English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 09 Agustus 2015 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Matius 19:1-30 adalah pekerjaan maut yang mengintai sepanjang umur hidup manusia.
Penyerahan anak...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Januari 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.
Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, bahagia...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 20 Februari 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:28-36 tentang Yesus dimuliakan di atas...

Ibadah Raya Surabaya, 19 April 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 06 April 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 10-13 => menyembuhkan orang sakit pada...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 24 Oktober 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:22 tentang arah pengikutan kepada Yesus,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 09 Juli 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:57-62 tentang hal mengikut Yesus.
Lukas...

Ibadah Doa Surabaya, 11 Mei 2011 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa
2 Tawarikh 20: 1-3, 12
20:1. Setelah itu bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 November 2011 (Senin Sore)
Matius 26:
ay. 57-68= SAKSI DAN KESAKSIAN.
Kalau kita sebagai gereja Tuhan tidak mau bersaksi, kita akan menyangkal Tuhan.

Kita sudah mempelajari 2...

Ibadah Raya Surabaya, 05 Juni 2016 (Minggu Sore)
Ibadah Penyerahan Anak

Rut 2: 8-10
2:8. Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: "Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi...

Ibadah Doa Surabaya, 05 Maret 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Doa Siang Surabaya, 23 Oktober 2016 (Minggu Siang)
Yohanes 20: 21-22
20:21. Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Agustus 2015 (Senin Sore)
Bersamaan dengan penataran imam-imam dan calon imam V

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 Oktober 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 29 Juni 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 Juli 2014 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Malam ini kita membaca Wahyu 1: 20.

Wahyu 1: 20
1:20 Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat."

Di sini, Rasul Yohanes menerima pembukaan rahasia Firman Allah tentang tujuh bintang dan tujuh kaki dian emas.

Bintang = malaikat sidang jemaat ("ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat") = gembala dalam sidang jemaat.

Gembala menjadi BINTANG dalam sidang jemaat jika gembala menyinarkan terang yang menyinari sidang jemaat = menjadi teladan didalam sidang jemaat.

Gembala menjadi teladan bagi sidang jemaat, terutama menjadi teladan iman bagi sidang jemaat. Praktek teladan iman adalah

  • hidup didalam kebenaran.
    Iman adalah kebenaran. Dimulai dari secara pribadi, nikah, keuangan, KTP benar, sampai semuanya harus benar.


  • berpegang teguh pada satu firman pengajaran benar, yang sudah menjadi pengalaman hidup.

Kalau gembala menjadi bintang, maka sidang jemaat berada dalam keadaan bahagia, tidak ada ketakutan, tidak tersandung dengan dosa-dosa dan lain-lain.

Gembala menjadi MALAIKAT dalam sidang jemaat, jika:

  1. gembala menyediakan roti malaikat = manna dari langit/dari surga, bukan dari dunia.

    Roti = firman Allah. Malaikat = gembala. Roti malaikat adalah firman penggembalaan. Firman penggembalaan (pembukaan rahasia firman) itu berasal dari surga. Tidak bisa dipelajari di sekolah Alkitab manapun.


  2. gembala menaikkan doa penyahutan dalam sidang jemaat untuk menjaga keselamatan sidang jemaat (domba-domba).


  3. gembala memperhatikan sidang jemaat sesuai kebutuhannya.
    Ada sidang jemaat yang sangat membutuhkan akan dibesuk, dikunjungi dan diperhatikan.

Jika gembala menjadi bintang dan malaikat dalam sidang jemaat, maka gembala berada dalam tangan kanan Tuhan. Artinya, tidak jatuh, tidak gugur, bahkan dipermuliakan oleh Tuhan.

WASPADA! Sebab ada iblis yang menyamar menjadi malaikat terang.

Iblis yang menyamar menjadi gembala, ciri-cirinya adalah

  1. tidak bisa dan tidak setia memberi makan sidang jemaat.
  2. tidak bisa menjadi teladan bagi sidang jemaat.
  3. tidak bisa menjadi penjaga bagi sidang jemaat.

