakan: tidak benar, dan kita menyingkir (menghindar), bukan memusuhi.
    Kalau berkata: Benar, tetapi ...; tidak benar, tetapi..., itu ular/setan.
    Kalau tidak jujur, akan salah pilih; menghujat Tuhan; pengajaran benar ditolak, pengajaran tidak benar didukung.

    Contoh: antara Barabas atau Yesus, akhirnya memilih Barabas, karena tidak jujur; dipengaruhi uang, kedudukan dan sebagainya.
    Mari jujur, kalau tidak jujur akan salah pilih.

    Kalau sudah jujur soal Tuhan kita bisa jujur soal ibadah, penyembahan, nikah, dan segala sesuatu yang benar dan tidak benar. dengan demikian kita pasti menjadi teladan.
    Orang muda saja sudah harus menjadi teladan, apalagi orang tua.

    Titus 2: 6-7
    2:6. Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal
    2:7 dan jadikanlah dirimu sendiri
    suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,

    Kalau tidak jujur, akan menjadi sandungan.
    Dalam nikah rumah tangga mungkin seorang ayah gajinya tidak besar, tetapi kalau jujur, dia akan menjadi teladan.


  2. Musa.
    Ulangan 34: 5-6
    34:5. Lalu matilah Musa, hamba TUHAN itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman TUHAN.
    34:6. Dan dikuburkan-Nyalah dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini.

    Musa mati sesuai dengan firman Allah, berarti hidupnya juga sesuai dengan firman Allah, yaitu HIDUP BENAR DAN SUCI.
    Ini sama dengan KEMENYAN putih yang dipersembahkan oleh orang majus--putih menunjuk pada benar dan suci.

    Kita harus hidup sesuai dengan firman Allah, bukan sebaliknya, itulah kemenyan putih. Tetapi seringkali firman Allah dipaksa sesuai dengan keinginan kita, sehingga tidak benar--sesat. Alkitab berkata: tidak boleh kawin cerai, tetapi dicari-cari alasan sampai boleh--sesat dan tidak benar.

    Tidak benar ditambah dengan sesat= busuk. Periksa kita busuk atau harum!

    "Kalau ada sesuatu jangan salahkan orang lain dulu, nanti tidak bisa maju. Contoh: ada jemaat keluar kita berkata: Itu memang pemberontak. Kelihatan hebat oleh orang lain, padahal tidak bisa maju. Periksa: saya busuk atau harum. Kalau harum, jemaat tidak akan lari. Tuhan tolong kita semuanya."

    Kuburan Musa tidak diketahui sampai hari ini, artinya: mayat Musa diperebutkan antara Tuhan dan setan.
    Yudas 1: 9
    1:9. Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: "Kiranya Tuhan menghardik engkau!"

    Karena Musa hidup benar dan suci sampai pada hari matinya--sesuai dengan firman Allah-, maka mayat Musa benar-benar berada di dalam tangan Tuhan, kemudian mayat Musa dibangkitkan dan diangkat ke sorga.

    Hati-hati! Istilah mayat diperebutkan setan dan Tuhan, berarti saat hidup juga diperebutkan. Lebih baik hidup benar dan suci.
    Jangan sembarangan melayani orang mati! Sebisa mungkin biar gembala yang melayani. Kalau gembala tidak bisa, harus orang lain yang bisa dipercaya.

    Bagi jemaat, kalau mati, ikuti Tuhan Yesus. Dia dikuburkan, berarti manusia mati juga dikuburkan, supaya dibangkitkan juga saat Yesus datang kembali.

    "Guru saya selalu mengajarkan: Pak Wi melayani orang mati adalah nilai plus. Karena itu saya layani, kalau tidak bisa, saya tunjuk orang yang bisa dipercaya."

    Di mana tempat yang aman dari hidup sampai mati? Di dalam penggembalaan. Kita harus tergembala, supaya bisa hidup benar dan suci. Ada jaminan hidup kita dalam tangan Gembala yang Baik, yang sudah menyerahkan nyawa-Nya bagi kita--perjamuan suci. Lewat perjamuan suci malam ini kita kembali dalam pelukan tangan Tuhan. Kita bersandar di dada Tuhan dan kita dipeluk oleh tangan Tuhan.
    Rasul Yohanes saat perjamuan suci bersandar di dada Tuhan. Jangan seperti Yudas yang lari.

