English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 10 Maret 2013 (Minggu Pagi)
(Penataran III Imam dan Calon Imam)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius...

Ibadah Doa Malang, 18 Oktober 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:6-7
4:6 Dan di hadapan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 07 November 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:22-27 adalah tentang pengikutan kepada Yesus....

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Februari 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal 2-3 menunjuk 7 kali percikan darah...

Ibadah Doa Surabaya, 23 November 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 26 Maret 2009 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 5:38-48, merupakan hukum yang keempat dari 10 hukum...

Ibadah Raya Surabaya, 09 Juli 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 15 Januari 2013 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 3 berbicara tentang 3 pengalaman utama...

Ibadah Kunjungan di Manokwari III, 20 Maret 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

1 Yohanes 4:8
4:8 Barangsiapa tidak mengasihi,...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session I, 19 Maret 2009 (Kamis Malam)
Keluaran 15: 22-27
= pasal 13-15 ayat 1-21 terkena baptisan air (kolam pembasuhan).
pasal 13: persiapan.
pasal 14:...

Ibadah Doa Surabaya, 22 Oktober 2008 (Rabu Sore)
Matius 24: 26-31
= Nubuat yang ke-5; yaitu tentang kedatangan Yesus kedua kali.

Ibadah Raya Surabaya, 02 September 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 29 Mei 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 April 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 31
= keadaan ketiga pada waktu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, yaitu terdengar...

Ibadah Doa Surabaya, 03 Agustus 2016 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN....


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 19 Mei 2014 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan ditengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 1: 9-20 (mulai diterangkan dari Ibadah Raya Surabaya, 11 Mei 2014) => pengelihatan rasul Yohanes di Pulau Patmos.

Wahyu 1: 9
1:9 Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus.

Rasul Yohanes dibuang ke pulau Patmos bukan karena berbuat dosa, tetapi karena Firman Allah dan kesaksian Yesus, sehingga rasul Yohanes mengalami 3 hal:

  1. ayat 9: bisa masuk persekutuan yang benar dengan Tuhan (persekutuan tubuh dengan Kepala) dan sesama (persekutuan tubuh Kristus) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Desember 2013).
    Persekutuan dengan sesama dimulai dari bisa masuk dalam nikah yang benar, penggembalaan yang benar, antar-penggembalaan yang benar, sampai tubuh yang sempurna.


  2. ayat 10-16: bisa mendengar dan melihat bunyi sangkakala yang nyaring (firman penggembalaan) yang menjadi 2 wujud nyata yaitu:


    • 7 kaki dian emas (sidang jemaat yang sempurna/tubuh Kristus yang sempurna = mempelai wanita Tuhan) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Natal Surabaya, 23 Desember 2013).


    • (ayat 13-16) penampilan pribadi Yesus dalam kemuliaan sebagai Imam Besar, Raja, Hakim yang adil, dan Mempelai Pria Surga (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Februari 2014).


  3. ayat 17-20: bisa tersungkur dibawah kaki Tuhan (mulai diterangkan dari Ibadah Raya Surabaya, 11 Mei 2014).

Wahyu 1: 17
1:17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,

'
bisa tersungkur dibawah kaki Tuhan'= penyembahan dengan hancur hati.
Dalam penyembahan, rasul Yohanes mengalami jamahan tangan kanan Tuhan, sehingga rasul Yohanes menerima 3 hal:

  1. 'jangan takut!'= tidak ada ketakutan lagi= menghapus ketakutan (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 11 Mei 2014).
  2. 'Aku Yang Awal dan Yang Akhir' = menerima kasih Tuhan.

Malam nii, kita mempelajari bagian kedua 'AKU YANG AWAL DAN YANG AKHIR'.
'Aku Yang Awal'= yang mula-mula= dalam Tabernakel menunjuk Mezbah Korban Bakaran = penampilan pribadi Yesus sebagai Juruselamat yang mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa = KASIH MULA-MULA.
Kalau dulu, binatang-binatang disembelih untuk dikorbankan, tetapi sekarang sudah digenapkan oleh kurban Kristus.

