English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kenaikan Tuhan Malang, 02 Juni 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang...

Ibadah Raya Malang, 28 Februari 2016 (Minggu Pagi)
Bersamaan Penataran IV Imam dan Calon Imam

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus....

Ibadah Kaum Muda Remaja, 04 Juni 2011 (Sabtu Sore)
Markus 16 dalam susunan Tabernakel terkena pada Shekinah Glory atau sinar kemuliaan.

Perjanjian...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 28 Mei 2012 (Senin Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Raya Surabaya, 20 Februari 2011 (Minggu Sore)
Matius 26= menunjuk pada buli-buli emas berisi manna= keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia sempurna seperti Yesus.

ay. 6-13=...

Ibadah Raya Surabaya, 16 November 2008 (Minggu Sore)
Matius 24: 26-31 -> nubuat ke-5 yaitu tentang kedatangan Yesus yang kedua kali.

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 03 November 2015 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 28:7-15
28:7 Haruslah ada pada baju efod...

Ibadah Doa Surabaya, 04 Oktober 2019 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 25 Agustus 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:20-25 adalah tentang makan Perjamuan Paskah.
Dalam Perjanjian Lama, makan Perjamuan Paskah adalah makan roti...

Ibadah Raya Malang, 24 November 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:1-3 adalah judul/ kata pengantar....

Ibadah Jumat Agung Malang, 14 April 2017 (Jumat Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:5-10
5:5 Lalu berkatalah seorang dari...

Ibadah Raya Surabaya, 27 Mei 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 28 Desember 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 13 Juli 2019 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan peneguhan dan pemberkatan nikah

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 31-35 => Yesus harus...

Ibadah Pentakosta Malang, 09 Juni 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita masih mempelajari tentang manfaat kenaikan Yesus ke...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 05 Agustus 2018 (Minggu Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:15b-16
7:15 Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.
7:16 Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi.

Aktifitas Tuhan di takhta Sorga adalah membentangkan kemah = mengembangkan sayap-Nya = memberikan naungan kepada kita, mulai sekarang di padang gurun dunia sampai naungan yang kekal di Sorga.

Siapa yang berhak menerima naungan Tuhan?
Mazmur 68:6-7
68:6 Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus;
68:7 Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia, tetapi pemberontak-pemberontak tinggal di tanah yang gundul.

  1. Anak yatim.
  2. Janda.
  3. Orang asing.

ad. 2. Janda.
Janda adalah kehidupan putus hubungan dengan suami secara daging.
Secara rohani, janda adalah kehidupan yang putus hubungan dengan segala hawa nafsu dan keinginan daging.

Roma 8:7-8
8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.
8:8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.

Kalau kita sudah putus hubungan dengan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya maka kita bisa taat dengar-dengaran kepada Tuhan/ firman sampai daging tidak bersuara lagi. Contoh: Abraham taat dengar-dengaran ketika disuruh menyerahkan Ishak, anaknya.

Prosenya putus hubungan dengan daging serta segala hawa nafsu dan keinginannya sehingga bisa taat dengar-dengaran adalah:
  1. Lewat baptisan air yang benar.
    Roma 6:2,4
    6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
    6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Syarat masuk baptisan air yang benar yaitu percaya Yesus dan bertobat.

    Pelaksaan baptisan air yang benar adalah orang yang sudah mati terhadap dosa harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, untuk kemudian bangkit bersama Yesus dari air, dan mendapat hidup baru/ hidup Sorgawi.

    1 Petrus 3:20-21
    3:20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
    3:21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan -- maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah -- oleh kebangkitan Yesus Kristus,

    Hidup baru yaitu mengalami pembaharuan dari hari nurani yang cenderung jahat menjadi hati nurani yang baik, taat dengar-dengaran kepada Tuhan.

  2. Lewat doa penyembahan.
    Doa penyembahan adalah proses perobekan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya sehingga kita bisa menerima kehendak Tuhan sekalipun bertentangan dengan kehendak daging/ sakit bagi daging, sehingga kita bisa taat dengar-dengaran.

