English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 November 2019 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Doa Malang, 06 September 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:15b-17
7:15 ...Dan Ia yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 Februari 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7 bicara tentang buli-buli emas...

Ibadah Persekutuan Papua I, 02 Maret 2010 (Selasa Sore)
Peringatan 1 abad injil masuk ke Papua.

Tema: Ibrani 4: 12.

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 13 Februari 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:3-9
Kehidupan manusia adalah bagaikan...

Ibadah Raya Malang, 15 Maret 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal 2-3 menunjuk 7 percikan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Juni 2015 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Kiranya...

Ibadah Doa Malang, 05 Juli 2011 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Sesi 3.

Matius 26:17-19

Ibadah Doa Malang, 18 Juli 2019 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:13-21 tentang sangkakala yang keenam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 14 November 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:12-17
6:12 Maka aku melihat, ketika...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 29 Januari 2009 (Kamis Sore)
Oleh : Pdt. Mikha Sandatoding

Matius 5-7 adalah tentang 10 Hukum...

Ibadah Doa Surabaya, 18 Oktober 2019 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Januari 2010 (Kamis Sore)
Matius 24:43-44, kita harus berjaga-jaga supaya tidak masuk penghukuman...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 29 Juni 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:3-4
6:3 Dan ketika Anak Domba...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Februari 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 17 Mei 2017 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 5-6
6:5. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga berkata: "Mari!" Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya.
6:6. Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "
Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."

Ini adalah pembukaan METERAI KETIGA--penghukuman yang ketiga dari Allah Roh Kudus--atas dunia ini, yaitu kegerakan kuda hitam, artinya: terjadi KELAPARAN secara dobel: secara jasmani dan terutama secara rohani (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 Mei 2017).

Ini sudah dinubuatkan pada zaman Yusuf, nanti akan terjadi lagi (sudah diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Mei 2017).
Akan terjadi kelaparan jasmani dan rohani di dunia ini, terutama kelaparan akan firman Tuhan.
Akibatnya:

  1. Akibat pertama: manusia termasuk hamba Tuhan/elayan Tuhan tidak mengalami kepuasan--kering rohaninya. Praktiknya:


    1. Praktik pertama: perkataannya kering yaitu perkataan sia-sia: dusta, gosip, fitnah dan lain-lain. Mungkin tidak lewat perkataan tetapi bisa lewat media sosial.
      Inilah keadaan manusia, tetapi celakanya ini juga menimpa hamba Tuhan/pelayan Tuhan; hamba Tuhan/pelayan Tuhan saling menghujat dan lain-lain.

      Inilah kekeringan rohani, mulai tampak pada perkataan yang kering.

    2. Praktik kedua: mencari kepuasan semu di dunia sehingga jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa (dosa makan minum dan kawin mengawinkan)--seperti perempuan Samaria, bangsa kafir.

    3. Praktik ketiga: kepuasan dunia masuk di dalam gereja Tuhan, seperti yang sudah terjadi pada zaman Yesus; ada orang berjual beli di Bait Allah. Akibatnya: gereja Tuhan menjadi sarang penyamun.


    Inilah tanda-tanda kelaparan rohani.


  2. Akibat kedua: rebah dan tidak bangkit-bangkit lagi (Amos 8); mati rohani, tidak bisa bertobat lagi--enjoy dalam dosa sampai puncaknya dosa, karena tidak ada lagi firman Allah yang membangkitkan--, sampai kebinasaan selamanya.

Inilah kegerakan kuda hitam--kelaparan--yang akan terjadi; seperti sudah terjadi di zaman Yusuf. Kita jaga:

  • Kering rohani; mulai dari perkataan kering. Dunia kering, tetapi hamba Tuhan/pelayan Tuhan juga kering--perkataan sia-sia--, sampai mencari kepuasan di dunia--jatuh dalam dosa--, dan kepuasan dunia masuk dalam gereja sehingga gereja menjadi sarang penyamun, bukan rumah doa.


  • Rebah dan tidak bangkit-bangkit lagi; binasa selamanya.

