English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 12 Agustus 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 17 Mei 2011 (Selasa Pagi)
Keluaran 13 adalah persiapan baptisan air.
Keluaran 14 pelaksanaan baptisan air.
Keluaran 15:1-21 adalah hasil baptisan air.

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 17 Agustus 2013 (Sabtu Sore)

Salam damai sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 5:1, 10-11
5:1 Pada suatu kali...

Ibadah Raya Surabaya, 05 Juli 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 32-25
= nubuat ke-6, yaitu nubuat tentang pohon ara/Israel.
Pohon ara ini ditampilkan...

Ibadah Doa Surabaya, 18 Agustus 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 16-30= sikap terhadap talenta/jabatan dan karunia Roh Kudus.

SIKAP TERHADAP TALENTA
Sikap ini ada yang...

Ibadah Raya Surabaya, 07 Desember 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 06 Mei 2013 (Senin Sore)
Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.

Matius 28 terbagi menjadi 3 bagian yaitu

Matius 28 : 1-10 tentang “kebangkitan Yesus” =...

Ibadah Raya Surabaya, 13 Agustus 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 05 Agustus 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:15b-16
7:15 Karena itu mereka berdiri di...

Ibadah Doa Surabaya, 28 November 2012 (Rabu Sore)
Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.
Matius 28 terbagi menjadi 3 bagian yaitu

Matius 28 : 1-10 ini...

Ibadah Doa Malang, 31 Maret 2009 (Selasa Sore)
Matius 24:31 adalah keadaan ketiga pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, yaitu terdengar...

Ibadah Raya Malang, 30 Mei 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:1,13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...

Ibadah Raya Malang, 14 Februari 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang sidang jemaat Laodikia....

Ibadah Doa Surabaya, 18 Maret 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 29-31
ay. 31= terjadi tiupan sangkakala yang dasyat bunyinya untuk menampilkan gereja Tuhan dalam...

Ibadah Raya Malang, 24 Februari 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 secara keseluruhan menunjuk tentang shekinah...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 10 Oktober 2013 (Kamis Sore)

Siaran Tunda dari Ibadah Kunjungan Jakarta III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Tema: Wahyu 21: 5
21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."

Pada kitab Kejadian, Tuhan telah menciptakan dunia serta segala isinya dengan baik. Juga menciptakan manusia yang satu gambar dan sama mulia dengan Tuhan untuk ditempatkan di taman Eden, dimana manusia mengalami pemeliharaan dan kebahagiaan dari Tuhan.
Tetapi sayang, manusia diperdaya oleh ular, sehingga jatuh dalam dosa dan diusir kedalam dunia yang penuh dengan kutukan dan air mata.

Kejadian 6: 11-12
6:11. Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan.
6:12. Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab
semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.

Di dalam dunia, manusia menjalankan hidup rusak, yaitu hidup dalam kekerasan dan kenajisan= hidup dalam hawa nafsu daging, sehingga menjadi sasaran dari binatang buas (antikris) dengan cap 666.
Termasuk di dalamnya anak Tuhan dan hamba Tuhan yang hidup dalam hawa nafsu daging, sehingga dicap 666 (seperti perempuan yang bungkuk 18 tahun di bait Allah).
'ada di bait Alllah'= anak Tuhan.
'18'= 666.
Ini harus menjadi awasan bagi kita. Di dunia luar, banyak orang hidup dalam kekerasan dan kenajisan. Tetapi di dalam rumah Tuhan juga terjadi.
'6 pertama'= tubuhnya daging.
'6 kedua'= jiwanya (pikiran) daging.
'6 ketiga'= rohnya (perasaan) daging.
Kalau tubuh, jiwa, dan rohnya daging, benar-benar akan tampil sama seperti binatang buas (antikris) yang akan dibinasakan selama-lamanya.

Tuhan tidak rela kalau manusia ciptaanNya, termasuk anak Tuhan dan hamba Tuhan dibinasakan. Oleh sebab itu, Tuhan menciptakan manusia baru yang sama mulia dengan Dia dan langit bumi baru untuk menjadi tempat manusia baru selama-lamanya.
Prosesnya disebut dengan PEMBAHARUAN.

Dalam Wahyu 21: 1-27, ada 4 macam pembaharuan:
  1. pembaharuan langit baru dan bumi baru (ay. 1) --> sudah diterangkan,
  2. pembaharuan manusia baru (ay. 2-3),
  3. pembaharuan suasana baru sampai tidak ada dusta (ay. 4-8),
  4. pembaharuan Yerusalem Baru (ay. 9-27).

Malam ini, kita masih mempelajari pembaharuan kedua:
PEMBAHARUAN MANUSIA BARU
Wahyu 21: 2-3
21:2. Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.
21:3. Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.

