Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan ditengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 1: 9-20
Ini tentang penglihatan Rasul Yohanes di Pulau Patmos.

Wahyu 1: 9
1:9. Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena firman Allahdan kesaksian yang diberikan oleh Yesus.

Rasul Yohanes berada di Pulau Patmos = dibuang ke Pulau Patmos = mengalami sengsara daging, bukankarena berbuat dosa, tetapi karena firman Allah dan kesaksian Yesus, sehingga Rasul Yohanes mengalami tiga hal:

  1. Wahyu 1: 9
    Rasul Yohanes mengalami sengsara daging karena Yesus(percikan darah), sehingga bisa masuk dalam persekutuan yang benar dengan Tuhan dan sesama (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Desember 2013).

    Persekutuan yang benar dengan sesama = persekutuan tubuh Kristus yang benar (sebab ada persekutuan yang tidak benar). Persekutuan dengan Tuhan = persekutuan tubuh dengan kepala untuk selama-lamanya.

  2. Wahyu 1: 10-16
    Rasul Yohanes bisa mendengar dan melihat suara sangkakalayang nyaring dan menjadi dua wujud nyata:

    • 7 Kaki dian emas = gereja Tuhan yang sempurna (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Natal Surabaya, 23 Desember 2013).
    • ay. 13-16= Pribadi Yesus dalam kemuliaan sebagai Imam Besar, Raja segala raja, Hakim yang adil dan Mempelai Pria Surga (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Februari 2014).

    Bisa mendengar dan melihat suara sangkakala yang nyaring, artinya bisa tergembala dengan baik.

  3. Wahyu 1: 17-20 Rasul Yohanes bisa tersungkur dibawah kaki Yesus, sehingga tidak ada ketakutan lagi.

Mulai malam ini, kita mempelajari Wahyu 1: 17-20.
Wahyu 1: 17
1:17.Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nyasama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut!Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,

Ketika aku melihat Dia” = melihat pribadi Yesus dalam kemuliaan.
sama seperti orang yang mati” = daging tidak bersuara.

Rasul Yohanes bisa tersungkur di bawah kaki Yesus, sehingga tidak ada ketakutan lagi (daging tidak bersuara lagi).

Tersungkur di bawah kaki Yesus= menyembah Yesus.

Malam ini kita membahas tentang KETAKUTAN
Pada zaman akhir, menjelang kedatangan Yesus yang ke dua kali ketakutan akan melanda dunai ini dan mengakibatkan kematian.
Setelah rasul Yohanes tersungkur di kaki Tuhan (menyembah Tuhan), tidak ada ketakutan lagi ('Jangan takut!').

Lukas 21: 25-27
21:25 "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takutdan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
21:26 Orang akan mati ketakutankarena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.
21:27 Pada waktu itu orang akan
melihat Anak Manusia datangdalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.

Menjelang kedatangan Yesus kedua kali, akan terjadi kegoncangan-kegoncangan di darat, laut, udara, sehingga membuat manusia menjadi ketakutan (stres).

Kegoncangan di darat, laut, udara= kegoncangan dalam segala bidang (bidang ekonomi, dan sebagainya), kegoncangan baik jasmani dan rohani, semuanya menghadapi krisis total.

Orang akan mati ketakutanartinyaketakutan ini menjadi pembunuh utama(secara tubuh) dari manusia di bumi, termasuk hamba Tuhan/anak Tuhan. Ketakutan/stres ini juga membunuh secara jiwa dan roh (membinasakan).

Wahyu 21: 8
21:8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

Ketakutan tidak hanya mengakibatkan kematian secara tubuh, tetapi juga mengakibatkan kematian rohani sampai kematian yang kedua (kebinasaan di neraka untuk selama-lamanya).

Kesaksian:
"Saya pernah bercerita dengan seorang dokter. Kalau kita takut/stres, hormon-hormon didalam tubuh kerjanya tidak bagus, itulah yang mengakibatkan banyak timbul penyakit-penyakit yang tidak bisa diprediksi."

Tetapi lebih dasyat dari itu, ketakutan juga bisa mengakibatkan kematian rohani. Kalau selalu dalam ketakutan, rohaninya akan mati, kering rohani sampai kematian kedua.

Tadi, Rasul Yohanes tersungkur di bawah kaki Tuhan dan dijamah oleh tangan kanan Tuhan dan Tuhan berkata “jangan takut”, sehingga tidak ada ketakutan lagi. Jadi, penting bagi kita untuk tersungkur dibawah kaki Tuhan!

