English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 23 April 2012 (Senin Sore)
Ibadah Pendalaman Alkitabdialihkan pada hari Rabu
Pembicara: Sdr. Hardiyono
Matius 27
Ada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian, ini menunjuk sengsara...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 19 Mei 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:67-80 adalah tentang "Nyanyian Pujian Zakharia".

Lukas 1:67

Ibadah Raya Surabaya, 12 Februari 2012 (Minggu Sore)
Matius 26: 69-75
= PETRUS MENYANGKAL TUHAN.

= 3 kali Petrus menyangkal Yesus:
ay. 69-70= Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Galilea= menyangkal panggilan dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 Februari 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:20
3:20 Lihat, Aku berdiri di muka...

Ibadah Raya Malang, 22 April 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:69-75 berjudul Petrus menyangkal Yesus.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus:
Ayat...

Ibadah Raya Malang, 13 September 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 adalah tentang penyucian terakhir...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 31 Januari 2013 (Kamis Sore)
[Siaran langsung dari Medan]

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 menunjuk tentang shekinah...

Ibadah Raya Malang, 04 November 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:1-5
8:1 Dan ketika...

Ibadah Raya Malang, 04 Januari 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada masa kedatangan Yesus kedua kali, yaitu:
Matius...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Juni 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 32-35
Nubuat ke-6= NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL.
Kita masih mempelajari ayat yang ke-32.
Pohon ara ini...

Ibadah Doa Malang, 14 Maret 2017 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 Agustus 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:37-54 tentang Yesus mengecam orang...

Ibadah Raya Surabaya, 08 Juli 2012 (Minggu Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam I
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup...

Ibadah Doa Malang, 08 Desember 2009 (Selasa Sore)
Matius 24:36-44 adalah nubuat ketujuh tentang HUKUMAN ATAS DUNIA PADA SAAT KEDATANGAN YESUS...

Ibadah Doa Malang, 23 Juli 2013 (Selasa Sore)
(bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 30 dalam...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Agustus 2016 (Senin Sore)

Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam II

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 4: 8b-11 => aktifitas/kegiatan di takhta sorga (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 31 Juli 2016).
Ada dua aktifitas/kegiatan utama di takhta sorga:

  1. Wahyu 4: 8
    4:8. Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."

    Yang pertama: ayat 8b= aktifitas penyucian (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 31 Juli 2016).


  2. Wahyu 4: 9-11
    4:9. Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya,
    4:10. maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan
    mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:
    4:11. "Ya TUHAN dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."

    Yang kedua: ayat 9-11: aktifitas penyembahan--berdoa menyembah TUHAN.

Banyak kegiatan kita di dunia ini--bekerja, belajar dan sebagainya--, tetapi jangan lupa kita juga harus aktif terlibat dan tergerak dalam kegiatan di takhta sorga, itulah kegiatan penyucian dan penyembahan, supaya kita bisa duduk bersanding dengan TUHAN di takhta sorga--supaya kita bisa mengalami suasana takhta sorga di bumi sampai duduk bersanding dengan Dia di takhta sorga selamanya.

Kita masih belajar AKTIFITAS PENYUCIAN. Ini titik berat dari pelayanan atau tahbisan.
Ibrani 4: 12-13
4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
4:13. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Kegiatan penyucian dikerjakan oleh pekerjaan firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
Apa yang disucikan?:

  1. Ayat 12= hati dan pikiran; jiwa dan roh. Ini adalah sumber atau gudangnya dosa.
    Matius 15: 19-20
    15:19. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat(1), pembunuhan(2), perzinahan(3), percabulan(4), pencurian(5), sumpah palsu(6) dan hujat(7).
    15:20. Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang."

    'sumpah palsu' = dusta.

    Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua menyucikan hati dan pikiran dari keinginan jahat dan najis.
    Keinginan jahat menuju pada keinginan akan uang, yaitu kikir dan serakah.
    Kikir= tidak bisa memberi.
    Serakah= merampas hak orang lain, yaitu haknya TUHAN (persepuluhan dan persembahan khusus) dan haknya sesama (merugikan sesama).
    Keinginan najis--persundalan--mengarah pada makan minum dan kawin mengawinkan.


  2. Ibrani 4: 12= penyucian sendi.
    Sendi= hubungan dua tulang--hubungan dengan sesama. Tetapi juga ada sendi leher: hubungan dengan TUHAN.
    Apa yang disucikan, supaya hubungan kita dengan TUHAN dan sesama baik?

    2 Korintus 12: 20
    12:20. Sebab aku kuatir, bahwa apabila aku datang aku mendapati kamu tidak seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati aku tidak seperti yang kamu inginkan. Aku kuatir akan adanya perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, dan kerusuhan.

    Yang dicucikan yaitu perselisihan, iri hati, amarah dan seterusnya supaya hubungan kita dengan sesama menjadi baik. Juga menyangkut hubungan kita dengan TUHAN, sehingga kita bisa menyembah TUHAN. Orang yang iri hati, tidak akan bisa menyembah TUHAN.
    Sendi itu ada sendi leher--hubungan dengan TUHAN. Ada juga sendi tangan, menunjuk pada hubungan antar sesama.
    Sesama itu mulai dari suami isteri. Kalau ada ini semua, tidak akan ada hubungan yang baik dengan sesama dan TUHAN. Kalau sudah disucikan, akan ada hubungan baik dengan sesama dan TUHAN, sehingga bisa menyembah TUHAN.


