English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 03 Januari 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang sidang jemaat Laodikia,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 November 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 18 Februari 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangNya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7 dalam Tabernakel menunjuk suatu alat yaitu Buli-Buli...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Desember 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:31-34, 41
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan...

Ibadah Doa Malang, 24 Mei 2011 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha

Matius 7:15
7:15. "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 April 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 02 April 2013 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20...

Ibadah Raya Malang, 31 Mei 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:1-6 adalah tentang sidang jemaat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 05 November 2009 (Kamis Sore)
Nubuat ke-7 tentang hukuman atas dunia saat kedatangan Yesus kedua kali.

Matius...

Ibadah Doa Malang, 15 Mei 2012 (Selasa Sore)
Matius 27 dalam susunan tabernakel terkena pada 7 percikan darah di atas tabut perjanjian.
Sekarang...

Ibadah Raya Surabaya, 06 November 2016 (Minggu Siang)
Ibadah Penyerahan Anak

Mazmur 144: 12a
144:12a. Semoga anak-anak lelaki kita seperti tanam-tanaman yang tumbuh menjadi besar pada waktu mudanya;

Pada siang...

Ibadah Raya Surabaya, 13 Februari 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 6-7
26:6. Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta,
26:7. datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Desember 2014 (Kamis Sore)
Siaran tunda dari Ibadah Kunjungan di Batam.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Yohanes...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 14 Maret 2017 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 6 tentang kebenaran Allah: ada pribadiNya,...

Ibadah Doa Malang, 08 Februari 2011 (Selasa Sore)
Matius 26 menunjuk pada BULI-BULI EMAS BERISI MANNA.

Buli-buli emas artinya...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 08 November 2020 (Minggu Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 12:2
12:2. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.

'Ia sedang mengandung' artinya gereja Tuhan mengandung perkara rohani/ kekal yang merupakan kualitas dari gereja Tuhan, yaitu:
  1. Buli-buli emas berisi manna = firman Allah/ iman yang permanen, sama dengan iman dan perbuatan iman.
  2. Tongkat Harun yang bertunas, berbunga, dan berbuah = pengharapan/ Roh Kudus yang permanen, sama dengan pengharapan dan perbuatan pengharapan (kesucian).
  3. Dua loh batu = kasih yang permanen, sama dengan kasih dan perbuatan kasih (kesempurnaan).
Inilah kualitas dari gereja Tuhan, sehingga gereja Tuhan tahan menghadapi angin dan gelombang di tengah lautan dunia sampai menghadpai kedatangan Yesus kedua kali. Kita bersama Dia selamanya.

Kandungan gereja Tuhan didapatkan di dalam kandang penggembalaan (ruangan suci), yaitu ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:
  1. Meja roti sajian = ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci, persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan korban Kristus.
    Ini akan menghasilkan iman dan perbuatan iman (buli-buli emas berisi manna).

  2. Pelita emas = ketekunan dalam ibadah raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
    Ini akan menghasilkan pengharapan dan kesucian (tongkat Harun yang bertunas, berbunga, dan berbuah).

  3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa, persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.
    Ini akan menghasilkan kasih yang sempurna (dua loh batu).

Kalau tidak tergembala, hidup kita tidak akan ada isinya. Ini yang bahaya.

Jika gereja Tuhan tidak tergembala, gereja Tuhan akan mengandung yang lain, yaitu benih ular beludak.

Yesaya 59:1-5

59:1. Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
59:2. tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
59:3. Sebab tanganmu cemar oleh darah dan jarimu oleh kejahatan; mulutmu mengucapkan dusta, lidahmu menyebut-nyebut kecurangan.
59:4. Tidak ada yang mengajukan pengaduan dengan alasan benar, dan tidak ada yang menghakimi dengan alasan teguh; orang mengandalkan kesia-siaan dan mengucapkan dusta, orang mengandung bencana dan melahirkan kelaliman.
59:5. Mereka menetaskan telur ular beludak, dan menenun sarang laba-laba; siapa yang makan dari telurnya itu akan mati, dan apabila sebutir ditekan pecah, keluarlah seekor ular beludak.