Ketakutan ini melanda dari zaman ke zaman.Ada tiga macam ketakutanyang sudah pernah terjadi dan akan terjadi, antara lain:

  1. Kejadian 3: 9-10
    3:9. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
    3:10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini,
    aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."

    = ketakutan pada zaman permulaan = zaman Allah Bapa (ketakutan yang terjadi di Taman Eden).

    Ketakutan yang pertama adalahketakutan karena telanjang=ketakutan karena berbuat dosa =tidak taat dengar-dengaran kepada firman Tuhan.

    Waktu itu, Tuhan perintahkan kepada Adam dan Hawa “semua buah pohon di taman boleh kau makan buahnya dengan bebas, kecuali buah pohon pengetahuan baik dan jahat”. Akhirnya, Adam dan Hawa memakan buah pohon pengetahuan baik dan jahat yang dilarang oleh Tuhan = dosa tidak taat dengar-dengarankepada Firman Tuhan.

    Ketakutan karena berbuat dosa ini terjadi di Taman Eden. Taman Edenmenunjuk suasana kelimpahan, kalau sekarang bisa diartikan ada kekayaan, kedudukan, kepandaian, semuanya ada.

    Adam dan Hawa sudah berada di Taman Eden, tetapi masih bisa takut”= dari sinilah kita bisa petik pelajaran bahwa kekayaan, kedudukan, kepandaian dan lain-lain tidak bisa menjaminkebahagiaan manusia di bumi ini. Takut= tidak bahagia dan gelisah.
    Sehebat apapun manusia di dunia ini, kalau ia berbuat dosa(tidak taat dengar-dengaran kepada firman Tuhan), dia akan menjadi takut, tidak bahagia, dan sengsara didalam dunia. Begitu Adam dan Hawa tidak taat dan dibuang ke dunia, mereka mengalami suasana kutukan (susah payah dan air mata), tidak bahagia dan sengsara.

    Jadi,
    yang menentukan kebahagiaan hidup kita di dunia ini adalahkita taat dengar-dengaran atau tidak!

    Jika kita taat dengar-dengaran (tidak berbuat dosa) = hidup dalam kebenaran, kita pasti mengalami kebahagiaan surga bersama Dia.
    Jika ada dosa yang kita pertahankan, kita tidak akan bahagia.

    Biarlah kita mohon kepada Tuhan supaya kita taat dengar-dengaran dan tidak melanggar perintah Tuhan (hidup dalam kebenaran).

  2. Matius 14: 30-32
    14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlahiadan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
    14:31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
    14:32 Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.

    = ketakutan pada zaman pertengahan = zaman Anak Allah (menghadapi angin dan gelombang).

    Perahu murid-murid ditimbus angin dan gelombang, lalu Yesus datang berjalan diatas air ditengah-tengah mereka, tetapi mereka tidak mengenali Yesus. Setelah terjadi percakapan antara Petrus dengan Yesus “kalau Engkau Tuhan, suruhlah aku pergi kesana”. Lalu Tuhan bilang “datanglah”. Petrus bisa berjalan diatas air, tetapi setelah terkena angin, Petrus menjadi bimbang, takut dan tenggelam. Untunglah Petrus masih bisa berseru “Tuhan tolonglah”, sehingga Petrus ditolong oleh Tuhan.

    Ketakutan yang kedua adalahketakutan menghadapi angin dan gelombang ditengah lautan dunia.
    Artinya: ketakutan karena menghadapi kesulitan hidup sehari-hari dan masa depan, sehingga timbul kebimbanganterhadap pribadi Tuhan(firman pengajaran yang benar) dan kuasa Tuhan.

    Setelah terjadi kebimbangan, mulai banyak pertanyaan-pertanyaan (tidak lagi fokus pada pribadi Tuhan). Misalnya: Bagaimana nanti ini? Siapa yang menolong nanti? Mengapa begini?

    Kalau sudah banyak pertanyaan (termasuk soal pengajaran), ini merupakan suatu tanda bahwa kehidupan itu sedang berada dalam ketakutan dan kebimbangan. Jika sudah timbul banyak pertanyaan(hidup tidak ada lagi kepastian), maka akan timbul masalah(air mata). Contoh: Petrus yang bisa jalan diatas air sekalipun ada gelombang air yang besar. Petrus berjalan karena ada kepastian dan dia tidak tenggelam. Tetapi setelah Petrus takut/bimbang, mulai tenggelam.