  3. Ibrani 4: 12= penyucian sumsum.
    Sumsum ini di dalam tulang.

    Amsal 17: 22
    17:22. Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

    Tulang yang kering berarti sumsumnya kering. Penyucian sumsum adalah penyucian dari semangat yang patah--perasaan putus asa, kecewa dan lain-lain. Kalau disucikan, bisa selalu mengucap syukur pada TUHAN.
    Saat-saat kita bangga dengan sesuatu--mengandalkan sesuatu--lebih dari TUHAN, kita juga kering; itu juga tulang yang kering.

Inilah kegiatan penyucian di takhta sorga yang dikerjakan oleh firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Mulai dari hati dan pikiran, sendi, dan sumsum--persaaan terdalam--disucikan.

Efesus 4: 11-12
4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
4:12. untuk
memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

Ayat 11 = jabatan pelayanan.
'untuk memperlengkapi orang-orang kudus' = orang suci.

Jika hati, pikiran, sendi dan sumsum sudah disucikan oleh firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, kita akan diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus--kita diangkat menjadi imam dan raja untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Pembangunan tubuh Kristus adalah:

  1. Mulai dari dalam nikah. Layani nikah sungguh-sungguh, dengan kesucian hati pikiran, sendi. Kalau hubungan suami-isteri tidak baik--sendi sakit--, tidak akan bisa bergerak. Sumsum juga disucikan, kalau sudah kecewa, putus asa, tidak akan mampu lakukan apa-apa--tidak ada daya tahan.


  2. Kemudian penggembalaan--dipakai dalam jabatan pelayanan.

    "Calon imam-imam berdoa supaya TUHAN yang mengangkat dan memberikan jabatan pelayanan; TUHAN yang menggerakan untuk melayani."


  3. Antar penggembalaan--fellowhip.
  4. Sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna--mempelai wanita TUHAN yang siap menyambut kedatangan TUHAN kedua kali di awan-awan yang permai, sampai duduk bersanding dengan Dia di takhta sorga selamanya. Sekarang ada kegiatan takhta--penyucian--, nanti kita duduk di takhta.

    Kalau hati, pikiran, sendi dan sumsum disucikan, itulah suasana takhta--sekarang kita sudah merasakan suasana takhta--, sampai satu waktu kita duduk di takhta sorga bersama TUHAN.

Jadi, kalau diangkat jadi imam dan raja, bukan disiksa, tetapi diberikan suasana takhta sorga sampai nanti duduk bersanding dengan Dia di takhta sorga--kita dipindahkan dari suasana kutukan ke takhta sorga. Jangan salah paham!
Biarlah ada kegiatan penyucian. Itu ada hubungan yang sangat erat dengan kegiatan pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

Sudah diangkat menjadi imam dan raja dan dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus, masih ada awasan bagi kita.
Dalam Matius 21: 18-19, Yesus dielu-elukan di Yerusalem; perjalanan terakhir Yesus ke Yerusalem. Sekarang, gambaran dari kegerakan Roh Kudus hujan akhir--pembangunan tubuh Kristus.

Matius 21: 18-19
21:18. Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar.
21:19. Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia
tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu: "Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!" Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu.

'tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja' = Daunnya sudah banyak, tetapi tidak ada buahnya.

Perjalanan Yesus ke Yerusalem--perjalanan terakhir--menunjuk pada kegerakan Roh kudus hujan akhir--pembangunan tubuh Kristus. Kita sudah dilibatkan dan aktif. Hati-hati! Yesus menemukan pohon ara yang berdaun lebat tetapi tidak berbuah, sehingga dikutuk oleh TUHAN.
Artinya: banyak kehidupan imam-imam dan raja-raja--pelayan TUHAN, hamba TUHAN--yang sudah aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus--berdaun lebat--, tetapi tidak berbuah--tidak memuasakan TUHAN; tidak berkenan pada TUHAN. Buah ini untuk menghilangkan rasa lapar. Kalau lapar, berarti tidak puas.

Ini yang harus diteliti hari-hari ini! Kalau pelayanan tidak memuaskan TUHAN, akibatnya:

  1. Dia sendiri tidak puas--kering rohani. Mulai banyak bersungut-sungut dan berbantah-bantah, bertengkar. Ini tanda kalau sudah tidak puas.
    Di rumah tangga mulai terjadi pertengkaran. Isteri atau suami mulai bersungut. Di dalam penggembalaan juga mulai bersungut, berbantah dan bertengkar. Kering rohaninya!

    Apa bahayanya? Pertama mulai dengan bersungut, berbantah, saling menyalahkan, bertengkar, sampai mencari kepuasan semu di dalam dunia. Mulai ke bioskop, diskotik, merokok, sampai jatuh dalam dosa dan puncaknya dosa. Puncaknya dosa adalah dosa makan minum--merokok, mabuk, narkoba--dan kawin mengawinkan--percabulan, perselingkuhan.