Kalau gembala berada dalam tangan kanan Tuhan = tidak jatuh, tidak gugur, dan dipermuliakan, maka:

  • sidang jemaat juga berada dalam tangan kanan Tuhan = tidak jatuh, tidak gugur dan dipermuliakan;
  • sidang jemaat mengalami hadirat Yesus sebagai Imam Besar = tidak kering rohani, tetapi mengalami kepuasan Surga;
  • sidang jemaat mengalami pekerjaan Firman penggembalaan bagaikan bunyi sangkakala yang menyucikan dan mengubahkan sidang jemaat sampai ditampilkan sebagai tujuh kaki dian emas = Gereja Tuhan yang sempurna/Mempelai Wanita Surga.

Bagian di atas sudah diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 06 Juli 2014.
Rasul Yohanes menerima pembukaan rahasia Firman Allah mengenai hubungan seorang gembala dengan sidang jemaat. Jika gembala adalah bintang dan malaikat = berada dalam tangan kanan Tuhan, maka sidang jemaat ditampilkan sebagai tujuh kaki dian emas = gereja Tuhan yang sempurna/Mempelai Wanita Surga.

Doakan kami para gembala, sebab sangat menentukan. Oleh sebab itu kalau bukan panggilan dari Tuhan, jangan coba-coba masuk sekolah Alkitab untuk menyerah menjadi hamba Tuhan. Sebab nanti hanya akan menjadi iblis yang menyamar menjadi malaikat terang.

Kesaksian:
"Salah satu pesan Bapak Pdt. Pong yang terakhir. Ada satu murid yang membuka gereja di Surabaya. Pesan beliau kepada saya hanya satu, "Pak Wi, bantulah dia supaya jangan menjadi manager, tetapi menjadi gembala".
Capek saya mencari-cari gerejanya, diusir ke sana, pindah lagi ke sana. Tetapi sayang, setelah Om Pong meninggal, orangnya tidak mau dibantu lagi, ya sudah, tugas saya selesai.
"

Malam ini kita akan membahas tentang KAKI DIAN EMAS.

Keluaran 25: 31-32
25:31 "Haruslah engkau membuat kandil dari emas murni; dari emas tempaan harus kandil itu dibuat, baik kakinya baik batangnya; kelopaknya -- dengan tombolnya dan kembangnya -- haruslah seiras dengan kandil itu.
25:32 Enam cabang harus timbul dari sisinya: tiga cabang kandil itu dari sisi yang satu dan tiga cabang dari sisi yang lain.

Kaki dian emas/kandil terdiri dari tiga bagian besar:

  1. kaki,
  2. batang,
  3. cabang.

Pelita Emas

KAKI = dasar
Ini menunjuk pendirian yang kuat dari hamba Tuhan/anak Tuhan/Gereja Tuhan.

Efesus 2: 19-20
2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,
2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

Ada dua macam dasar:

  1. Yesus sebagai Batu Penjuru.
    Yesus adalah batu yang indah, tetapi dibuang oleh tukang bangunan.

    1 Petrus 2: 6-7
    2:6 Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."
    2:7 Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan."

    Batu penjuru = Yesus yang mati di kayu salib/Kurban Kristus = korban pendamaian.

    Jika kita memiliki dasar korban Kristus, maka kita bisa berdamai satu dengan yang lain = saling mengaku dan saling mengampuni, yaitu:


    • mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
    • mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.


    Maka dosa kita diselesaikan oleh darah Yesus dan kita memiliki hati damai sejahtera/hidup damai sejahtera.


  2. dasar para rasul dan para nabi.
    Para nabi = perjanjian lama.
    Para rasul = perjanjian baru.

    Jadi, dasar yang kedua adalah Alkitab/Firman pengajaran yang benar.

Jadi, kebaktian pendalaman Alkitab (pengajaran benar) dan perjamuan suci (kurban Kristus) semacam ini adalah membangun dasar yang kuat bagi gereja Tuhan. Kalau tanpa pengajaran benar dan kurban Krisrus, maka gereja Tuhan pasti jatuh, gugur, tidak tahan uji dan binasa selamanya.