    Hati-hati!Kalau sudah banyak pertanyaan, akan banyak masalah, dan akhirnya tenggelam.

    Jika ada ketakutan dan kebimbangan, akibatnya adalah tenggelam dalam lautan dunia. Tenggelam= merosot kerohaniannya, kering rohaninya, sampai mati rohaninya.

    Tanda merosot kerohaniannya yaitu


    • tidak ada gairah lagi (tidak setia berkobar-kobar) untuk beribadah melayani Tuhan, dan berdoa menyembah Tuhan.
    • tidak ada gairah lagi untuk perkara-perkara rohani.

    Jika ini dibiarkan terus, akan tenggelam di lautan api dan belerang, neraka selama-lamanya.

    Petrus seorang hamba Tuhan yang senior dan rasul yang hebat dan bisa berjalan diatas air laut yang bergelombang, tetapi bisa tenggelam karena dilanda ketakutan, sebab itu kita harus hati-hati dalam menghadapi ketakutan!

    Itu sebabnya rasul Yohanes bersyukur. Sekalipun ia menderita secara daging karena dibuang ke pulau Patmos, tetapi ia bisa tersungkur di kaki Tuhan dan Tuhan menumpangkan tanganNya untuk menjamah dia dan berkata 'jangan takut!' (segala ketakutan lenyap). Kalau tidak dibuang ke pulau Patmos, ia tidak tersungkur.


  3. Wahyu 6: 15-17
    6:15 Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyike dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung.
    6:16 Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan
    sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhtadan terhadap murka Anak Domba itu."
    6:17 Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?

    = ketakutan pada akhir zaman = zaman Allah Roh Kudus dimana terjadi ketakutan yang paling dasyat.

    sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu."=menunjuk kedatangan Yesus ke dua kali sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga, tetapi juga sebagai Hakim yang adil yang akan menghukum.

    Ketakutan yang ketiga adalah ketakutan untuk memandang Yesus dalam kemuliaansebagai Imam Besar, Raja segala raja, Hakim yang adil, dan Mempelai Pria Surga pada saat kedatangan-Nya yang ke dua kali.

    Di pulau Patmos, Rasul Yohanes melihat Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Imam Besar, Raja segala raja, Mempelai Pria Surga, dan Hakim yang adil. Jadi Rasul Yohanes ini sudah memiliki pengalaman melihat Yesus dalam kemuliaan. Kalau tidak ada pengalaman melihat Yesus dalam kemuliaan, nanti saat Yesus datang ke dua kali akan banyak terjadi ketakutan.

    Jika takut memandang Yesus dalam kemuliaan saat kedatangan-Nya yang ke dua kali ini berarti ketinggalan di dunia inisaat Yesus datang kembali ke dua kali, tidak terangkat ke awan-awan yang permai, dan binasa bersama dunia karena murka Allah (mengalami penghukuman Tuhan di dunia), sampai binasa selama-lamanya di neraka. Inilah ketakutan yang paling menakutkan (ketakutan yang paling dahsyat).
    Sebenarnya kedatangan Yesus yang ke dua kali adalah untuk mengangkat kita bersama-sama dengan Dia.

    Penghukuman Tuhan atas dunia ini adalah kiamat. Kita bekerja keras dengan halal untuk mendapatkan kekayaan di dunia, kuliah untuk mendapatkan izasah itu semuanya tidak dilarang. Tetapi, INGAT!segala kekayaan, kepandaian, dan kehebatan apapun yang kita miliki di dunia ini, tetapi kalau kita tidak terangkat bersama Yesus saat Dia datang ke dua kali, maka semuanya menjadi sia-sia, musnah bersama dunia, hancur dalam murka Allah, bahkan binasa di neraka untuk selamanya.

Jalan keluar untuk menghadapi tiga macam ketakutan: kita banyak tersungkur dibawah kaki Tuhan, seperti yang dialami oleh rasul Yohanes.

Tersungkur dibawah kaki Tuhan= banyak menyembah Tuhan = melihat wajah Yesus yang memancarkan sinar kemuliaan, sehingga kita mengalami keubahan hidup (pembaharuan) dari manusia daging yang ketakutanmenjadi manusia rohani seperti Yesus yang takut akan Tuhan.