    Kita semua diperiksa. Kita bersyukur kalau kita sudah disucikan dan dipercaya untuk melayani pembangunan tubuh Kristus. Sudah berdauh lebat--sudah aktif--, tetapi masih diperiksa lagi. Yesus jalan ke Yerusalem banyak yang terjadi--orang berjualan di Bait Suci. Kita harus waspada, dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan--ada yang jualan; KKR untuk jualan, untuk dapat uang dan sebagainya, macam-macam, kursi dijual, paling depan paling mahal, karena dianggap mendapatkan kuasa paling besar. Sungguh-sungguh terjadi. Kita harus hati-hati.

    Yang bahaya adalah daun ara berdaun lebat tetapi tidak berbuah. Kita tidak puas, sampai cari kepuasan semu di dalam dunia dan jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa.
    Kaum muda, hati-hati!


  2. Dikutuk oleh TUHAN; hidupnya bersuasana ktutukan. Sudah melayani TUHAN, tetapi hidupnya bersuasana kutukan, bukan takhta sorga, yaitu letih lesu, berbeban berat, putus asa, kecewa dan sebagainya. Kalau dibiarkan, akan binasa selamanya.

    "Hari Minggu saya bersaksi. Ada Kaum muda yang menulis surat: Percuma semua itu. Inilah kecewa dan putus asa. Jangan salahkan siapa-siapa. Dia sendiri yang tidak bisa memuaskan TUHAN. Akhirnya dia sendiri yang tidak puas, bersuasana kering dan kutukan--letih lesu, beban berat. Kalau dibiarkan, binasa selamanya."

Mengapa sudah beribadah melayani TUHAN--sudah menjadi imam dan raja--, tetapi tidak memuaskan hati TUHAN, sehingga kering dan terkutuk? Ini yang harus dipelajari.

  1. Karena melayani tanpa iman.
    Maleakhi 3: 8-9
    3:8. Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
    3:9. Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!

    Melayani tanpa iman artinya: beribadah melayani tetapi mencuri milik TUHAN, yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Seperti Yudas Iskariot, dia menimbun kepuasan semu di dunia--perutnya penuh dengan kepuasan semu dari dunia; uang dan lain-lain--, akhirnya perutnya robek dan isi perutnya terburai--terkutuk.

    Ini terjadi karena merasa hidup dari uang atau perkara dunia, bukan dari TUHAN, firman atau iman.
    Ini persoalannya. Beribadah melayani itu persoalan iman, tetapi merasa hidup dari uang atau dunia. TUHAN tidak puas dan kita juga tidak puas. Kita sungguh-sungguh malam ini.

    Dalam Tabernakel, tanpa iman berarti tanpa meja roti sajian.


  2. Karena melayani tanpa pengharapan; tanpa pelita emas--pelitanya padam. Ini yang membuat ibadah pelayanan tidak memuaskan TUHAN dan kita sendiri kering--tidak puas--, malah terkutuk sampai binasa.

    Yeremia 48: 10a
    48:10a. Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai,

    'orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN' = beribadah melayani.
    Lalai= tidak setia--malas--, dan tidak suci--jahat.
    Jadi, yang membuat TUHAN tidka puas adalah kita melayani dengan malas dan jahat.

    Jahat artinya banyak menyusahkan pelayan TUHAN dan pekerjaan TUHAN--memukul hamba TUHAN lain. Kalau sudah malas--tidak setia dalam tugasnya--, pasti jahat--memukul hamba TUHAN yang lain, artinya bergosip--, merugikan pekerjaan TUHAN, menghalangi pekerjaan TUHAN.

    Matius 25: 26, 30
    25:26. Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
    25:30. Dan campakkanlah
    hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

    Hamba yang jahat dan malas tidak berguna. Seringkali malah menjadi pengkhianat seperti Yudas Iskariot--merusak atau menceraiberaikan tubuh Kristus. Inilah kehidupan tanpa pengharapan dan tidak bisa diharapkan.

    Hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang malas dan jahat tidak ada pengharapan, sebentar lagi pelitanya padam. Dan tidak bisa diharapkan. Akibatnya: dicampakkan dalam kegelapan yang paling gelap--masa depannya gelap sampai masuk dalam suasana kutukan sampai kebinasaan.

    "Saya sering katakan pada kaum muda: Seperti layu sebelum berkembang. Apa yang bisa diharapkan? Kalau ada bunga, masih bisa diharapkan untuk berbuah. Kalau layu sebelum berkembang, dia sendiri tidak ada pengharapan dan tidak bisa diharapkan."


  3. Karena melayani tanpa kasih--tanpa mezbah dupa emas. Artinya:


    1. Tidak taat dengar-dengaran.
      Yohanes 14: 15
      14:15. "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

      Kalau ada kasih, kita taat. Kalau melayani tanpa kasih--menurut Yohanes 14:15--, berarti beribadah melayani tanpa ketaatan--tidak taat dengar-dengaran--pada firman pengajaran yang benar. Seperti Adam dan Hawa, begitu tidak taat--makan buah yang dilarang oleh TUHAN--, langsung telanjang dan terkutuk--diusir ke dalam dunia dan hidup dalam kutukan.