    Tingkatan ketaatan adalah taat kepada Tuhan/ firman pengajaran yang benar (Alkitab), kemudian taat kepada gembala yang mengajarkan firman pengajaran yang benar dan hidup sesuai pengajaran benar, kemudian taat kepada orang tua yang menerima firman pengajaran yang benar dan hidup sesuai firman pengajaran yang benar.

Contoh kehidupan janda yang mendapat naungan Tuhan adalah janda Sarfat (bangsa kafir).
1 Raja-Raja 17:7-12
17:7 Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu.
17:8 Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia:
17:9 "Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan."
17:10 Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum."
17:11 Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti."
17:12 Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."

Jadi, pada akhir zaman dunia akan menghadapi krisis yang hebat, yaitu kelaparan secara dobel, jasmani dan rohani.

Mengapa terjadi kelaparan jasmani?
Sebab sungai menjadi kering, artinya apa yang ada di dalam dunia (kepandaian, kedudukan, kekayaan, dll) suatu waktu tidak sanggup lagi untuk menjamin kebutuhan hidup manusia. Ekonomi dunia akan dikuasai antrikris mulai sekarang sampai nanti antrikris berkuasa di bumi tiga setengah tahun. Antikris membuat dunia semakin hari semakin sulit, supaya manusia tidak percaya Tuhan, supaya nanti menyembah antikris.

Mengapa Tuhan ijinkan semakin sulit?
Supaya lebih percaya Tuhan, lepas dari ketergantungan pada dunia, hanya mengandalkan Tuhan.

Amos 8:11-14
8:11 "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN.
8:12 Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.
8:13 Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus;
8:14 mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria dan yang berkata: Demi allahmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi dewa kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi."

Demikian juga akan terjadi kelaparan rohani terutama kelaparan untuk mendengar firman Tuhan, tetapi tidak didapatkan lagi di dunia ini.
  • Gembala tidak bisa menyediakan makanan rohani bagi domba-domba (sidang jemaat)
  • Sudah ada makanan tetapi domba-domba (jemaat) tidak mau makan firman karena mempertahankan dosa/ sesuatu yang salah.
Akibatnya adalah rebah dan tidak bangkit-bangkit lagi.

Sehebat apa pun manusia di dunia tetapi jika tidak mau mendengar dan dengar-dengaran pada firman Tuhan, tidak mau makan firman, maka pasti rebah dan tidak bangkit-bangkit lagi (jatuh dalam dosa-dosa sampai puncaknya dosa, sampai enjoy dalam dosa), tidak merasa bersalah malah menyalahkan orang lain/ Tuhan, sampai binasa selamanya.
Sebaliknya sejahat apa pun, senajis apa pun, segagal apa pun, kalau masih mau mendengar firman, maka kita akan mengalami kuasa kebangkitan dalam firman, sehingga kita dibenarkan, disucikan, disempurnakan seperti Yesus. Secara jasmani juga akan dibangkitkan/ ditolong.

Mengapa Tuhan izinkan kelaparan dobel terjadi?
Dalam Perjanjian Lama: supaya terjadi kesatuan 12 anak Yakub/ supaya 12 suku Israel menjadi satu.
Dalam Perjanjian Baru: supaya terjadi kesatuan tubuh Kristus yang sempurna (Israel dengan Kafir menjadi satu Tubuh Kristus yang sempurna).

Jadi, penyelesaian pembangunan tubuh Kristus yang sempurna adalah saat bangsa Kafir dan bangsa Israel menjadi satu tubuh Kristus sempurna/ Mempelai Wanita Sorga yang siap menyambut kedatangan Tuhan di awan-awan yang permai. Ini terjadi justru pada saat krisis yang hebat melanda dunia.

