English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 18 Februari 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangNya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7 dalam Tabernakel menunjuk suatu alat yaitu Buli-Buli...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 02 Juni 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:2
4:2 Segera aku dikuasai oleh Roh...

Ibadah Paskah Persekutuan II di Hotel Tunjungan Surabaya, 09 Mei 2015 (Sabtu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera,...

Ibadah Paskah Malang, 31 Maret 2013 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Mazmur 23:1
23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Penyerahan anak adalah dengan...

Ibadah Raya Surabaya, 08 Oktober 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Jumat Agung Malang, 30 Maret 2018 (Jumat Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangNya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:1-8 tentang kehidupan yang dimeteraikan, sama...

Ibadah Raya Malang, 21 April 2013 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Wahyu 4:3
4:3 Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis...

Ibadah Raya Surabaya, 15 Januari 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 13 Juni 2018 (Rabu Malam)
Lukas 2: 8
2:8. Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada...

Ibadah Doa Malang, 24 Juli 2012 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III.
...

Ibadah Paskah Persekutuan I di Square Ballroom Surabaya, 31 Mei 2017 (Rabu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Natal di Hotel Tunjungan Surabaya, 25 Desember 2015 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kunjungan di Jakarta II, 24 November 2010 (Rabu Pagi)
Tema "Wahyu 21: 5"
21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan...

Ibadah Raya Surabaya, 15 Maret 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 29-31
= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali:ay. 29= terjadi kegoncangan...

Ibadah Raya Surabaya, 17 Januari 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 29 Mei 2014 (Kamis Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian. Juga selamat merayakan kenaikkan Tuhan, kiranya Tuhan selalu memberkati kita semuanya.

Kita kembali pada tema kita hari-hari ini di dalam kitab Wahyu 1: 17-18.

Wahyu 1: 17-18
1:17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
1:18 dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut

Rasul Yohanes tersungkur di kaki Tuhan = menyembah dengan hancur hati, sehingga mengalami jamahan tangan kanan Tuhan dan Rasul Yohanes menerima tiga hal:

  1. 'Jangan takut!' = tidak ada lagi ketakutan (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 11 Mei 2014).
  2. 'Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir' (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 19 Mei 2014).

    "Yang Awal" adalah kasih mula-mula.
    "Yang Akhir" adalah kasih mempelai (puncaknya kasih). Jadi, "Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir" = menerima kasih Allah.


  3. [ayat 18] 'Aku Yang Mati dan Yang Hidup' = menerima kuasa kemenangan atas maut (mulai diterangkan dari Ibadah Raya Surabaya, 25 Mei 2014).


Pagi nii, kita masih mempelajari bagian ketiga 'AKU YANG MATI DAN YANG HIDUP'.

'Aku Yang Mati' menunjuk Yesus yang mati di kayu salib.
'Aku Yang Hidup' menunjuk Yesus yang sudah bangkit.

Jadi, Yesus mati dan bangkit untuk mengalahkan maut/menang atas maut = memegang kunci kerajaan maut = menutup pintu kerajaan maut bagi kita semuanya, supaya kita tidak binasa. Dan kalau Dia menutup pintu kerajaan maut, maka Dia sekaligus membuka pintu kerajaan Surga (Dia mempunyai kunci kerajaan Surga) bagi kita semuanya, supaya kita menerima hidup kekal.

Pagi ini kita memperingati Yesus yang naik. Setelah mati, bangkit lalu Yesus naik ke Surga untuk menutup pintu kerajaan maut dan membuka pintu Surga bagi kita.
Pagi ini, kita belajar tentang KUNCI.

Yohanes 14: 1-3
14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab
Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.

'
Aku pergi ke situ' artinya Yesus yang naik ke Surga.
Jadi, sekarang kita memperingati kenaikkan Yesus ke Surga. Yesus naik ke Surga untuk membuka pintu kerajaan Surga dengan kunci kerajaan Surga dan menyediakan tempat bagi kita semua, ditambah dengan memberikan kunci kerajaan Surga kepada kita.

Matius 16: 19
16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

Sesudah itu, Yesus akan datang kembali kedua kali untuk mengangkat kita ke awan-awan permai, sehingga kita bisa masuk kerajaan Surga yang kekal bersama-sama Dia selama-lamanya ('di mana Aku berada, di situpun kamu berada').

