English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 14 Agustus 2011 (Minggu Sore)
Disertai dengan Penataran Imam-Imam I
Matius 26: 27-28
26:27. Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan...

Ibadah Doa Surabaya, 20 Februari 2012 (Senin Sore)
Ibadah Pendalaman Alkitab dialihkan pada hari Rabu
Pembicara: Pdm. Gideon

Matius 26: 69-75
PETRUS MENYANGKAL YESUS.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus yaitu:
Petrus menyangkal...

Ibadah Raya Surabaya, 01 Februari 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Jumat Agung Malang, 03 April 2015 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 adalah tujuh kali percikan...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session II, 06 Agustus 2009 (Kamis Tengah Malam)
Kejadian 32:22-30, pergumulan Yakub adalah sampai fajar menyingsing, artinya:
Secara jasmani: doa semalam...

Ibadah Tutup dan Buka Tahun, 31 Desember 2011 (Sabtu Malam)
Matius 26:47-56 berjudul "Yesus ditangkap" dan masih terjadi di Taman Getsemani.

Matius 26:47-48
26:47. Waktu Yesus masih berbicara datanglah Yudas,...

Ibadah Doa Surabaya, 05 Januari 2011 (Rabu Sore)
Matius 25: 31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam...

Ibadah Raya Surabaya, 28 Maret 2010 (Minggu Sore)
Wahyu 20: 6
"Tema ibadah kunjungan di Medan".
= bahagia dan kuduslah ia yang mendapat bagian...

Ibadah KKR Palangkaraya IV, 26 Februari 2009 (Kamis Pagi)
(digabung dengan Pentahbisan Gedung GPT Kristus Raja, Palangkaraya, dibawah penggembalaan Pdt Mikha Sandatoding dan pentahbisan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 Oktober 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Ucapan Syukur Malang, 29 Desember 2009 (Selasa Sore)
1 Tesalonika 5:18, merupakan kehendak Allah supaya kita bisa...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 Januari 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Persekutuan II di Square Ballroom Surabaya, 30 Mei 2018 (Rabu Pagi)
Bersamaan dengan pembukaan Lempin-El "Kristus Ajaib" angkatan XL

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat...

Ibadah Raya Surabaya, 11 April 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 1-13
= Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga yang akan segera datang...

Ibadah Doa Malang, 06 Agustus 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20 ... Dan ketahuilah, Aku...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 09 Juli 2017 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 3-4
6:3. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kedua, aku mendengar makhluk yang kedua berkata: "Mari!"
6:4. Dan majulah seekor kuda lain, seekor kuda merah padam dan orang yang menungganginya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh, dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar.

Ini adalah pembukaan meterai yang kedua--penghukuman yang kedua dari Allah Roh Kudus--atas dunia ini, yaitu terjadi kegerakan kuda merah padam untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi ini.
Luar biasa kalau damai sejahtera diambil. Akibatnya: manusia termasuk hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang tidak sungguh-sungguh, hanya akan saling membenci. Karena itu sekarang kalau ada rasa tidak suka harus diselesaikan. Kalau tidak, akan sampai disini: hanya saling membenci--mulai dari suami isteri--, memfitnah, menyalahkan sampai benar-benar saling membunuh sehingga mengalami pedang yang besar; penghukuman dengan pedang besar; mengalami pesta pembantaian sampai kebinasaan di neraka selamanya. Ini yang akan terjadi.

Dalam Wahyu 19, ada dua macam perjamuan/pesta yang besar:

  1. Yang positif.
    Ke mana arah hidup kita? Memang hidup kita ini pilihan; hanya memilih. Karena itu Tuhan memanggil dan memilih, bukan memaksa. Kita juga, hanya memilih: yang positif atau negatif. Kalau positif, kita akan hidup kekal bersama Tuhan, kalau negatif, binasa.

    Wahyu 19: 9
    19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

    Yang pertama; yang positif: perjamuan/pesta kawin Anak Domba, yaitu pertemuan antara Yesus yang datang kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga/Kepala--bukan bayi lagi--dengan kita sidang jemaat yang sempurna--tubuh Kristus yang sempurna/isteri--di awan-awan yang permai. Ini pesta besar, dari yang mati dan hidup, dari keempat penjuru bumi, semua bertemu dengan Yesus di awan-awan yang permai.
    Sesudah itu masuk Kerajaan Seribu Tahun damai; Firdaus (Wahyu 20), sampai masuk Yerusalem baru; kerajaan sorga yang kekal (langit dan bumi yang baru).

    Perjamuan kawin Anak Domba disebut juga dengan nikah yang rohani; nikah sempurna antara Kristus dengan sidang jemaat yang tidak bisa terpisah lagi selamanya.