Bagaimana cara menghadapi krisis/ kelaparan dobel?
  1. [1 Raja-Raja 17:11-12] Banyak kali bangsa Kafir memakai cara sendiri, yaitu mengandalkan tepung dan minyak dari dunia (kemampuan dari dunia) untuk menghadapi krisis yang hebat. Tetapi itu terlalu kecil untuk menghadapi krisis yang besar di dunia, sehingga tidak bisa menolong, tidak bisa menyelesaikan masalah, bahkan mengakibatkan kematian dan kebinasaan.

    Untuk menghadapi krisis yang hebat, bangsa Kafir harus menggunakan caranya Tuhan, mengandalkan Tuhan/ mengandalkan iman.
    1 Raja-Raja 17:13-16
    17:13 Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.
    17:14 Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi."
    17:15 Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.
    17:16 Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.

    Mengandalkan Tuhan yaitu tepung dan minyak dikaitkan dengan Tuhan = tepung dan minyak secara rohani = firman Allah dan Roh Kudus = firman pengajaran yang benar merupakan andalan kita satu-satunya menghadapi krisis yang hebat di dunia.

    Kita harus ingat selalu bahwa jika Tuhan memberkati kita dengan kesehatan, kekuatan, kekayaan, kepandaian dll, terutama untuk mendorong kita mencari firman Allah dan Roh Kudus/ firman pengajaran yang benar. Sebab:
    • Suatu waktu firman pengajaran yang benar sudah tidak ada lagi di dunia.
    • Sehebat apa pun kehidupan kita di dunia, hanya bagaikan tempayan tanah liat yang gampang rapuh, retak, hancur dan binasa selamanya. Kalau tanah liat hanya diisi perkara dunia, maka akan tetap rapuh, tetap retak, tetap hancur. Oleh sebab itu, harus diisi dengan firman pengajaran yang benar/ firman dalam urapan Roh Kudus. Saat-saat beribadah adalah saat yang tepat untuk mengisi tempayan dengan firman pengajaran yang benar.

    Roma 10:17-21
    10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
    10:18 Tetapi aku bertanya: Adakah mereka tidak mendengarnya? Memang mereka telah mendengarnya: "Suara mereka sampai ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi."
    10:19 Tetapi aku bertanya: Adakah Israel menanggapnya? Pertama-tama Musa berkata: "Aku menjadikan kamu cemburu terhadap orang-orang yang bukan umat dan membangkitkan amarahmu terhadap bangsa yang bebal."
    10:20 Dan dengan berani Yesaya mengatakan: "Aku telah berkenan ditemukan mereka yang tidak mencari Aku, Aku telah menampakkan diri kepada mereka yang tidak menanyakan Aku."
    10:21 Tetapi tentang Israel ia berkata: "Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah."

    Proses tempayan diisi firman pengajaran yang benar:
    • Bangsa Kafir harus mendengar firman Kristus/ firman yang diurapi Roh Kudus/ firman pengajaran yang benar, yaitu mendengar dengan sungguh-sungguh dengan suatu kebutuhan, seperti anjing menjilat remah-remah roti.

    • Menanggapi firman pengajaran yang benar dengan tanggapan positif, yaitu mengerti firman = firman ditulis di dahi. Buktinya adalah tidak banyak bicara, tidak banyak komentar, melainkan banyak berdiam diri, tidak membela diri.

    • Percaya dan yakin pada firman pengajaran yang benar = firman pengajaran yang benar ditulis di hati.

    • Taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar/ mempraktekkan firman pengajaran yang benar = firman ditulis di tangan. Artinya firman pengajaran benar ada di dalam genggaman tangan kita. Maka Tuhan menggenggam kehidupan kita. Setiap detak jantung kita dalam genggaman tangan Tuhan.

    Penghkotbah 4:4-6
    4:4 Dan aku melihat bahwa segala jerih payah dan segala kecakapan dalam pekerjaan adalah iri hati seseorang terhadap yang lain. Inipun kesia-siaan dan usaha menjaring angin.
    4:5 Orang yang bodoh melipat tangannya dan memakan dagingnya sendiri.
    4:6 Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin.