Jadi, kitab Wahyu 1: 17-18 ada kaitan dengan kenaikkan Yesus ke Surga.
Memperingati kenaikkan Tuhan pada kesempatan hari ini, kita menerima KUNCI KERAJAAN SURGA dari Tuhan. Ini yang mau Tuhan berikan kepada kita.

Praktik memiliki kunci kerajaan Surga:
Ini kita pelajari dari Tabernakel. Musa naik ke gunung Sinai, kemudian dia melihat kerajaan Surga dan Tuhan perintahkan untuk ia membuat kerajaan Surga di bumi, supaya tidak abstrak. Tuhan kita tidak abstrak, Dia datang ke dunia sehingga semua orang bisa melihat Dia. Kalau abstrak, maka pohon bisa disebut tuhan karena abstrak, tidak tahu Tuhan yang mana. Tetapi kalau kita jelas, Surga juga sangat jelas.
Dalam Tabernakel ada tiga pintu yang harus dibuka dengan kunci.

  1. membuka/masuk Pintu Gerbang Tabernakel.
    Yohanes 14: 6
    14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

    Yesus adalah satu-satunya jalan/pintu untuk masuk kerajaan Surga. Kita bisa masuk pintu gerbang kerajaan Surga lewat iman/percaya kepada Yesus.

    Jadi, kunci kerajaan Surga = KUNCI IMAN.

    Roma 10: 17
    10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

    Darimana iman berasal?:
    Iman berasal dari mendengar Firman Allah dalam urapan Roh Kudus. Ini yang penting.
    Yang menyampaikan maupun yang mendengar Firman bukan bergantung dari pengalaman, kepandaian, sudah lama atau masih baru. Urapan Roh Kudus tidak terbatas oleh pengalaman, usia, ijazah, waktu, dan oleh apapun.
    Sebab itu, kita mohon urapan Roh Kudus atas hidup kita semua.

    Ada dua hal yang harus diperhatikan mengenai iman supaya kita bisa masuk Pintu Gerbang:


    • Mazmur 118: 19-21
      118:19 Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada TUHAN.
      118:20 Inilah
      pintu gerbang TUHAN, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya.
      118:21 Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.

      'Bukakanlah aku pintu gerbang' = suatu kerinduan karena pintu gerbang masih tertutup.
      Membuka pintu gerbang ini dengan iman. Dan iman diperoleh dari pembukaan Firman Allah.
      Kesimpulan: membuka pintu gerbang= pembukaan Firman Allah.

      Jadi, hal pertama yang harus diperhatikan adalah harus ada pembukaan rahasia Firman Allah/Firman yang diurapi Roh Kudus.
      Ini tugas gembala.

      "Bapak Pendeta Pong (alm.) selalu mengatakan 'kalau gembala berdoa minta pembukaan Firman dan jemaat merindu, pasti dibukakan oleh Tuhan. Tetapi kalau jemaat tidak merindu, akan susah'."

      Sikap dari sidang jemaat kalau ada pembukaan Firman adalah harus bersyukur sekalipun Firman itu keras dan tajam.
      Jangan bersungut! Kalau bersungut, menolak, bosan, mengantuk = pintu gerbang Surga tertutup.
      Kalau kita bersyukur dengan adanya pembukaan rahasia Firman sekalipun keras dan tegas, maka pintu kerajaan Surga terbuka.

      Disinilah kita bisa mengetahui apakah pintu kerajaan Surga terbuka bagi kita atau tidak, yaitu bagaimana sikap kita terhadap pembaukaan rahasia Firman.


    • 2 Korintus 6: 11-13
      6:11 Hai orang Korintus! Kami telah berbicara terus terang kepada kamu, hati kami terbuka lebar-lebar bagi kamu.
      6:12 Dan bagi kamu ada tempat yang luas dalam hati kami, tetapi bagi kami hanya tersedia tempat yang sempit di dalam hati kamu.
      6:13 Maka sekarang, supaya timbal balik -- aku berkata seperti kepada anak-anakku --:
      Bukalah hati kamu selebar-lebarnya!

      'berbicara terus terang' = mulut terbuka.

      Kesaksian:
      "Kalau ingat mulut terbuka, saya teringat Bpk. Pendeta In Juwono (alm.). Saya percaya dari ayat ini betul-betul beliau terbuka. Kalau menyanyi mulutnya betul-betul terbuka. Menjadi contoh bagi kita semua."

