Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 16 dalam susunan Tabernakel terkena pada dua loh batu (kasih Allah). Bagi dunia yang menolak kasih Allah, maka harus menerima 7 cawan murka Allah. Tetapi bagi kita yang percaya kepada Yesus dan menerima kasih Allah, maka kita mendapatkan naungan kasih Allah sampai sempurna.

Wahyu 16:8-9
16:8 Dan malaikat yang keempat menumpahkan cawannya ke atas matahari, dan kepadanya diberi kuasa untuk menghanguskan manusia dengan api.
16:9 Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia.

Penumpahan cawan murka Allah yang ke-4 ke atas matahari sehingga menghanguskan manusia dengan api.

Matius 5:44-48
5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
5:46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
5:47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?
5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

Matahari adalah gambaran kasih Allah yang sempurna, besar, adil, dan diarahkan kepada seluruh manusia sebagai ciptaan Allah yang paling mulia. Menyinari yang jahat untuk bisa kembali pada kemuliaan, maupun yang baik supaya bisa lebih baik sampai sempurna.

Dalam matahari kasih Allah terkandung 3 unsur utama:
  1. Terang.
    Yohanes 8:12
    8:12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."

    Ini menunjuk aktifitas dalam kasih Allah yang membuat kita berjalan dalam terang dan menjadi terang bagi orang lain/ menjadi saksi Tuhan. Mulai terang dalam rumah tangga, terang di depan orang, sampai terang dunia seperti Yesus.

  2. Panas.
    Ini menunjuk gairah kasih Allah yang mendorong kita untuk setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, serta aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus sampai sempurna menjadi mempelai wanita Sorga.

  3. Energi/ daya.
    Ini menunjuk kekuatan kasih Allah yang memberi kekuatan ekstra sehingga kita kuat dan teguh hati menghadapi apa pun. Kita tidak kecewa/ putus asa/ tinggalkan Tuhan tetapi tetap percaya, mengucap syukur dan menyembah Tuhan.

Jika menolak kasih Allah, akan masuk penghukuman api yang membinasakan.
Praktik menolak kasih Allah adalah menolak terang/ aktifitas kasih Allah sehingga:
  • Hidup dalam kegelapan dosa, tidak menjadi kesaksian, memalukan/ memilukan Tuhan.
  • Menjadi saksi palsu/ dusta.

Markus 14:55-59
14:55 Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian terhadap Yesus supaya Ia dapat dihukum mati, tetapi mereka tidak memperolehnya.
14:56 Banyak juga orang yang mengucapkan kesaksian palsu terhadap Dia, tetapi kesaksian-kesaksian itu tidak sesuai yang satu dengan yang lain.
14:57 Lalu beberapa orang naik saksi melawan Dia dengan tuduhan palsu ini:
14:58 "Kami sudah mendengar orang ini berkata: Aku akan merubuhkan Bait Suci buatan tangan manusia ini dan dalam tiga hari akan Kudirikan yang lain, yang bukan buatan tangan manusia."
14:59 Dalam hal ini pun kesaksian mereka tidak sesuai yang satu dengan yang lain.

Yohanes 2:18-21
2:18 Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?"
2:19 Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."
2:20 Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"
2:21 Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.

Saksi palsu/ dusta adalah hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang mendengar/ menyampaikan firman tetapi hanya untuk mencari/ membanggakan/ menggembar-gemborkan perkara jasmani, tidak praktik firman. Tidak mengalami perombakan/ pembaharuan sehingga tetap menjadi manusia darah daging yang akan dihukum dengan api, hancur dan binasa.

Kehendak Tuhan adalah setiap hamba Tuhan/ pelayan Tuhan harus mengalami perombakan/ pembaharuan sehingga tidak menjadi saksi palsu tetapi menjadi saksi yang benar, sampai sempurna seperti Yesus.

Apa yang harus dirombak/ dibaharui? Roh jual beli/ roh antikris.

Yohanes 2:13-16
2:13 Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem.
2:14 Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ.
2:15 Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.
2:16 Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan."

