English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 07 Juli 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20 ... Dan...

Ibadah Raya Surabaya, 18 Agustus 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 03 Agustus 2014 (Minggu Sore)
Pembicara: Pdm. Dadang Hadi Santoso

Selamat sore. Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya damai sejahtera...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 Juni 2011 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri
Matius 26: 21-25
26:21. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara...

Ibadah Raya Surabaya, 29 Mei 2011 (Minggu Sore)
Tema Ibadah di Poso: "Ingatlah akan istri Lot!"
Lukas 17: 32
17:32. Ingatlah akan isteri Lot!

= merupakan peringatan yang tegas/kuat kepada...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Agustus 2011 (Senin Sore)
Disertai dengan Penataran Imam-Imam II
Matius 26: 27-28
26:27. Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 22 Desember 2012 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Biarlah damai sejahtera Tuhan dilimpahkan bagi kita sekalian.

Lukas 2:...

Ibadah Raya Surabaya, 11 November 2012 (Minggu Sore)
Masih dalam rangkaian penataran imam dan calon imam

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Raya Malang, 29 Desember 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:5
1:5 dan dari Yesus Kristus, Saksi...

Ibadah Doa Surabaya, 24 Desember 2008 (Rabu Sore)
Matius 24: 29
= keadaan pada saat kedatangan Tuhan yang kedua kali, yaitu terjadi kegoncangan dan...

Ibadah Raya Surabaya, 01 Juli 2012 (Minggu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang
Matius 8: 20
8:20 Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia...

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 21 Mei 2013 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita masih membahas Keluaran 25:8-9, yaitu...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 29 Agustus 2020 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 16: 1-9 Perikop: perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur.

Bendahara menunjuk...

Ibadah Raya Malang, 19 Februari 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:57-68 berjudul "SAKSI dan KESAKSIAN".

Ada 2 macam saksi dan kesaksian:
Ayat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 01 September 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:24-25
26:24 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 05 September 2011 (Senin Sore)

Matius 26: 30-32, 34
26:30. Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.
26:31. Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis:
Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai.
26:32. Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea."
26:34. Yesus berkata kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini,
sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."

ay. 30-35= PERINGATAN TUHAN KEPADA PETRUS.
Kita sudah mempelajari mengenai Firman nubuat/Firman pengajaran yang benar. Dan Tuhan memperingatkan Petrus dengan Firman nubuat.

Matius 26: 33, 35
26:33. Petrus menjawab-Nya: "Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak."
26:35. Kata Petrus kepada-Nya: "Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau,
aku takkan menyangkal Engkau." Semua murid yang lainpun berkata demikian juga.

ay. 33, 35= Petrus menolak Firman nubuat ('aku sekali-kali tidak' dan 'aku takkan menyangkal Engkau').
Petrus menolak Firman nubuat karena KESOMBONGAN HATI.

3 kali Petrus menampilkan kesombongannya:
  1. Matius 16: 21-23
    16:21. Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
    16:22. Tetapi
    Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
    16:23. Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "
    Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."

    Kesombongan Petrus yang pertama: Petrus menarik Yesus kesamping ketika Yesus berbicara soal salib.
    Artinya: Petrus menggunakan PIKIRAN DAGING (kehendak sendiri), sehingga menolak salib. Ini sama dengan menolak kasih Allah= TANPA KASIH ALLAH.
    Dalam Tabernakel, kasih Allah ditunjukan oleh mezbah dupa emas (https://www.gptkk.org/tabernakel_mezbah+dupa+emas.html).
    Kalau tidak ada kasih Allah, berarti tidak ada mezbah dupa emas dalam hidupnya.

    Akibatnya:
    • 'Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku'= menjadi batu sandungan. Artinya: selalu menjadi sandungan bagi orang lain dan gampang tersandung.
      Menjadi sandungan= seperti leher yang dikalungi batu kilangan.

      Matius 18: 6
      18:6. "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.

      Batu kilangan, artinya:
      1. tidak indah,
      2. letiih lesu dan berbeban berat,
      3. akan tenggelam dalam dosa babel.
        Wahyu 18: 21
        18:21. Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi.

      Yesus tidak menjadi batu sandungan, tetapi menjadi batu penjuru, karena Tuhan mau menerima salib.