      Sikap hamba Tuhan adalah harus memiliki hati dan mulut terbuka.
      Artinya: berbicara terus terang lewat pembukaan Firman Allah. Firmannya tentang apa tidak usah takut!
      Misalnya, kalau Firmannya tentang jangan merokok, karena orang yang merokok itu korbannya banyak di gereja, maka takut bilang merokok; kalau ada yang istrinya dua, takut membicarakan karena yang berbuat adalah penunjang/tulang punggung gereja. Seringkali hamba Tuhan takut jemaat keluar semua dari gereja. Kalau hamba Tuhan takut, maka pintu Surga tertutup sekalipun ada pembukaan Firman.

      Jika gembala tidak terbuka = menutup-nutupi sesuatu (ada yang disembunyikan terutama tentang dosa-dosa), maka pintu gerbang Surga tertutup bagi jemaat. Jemaat akan rugi dan celaka.

      Jadi, sikap hamba Tuhan harus jelas yaitu hati dan mulut terbuka = berbicara terus-terang menyampaikan Firman, bukan dengan emosi tetapi sesuai pembukaan Firman.
      Itu sebabnya, Firman yang disampaikan berurutan adalah Firman yang paling murni. Kalau tidak berurutan, saat kotbah bisa ditepatkan dengan kepentingan sendiri.

      2 Korintus 6: 12
      6:12 Dan bagi kamu ada tempat yang luas dalam hati kami, tetapi bagi kami hanya tersedia tempat yang sempit di dalam hati kamu.

      Sikap sidang jemaat untuk bisa masuk pintu gerbang adalah harus membuka hati selebar-lebarnya/seluas-luasnya untuk menerima pembukaan Firman Allah apapun bentuknya (keras, tajam atau lama). Kalau hati terbuka, maka mulut bisa terbuka untuk mengaku dosa-dosa yang tersembunyi di bagian dalam. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi = bertobat = pintu gerbang Surga terbuka.


    Jadi, tugas gembala tidak bisa diremehkan. Ini tentang pembukaan pintu Surga. Kalau pintu sekolah atau pintu perusahaan gagal, masih bisa ditolong. Tetapi kalau gagal masuk pintu Surga, tidak bisa ditolong.
    Oleh sebab itu, gembala dan sidang jemaat harus benar-benar serius dalam menerima Firman.

    Kalau pintu gerbang Surga terbuka, maka pintu-pintu di dunia pasti terbuka juga.

    Bukti kita masuk Pintu Gerbang Surga:
    Dalam Tabernakel, sesudah masuk Pintu Gerbang, kita masuk di Halaman yang dipagari dengan kain putih = terpisah dari padang gurun/tidak ada hubungan lagi dengan dunia.

    2 Korintus 6: 14-17
    6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?
    6:15 Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?
    6:16 Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: "Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.
    6:17 Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan
    pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.

    Jadi, bukti kita masuk pintu gerbang Surga adalah harus terjadi pemisahan yang tegas antara kebenaran dan kedurhakaan.

    Dua macam pemisahan mulai dari:


    • 2 Korintus 6: 14
      6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

      'pemisahan terang dengan gelap' (soal nikah), artinya menjaga nikah yang benar dan suci.
      Di luar pagar kerajaan Surga, nikah manusia kembali seperti zaman Nuh dan Lot. Termasuk nikah hamba Tuhan dan pelayan Tuhan, kalau berada di luar pagar akan banyak yang menjadi seperti Hofni dan Pinehas.

      Tidak ada pembukaan Firman = berada di luar pagar, sebab masuk Surga itu lewat Firman, bukan seenaknya.

      Kita harus menjaga nikah yang benar dan suci, mulai dari:


      1. permulaan nikah:


        • jangan ada kawin campur = tidak boleh tidak seiman.
        • harus benar dan sesuai Firman yaitu direstui orang tua, direstui pemerintah (dicatat oleh catatan sipil) dan direstui oleh Tuhan.
          Syarat untuk direstui oleh Tuhan adalah benar dan suci (tidak boleh jatuh dalam dosa sebelum dalam pernikahan) supaya diberkati dan diteguhkan oleh seorang gembala.


      2. perjalanan nikah: jangan ada kekerasan, perselingkuhan, kawin cerai dan kawin-mengawinkan dalam nikah.
      3. sampai mencapai nikah yang sempurna.


      Kalau nikah-nikah kita masih tidak benar, berdoa supaya Tuhan bukakan jalan lewat pembukaan Firman.