    Hidup benar dan suci, kemudian tergembala, itulah tempat yang paling aman, ditambah lagi dengan perjamuan suci.
    Yohanes 21: 20-23
    21:20. Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?"
    21:21. Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?"
    21:22. Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."
    21:23. Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "
    Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu."

    (terjemahan lama)
    21:20. Maka berpalinglah Petrus, lalu melihat murid yang dikasihi oleh Yesus itu mengikut, maka
    ialah yang tatkala perjamuan malam bersandar di dada Yesus sambil berkata, "Ya Tuhan, siapakah yang menyerahkan Tuhan?"

    Lewat perjamuan suci kita bisa bersandar di dada Yesus, kita dipeluk oleh tangan Gembala yang baik--yang menyerahkan nyawa bagi kita--, sehingga urusan hidup mati kita adalah urusan Tuhan. Kita sepenuhnya milik Tuhan, apalagi hanya soal masa depan. Yakinlah kalau ada di dalam tangan Tuhan.

    Inilah tiga orang majus; bergaul erat dengan Tuhan; orang yang terangkat ke surga ke tempat di mana Allah berada (di sebelah timur). Nanti saat Yesus lahir, mereka akan menjadi saksi dari sebelah timur, itulah kehidupan yang suci dan saleh: seperti Henokh yang jujur, kemudian seperti Musa yang hidup benar dan suci--dari hidup sampai mati, bahkan sampai Tuhan datang. Harus sesuai dengan firman, jangan firman yang disesuaikan dengan keinginan kita apapun ancamannya.


  3. Elia.
    2 Raja-raja 2: 10-11
    2:10. Berkatalah Elia: "Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi."
    2:11. Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata,
    tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.

    Elia terangkat ke sorga dengan kereta berapi dan kuda berapi. Apa itu? KUASA ROH KUDUS yang setara dengan darah Yesus.
    Ini sama dengan MUR yang dipersembahkan oleh orang majus.

    Yang dipersembahkan adalah getah mur. Jadi pohonnya harus disayat (dilukai) baru keluar getahnya.
    Getah mur menunjuk pada darah Yesus.

    Yohanes 16: 7
    16:7. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

    'Aku akan mengutus Dia kepadamu' = Roh Kudus.
    Yesus pergi= mati di kayu salib, bangkit dan naik ke sorga baru Roh Kudus dicurahkan. Sejak loteng Yerusalem Roh Kudus langsung dicurahkan dari sorga. Kalau dalam perjanjian lama memang memakai minyak urapan--minyak zaitun dicampur rempah-rempah untuk dituangkan pada raja, nabi, imam-imam
    Sekarang sudah tidak lagi, karena Yesus sudah mati di kayu salib, bangkit, dan naik ke surga untuk mencurahkan Roh Kudus bagi kita. Rempah-rempah yang dihancurkan gambaran dari Yesus yang dihancurkan di kayu salib.

    Inilah darah Yesus; mur; urapan Roh Kudus.

    Oleh penebusan darah Yesus kita mengalami urapan Roh Kudus. Kita harus hidup dalam urapan Roh Kudus seperti Elia.
    Praktiknya:


    • TAAT sampai daging tidak bersuara; "ya Abba, ya Bapa!"
      Roma 8: 15
      8:15. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"


    • SETIA BERKOBAR-KOBAR.
      1 Raja-raja 19: 9-10
      19:9. Di sana masuklah ia ke dalam sebuah gua dan bermalam di situ. Maka firman TUHAN datang kepadanya, demikian: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?"
      19:10. Jawabnya: "
      Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku."

      Giat= setia berkobar.
      Roma 12: 11
      12:11. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

      Mulai dari gembala harus setia berkobar/giat dalam ibadah pelayanan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali.
      Jangan berhenti di tengah jalan! Jangan kendor! Yudas Iskariot berhenti di tengah jalan dan hancur.