Dengan apa kita dirombak/ dibaharui? Dengan cambuk dari tali.
  1. Tali dari binatang korban yang digembalakan = firman penggembalaan/ suara gembala, yaitu firman pengajaran benar yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia dan diulang-ulang, berkesinambungan, menjadi makanan rohani, sehingga sidang jemaat bertumbuh ke arah kedewasaan rohani = mengalami penyucian, pembaharuan, sampai sempurna seperti Yesus.

    2 Timotius 4:1-2
    4:1 Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:
    4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

    Seorang gembala harus berjanji sungguh-sungguh di hadapan Tuhan dan demi kerajaan Sorga untuk hanya menyampaikan firman pengajaran benar.

    Sidang jemaat juga harus berjanji sungguh-sungguh di hadapan Tuhan dan demi kerajaan Sorga untuk hanya mendengar dan taat dengar-dengaran pada firman pengajaran benar.

    Isi firman pengajaran benar:
    • Menyatakan apa yang salah/ dosa supaya kita sadar, menyesal, mengaku sehingga bisa diampuni, diangkat dari kejatuhan dalam dosa.
      Ini sama dengan tali kasih Allah untuk mengangkat kita dari lembah maut.
    • Menegor dengan keras supaya bertobat, berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan, tidak jatuh lagi dalam dosa.
      Ini sama dengan tali kasih Allah sanggup mengikat kita supaya tidak jatuh lagi dalam dosa
    • Menasihati.
      Ini sama dengan tali kasih Allah sanggup menuntun ke jalan keluar dari segala masalah yang mustahil, menuntun kita dalam kebenaran dan kesucian sampai masuk kerajaan Sorga.

  2. Cambuk = hajaran di segala bidang.
    Jika tali kasih Allah ditolak, akan dikumpulkan dan dipintal menjadi cambuk untuk menghajar kita. Namun, ini masih merupakan kasih Allah untuk kita bisa kembali dalam kebenaran dan kesucian.

    Jika hajaran ditolak, maka kehidupan itu dibiarkan oleh Tuhan untuk dihukum dengan api yang menghanguskan.

Praktik roh antikris/ roh jual beli dalam gereja Tuhan:
  1. Cinta uang, terikat pada keinginan akan uang sehingga tidak bisa mengasihi Tuhan, menjadi kikir dan serakah.
    Kikir = tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan, untuk sesama yang membutuhkan.
    Serakah = mencuri milik Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusus), mencuri milik sesama (korupsi, menipu).

    1 Timotius 6:3-5
    6:3 Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat — yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus — dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita,
    6:4 ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga,
    6:5 percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan.

    Beribadah melayani hanya untuk mencari kepuasan di luar firman pengajaran benar dan mencari keuntungan jasmani. Sehingga kehilangan keuntungan besar (dua sayap burung nasar yang besar), ketinggalan saat Yesus datang kedua kali, masuk aniaya antikris, menjadi sama dengan antikris yang akan dibinasakan.

    1 Timotius 6:6
    6:6 Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.

  2. Berjual-beli/ berdagang binatang korban.
    Artinya:
    • Memperjualbelikan korban Kristus = menghina, menginjak-injak korban Kristus untuk mendapat keuntungan jasmani.
      2 Petrus 1:9
      1:9 Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.

      Ini berarti lupa pengampunan, mengulang-ulang dosa = hamba Tuhan yang jahat.

    • Sibuk untuk mencari kebutuhan jasmani di dunia sehingga tidak memperkembangkan talenta/ mina = menjadi hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang malas, tidak setia dalam jabatan pelayanan.

      Hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang malas dan jahat = tidak berguna. Akibatnya adalah jabatannya (jubah pelayanan) dialihkan pada orang lain, telanjang, tidak indah. Hanya membeli kuburan = tidak pernah puas. Sampai dicampakkan ke dalam kegelapan paling gelap.

      Matius 25:26,30
      25:26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
      25:30 Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

  3. Memberi cap/ meterai 666.
    Wahyu 13:16-18
    13:16 Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
    13:17 dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
    13:18 Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

    Menyembah antikris, menjadi sama dengan antikris untuk dibinasakan.