    • 2 Korintus 6: 16-17
      6:16 Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: "Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.
      6:17 Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan
      janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.

      Yang kedua adalah soal ibadah, yaitu pemisahan Bait Allah dan berhala, yang najis dan yang suci. Artinya, kita menjaga tahbisan/ibadah pelayanan yang benar dan suci.

      Menjaga nikah dan ibadah pelayanan yang benar dan suci adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

      Jangan asal beribadah melayani!
      Tahbisan/ibadah pelayanan yang benar dan suci= sesuai dengan Firman yang benar dan dalam kesucian (jangan berbuat dosa). Jadi, tahbisan kita harus sesuai dengan Alkitab. Kalau Alkitab bilang boleh maka boleh, kalau tidak boleh, maka tidak boleh. Jangan tidak boleh, tetapi akhirnya menjadi boleh.
      Salah satu contoh, Alkitab mengatakan wanita tidak boleh mengajar dan memerintah laki-laki, terutama dalam ibadah. Ini harus diikuti.

      Yesaya 52: 11
      52:11 Menjauhlah, menjauhlah! Keluarlah dari sana! Janganlah engkau kena kepada yang najis! Keluarlah dari tengah-tengahnya, sucikanlah dirimu, hai orang-orang yang mengangkat perkakas rumah TUHAN!

      'perkakas rumah TUHAN'= tabernakel yang mengangkatnya dengan cara diusung/dipikul, sampai yang tertinggi, memikul tabut perjanjian.
      Jika kita melayani dalam tahbisan yang benar dan suci, maka kita dipercaya sampai memikul Tabut Perjanjian.
      Artinya: menyaksikan/memberitakan Kabar Mempelai/kabar kesempurnaan = dipercaya dalam kegerakan Roh Kudus Hujan Akhir/kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna, seperti Yosua berangkat ke Kanaan dan harus lewat sungai Yordan.

      Jadi, kita dipakai oleh Tuhan bukan berdasar kepandaian tetapi berdasarkan 'S' (Suci), bukan S1/S2/S3/tanpa S. Dalam Efesus 4, Tuhan memperlengkapi orang suci.
      Kalau tahbisan kita benar dan suci, maka kita dipakai oleh Tuhan sampai puncaknya mengangkat Tabut Perjanjian, yaitu menyaksikan Kabar Mempelai kemana pun Tuhan utus kita = dipakai dalam kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna, sekalipun menghadapi Sungai Yordan (halangan terbesar). Tetapi begitu pemikul tabut memasukkan kakinya ke Sungai Yordan, maka air sungai Yordan terbelah dan bisa berjalan kaki di tengah sungai = ada jalan baru.

      Kalau ada pemisahan yang tegas untuk masuk pintu gerbang kerajaan Surga dan ada pemisahan yang tegas dengan dunia, yaitu nikah, pergaulan hidup dan pelayanan yang benar dan suci, maka selalu terbuka jalan baru dari Tuhan (jalan yang mustahil bagi manusia) untuk:


      1. memelihara hidup kita dalam kelimpahan susu dan madu = sampai mengucap syukur pada Tuhan. Mungkin pekerjaan kita sulit, tetapi ada saja jalan dari Tuhan.


      2. ada jalan keluar dari segala masalah, yang mustahil menjadi tidak mustahil.


  2. membuka/masuk Pintu Kemah.
    Pintu Kemah artinya kepenuhan Roh Kudus dan diurapi oleh Roh Kudus.

    Apa tugas Roh Kudus?:
    Roh Kudus mengurapi dan memenuhi/menguasai hidup kita supaya daging tidak berkuasa lagi = daging dibendung.

    Bukti kita masuk Pintu Kemah (kita diurapi dan dipenuhi Roh Kudus) adalah kita bisa masuk Ruangan Suci. Dalam Ruangan Suci ada tiga macam alat, sekarang menunjuk ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


    • Pelita Emas: ketekunan dalam Ibadah Raya = persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam karunia-karunia-Nya.
    • Meja Roti Sajian: ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci = persekutuan dengan Anak Allah dalam Firman Pengajaran dan Kurban Kristus.
    • Mezbah Dupa Emas: ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan = persekutuan dengan Allah Bapa dalam kasih-Nya.


    Ini disebut ketekunan dalam kandang penggembalaan.

    Jadi, kunci kerajaan Surga adalah KUNCI KETEKUNAN/kunci penggembalaan.

