English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 08 Agustus 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Yohanes 4:23-24
4:23 Tetapi saatnya akan datang dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 28 Februari 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II, 11 Maret 2010 (Kamis Tengah Malam)
Keluaran 17:1-7, bangsa Israel sampai di Rafidim.
Rafidim ini adalah tempat persinggahan/ perhentian tetapi...

Ibadah Raya Surabaya, 25 Januari 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 08 Oktober 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Desember 2008 (Senin Sore)
Matius 24: 29 = keadaan pada masa kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, yaitu terjadi kegoncangan-kegoncangan...

Ibadah Raya Malang, 15 Maret 2020 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11:3
11:3 Dan Aku akan memberi tugas kepada dua...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 10 September 2009 (Kamis Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Disini pohon ara rantingnya mulai melembut dan bertunas, serta berbuah. Ini...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 20 Juni 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:10-17 tentang Yesus memberi makan lima...

Ibadah Doa Malang, 25 Maret 2014 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus:

Wahyu 1:10,...

Ibadah Doa Malang, 08 Februari 2011 (Selasa Sore)
Matius 26 menunjuk pada BULI-BULI EMAS BERISI MANNA.

Buli-buli emas artinya...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 28 Januari 2013 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sandatoding
Pertama-tama, kami sampaikan salam sejahtera. Biarlah damai sejahtera Tuhan menyertai kita sekalian.

Matius 10: 34-36
10:34. "Jangan kamu menyangka,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Juli 2019 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:13-21 tentang sangkakala yang keenam,...

Ibadah Doa Malang, 15 November 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8a
4:8 Dan keempat makhluk itu...

Ibadah Raya Malang, 01 April 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:69-75 berjudul Petrus menyangkal Yesus.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus:
Ayat...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 28 Februari 2020 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Tema ibadah kunjungan di Batam: Matius 24: 42
24:42. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.

Mengapa kita harus berjaga-jaga? Karena kedatangan Yesus kedua kali adalah seperti pencuri pada waktu malam; tidak terduga waktunya, dan kita berjaga-jaga supaya rumah tidak dibongkar, artinya: tidak ketinggalan saat Tuhan datang kembali; tidak hancur dan binasa bersama dunia
Matius 24: 43-44
24:43. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.
24:44. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga."

Bagaimana kita harus berjaga-jaga? Jangan tidur secara rohani, karena kedatangan Yesus adalah seperti pencuri di waktu malam.
1 Tesalonika 5: 6-8
5:6. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.
5:7. Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam.
5:8. Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan.

Tidur rohani= tanpa iman, pengharapan, dan kasih, sehingga ketinggalan saat Yesus datang kembali.
Jadi tidak tidur rohani sama dengan berjaga-jaga dalam iman, pengharapan, dan kasih, supaya kita bisa menyambut kedatangan Yesus kedua di awan-awan yang permai; memandang Dia muka dengan muka.

1 Korintus 13: 12-13
13:12. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
13:13. Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Markus 13: 35
13:35. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta,

Ada empat macam waktu jaga malam:

  1. Menjelang malam--jam 18:00-21:00.
  2. Tengah malam--jam 21:00-00:00--= paling gelap.
  3. Larut malam--jam 00:00-03:00--= paling dingin.
  4. Pagi-pagi buta--jam 03:00-06:00.

Apa yang harus dijaga pada empat jaga malam ini supaya pencuri tidak bisa masuk?

  1. Menjelang malam.
    Lukas 24: 28-32
    24:28. Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya.
    24:29. Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.
    24:30. Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.
    24:31. Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.
    24:32. Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"

    Ini adalah perjalanan ke Emaus, ada murid-murid yang putus asa karena Yesus sudah mati, tetapi di tengah jalan mereka bertemu dengan Yesus yang sudah bangkit, dan Ia menerangkan Kitab Suci dan memecah-mecahkan roti, setelah itu barulah murid-murid terbuka matanya dan bisa melihat Yesus.