    Ulangan 6:6-8
    6:6 Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,
    6:7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.
    6:8 Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu,

    Tuhan rindu untuk memberi cap/ meterai firman kepada kita lewat pemberitaan firman yang diulang-ulang.
    Prosesnya adalah mendengar firman dalam urapan Roh Kudus dengan sungguh-sungguh, dengan suatu kebutuhan, sampai mengerti firman, firman ditulis di dahi, menjadi pengertian. Lanjut percaya/ yakin pada firman, sama dengan firman ditulis di hati, menjadi iman dalam hati. Sampai praktik firman, sama dengan firman diukir di tangan.

    Jadi seluruh hidup kita ditulis dengan firman pengajaran benar sehingga tidak ada tempat bagi cap antikris. Kita mengalami perombakan/ penyucian/ pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

Efesus 4:21-28
4:21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,
4:22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
4:23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
4:24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
4:25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
4:26 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu
4:27 dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.
4:28 Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.

Dusta menjadi jujur. Marah dengan kebencian menjadi marah dengan kasih untuk menolong. Mencuri menjadi memberi. Saksi palsu (sarang penyamun) menjadi saksi yang benar (rumah doa).

Contoh: murid Yesus yang hebat tapi bisa menjadi saksi palsu. Petrus berdusta, marah dengan kebencian (memotong telinga Malkus). Yudas mencuri.

Oleh karena itu biarlah kita mohon kasih Tuhan bagaikan matahari yang tidak pernah berhenti menyinari kita. Jangan pernah meragukan kasih Tuhan apa pun keadaan kita.

Yohanes 13:25-27
13:25 Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, siapakah itu?"
13:26 Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.
13:27 Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera."

Kepada Yudas Iskariot, Tuhan menyinarkan matahari kasihNya lewat firman yang diulang-ulang dan lewat perjamuan suci.

Tapi Yudas keras hati menolak kasih Allah, tidak berubah, tetap berdusta dan mencuri sehingga masuk hukuman Tuhan.

Lukas 22:60-62
22:60 Tetapi Petrus berkata: "Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan." Seketika itu juga, sementara ia berkata, berkokoklah ayam.
22:61 Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku."
22:62 Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

Kepada Petrus, Tuhan menyatakan kasihNya lewat kokok ayam (firman penggembalaan yang diulang-ulang) dan lewat pandangan belas kasih Imam Besar. Petrus bisa menerima kasih Allah dengan lembut hati sehingga tertolong.

Setiap pemberitaan firman adalah pandangan belas kasih Yesus Imam Besar yang seharga korban Kristus.

Sikap kita adalah mengaku segala dosa kepada Tuhan dan sesama. Kita menyerah sepenuh, mengulurkan tangan kepada Tuhan.

Maka Tuhan berpaling memandang kita dengan pandangan belas kasihNya = memperhatikan, mempedulikan, bergumul untuk kita, mengulurkan tangan belas kasihNya.

Hasilnya adalah:
  1. Tangan Imam Besar sanggup memperdamaikan/ mengampuni segala dosa kita sehingga kita bisa hidup benar. Hati damai sejahtera, semua enak dan ringan.
    Ibrani 2:17-18
    2:17 Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
    2:18 Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

  2. Tangan Imam Besar dapat menolong kita tepat pada waktunya, menyelesaikan semua masalah yang mustahil.
    Ibrani 4:14-16
    4:14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
    4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
    4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

  3. Tangan Tuhan sanggup menjadikan semua berhasil dan indah pada waktunya.

  4. Tangan Tuhan sanggup mengangkat/ meninggikan kita pada waktunya.
    1 Petrus 5:6
    5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

    Kita diubahkan dari manusia daging menjadi manusia rohani. Kita bisa sabar menunggu waktu Tuhan, banyak koreksi diri, menyerah sepenuh kepada Tuhan.

    Kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir sampai sempurna untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali.


