English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 31 Maret 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:1-12 tentang sangkakala yang kelima,...

Ibadah Doa Malang, 27 Oktober 2009 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Adri Tuju (Gending) Matius 24:36-44 adalah nubuat ketujuh tentang HUKUMAN...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 November 2014 (Kamis Sore)
Siaran tunda Ibadah Kunjungan di Palangkaraya.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 22 Juni 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 4:31-37
4:31 Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum,...

Ibadah Doa Surabaya, 13 Juli 2011 (Rabu Sore)
Matius 26: 26-29
ay. 26-29= MAKAN PERJAMUAN SUCI.
Pada ayat sebelumnya (ay. 17-25), merupakan perjamuan paskah.
Jadi, ini merupakan perjamuan paskah yang terakhir dan merupakan...

Ibadah Doa Malang, 03 April 2012 (Selasa Sore)
Keluaran pasal 13-15 dalam susunan Tabernakel menunjuk pada Bejana Pembasuhan/ baptisan air.
Keluaran 13 adalah...

Ibadah Doa Surabaya, 02 Desember 2015 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Selamat malam, salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Kiranya damai sejahtera,...

Ibadah Doa Malang, 09 Mei 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:8
5:8 Ketika Ia mengambil gulungan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Agustus 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman Allah...

Ibadah Pentakosta Malang, 09 Juni 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita masih mempelajari tentang manfaat kenaikan Yesus ke...

Ibadah Raya Malang, 30 Juli 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:5-6
6:5 Dan ketika Anak Domba...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 November 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 36-44
= nubuat ke-7.
Tidak ada yang tahu akan kedatangan Tuhan. Karena itu,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 28 Maret 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9 dalam susunan Tabernakel menunjuk pada...

Ibadah Doa Malang, 01 November 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:6-7
4:6 Dan di hadapan...

Ibadah Persekutuan di Ciawi IV, 19 November 2009 (Kamis Pagi)
Tema: Wahyu 21:5
"Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!"

Tuhan berusaha dengan menciptakan manusia baru yang sama...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Persekutuan V Tana Toraja, 13 Februari 2014 (Kamis Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Malam ini kita kembali pada tema:
1 Petrus 2: 9
2: 9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

'Imamat yang rajani'= imam-imam dan raja-raja.
Imam adalah:

  • seorang yang suci,
  • seorang yang memangku jabatan pelayanan dari Tuhan. Ada 5 jabatan pokok: gembala, rasul, nabi, pengajar dan guru, tetapi bisa dijabarkan menjadi jabatan-jabatan pelayan lain (zangkoor, group koor, pembersih gereja, tim doa, dll) yang sesuai dengan Alkitab.
    Imam harus punya jabatan pelayanan, bukan seenaknya melayani.


  • seorang yang beribadah dan melayani kepada Tuhan sesuai dengan jabatan dari Tuhan.

Jadi imam adalah hamba Tuhan, pelayan Tuhan, seorang yang suci. Karena kerajaan Surga itu suci maka kita harus melayani dengan SUCI.
Mengapa kita harus menjadi imam dan raja?

  1. Maleakhi 3: 18
    Maleakhi 4: 1
    3: 18 Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.
    4: 1 Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka.

    Yang pertama: sebab dalam sistim penginjilan, ada perbedaan antara orang yang beribadah dan tidak beribadah. Tidak beribadah pada Tuhan= jerami, tidak berguna dan hanya siap untuk dibakar.
    Sehebat apapun manusia didunia ini bahkan secara jasmani menjadi seorang gembala tetapi kalau tidak mau beribadah hanya akan dibakar untuk selamanya.

    Tapi waspada! Dalam sistim pengajaran (lebih tajam lagi), ada perbedaan antara orang beribadah dengan orang beribadah.
    Contoh: Kain dan Habel. Keduanya sama-sama mempersembahkan korban dan beribadah, tetapi persembahan Habel yang diterima.

    Oleh sebab itu kita harus beribadah sungguh-sungguh dalam ibadah yang benar, dalam tahbisan yang benar, sebab ada ibadah yang tidak benar dan ditolak oleh Tuhan.


  2. 1 Timotius 4: 8-10
    4: 8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
    4: 9
    Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.
    4: 10 Itulah sebabnya
    kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.

    Yang kedua: sebab lewat ibadah dan pelayanan yang benar kepada Tuhan, kita mendapat jaminan kepastian secara dobel dari Tuhan, baik hidup sekarang sampai hidup kekal selamanya.
    Perkataan ini benar, JANGAN RAGU! Tuhan tidak pernah menipu kita.
    Oleh sebab itu kita harus memperjuangkan ibadah pelayanan lebih dari apapun juga didunia ini.