    Jadi, menjelang malam kita berjaga-jaga tentang IMAN lewat tekun dan berkobar-kobar dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci--meja roti sajian--; kita bersekutu dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan perjamuan suci.
    Di sini kita makan firman pengajaran dan perjamuan suci sampai mendarah daging dalam hidup kita. Kita mengalami pertumbuhan rohani ke arah kesempurnaan--kedewasaan rohani.

    Buktinya:


    • Mata terbuka untuk melihat pribadi Tuhan/pembukaan rahasia firman.
      Kita semakin jelas memandang wajah Yesus, sampai nanti kita memandang Dia muka dengan muka.

      Bagi gembala: selalu ada pembukaan rahasia firman.
      Bagi sidang jemaat: semakin mengerti dan berkobar-kobar saat mendengar firman pengajaran yang benar.

      "Banyak kesaksian, saat pertama mendengar bosan, capek, tetapi tetap tekun dan berdoa, lama-lama mengerti, setelah itu berkobar-kobar. Itu tanda kalau firman sudah mendarah daging; kerohanian sudah bertumbuh ke arah kesempurnaan."

      Di mana ada pembukaan rahasia firman di situ ada pembukaan jalan. Itu keuntungan kita. Harus kita alami!
      Kalau rahasia firman bertambah-tambah, pembukaan jalan juga bertambah-tambah sampai pembukaan jalan ke sorga.
      Contoh: kita dulu putus asa menghadapi sesuatu, sekarang sudah tidak lagi, itu berarti sudah bertumbuh.

      "Di dalam persekutuan yang paling berat bagi saya. Dulu berpikir seribu kali untuk mengadakan persekutuan. Berpikir biayanya, siapa yang datang, jangan sampai ada pendeta senior dari GPT yang mengadakan persekutuan pada hari yang sama dan sebagainya. Itu pikiran saya. Sekarang sudah berjalan dengan baik. Harus ada pembukaan rahasia firman yang bertambah-tambah, sampai jalan ke sorga terbuka."


    • Di dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci, iman kita akan semakin teguh sampai permanen--buli-buli emas berisi emas.
      Iman yang teguh= tidak goyah; tidak bimbang menghadapi pencobaan dan ajaran palsu, sampai mencapai sempurna.

      Kalau iman sudah permanen, maka kita bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali.
      Lukas 18: 8

      18:8. Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"


    Inilah tanda bahwa kita tidak tidur rohani.
    Banyak gereja tidur--tidak ada ibadah pendalaman alkitab--; daging dibuat enak.


  2. Tengah malam= paling gelap; puncaknya dosa.
    Matius 25: 6
    25:6. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

    'Mempelai datang!'= pemberitaan firman pengajaran. Karena itu ibadah pendalaman alkitab, penting.

    Ini adalah berjaga-jaga dalam PENGHARAPAN; sama dengan pelita harus tetap menyala lewat tekun dan berkobar-kobar dalam ibadah umum termasuk ibadah kaum muda dan persekutuan--pelita emas--; kita bersekutu dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-karunia-Nya.

    Di dalam ibadah umum kita selalu mengalami urapan Roh kudus yang meningkat sampai kepenuhan Roh Kudus dan meluap-luap dalam Roh Kudus, sehingga menjadi minyak persediaan dan pelita tetap menyala.

    Buktinya:


    • Matius 5: 16
      5:16. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

      Bukti pertama: kita berbuat dan berkata yang benar dan baik di dalam rumah tangga, penggembalaan, pergaulan, dan di manapun kita berada--perbuatan dan perkataan yang menjadi berkat bagi orang lain dan memuliakan Tuhan.

      Inilah bukti pelita sedang menyala.
      Kalau kita melakukan perbuatan jahat--memilukan Tuhan, memedihkan hati orang tua, dan membuat gembala berkeluh kesah--, berarti pelita sedang padam.