Praktek memiliki/berdiri di atas korban Kristus dan pengajaran benar:

  1. Matius 5: 37
    5:37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

    Praktek berdiri di atas korban Kristus dan pengajaran benar yang pertama adalah jujur.
    Dimulai dari jujur soal pengajaran benar (soal Tuhan). Jika ya katakan 'ya', tidak katakan 'tidak'. Baru kita bisa jujur dalam segala hal, apapun resikonya.


  2. Matius 7: 21-23
    7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
    7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
    7:23 Pada waktu itulah Aku akan
    berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

    Praktek berdiri di atas korban Kristus dan pengajaran benar yang kedua yaitu taat dengar-dengaran pada pengajaran benar.

    Kalau tidak taat, sekalipun ibadah pelayanannya kelihatan hebat, tetapi tidak sesuai dengan pengajaran benar, maka sama dengan pembuat kejahatan dan akan diusir oleh Tuhan = tidak diakui, tidak dikenal oleh Tuhan dan binasa selamanya.

Hasil kalau jujur dan taat:

  • tidak goyah/tidak roboh menghadapi apapun juga = tahan uji.
  • Hagai 2: 19-20
    2:19 Perhatikanlah mulai dari hari ini dan selanjutnya -- mulai dari hari yang kedua puluh empat bulan kesembilan. Mulai dari hari diletakkannya dasar bait TUHAN perhatikanlah
    2:20 apakah benih masih tinggal tersimpan dalam lumbung, dan apakah pohon anggur dan pohon ara, pohon delima dan pohon zaitun belum berbuah? Mulai dari hari ini Aku akan memberi berkat!"

    Hasil kedua adalah mulai hari ini Tuhan akan mencurahkan/memberikan berkat dari Surga, baik berkat secara jasmani maupun berkat rohani.


  • Wahyu 12: 1
    12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

    Hasil ketiga adalah Gereja Tuhan berdiri di atas bulan yang berwarna merah = penebusan oleh darah Yesus. Kita tidak akan terkalahkan oleh apapun, sampai mautpun tidak bisa mengalahkan kita dan kita tidak akan pernah jatuh.
    Semua dosa sudah ditebus oleh Darah Yesus, sehingga kita mendapatkan pakaian putih berkilauan (matahari, bulan dan bintang) = PAKAIAN MEMPELAI (Wahyu 19: 8).

BATANG = pokok

Adalah pribadi Yesus yang menjadi teladan.
Kita harus meneladani pribadi Yesus supaya menjadi teladan bagi sesama. Baik sesama dalam rumah tangga, penggembalaan, terang di depan semua orang, dan di mana saja kita menjadi teladan.

1 Petrus 2: 21-25
2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
2:22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
2:23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah
mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.
2:25 Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada
gembala dan pemelihara jiwamu.

Teladan apa yang harus kita ikuti? Kita harus meneladani jejak Yesus.
Yaitu:

  1. [ayat 21-24] Mengikuti jejak kematian dan kebangkitan.

    Jejak kematian = mati terhadap dosa/bertobat.
    Jejak kematian seringkali diidentikkan dengan miskin, tidak bisa makan, dan lain-lain. Kalau miskin tetapi berbuat dosa, bukan kematian.
    Yang benar, sekalipun miskin atau kaya, tetapi tidak berbuat dosa, itulah jejak kematian.

    Mati terhadap dosa/bertobat artinya:


    • tidak berbuat dosa,
    • tidak ada dusta,
    • tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi membalas kejahatan dengan kebaikan.


    Jejak kebangkitan = hidup untuk kebenaran/hidup dalam kebenaran.
    Kalau tidak benar, maka belum bangkit.
    Biarlah apa yang tidak benar, malam ini kita buang.
    Sebab, kalau tidak benar, kita tidak berada pada jejak Yesus = sesat.

    Contoh: mempertahankan pekerjaan yang tidak benar, studi tidak benar (masih menyontek), identitas diri belum benar.