    Tanda berada dalam genggaman tangan Tuhan adalah tidak ada iri hati, tidak ada kebencian tanpa alasan, tidak ada dendam, bahkan sampai mengasihi musuh. Juga tidak malas secara jasmani, tidak malas secara rohani, yaitu setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan. Kita berada dalam ketenangan, damai sejahtera, tidak letih lesu dan tidak berbeban berat, semua enak dan ringan.

    Roma 16:20
    16:20 Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu!

    Kalau kita sudah tenang/ damai maka kita bisa berdoa, dan Allah damai sejahtera segera datang. Segala sumber masalah, sumber pencobaan dihancurkan, dan kita tertolong.

  2. Mempersembahkan roti bundar kecil.
    1 Raja-Raja 17:13
    17:13 Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.

    Bundar (tidak ada ujungnya, tidak ada pangkalnya) = kekal.

    Yohanes 8:51
    8:51 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya."

    Kita taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar, taat dengar-dengaran sampai daging tak bersuara, maka kita mengalami kuasa untuk mengalahkan maut, kita hidup kekal selamanya.

    Kecil = taat dengar-dengaran mulai dari perkara kecil, mulai perpuluhan dan persembahan khusus.

    Roti bundar kecil harus dibakar supaya matang artinya sesudah taat masih harus dibakar, yaitu harus menghadapi percikan darah/ menghadapi salib, sengsara daging karena Yesus, untuk membakar tabiat daging yang tidak berkenan kepada Tuhan, yaitu:
    • Egois (mementingkan diri sendiri), tidak mau memberi waktu dan tenaga, tidak mau sampai tidak bisa melayani pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
      Melayani pembangunan tubuh Kristus dimulai dari melayani dalam rumah tangga, dalam penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan Kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

    • Takut pada sesuatu di dunia sampai melawan Tuhan.

    • Berharap pada orang lain.

    Egois, takut, berharap orang lain = roti mentah. Tetapi kalau mau dibakar, maka sekalipun roti kecil tetapi matang, maka akan mengenyangkan Tuhan, menyenangkan, memuaskan hati Tuhan.

    1 Timotius 6:6
    6:6 Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.

    Kalau ibadah kita bagaikan mempersembahkan roti kecil matang, maka kita mendapat keuntungan besar, yaitu dua sayap burung nasar yang besar.

    Wahyu 12:14
    12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    Hasilnya:
    • Melintasi badai lautan dunia = melindungi, memelihara kita secara jasmani di tengah celaka marabahaya, sehingga kita selamat dan hidup dalam kelimpahan, kita selalu mengucap syukur kepada Tuhan.
      Kita dilindungi dan dipelihara di tengah kegelapan dunia, di tengah dosa-dosa sampai puncak dosa sehingga kita bisa hidup benar dan suci. Kita merasakan keteduhan/ ketenangan/ damai sejahtera, semua enak dan ringan. Sampai menyingkirkan kita ke padang gurun yang jauh dari mata antikris yang berkuasa di bumi tiga setengah tahun. Kita dipelihara oleh firman dan perjamuan suci.

    • Dua sayap burung nasar mengangkat kita, artinya mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Mulai dari jujur dan tidak memihak, hanya memihak Tuhan dan kuat teguh hati. Kita idak kecewa, tidak putus asa, tidak tinggalkan Tuhan, tetap setia dan percaya apa pun yang kita hadapi.

      Jujur, setia, dan percaya = mengulurkan tangan kepada Tuhan. Maka Tuhan mengulurkan tangan untuk mengangkat, menjadikan semua berhasil dan indah pada waktunya. Tangan Tuhan sanggup menyelesaikan semua masalah yang mustahil. Saat Tuhan datang kedua kali, kita diubahkan menjadi sempurna untuk layak menyambut kedatanganNya di awan-awan permai.



Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top