English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 29 April 2012 (Minggu Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Doa Surabaya, 16 Maret 2018 (Jumat Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam V

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Doa Surabaya, 09 Januari 2013 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Wahyu 22 : 20
22:20. Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
“Ya, Aku adatang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Desember 2012 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 (Minggu Sore)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 Oktober 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 Oktober 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 31-46
Malam ini kita membaca ayat 31
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan...

Ibadah Raya Malang, 14 Juli 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20...

Ibadah Raya Surabaya, 16 Desember 2018 (Minggu Siang)
Dari firman Tuhan ibadah di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan...

Ibadah Raya Surabaya, 18 Mei 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 23 Mei 2017 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 Maret 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:1
7:1 Kemudian dari pada itu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Agustus 2011 (Senin Sore)
Disertai dengan Penataran Imam-Imam II
Matius 26: 27-28
26:27. Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka...

Ibadah Raya Surabaya, 13 Juli 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 20 Mei 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 19 Januari 2014 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 1 : 10-12
1:10 Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,
1:11 katanya: "Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia."
1:12 Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas.

Rasul Yohanes mengalami sengsara daging karena Yesus di Pulau Patmos, sehingga Rasul Yohanes bisa mendengar dan melihat bunyi sangkakala/suara sangkakala yang nyaring, yang menjadi 2 wujud yang nyata yaitu

  1. 7 kaki dian emas yang bercahaya (7 pelita emas yang bercahaya) = sidang jemaat yang sempurna/mempelai wanita.
  2. Penampilan pribadi Yesus dalam kemuliaan sebagai Imam Besar, Raja segala Raja, mempelai pria surga (Wahyu 1: 13-20 )

Di ayat 9, rasul Yohanes mengalami sengsara untuk masuk persekutuan.
Di ayat 10-12, rasul Yohanes mengalami sengsara untuk mendengar dan melihat bunyi sangkakala.
Di ayat 17, rasul Yohanes mengalami sengsara sampai bisa tersungkur menyembah Tuhan.
Artinya: dalam sengsara yang diijinkan Tuhan, bukan untuk menhancurkan kita tapi untuk meningkatkan kerohanian kita sampai bisa tersungkur.

Begitu juga bagi kita, jika ibadah pelayanan kita ditandai dengan sengsara daging karena Yesus (tanda salib/tanda darah), kita juga bisa mendengar dan melihat suara sangkakala yang nyaring = firman penggembalaan yang keras, tajam, dan diulang-ulang, yang mengandung bobot firman pengajaran yang benar, sehingga bisa menyucikan dan mengubahkan kita menjadi wujud yang nyata yaitu menjadi mempelai wanita surga (7 kaki dian emas yang bercahaya) yang siap untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dalam kemuliaan sebagai Raja diatas segala raja, Mempelai Pria Surga.

Tugas terakhir dari kaki dian emas/pelita emas yang bercahaya (mempelai wanita surga) yaitu BERSAKSI dan MENGUNDANG (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 08 Januari 2014).

Wahyu 22 : 17
22:17 Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!

"Roh" = Mempelai Pria Surga/Yesus sebagai kepala.
"pengantin perempuan" = Mempelai Wanita/tubuh.
"Marilah!" = mengundang.

Jadi tugas terakhir dari gereja Tuhan yang merupakan kepercayaan Tuhan adalah MENGUNDANG umat Tuhan untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba (pertemuan antara Yesus Mempelai Pria dengan kita mempelai wanita diawan-awan yang permai)

Malam ini kita masih mempelajari tentang sikap terhadap undangan.

Matius 22:1-2
22:1 Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka:
22:2 "Hal Kerajaan Sorga seumpama
seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.

Perjamuan kawin anak raja menubuatkan tentang perjamuan kawin Anak Domba.
Bagaimana sikap terhadap undangan?

  1. Matius 22:3
    22:3 Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.

    Sikap pertama: tidak mau datang = tidak mau menerima undangan = menolak kabar mempelai (sudah dipelajari).


  2. Matius 22:4-8
    22:4 Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.
    22:5 Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,
    22:6 dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.
    22:7 Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.
    22:8 Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi
    tidak layak untuk itu.

    Sikap kedua: tidak layak untuk datang.
    Sebenarnya hidangan telah disediakan (lembu dan ternak sudah disembelih) tapi tidak layak untuk datang. Dulu, lembu, kambing, domba adalah korban pendamaian, korban penghapus dosa-dosa. Sekarang tidak perlu lagi membawa korban tersebut karena sudah digenapkan oleh Kristus dikayu salib (korban Kristus).
    Jadi sekarang tidak layak untuk datang artinya tidak mengindahkan korban Kristus= menolak hidangan= menolak korban Kristus/menolak salib Kristus.

    Hati-hati! Yang banyak menolak bukan orang diluar Tuha, tapi malah hamba Tuhan.
    Matius 16:21-23
    16:21 Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
    16:22 Tetapi
    Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
    16:23 Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "
    Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."