      Tidak taat= melawan firman pengajaran yang benar.
      Akibatnya: telanjang, terkutuk, benar-benar kering.


    2. Egois--beribadah melayani tetapi mementingkan diri sendiri--; seperti kambing.
      Matius 25: 41-43
      25:41. Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
      25:42. Sebab ketika Aku lapar,
      kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;
      25:43. ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara,
      kamu tidak melawat Aku.

      'mereka yang di sebelah kiri-Nya' = kambing.
      'api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis' = neraka.
      'kamu tidak melawat Aku' = tidak mengunjungi.

      Kita semua diperiksa. Kita sudah diangkat jadi imam--yang belum melayani, berdoa, supaya lewat penataran imam dan calon imam digerakan dan dilibatkan TUHAN untuk melayani tubuh Kristus--, hati-hati, jangan sampai seperti pohon ara di tepi jalan yang berdaun lebat tetapi tidak berbuah--tidak memuaskan hati TUHAN, sehingga dia sendir tidak puas, kering dan terkutuk--, karena melayani tanpa iman--mencuri milik TUHAN--, tanpa pengharapan--lalai; malas dan jahat--, dan tanpa kasih--tidak taat dan egois.

      Sebenarnya neraka itu untuk iblis dan pengikut-pengikutnya. Tetapi kalau manusia ikut setan, akan ke neraka juga. Kalau tidak taat dan egois, itu seperti iblis.

      Egois= tidak mau memberi dan mengunjungi sesama yang membutuhkan, baik secara jasmani terutama rohani. Banyak orang membutuhkan firman. Ibadah kunjungan kita adalah membagi firman, seperti Yusuf membagi gandum. Ini yang dibutuhkan.

      "Dalam ibadah Jakarta, ada kesaksian (bpk Untung). Dia bertemu orang di pesawat yang beragama Kristen, lalu diberi undangan kebaktian di Jakarta. Orangnya datang lima kali ibadah. Dia katakan: Susah ya ke sini. Tetapi yang ditanyakan: Kenapa semua mencatat waktu firman? Ini suatu pertanyaan. Masa dengar firman sampai mencatat. Dia tidak mengerti, ini suatu kebutuhan. Saudara Untung bersaksi: Ternyata masih banyak orang yang butuh firman. Mari kita membagi gandum--firman pengajaran yang benar; berdasarkan alkitab. Kita sungguh-sungguh, kalau tidak, nanti dituntut oleh TUHAN."

Inilah sebabnya kenapa pohon ara sudah bedaun lebat, tetapi tidak berbuah; sudah melayani tetapi tidak memuaskan TUHAN, sehingga diri sendiri juga tidak puas--kering dan terkutuk--: melayani tanpa iman--mencuri milik TUHAN, karena beranggapan dia hidup dari uang.

"Termasuk kami juga hamba TUHAN. Pernah berbincang dengan hamba TUHAN soal persepuluhan, dia katakan: Terlalu banyak. Persepuluhan bukan ukuran banyak atau sedikit, tetapi kebenaran--sepersepuluh. Saya bingung, kok persepuluhan diukur dengan banyak sedikit. Di sini, terbukti, banyak hamba TUHAN--namanya hamba TUHAN, 100% untuk TUHAN--belum bergantung pada TUHAN, masih hitung-hitungan soal uang. Seperti Yudas terlalu perhitungan, akhirnya ia tidak dihitung oleh TUHAN. Kalau hamba TUHAN 100% yang hidup dari TUHAN masih hitung-hitung, bagaimana yang tidak 100%. Harus dengan iman!"

Tanpa pengharapan= lalai. Tanpa kasih= egois, tidak taat. Ini yang membuat tidak memuaskan TUHAN bahkan sampai binasa.

Jadi, ibadah pelayanan yang tidak memuaskan TUHAN--seperti pohon ara yang berdaun lebat tetapi tidak berbuah--adalah ibadah pelayanan tanpa iman--tanpa meja roti sajian--, tanpa pengharapan--tanpa pelita emas--, dan tanpa kasih--tanpa mezbah dupa emas.
Kalau digabungkan, ini adalah ibadah pelayanan di pinggir jalan--tanpa sistem penggembalaan. Tidak akan bisa memuaskan TUHAN.

Dulu saja mau bawa lembu, tidak boleh ada cacat celanya sampai kukunya diperhatikan. Kalau beli di pasar, tidak mungkin pilih yang tidak ada cacat celanya. Harus ada di penggembalaan, baru bisa dipilih yang tidak ada cacatnya dan baru berkenan pada TUHAN. Tidak boleh ada cacatnya sedikit saja.

Demikian juga ibadah pelayanan kita. Supaya berkenan dan memuaskan TUHAN, jangan di pinggir jalan, tetapi harus berada dalam kebun anggur--sistem penggembalaan. Sudah ada di kebun anggurpun--perumpamaan pohon ara di kebun anggur; tiga tahun tidak berbuah--, masih tidak berbuah, tetapi masih ada kesempatan. Kalau di pinggir jalan, langsung habis--terkutuk.