'Aku Yang Akhir'= dalam Tabernakel menunjuk alat Tabut Perjanjian. Ini adalah penampilan pribadi Yesus dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga yang datang kedua kali di awan-awan permai untuk mengangkat kita semua = KASIH MEMPELAI (PUNCAKNYA KASIH).

Jadi, lewat tersungkur dan mengalami jamahan tangan kanan Tuhan, maka Yohanes menerima kasih mula-mula sampai dengan kasih yang sempurna (kasih matahari).

Kalau daging diizinkan menderita bersama Yesus, bukan supaya kecewa/putus asa, tetapi itu merupakan kesempatan bagi kita untuk tersungkur dan mengalami jamahan tangan kanan Tuhan dan kita menerima kasih mula-mula sampai kasih yang sempurna.

Matius 24: 12
24:12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

Kita sangat membutuhkan kasih Allah yang meningkat dari kasih mula-mula sampai kasih yang sempurna, sebab di akhir zaman kita menghadapi kedurhakaan yang meningkat, sehingga kasih menjadi dingin = terjadi krisis kasih. Sebab itu, kalau kedurhakaan meningkat, kasihpun juga harus meningkat. Kalau tidak, maka kasih akan menjadi dingin.
Tanpa kasih, apa yang kita lakukan, semuanya akan sia-sia, tidak berguna dan tidak kekal (binasa selamanya).

Malam ini kita mempelajari tentang proses peningkatan kasih Allah:

  1. menerima kasih mula-mula (halaman Tabernakel).
    Kita dilahirkan oleh ibu kita sebagai manusia darah daging. Sehebat apapun manusia darah daging, tidak mempunyai kasih Allah. Yang ada hanyalah keinginan daging, hawa nafsu daging, emosi, ambisi, dan lain-lain.

    Darimana kita memperoleh kasih mula-mula?:
    Dari salib Kristus kita menerima kasih mula-mula.
    Jadi, kita harus selalu berpegang teguh pada salib Kristus supaya kita bisa menerima kasih mula-mula.

    Keluaran 4: 2-3
    4:2 TUHAN berfirman kepadanya: "Apakah yang di tanganmu itu?" Jawab Musa: "Tongkat."
    4:3 Firman TUHAN: "Lemparkanlah itu ke tanah." Dan ketika dilemparkannya ke tanah, maka tongkat itu menjadi ular, sehingga Musa lari meninggalkannya.

    Dalam Perjanjian Lama, salib digambarkan sebagai sebuah tongkat.
    Yang ada di tangan Musa adalah tongkat = salib. Kalau tongkat dilepas, maka menjadi ular. Sekarang banyak ajaran-ajaran tanpa salib, tidak perlu susah-susah, hanya Yesus yang disalib, kita kemuliaannya saja. Kita harus berhati-hati! Untuk mencapai kemuliaan, harus lewat salib (kematian) dulu.

    Dulu, Musa dengan salib ini (memegang tongkat), dipakai oleh Tuhan untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir ke Kanaan. Sekarang, Kanaan menunjuk pada kegerakan Roh Kudus Hujan Akhir.
    Jadi Tuhan mau memakai kita semua dalam kegerakan Roh Kudus Hujan Akhir (pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna/Mempelai Wanita) untuk bisa keluar dari dunia ini dan menyongsong kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan, seperti Tuhan memakai Musa membawa orang Israel keluar dari tanah Mesir menuju Kanaan.

    Tuhan bertanya pada Musa, 'apa yang ada di tanganmu?' Dan Musa menjawab 'tongkat'.
    Artinya: Tuhan mau memakai kita apa adanya, Tuhan tidak menuntut kita dengan sesuatu yang hebat dari dunia ini (misalnya: uang, ijazah atau kedudukan). Jadi, kita semua bisa dipakai oleh Tuhan, tinggal kita mau atau tidak. Tetapi, kita harus berpegang teguh pada salib.
    Kalau waktu itu Musa menunjukan uang di tangannya, belum tentu ia dipakai Tuhan. Tetapi karena ada tongkat, ia dipakai oleh Tuhan.