    "Saya selalu katakan, kalau kita mengenal Yesus sebagai tabib kita hanya butuh waktu sakit. Begitu sembuh, kita tidak butuh lagi; terpisah. Kalau mengenal Yesus sebagai Gembala, ada domba terhilang. Yesus Bapa yang baik--Dia memberkati--, tapi ada anak terhilang. Tetapi kalau Yesus kepala (Mempelai Pria) dan kita tubuh (mempelai wanita), apapun keadaannya--sakit, sehat, berkat--tidak boleh terpisah selamanya."

    Yang penting sekarang, siapa yang bisa masuk perjamuan kawin Anak Domba


    • Kehidupan yang percaya kepada Yesus, bertobat, dan lahir baru dari air dan Roh. Ini sama dengan menerima Injil keselamatan/firman penginjilan.
    • Tadi, perjamuan kawin Anak Domba adalah soal nikah.
      Jadi, kehidupan yang menjaga kebenaran, kesucian, dan kesatuan nikah jasmani bisa mencapai nikah rohani.
      Nikah ini penting!

      Untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba, pribadi dijaga: percaya, bertobat, hidup benar. Tapi nikah juga harus dijaga. Jangan sembarangan!

      Mau masuk nikah harus benar--jangan kawin campur/kawin cerai. Kalau memaksa, tidak bisa masuk pada nikah yang rohani. Kebenaran nikah, berarti sesuai dengan firman.
      Harus suci--tidak boleh ada perselingkuhan, kawin cerai--, sampai masuk kesatuan nikah.


    • Kehidupan kristen yang mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar/firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua sehingga mengalami penyucian dan pembaharuan terus menerus sampai sempurna seperti Yesus jika Dia datang kembali. Tidak mengalami pembantaian pedang besar.


    Tiga ini syaratnya. Yang terakhir adalah harus mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua sehingga mengalami pekerjaan firman yang menyucikan dan mengubahkan secara terus menerus sampai sempurna seperti Yesus; menjadi mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan Yesus yang kedua kali di awan-awan yang permai. Berarti, tidak mengalami pembantaian pedang besar.

    Tinggal pilih, mau terima pedang firman atau pedang besar/pembantaian! Kalau tidak mau menerima pedang firman, nanti akan menerima pedang besar.


  2. Wahyu 19: 17-18, 21
    19:17. Lalu aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang di tengah langit, katanya: "Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar,
    19:18. supaya kamu makan daging semua raja dan daging semua panglima dan daging semua pahlawan dan daging semua kuda dan daging semua penunggangnya dan daging semua orang, baik yang merdeka maupun hamba, baik yang kecil maupun yang besar."
    19:21. Dan semua orang lain dibunuh dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu; dan semua burung kenyang oleh daging mereka.

    Yang kedua; yang negatif: perjamuan yang besar atau pesta pembantaian oleh pedang yang besar, sampai kebinasaan di neraka selamanya.
    Orang yang dibantai waktu itu, akan masuk neraka; tidak selamat.

    Pesta pembantaian adalah pembantaian dengan pedang besar terhadap orang-orang yang tertinggal di bumi pada saat kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai--Yesus datang, dia tidak terangkat--, termasuk hamba/pelayan Tuhan yang tidak sungguh-sungguh; yang tidak mau disucikan hari-hari ini.

    Siapa mereka?


    • Kehidupan di luar Yesus; tidak percaya Yesus, dan mempertahakan kehancuran nikah--nikah yang tidak benar dan suci--di hadapan Tuhan. Tidak bisa masuk.
    • Kehidupan kristen yang menolak pekerjaan firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua sehingga tidak mengalami penyucian dan pembaharuan; tetap mempertahankan manusia darah daging yang berdosa sampai puncaknya dosa.
      Manusia daging tidak bisa terangkat.

      Kalau Yesus tidak mati di kayu salib, Dia tidak bisa terangkat juga.
      Kita sekarang harus mati terutama mematikan daging ini lewat pedang firman--disucikan dan diubahkan. Kalau tidak, tidak akan bisa terangkat. Itu yang akan dibantai dengan pedang besar.

Sekarang kita belajar tanda-tanda manusia daging yang tidak mau disucikan dan tidak mau menerima pedang firman:

  1. Yudas 1: 18-19
    1:18. Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: "Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka."
    1:19. Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus.

    Tanda pertama manusia daging yang tidak mau disucikan: tampil sebagai pengejek dan pemecah belah, untuk menceraiberaikan tubuh Kristus.

    Kalau disamakan, ini sama dengan tampil sebagai binatang buas yang mencerai-beraikan kawanan domba-domba.

    Ada tiga macam binatang buas:


    • Wahyu 12: 3
      12:3. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.

      Binatang buas yang pertama: setan; naga merah padam yang besar, yang ada di langit--penguasa udara/angkasa.

      Jadi setan ini tahu kalau nanti perjamuan kawin Anak Domba terjadi di awan-awan yang permai. Karena itu udara diblokir lebih dahulu oleh setan.