'Tidak ada yang mengajukan pengaduan dengan alasan benar' = mencari alasan untuk menyalahkan yang lain.

Benih ular beludak = benih dosa sampai dusta.
Kalau kandungannya benih ular beludak, ia akan menjadi keturunan ular beludak yang mengalami kutukan dan kebinasaan.

Sekarang gereja Tuhan juga bisa menjadi keturunan ular beludak.
Matius 3:7-9
3:7. Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?
3:8. Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.
3:9. Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!

'orang Farisi dan orang Saduki' = umat pilihan Tuhan/ keturunan Abraham tetapi bisa jadi keturunan ular beludak.
Sebaliknya, bangsa kafir yang memang keturunan ular beludak (batu keras) bisa menjadi keturunan Abraham lewat percaya Yesus, bertobat, dan masuk baptisan air yang benar. Ini yang menentukan isi dari kandungan gereja Tuhan.

Bertobat = berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan/ mati terhadap dosa.
Iman yang benar adalah rem supaya tidak berbuat dosa.
Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat, mati terhadap dosa, harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit keluar dari dalam air bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/ hidup Sorgawi, yaitu hati nurani yang baik. Ini adalah tempatnya benih dari Sorga, itulah firman, Roh Kudus, dan kasih (iman, pengharapan, dan kasih).

Kalau hati nurani baik, tidak akan sulit untuk menggembalakan dan digembalakan.
Karena itu baptisan air bukan simbol, tetapi menentukan kita menjadi keturunan Abraham atau ular beludak.

Kisah Rasul 28:2-3
28:2. Penduduk pulau itu sangat ramah terhadap kami. Mereka menyalakan api besar dan mengajak kami semua ke situ karena telah mulai hujan dan hawanya dingin.
28:3. Ketika Paulus memungut seberkas ranting-ranting dan meletakkannya di atas api, keluarlah seekor ular beludak karena panasnya api itu, lalu menggigit tangannya.

Dari sini bisa disimpulkan dua hal tentang ular beludak yang harus kita ketahui:
  1. Ular beludak aktif bergerak pada musim dingin/ akhir zaman.
    Yang menjadi sasaran ular adalah kehidupan yang kasihnya menjadi dingin, artinya tidak mengasihi Tuhan (tidak taat dan setia), dan tidak mengasihi sesama mulai dari dalam nikah. Kalau dibiarkan, akan membalas kebaikan dengan kejahatan seperti setan.

    Kalau sudah jadi sasaran ular beludak, akan sulit menerima benih firman sampai imannya habis. Hati-hati!
    Di dalam penggembalaan jangan saling membenci.

  2. Ular beludak bersembunyi di ranting-ranting.
    Ranting menunjuk pada manusia daging/ kegiatan dosa.
    Kalau mempertahankan dosa, di situ tidak ada benih firman tetapi benih ular beludak yang ada.

    Apa isi dari manusia daging? Lima dosa utama, tempat di mana ular beludak bermain.

    1 Petrus 2:1

    2:1. Karena itu buanglah segala kejahatan(1), segala tipu muslihat(2) dan segala macam kemunafikan(3), kedengkian(4) dan fitnah(5).

    Kejahatan = akar kejahatan = cinta akan uang, sehingga tidak ada kasih pada Tuhan dan sesama. Di situlah permulaan dari benih ular beludak.

    Kedengkian = iri, benci sampai kebencian tanpa alasan. Orang benar dibenci tetapi orang yang bersalah dibela-bela.
    Contoh: kakak-kakak Yusuf terhadap Yusuf.

    Fitnah = benar jadi salah dan sebaliknya, sampai menghujat, ajaran benar dikatakan salah, yang salah dikatakan benar. Ini adalah buah dosa, yaitu maut. Dia benar-benar sudah menjadi keturunan ular beludak yang terkutuk dan binasa.