    Praktik berpegang teguh pada salib:


    • percaya/iman kepada Yesus yang sudah mati di kayu salib (= masuk Pintu Gerbang Tabernakel).
      Roma 10: 17
      10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

      Iman yang benar berasal dari mendengar Firman Kristus = Firman yang diurapi Roh Kudus.
      Jadi, memberitakan dan mendengar Firman harus dalam urapan Roh Kudus, supaya kita bisa mendengar Firman dengan sungguh-sungguh dan dengan suatu kebutuhan, sehingga bisa mengerti Firman Tuhan (Firman tertulis di dahi), percaya/yakin pada Firman Tuhan, dan Firman Tuhan menjadi iman di dalam hati kita (Firman tertulis di hati) yang menyelamatkan kita.

      Kalau tongkat dilepas, maka menjadi ular. Melepas tongkat (melepas salib)= ular datang, artinya: kita main-main/tidak sungguh-sungguh saat mendengar Firman, muak/bosan mendengar Firman, mengantuk saat mendengar Firman.
      Mungkin kita capek, tetapi ingat salib dan ingat bahwa Yesus sudah mati di kayu salib untuk kita, sehingga kita bisa sungguh-sungguh.

      Bilangan 21: 5-6
      21:5 Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak."
      21:6 Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati.

      ay. 5= 'akan makanan hambar ini kami telah muak'= melepas tongkat/salib.
      Akibatnya: ular tedung datang [ayat 6] untuk memagut kehidupan kita, sehingga kering rohani, mati rohani dan menuju kebinasaan/kematian kedua (hilang keselamatan) = keluar dari Pintu Gerbang.

      Dari cara kita mendengar Firman, bisa terlihat kita memegang salib atau tidak. Kalau memegang salib, sekalipun capek, kita tetap sungguh-sungguh dalam mendengar Firman karena kita ingat salib Tuhan.


    • bertobat. (Mezbah Korban Bakaran).
      Artinya:


      • berhenti berbuat dosa, kembali pada Tuhan.
        Hati percaya kepada Yesus, maka mulut mengaku dosa kepada Tuhan (vertikal) dan sesama (horisontal). Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.


      • berhenti untuk menghakimi kesalahan orang lain.


      Kalau melepas salib, akan terus berbuat dosa dan menghakimi orang lain.


    • baptisan air (Kolam Pembasuhan) dan baptisan Roh Kudus (Pintu Kemah).
      Artinya: lahir baru dari air dan Roh.
      Yohanes 3: 5-8
      3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
      3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
      3:7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
      3:8
      Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."

      = kehidupan yang lahir baru dari air dan Roh seperti angin dan api = pelayan Tuhan.

      API= hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, sesuai jabatan pelayanan sampai garis akhir (sampai meninggal dunia atau sampai Tuhan Yesus datang kedua kali).
      Melepas tongkat= tidak setia dan berkobar-kobar lagi bahkan sampai tinggalkan ibadah pelayanan= dipagut ular.

      ANGIN=


      • hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang membawa kesejukan atau damai sejahtera, bukan membawa gosip/pertengkaran (angin panas), sehingga terjadi kesatuan, bukan pertengkaran/perpecahan.
        Kalau ada masalah besar, dikecilkan dan kalau ada masalah kecil, ditiadakan, sehingga ada damai dalam hidup kita.
        Jangan sampai masalah kecil malah dibesar-besarkan sehingga menimbulkan perpecahan-perpecahan.

        Kalau bertengkar = melepas tongkat dan ular yang datang.


      • hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang taat dengar-dengaran pada Firman Tuhan (angin bertiup kemanapun ia dihembuskan).
        Kalau tidak taat (melepas tongkat), maka ular datang.


    Selama memegang tongkat/salib, kita bisa setia dan berkobar-kobar, membawa damai dan taat dengar-dengaran.

    Hamba Tuhan yang setia berkobar-kobar, membawa damai sejahtera dan taat dengar-dengaran adalah hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang selamat dan dipakai oleh Tuhan untuk bersaksi dan membawa orang-orang berdosa diselamatkan oleh Tuhan.