    Mazmur 92: 13-16
    92:13 Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;
    92:14 mereka yang
    ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.
    92:15
    Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar,
    92:16 untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia
    gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.

    'gunung batu'= Yesus sebagai Gembala.
    Kehidupan yang tekun dalam tiga macam ibadah pokok = tertanam di Bait Allah.
    Tiga kali pertanyaan Tuhan kepada Petrus = tiga macam ibadah.
    Mengapa harus tiga macam ibadah?
    Supaya kehidupan kita yang terdiri dari tubuh, jiwa dan roh bisa melekat kepada Allah Tritunggal, sehingga tidak ada kesempatan bagi setan untuk menjamah.

    Jika kita tekun dalam tiga macam ibadah pokok = tertanam di Bait Allah, maka pasti berbuah. Tinggal tunggu waktu.
    Kalau tadi (bagian pertama), kita masih dipagari, tetapi kalau sudah ditanam, kita sudah tidak bisa apa-apa lagi.

    Kalau ditanam di Bait Allah/ditanam di tepi air, biar panas seratus kali, kita akan bertahan, tetapi yang menghina akan gugur. Sehebat apapun kayu, jika terkena panas dan dingin akan hancur kalau tidak ada air. Tetapi kalau ada air di penggembalaan, semakin kuat panasnya maka semakin sejuk.

    Hasilnya:


    • 'seperti pohon aras' = kuat, tahan uji, tidak kecewa, putus asa, dan tinggalkan Tuhan menghadapi apapun tetapi selalu mengucap syukur kepada Tuhan (dagingnya tidak memberontak lagi).


    • 'seperti pohon kurma' = manis.
      Dunia semakin pahit getir, padang gurun semakin panas, tetapi di dalam penggembalaan kita semakin manis.


    • (terjemahan lama)
      92:14. Barangsiapa yang telah tertanam dalam rumah Tuhan, ia itu akan berbunga-bunga dalam segala halaman Allah kami!

      'bertunas dan berbunga-bunga' (seperti tongkat Harun, kayu mati tetapi bisa bertunas dan berbunga) = menerima karunia-karunia Roh Kudus dan jabatan pelayanan, sehingga kita dipakai dalam kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna.

      Kalau belum melayani, maka belum berbunga. Kalau sudah melayani, maka sudah berbunga = hidup kita sudah indah.
      Kalau berbunga di luar, berbahaya!, karena bisa rontok terkena angin. Tetapi kalau berbunga di dalam Ruangan Suci, maka ada tudung empat lapis. Jangankan ular mau memakan bunganya, anginpun tidak bisa lewat. Bunganya tenang, sampai bisa berbuah.


    • 'berbuah' = berubah hidupnya sampai buah kesempurnaan (raja Daud mengatakan 'Tuhan adalah Gembalaku, takkan kekurangan aku= sempurna').
      Artinya:


      1. (terjemahan lama)
        92:15. Maka pada
        masa rambutnya sudah putih mereka itu lagi akan berbuah-buah dan jadi subur dan hijau rupanya,

        'masa putih rambut'= Yesus yang duduk di tahta dengan rambut putih (mahkota)= berbuah sampai masa tua, anak cucu dan menjadi berkat bagi orang lain sampai buah kesempurnaan (menerima makhota mempelai).


      2. bersaksi bahwa Tuhan/Gembala Agung tidak pernah menipu kita.
        Ini tugas kita. Karena masih terlalu banyak hamba Tuhan dan pelayan Tuhan yang tidak tergembala.

        Kesaksian:
        "Saya ingat seorang siswi, anak SMA, nakal sekali. Suka menyontek, kalau ibunya datang dari luar pulau selalu bertengkar. Dia masuk ke gereja, saat diberitakan harus masuk tiga macam ibadah, dia dalam hati berkata "Oh, tiga macam ibadah supaya kolektenya banyak, pendetanya kaya, kita miskin". Ahirnya dia bisa masuk gereja hari Sabtu.
        Tetapi setelah dikerjakan Firman, dia bisa masuk ke gereja hari Minggu, Kamis dan Selasa. Saat dia lulus, dia menulis surat pada saya, saya yang membaca, meneteskan air mata. "Om, betul Tuhan tidak menipu saya." Dia dari yang suka nyontek bisa jadi rangking paralel. Mustahil sebetulnya.

        Mungkin saudara Minggu harus datang, Senin harus datang, Rabu harus datang, Sabtu harus datang.
        Tuhan tidak pernah menipu kita. Ini yang harus kita saksikan."