    • 'Enyahlah Iblis'= Petrus MENJADI SAMA DENGAN IBLIS/SETAN, tidak menjadi sama dengan Tuhan.

  2. Matius 26: 51
    26:51. Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya.

    Kesombongan Petrus yang kedua: Petrus menggunakan pedang untuk memutuskan telinga dari hamba imam besar.
    Artinya: Petrus menggunakan KEKUATAN DAGING, sehingga menolak urapan Roh Kudus= TANPA URAPAN ROH KUDUS.
    Kekuatan daging ini banyak kali dipakai saat menyampaikan Firman.

    Dalam Tabernakel, urapan Roh Kudus terkena pada pelita emas (https://www.gptkk.org/tabernakel_pelita+emas.html).
    Kalau tidak ada urapan Roh Kudus, berarti tidak ada pelita emas dalam hidupnya.

    Berbeda dengan Yesus, dimana Yesus naik dulu ke bukit Zaitun sebelum menyampaikan Firman nubuat= menyampaikan Firman dalam urapan Roh Kudus (diisi minyak dulu, baru menyampaikan Firman).

    Jadi, yang harus diandalkan dalam menerima Firman adalah urapan Roh Kudus.

    Sebaliknya, sidang jemaat juga seringkali menolak urapan Roh Kudus, sehingga menggunakan kekuatan sendiri untuk menerima Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Ini juga kesombongan dari sidang jemaat.

    Jika menyampaikan Firman/menerima Firman TANPA urapan Roh Kudus, maka Firman pengajaran tidak menjadi iman dan tidak mendarah daging dalam hidup kita, tetapi hanya menjadi pengetahuan belaka.

    Akibatnya: tidak mengalami keubahan hidup, MENJADI SAMA DENGAN ANTIKRIS.

  3. Matius 26: 33
    26:33. Petrus menjawab-Nya: "Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak."

    Kesombongan Petrus yang ketiga: Petrus menggunakan KEBENARAN DAGING (kebenaran sendiri), sehingga menolak Firman pengajaran yang benar= TANPA FIRMAN PENGAJARAN YANG BENAR, sehingga MENJADI SAMA DENGAN NABI PALSU.

    Dalam Tabernakel, Firman pengajaran yang benar ditujukan oleh meja roti sajian (https://www.gptkk.org/tabernakel_meja+roti+sajian.html).
    Kalau tidak ada Firman pengajaran yang benar, berarti tidak ada meja roti sajian dalam hidupnya.
Di pasal 16, Tuhan mengatakan Petrus adalah batu karang. Tetapi saat Tuhan bicara soal salib, Petrus langsung merosot menjadi batu sandungan.
Artinya: Petrus yang hebat, ternyata ia kosong karena kesombongannya.

Jadi, kehidupan yang sombong= tanpa Firman, Roh Kudus dan kasih Allah= TIDAK TERGEMBALA, sehingga menjadi sama dengan setan tritunggal yang akan dibinasakan untuk selama-lamanya (bagaikan buli-buli tanah liat yang rapuh dan hancur berantakan).

Kalau kita TERGEMBALA, maka kita akan RENDAH HATI dan mengarah untuk jadi sama dengan Yesus.

1 Petrus 5: 5
5:5. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."

Pasal 5= pasal penggembalaan.
Praktik kehidupan yang tergembala/rendah hati:
  1. Praktik pertama: rendah hati, artinya:
    • kemampuan untuk mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Kalau diampuni, jangan berbuat dosa lagi, etapi hidup dalam kebenaran (hidup sesuai kehendak Tuhan).

      1 Raja-raja 1: 50-52
      1:50. Takutlah Adonia kepada Salomo, sebab itu ia segera pergi memegang tanduk-tanduk mezbah.
      1:51. Lalu diberitahukanlah kepada Salomo: "Ternyata Adonia takut kepada raja Salomo, dan ia telah memegang tanduk-tanduk mezbah, serta berkata: Biarlah raja Salomo lebih dahulu bersumpah mengenai aku, bahwa ia takkan membunuh hambanya ini dengan pedang."
      1:52. Lalu kata Salomo: "
      Jika ia berlaku sebagai kesatria, maka sehelai rambutpun dari kepalanya tidak akan jatuh ke bumi, tetapi jika ternyata ia bermaksud jahat, haruslah ia dibunuh."