    Kedurhakaan meningkat, sebab itu, kasih Allah juga harus meningkat dalam hidup kita.


  2. Yosua 23: 11
    23:11 Maka demi nyawamu, bertekunlah mengasihi TUHAN, Allahmu.

    Proses yang kedua: bertekun mengasihi Tuhan demi nyawa kita ('demi nyawamu'), bukan demi lainnya. ini menunjuk Ruangan Suci Tabernakel.

    Praktiknya:


    • tekun dalam kandang penggembalaan= menjadi kehidupan yang tergembala dengan benar dan baik = bertekun dalam 3 macam ibadah pokok, yaitu:


      • Pelita Emas: ketekunan dalam Ibadah Raya.
      • Meja Roti Sajian: ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci.
      • Mezbah Dupa Emas: ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan.


      Tekun = sesuatu yang tidak bisa dihalangi.
      Jadi, bertekun dalam 3 macam ibadah pokok adalah demi nyawa kita, bukan demi uang atau lainnya.
      Kalau demi nyawa kita sendiri, kita tidak mau perhatian, berarti sudah bahaya.

      Yohanes 21: 15-17
      21:15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
      21:16 Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
      21:17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "
      Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.

      Praktik mengasihi Tuhan: bertekun dalam penggembalaan.
      3 kali pertanyaan Yesus kepada Petrus yang dikaitkan dengan 'Gembalakanlah domba-domba-Ku' = ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok/ketekunan dalam kandang penggembalaan. Kita harus berjuang untuk bisa bertekun dalam kandang penggembalaan.

      Pertanyaan pertama, 'Apakah engkau mengasihi Aku dengan kasih agape (kasih Allah)?', dijawab oleh Petrus bahwa ia mengasihi dengan kasih filio/kasih sesama. Pertanyaan kedua, juga dijawab bahwa ia mengasihi dengan kasih filio/kasih sesama. Pertanyaan ketiga, Yesus bertanya apakah Petrus mengasihi Tuhan dengan kasih sesama. Jawabannya, hati Petrus sedih (Petrus menangis), sebab Petrus tidak punya kasih (pernah menyangkal Yesus 3 kali. Kalau mengasihi sesama, tidak mungkin menyangkal) = tidak mengasihi Tuhan dan sesama = kehilangan nyawa/kehilangan keselamatan.

      Jadi, diluar penggembalaan = kosong dari kasih = kehilangan kasih mula-mula.

      Kalau hamba Tuhan/pelayan Tuhan sudah selamat, tetapi tidak tergembala, maka kasih menjadi merosot sampai tidak ada kasih/kehilangan kasih mula-mula = kehilangan nyawa/kehilangan keselamatan.

      Kalau di dalam kandang, terjadi pertumbuhan kasih. Kita menerima kasih mula-mula, kemudian masuk kandang penggembalaan, sehingga kasih bisa meningkat.
      Dulu, menghadapi budak kecil, Petrus menyangkal Tuhan (takut). Tetapi, setelah Petrus mengenal penggembalaan (tekun dalam penggembalaan), kasihnya bisa meningkat, tidak hilang.

      Yohanes 21: 18
      21:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."

      'masih muda'= belum mengalami pertumbuhan rohani dan kasihnya, sehingga mengikuti keinginan dagingnya.
      Hati-hati anak muda! Jangan ikuti keinginan mau kesana kemari, mau ini itu yang diluar Firman.
      'sudah menjadi tua'= rohani dan kasihnya sudah bertumbuh.

      'mengulurkan tanganmu'= 'terserah Engkau Tuhan' dalam segala hal. Keinginan kita kesana, tetapi Tuhan bawa ke arah lain, tetap 'terserah Engkau Tuhan'. Ini tanda bahwa kasih/rohani sudah bertumbuh.
      Seperti Yesus berdoa 'ya Bapa, lalukanlah cawan ini daripadaKu'. Tetapi Bapa menjawab 'ke salib!'. Dan Yesuspun menyerah untuk disalib.
      Kalau masih muda (belum mengalami pertumbuhan kasih), malah menantang kalau tidak mendapat yang diinginkannya.