    • Lukas 12: 35
      12:35. "Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.

      Kalau pelita tetap menyala, pinggang akan tetap berikat. Ini tidak bisa dipisahkan. Kalau pelita mati, berarti pinggangnya tidak berikat.

      Bukti kedua: kita selalu memakai ikat pinggang.
      Artinya: siap sedia bekerja untuk Tuhan; sama dengan beribadah melayani Tuhan dengan setia dan benar, setia dan baik, dan setia berkobar-kobar--tidak mau dihalangi sampai tidak bisa dihalangi oleh apapun.

      Yesaya 11: 5
      11:5. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

      Matius 25: 21
      25:21. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

      'setia dalam perkara kecil'= setia-benar, setia-baik, dan setia berkobar dalam perkara kecil, itu justru pelita yang paling menyala.
      Contoh: tim doa, tidak pernah kelihatan, tetapi itulah pelita yang paling menyala.
      Hasilnya:


      1. 'aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar'= kita dipercaya perkara besar, itulah pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh sempurna.


      2. 'Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu'= kita mengalami kebahagiaan yang bertambah-tambah sampai nanti kita menyambut kedatangan Tuhan kedua kali dan masuk perjamuan kawin Anak Domba--puncak kebahagiaan.


      Sebaliknya, kalau tidak berikat pinggang--jahat dan malas--, bahaya.
      Matius 25: 26, 30

      25:26. Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
      25:30. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

      'kegelapan yang paling gelap'= pelita padam.
      Kalau beribadah melayani Tuhan dengan jahat dan malas--tidak setia, baik, dan berkobar-kobar--, pelita pasti padam. Hidup dalam kegelapan--jatuh dalam dosa dan puncaknya dosa--, masa depan gelap, sampai masuk kegelapan yang paling gelap; neraka, penuh ratap tangis dan kertak gigi selama-lamanya.

      Kedatangan Tuhan sudah tidak lama lagi. Mari berjaga-jaga!
      Jaga iman lewat ibadah pendalaman alkitab Kita semakin jelas melihat pribadi Tuhan/pembukaan firman; iman semakin teguh. Pencobaan memang semakin dahsyat, karena itu kita perlu semakin bertumbuh secara rohani.
      Kemudian jaga pelita.


    • 1 Yohanes 3: 2-3
      3:2. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
      3:3. Setiap orang yang
      menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

      Bukti ketiga: kita hidup dalam pengharapan untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali--pengharapan tertinggi--; berarti kita hidup dalam kesucian di tengah puncaknya dosa yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin mengawinkan (percabulan), sampai kita suci seperti Yesus suci; kita bisa memandang Dia muka dengan muka.
      Jangan ikut-ikut dalam puncaknya dosa!


    Jaga pengharapan lewat ibadah raya! Kita memuliakan Tuhan, ada harapan untuk dimuliakan Tuhan. Kita setia berkobar, ada harapan untuk dipakai Tuhan dan bahagia sampai masuk perjamuan kawin Anak Domba. Kita hidup suci, ada harapan nanti memandang Dia muka dengan muka.


  3. Larut malam= waktu ayam berkokok; keadaan paling dingin.
    Lukas 22: 54-56, 60
    22:54. Lalu Yesus ditangkap dan dibawa dari tempat itu. Ia digiring ke rumah Imam Besar. Dan Petrus mengikut dari jauh.
    22:55. Di tengah-tengah halaman rumah itu orang memasang api dan mereka duduk mengelilinginya. Petrus juga duduk di tengah-tengah mereka.
    22:56. Seorang hamba perempuan melihat dia duduk dekat api; ia mengamat-amatinya lalu berkata: "Juga orang ini bersama-sama dengan Dia."
    22:60. Tetapi Petrus berkata: "Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan." Seketika itu juga, sementara ia berkata, berkokoklah ayam.

    'Petrus juga duduk di tengah-tengah mereka'= salah bersekutu.