Ketakutan daging= takut karena dosa, angin dan gelombang, dan memandang kedatangan Yesus.
Ketakutan-ketakutan yang kita alami sekarang (takut akan masa depan dan lain-lain) harus kita ubah semuanya menjadi takut akan Tuhan.

Praktek takut akan Tuhan yaitu

  1. Amsal 8: 13
    8:13 Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

    Praktik pertama:membenci dosa-dosa sampai membenci dusta.Jadi bukan hanya tidak mau berbuat dosa, tetapi sampai membenci dosa.

    Jika kita sengaja berbuat dosa, itu berarti tidak takut akan Tuhan, melainkan menantang Tuhan. Contoh: Adam dan Hawa memakan 1 buah yang dilarang oleh Tuhan. Sebenarnya perintah Tuhan ini tidak berat “semua buah pohon boleh dimakan, kecuali satu”. Kecuali jika dibalik dan menjadi berat “semua buah pohon tidak boleh dimakan, kecuali satu yang boleh dimakan”, tetapi perintah Tuhan ini “cuma satu buah yang tidak boleh dimakan”. Inilah sudah sengaja berbuat dosa/menantang Tuhan.

    Berdusta juga menantang Tuhan(tidak takut akan Tuhan). Dalam Kitab Yesaya, kita banyak menyembunyikan diri didalam dusta. Misalnya: setelah kita berbuat sesuatu (seperti mencuri) tetapi saat ditanya, kita tidak mengakuinya. Ini sepertinya selesai, sebab tidak bisa dijamah oleh manusia(tidak mau mengakui perbuatannya dan tidak ada saksinya). Orang yang berdusta itu tidak bisa dijamah oleh manusia dan juga tidak bisa dijamah oleh Tuhan, tetapi hanya bisa dijamah oleh setan.

    Jadi, jika menantang Tuhan(sengaja berbuat dosa dan berdusta) itu lepas dari tangan Tuhan dan berada didalam tangan setan.

  2. Yosua 24: 14
    24:14 Oleh sebab itu, takutlah akan TUHANdan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN.

    Praktik kedua:beribadah dan melayani Tuhan dengan setia dan tulus ikhlas.

    tulus ikhlas” = benar, tidak terpaksa, tidak dipaksa dan tidak memaksa. Jika kita beribadah dengan tulus ikhlas, kita ada suka cita dan suka rela (kerelaan hati).

    Jika ada kesempatan beribadah, tetapi kita tidak setiaberibadah atau terpaksa untuk datang beribadah, itu berarti tidak takut akan Tuhan(menantang Tuhan).

  3. Praktik ketiga: taat dengar-dengaran kepada Tuhan apapun resiko yang kita hadapi= taat dengar-dengaran kepada Tuhan sampai daging tidak bersuara.

    Untuk bisa taat dengar-dengaran kepada Tuhan, kita harus berani membayar harga.

    Contoh kehidupan yang maumembayar harga dan yang tidak maumembayar harga:

    • Abraham taatkepada perintah Tuhan untuk menyembelih anaknya. Jadi Abraham ini berani membayar harga untuk taat kepada Tuhan. Jika Abraham tidak mau taat, maka Abraham akan membayar harga yang lebih mahal “tidak disebut lagi namanya Abraham”. Tetapi karena Abraham mau membayar harga dengan menyerahkan Ishak, maka “ditempat Ishak diserahkan, Tuhan bertanggung jawab”. Ishak tidak jadi disembelih, tetapi diganti domba yang disembelih “dan disitu dibangun Bait Allah”. Artinya sekarang,kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus.

    • Saul. Samuel memberi janji 7 hari untuk datang membakar korban. Sebelum Samuel datang, musuh sudah datang dan bangsa Israel berserak-serak meninggalkan Saul semuanya, sehingga Saul menjadi ketakutan. Karena ditunggu-tunggu Samuel tidak datang, lalu Saul menjadi tidak taatSaul membakar korban untuk Tuhan, yang seharusnya dilakukan oleh Samuel”. Saul ini tidak mau membayar harga, sehingga tidak taat. Akibatnya: Saul harus membayar harga yang lebih mahal “ditolak oleh Tuhan sebagai raja”.