      Sebelum tergembala, keinginan daging tidak dapat dibendung sekalipun bertentangan dengan Firman.
      Tetapi sesudah dibendung, kasihnya pada Tuhan mulai bertambah dan dagingnya menurut, maka imulai bisa menyerah sepenuh pada Tuhan ('terserah Kau, Tuhan').
      Seringkali kaum muda dalam masalah jodoh, dagingnya tidak bisa dibendung seperti kuda liar keluar dari kandang.
      Kalau domba keluar dari kandang, bukan disebut domba liar, tetapi kuda liar (sudah terlalu besar dagingnya).
      Tetapi kalau kita bertumbuh lewat 3 macam ibadah (kandang penggembalaan), kita tinggal mengulurkan tangan, menyerah pada Tuhan mau dimana saja, sekalipun tidak enak bagi daging.

      Di dalam kandang penggembalaan, Petrus/kita mengalami pertumbuhan kasih, sehingga Petrus/kita bisa mengulurkan tangan pada Tuhan = mengasihi Tuhan sampai rela berkorban apapun (Petrus rela berkorban nyawa untuk Tuhan) = menyerah sepenuh kepada Tuhan ('terserah Kau, Tuhan') dan taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.
      Untuk bilang 'terserah Kau, Tuhan' ini tidak mudah.

      Kesaksian:
      "Saya menasehati seseorang supaya menyerah sepenuh, tapi malah dijawab 'kok enak, gak tahu perasaanku ini'.
      Akhirnya mendengar Firman hari ke-2 di Empire, Firman Tuhan tentang "jangan berwajah muram, tetapi berseri". Lalu saya bertanya, "kok sudah berseri wajahmu? Apa sudah sukses?". Dijawab, "belum, tapi tadi Firmannya berkata harus menyerah pada Tuhan supaya berseri, ya saya ikuti". Lalu, belum 10 menit, akhirnya sudah goal.
      Berarti dia sudah terima Firman. Kemarin dinasehati masih keras hati (dia berkata, "Kok enak menyerah, tidak tahu perasaan orang"). Memang benar-benar sulit untuk menyerah sepenuh pada Tuhan. Apalagi kaum muda. Biarlah kita taat sampai daging tidak bersuara lagi.
      "

      Yohanes 10: 11
      10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

      Di dalam kandang penggembalaan, Tuhan memberikan jaminan nyawa-Nya sendiri. Tuhan tidak pernah menipu kita.

      Hasilnya:
      Mazmur 23: 1
      23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

      'Takkan kekurangan aku', artinya:


      • Gembala Agung sanggup memelihara kehidupan kita sampai berkelimpahan yaitu selalu mengucap syukur kepada Tuhan (tidak ada persungutan/omelan dan tuntutan kepada Tuhan).


      • sempurna, tak bercacat-cela.
        Kasih itu menutupi dosa-dosa sampai sempurna, tak bercacat-cela.
        Makin banyak kasih, makin banyak dosa yang ditutupi sampai tidak ada dosa lagi dan kita menjadi sempurna.


    • Yakobus 1: 12
      1:12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

      Praktik bertekun yang kedua: bertekun dalam menghadapi ujian/pencobaan.
      Kalau sudah tergembala, barulah kita bisa tahan uji.
      Jika Tuhan ijinkan kita mengalami ujian/pencobaan, maksudnya bukan supaya kita putus asa, kecewa dan tinggalkan Tuhan (kalau setan mendatangkan pencobaan memang untuk menggugurkan iman kita), tetapi supaya kita lebih percaya dan berharap/menyerah sepenuh pada Tuhan dan mengasihi Tuhan lebih dari semua, sehingga kita bisa menjadi tahan uji.
      Semakin besar ujian yang Tuhan ijinkan kita hadapi, maksud Tuhan adalah supaya kita lebih menyerah, percaya dan berharap Tuhan.

      Tahan uji, artinya imannya tetap, ibadah pelayanannya tetap, malah makin setia dan tidak loyo.