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 12 Agustus 2013 (Senin Sore)
    ... Yesus adalah taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi mulai diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya Agustus . Contoh Abraham yang mempersembahkan Ishak anaknya yang tunggal . Seringkali kita mau taat tetapi daging yang tidak mau taat. Kejadian - . Ketika dilihat TUHAN bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya ...
  • Ibadah Raya Malang, 06 April 2014 (Minggu Pagi)
    ... penampilan pribadi Yesus dalam kemuliaan ayat Penampilan pribadi Yesus dalam kemuliaan sebagai Imam Besar. ayat Penampilan pribadi Yesus dalam kemuliaan sebagai Raja diatas segala raja. ayat Penampilan pribadi Yesus dalam kemuliaan sebagai Hakim yang adil. ayat Penampilan pribadi Yesus dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga. ad. . Penampilan pribadi Yesus dalam ...
  • Ibadah Raya Malang, 20 Juli 2014 (Minggu Pagi)
    ... direnovasi. Secara rohani Tuhan menghendaki supaya pembangunan tubuh Kristus yang sempurna sudah selesai. Pembangunan renovasi Bait Allah sama dengan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna sama dengan pembaharuan panca indra. Prakteknya Pembaharuan kulit peraba. Yohanes - Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 03 Juni 2017 (Sabtu Sore)
    ... yaitu firman yang dibukakan rahasianya ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab firman pengajaran yang benar. Wahyu Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik. Dari mulut Yesus keluar sebilah pedang bermata dua. ...
  • Ibadah Kunjungan di Medan IV, 30 Januari 2020 (Kamis Pagi)
    ... Dia Tuannya bagaimana mungkin Ia anaknya pula . Tidak ada seorangpun yang dapat menjawab-Nya dan sejak hari itu tidak ada seorangpun juga yang berani menanyakan sesuatu kepada-Nya. Dua kali pertanyaan tentang Yesus Mesias Anak siapakah Mesias Orang Farisi bisa menjawab bahwa Yesus adalah Anak Daud. Sebab orang Farisi memiliki pandangan ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 November 2015 (Senin Sore)
    ... kami di sini hanya lima roti dan dua ikan. Bagaimana keadaan menjelang malam Keadaan yang pertama menjelang malam dalam keadaan krisis yaitu krisis makanan artinya secara jasmani krisis segalanya krisis multidimensi. Saya teringat waktu tahun . Harga-harga melambung. Mulai sulit mencari makan sehingga terjadi penjarahan. Awalnya orang tidak mau malu ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 11 Januari 2017 (Rabu Sore)
    ... kemuliaan. 'dibenarkan dalam Roh' Yesus adalah manusia yang tidak berdosa. Yesus datang ke dunia sebagai manusia yang tidak berdosa tetapi harus mati di kayu salib. Itu sama dengan ANAK DOMBA yang tersembelih untuk menyelamatkan manusia berdosa. Ini adalah rahasia keselamatan. Sesudah itu Dia bangkit naik ke sorga dan dipermuliakan sampai duduk di ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 13 April 2011 (Rabu Sore)
    ... suka menanduk melawan menyakiti mereka seperti lembu yang suka menanduk hamba yang lain. Oleh sebab itu imam-imam kepala bersedia membayar keping perak supaya Yesus dianggap sebagai lembu yang suka menanduk dan HARUS DIHUKUM MATI lembu yang suka menanduk harus dihukum mati dengan batu . Sesungguhnya dalam bait Allah Tuhan bukan menanduk tetapi ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 Februari 2015 (Senin Sore)
    ... sendiri sekalipun ada--yaitu kepandaian kekayaan kedudukan dan lain-lain. Untuk dunia kita bisa menggunakan itu semua tetapi untuk Kerajaan Sorga tidak bisa. Kalau untuk Kerajaan Sorga harus pandai kaya dan lain-lain berarti Tuhan tidak adil. Oleh sebab itu Rasul Paulus mengatakan 'Dia yang menguatkan aku' artinya kita tidak menggunakan kemampuan sendiri. Kita mengakui ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 02 Desember 2010 (Kamis Sore)
    ... kelemahlembutan. Kita mempelajari tentang menerima hikmat lewat kelemahlembutan. Yakobus Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. Lemah lembut adalah bisa menerima firman Tuhan sekeras apapun. Proses untuk bisa menerima firman ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.