    Ketaatan itu memang membayar harga!Jika tidak mau membayar harga untuk bisa taat, kita akan membayar harga yang lebih mahal dan tidak bisa ditolong oleh Tuhan. Jika kita mau membayar harga untuk bisa taat dengar-dengaran, maka Tuhan yang menyuruh kita yang akan bertanggung jawab atas semuanya.
    Biarlah kita taat dalam segala hal dan Tuhanlah yang bertanggung jawab.

Malam ini, serahkanlah segala ketakutan kita kepada Tuhan dan kita takut akan Tuhan.
1 Petrus 5: 5-6

5:5. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklahkepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimuseorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

rendah hati” = taat dengar-dengaran(“tunduk”) = “rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat”.
Jadi, taat dengar-dengaran sama dengan merendahkan diri. Jika melawan Tuhan sama dengan sombong.

Dalam tabernakel ada tiga ruangan, ini menunjuk tiga macam ketaatan:

  1. Halaman= ketaatan kepada orang tua jasmani.
  2. Ruangan suci= ketatan kepada orang tua rohani (gembala).
  3. Ruangan maha suci= ketaatan kepada orang tua surgawi, itulah pribadi Tuhan (firman pengajaran yang benar).

Orang yang rendah hati, merendahkan diri, ia bisa taat dengar-dengaran menurut sistem tabernakel.
Posisi orang yang taat dengar-dengaran(rendah hati, merendahkan diri) adalah berada didalam pelukan tangan kanan Tuhan yang kuat.

Jika kita dalam ketakutan, itu bukti bahwa kita berada diluar tangan kanan Tuhan. Biarlah kita banyak tersungkur dibawah kaki Tuhan, sehingga kita diubahkan menjadi takut akan Tuhan sampai taat dengar-dengaran dan kita kembali berada didalam tangan kanan Tuhan yang kuat.

Jika kita berada didalam tangan kanan Tuhan yang kuat, hasilnyaadalah
Mazmur 118: 15-16
118:15 Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan,
118:16
tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!"

  1. Tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan. Artinya


    • Tangan kanan Tuhan sanggup memelihara kehidupan kita secara jasmaniditengah kesulitan dunia (kegoncangan dan krisis yang melanda dunia), sampai di zaman antikris kita tetap dipelihara.

    • Tangan kanan Tuhan sanggup memelihara kehidupan kita secara rohani, sehingga kita berada dalam ketenangan/damai sejahtera (tidak dalam ketakutan) ditengah goncangan dunia.

      Malam ini, kita bisa mendeteksi diri kita, apakah kita hidup didalam tangan kanan Tuhan yang perkasa atau tidak?Jika kita menghadapi apa saja dalam ketenangan/damai sejahtera (tidak ada kepanikan, tidak ada ketakutan), itu berarti berada dalam tangan kanan Tuhan.

      Kesaksian:
      "Saya seringkali menasehati orang. “Saya harus bagaimana?, saya harus melakukan ini? Dll”. Saya bertanya 'apakah didalam hati ada damai/ketenangan? Kalau tidak ada, jangan lakukan'. Jika kita menghadapi sesuatu tidak tenang (“tidak sreg”), jangan dilakukan, sebab itu diluar tangan Tuhan. Jadi harus sampai tenang/damai."

      Kalau sudah damai sejahtera, maka semuanya menjadi enak dan ringan.

    • Tangan kanan Tuhan bisa mengalahkan musuh-musuh= Tangan kanan Tuhan mampu menyelesaikan semua masalah pada waktu-Nya.

    Yang penting adalah kita berada didalam Tangan kanan Tuhan. Sebab itu kita harus kembali didalam tangan kanan Tuhan.

    Ketakutan itu diluar tangan kanan Tuhan:

    • di Taman Eden, Adam ketakutan karena telanjang.
    • Petrus di lautan dunia yang bergelombang juga ketakutan.
    • saat Yesus datang, hamba Tuhan/anak Tuhan takut memandang dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus.

    Seperti Rasul Yohanes, jika kita diijinkan mengalami penderitaan karena Yesus, maka kita harus banyak tersungkur dibawah kaki Tuhan sampai “serasa mati”, jangan malah mengomel dan banyak menuntut.

  2. Tangan kanan Tuhan meninggikan kitapada waktu-Nya.
    Artinya:

    • Tangan kanan Tuhan mengangkat kita dari kegagalan dan kejatuhan, sehingga semua menjadi berhasil, indah dan bahagia pada waktu-Nya.