      Kalau sudah tahan uji (tidak bersungut-sungut, tetapi mengasihi Tuhan lebih dari semua), maka Tuhan pasti menolong untuk menyelesaikan segala masalah kita sampai yang mustahil dan ditambah Tuhan akan memberikan makhota kehidupan kepada kita untuk mendapat hidup kekal selamanya.

      Jadi, ini maksudnya. Justru lewat ujian, kita bisa lebih mengasihi Tuhan dan lebih tahan uji (tidak bersungut, tetapi mengucap syukur) => seperti anak yang harus melewati ujian untuk naik kelas.
      Kalau semua berjalan enak, pasti mengatakan kalau ia mengasihi Tuhan.
      Tetapi, dalam pencobaan/kesulitan, bagaimana kasih kita?
      Ini yang Tuhan rindukan.
      BUKTIKAN BAHWA KITA MENGASIHI TUHAN LEBIH DARI SEMUA dan saat itu Tuhan akan menolong kita ditambah mahkota kemuliaan untuk mencapai hidup kekal bersama Dia.


  3. menerima kasih yang sempurna (Ruangan Maha Suci).
    Dalam Ruangan Maha Suci, terdapat alat bernama Tabut Perjanjian yang terdiri dari 2 bagian:


    • tutup Pendamaian: terbuat dari emas murni (zat ilahi), dan ada 2 kerub.
      Kerub I: Allah Bapa (Tuhan).
      Tutupnya: Anak Allah (Yesus).
      Kerub II: Allah Roh Kudus (Kristus).

      Jadi, tutup pendamaian adalah Allah Tritunggal di dalam pribadi Tuhan Yesus Kristus sebagai Mempelai Pria Surga = kasih dari Mempelai Pria Surga= Dia menutupi/melindungi Tabut Perjanjian.


    • tabut: terbuat dari kayu penaga (yang hitam dan keras= manusia berdosa) tetapi disalut emas murni (keilahian) = manusia berdosa yang disalut dengan Firman, Roh Kudus dan kasih Allah, sehingga menjadi sempurna/menjadi mempelai wanita Tuhan.


    Jadi, Tabut Perjanjian secara keseluruhan menggambarkan kasih dari Mempelai Pria Surga terhadap mempelai wanita Surga yang menaungi sampai tidak terpisahkan lagi untuk selamanya.

    Yesaya 30: 26
    30:26 Maka terang bulan purnama akan seperti terang matahari terik dan terang matahari terik akan tujuh kali ganda, yaitu seperti terangnya tujuh hari, pada waktu TUHAN membalut luka umat-Nya dan menyembuhkan bekas pukulan.

    Kasih Mempelai Pria Surga (kasih yang sempurna) terhadap mempelai wanita sampai tidak terpisahkan lagi, digambarkan sebagai matahari terik 7 kali ganda.
    Angka 7 = sempurna.

    Mazmur 19: 6-7
    19:6 yang keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya.
    19:7 Dari ujung langit ia terbit, dan ia beredar sampai ke ujung yang lain; tidak ada yang terlindung dari panas sinarnya.

    =
    Mempelai Pria Surga ada kaitan dengan kaih matahari.

    Tidak ada yang terlindung dari panas sinar matahari/kasih yang sempurna dari Mempelai Pria Surga, asal kita TIDAK menyembunyikan diri dalam dosa.

    Kalau menyembunyikan diri dalam dosa apapun, sekalipun dosa kecil , maka kasih sempurna (matahari) tidak bisa menembusi kita dan hati kita menjadi dingin/beku (kasih menjadi dingin).

    Lewat perjamuan suci, kita bisa menguji diri lewat ketajaman pedang Firman. Kalau pedang Firman menunjuk dosa-dosa kita, maka kita harus mengaku pada Tuhan dan sesama, sehingga terbuka kesempatan bagi kita untuk merasakan panasnya kasih matahari.