    Kalau ikut jejak kematian dan kebangkitan Tuhan, hasilnya: kita mengalami kuasa bilur-bilur Tuhan untuk menyembuhkan kita secara lahir dan batin = menyembuhkan penyakit secara jasmani dan rohani, sehingga kita sehat jasmani, sehat rohani (hidup benar, tidak berbuat dosa), sehat nikah, sehat ekonomi, semua sehat.


  2. 1 Petrus 2: 25
    2:25 Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

    Teladan yang kedua yaitu kita harus menjadi domba -domba yang tergembala dengan benar dan baik.
    Artinya:


    • tergembala pada Firman pengajaran benar (pribadi Yesus).
    • selalu berada di kandang penggembalaan (Ruangan Suci) = ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


      1. Pelita Emas: ketekunan dalam ibadah Raya = persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-karunia-Nya.
      2. Meja Roti Sajian: ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan perjamuan suci = persekutuan dengan Allah Anak di dalam Firman pengajaran dan Korban Kristus.
      3. Mezbah Dupa Emas: ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan = persekutuan dengan Allah Bapa dalam kasih-Nya.


    Di dalam kandang penggembalaan kita mengalami:


    • kekuatan ekstra, sehingga kita rela sengsara daging bersama Yesus.
    • penyucian tubuh, jiwa dan roh kita oleh Allah Tritunggal.
      Oleh sebab itu disebut tiga macam ibadah, karena kita terdiri dari tubuh, jiwa dan roh.
      Dengan demikian, kita bisa dipakai oleh Tuhan untuk melayani Tuhan.


    1 Petrus 5: 1-3
    5:1 Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak.
    5:2 Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.
    5:3 Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu
    menjadi teladan bagi kawanan domba itu.

    Ciri-ciri pelayanan dalam sistem penggembalaan yang benar:


    • rela menderita/sengsara daging bersama Yesus = menjadi saksi penderitaan Kristus.
    • pelayanan dengan sukarela, tidak terpaksa, tidak mencari keuntungan, tetapi hanya pengabdian diri = tidak punya hak, tetapi hanya melakukan kewajiban = doulos.
      Kewajiban kita hanya memuliakan dan mengagungkan Tuhan lewat pelayanan.

      Jangan takut! Sebab hak dan upah kita ada di dalam tangan Tuhan.


    • kita harus menjadi teladan bagi sesama, bukan memerintah.
      Mulai dari seorang gembala menjadi teladan bagi domba-domba. Domba-domba menjadi teladan bagi domba-domba yang lain.

      Menjadi teladan = pelita yang bersinar. Kalau ada pelita terus menyinari orang yang datang dalam kegelapan, lama-lama orang tersebut akan menjadi terang juga.

      1 Timotius 4: 12
      4:12 Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

      Kita menjadi teladan, terutama dalam lima keteladanan:


      1. teladan dalam perkataan,
      2. teladan dalam tingkah laku,
      3. teladan dalam kasih,
      4. teladan dalam kesetiaan,
      5. teladan dalam kesucian.


      Lima keteladanan menunjuk lima luka Yesus di kayu salib = untuk menjadi pelita yang bercahaya, kita harus meneladani sengsara Yesus (seperti pelita yang dibuat dari emas tempaan).

      [ayat 12] Seorang muda harus belajar menjadi teladan. Terlebih lagi kita yang tua/sudah lama dalam Firman pengajaran, harus sudah menjadi teladan.

      1 Petrus 5: 4
      5:4 Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

      Hasil kalau menjadi teladan
      adalah kita mendapat makhota kemuliaan yang tidak dapat layu = MAHKOTA MEMPELAI.

      'mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu', artinya kita harus tetap setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, juga pelayanan kita dalam nikah rumah tangga.

CABANG
Ada enam cabang keluar dari pokok.

Keluaran 25: 32
25:32 Enam cabang harus timbul dari sisinya: tiga cabang kandil itu dari sisi yang satu dan tiga cabang dari sisi yang lain.

Angka enam = angka manusia (manusia diciptakan pada hari ke-6).
Enam cabang menunjuk manusia yang ada kaitan/hubungan dengan pokok anggur yang benar (pribadi Yesus).