      Efesus 2: 1-2
      2:1. Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
      2:2. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati
      penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.

      Setan sebagai penguasa di udara bekerja dengan roh durhaka yaitu mengejek/mengolok firman pengajaran yang benar, dan tidak taat; melawan pada firman pengajaran yang benar, malah mendukung ajaran yang salah, sehingga terjadi perpecahan dalam tubuh Kristus.

      Kalau dalam nikah, suami dan isteri tidak satu pengajaran--ada benar dan tidak benar--, pasti terjadi perpecahan--ejekan, olokan.

      Jadi, manusia yang tidak mau menerima pekerjaan pedang firman, itu sama dengan binatang buas. Dia mengejek dan melawan, mendukung ajaran yang salah, sehingga terjadi perpecahan dalam tubuh Kristus; mulai dari nikah, penggembalaan, fellowship.


    • Wahyu 13: 1, 5-6
      13:1. Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.
      13:5. Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya.
      13:6. Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.

      'tiga setengah tahun'= masa antikris.

      Binatang buas yang kedua: antikris; binatang buas yang keluar dari dalam laut.

      Tandanya: antikris ini punya mulut yang menghujat; mulai dari menyalahkan orang lain, memfitnah--benar jadi salah--, sampai menghujat orang-orang benar dan orang-orang suci di sorga, juga menghujat Tuhan. Harus hati-hati!

      Kalau ada orang benar (orang tua kita benar), anak-anak hati-hati, jangan sampai menghujat atau menjelek-jelekkan, memfitnah, melawan. Kalau dia diam, bahaya kita. Kita semua pelayan Tuhan.

      "Saya pada saudara juga tidak boleh sewenang-wenang. Kita sama. Kalau saudara benar, suci, lalu saya hujat, ejek, bahaya. Di rumah tangga juga, orang tua baik, benar, tapi anak-anak melawan, bahaya. Sama dengan antikris."

      Menghujat ini sampai menghujat kemah kediaman-Nya--Tabernakel. Ini khusus, antikris ini memang melawan dan menghujat pengajaran Tabernakel/kabar mempelai. Hati-hati!

      Salah satu cara menghujat Tabernakel/kemah suci adalah lewat ajaran tentang neraka. Ajaran tentang Tabernakel, yang sorga dibilang: taurat, kuno, dan sebagainya. Tapi ajaran tentang neraka diajarkan. Ini sangat-sangat menghujat/melawan. Kita harus hati-hati, karena setiap ajaran ada rohnya.

      Kalau belajar tentang sorga; Tabernakel, Roh Tuhan yang ada pada kita. Tetapi kalau kita belajar tentang neraka, seluk beluk iblis, itu roh setan yang ada. Kita harus waspada.

      "Banyak orang terperosok di situ. Kalau musim libur kita lihat-lihat di internet tentang hotel, berarti kita ingin tinggal di hotel itu. Kalau kita belajar sorga berarti rindu masuk sorga. Kalau belajar neraka berarti rindu masuk neraka. Banyak orang tidak sadar. Ini sangat berbahaya!"

      Malah ada perjalanan ke neraka. Macam-macam sekarang ini. Bahaya!

      "Dulu ada seorang, belajar kristen sebenarnya untuk menghantam orang kristen, akhirnya jadi penginjil."

      Kalau kita mempelajari perjalanan ke neraka, akhirnya mau ke neraka. Bahaya! Setiap pengajaran itu ada rohnya. Hati-hati!

      Jadi, orang yang tidak bisa masuk perjamuan kawin Anak Domba adalah orang yang tampil seperti binatang buas, terutama mulut ini buas, seperti setan--mengolok, melawan pengajaran yang benar dan mendukung, mengagung-agungkan yang salah.
      Kemudian antikris spesialis menjelek-jelekkan orang lain, memfitnah sampai menghujat Tuhan, orang benar dan sorga--pengajaran Tabernakel.

      Coba saja kita baca di kitab Kisah Rasul, Yesus sudah bangkit empat puluh hari, Dia mengajar tentang kerajaan sorga. Tidak ada hal neraka. Semua hal sorga. Jelas! Jangan salah! Tuhan tolong kita.


    • Wahyu 13: 11
      13:11. Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga.

      Binatang buas yang ketiga: binatang buas keluar dari dalam bumi; nabi palsu. Seperti anak domba, tetapi bicaranya seperti naga.
      Ini adalah nabi palsu dengan roh dusta.

      Hati-hati! Kalau berdusta, itu binatang buas, apalagi kalau mendustai suami/isteri. Kalau bukan binatang buas, tidak akan begitu, dia tahu itu isteri, suami, anak, orang tuanya. Hanya binatang buas yang tidak mengerti isteri, suami, anak, dan orang tuanya. Ini buasnya mulut. Termasuk bergosip--menggosipkan orang tua--sampai dengan ajaran palsu. Jangan!