      Jangan ragu! Memang banyak halangan. Tadi saja, halangannya sungai Yordan. Tetapi kalau punya kunci, tidak ada yang bisa menghalangi, bahkan mautpun sudah dikalahkan (sudah dikunci).
      Jangan takut! Melangkah! Begitu kita melangkah, selesai semua. Tuhan yang di depan dan kita masuk dalam kandang penggembalaan.


  3. membuka/masuk Pintu Tirai.
    Matius 27: 50-51
    27:50 Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.
    27:51 Dan lihatlah,
    tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,

    Yesus taat sampai mati di kayu salib (penyerahan terakhir) sehingga tirai terobek/pintu tirai terbuka.
    Jadi pintu tirai bagi kita artinya adalah perobekkan daging/penyaliban daging sehingga kita taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi. Ini butuh pergumulan, sebab seringkali saat mau taat dalam penggembalaan, ada suara daging.

    Kesaksian:
    "Saya sudah cerita. Salah satu pergumulan saya adalah anak saya, Markus. Dia diberi nilai kelakuan merah. Padahal saya tahu dia tidak begitu, tidak sengaja dan sudah di luar jam pelajaran, tetapi terus ngotot. Saya berpikir akan saya hadapi gurunya dan saya kasih, maka sudah beres. Tetapi saya mengajarkan kebenaran, saya tidak mau. Ya sudahlah, sembelih anak seperti Abraham. Tetapi masih terus ada suara daging, 'bagaimana pengajaran kalau anak saya tidak naik'?. Tetapi satu waktu saya bilang "tidak mau!" Langsung suara daging itu diam dan ternyata tertolong. Temannya yang lebih pandai dengan kasus yang sama, nilainya lebih tinggi tetapi malah tidak naik hanya karena satu kelakuan.
    Saat saya menyerah, saya berdoa saja, sampai daging tidak bersuara lagi maka Tuhan yang bekerja.
    "

    Jadi, kunci kerajaan Surga adalah KUNCI KETAATAN.

    Tadi, kita sudah belajar mengenai kunci iman.
    Perhatikan pembukaan Firman! Biarlah kita datang beribadah, kita berdoa pada Tuhan supaya Tuhan membukakan FirmanNya supaya Surga terbuka bagi kita dan ada jalan keluar.
    Kalau sudah bosan mendengar Firman, biarlah kita berdoa sebab saat itu pintu Surga tertutup dan pintu maut yang terbuka. Jangan main-main! Harus sungguh-sungguh berdoa supaya terbuka hati dan mulut untuk mengakui keagungan Firman dan dosa-dosa yang tersembunyi, sehingga kita bisa dipagari Tuhan dan ada jalan terbuka.

    Kemudian masuk lebih dalam lagi, kunci ketekunan. Kita dinaungi dan digembalakan (ditanam). Kita berdoa supaya kita bisa tergembala, tidak kena panas/dingin, tidak liar lagi, tetapi bisa tenang, bisa berbunga, berbuah dan menikmati hidup dengan anak cucu.

    Karena Yesus taat sampai mati di kayu salib (tirai terobek), maka Dia mendapatkan Nama di atas segala nama/nama yang berkuasa.

    Filipi 2: 8-11
    2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
    2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
    2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut
    segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
    2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa


    'segala yang ada di langit' = setan.
    'yang ada di atas bumi' = nabi palsu.
    'yang ada di bawah bumi'= antikris.
    Siang ini, perjamuan suci adalah bukti bahwa Yesus taat sampai mati di kayu salib.
    Berarti, dalam perjamuan suci ada kuasa nama Yesus.

    Jadi, kalau kita taat sampai daging tidak bersuara, maka kita bisa mengalami kuasa nama Yesus, terutama siang ini lewat perjamuan suci.
    Apapun yang kita hadapi, kita hanya tinggal menyeru nama Yesus.
    Inilah enaknya Surga. Kita belum masuk Surga, tetapi kita sekarang sudah bersuasana Surga (punya kunci kerajaan Surga dan maut sudah ditutup). Kita dipagari (ada jalan dari Tuhan dan pemeliharaan), ditanam (naungan dalam penggembalaan sampai masa tua) dan kalau ada apa-apa, tinggal menyeru nama Yesus.