    Dahulu, Tuhan memperjuangkan ibadah untuk Israel dengan menghukum Mesir 10 kali.
    Tetapi untuk bangsa kafir, Yesus rela dihukum dikayu salib supaya bangsa kafir bisa beribadah melayani Tuhan.

    Oleh sebab itu patutlah kita memperjuangkan ibadah pelayanan kita kepada Tuhan lebih dari apapun karena karena ibadah pelayanan kita senilai Kurban Kristus.

    Apa yang ada di dunia ini, tidak bisa menjamin kita. Tetapi Yesus, pasti menjamin kita.


  3. Wahyu 22: 3,5
    22: 3 Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
    22: 5 Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai
    raja sampai selama-lamanya.

    Yang ketiga: sebab ibadah adalah satu-satunya aktivitas di dunia yang bisa menembus tahta Surga.
    Seringkali, kita mengecilkan ibadah pelayanan. Padahal, ini menentukan nasib kita.

    ay. 5= penghuni kerajaan 1000 tahun damai dan kerajaan Surga adalah imam-imam dan raja-raja (Wahyu 20: 6).

    Banyak jerih payah didunia, tetapi hanya sampai di liang kubur. Bahkan sudah pensiun duluan sebelum masuk liang kubur. Tetapi ibadah, tidak sia-sia, karena bisa mencapai tahta Surga.

Kita sudah belajar mengenai siapa iman sampai proses menjadi imam dan tugas menjadi imam.
Malam ini kita belajar mengenai penampilan imam dan raja.
Kita harus memperhatikan penampilan kita sebagai imam dan raja.
Kita belajar penampilan imam dan raja lewat Yohanes pembabtis (orang paling besar yang pernah dilahirkan didunia dan pelayan Tuhan yang dipakai oleh Tuhan).

Markus 1: 6
1: 6 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.

Yaitu memakai jubah bulu unta, ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.
Pengertiannya:

  1. secara umum: penampilan yang sederhana.
    Artinya: penampilannya tidak menonjolkan kemewahan dunia/tidak glamour.
    Kalau sederhana, kita bisa tampil sebagai pelayan Tuhan dimanapun, kapanpun, dan situasi apapun.


  2. secara khusus: malam ini kita membahas jubah bulu unta= menunjuk pada pakaian seorang hamba Tuhan/pelayan Tuhan.


    • Pakaian secara jasmani, syaratnya:


      1. sesuai dengan fungsinya, yaitu untuk menutupi ketelanjangan daging. Jangan malah mempertontonkan ketelanjangan daging.
        Imamat 21: 10 (tentang pakaian imam)
        21: 10 Imam yang terbesar di antara saudara-saudaranya, yang sudah diurapi dengan menuangkan minyak urapan di atas kepalanya dan yang ditahbiskan dengan mengenakan kepadanya segala pakaian kudus, janganlah membiarkan rambutnya terurai dan janganlah ia mencabik pakaiannya.

        Pakaian harus kita perhatikan, karena kita adalah hamba Tuhan/pelayan Tuhan.
        'janganlah mencabik pakaian' = jangan menggunakan pakaian yang cabik-cabik (pakaian dari orang sakit kusta).
        'rambutnya terurai'= rambut juga diatur.
        Kalau laki-laki, jangan berambut panjang dan perempuan jangan berambut pendek (setidaknya, tengkuk harus tertutup). Kalau tengkuk wanita kelihatan, berarti terlihat tegar tengkuk.


      2. pantas untuk beribadah, bukan mahal atau tidaknya, tapi pantas atau tidak.
      3. bersih dan tidak berbau yang tidak enak.
      4. berpakaian yang benar.
        Ulangan 22: 5
        22: 5 "Seorang perempuan janganlah memakai pakaian laki-laki dan seorang laki-laki janganlah mengenakan pakaian perempuan, sebab setiap orang yang melakukan hal ini adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu.

        = berpakaian yang benar sebagai laki-laki dan wanita.
        Kalau sudah benar soal pengajaran, penyembahan juga benar dan pakaian juga benar.


    • Pakaian secara rohani: jubah bulu unta.
      Fungsinya: ketika siang menahan suhu yang sangat panas di padang gurun, dan ketika malam menahan suhu yang sangat dingin di padang gurun (menghangatkan).
      Perbedaan suhu di padangg gurun sangat jauh, sehingga batu-batu bisa menjadi pasir karena memuai saat siang dan menyusut saat malam.
      Jadi, jubah bulu unta berguna untuk menahan kehancuran di padang gurun dunia.
      Sekarang, wujud dari jubah bulu unta adalah urapan Roh Kudus yang menstabilkan siang dan malam supaya tidak terlalu besar perbedaannya dan kita tidak hancur.