Manusia baru= mempelai wanita yang BERHIAS/ BERDANDAN UNTUK SUAMINYA ('yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya').
Ini adalah pelajaran penting bagi istri, yaitu berdandan untuk suaminya.

3 macam perhiasan mempelai wanita:
  1. Yeremia 2: 32
    2:32. Dapatkah seorang dara melupakan perhiasannya, atau seorang pengantin perempuan melupakan ikat pinggangnya? Tetapi umat-Ku melupakan Aku, sejak waktu yang tidak terbilang lamanya.

    Perhiasan mempelai wanita yang pertama: ikat pinggang.

    Yesaya 11: 5
    11:5. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

    'ikat pinggang'= SETIA DAN BENAR.
    Setia dan benar ini tidak bisa dipisahkan.

    Lukas 17: 7-8
    17:7. "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
    17:8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku.
    Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

    Berikat pinggang= siap untuk melayani Tuhan.
    Jika kita setia dan benar dalam ibadah pelayanan, sama dengan mengulurkan tangan untuk memberi makan minum Yesus (memuaskan hati Yesus Mempelai Pria Surga).

    Hasilnya: Yesus juga mengulurkan Tangan kepada kita. Artinya:
    • Yesus memberi kepuasan/kebahagiaan Surga kepada kita ('kamu boleh makan minum'),

    • Tuhan menyediakan makan minum bagi kita (memelihara hidup kita dalam kelimpahan sampai mengucap syukur),
    • Tuhan mengulurkan tangan kepada kita untuk memberikan keuntungan besar.
      1 Timotius 6: 6

      6:6. Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.

      'keuntungan besar'= 2 sayap burung nazar yang besar.
      Wahyu 12: 14
      12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

      Dua sayap burung nazar yang besar berguna untuk menyingkirkan kita ke padang belantara, jauh dari mata antikris yang berkuasa di bumi selama 3,5 tahun dan kita dipelihara secara langsung oleh Tuhan lewat Firman pengajaran dan perjamuan suci.
      Kebaktian pendalaman Alkitab merupakan latihan menyingkir ke padang belantara.

      Melayani dengan setia dan benar= tidak terikat dengan perkara dunia. Kita melepaskan diri dari perkara dunia sedikit demi sedikit sampai benar-benar terlepas dan disingkirkan ke padang belantara.

    Jadi, urusan kita sebagai mempelai wanita hanya berdandan untuk suaminya, yaitu setia dan benar. Maka, urusan makan minum, kebahagiaan, dan masa depan adalah urusan Tuhan.

  1. Yakobus 1: 12
    1:12. Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

    Perhiasan mempelai wanita yang kedua: mahkota kehidupan.
    Ini dipakai oleh mempelai wanita yang TAHAN UJI menghadapi pencobaan-pencobaan (menghadapi angin dan gelombang di lautan dunia).

    'angin'= ajaran-ajaran palsu yang ingin menenggelamkan kita.
    'gelombang'= gelombang dosa-dosa sampai puncaknya dosa dan pencobaan-pencobaan di segala bidang yang sudah mustahil yang menghantam perahu kehidupan kita.

    Jadi, berdandan untuk suami sama dengan tahan uji, sehingga kita tidak roboh/ tenggelam.
    Kita harus hati-hati, karena angin gelombang datang dengan sekonyong-konyong.
    Saat itu, Yesus tidur. Dan saat murid-murid tidak bisa berbuat apa-apa, barulah mereka memanggil Yesus dan Yesus berkata 'diam, tenang'.

    Tahan uji= diam dan tenang. Menghadapi angin gelombang, yang perlu kita lakukan hanyalah diam dan tenang.

    Yesaya 30: 15
    30:15. Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan,

    'diam'= berdiam diri= memeriksa diri. Saat angin gelombang datang, jangan lari sana sini, tetapi kita harus memeriksa diri sendiri lewat ketajaman Firman Allah.
    Jadi, saat banyak pencobaan, justru kita harus banyak mendengar Firman. Jika ditemukan dosa, kita harus mengaku dosa pada Tuhan dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi (bertobat).
    Kalau tidak ada dosa, kita harus tetap diam (tidak membela diri atau menyalahkan orang lain). Ini juga termasuk bertobat.

    'tenang'=
    1 Petrus 4: 7
    4:7. Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

    • Menguasai diri supaya tidak beredar-edar (tergembala dengan baik pada pengajaran benar).

      Esau kesana kemari, tetapi Yakub tenang di dalam kemah. Dan pasti ada perbedaan dalam pertumbuhannya.
      Secara kelahiran, Yakub bukan anak sulung. Tetapi dalam pertumbuhannya, justru Yakub yang menang.

    • Menguasai diri supaya tidak berharap orang lain, tetapi berdoa dan hanya berharap pada Tuhan.