      Kendor sama dengan tidak taat; tidak setia; meninggalkan ibadah pelayanan; sama dengan kereta tidak ada apinya, dan kuda tidak ada apinya, itulah kuda dan kereta Firaun yang tenggelam di laut Kolsom--tidak terangkat.

      Kalau kita taat dan setia berkobar seperti Elia, kita akan mengalami kuasa Roh Kudus yang sanggup mengangkat kita ke awan-awan yang permai.
      Kalau sudah tidak setia (baik muda atau tua), itu berarti sudah tidak ada apinya; tidak ada Roh kudus. Selama ada api, pasti setia.

      Keluaran 14: 8
      14:8. Demikianlah TUHAN mengeraskan hati Firaun, raja Mesir itu, sehingga ia mengejar orang Israel. Tetapi orang Israel berjalan terus dipimpin oleh tangan yang dinaikkan.
      14:9 Adapun orang Mesir, segala kuda dan kereta Firaun, orang-orang berkuda dan pasukannya, mengejar mereka dan mencapai mereka pada waktu mereka berkemah di tepi laut, dekat Pi-Hahirot di depan Baal-Zefon.

      'segala kuda dan kereta Firaun' = tidak ada apinya. Bukannya terangkat tetapi tenggelam di lautan dunia, sampai lautan api belerang.


    Mari, malam ini minta api Roh Kudus, supaya kita kembali taat, setia, berkobar seperti Elia. Jujur seperti Henokh, benar dan suci seperti Musa.

Kesimpulan: jika kita menjadi hamba/pelayan Tuhan yang suci dan saleh seperti orang majus; sama dengan hamba Tuhan yang jujur, setia, benar, berkobar-kobar dan taat dengar-dengaran, kita sedang mengulurkan tangan kepada Tuhan--bergaul erat dengan Dia--, dan Dia mengulurkan tangan dengan kuasa pengangkatan kepada kita. Kita mengalami kuasa pengangkatan mulai dari dunia sampai di sorga.

Hasilnya:

  1. Kisah Rasul 3: 5-7
    3:5. Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka.
    3:6. Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"
    3:7. Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri.
    Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.

    Saat Petrus masuk ke Bait Allah, di depan pintu ada orang yang lumpuh. Dia pikir akan mendapatkan uang dan sebagainya.

    Hasil pertama: diangkat dari kelumpuhan.

    Kelumpuhan secara rohani artinya:


    1. Hati yang lemah; hanya berharap kepada emas dan perak jasmani--terikat uang--, tidak pernah berharap pada Tuhan.
    2. Tidak setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan--tidak bisa masuk Bait Allah, berada di luar Bait Allah.
    3. Kehancuran nikah dan buah nikah--lumpuh di tempat tidur.
      Nikah dan buah nikah hamba Tuhan dan pejabat yang banyak mengalami kelumpuhan karena sama-sama sibuk. Biarlah kehancuran nikah dan buah nikah diangkat oleh Tuhan malam ini juga.


    4. Kemustahilan---lumpuh sejak lahir.
      Apa yang mustahil? Penyakit, ekonomi. Malam ini kembalilah kepada Tuhan; hidup suci dan saleh sampai menjadi hamba/pelayan Tuhan yang
      jujur, setia berkobar, setia benar, dan taat dengar-dengaran.


    Kelumpuhan diangkat Tuhan malam ini.


  2. Yohanes 11: 38-39
    11:38. Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu.
    11:39. Kata Yesus: "
    Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."

    Lazarus mati empat hari lalu dikubur (kuburannya berbentuk gua dan ditutup dengan batu).

    Hasil kedua: diangkat dari kebusukan.

    Lazarus mati empat hari.
    Batu menunjuk pada hati yang keras, tidak percaya Tuhan, tidak jujur, dan tidak taat, sehingga mengakibatkan Lazarus mati empat hari--kebusukan dan kehancuran.
    Angkat batu, artinya jujur dan percaya--hati yang lembut--, dan mujizat akan terjadi, yang busuk jadi harum, hancur jadi baik.