    "dipikirkan manusia"= pikiran-pikiran daging.
    'pikiran daging'= hanya mau yang enak bagi daging.
    Petrus sebagai hamba Tuhan yang hebat/senior yang bisa berjalan diatas air bergelombang dan mengalami mujizat-mujizat, tetapi Petrus menolak salib karena menggunakan pikiran daging.
    Waspada!
    Awasan bagi kita, Petrus yang hebat/senior bisa menolak salib karena pikiran daging, apalagi saya. Harus extra hati-hati!!

    Filipi 3:17-19
    3:17 Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.
    3:18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis,
    banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
    3:19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka,
    pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.

    "banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus"= banyak hamba Tuhan, pelayan Tuhan, anak Tuhan yang menjadi seteru salib/menolak salib, artinya


    • Tidak mau sengsara daging bersama Yesus, beribadah mencari yang enak bagi daging, tidak mau tergembala.
    • Mengikut Yesus/melayani Yesus hanya untuk mencari perkara yang jasmani(berkat jasmani) = menjadikan Yesus sebagai raja dunia.

      Yohanes 6:15
      6:15 Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.

      Ini merupakan taktik dari setan supaya kita menjadikan Yesus sebagai raja dunia dan bukan Raja segala raja.
      Kalau menjadikan Yesus raja dunia, kehidupan itu tidak akan pernah sempurna/terangkat untuk bertemu Dia diawan-awan yang permai.


    Akhibat menolak salib:

    • Matius 16: 23= menjadi batu sandungan ('Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku'), artinya menjadi sandungan bagi orang lain sehingga orang lain tidak mau datang kepada Tuhan dan gampang tersandung/tersinggung sehingga tinggalkan ibadah pelayanan.

      Matius 18:6
      18:6 "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.

      Kalau kita jatuh dalam dosa sandungan, akhibatnya (akhibat yang berakhibat) leher diikat dengan batu kilangan dan ditenggelamkan ke dalam laut artinya


      1. 'leher'= penyembahan= hubungan paling dekat antara kepala dan tubuh (hubungan Tuhan dengan kita).
        Artinya: kita tidak bisa menyembah Tuhan= kering rohaninya, tidak mengalami kepuasan (banyak bersungut, ngomel, gosip).


      2. tidak indah hidupnya dan ditenggelamkan ke dalam lautan = binasa untuk selamanya.


      Sebab itu, kita harus hati-hati dalam perkataan kita yang bisa membuat orang tersandung.

    • Matius 16: 23= 'Enyahlah iblis'= menjadi sama dengan setan.
      Matius 4:8-9
      4:8 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,
      4:9 dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku."


      Setan mau menjadikan Yesus raja dunia, bukan Raja segala raja. Jadi kalau digereja, kita hanya mencari berkat jasmani, kita juga menjadikan Yesus sebagai raja Dunia = kita jadi sama dengan setan.
      Kalau kita menjadikan Yesus Raja segala raja, maka dalam ibadah, fokus kita adalah keselamatan sampai pada kesempurnaan.

SIKAP YANG BENAR: menerima salib Kristus.
Yohanes 16:7
16:7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

Dibalik salib, ada pencurahan Roh Kudus ditengah-tengah kita.
"
Aku pergi" = Yesus mati dikayu salib, bangkit, dan naik ke Surga untuk mencurahkan Roh Kudus kepada kita.
Tanpa Roh Kudus, sehebat apapun manusia, hanya seperti yatim piatu dan seperti tongkat yang mati.
'yatim piatu'= tidak ada sandaran, tidak ada kekuatan, tidak berdaya apa-apa.
'tongkat yang mati' = lama-lama akan lapuk,hancur dan binasa.
Kalau ada Roh Kudus, tongkat yang mati bisa bertunas, berbunga dan berbuah buah badam (seperti tongkat Harun).

Kalau kehidupan kita menerima salib. kita akan menerima pencurahan Roh Kudus atas hidup kita.
Dibalik salib ada kuasa Roh Kudus yang akan memberi kekuatan extra untuk menghadapi daging.

ROH KUDUS ADALAH SEGALA-GALANYA BAGI KITA.

Praktek menerima salib:

  1. Keluaran 15:23-25
    15:23 Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara.
    15:24 Lalu
    bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: "Apakah yang akan kami minum?"
    15:25 Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan
    TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan TUHAN ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah TUHAN mencoba mereka,

    'tongkat'= salib.
    "pahit rasanya"= menunjuk hati manusia yang penuh dengan kepahitan, sehingga butuh Roh Kudus.
    "TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu" = Tuhan menunjukkan salib untuk kita pandang.
    Jadi, praktek pertama menerima salib: MEMANDANG salib.

    Bukti memandang salib: tidak bersungut-sungut, tidak menghakimi/saling menyalahkan, tidak berdusta saat menghadapi kepahitan-kepahitan hidup, tetapi hanya mengucap syukur kepada Tuhan sekalipun kita menghadapi kepahitan.

    Hasilnya: kita menerima curahan Roh Kudus (Roh Penghibur) yang mampu mengubahkan semua yang pahit menjadi manis (indah) pada waktuNya. Roh Kudus tidak terbatas oleh apapun.