    Kegunaan kasih matahari:


    • Yeremia 33: 19-21
      33:19 Firman TUHAN datang kepada Yeremia, bunyinya:
      33:20 "Beginilah firman TUHAN: Jika kamu dapat mengingkari
      perjanjian-Ku dengan siang dan perjanjian-Ku dengan malam, sehingga siang dan malam tidak datang lagi pada waktunya,
      33:21 maka juga perjanjian-Ku dengan hamba-Ku Daud dapat diingkari, sehingga ia tidak mempunyai anak lagi yang memerintah di atas takhtanya; begitu juga perjanjian-Ku dengan orang-orang Lewi, yakni
      imam-imam yang menjadi pelayan-Ku.

      Selama ada matahari, maka selalu ada imam dan raja. Perjanjian Tuhan kepada imam-imam dan raja-raja selalu ada selama masih ada mathari.

      Kegunaan kasih matahari yang pertama: kasih yang sempurna memberikan kekuatan ekstra pada kita, sehingga kita tetap setia dan berkobar-kobar melayani Tuhan sesuai jabatan pelayanan yang dikaruniakan Tuhan kepada kita. Kita tetap setia berkobar-kobar sampai garis akhir, tidak terhalang oleh apapun. Kita tidak akan berhenti di tengah jalan selama ada kasih matahari.


    • Yehezkiel 1: 28
      1:28 Seperti busur pelangi, yang terlihat pada musim hujan di awan-awan, demikianlah kelihatan sinar yang mengelilinginya. Begitulah kelihatan gambar kemuliaan TUHAN. Tatkala aku melihatnya aku sembah sujud, lalu kudengar suara Dia yang berfirman.

      Kegunaan kasih matahari yang kedua: kasih yang sempurna untuk menghadapi mendung/hujan, sehingga timbul pelangi, yaitu kasih Tuhan yang menyelesaikan semua masalah sampai yang mustahil.
      Mendung/hujan lebat = masalah-masalah sampai masalah yang mustahil.


    • kegunaan kasih matahari yang ketiga: kasih matahari untuk menghadapi musim dingin rohani, sehingga hati kita tidak beku lagi, tetapi menjadi hati yang berbahagia dalam Tuhan dan saling mengasihi dalam Tuhan.
      Hati yang dingin= kecewa, putus asa dan tawar.
      Mungkin dalam nikah kita sudah terjadi hati beku, banyak pertengkaran dan lain-lain, biarlah malam ini, semua menjadi cair dan berbahagia kembali.


    • Matius 13: 43
      13:43 Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"

      Kegunaan kasih matahari yang keempat: kasih matahari sanggup mengubahkan kehidupan kita sampai sama mulia dengan Yesus, kita juga bercahaya seperti matahari untuk bisa terangkat dia awan-awan permai bersama Dia, sampai masuk ke dalam Kerajaan Surga yang kekal.

      Mulai dengan wajah muram menjadi wajah berseri, sampai nanti wajah kemuliaan yang sama mulia seperti Tuhan dan kita layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan permai dan masuk Kerajaan Surga yang kekal.

Inilah rasul Yohanes yang tersungkur di kaki Tuhan, mendapatkan jamahan tangan Tuhan dan Tuhan berkata 'Aku yang awal dan akhir'. Dia menerima kasih Allah, mulai dari kasih mula-mula sampai kasih yang sempurna.
Ada prosesnya: dari kasih mula-mula (halaman Tabernakel), pertumbuhan kasih (penggembalaan= bertekun mengasihi Tuhan demi nyawamu), sampai tabut perjanjian (kasih yang sempurna).

Kita harus menguji diri lewat ketajaman Firman sebelum makan minum perjamuan suci.
Jangan menyembunyikan diri dalam dosa (tidak kena matahari, sehingga dingin/durhaka, hancur, tidak bisa melayani Tuhan dan lepas dari pelayanan).
Kalau ada matahari, kita tetap dalam pelayanan, tidak dingin, tetapi saling mengasihi, bahagia (tidak beku), dan sekalipun ada hujan lebat/mendung, selama ada matahari, ada pelangi (kasih Tuhan menyelesaikan semuanya), bahkan mengubahkan hidup kita mulai dengan wajah berseri sampai wajah kemuliaan seperti Tuhan (sama mulia seperti Yesus saat Ia datang kembali).

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-03 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top