Cabang harus melekat pada pokok (pribadi Yesus).
Artinya: manusia yang ada persekutuan dengan Yesus di dalam kesucian dan kesetiaan.
Suci dan setia tidak bisa dipisahkan. Kalau suci pasti setia. Kalau tidak suci, pasti tidak setia = menjadi cabang yang kering, mati, tidak bisa berbuah = pelita padam.
Begitu juga kalau tidak setia, pasti akan mengarah pada perkara yang tidak suci.
Akibatnya: tertinggal saat Yesus datang kedua kali dan binasa.

Tiap cabang terdiri dari tiga rangkaian kelopak, tombol dan bunga.

Pelita Emas

Keluaran 25: 33
25:33 Tiga kelopak yang berupa bunga badam pada cabang yang satu -- dengan tombol dan kembangnya -- dan tiga kelopak yang serupa pada cabang yang lain -- dengan tombol dan kembangnya --; demikianlah juga kaubuat keenam cabang yang timbul dari kandil itu.

Jadi. satu cabang sama dengan 3 x 3 = 9 unit.
Angka sembilan menunjuk:

  1. sembilan karunia Roh Kudus,
  2. sembilan jabatan pelayanan,
  3. sembilan perbuatan kasih,
  4. sembilan buah Roh.

Jika kita menjadi cabang yang suci dan setia, maka menghasilkan 4 x 9. Ini yang membawa gereja Tuhan masuk dalam kesempurnaan Mempelai Wanita.

Hati-hati! Waktu Israel keluar dari Mesir menuju Kanaan, kota Yerikho yang hebat bisa dihancurkan. Tetapi di kota Ai yang kecil, terjadi kekalahan. Tiga puluh enam (4 x 9) orang mati.

Yosua 7: 5
7:5 Sebab orang-orang Ai menewaskan kira-kira tiga puluh enam orang dari mereka; orang-orang Israel itu dikejar dari depan pintu gerbang kota itu sampai ke Syebarim dan dipukul kalah di lereng. Lalu tawarlah hati bangsa itu amat sangat.

Dalam kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna, setan memakai kota Ai (roh reruntuhan) untuk menghancurkan 4 x 9 yaitu karunia Roh Kudus, jabatan pelayanan, perbuatan kasih dan buah Roh.

Apa itu roh reruntuhan?:

  1. dosa Akhan = hati yang diikat oleh keinginan akan uang, sehingga menjadi kikir dan serakah.
    Kikir: tidak bisa memberi.
    Serakah: merampas haknya Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusus) dan hak sesama.

    Uang adalah perkara kecil bagi Tuhan. Tetapi kalau ada dosa Akhan, maka bisa meruntuhkan seorang hamba Tuhan/pelayan Tuhan.


  2. Amsal 11: 11
    11:11 Berkat orang jujur memperkembangkan kota, tetapi mulut orang fasik meruntuhkannya.

    Roh reruntuhan adalah perkataan yang tidak benar (mulut orang fasik). Yaitu dusta, gosip yang tidak benar, fitnah, dan lain-lain.

Akibatnya: runtuh = tawar hati dan kecewa, tinggalkan ibadah pelayanan sampai binasa selamanya.

Contoh hamba Tuhan yang runtuh adalah Yudas Iskariot. Yudas runtuh karena tidak sungguh-sungguh, sehingga menjadi antikris. Dia mempertahankan dusta dan keinginan akan uang.

Matius 26: 23, 25
26:23 Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.
26:25 Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."

'Bukan aku' = Yudas mempertahankan dusta, menuduh sebelas murid yang lain, bahkan menuduh Yesus.

Sebenarnya saat menerima Firman pengajaran dan perjamuan suci adalah saat yang menentukan bagi Yudas, apakah dia runtuh atau dipakai Tuhan.

Demikian juga dengan kita, saat menerima Firman pengajaran dan perjamuan suci, itu menentukan apakah kita runtuh atau dipakai Tuhan dan berbuah-buah sampai berbuah -buah Roh. Oleh sebab itu kita harus sungguh-sungguh.