Oleh karena itu, Yesus rela mati di kayu salib dengan lima luka utama untuk membebaskan kita dari lima tempat tumbuhnya ular beludak. Dia mati untuk meremukkan kepala ular.

Tadi, ular beludak menggigit tangan Paulus yang mengakibatkan:
  1. Bengkak.
    Kisah Rasul 28:5-6
    28:5. Tetapi Paulus mengibaskan ular itu ke dalam api, dan ia sama sekali tidak menderita sesuatu.
    28:6. Namun mereka menyangka, bahwa ia akan bengkak atau akan mati rebah seketika itu juga. Tetapi sesudah lama menanti-nanti, mereka melihat, bahwa tidak ada apa-apa yang terjadi padanya, maka sebaliknya mereka berpendapat, bahwa ia seorang dewa.

    Bengkak artinya kesombongan (hatinya bengkak).
    Praktiknya adalah menghina firman yang benar.

    Bilangan 21:4-6
    21:4. Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan.
    21:5. Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak."
    21:6. Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati.

    'tidak dapat lagi menahan hati' = hatinya bengkak.
    'akan makanan hambar ini kami telah muak' = muak terhadap firman penggembalaan/ firman pengajaran yang benar yang diulang-ulang terutama yang menunjukkan dosa-dosa.

    Kalau sombong, ia akan menolak firman. Ia marah jika ditegor dosanya dan dinasihati.
    Tetapi kalau rendah hati, ia akan berusaha untuk lepas dari dosa.

    Mengapa hatinya bengkak? Karena mempertahankan dosa-dosa sampai puncaknya dosa, sehingga menolak firman pengajaran yang benar. Di mana ranting-ranting dipertahankan, di situlah ular beludak sembunyi. Ia hidup menurut kata hatinya sendiri atau kata orang, bukan kata Tuhan.
    Akibatnya adalah hidupnya terlepas dari rel. Semakin ia hebat, semakin hebat kerusakannya.

    Juga ada kepala/ pikiran bengkak, artinya mudah bangga saat dipuji, tetapi gampang kecewa saat dihina. Ini sama dengan mati rohani.
    Kalau ada benih firman, Roh Kudus, dan kasih, kita akan selalu mengucap syukur apa pun yang kita hadapi.

  2. Disentri dan demam.
    Kisah Rasul 28:8
    28:8. Ketika itu ayah Publius terbaring karena sakit demam dan disentri. Paulus masuk ke kamarnya; ia berdoa serta menumpangkan tangan ke atasnya dan menyembuhkan dia.

    • Disentri = penyakit perut.
      Artinya perutnya dipagut ular.

      Filipi 3:18-19
      3:18. Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
      3:19. Kesudahan mereka ialah kebinasaan,
      Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.

      Ber-Tuhan-kan perut artinya hidup, melayani, menikah, bekerja dan sebagainya seenak perutnya sendiri. Ini sama dengan menolak salib, yaitu memilih yang enak bagi daging sekalipun bertentangan dengan Tuhan.

      Praktik menolak salib:
      1. Pikirannya hanya tertuju pada perkara jasmani.

      2. Mempertahankan dosa sampai puncaknya dosa ('kemuliaan mereka ialah aib mereka').
        Masalah utama manusia adalah dosa. Dulu manusia jatuh dari taman Eden karena masalah dosa. Ini yang harus diperhatikan hari-hari ini. Jangan bertahan dalam kutukan dosa!

      3. Tetap mempertahankan manusia daging dengan segala keinginan, hawa nafsu, dan tabiatnya, sehingga tidak berubah ke arah manusia rohani.
        Kalau Yesus tidak disalib, Ia tidak akan bangkit dalam kemuliaan.
        Tanpa salib tidak akan ada keubahan.

      Contoh kehidupan yang ber-Tuhan-kan perut adalah Yudas Iskariot yang tetap mempertahankan keinginan akan uang dan dosa mencuri, sekalipun diingatkan berulang-ulang oleh Yesus sendiri.
      Akibatnya adalah perutnya pecah dan isi perutnya terburai keluar (kandungannya benar-benar busuk), dipermalukan sampai binasa selama-lamanya.