      'kesatria'= berani mengaku dosa dalam bentuk perbuatan, perkataan, angan-angan ataupun maksud hati.
      Kalau kita mengaku dosa, kita akan benar-benar selamat dan terpelihara oleh Tuhan ('sehelai rambutpun dari kepalanya tidak akan jatuh ke bumi').
      Yang membuat letih lesu adalah dosa-dosa yang dipertahankan.

    • kemampuan untuk menerima kenyataan yang ada dan kita mengucap syukur kepada Tuhan.
      Kalau tidak berani menerima kenyataan yang ada (sombong), ia akan cenderung menyalahkan orang lain dan bersungut-sungut.

  2. 1 Petrus 5: 1-3
    5:1. Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak.
    5:2.
    Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.
    5:3. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu
    menjadi teladan bagi kawanan domba itu.

    Praktik kedua: rela menderita bersama Yesus (menderita tanpa dosa= rela memikul salib), sehingga menerima KASIH ALLAH, sebab dibalik salib ada kasih Allah dan kita bisa melayani dengan kasih.
    Melayani dengan kasih= pelayanan pembangunan tubuh Kristus.

    Pelayanan tubuh Kristus dimulai dari rumah tangga, kandang penggembalaan, dan antar penggembalaan.

    Tanda pelayanan dengan kasih:
    • ay. 2= melayani dengan sukarela dan sukacita sesuai kehendak Tuhan, tanpa paksaan (tidak terpaksa dan tidak dipaksa),
    • ay. 2= tidak mencari keuntungan jasmani. Kalau mencari keuntungan jasmani, maka kasihnya bisa hilang, sehingga semuanya akan sia-sia bahkan binasa.
    • ay. 2= melayani dengan pengabdian diri. Artinya: tidak menuntut hak, hanya melakukan kewajiban.
    • ay. 3= menjadi teladan.
      Sistem penggembalaan adalah sistem teladan, bukan sistem kerajaan.

  3. 1 Petrus 5: 5
    5:5. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."

    praktik ketiga: tunduk/taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara, apapun yang harus kita korbankan.
    Seringkali, sangat susah untuk bisa taat dengar-dengaran.

    Kalau kita taat dengar-dengaran, kita sedang mengulurkan tangan pada Tuhan.

    Yohanes 21: 15, 17-18
    21:15. Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    21:17. Kata Yesus kepadanya
    untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.
    21:18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua,
    engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."

    ay. 17= Yesus bertanya 3x= menunjuk pada 3 macam ibadah.
    Seetelah tergembala, Petrus tidak sombong lagi. Dan ia bisa mengulurkan tangan pada Tuhan sampai mati untuk Tuhan (Petrus percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan).
    Yesus juga taat sampai mati dikayu salib untuk mengulurkan Tangan kepada kita.

    Filipi 2: 8
    2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

    Dengan jalan demikian, kita hidup dalam Tangan kasih Tuhan yang kuat (merendahkan diri dibawah Tangan Tuhan yang kuat).

    Hasilnya:
    • Yesaya 49: 14-16
      49:14. Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
      49:15. Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya,
      Aku tidak akan melupakan engkau.
      49:16. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.


      Hasil pertama: Tangan kasih Tuhan yang kuat menggendong kita yang tidak berdaya seperti bayi, sehingga kita benar-benar mengalami pemeliharaan dan perlindungan Tuhan di tengah kesulitan dunia.

    • Ulangan 7: 7-8
      7:7. Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu--bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? --
      7:8. tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka
      TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir.

      Hasil kedua: Tangan kasih Tuhan yang kuat sanggup mengeluarkan kita dari perbudakan dunia. Artinya: sanggup menyelesaikan semua masalah kita, sampai masalah yang mustahil. Tuhan juga membuat kita bahagia.

    • 1 Petrus 5: 6
      5:6. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

      Hasil ketiga: Tangan kasih Tuhan yang kuat meninggikan kita pada waktunya. KITA HANYA MENUNGGU WAKTUNYA TUHAN.
      Meninggikan pada waktunya, secara jasmani artinya: membuat kita berhasil pada waktunya.
      Secara rohani, artinya: kita makin disucikan dan diubahkan. Kita makin terangkat, sampai satu waktu, Tangan yang kuat mengangkat kita di awan-awan yang permai. Kita bersama Dia untuk selama-lamanya.
Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top