Yohanes 13: 27
13:27 Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera."

Tetapi Yudas mengeraskan hati, dia menolak Firman pengajaran benar dan perjamuan suci sehingga kerasukan setan, menjadi sama dengan antikris, terpisah dengan Tuhan selamanya = binasa selamanya.

Rasul Yohanes mau menerima pekerjaan Firman pengajaran benar dan perjamuan suci, menyucikan hati (hanya mengasihi Tuhan) dan mulutnya (mulut hanya menyembah Tuhan) bahkan seluruh hidupnya, sehingga bisa bersandar di dada Tuhan.

Yohanes 13: 23
13:23 Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.

Bersandar di dada Tuhan= seperti bayi yang menangis berada dalam pelukan tangan kasih Tuhan.

Yesaya 49: 14-16
49:14 Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
49:15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
49:16 Lihat,
Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

Yohanes bersandar di dada Tuhan, sehingga mengalami pelukan tangan kasih Tuhan.
Artinya: Tuhan selalu mengingat, mempedulikan, memperhatikan dan bergumul bersama kita.

Hasilnya:

  1. Tangan kasih Tuhan menentukan hidup-mati kita.
    Artinya:


    • Tangan kasih Tuhan sanggup memelihara kehidupan kita sekalipun tidak berdaya, sulit dan mustahil.
    • Tangan kasih Tuhan sanggup memberikan masa depan yang indah, berhasil dan bahagia.
    • Tangan kasih Tuhan sanggup memakai kehidupan kita dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

      Kesaksian:
      "Jangankan mau diutus kemana-mana, untuk kotbah di Malang dan Surabaya pun, kalau bukan tangan kasih Tuhan yang memakai, saya tidak mampu. Saya teringat pertama kali ke Medan, saya ingat Om Pong waktu pertama kali ke India, Om Pong menangis. Beliau teringat kalau masih ada Om Yo, tentunya enak, beliau tinggal ikut saja. Saya juga, waktu di Medan saya tidak berani lihat orang. Saya juga menangis, kalau masih ada Om Pong kan enak, saya tinggal bawakan tasnya saja. Itu memang kepercayaan Tuhan kepada kita. Kita memang bayi, tetapi tangan Tuhan yang memakai kita semua."


  2. Tangan kasih Tuhan sanggup memandikan/membaharui kita (mujizat rohani).
    Zefanya 3: 17
    3:17 TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,

    Tangan kasih Tuhan sanggup membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Tuhan sampai sempurna seperti Dia (berbuah buah Roh) = mulut tidak salah dalam perkataan (Yakobus 3: 2). Kita hanya menyeru 'Haleluya!' = SUARA MEMPELAI.

    Tangan kasih Tuhan juga sanggup melakukan mujizat jasmani = menghapus segala kemustahilan dalam hidup kita.

    Jika Yesus datang kedua kali, kita akan diubahkan menjadi sama mulia dengan Tuhan, kita terangkat ke awan-awan permai dengan sorak 'Haleluya', kita betul-betul bersanding dengan Dia selama-lamanya. Sekarang kita bersandar, tetapi nanti kita akan bersanding dengan Dia selama-lamanya.

Kita hanya bayi. Tuhan yang memperhatikan dan mempedulikan kita. Tuhan bergumul untuk kita dan tangan kasih-Nya siap melakukan segala sesuatu bagi kita sampai kita duduk bersanding dengan Dia selamanya.

Malam ini, mari kita:

  • perbaiki kaki untuk mendapat pakaian mempelai,
  • perbaiki batang (meneladani Yesus, jejak kematian dan kebangkitan serta sungguh-sungguh tergembala dan perbaiki pelayanan) sampai mendapatkan mahkota mempelai.


  • perbaiki cabang sampai suci dan setia (hati dan mulut disucikan) sampai kita hanya berseru 'Haleluya' (suara mempelai).

Pakaian ada, mahkota ada, dan suara juga ada, sudah cukup dan kita naik ke awan-awan untuk bersanding dengan Dia selama-lamanya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top