    Saat menghadapi kepahitan, JAGA MULUT KITA! Jangan sampai bersungut-sungut.


  2. Keluaran 14:16,21
    14:16 Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.
    14:21 Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan
    air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.

    Praktik menerima salib yang kedua: "angkatlah tongkatmu"= mengangkat salib= MENGHARGAI salib.

    Saat menghadapi jalan buntu/kemustahilan, kita harus menghargai salib Tuhan.
    Jangan membuang salib!
    Kalau salib dibuang, justru menjadi ular/setan (saat Musa membuang tongkatnya, maka tongkat berubah menjadi ular).

    Bukti menghargai salib: "ulurkanlah tanganmu"= mengulurkan tangan kepada Tuhan= menyerah sepenuh kepada Tuhan, tidak mengandalkan yang lain.
    Seringkali kita masih banyak mengharapkan yang lain. Tapi biarlah hari-hari ini, kita hanya menyerah pada Tuhan, apalagi jika sudah menghadapi jalan buntu.

    Hasilnya:


    • "angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.".
      'angin timur
      '= Roh Kudus/Roh penolong mampu membelah laut artinya Roh Kudus mampu mengahapus segala kemustahilan, Roh Kudus mampu memberikan jalan keluar ditengah kemustahilan dari segala masalah, menyelesaikan tepat pada waktuNya.


    • Bangsa Israel bisa menyeberangi laut untuk menuju tanah kanaan (kegerakan menuju kanaan= kegerakan Roh Kudus hujan akhir). Bagi kita sekarang adalah kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir/kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kita dipakai sesuai dengan karunia-karunia Roh Kudus yang diberikan kepada kita.
      Dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus, posisi kita hanya seperti anak kecil dengan 5 roti dan 2 ikan untuk 5000 orang, sangat tidak berdaya, sebab itu kita butuh Roh Kudus.


  3. 1 Petrus 4:12-14
    4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu
    dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Praktik menerima salib yang ketiga: "nyala api siksaan"= MEMIKUL salib yaitu rela sengsara daging tanpa dosa bersama Yesus.

    Hasilnya: Roh Kudus/Roh kemuliaan dicurahkan untuk mengadakan mujizat-mujizat, terutama mujizat secara rohani yaitu pembaharuan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

    Ini merupakan mujizat terbesar. Sebab itu, dalam kehidupan kita, kita harus mengalami keubahan demi keubahan.

    1 Petrus 4:15
    4:15 Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau.

    Yang harus dibaharui:


    • Pembunuh= kebencian, diubahkan menjadi kasih.
    • Penjahat= perbuatan jahat, diubahkan menjadi perbuatan baik bahkan sampai membalas kejahatan dengan kebaikan.
    • Pencuri (mencuri milik Tuhan dan sesama yang membutuhkan) diubahkan menjadi pemberi (mengembalikan milik Tuhan, memberi sesama yang membutuhkan, dan memberi untuk pekerjaan rumah ibadah).


    • Pengacau diubahkan menjadi pendamai.


    Dimana ada Roh Kemuliaan disitu juga akan ada mujizat secara jasmani.
    Keluaran 16: 3, 7-8
    16:3 dan berkata kepada mereka: "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan."
    16:7 Dan besok pagi kamu melihat kemuliaan TUHAN, karena Ia telah mendengar sungut-sungutmu kepada-Nya. Sebab, apalah kami ini maka kamu bersungut-sungut kepada kami?"
    16:8 Lagi kata Musa: "Jika memang TUHAN yang memberi kamu makan daging pada waktu petang dan makan roti sampai kenyang pada waktu pagi, karena TUHAN telah mendengar sungut-sungutmu yang kamu sungut-sungutkan kepada-Nya--apalah kami ini? Bukan kepada kami sungut-sungutmu itu, tetapi kepada TUHAN."

    = Roh Kemuliaan menjadikan yang tidak ada menjadi ada (dari tidak ada daging menjadi ada daging, dari tidak ada roti menjadi ada roti), untuk memelihara kehidupan kita secara ajaib.

    Yohanes 11:39-40
    11:39 Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
    11:40 Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

    = Tuhan mampu membangkitkan Lazarus yang sudah mati 4 hari = kalau ada kemuliaan Tuhan, yang mustahil menjadi tidak mustahil, yang busuk/hancur menjadi baik, semua menjadi baik dan indah pada waktuNya, masa depan yang indah dan berhasil.

    Dan jika Yesus datang kedua kali kita mengalami mujizat terakhir yaitu kita diubahkan menjadi sama mulia seperti Yesus dan kita terangkat diawan-awan kemuliaan bersama Dia selamanya

Pelajaran kita malam ini adalah salib. Memang pahit/sengsara bagi daging, tapi ada Roh Kudus didalamnya untuk merubah yang pahit menjadi manis, yang buntu menjadi terbuka, dan yang busuk/hancur menjadi indah pada waktuNya, yang tidak ada menjadi ada, dan sampai kita sama mulia seperti Dia.

JANGAN RAGU MEMIKUL SALIB TUHAN!

Tuhan Memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Malang)

  • 25 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top