Matius 15: 32-34

15:32. Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan."
15:33. Kata murid-murid-Nya kepada-Nya: "Bagaimana di tempat sunyi ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak yang begitu besar jumlahnya?"
15:34. Kata Yesus kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" "
Tujuh," jawab mereka, "dan ada lagi beberapa ikan kecil."

Perikop: Yesus memberi makan empat ribu orang.

'pingsan'= rebah sampai mati.
Mereka ini mengikuti Tuhan selama tiga hari, tidak ada makanan, mereka bisa kelaparan, pingsan sampai mati.

Tuhan tidak rela kalau gereja Tuhan/sidang jemaat menderita kelaparan jasmani, terutama rohani.
Bagaimana caranya? Perhatian/belas kasih Tuhan tertuju pada kehidupan yang mengikuti Tuhan selama tiga hari. Artinya:

  1. Tiga hari ikut terus, berarti setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sehingga tidak bisa dihalangi oleh apapun juga.
  2. Tiga hari menunjuk pada Yesus mati, dikubur dan bangkit=> mengalami pengalaman kematian dan kebangkitan--pengalaman salib--bersama Yesus.
    Ini yang jadi pusat perhatian/belas kasih Yesus.

    Pengalaman kematian= mati terhadap dosa; bertobat.
    Pengalaman kebangkitan= hidup untuk kebenaran.

    Di situlah pusat perhatian Tuhan.

Tuhan tidak rela kalau sidang jemaat apalagi hamba Tuhan/pelayan Tuhan menderita kelaparan jasmani dan rohani. Lalu siapa yang jadi perhatian Tuhan? Yang mengikuti Tuhan selama tiga hari, artinya: yang setia--tidak terhalang apapun--dan mengalami pengalaman kematian dan kebangkitan bersama Yesus--mati terhadap dosa (bertobat) dan bangkit dalam hidup baru yaitu hidup untuk kebenaran dan berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar, yang mampu menyempurnakan kita.

Ada cerita tentang lima roti dan tujuh roti; lima roti menunjuk pada penginjilan. Angka lima menunjuk pada lima luka Yesus yang menyelamatkan; tujuh roti menunjuk pada firman pengajaran yang benar. Angka tujuh menunjuk pada kesempurnaan.

Tuhan tidak rela kita menderita kelaparan jasmani apalagi rohani, tetapi mari, ada tanda-tanda pengikutan yang benar, yang bisa menarik perhatian dan belas kasih Tuhan, yaitu setia--tidak bisa dihalangi apapun; berdoa pada Tuhan kalau masih banyak terhalang--, kemudian masuk dalam pengalaman kematian dan kebangkitan--mati terhadap dosa dan bangkit dalam hidup baru yaitu hidup benar (pegang teguh pengajaran yang benar, yang sanggup menyempurnakan kita).

Kalau digabung, perhatian dan belas kasih Tuhan tertuju pada kehidupan kristen, hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang beribadah melayani Tuhan dengan SETIA DAN BENAR sampai garis akhir sehingga lolos dari ancaman kelaparan secara jasmani dan rohani, sampai zaman antikris.

Tidak usah takut!
Bangsa Israel di padang gurun, tidak bisa menabur/menuai. Mereka hanya beribadah, tetapi Tuhan pelihara. Bukan maksudnya kita tidak boleh bekerja, silahkan. Ada yang panggilannya tidak bekerja, seratus persen fulltimer, silahkan. Tetapi yang lain, silahkan bekerja dan kuliah. Yang penting, kalau kita beribadah melayani dengan setia dan benar sampai garis akhir, kita akan lolos dari kelaparan jasmani dan rohani. Tuhan yang bertanggung jawab atas hidup kita; Dia memperhatikan kita dan berbelas kasihan kepada kita.

Yesaya 11: 5
11:5. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

Perikop: Raja damai yang akan datang, itulah Yesus.
'Ia'= Yesus.

Kesetiaan dan kebenaran itu seperti ikat pinggang; hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang beribadah melayani dengan setia dan benar sampai garis akhir, sama dengan memakai ikat pinggang rohani.