      Malam ini, kita butuh urapan Roh Kudus.
      Tanpa urapan Roh Kudus, sehebat apapun manusia secara jasmani dan rohani, hanya akan hancur bersama dengan dunia.
      Manusia daging (kayu) tanpa Roh Kudus (tidak disalut emas), akan lapuk dan hancur bersama dengan dunia.

      1 Yohanes 2: 17
      2:17. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

      Dunia ini sedang hancur dan lenyap,
      Artinya di dunia ini sedang terjadi kehancuran-kehancuran secara jasmani dan rohani (moral dan nikah) sampai anti kris berkuasa.
      Contoh: perempuan Samaria tanpa Roh Kudus yang bertemu Yesus di tepi sumur Yakub. Ia minum, etapi setelah itu haus lag.
      Tanpa Roh Kudus, ia benar-benar hancur moralnya dan haus, sehingga mencari kepuasan didunia, sampai jatuh dalam puncaknya dosa (dosa makan minum dan kawin mengawinkan).

      Hati-hati! Kalau di gereja tidak ada urapan Roh Kudus, kehidupan itu akan mencari kepuasan didunia sampai jatuh dalam puncaknya dosa.

      Perempuan Samaria ini sudah kawin 5 kali. Ini buktinya bahwa tanpa Roh Kudus, kehidupan itu tidak pernah puas.
      Sehebat apapun kerohaniannya, kalau tanpa Roh Kudus, kehidupannya akan hancur.

      Kita membutuhkan jubah bulu unta (urapan Roh Kudus) malam ini. Dan penampilan kita akan berubah malam ini.

Kegunaan jubah bulu unta (urapan Roh Kudus):

  1. unta, peka terhadap bahaya gurun dunia sehingga bisa menghindar dari bahaya di padang gurun,
    Artinya: urapan Roh Kudus membuat kita peka akan bahaya di dunia dan menghindar dari bahaya maut yang selalu mengancam dan merongrong kita setiap saat/setiap detak jantung kita, yaitu:


    • bahaya pergaulan dunia (dosa).
      Jangan ikut dalam pergaulan dosa!
      1 Korintus 15: 33
      15: 33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

      'Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik' , artinya merusak ibadah pelayanan dan kesucian kebenaran hidup kita.
      Kalau ibadah pelayanan dirusak, kita tidak setia lagi dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
      Kalau kebenaran dan kesucian dirusak akan membuat kita kering rohani (sakit rohani) sampai mati rohani (berbuat dosa tetapi tidak menyesal lagi) dan menuju kematian kedua.
      Kalau masih menyesal setelah berbuat dosa, kita masih bisa ditolong.


    • bahaya pergaulan dalam ibadah yang salah.
      2 Timotius 3: 1-5
      3: 1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
      3: 2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih,
      tidak mempedulikan agama,
      3: 3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
      3: 4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu,
      lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
      3: 5 Secara
      lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

      'tidak mempedulikan agama'= mencampur adukkan agama dan mempelajari agama yang lain/Tuhan yang lain, sehingga membuat Tuhan cemburu.
      'lebih menuruti hawa nafsu'= kehidupan yang tidak taat.
      Inilah bahaya pergaulan dalam ibadah yang salah.
      Ibadah yang salah= menolak kuasa ibadah yaitu menolak kuasa Firman, tidak mengutamakan Firman pengajaran yang benar, tetapi hanya menggembar-gemborkan perkara yang jasmani.
      Hati-hati kalau bergaul dengan orang semacam ini.
      Akhibatnya: sekalipun beribadah tapi tidak mengalami keubahan hidup, tetap mempertahankan manusia darah daging dengan 18 sifat tabiat daging. Angka 18= 666, dicap oleh antikris.
      Beribadah melayani Tuhan tapi dicap oleh antikris. Seperti contohnya wanita yang bungkuk 18 tahun dibait Allah.

      Kalau hanya menggembar gemborkan perkara jasmani, kehidupan itu seperti pesawat yang masih parkir di bandara. Tetapi kalau pesawat sudah naik (rohani sudah tinggi), perkara dunia menjadi tidak berarti.

      Dalam ibadah yang benar, kita harus mengutamakan Firman pengajaran yang benar.
      Kalau tidak, akan dicap antikris seperti perempuan bungkuk 18 tahun di bait Allah. Dan setelah Yesus mengajar di bait Allah, barulah ia sembuh.