    Waktu larut malam kita berjaga-jaga tentang KASIH lewat tekun dan berkobar-kobar dalam ibadah doa--mezbah dupa emas--; kita bersekutu dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.

    Waktunya sudah singkat, mari berjaga-jaga.
    Matius 24: 12
    24:12. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

    Kita harus menjaga kasih karena di akhir zaman kasih akan menjadi dingin sehingga terjadi kedurhakaan yang bertambah-tambah sampai menyangkal Yesus, yaitu:


    • Matius 10: 21-22
      10:21. Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.
      10:22. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

      Yang pertama: kedurhakaan di dalam nikah: pertengkaran sampai kekerasan dalam rumah tangga, kemudian perselingkuhan, perceraian, sampai kawin mengawinkan.

      Hati-hati, suami tidak mengasihi istri--kasar pada istri--, istri tidak tunduk pada suami, anak tidak taat pada orang tua, itu semua sumber pertengkaran.
      Istri tidak tunduk pada suami juga merupakan kekerasan dalam rumah tangga--keras hati.

      Hati-hati!
      Jaga mulai dari permulaan nikah, perjalanan nikah, sampai akhir nikah, jangan ada kekerasan.
      Banyak kali kaum muda--terutama imam-imam--mengikuti cara dunia: pacaran untuk coba-coba, kalau tidak cocok, putus. Kalau belum tentu cocok, jangan pacaran. Di dalam Tuhan, tujuan pacaran adalah untuk menikah, dan tujuan menikah untuk menjadi satu. Jangan salah! Karena itu tanya Tuhan dan orang tua. Orang tua juga harus bertanggung jawab.

      "Saya sudah menggembalakan 28 tahun, tetapi saya menemukan orang sudah menikah hampir 50 tahun, di akhir hayatnya bisa bercerai. Jadi jangan pikir kalau sudah lama sudah aman. Tidak! Harus dijaga, kasih jangan menjadi dingin! Karena itu dalam peneguhan dan pemberkatan nikah saya selalu katakan: Ada apa-apa jangan lari ke mana-mana, tetapi kepada kasih. Kasih berasal salib, yaitu saling mengaku dan mengampuni. itu rumus untuk menyatukan nikah. Tuhan tolong kita semua. Jangan membuat keruh suasana pembangunan tubuh Kristus lewat masuk dalam nikah dengan dasar keinginan dan hawa nafsu daging, bukan kasih. Jangan!"

      Jalan keluarnya: doa penyembahan ditambah dengan doa puasa, sehingga kita mengalami kasih Allah. Kita bisa mengasihi sesama seperti diri sendiri--hanya berbuat baik; tidak pernah menyakiti dan merugikan; membalas kejahatan dengan kebaikan--bahkan mengasihi orang yang memusuhi kita--membalas kejahatan dan kebaikan.


    • Lukas 22: 54-56
      22:54. Lalu Yesus ditangkap dan dibawa dari tempat itu. Ia digiring ke rumah Imam Besar. Dan Petrus mengikut dari jauh.
      22:55. Di tengah-tengah halaman rumah itu orang memasang api dan mereka duduk mengelilinginya. Petrus juga duduk di tengah-tengah mereka.
      22:56. Seorang hamba perempuan melihat dia duduk dekat api; ia mengamat-amatinya lalu berkata: "Juga orang ini bersama-sama dengan Dia."

      Yang kedua: kedurhakaan dalam ibadah pelayanan--nikah dan ibadah tidak bisa dipisahkan.

      Petrus tanpa kasih, buktinya:


      1. 'Petrus mengikut dari jauh'= tidak setia karena pencobaan atau berkat.
        Hati-hati, kalau salah menggunakan berkat, berkat akan menjadi kutuk.