Apa itu ikat pinggang rohani?

  1. Dalam Efesus 6, ikat pinggang adalah senjata dari Tuhan untuk mengalahkan musuh: halangan, rintangan. Tidak usah takut! Tadi, orang banyak mengikuti Yesus selama tiga hari. Sulit harus tinggalkan pekerjaan tiga hari, tetapi bisa, kalau memiliki ikat pinggang. Ada senjata Allah yang mengalahkan musuh-musuh yang menghalangi kita; yang melancarkan pencobaan-pencobaan. Hadapi dengan ikat pinggang!


  2. Ikat pinggang juga merupakan perhiasan mempelai; kita sedang dihiasi untuk menjadi mempelai Tuhan.
    Yeremia 2: 32
    2:32. Dapatkah seorang dara melupakan perhiasannya, atau seorang pengantin perempuan melupakan ikat pinggangnya? Tetapi umat-Ku melupakan Aku, sejak waktu yang tidak terbilang lamanya.

    'umat-Ku melupakan Aku'= kalau tidak setia, berarti kita melupakan Tuhan/ikat pinggang.

Jadi, kalau kita setia dan benar, berarti kita sedang menang atas musuh--diberi senjata--dan sedang dihiasi.
Sudah menang, ditambah lagi dihiasi. Namanya dihiasi, berarti tambah indah.
Kita menang dan makin indah. Itulah kehidupan yang setia dan benar sampai garis akhir. Jangan ragu-ragu! Tuhan tidak pernah menipu kita.

Kalau sudah setia tetapi merasa: Kok jadi begini ya? Teruskan! Itu sudah jalannya pengalaman kematian. Teruskan, sampai satu waktu benar-benar sudah ada ikat pinggang; kita menang terhadap musuh: pencobaan, halangan, rintangan dan lain-lain, dan kita mulai dihiasi, semua mulai indah--nikah, pekerjaan mulai indah. Satu waktu akan terjadi!

Lukas 17: 7-8
17:7. "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
17:8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

Yang dilihat Tuhan bukan kerja kerasnya di ladang--menggembala di ladang, gereja besar, hebat main musiknya dan lain-lain--, tetapi yang Tuhan lihat adalah ada tidaknya ikat pinggang. Kalau yang dilihat hanya yang hebat-hebat, kasihan yang tidak hebat. Yang dilihat adalah memakai ikat pinggang atau tidak. Mau hebat atau tidak, terserah, yang dilihat adalah ikat pinggang. Karena itu Tuhan perintahkan: Ikatlah pinggangmu!, baru ada artinya.

Selama tidak memakai ikat pinggang, tidak ada artinya; khotbahnya hebat tetapi tidak setia dalam berkhotbah, menyanyinya hebat, tetapi tidak setia dalam menyanyi, kalau mau, dia menyanyi, kalau tidak mau, tidak menyanyi.
Pakai ikat pinggang! Setelah memakai ikat pinggang, baru ada artinya.

Hasil memakai ikat pinggang--beribadah melayani Tuhan dengan setia dan benar sampai garis akhir--:

  1. Lukas 12: 37
    12:37. Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.

    'berjaga-jaga'= berikat pinggang.
    Kalau kita mengikat pinggang, mau tidak mau Tuhan juga harus memakai ikat pinggang, siap melayani kita.

    Hasil pertama: Yesus sebagai Imam Besar yang setia dan benar--memakai ikat pinggang--sanggup memberi makan dan minum kepada kita semua; memelihara kita:


    1. Secara jasmani: kita dipelihara sampai puas dan berlimpah-limpah--sampai mengucap syukur kepada Tuhan.
      Tidak ada lagi perkataan kering--dusta, gosip--atau persungutan.
      Kalau bergosip, itu tanda kalau belum terpelihara--secara jasmani masih mengomel.


    2. Secara rohani: kita juga dipelihara sampai berlimpah, artinya: mengalami kepuasan/kebahagiaan sorga sehingga kita juga mengucap syukur kepada Tuhan.