      Jangan berdusta, tapi berkata yang benar dan baik; jujur. Jaga lidah mulut kita! Ya katakan: ya, tidak katakan: tidak, benar katakan: benar, 'tidak benar' katakan: tidak benar. Dari bergosip jadi bersaksi.


    Inilah tiga binatang buas. Penampilan dari manusia darah daging yang tidak mau menerima pedang penyucian sama seperti tiga binatang buas, berarti sama dengan setan tritunggal. Jaga mulut ini! Mau jadi sama dengan Tuhan atau setan tritunggal.

    Filipi 2: 8-11
    2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
    2:9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
    2:10. supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit(setan) dan yang ada di atas bumi(nabi palsu) dan yang ada di bawah bumi(antikris),
    2:11. dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

    Yesus tidak rela kalau manusia ciptaan-Nya terutama hamba/pelayan Tuhan hanya menjadi sama dengan binatang buas; setan tritunggal yang akan dibinasakan selamanya--mengalami pembantaian. Oleh sebab itu Dia rela dibantai (disembelih) di atas kayu salib; mati di atas kayu salib. Dia taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib untuk mendapatkan nama di atas segala nama; nama yang berkuasa, yang bisa mengalahkan setan tritunggal/binatang buas sehingga kita semua hamba Tuhan/pelayan Tuhan dibebaskan dari tiga binatang buas.

    Bisa dilihat dari mulut. Kalau mulut ngawur, itu berarti dikuasai oleh setan tritunggal. Jaga mulut ini! Tetapi Yesus sudah rela mati di kayu salib untuk:


    • Mendapatkan nama yang berkuasa, untuk mengalahkan setan tritunggal.
    • Mencurahkan Roh Kudus. Dia mati, bangkit dan naik ke sorga untuk mencurahkan Roh Kudus pada kita.


    Jadi, yang jelek--binatang buas di dalam kita dikalahkan; keluar--, dan Dia mencurahkan Roh Kudus.
    Yohanes 16: 7
    16:7. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

    Yesus mati di kayu salib untuk mendapat nama di atas segala nama--kita bebas--, dan untuk mencurahkan Roh Kudus sehingga kita bisa tampil sebagai manusia baru, bukan manusia daging. Roh Kudus membaharui kita; kita bebas dari setan tritunggal sehingga kita tampil sebagai manusia baru yang mengarah pada kesempurnaan; sama mulia dengan Yesus.

    Buktinya: Filipi 2: 11: mulutnya mengaku Yesus.
    2:11. dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

    Lidah mengaku Yesus sama dengan mengaku dosa. Orang itu buas atau tidak buas dilihat dari lidahnya. Kalau lidah sudah bisa mengaku dosa, berarti sudah jinak/melembut. Kalau tidak mau mengaku dosa, itu benar-benar liar.

    Dalam nikah rumah tangga kalau suami/isteri ngotot, tidak pernah mengaku dosa, bahaya ini. Masih buas! Tidak mengerti isteri/suami, diterkam saja. Tetapi kalau lidah sudah bisa mengaku dosa pada Tuhan dan sesama, berarti setan sudah keluar; benar-benar mengarah untuk jadi sama mulia dengan Yesus.

    Yesus taat sampai mati untuk menanggung dosa kita. Kita mengaku dosa kita. Itu sama.

    Lidah juga untuk berkata benar dan baik, bersaksi. Sudah mengaku, lalu perbaiki yaitu bersaksi sampai bisa menyembah Tuhan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga; hanya menyeru: 'Haleluya'.
    Wahyu 19: 6-7
    19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
    19:7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

    Mulai sekarang kita menyembah Yesus, bisa mengaku dosa dan bersaksi, maka satu waktu jika Yesus datang kedua kali di awan-awan yang permai, kita akan menjadi sempurna, tidak salah dalam perkataan. Kita menyambut kedatangan-Nya kedua kali dengan satu bahasa: Haleluya, dari keempat penjuru bumi--segala suku, bangsa, bahasa. Mulai sekarang banyak menyembah dengan Haleluya, jangan bicara lainnya!

    "Setiap membimbing orang yang sakit parah, mau dipanggil Tuhan, saya selalu ingatkan: 'Tidak usah banyak omong, hanya: Yesus, Haleluya.' Kalau dia masih bisa menyebut, berarti iman dan pengharapannya masih ada pada Tuhan. Tetapi kalau tidak mau, bahaya--orang dirasuk setan. Saya membantu orang dirasuk setan--ada kaum muda, orang tua. Paling susah sebut: Yesus, Haleluya. Tidak mau dia. Berarti dia masih dikuasai roh jahat. Terus didoakan, bisa sebut: Yesus. Sudah lumayan. Tetapi sebut: Haleluya tidak mau, sampai lidahnya keluar. Setelah bisa sebut: Haleluya, lemas dia."