Jadi, kita yang sekarang berada dalam kegerakan pelayanan pembangunan tubuh Kristus, supaya ibadah pelayanan kita tidak kering, tidak terkutuk, harus ada dalam tanda iman--meja roti sajian--, pengharapan--pelita emas--, dan kasih--mezbah dupa emas. Inilah ibadah pelayanan dalam kandang penggembalaan--sistem penggembalaan. Jangan beredear-edar; di pinggir jalan!

Tadi diberikan contoh Yudas. Yudas sembunyi-sembunyi bersekutu dengan yang lain yang ajarannya berbeda dengan Yesus--ahli Taurat menentang Yesus. Kalau ajarannya sama, itu namanya fellowship. Kalau ada ajaran yang menentang Yesus, tetapi dia datang--mencuri-curi--, ini namanya persekongkolan, bukan bersekutu. TUHAN tahu dan mendoakan, supaya dia sadar. Tetapi dia tidak sadar dan habis--terkutuk. Harus dalam sitem penggembalaan; harus berada di ruangan suci--kandang penggembalaan.

Praktik ibadah pelayanan yang ada tanda iman, pengharapan dan kasih--dalam kandang penggembalaan--:

  1. Kita harus tergembala dengan benar dan baik; kita harus masuk dalam kandang penggembalaan; ruangan suci--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


    • Meja roti saian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci. Kalau bertekun--makan firman dan perjamuan suci--, kita akan mendapatkan iman yang teguh dan tahan uji. Bukan tanpa iman seperti Yudas.

      Yudas digoda oleh perkara terkecil--uang--, dia sudah kalah, karena dia tidak punya iman. Persepuluhan adalah milik TUHAN yang paling kecil.


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya--urapan Roh Kudus. Roh Kudus memberikan pengharapan kepada kita--pelita menyala.
    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan. Di sini kita mendapatkan kasih Allah yang bertambah-tambah--terus disinari matahari.


  2. Praktik kedua: mengembalikan milik TUHAN, yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Ini sama dengan HIDUP DARI IMAN.
    Maleakhi 3: 10-12
    3:10. Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.
    3:11.
    Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.
    3:12. Maka segala bangsa
    akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam.

    Siklus persepuluhan merupakan siklus kehidupan kita yang tidak bisa diputuskan oleh apapun, situasi apapun--situasi kondisi dunia--, krisis dan sebagainya.

    Kalau ada persepuluhan, ada makanan firman--pembukaan firman--, bukan ada berkat dulu. Kalau ada persepuluhan, lalu ada berkat 10X ini judi. Lalu kita makan firman: mendengar, mengerti, percaya sampai praktik firman--taat degnar-dengaran. Mari, ada makanan dari TUHAN--makanan rohani atau firman--, kita makan supaya kita tidak lapar dan kering, lalu kita praktikkan firman. Hasilnya: langit terbuka--membuka tingkap-tingkap langit; pintu sorga--, sehingga hujan berkat, perlindungan dan kebahagiaan TUHAN dilimpahkan. Setelah kita menerima berkat perlindungan dan kebahagiaan, kita kembalikan lagi persepuluhan. Inilah siklus yang tidak bisa dipotong atau tidak bisa diputuskan oleh situasi kondisi dunia apapun.



    Ayat 11= perlindungan.
    Ayat 12= kebahagiaan. Ada kebahagiaan dalam persepuluhan.

    Jadi, persepuluhan adalah


    • Pengakuan bahwa kita sudah diberkati--bukan mencari berkat--, dan dipelihara oleh TUHAN; pengakuan bahwa kita hidup dari TUHAN/iman/firman.
    • Karena persepuluhan milik TUHAN yang tidak bisa diganggu gugat, berarti mengembalikan milik TUHAN adalah pengakuan bahwa kita dan segala yang ada pada kita adalah milik TUHAN. Kita dikaruniai rumah dan sebagainya, semua adalah milik TUHAN. Sampai kehidupan kita adalah milik TUHAN.


    Inilah praktik ibadah pelayanan dengan iman, pengharapan dan kasih. Mulai dengan tergembala-- tekun dalam tiga macam ibadah pokok--, itu sumber iman, pengharapan dan kasih. Lalu mengembalikan persepuluhan dan persembahan khusus milik TUHAN.

    Pengakuan inilah yang membuat hati TUHAN puas, bukan jumlah uangnya. TUHAN melihat, kalau kita mengaku milik TUHAN, setan tidak bisa menjamah. Kalau belum mengaku bahwa kita milik TUHAN, hati TUHAN belum puas--jangan-jangan kita masih milik setan.

    Kalau kita mengaku bahwa semuanya milik TUHAN (termasuk hidup kita)--semuanya berasal dari TUHAN--lewat persepuluhan, itulah yang memuaskan hati TUHAN. Bukan soal uangnya! Tidak ada terlalu banyak atau sedikit, tetapi pengakuannya itulah yang memuaskan hati TUHAN. Setan tidak bisa memiliki kita.