      2. 'Petrus juga duduk di tengah-tengah mereka'= berdiang pada api dunia--persekutuan yang salah, dan pergaulan yang salah--untuk dapat kepuasan daging. Itu yang salah! Kepuasan hanya ada di dalam api sorga.
        Api dunia hanya menarik kita jauh dari Tuhan; kita hanya mengejar kepuasan daging. Kita tidak pernah puas, malah semakin jauh dari Tuhan, sampai menjatuhkan dalam pencobaan dan binasa. Hati-hati!

        Akhirnya Petrus menyangkal Tuhan.
        Lukas 22: 60
        22:60. Tetapi Petrus berkata: "Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan." Seketika itu juga, sementara ia berkata, berkokoklah ayam.

        Menyangkal Tuhan bisa dalam bentuk perkataan atau perbuatan, yaitu perbuatan jahat dan najis.
        Titus 1: 15-16
        1:15. Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis.
        1:16. Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.

        Berbuat jahat kepada sesama anggota tubuh Kristus sama dengan menjadi antikris--saat Saulus menganiaya jemaat Tuhan, Tuhan berkata: Mengapa engkau menganiaya Aku?

        Karena itu hati-hati, jangan menyakiti sesama dalam hubungan apa saja lewat saling mengaku dan mengampuni.
        Menyangkal Yesus sama dengan binasa.

        Jalan keluarnya: doa penyembahan ditambah dengan doa puasa. Kita mengalami kasih Allah supaya kita bisa mengasihi Tuhan lebih dari semua--tadi kita mengasihi sesama seperti diri sendiri bahkan mengasihi orang yang memusuhi dan merugikan kita.
        Tuhan mengajarkan untuk mengasihi orang yang memusuhi kita, apalagi terhadap suami atau istri yang baik di rumah. Kalau sampai kita musuhi atau berbuat kasar, betapa dahsyat hukumannya. Begitu juga terhadap sesama anggota tubuh Kristus. Pikirkan seperti apa hukumannya. Karena itu hati-hati dalam berbicara, sangat berbahaya, itu mengarah pada antikris.

        Kolose 3: 14
        3:14. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

        'kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan'= kita menjadi tubuh Kristus yang sempurna, mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.


    Kesimpulan: di dalam kandang penggembalaan kita sedang berjaga-jaga dalam iman, pengharapan, dan kasih, sampai sempurna seperti Yesus.

    "Hari-hari ini dalam doa saya semakin merasakan bahwa dunia dengan Gosyen akan dipisahkan. Sekarang tulah-tulah mulai terjadi seperti dulu menimpa Mesir. Siapa yang bertahan? Kehidupan yang tergembala; memiliki iman, pengharapan, dan kasih yang bertambah-tambah sampai sempurna. Setan tidak bisa menjamah kita; hukuman Allah tidak menimpa kita."

    1 Korintus 13: 12-13
    13:12. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
    13:13. Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

    Jaga iman, pengharapan, dan kasih! Sudah bagus, kita sudah siap terangkat ke sorga, tetapi masih kurang satu jaga malam. Sudah memiliki iman, pengharapan, dan kasih, tetapi kalau masih ada ikatan, tidak akan bisa terangkat.


  4. Pagi-pagi buta--fajar menyingsing.
    Lukas 24: 1
    24:1. tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka.

    Wanita-wanita membawa rempah-rempah ke kubur Yesus.
    Wanita gambaran dari gereja Tuhan.

    Rempah-rempah ini sangat mahal sampai disetarakan dengan emas--waktu Yesus lahir, orang majus membawa persembahan emas, kemenyan, dan mur (kemenyan dan mur adalah rempah-rempah).

    Sekarang, rempah-rempah menunjuk pada harta benda.
    inilah ikatan terakhir yaitu ikatan akan uang--waktu Musa menghadap Firaun untuk membawa Israel ke luar dari Mesir, Firaun melarang mereka keluar dengan membawa lembu, kambing dan sebagainya. Inilah ikatan terakhir.