  3. Matius 14: 29-32
    14:29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
    14:30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan
    mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
    14:31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya,
    mengapa engkau bimbang?"
    14:32. Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.

    Hasil ketiga: diangkat dari hati yang bimbang.

    Tadi hati yang lemah (hanya percaya kepada yang jasmani, berharap pada orang, uang dan sebagainya), akhirnya lumpuh hidupnya.

    Tadi, hati yang lemah diangkat menjadi percaya dan berharap Tuhan. Kemudian hati yang keras--tidak keras, tidak percaya kepada Tuhan--, akhirnya busuk dan hancur. Yang terakhir hati yang bimbang.

    Hati Petrus bimbang; tidak percaya pada pribadi Tuhan (firman pengajaran yang benar) dan tidak percaya pada kuasa Tuhan.

    Kalau bimbang, akan tenggelam (tidak ada kepastian hidup), pelayanan merosot, jasmani merosot. Merosot apa saja berseru pada Tuhan.
    Kemerosotan akan diangkat oleh Tuhan, ketakutan, stres, air mata juga akan diangkat Tuhan. Ketakutan dan stres diubahkan menjadi bahagia; gagal jadi berhasil.

    Mari percaya pada firman pengajaran yang benar, dan percaya kuasa Tuhan! Dia akan mengangkat kita, kita pulang dengan damai sejahtera (semuanya reda), enak dan ringan.

    Jika Yesus datang kembali kedua kali, terjadi pengangkatan yang terakhir, yaitu kita akan disucikan dan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia; tidak salah lagi dalam perkataan, kita hanya menyambut kedatangan Yesus ke dua kali dengan sorak sorai: Haleluya, dan kita bersama dengan Dia untuk selama-lamanya.

Apa keadaan kita yang perlu diangkat? Hati lemah--kelumpuhan--, hati keras--kebusukan/kehancuran--, hati bimbang--ketenggelaman--Tuhan yang tolong. Suami, isteri, anak, orang tua, kakak adik tidak ada yang tahu, tetapi Tuhan tahu. Berseru dan berserah kepada Tuhan! Kalau tidak mampu, sebut: Yesus!

Hati adalah sumbernya, terangkat atau lumpuh; terangkat atau busuk; terangkat atau tenggelam dan binasa selamanya saat Yesus datang.
Jangan salahkan orang! Kalau ada yang lumpuh dalam nikah jangan salahkan isteri, anak. Hati kita yang sering lemah; hanya yang jasmani. Kalau pelayanan atau apa saja hancur/busuk, jangan salahkan siapa-siapa. Seringkali kita tidak jujur; tidak percaya.
Kalau tenggelam--merosot--mari periksa diri. Percayalah malam ini. Pengajaran yang benar; pribadi Yesus, kuasa-Nya mampu sekalipun kita tinggal seorang diri; Yesus juga seorang diri di kayu salib.

Jangan abaikan uluran tangan Tuhan! Perjamuan suci adalah uluran tangan Tuhan untuk mengangkat dari kelumpuhan, kebusukan, dan ketenggelaman. Semua dipulihkan dan semua bahagia malam ini; semua mengalami mujizat dari Tuhan.

Perjamuan suci adalah uluran tangan kuasa pengangkatan dari Tuhan, bukan hanya menyembuhkan kita, tetapi bisa mengangkat kita dari apapun juga, dan terakhir bisa mengangkat kita di awan-awan yang permai saat Dia datang kembali; kita bersama dengan Dia. Berdoa juga untuk suami, isteri, anak, orang tua, kakak adik, sekalipun mereka menyakiti kita. Jangan tercerai-berai; jangan ada yang ketinggalan. Tuhan tolong kita semua.
Memperingati natal, kita bersiap juga untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali. Jangan ada yang ketinggalan!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 22-24 Januari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Manokwari)

  • Maret 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Serui)

  • 02-04 April 2019
    (Ibadah Persekutuan di Surabaya)

  • Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Malaka, Malaysia)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top