      Hati-hati dalam felowship, apa yang ditonjolkan? Firman atau yang jasmani.

      Kalau ada Roh Kudus, kita juga tahu apakah ibadah persekutuan malam ini benar atau tidak.

      PERTAHANKAN PERGAULAN YANG BAIK!


    • 1 Yohanes 2: 26-27
      2:26. Semua itu kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu.
      2: 27 Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu--dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta--dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

      = bahaya ajaran sesat.
      Ajaran sesat= ajaran yang tidak sesuai dengan Alkitab (menambah dan mengurangi Alkitab).
      Ajaran sesat ini membinasakan.

      Kalau gembala berbuat dosa, ia jatuh sendiri, tetapi kalau gembala mengajarkan ajaran sesat, seluruh jemaat juga disesatkan dan kehilangan kerajaan Surga.

      Ingat! Tanda kedatangan Yesus kedua kali adalah penyesatan!

      Matius 24: 3-5, 11, 24
      24: 3 Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?"
      24: 4 Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang
      menyesatkan kamu!
      24: 5 Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan
      menyesatkan banyak orang.
      24: 11 Banyak nabi palsu akan muncul dan
      menyesatkan banyak orang.
      24: 24 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka
      menyesatkan orang-orang pilihan juga.

      'orang pilihan'= orang yang berada dalam ajaran benar.

      Kalau tidak waspada dalam pergaulan, maka akan kena ajaran sesat. Ajaran sesat kontras dengan urapan. Semakin mendengar ajaran sesat, urapan akan semakin menurun.

      4 kali ditulis tentang penyesatan. Angka 4 menunjuk pada 4 penjuru bumi.
      Artinya: penyesatan melanda seluruh penjuru bumi. Tidak ada tempat yang aman di seluruh penjuru bumi ini, kecuali kita memiliki jubah bulu unta.


  2. unta tahan sengsara dipadang gurun.
    Artinya, urapan Roh Kudus membuat kita tahan sengsara/kuat teguh hati karena Yesus di dunia ini.
    Kalau manusia daging tanpa urapan Roh Kudus pasti tidak akan tahan sengsara.

    Roma 5: 5
    5: 5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

    Roh Kudus mencurahkan kasih Allah, sehingga kita kuat dan teguh hati di padang gurun dunia.
    Artinya:


    • tidak bersungut-sungut,
    • tidak kecewa,
    • tidak berputus asa,
    • tidak tinggalkan Tuhan saat menghadapi apapun di dunia, tetapi kita tetap setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan dan tetap percaya berharap kepada Dia.

      Selama ada urapan Roh Kudus, kita bisa tampil untuk melayani Tuhan apapun keadaan kita. Semakin besar urapan Roh Kudus, kita semakin setia berkobar-kobar ibadah pelayanan.


    • berpegang pada pengajaran benar.


    Kalau kuat teguh hati, kita hanya tinggal menunggu waktu Tuhan untuk menjadikan semua baik.
    Asal sungguh-sungguh, kalau Tuhan ijinkan gagal, jangan kecewa, tetap kuat teguh hati sampai Tuhan nyatakan semua baik pada waktu-Nya.

    1 Tawarikh 19: 13
    19: 13 Kuatkanlah hatimu dan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mata-Nya."

    Kuat teguh hati= seperti landasan pesawat. Kalau landasan tidak kuat dan pesawat dipaksa datang, maka pesawat dan landasannya akan hancur.

    Sekalipun Tuhan ijinkan kita gagal walaupun sudah memakai jubah bulu unta, Tuhan tunggu kita sampai kuat teguh hati. Sebab itu, teruskan sampai kita kuat teguh hati, sampai Tuhan menyatakan semua baik pada waktuNya dan kita bisa mengaku Tuhan itu baik.

    Kalau kuat teguh hati/tidak bimbang, Tuhan akan menjadikan semua baik.
    Kalau bimbang/ragu dan kecewa,kehidupan itu akan menjadi tidak baik dan hancur bersama dunia.
    Jangan main-main! Semua ada waktu-Nya.


  3. kalau mau dinaiki tuannya, unta merendahkan diri (tunduk).
    Artinya: Roh Kudus membuat kita menjadi rendah hati dan tunduk (taat dengar-dengaran) pada Tuhan (pengajaran benar) sampai daging tidak bersuara lagi.