    Mari dalam keadaan apapun juga--dalam marabahaya, emosi--, sebut: 'Yesus, Haleluya'; ada kuasa untuk melepaskan kita dari setan tritunggal. Yang menyuruh kita marah dan lain-lain itu setan. Tapi kalau kita sebut: Yesus, Haleluya, kita akan menang.

    Sungguh-sungguh hari-hari ini! Gunakan mulut yang sungguh-sungguh! Ini menentukan nasib kita, bisa terangkat atau tertinggal. Lebih baik sekarang menerima pedang firman: 'aduh sakit, aduh lama', tetapi bisa menyeru: Haleluya, dan nanti suara kita tetap di sana.


  2. Tanda kedua manusia daging yang tidak mau disucikan: selalu haus/kering rohani; tidak pernah puas hidupnya.
    Ada tiga tempat yang sering tidak puas:


    • Yohanes 4: 15-16
      4:15. Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."
      4:16. Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini."

      Ini adalah cerita perempuan Samaria.

      Tempat pertama yang seringkali tidak mengalami kepuasan: nikah rumah tangga.

      Hait-hati! Banyak nikah yang kering, tidak bahagia. Kalau nikah itu bahagia dan puas, tidak ada lagi yang lebih bahagia dari nikah itu; serasa di sorga. Tetapi kalau nikah itu kering--tidak puas tetapi pahit, dan menderita--, tidak ada sengsara yang lebih sengsara dari pada nikah itu; serasa di neraka.
      Karena itu tidak boleh main-main soal nikah! Tuhan tolong kita.

      Mengapa tidak puas?


      1. Yohanes 4: 9
        4:9. Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)

        Yang pertama: tidak puas karena ada kepahitan, kebencian tanpa alasan, dendam. Sekalipun beli rumah baru, kalau suami katakan: istriku pernah salah, aku tidak mau ampuni dia, tidak mungkin puas.

        "Saya sering memberi tahu: kalau orang lain menyakiti kita--suami menyakiti istri--, lalu isteri jadi benci, dia rugi; sudah disakiti, mungkin hartanya sudah diambil, nanti juga tidak bisa masuk sorga. Rugi! Sudah, ampuni saja."


      2. Yohanes 4: 18
        4:18. sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar."

        Yang kedua: tidak puas karena ada roh najis.


      Kalau ada roh jahat, roh najis dan kepahitan di dalam nikah rumah tangga, akibatnya: terjadi kekerasan dalam rumah tangga, pertengkaran, perselingkuhan, kawin cerai sampai kawin mengawinkan--seperti perempuan ini: yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Hati-hati kalau tidak puas dalam nikah!


    • Matius 20: 10-12, 15
      20:10. Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi merekapun menerima masing-masing satu dinar juga.
      20:11. Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,
      20:12. katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.
      20:15. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau
      iri hatikah engkau, karena aku murah hati?

      Yang kedua: tidak puas di kebun anggur; ibadah pelayanan yang dibina oleh kabar mempelai. Sudah ada firman pengajaran yang benar, tetapi masih bisa kering rohani; tidak puas.
      Bisa terjadi, karena ada iri hati.

      Dia masuk pertama jam enam pagi dengan janji upah satu dinar. Ada yang jam sembilan, dua belas, tiga petang sampai lima petang--kita bangsa kafir hanya kerja satu jam--, dikasih satu dinar. Yang bekerja dari pagi lupa pada janji Tuhan. Dia nilai lamanya dia bekerja dengan uang. Sehingga saat diberi satu dinar juga, dia marah. Dia lupa janji Tuhan yaitu janji hidup kekal.

      Iri hati= mengecilkan/menghina berkat, pemakaian dan kemurahan Tuhan.
      Kemurahan Tuhan justru satu dinar, lebih dari berapapun. Kenapa begitu? Satu dinar ini adalah janji Tuhan untuk menembusi kelaparan dan penghukuman Tuhan yang akan datang.

      Wahyu 6: 6
      6:6. Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."

      Kalau punya sejuta dolar, akan diblokir, kecuali dia menyembah antikris. Tetapi kalau punya satu dinar, justru dia bisa bebas. Ini kesalahan kita, janji Tuhan mau ditukar. Sekarang ini kalau bekerja dengan benar di kebun anggur, kita akan memiliki janji Tuhan.
      Jangan rusakkan minyak dan anggur= kekal selamanya; kita bisa mendapatkan hidup kekal.

      Sekarang yang salah di kebun anggur ini adalah tahbisan mau diganti profesi. Tahbisan bukan dinilai dengan uang/berkat jasmani. Berapapun yang kita terima, itu adalah janji Tuhan--satu dinar--, tetapi sekarang mau diganti dengan uang; jadi profesi, jadi seperti perusahaan--malah diaudit, memenuhi standard, dapat penghargaan. Ini yang bahaya, sudah salah besar! Yang menilai Tuhan. Ada orang bilang: kami mengusir setan. Secara manusia hebat, tetapi Tuhan bilang: 'Enyahlah!' Biarlah tahbisan kita diukur oleh Tuhan--ukuran sorga--bukan oleh profesionalisme manusia.