    DIAM DAN TENANG (bertobat dan berdoa)= mengulurkan tangan pada Tuhan. Inilah perhiasan kita. Dan Mempelai Pria Surga mengulurkan tangan kepada kita untuk meneduhkan angin ribut dan gelombang.
    Artinya:
    • Hati kita menjadi damai sejahtera, sehingga semua enak dan ringan. Kalau ringan, kita tidak bisa tenggelam.
      Gelombang terbesar yang menenggelamkan kita adalah hati yang bimbang karena kita mencoba-coba jalan sendiri.
      JAGA HATI DAMAI SEJAHTERA!

    • Semua masalah diselesaikan oleh Tuhan sampai masalah yang mustahil.

    • Kalau lautan sudah teduh, kapal bisa laju untuk mencapai pelabuhan damai sejahtera= kita bisa tetap mengikut dan melayani Yesus sampai garis akhir (sampai menerima mahkota 12 bintang).
      'mahkota 12 bintang'= karunia-karunia yang sudah permanen.

      Kalau hati damai, pelayanan kita akan semakin maju sampai garis akhir.

    Kalau kita sudah berdandan, maka Tuhanlah yang bekerja bagi kita.


  2. 1 Petrus 3: 4-5
    3:4. tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
    3:5. Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu
    berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,

    Perhiasan mempelai wanita yang ketiga:
    • Perhiasan batiniah (sebelah dalam), yaitu LEMAH LEMBUT dan TENTERAM.

      Lemah lembut=
      1. Kemampuan untuk menerima Firman pengajaran sekeras apapun untuk menyucikan dosa-dosa sampai puncaknya dosa.
        Kalau sudah mau disucikan, yang berikutnya adalah

      2. Kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.

      Tenteram= pendiam= tidak banyak komentar negatif/ gosip/ kritik dan tidak melawan/ memberontak.

    • Perhiasan lahirian/ berdandan (sebelah luar), yaitu TUNDUK (taat dengar-dengaran).
      Penundukan ini seperti Sarah tunduk pada Abraham.

      Khusus wanita, penundukan ini sampai pada tidak mengajar dan memerintah laki-laki.
      Tetapi inilah yang dilanggar oleh Hawa.

      1 Timotius 2: 11-14
      2:11. Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh.
      2:12. Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri.
      2:13. Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa.
      2:14. Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa.

      Dulu, di taman Eden, semua buah boleh dimakan dengan bebas, kecuali satu.
      Begitu juga sekarang, wanita boleh melayani semuanya, kecuali mengajar dan memerintah laki-laki.
      Disinilah ujian penundukan dari wanita.

      Kalau mengajar dan memerintah laki-laki, wanita bukan berdandan untuk suami, tetapi justru menelanjangi suami.

      Penundukan ini merupakan ujian terakhir.
      Kalau ada penundukan, maka suami yang mengajar dan memerintah dalam nikah dan ibadah. Dan di sanalah Yesus sebagai Kepala hadir.

      Kalau ada penundukan, maka lemah lembut dan pendiam juga pasti ada.

    1 Petrus 5: 5-6
    5:5. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
    5:6. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu
    ditinggikan-Nya pada waktunya.

    Yesus taat sampai mati dikayu salib. Kita juga harus tunduk taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.
    Inilah berdandan untuk Tuhan, di mana kita cukup tunduk/ taat saja.

    Kalau kita main-main dengan perasaan dan logika, itulah yang seringkali membuat kita tidak taat.

    Tunduk= berdandan untuk suami dan mengulurkan tangan pada Tuhan (terserah pada Tuhan). Dan Tuhan akan mengulurkan tangan kepada kita untuk mengangkat kita pada waktuNya.
    Sambil berdandan, kita hanya tinggal menunggu waktu Tuhan.
    Biarlah kita tetap bertahan untuk taat. Kalau belum ditolong Tuhan, kita harus tetap taat.

    Tuhan mengangkat kita, artinya:
    • Tuhan mampu mengangkat kita dari kegagalan-kegagalan, sehingga semua berhasil dan indah pada waktuNya,

    • Tuhan sanggup memakai kita dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir mulai dari dalam nikah, penggembalaan, dan antar penggembalaan.
      Sejak dalam nikah, biarlah kita tetap setia benar, diam, tenang, lemah lembut, pendiam dan penurut.

    • Tuhan mampu menyucikan dan mengubahkan kita terus menerus, mulai dengan tidak berdusta.
      Kalau tidak berdusta, semua akan menjadi ringan.
      Kalau berdusta, justru semuanya menjadi berat.

      Dengan jujur, kita sudah menjadi rumah doa.
      Dan satu waktu, saat Yesus datang kembali, kita diubahkan jadi sempurna seperti Dia. Kita tidak salah lagi dalam perkataan. Kita benar-benar terangkat di awan-awan untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali. Kita bersama Dia selama-lamanya sampai masuk Yerusalem Baru.
      Tidak salah dalam perkataan= hanya berkata 'haleluya'.



Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top