  3. Praktik ketiga: PENGHARAPAN= melayani dengan setia dan baik.
    Matius 25: 21
    25:21. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

    Kalau kita melayani dengan setia dan baik, kita akan memuaskan hati TUHAN, sehingga kita mendapatkan pengharapan untuk:


    • Ayat 21 'aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar' = kita dipercaya TUHAN dalam perkara besar--kegerakan Roh Kudus hujan akhir; kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Ini sudah terakhir, tidak ada lagi, seperti wanita yang mengurapi kaki Yesus untuk penguburan Yesus--memberikan minyak seharga 300 dinar. Kalau sudah dikubur, berarti sudah terakhir dan tidak bisa dilayani lagi. Ini pelayanan terakhir.
      Kita juga dipercaya dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--yang terakhir. Ini kegerakan besar.

      Dulu dinubuatkan dengan keluarnya bangsa Israel dari Mesir--kegerakan yang besar. Sampai bangsa-bangsa lain--bangsa kafir yang tidak merayakan Paskah--tertarik untuk ikut. Nanti juga, kita bisa membawa banyak jiwa dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir--pembangunan tubuh Kristus yang terakhir sampai sempurna. Sampai nanti, kita semua keluar dari dunia dan bertemu dengan Yesus di awan-awan yang permai. Itulah kegerakan Roh kudus hujan akhir; kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang terakhir sampai terwujud tubuh yang sempurna, itulah mempelai wanita sorga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali--keluar dari dunia ini menuju ke awan-awan permai. Ini kegerakan besar, lebih dari apa yang sudah terjadi saat Israel keluar dari Mesir. Nanti luar biasa besar.

      Inilah pengharapan kita, yaitu kalau setia dan baik--bukan pandai, bodoh dan sebagainya--; setia berkobar; setia bijaksana; setia bertanggung jawab.


    • Ayat 21 'Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu' = ada harapan untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba di awan-awan yang permai--puncak kebahagiaan bersama TUHAN. Tidak ada setetespun air mata. Luar biasa!
      Kegerakan keluar dari dunia, bahkan orang yang sudah meninggal mendahului kita, kalau dia sungguh-sungguh dalam TUHAN, dia akan dibangkitkan. Ini pengharapan kita.


  4. Praktik keempat: KASIH= melayani TUHAN dengan taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara.
    Mari, tergembala dulu, supaya pelayanan kita jangan sampai seperti pohon ara berdaun lebat tetapi tidak ada buahnya.

    Pelayanan kita harus berbuah; ada iman, pengharapan dan kasih. Bagaimana praktiknya? Kita masuk penggembalaan sungguh-sungguh, itulah sumber iman, pengharapan dan kasih. Lalu praktikkan! Kembalikan persepuluhan dan persembahan khusus--ada iman--, lalu beribadah melayani dengan setia baik; setia berkobar; setia bertanggung jawab--ada pengharapan untuk dipakai TUHAN dan pengaharapan untuk berbahagia sampai masuk perjamuan kawin Anak Domba. Kemudian beribadah melayani TUHAN dengan taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara--ada buah kasih.

    Beribadah melayani TUHAN dengan taat dengar-dengaran dan beribadah melayani TUHAN dengan rela berkorban untuk memberi dan mengunjungi sesama yang membutuhkan, sama dengan kasih dan pintu sorga akan terbuka.

    Matius 7: 21
    7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

    Melakukan kehendak Bapa= taat dengar-dengaran dan memberi-mengunjungi.
    Yesus dikirim ke dunia untuk memberi dan mengunjungi manusia berdosa.
    Hasilnya: pintu sorga terbuka bagi kita semua.

Inilah pelayanan yang berkenan dan memuaskan TUHAN.
Harus tergembala! Ini dibantu dengan adanya daftar hadir. Jangan sampai kita hanya seperti pohon ara di pinggir jalan; hanya berdaun lebat tetapi tidak berbuah. Jangan ke sana ke mari seperti Yudas, akhirnya habis. TUHAN tolong kita semua.

Lalu praktikkan: iman--kembalikan persepuluhan--, pengharapan--setia--, kasih--taat dengar-dengaran. Semoga TUHAN menolong kita semua.

Matius 17: 1
17:1. Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.

Kalau ibadah pelayanan sudah ditandai dengan iman, pengharapan dan kasih--ada buah-buah yang sudah memuaskan hati TUHAN, kita sendiri puas; tidak kering--, maka ibadah pelayanan akan meningkat pada penyembahan--puncak ibadah pelayanan.
Kita masuk kegiatan penyucian sampai bisa dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus--dalam sistem penggembalaan kita melayani dengan iman, pengharapan dan kasih--, ini akan meningkat sampai puncak ibadah pelayanan, yaitu menyembah TUHAN; masuk dalam doa penyembahan

Petrus= pengharapan, kesucian; Yakobus= iman; Yohanes= kasih.
'Di situ mereka sendiri saja' = di ayat lain, mereka di atas gunung untuk berdoa.