      Kalau disebut “pada waktu-Nyaartinya:yang bekerja adalah Tangan kanan Tuhan, kita hanya menunggu. Kita boleh berusaha apapun, tetapi ditambah dengan banyak bersungkur dan Tangan kanan Tuhanlah yang menentukan semuanya.

    • Tangan kanan Tuhan mampu memakai kehidupan kitadalam kegerakan hujan akhir (kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna).

      Jika kita mau aktif dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus, ini merupakan salah satu bukti bahwa kita berada didalam tangan kanan Tuhan.

      Kesaksian:
      "Guru dan gembala saya dulu, seringkali menyampaikan. Jika kita mau terlibat untuk datang sajadalam persekutuan, itu sudah dipakai oleh Tuhan. Terlebih lagi kita yang datang bisa mengundang/membawa orang lain untuk datang ke persekutuan, ini kita dipakai oleh Tuhan."

      Pembangunan tubuh itu cuma dua:


      1. pembangunan tubuh Kristus yang sempurna (mempelai wanita Tuhan) yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali.
        Kalau tidak mau, akan dipakai dalam pembangunan kedua.

      2. pembangunan babel. Babel = kesempurnaan dalam kenajisan dan kejahatan, mempelai wanita setan yang akan dibinasakan.

      Jika tidak mau dipakai dalam pembanguan tubuh Kristus, kita akan dipakai dalam pembangunan babel. Diluar Tangan kanan Tuhan = dipakai oleh setan dalam pembanguan babel dan binasa selamanya.

    • Tangan kanan Tuhan mampu menyucikan dan mengubahkansampai kita menjadi sempurna seperti Dia.

Inilah persiapan kita. Ini ketakutan yang paling dasyat. Ketakutan pertama sudah terjadi di taman Eden dan banyak buktinya sekarang. Bukan mengecam orang kaya, tetapi belum tentu bahagia.

Kesaksian:
"Saya pernah bercerita. Dulu saya pernah menjadi guru, murid saya banyak yang kaya. Tetapi seringkali mereka datang kepada saya untuk curhat, mereka sendiri mengakui “tidak puas dan tidak bahagia”. Padahal sangat kaya, bahkan mobilnya satu-satu. Sekalipun memang tidak semuanya seperti ini, tetapi ini menjadi suatu contoh bahwa yang di dunia ini tidak menentukan kebahagiaan kita, malah banyak yang ketakutan/stres."

Biarlah malam ini kita kembali didalam tangan Tuhan. Kita disucikan dan diubahkan sampai sempurna seperti Dia.
Mulai dari takut akan Tuhan, terus disucikan menjadi jujur, setia dan terus disucikan dan diubahkan, sampai satu waktu, jika Yesus datang kembali ke dua kali, kita diubahkan menjadi sama mulia, sempurna seperti Dia (menjadi mempelai wanita Tuhan). Kita tidak lagi takut, tetapi siapmenyambut kedatanganNya kedua kali diawan-awan yang permai. Kita bersukaria dan bersorak sorai, tidak ada ketakutan lagi tetapi kita bersama Dia selama-lamanya.

Wahyu 19: 6-7
19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
19:7
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Kita disucikan dan diubahkan sedikit demi sedikit sampai menjadi sempurna seperti Dia yaitu mulut tidak bersalah lagi dalam perkataan, tetapi hanya berseru “Haleluya” untuk menyambut kedatangan Yesus ke dua kali.

Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba”= Dia sebagai Mempelai Pria dan kita sebagai mempelai wanita. Kita siap(“bukan lagi takut”) untuk menyambut kedatangan-Nya ke dua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria surga di awan-awan permai.

Sementara yang lain mengalami ketakutan dan kehancuran, tetapi kita hanya bersorak sorai dengan “Haleluya” (“bukan ketakutan”). Kita bersama dengan Dia dan kita berbahagia untuk selama-lamanya (tidak ada setetespun air mata lagi).