    Hasilnya:


    • kuasa kemenangan atas setan tritunggal.
      Filipi 2: 10
      2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

      'bertekuk lutut' = mengalahkan setan tritunggal, yaitu:


      1. sumber dosa/sumber maut: kalau dikalahkan, maka kita bisa hidup benar dan suci.
        Kalau ada dosa dan puncak dosa (dosa makan-minum dan dosa kawin-mengawinkan) mengejar kita, kita harus menyeru "Yesus tolong!"


      2. sumber masalah yang mustahil.
        Serukan nama Yesus, "Yesus tolong!" Maka setan dikalahkan, semua masalah sampai yang mustahil diselesaikan.

        Kesaksian:
        "Berkali-kali saya saksikan soal nama Yesus yang luar biasa. Apapun bisa Dia kerjakan. Yang mustahil bagi kita, bagi dokter, kalau menyeru nama Yesus, bisa Tuhan tolong."


      3. sumber air mata/kesusahan.
        Kalau setan dikalahkan maka kita merasakan bahagia Surga.
        Dalam persoalan apapun (soal ekonomi atau masa muda) yang membuat susah, sebut nama Yesus, jangan putus asa. Maka kita akan merasakan bahagia Surga.


    • kuasa pengangkatan.
      Filipi 2: 9
      2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

      Artinya:


      1. Mazmur 135: 3
        135:3 Pujilah TUHAN, sebab TUHAN itu baik, bermazmurlah bagi nama-Nya, sebab nama itu indah!

        'nama itu indah' = semua diangkat menjadi indah pada waktuNya.
        Kaum muda, mungkin sekarang tidak dilihat orang, biar saja. Yang penting pagari hidup kita, kita tergembala dan taat. Manusia mungkin mau menurunkan/menginjak-injak kita, tetapi kalau Tuhan yang mengangkat kita, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.


      2. Yohanes 5: 8, 11
        5:8 Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
        5:11 Akan tetapi ia menjawab mereka: "Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah."


        Arti kedua adalah kuasa pengangkatan dari kelumpuhan di tilam (tempat tidur), artinya:


        • kehancuran nikah dan buah nikah. Ini masih bisa dipulihkan.
          Daud yang sudah jahat dan najis, mengambil isteri orang (Betsyeba), suaminya dibunuh, masih bisa ditolong dan diangkat., asalkan hati dan mulut terbuka.
          Waktu Nathan menyampaikan Firman yang keras sekali pada Daud, tetapi ia minta ampun dan bisa ditolong.

          Ada raja yang lain yaitu raja Uzia. Waktu ditegor soal ukupan malah mengamuk, langsung kusta.

          Kalau masih ada pembukaan Firman, masih ada pengangkatan.

          Buah nikah mungkin sudah membuat kita putus asa. Tetapi sekalipun terjadi, Tuhan masih bisa tolong.


        • kelumpuhan juga artinya sesuatu yang tidak beres.
          Di kayu salib, Dia sudah berteriak "sudah selesai!" Apa yang tidak beres dalam nikah atau keuangan kita, Tuhan selesaikan dengan kuasa pengangkatan-Nya.


      3. yang tenggelam seperti Petrus diangkat oleh Tuhan.
        Kalau ada kemerosotan, berserulah pada Yesus. Maka Tuhan akan menolong.


    • Filipi 2: 11
      2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

      Yang ketiga adalah kuasa pembaharuan. Yaitu keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Mulai dari lidah, yaitu:


      1. lidah jujur dalam mengaku dosa.
        Yang menentukan kita terangkat atau tenggelam adalah lidah ini. Kalau sudah berdosa tetapi tidak mau mengaku dosa malah salahkan orang lain, maka makin tenggelam.


      2. lidah berkata jujur, mulai soal pengajaran dan jujur dalam segala hal.
        Ya katakan "ya", tidak katakan "tidak".


      3. sampai satu waktu, lidah tidak salah dalam perkataan (Yakobus 3: 2).
        Jika Yesus datang kedua kali, kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia, lidah tidak salah dalam perkataan (Yakobus 3: 2), hanya berseru 'Yesus, Haleluya!'
        Kita akan terangkat di awan-awan.
        Seperti sekarang kita memperingati, nanti kenyataan, kita juga akan diangkat saat Yesus datang kembali. Kita akan membuka Pintu Surga dan bersama Dia selamanya. Jaga lidah ini, hanya menyeru nama Yesus! Tuhan menolong kita semua.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-03 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top