      Berkat Tuhan itu sama--berapapun yang kita terima--, di dalamnya ada satu dinar (kemurahan dan janji Tuhan untuk melindungi kita dari penghukuman dan memberikan hidup kekal).

      Kalau tahbisan jadi profesi--dinilai dengan uang, berkat jasmani--, nanti yang terdahulu jadi terkemudian (berarti ketinggalan saat Yesus datang kedua kali), dan yang terkemudian menjadi terdahulu.

      Matius 20: 16
      20:16. Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir."


    • Keluaran 17: 1-4
      17:1. Kemudian berangkatlah segenap jemaah Israel dari padang gurun Sin, berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, sesuai dengan titah TUHAN, lalu berkemahlah mereka di Rafidim, tetapi di sana tidak ada air untuk diminum bangsa itu.
      17:2. Jadi mulailah mereka itu bertengkar dengan Musa, kata mereka: "Berikanlah air kepada kami, supaya kami dapat minum." Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Mengapakah kamu bertengkar dengan aku? Mengapakah kamu mencobai TUHAN?"
      17:3. Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata: "Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?"
      17:4. Lalu berseru-serulah Musa kepada TUHAN, katanya: "Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu!"

      Tempat ketiga yang seringkali tidak mengalami kepuasan: di padang gurun.

      Ada tiga tempat dimana manusia tidak puas, kering. Kalau sudah tidak puas, manusia akan ngawur: di dalam nikah, pelayanan yang dicari hanya berkat jasmani, bukan lagi satu dinar, keselamatan dan hidup kekal; kebun anggur jadi kebun sayur. Nabot mempertahankan sampai titik darah penghabisan. Raja Ahab ingin menjadikan kebun anggur Nabot menjadi kebun sayur.

      Pertahankan tahbisan! Banyak gangguan, kesulitan mencari uang, tetapi tetap pertahankan tahbisan! Satu dinar harus tetap dipegang. Kalau satu dinar dipegang, kita bisa hidup kekal, apalagi makanan/perkara-perkara di dunia, pasti ada, Tuhan tidak pernah menipu kita.

      Sekarang tidak puas di padang gurun. Dunia ini banyak tempat perhentian tetapi tanpa air. Banyak tempat mencari kepuasan di dunia, tetapi tidak pernah puas, bahkan kering, pahit sampai binasa.
      Hati-hati!

      Mengapa di dunia tidak puas?


      1. Di Meriba mereka bertengkar dengan Musa. Musa diam dan mengadu pada Tuhan.
        Pertengkaran sama dengan menggunakan kebenaran sendiri, bukan firman. Kalau kebenaran alkitab dengan di luar alkitab pasti bertengkar, tidak bisa satu. Sudah berbuat dosa, tetapi tidak mengaku, malah menyalahkan orang lain dan Tuhan. Itu menimbulkan pertengkaran.

        Kalau suami, isteri, anak, orang tua, kakak adik banyak bertengkar, coba periksa. Yang penting di depan Tuhan jujur. Jangan tanya orang lain siapa yang salah! Tetapi tanya pada diri sendiri dan Tuhan lewat koreksi firman: bagaimana, kok bisa begini? Siapa yang merasa benar sendiri?

        "Kami sesama hamba Tuhan juga memeriksa diri. Kalau tetap bertahan pada kebenaran sendiri, tidak akan pernah puas melayani, semua kering, tidak pernah puas. Jasmani kering, rohani juga kering."


      2. Di Masa mereka mengalami pencobaan dan masalah yang mustahil.
        Masa artinya pikulan berat; letih lesu, beban berat. Di dunia memang begitu.
        Di dunia ada pertengkaran kalau dihadapi dengan kebenaran sendiri. Kalau dihadapi dengan saling mengaku, akan jadi satu.

        Di dunia juga banyak pikulan berat; pencobaan yang mustahil. Bagaimana bisa tidak puas? Kalau dihadapi dengan memakai kekuatan sendiri. Malah kecewa dan putus asa. Serahkan pada Tuhan!
        Kalau sudah tidak bisa berpikir, serahkan pada Tuhan! Sungguh-sungguh!


      3. Keluaran 17: 7
        17:7. Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: "Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?"

        Yang ketiga: karena kebimbangan. Ada kebenaran sendiri, kekuatan sendiri, dan ada kebimbangan. Bimbang terhadap pribadi Tuhan/pengajaran yang benar. Kalau sudah bimbang, bahaya.

        Juga bimbang terhadap kuasa Tuhan.