    Tuhan tidak rela kita lapar jasmani dan rohani. Murid-murid mencari alasan, tetapi Tuhan katakan: Kamu harus memberi mereka makan! Dia tidak rela. Siapa yang Tuhan lihat? Yang berikat pinggang. Itu yang jadi pusat perhatian Tuhan malam ini. Mengikuti Tuhan selama tiga hari--setia dan benar--, itu yang jadi pusat perhatian dan belas kasih Tuhan.

    Kalau kita mengalami pemeliharaan jasmani dan rohani sampai berlimpah, kita tidak akan masuk kegerakan kuda hitam--kelaparan jasmani dan rohani--, tetapi masuk kegerakan kuda putih--kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
    Wahyu 19: 11
    19:11. Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

    Yang boleh naik kuda putih adalah yang berikat pinggang--yang setia dan yang benar. Kita dipakai dalam kegerakan kuda putih--kegerakan Roh Kudus hujan akhir; kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Ini sama dengan memberi makan orang lapar. Inilah tugas kita.

    Karena itu kita tidak boleh lapar. Kita sudah kenyang/berkelimpahan, harus dibagikan kepada yang lain. Kita memberi makan secara jasmani terlebih secara rohani untuk menghadapi kegerakan kuda hitam. Lawan dengan kegerakan kuda putih!

    Seperti murid-murid, bertanya: Dari mana Tuhan memberi makan orang sebanyak ini? Dari Tuhan! Berdoa supaya Tuhan membukakan firman bagi kita semua!
    Kalau tidak mau memakai ikat pinggang, bahaya!!

    Amos 8: 10
    8:10. Aku akan mengubah perayaan-perayaanmu menjadi perkabungan, dan segala nyanyianmu menjadi ratapan. Aku akan mengenakan kain kabung pada setiap pinggang dan menjadikan gundul setiap kepala. Aku akan membuatnya sebagai perkabungan karena kematian anak tunggal, sehingga akhirnya menjadi seperti hari yang pahit pedih."

    Jika tidak mau memakai ikat pinggang; tidak mau setia dan benar melayani Tuhan, akibatnya: memakai ikat pinggang perkabungan. Hidupnya mulai pahit getir, letih lesu, beban berat sampai gundul. Kepala gundul itu seperti bola, artinya: menjadi bola permainan setan, dan binasa selamanya.

    Jangan sampai menjadi bola permainan setan, tetapi kita menjadi mempelai wanita Tuhan yang memakai perhiasan.
    Kita setia dan benar sampai garis akhir. Itu saja urusan kita, yang lain urusannya Tuhan. Jangan sampai naik kuda hitam, tetapi kuda putih. Ikut Tuhan tiga hari: setia dan benar.


  2. Ibrani 2: 17-18
    2:17. Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
    2:18. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

    Tuhan kita juga setia dan berbelas kasih.
    Tadi, Yesus sebagai Imam Besar yang setia dan benar memelihara kita sehingga kita tidak masuk kegerakan kuda hitam, tetapi kuda putih; bukan kelaparan, tetapi memberi makan--ada kelimpahan.

    Hasil kedua: kita mengalami pelayanan Yesus Imam Besar yang setia dan berbelas kasih untuk:


    1. Memperdamaikan dosa kita; menyelesaikan dosa sehingga kita mengalami damai sejahtera, semua enak dan ringan.
      Selesaikan dosa, itu nomor satu, bukan masalahnya! Sumber masalah adalah dosa. Kalau di Taman Eden tidak ada dosa, tidak akan ada masalah.

      Selama tidak ada dosa yang masuk, tidak akan ada masalah; enak semua. Tetapi begitu dosa masuk, hancur. Karena itu, saat menghadapi masalah atau pelayanan yang merosot, jangan berkata-kata yang tidak baik, itu membuat pelayanan tidak maju dan kita sendiri yang ketinggalan. Periksa dosa! Masalah itu timbul karena dosa.