Serahkanlah ketakutan sampai kita takut akan Tuhan, taat dan kita berada didalam tangan Tuhan. Taat (merendahkan diri) = kita mengulurkan tangan kepada Tuhan dan Tuhan menyambut dengan tangan kanan-Nya untuk memegang kita semuanya.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Doa Malang, 01 November 2016 (Selasa Sore)
    ... tabiat Yesus sebagai Anak Allah. Jika titik ini ditarik garis akan membentuk salib. Jadi makhluk adalah pribadi manusia yang mengalami penyaliban daging sehingga bisa hidup dalam tabiat Illahi suasana takhta Surga di tengah dunia yang sulit jahat dan najis sampai benar-benar terangkat ke Surga. Jadi gereja Tuhan juga harus mengalami ...
  • Ibadah Doa Malang, 20 Oktober 2009 (Selasa Sore)
    ... kerja paksapembunuhan. Ada macam pembunuhan Pembunuhan pada waktu lahir menunjuk tentang kelahiran baru. Yang dipakai adalah bidan menunjuk hamba-hamba Tuhan orang yang dekat dengan kelahiran baru. Hati-hati banyak hamba Tuhan yang menjadi sandungan. Pembunuhan setelah lahir. Keluaran dilempar ke sungai Nil artinya kehidupan Kristen yang sudah lahir baru tetapi bisa mati rohani ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Januari 2011 (Senin Sore)
    ... yang di sebelah kiri-Nya Enyahlah dari hadapan-Ku hai kamu orang-orang terkutuk enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. . Sebab ketika Aku lapar kamu tidak memberi Aku makan ketika Aku haus kamu tidak memberi Aku minum . Lalu merekapun akan menjawab Dia katanya Tuhan ...
  • Ibadah Doa Malang, 27 November 2012 (Selasa Sore)
    ... bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya ketika ia berkata Tuhan telah berfirman kepada Tuanku duduklah di sebelah kanan-Ku sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu. Yesus sebagai manusia adalah keturunan Daud yang mati bangkit dan naik ke Surga dipermuliakan dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Jadi jalan kematian kebangkitan ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 10 April 2021 (Sabtu Sore)
    ... di Bait Allah--orang bungkuk terus melihat ke bawah. Artinya sekalipun beribadah melayani Tuhan tetapi kita hidup dalam kekhawatiran tentang hidup sehari-hari dan masa depan tidak ada kepastian hidup banyak pertanyaan dalam hidup. Akibatnya Tidak tenang letih lesu susah payah air mata dalam ketakutan stres kalau dibiarkan bisa gila. Tidak bisa mencari kerajaan ...
  • Ibadah Raya Malang, 19 November 2017 (Minggu Pagi)
    ... pembesar-pembesar serta perwira-perwira dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung. Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia yang duduk di atas takhta dan terhadap ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 14 Juli 2014 (Senin Sore)
    ... kita menunggu lalu kita mengantuk dan tertidur dan saat tertidur itu Yesus datang maka habislah kita. Kesaksian Saya punya pengalaman. Menjelang hari raya seperti ini saya dulu bersama teman-teman di desa menjaga ayam. Dari jam delapan malam kami jaga terus main ping-pong dan lain-lain. Sampai jam empat kurang sedikit tidur sebentar. ...
  • Ibadah Doa Malang, 27 September 2022 (Selasa Sore)
    ... akan menang. Babel besar gereja palsu dan tubuh Kristus gereja mempelai sejak semula sudah menampilkan diri dan Babel lebih dulu menampilkan diri lewat menara Babel Kejadian . Artinya mendahului panggilan Tuhan kepada Abraham Kejadian . Pelajaran sampai hari ini bahwa yang palsu mau lebih hebat dan menonjol daripada yang benar. Kejadian - . ...
  • Ibadah Persekutuan di Ciawi II, 18 November 2009 (Rabu Pagi)
    ... boleh ada sandungan tidak boleh tersandung atau menjadi sandungan. Kalau masalah jasmani saja masih tersandung masalah makan tidur dll itu berarti masih hidup dalam gelap. Kalau ada terang maka tidak akan pernah tersandung. Sandungan terbesar bagi hamba Tuhan adalah dalam pelayanan. Petrus - Karena itu saudara-saudaraku berusahalah sungguh-sungguh supaya panggilan dan pilihanmu makin ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 November 2014 (Kamis Sore)
    ... keluar dari kemah akibatnya kehilangan keperawanan sama dengan kehilangan pengajaran yang benar kehilangan kesucian. Membenci sesama sampai kebencian tanpa alasan. Yohanes Tetapi barangsiapa membenci saudaranya ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi karena kegelapan itu telah membutakan matanya. Contohnya kakak-kakak ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.