        Akibatnya: bersungut-sungut--mulai ngomel menghadapi apapun juga, kemudian mulai menghasut, sampai satu waktu melempar batu (keras hati).


      Di padang gurun dunia kita juga sering tidak puas karena kebenaran sendiri, kekuatan sendiri dan kebimbangan.

Menghadapi padang gurun: Meriba, Masa, jalan keluarnya:
Keluaran 17: 6
17:6. Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb; haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum." Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel.

Peristiwa ini terjadi dua kali. Nanti setelah berjalan, mereka mundur, berjalan lagi ke sini. Yang kedua itu Tuhan minta Musa untuk berkata pada gunung batu, tetapi ia memukul, dan ia dihukum tidak boleh masuk Kanaan.
Tapi yang di sini benar--perjalanan pertama--memang pukul gunung batu. Ini artinya: Yesus harus mati di kayu salib.

Yohanes 16: 7
16:7. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

Wahyu 22: 1
22:1. Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

Dia harus mati di kayu salib--gunung batu yang dipukul; Dia harus pergi--, bangkit dan naik ke sorga untuk mencurahkan Roh Kudus dari takhta sorga; sungai air kehidupan dicurahkan, jernih bagaikan kristal.
Manusia daging hanya bisa ditaklukkan oleh Roh Kudus.

Tadi mulut ditaklukkan. Yesus harus taat sampai mati untuk mengalahkan setan tritunggal yang menguasai mulut sehingga mulut kita bisa mengaku dosa, bersaksi dan menyembah Tuhan--mulut tidak buas lagi.

Sekarang, manusia yang haus tidak bisa diberi minum dengan uang berapapun. Hanya diberi air kehidupan dari sorga. Itu adalah kepuasan sejati dari sorga.

Hasilnya:

  1. Yesaya 44: 3-4
    44:3. Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu.
    44:4. Mereka akan tumbuh seperti rumput di tengah-tengah air, seperti pohon-pohon gandarusa di tepi sungai.

    Hasil pertama: Roh Kudus mencurahkan berkat sampai anak cucu di tengah padang gurun yang kering.

    Mari, pada kesempatan ini, ada kebahagiaan dan kepuasan sorga sekalipun di tengah penderitaan. Roh Kudus bisa menghibur.

    Juga berkat jasmani: pemeliharaan secara ajaib dari Tuhan di tengah kesulitan dunia sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun. Kita yang tidak berdaya dan yang lemah dipelihara secara ajaib.
    Kalau hujan, tanah-tanah menghasilkan tumbuhan, artinya ada masa depan yang berhasil dan indah.

    Asal kita tidak buas. Jangan seperti binatang buas! Jaga mulut! Dan asal kita tidak kering, haus. Jaga hati, jangan kering terus!

    "Saya sudah bersaksi berulang kali, sebagai hamba Tuhan yang paling saya takuti adalah kering. Kalau sudah kering, jadi hamba Tuhan untuk apa? Tidak ada artinya."

    Kalau hidup kita kering, tidak ada artinya biar kita kaya. Tidak puas terus, di dalam nikah tidak puas, melayani tidak puas, di dunia tidak puas, mau apa terus? Biarlah siang ini Roh Kudus dicurahkan di tengah kita.
    Kaum muda, sungguh-sungguhlah! Yang kering, ada hujan lagi. Tumbuh-tumbuhan mulai muncul lagi.


  2. Hasil kedua: pohon gandarusa di tepi sungai= Roh Kudus memberi kekuatan ekstra kepada kita untuk bisa tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai garis akhir.
    Pohon gandarusa gambaran dari hamba Tuhan, pelayan Tuhan. Kalau ada di tepi sungai, benar-benar subur.

    Garis akhir= sampai meninggal dunia atau sampai Tuhan datang kembali kedua kali. Jangan berhenti di tengah jalan!
    Mazmur 137: 1-3
    137:1. Di tepi sungai-sungai Babel, di sanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita mengingat Sion.
    137:2. Pada pohon-pohon gandarusa di tempat itu kita menggantungkan kecapi kita.
    137:3. Sebab di sanalah orang-orang yang menawan kita meminta kepada kita memperdengarkan nyanyian, dan orang-orang yang menyiksa kita meminta nyanyian sukacita: "Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion!"

    Gandarusa bisa di tepi sungai air kehidupan, tetapi bisa juga di tepi sungai Babel. Kalau di tepi air kehidupan akan kuat terus untuk tetap setia dan berkobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai garis akhir.

    "Banyak kesaksian. Kehidupan yang mau dipanggil Tuhan itu sudah dipersiapkan. Apa yang mereka pikirkan? Hanya ibadah. Sudah badan sakit tetapi berkata: saya mau ibadah. Saya takut kalah sebagai hamba Tuhan. Seorang lagi dipanggil Tuhan--ibu Moelyadi--, dia di ICU bukan tanya alatnya, tetapi: Bisa ibadah atau tidak saya di sini? Bagaimana kita yang sehat? Dia waktu itu sudah berat untuk bernafas, tetapi yang ditanya: aku bisa ibadah/tidak? Jangan-jangan ini satu-satunya di Indonesia orang yang bisa ibadah di ICU. Dia pakai HP dengar suara saya. Mana ada ICU yang boleh seperti itu? Yang saya heran, yang ditanya hanya soal ibadah."