    1 Petrus 5: 5-8
    5: 5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
    5: 6 Karena itu
    rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.
    5: 7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.
    5: 8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

    Merendahkan diri dan taat sampai daging tidak bersuara lagi= mengulurkan tangan kepada Tuhan/menyerah pada Tuhan.
    Seharusnya Yesus tidak disalib, tetapi Yesus menyerah pada kehendak Bapa.

    Hasilnya:


    • secara umum: Tuhan mengulurkan tangan yang kuat untuk memegang kita sehingga kita tidak gugur dalam melayani Tuhan tetapi tetap melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan sampai garis akhir (sampai meninggal atau sampai Yesus datang kembali), bahkan sampai selama-lamanya.

      Keluaran 29: 9
      29: 9 Kauikatkanlah ikat pinggang kepada mereka, kepada Harun dan anak-anaknya, dan kaulilitkanlah destar itu kepada kepala mereka, maka merekalah yang akan memegang jabatan imam; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya. Demikianlah engkau harus mentahbiskan Harun dan anak-anaknya.

      'suatu ketetapan untuk selama-lamanya' = kita ditahbiskan untuk selama-lamanya.
      Artinya: hamba Tuhan tidak mengenal kata pensiun.


    • secara khusus:


      1. Abraham= mewakili laki-laki.
        Kejadian 22: 12-14
        22: 12 Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."
        22: 13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.
        22: 14 Dan Abraham menamai tempat itu: "
        TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."

        Abraham taat sampai daging tidak bersuara sehingga bisa mempersembahkan Ishak, anaknya yang tunggal (sesuatu yang dikasihi, sesuatu yang diharapkan, dan dibanggakan). Supaya bisa taat Abraham mengorbankan pikiran dan perasaan daging. Kalau memakai logika pasti tidak akan bisa berkorban.
        Mengapa Abraham mengorbankan pikiran dan perasaan daging? Karena Abraham mengasihi Tuhan lebih dari segalanya.

        Mungkin malam ini, Tuhan meminta dari kita sesuatu yang kita kasihi, serahkanlah semua pada Tuhan dan Tangan Tuhan yang kuat diulurkan pada kita dan Ia sanggup mengadakan yang tidak ada menjadi ada (yang mustahil menjadi tidak mustahil), sebab Tuhanlah yang bekerja bagi kita.


      2. Janda Sarfat= mewakili ibu-ibu.
        1 raja-raja 17: 12-13, 15
        17: 12 Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."
        17: 13 Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.
        17: 15 Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.


        'bagiku, bagi anakku'= egois.
        Kalau egois, justru akan mati ('setelah itu, aku dan anakku akan mati').

        Janda Sarfat taat sampai daging tidak bersuara sampai bisa menyerahkan roti bundar kecil= mengorbankan kepentingan daging (egois), sehingga bisa mengasihi Tuhan lebih dari semua, bisa mengulurkan tangan kepada Tuhan.

        Dan Tangan tuhan sanggup memelihara dan melindungi kita secara ajaib mulai sekarang sampai jaman antikris 3,5 tahun.


      3. kaum muda.
        1 Petrus 5: 5-6
        5: 5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
        5: 6 Karena itu
        rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

        Kaum muda taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara dengan mengorbankan keinginan daging (kehendak diri sendiri), supaya kita bisa mengasihi Tuhan lebih dari semua, juga,mengasihi orang tua dan gembala.

        Kaum muda sering tidak taat dalam persoalan jodoh.
        Serahkan semua pada Tuhan dan Tuhan akan mengulurkan tangan untuk meninggikan kita pada waktu-Nya.
        Banyak kaum muda terpuruk karena tidak taat.

        Ditinggikan pada waktuNya=


        • di angkat dari kegagalan-kegagalan, menjadi berhasil dan indah pada waktunya.
        • dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna/kegerakan hujan akhir yang sempurna.
        • diangkat sampai diawan-awan,
          Artinya: kita disucikan dan dibaharui sedikit demi sedikit sampai jika Yesus datang kembali, kita diubahkan menjadi sama mulia seperti Dia dan menjadi mempelai wanita yang siap menyambut Dia diawan-awan yang permai, kita bersama dengan Dia selama-lamanya.

Inilah penampilan imam-imam dengan jubah bulu unta, yaitu sampai rendan hati dan tunduk taat dengar-dengaran.
Hati-hati! Jangan putus asa dan kecewa. Bapak-bapak, ibu-ibu, dan anak-anak muda harus taat dengar-dengaran dan Tuhan akan mengulurkan tanganNya untuk menjadikan semua indah dan berhasil pada waktuNya (Tangan Tuhan akan mengadakan mujizat di tengah kita).

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top