      Karena itu Yesus sebagai Imam Besar yang setia dan berbelas kasih bukan langsung menolong, tetapi dosanya dulu yang ditolong sampai terlepas, selesai, semua jadi enak dan ringan. Mungkin belum ditolong, tetap setia dan benar, sampai Dia menolong kita.


    2. Menolong kita tepat pada waktunya; menyelesaikan semua masalah yang mustahil tepat pada waktunya.
      Kalau ditolong terus, sedangkan dosanya tidak selesai, gawat, akan ketinggalan. Anak berbuat salah, dibiarkan terus, bahaya, akan jadi monster.

      Kalau dosa/salahnya dulu yang diperbaiki, keduanya akan kita dapatkan: rohani dan jasmani dapat. Kalau Tuhan datang, kita bisa terangkat. Selesaikan dosa lebih dahulu sampai hati damai, dan Dia akan mengulurkan tangan yang berbelas kasih untuk menolong menyelesaikan semua masalah yang mustahil tepat pada waktunya.


  3. 1 Tesalonika 5: 23-24
    5:23. Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
    5:24. Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.

    Yesus Imam Besar yang setia dan benar: memberi kita makan.
    Yesus Imam Besar yang setia dan berbelas kasih: menyelesaikan dosa; memberi damai di tengah goncangan dunia dan menolong kita.

    Hasil ketiga: Yesus juga setia dan menggenapi janji-Nya, tidak pernah menipu. Kita mengalami uluran tangan Yesus yang setia dan menggenapi janji untuk menyucikan dan mengubahkan tubuh, jiwa dan roh kita sampai sempurna--tak bercacat cela--, sama mulia dengan Dia, dan kita mendapatkan mahkota kehidupan, sehingga kita bisa terangkat dan menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Kita bersama Dia selamanya.

Memang kita harus menghadapi kelaparan secara jasmani dan rohani hari-hari ini, tetapi Tuhan tidak rela kalau hamba/pelayan-Nya sampai kelaparan. Siapa yang mendapat perhatian dan belas kasih Tuhan? Yang mengikuti Tuhan tiga hari, artinya: beribadah melayani Tuhan dengan setia dan benar sampai garis akhir; ada ikat pinggang.
Kalau setia dan benar, Dia juga mengikat pinggang untuk memberi kita makan sampai berkelimpahan secara jasmani dan rohani.
Setelah itu, kita bagikan kepada yang lain, terutama membagikan makanan rohani--kita menjadi berkat. Ini bukti kita terlibat dengan kuda putih, bukan kuda hitam.

Kemudian, Dia setia dan berbelas kasih: menyelesaikan dosa sehingga hati kita damai, dan Ia menyelesaikan masalah kita.

Dia juga setia dan mengenapi janji-Nya: menyempurnakan dan memberi kita mahkota kehidupan sehingga kita bisa terangkat. Kita siap menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan permai; ada ikat pinggang, perhiasan dan mahkota mempelai, kita bersama Dia selamanya.

Urusan kita adalah ikat pinggang--setia dan benar--! Hadapi apa saja dengan ikat pinggang! Hadapi kuda hitam dan kuda lainnya dengan kuda putih, yaitu setia dan benar. Ulurkan tangan setia dan benar kepada Dia! Dia akan mengulurkan tangan setia-benar, setia-berbelas kasih, dan setia-menggenapi janji-Nya kepada kita.

Setia dan benar dalam kegerakan kuda putih, mulai dari dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai tubuh yang sempurna; sampai Yesus datang/sampai garis akhir! Berjanji pada Tuhan: Saya mau setia, apapun yang saya hadapi; sekalipun sakit bagi daging, saya mau setia.
Kalau mendapatkan mahkota kehidupan, berarti semua yang menyangkut kehidupan di dunia sudah kita dapatkan. Dia setia dan menggenapi janji-Nya, Dia tidak menipu kita.

Apapun keadaan kita, jangan mundur, tetapi maju terus! Ada kesalahan, kehancuran, kekurangan, kelaparan, terus maju, tetap setia dan benar, Tuhan tolong kita. Jangan ragu!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Malang)

  • 25 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top