      Kisah Rasul 1:18
      1:18. --Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.

      Kalau ikut Yesus hanya untuk mencari perkara jasmani, mungkin kita dapat, tetapi semuanya akan menjadi sia-sia. Yudas menerima uang, tetapi hanya untuk membeli tanah kuburan.

      Mari kita mengejar firman, dan yang lainnya akan datang sendiri.
    • Demam = tidak panas dan tidak dingin.
      Tidak panas = tidak ada panas penyucian, sehingga tidak suci dan pasti tidak setia.
      Tidak dingin = tidak mengalami damai sejahtera, tetapi ada iri hati dan kebencian.

      Tidak panas dan tidak dingin = suam-suam seperti jemaat Laodikia, artinya hidup menurut perasaannya sendiri, tidak peduli perasaan Tuhan dan orang lain.

      Jemaat Laodikia merasa kaya, hebat, dipakai Tuhan dan sebagainya, padahal sebenarnya miskin. Inilah keadaan suam yang tidak mau dikontrol oleh kepala.

      Hati-hati, kadang-kadang juga merasa disakiti, padahal kita yang menyakiti.
      Ini banyak terjadi dalam nikah dan penggembalaan.

      Matius 8:14-15
      8:14. Setibanya di rumah Petrus, Yesuspun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam.
      8:15. Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Iapun bangunlah dan melayani Dia.

      Waktu demam tidak bisa melayani.
      Demam melanda ibu mertua Petrus.
      Ibu mertua Petrus adalah orang yang dipakai untuk mempersiapkan istrinya Petrus. Ini menunjuk pada hamba Tuhan dalam Kabar Mempelai yang mempersiapkan mempelai wanita Sorga.

      Ibu mertua Petrus gambaran dari hamba Tuhan yang sudah lama di dalam Kabar Mempelai, sudah bersaksi tentang Kabar Mempelai, tetapi sekarang demam terhadap Kabar Mempelai, berarti sudah digigit ular beludak.

      Kemudian demam terhadap tahbisan yang benar, artinya merosot dalam ibadah pelayanan, penyembahan, tidak bisa mengembalikan milik Tuhan lagi apalagi memberi untuk sesama.

      Demam juga berarti ada infeksi, artinya ada sesuatu yang tidak beres.
      Mungkin nikah dan buah nikah, pelayanan, pekerjaan, hutang tidak beres, itu artinya kita sudah demam.
      Kalau dibiarkan akan mengalami kutukan dan kebinasaan selamanya.
      Mari datang kepada Tuhan!

Jalan keluarnya adalah 'dengan sepatah kata dan mengulurkan tangan'

Matius 8:15-17

8:15. Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Iapun bangunlah dan melayani Dia.
8:16. Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.
8:17. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita."

  1. Dari pihak Tuhan: Dia berkata 'Sudah selesai', sehingga Ia mengulurkan tangan kepada kita. Tangan belas kasih-Nya sampai kepada kita.

  2. Dari pihak kita: kita juga berkata sepatah kata: 'Ampunilah saya, Tuhan.' Ini sama dengan kita berkata: 'Haleluya.'
    Kita bersseru kepada Tuhan dan mengulurkan tangan kepada Dia. Kita berseru dan berserah kepada Dia. Tangan ketemu Tangan, hati ketemu Hati, dan mulut ketemu Mulut.

    Iman ditambah belas kasih, mujizat akan terjadi. Semua yang belum beres, Tuhan bereskan semua di kayu salib.
    Sampai nanti, kuasa Tuhan menyucikan dan membaharui kita sampai sempurna untuk layak menyambut kedatangan-Nya. Kita masuk Yerusalem baru selama-lamanya.

    Wahyu 21:5-6
    21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."
    21:6. Firman-Nya lagi kepadaku: "
    Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.


Tuhan memberkati.


kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top