Jadi, jika ibadah pelayanan kita ditandadai dengan iman, pengharapan dan kasih, ini sama seperti Yesus mengajak Petrus, Yakobus dan Yohanes naik ke gunung untuk berdoa menyembah TUHAN.
Artinya: ibadah pelayanan dengna iman, pengharapan dan kasih akan meningkat sampai puncak ibadah pelayanan, yaitu berdoa dan menyembah TUHAN. Sampai ke situ. Kalau tidak, sia-sia, nanti akan disuruh menyembah antikris.

Kapan terjadi? Kalau melayani dengan iman--mengembalikan persepuluhan--, pengharapan--setia--, dan kasih--taat. Ini yang akan mendorong kita naik ke gunung; sampai puncak ibadah pelayanan; kita bisa berdoa menyembah TUHAN.

'Enam hari kemudian' => angka 6 menunjuk pada daging.
Doa penyembahan adalah proses perobekan daging dengan segala keinginan hawa nafsu, kekuatan, kepandaiannya, kebanggaannya dan lain-lain, sehingga kita bisa menyerahkan seluruh hidup kita kepada TUHAN--menyerah sepenuh kepada TUHAN--; kita hanya memandang TUHAN, tidak ada yang lain; kita tidak mengandalkan yang lain--kepandaian, kekayaan dan lain-lain.

Hasilnya:

  1. Matius 17: 4
    17:4. Kata Petrus kepada Yesus: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."

    Hasil pertama: 'betapa bahagianya'= mengalami kebahagiaan dan kepuasan sorga yang tidak bisa dipengaruhi dan dibandingkan dengan apapun di dunia.

    Saat bisa menyembah TUHAN, kita merasakan kebahagiaan sorga yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun dan tidak bisa dipengaruhi oleh apapun, sampai dalam penderitaanpun, kita tetap bahagia--saat sakit, menderita tetap berbahagia. Dan kita tidak perlu lagi mencari kepuasan semu di dunia.

    Kaum muda, kuncinya di sini. Kalau melayani, tetapi tidak bisa menyembah TUHAN, berarti pelayanannya belum ada iman, pengharapan dan kasih--Yesus mengajak Petrus, Yakobus dan Yohanes naik gunung. Sangat riskan! Banyak pelayan TUHAN yang riskan karena tidak mencapai penyembahan; banyak tidak puas dan mencari kepuasan semu di dunia sampai jatuh. Kalau tidak sampai penyembahan, tetap tidak puas. Mari, sampai gemar menyembah TUHAN. Jangan terpaksa! Kalau sekarang terpaksa dalam menyembah TUHAN, nanti akan dipaksa menyembah antikris.


  2. Matius 17: 15
    17:15. katanya: "Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.

    Ayat 14-21= menghadapi penyakit ayan.
    Begitu turun gunung, menghadapi penyakit ayan.

    Hasil kedua: mengalami kuasa TUHAN untuk menghadapi penyakti ayan--gila babi.
    Artinya:


    • Ada kuasa kesembuhan dari penyakit apapun dalam doa penyembahan,
    • Kuasa untuk memulihkan kehancuran nikah dan buah nikah.
      Ini kehancuran total di dunia, nikah dan buah nikah dihancurkan oleh setan.

      Menghadapi nikah dan buah nikah, penyakit, banyaklah menyembah hari-hari ini. Minum obat silahkan, itu hanya sarana, tetapi kita mohon kuasa TUHAN.
      Jangan takut! Sakit maag, takut puasa, salah--kalau puasa tidak ada batasannya, mau sakit apa saja tidak ada batasannya--, justru di situ ada kuasanya. Jangan takut! Kalau kita memang digerakkan untuk doa puasa, jangan berpikir-pikir. Tidak akan ada masalah.

      Matius 17: 21
      17:21. (Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.)"

      "Pernah satu waktu ada retreat dan ada puasa. Saya dicek oleh dokter, kena tipus. Tetapi sudah diumumkan puasa, ya saya puasa saja. Tidak ada masalah. Tidak peduli mau sakit tipus atau apapun. Saya sudah umumkan kebaktian puasa, semuanya berpuasa, tidak mungkin saya tidak puasa. Malah sembuh, tidak ada masalah. Hanya ditakuti saja oleh setan. "

      Kita banyak menyembah sampai berserah sepenuh pada TUHAN.


    • Kuasa untuk menghadapi kebusukan dalam dosa-dosa dan puncaknya dosa, supaya kita bisa hidup benar dan suci.


    Mari, kita dipercaya jabatan pelayanan; pelayanan pembangunan tubuh Kristus, jangan seperti pohon ara yang berdaun tetapi tidak berbuah, tetapi mari kita tergembala, layani dengan iman--kembalikan persepuluhan dan persembahan khusus--, layani dengan pengharapan--setia dan baik; setia dan tanggung jawab--, layani dengan kasih--taat dengar-dengaran serta memberi dan mengunjungi sesama yang membutuhkan. Di situlah ibadah pelayanan kita bisa memuncak; sampai naik ke gunung; menyembah TUHAN.
    Kita mengalami kebahagiaan, kepuasan--tidak kering, tidak terkutuk, tidak mencari kepuasan di dunia-- dan kita mengalami kuasa kesembuhan dari penyakit ayan, terjadi pemulihan nikah-buah nikah, dan pemulihan dari apa yang sudah busuk.