    Mari kita yang masih sehat, jangan kering. Roh Kudus tolong.

    Kalau sudah tidak setia; tanpa Roh Kudus, sudah tinggalkan pelayanan, kita akan seperti gandarusa di tepi Babel. Kita mulai menangis--mau menyanyi, tertawa tidak bisa, tetapi hanya menangis--sampai menggantung kecapi artinya: tidak setia sampai meninggalkan pelayanan; berhenti dari tubuh Kristus dan dipakai dalam pembangunan tubuh Babel, sampai menggantung diri seperti Yudas Iskariot--terkutuk. Tidak main-main!

    Sebenarnya cukup Yesus yang digantung di kayu salib--sudah menanggung kutukan dan kebinasaan--, tetapi kalau coba-coba menggantung kecapi apapun alasannya, ia akan menggantung diri seperti Yudas sehingga pecah perutnya, artinya: busuk, benar-benar dipermalukan sampai binasa.

    "Ini pelajaran bagi saya sebagai gembala. Setiap besuk orang, kalau dia tanya: bagaimana saya bisa ibadah? Wah...rasanya...bagaimana saya sebagai gembala kalau tidak ibadah? Tadi saya di jalan hanya berdoa: Tuhan, tolong! Bagaimana caranya? Saya biasa di Medan, kalau pesawatnya terlambat, setel rekaman dulu, nanti saya lanjutkan. Dulu waktu masih naik pesawat yang waktunya lama. Sekarang sudah normal. Tadi ini saya salah pilih jalan. Dipikir terlalu padat, lewat ke Nongkojajar, gunung. Akhirnya, ya begini ceritanya. Sudah ketakutan naik-naik, masih terlambat datang juga. Mohon maaf sebesar-besarnya."

    Kita semua harus kuat, jangan berhenti apapun alasannya! Apalagi ada contoh-contoh kesaksian, apakah kita tidak takut? Orang yang sudah begitu, masih mau ibadah.

    "Ada yang tidak bisa datang karena kakinya sudah tidak bisa berjalan, dia katakan: Saya dengarkan internet di mana saja. Beribadah terus."

    Bagi kita yang masih sehat ini benar-benar ngeri.


  3. Yesaya 44: 5
    44:5. Yang satu akan berkata: Aku kepunyaan TUHAN, yang lain akan menyebut dirinya dengan nama Yakub, dan yang ketiga akan menuliskan pada tangannya: Kepunyaan TUHAN, dan akan menggelari dirinya dengan nama Israel."

    Hasil ketiga: Yakub jadi Israel= Roh Kudus mengadakan mujizat rohani; pembaharuan hidup, dari pendusta jadi pemenang, artinya: tidak boleh berdusta hari-hari ini. Kita belajar. Jujur!

    Tadi, Wahyu 22: 1, sungai air kehidupan jernih bagaikan kristal, artinya: jujur dan percaya, termasuk taat--iman yang tulus ikhlas.
    Ini manusia baru. Kalau masih berdusta, berarti masih manusia lama.

    Maka mujizat jasmani juga akan terjadi.
    Sudah ada contoh Lazarus mati empat hari, Tuhan katakan: Angkat batu itu: Jangan, Tuhan!: kalau engkau percaya, engkau akan melihat kemuliaan Allah. Jujur semua akui semua kebusukan, dan percaya. Itu mengulurkan tangan dan Tuhan akan mengulurkan tangan Roh Kudus untuk mengadakan mujizat jasmani.

    Lazarus bangkit, berarti yang mustahil menjadi tidak mustahil. Sampai kalau Yesus datang kembali kedua kali, kita diubahkan jadi sempurna seperti Dia, layak untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba dengan sorak sorai: Haleluya, sampai masuk Yerusalem baru; kota yang jernih bagaikan kristal.

    Wahyu 21: 11
    21:11. Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.

    Kita selamanya di sana.

Kita butuh Roh Kudus, tidak bisa tanpa Roh Kudus. Mulut ini buas karena kita tidak pernah puas. Mari, biar Roh Kudus memuaskan kita, sehingga di rumah tangga kita bisa merasakan kepuasan, di dalam ibadah saling mendukung, tidak ada iri, tetapi saling menanggung semua.
Di dunia ini menghadapi apapun kita tetap dalam kebahagiaan sorga, sampai Tuhan mengadakan mujizat-mujizat.

Dalam keadaan daging lemah, kita terus menyembah, Roh Kudus mudah untuk masuk.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top