    Apa yang harus dijaga? Jangan terikat akan uang tetapi lebih bahagia memberi dari pada menerima.
    Kita memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan, sampai menyerahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan, yaitu TAAT DENGAR-DENGARAN SAMPAI TIRAI TEROBEK.

    Kita sudah memiliki iman, pengharapan, dan kasih, berarti kita sudah siap, tetapi tirai belum terobek, sehingga kita tidak bisa masuk ruangan maha suci. Tirai harus dirobek, itulah keinginan akan uang--keinginan terakhir. Kita bisa memberi sampai menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan; kita hanya mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan kasih dan kuasa-Nya kepada kita.

    Hasilnya:


    • Kuasa pembaharuan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani--mujizat terbesar.
      Matius 17: 1-2
      17:1. Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus(pengharapan), Yakobus(iman) dan Yohanes(kasih) saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
      17:2. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.

      Dulu Yesus membawa Yakobus, Petrus, dan Yohanes, sekarang Ia membawa kehidupan kita yang memiliki iman, pengharapan, dan kasih untuk menerima kuasa pembaharuan.

      Pembaharuan dimulai dari jujur, terutama soal pengajaran. Kita tidak diikat oleh dunia tetapi menjadi rumah doa.


    • Kuasa kebangkitan; pertolongan Tuhan.
      Markus 5: 35-37
      5:35. Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?"
      5:36. Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!"
      5:37. Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus(pengharapan), Yakobus(iman) dan Yohanes(kasih), saudara Yakobus.

      Yang mati menjadi bangkit, mustahil menjadi tidak mustahil, dari tidak ada menjadi ada; kehancuran nikah dan buah nikah bisa dipulihkan, jadi bahagia, nikah menjadi satu.

      Jaga iman, pengharapan, dan kasih dalam kandang penggembalaan, dan buktikan bahwa kita menyerah sepenuh kepada Tuhan--tidak kikir dan serakah lagi tetapi lebih bahagia memberi dari pada menerima. Dia sanggup memelihara kita di tengah kesulitan dunia sampai zaman antikris berkuasa di bumi.


    • Kuasa pengangkatan.
      1 Korintus 13: 12-13
      13:12. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
      13:13. Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

      Kita diangkat mulai sekarang: diangkat dari kejatuhan dalam dosa, dipulihkan untuk hidup benar dan suci; diangkat dari kegagalan menjadi berhasil dan indah. Jangan ragu!

      Jika Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai.

Sungguh-sungguh hari-hari ini; lebih setia dan tekun! Tergembala; jaga iman, pengharapan, dan kasih. Jaga, jangan ada ikatan tetapi taat sampai daging tidak bersuara. Itu urusan kita. Selanjutnya urusan Tuhan, ada kuasa Tuhan yang tidak terbatas; kuasa-Nya tidak tersembunyi. Mungkin yang lain sudah dapat kuasa Tuhan, siapa tahu malam ini kita yang dapat.

Perbaiki apa yang sudah salah, membuat kita bimbang dan menyangkal Tuhan! Mohon belas kasih-Nya! Jangan mengadu kepada yang lain tetapi hanya kepada Dia! Kembali kuat, tekun, dan berkobar, biar pelita menyala kembali. Kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan dan sesama. Serahkan hidup kepada Tuhan, semua urusan Dia.

Semua ada di dalam kurban Kristus. Dia sudah mati dan bangkit, sehingga Dia bisa mengulurkan tangan kuasa-Nya kepada kita. Tuhan sanggup melakukan apa saja. Yakinlah!
Mungkin masih banyak tangisan, banyak yang menertawakan kita, tetapi ada Tuhan di tengah kita. Jangan bergantung pada siapapun tetapi hanya kepada Dia.

Perjamuan suci adalah uluran tangan kuasa Tuhan yang sanggup melakukan apa saja sampai menyempurnakan kita, tentu bersama keluarga kita.
Mungkin sudah saling menyakiti, biar kita doakan semua, jangan ada yang ketinggalan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top