  3. Matius 17: 2
    17:2. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.

    Hasil ketiga: kita mengalami kuasa keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
    Berubah sama dengan berbuah-buah lebat. Tadi kita digembalakan sudah berbuah, yaitu ada iman, pengharapan dan kasih. Tetapi kalau menyembah TUHAN akan lebih berbuah lagi, yaitu berubah.

    Mulai dari wajah bersinar. Wajah itu hati--wajah bersinar bagaikan matahari--; wajahnya menyinarkan kasih Allah; hatinya menyinarkan kasih Allah, yaitu kuat teguh hati. Ini nomor satu yang dibutuhkan hari-hari ini.
    Kalau hatinya tidak kuat, lagi kuatir, wajahnya pucat; kalau hatinya marah, wajahnya merah. Tetapi kalau kuat teguh hati, wajahnya berseri terus.

    Kuat teguh hati:


    • Tidak putus asa, kecewa dan tinggalkan TUHAN menghadapi apapun juga, juga tidak bangga menghadapi berkat TUHAN, tetapi tetap pegang teguh pengajaran benar dan taat dengar-dengaran.

      Kalau sudah bangga, kecewa, seringkali sudah tidak taat.


    • Tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN.
    • Tetap percaya dan menyembah TUHAN; tetap percaya dan berharap TUHAN.


    Pertahankan wajah berseri! TUHAN akan menyelesaikan semuanya.
    1 Tawarikh 28: 20
    28:20. Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.

    'janganlah takut dan janganlah tawar hati' = jangan bimbang.

    Kalau kita kuat teguh hati, maka:


    • TUHAN sanggup menyelesaikan semua masalah sampai yang mustahil tepat pada waktunya. Kita hanya kuat teguh hati--menyerah--dan TUHAN yang bekerja. Kita tinggal tunggu waktu TUHAN.


    • TUHAN sanggup menjadikan semua berhasil dan indah tepat pada waktunya.
    • 'selesai' = sempurna. Artinya: TUHAN sanggup menyucikan dan mengubahkan kehidupan kita sampai sempurna--pembangunan tubuh Kristus selesai--; pembangunan tubuh Kristus sempurna untuk layak menyambut kedatangan Yesus yang kedua kali di awan-awan yang permai. Kita duduk besanding dengan Dia di takhta sorga selama-lamanya.

Mari, kuat teguh hati, serahkan semua pada TUHAN! Ada waktunya TUHAN;l kita tinggal tunggu waktu TUHAN. Mungkin sudah bertahun-tahun dan sudah mau putus asa, kecewa dan lemah. Jangan! Abraham menantikan janji TUHAN--Ishak, anaknya--selama 25 tahun, dia sudah tua dan isterinya sudah mati haid. Justru itu ujian TUHAN, apakah kita kuat teguh hati atau tidak.

Kalau mata belum melihat yang baik, jangan berputus asa, tunggu sampai waktunya TUHAN datang!
Kalau banyak masalah, banyak naik gunung--menyembah TUHAN. Mulai dari kandang penggembalaan--ada iman, pengharapan dan kasih--, sampai naik ke gunung--menyembah TUHAN, ditambah doa puasa, ditambah doa semalam suntuk.

Banyak menyembah dan kalau sudah waktunya TUHAN, semua akan selesai, semua berhasil dan indah, semuanya menjadi sempurna. Jaminannya adalah perjamuan suci. Di kayu salib, Dia berseru: Sudah selesai! Tinggal menunggu waktu TUHAN. Kata: 'Sudah selesai' tidak mungkin diubah. Kalau masih belum mengalami, tinggal menunggu waktu TUHAN.

Apa yang kita lakukan sementara menunggu waktu TUHAN? Mari tergembala; berbuah; layanilah dengan iman--kembalikan persepuluhan--, layanilah dengan pengharapan--setia--, layanilah dengan kasih--taat dengar-dengaran. Sampai naik ke atas gunung dan Dia akan katakan: Sudah selesai!

Jangan putus asa! Semua akan baik pada waktu-Nya. Yang sudah berhasil, jangan sombong, tetapi tetap menyembah TUHAN. Yang masih gagal, tinggal tunggu waktu TUHAN. Perbaiki ibadah pelayanan! Yang belum melayani, TUHAN menunggu. Yang sudah melayani, TUHAN menunggu buah-buah. Kalimat 'Sudah selesai!' tidak pernah ditarik. TUHAN menunggu kita di gunung yang tinggi--gunung penyembahan--untuk menjadikan semua baik pada waktunya.

TUHAN menunggu kita di kandang penggembalaan untuk kita melayani dengan iman, pengharapan dan kasih. TUHAN menunggu kita di gunung penyembahan untuk menggenapi janji-Nya--menjadikan semua baik sampai sempurna.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Juni 2020
    (Ibadah Kunjungan di Kandis)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top