English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kenaikan Tuhan Malang, 30 Mei 2019 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:13-21 tentang hukuman Anak Allah...

Ibadah Raya Malang, 01 Juli 2012 (Minggu Pagi)
Pembicara: Pdt. Dadang H. Santoso

Matius 8:20

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 Agustus 2009 (Kamis Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Disini pohon ara rantingnya mulai melembut dan bertunas, serta berbuah....

Ibadah Doa Surabaya, 22 Juli 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 05 Juni 2017 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 08 Juli 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:37-54 tentang Yesus mengecam orang-orang Farisi...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Desember 2014 (Kamis Sore)
Siaran tunda dari Ibadah Kunjungan di Batam.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Yohanes...

Ibadah Raya Malang, 05 Agustus 2012 (Minggu Pagi)
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk 7 percikan darah di atas tabut perjanjian, artinya...

Ibadah Doa Malang, 25 April 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:5-10
5:5 Lalu berkatalah seorang dari...

Ibadah Persekutuan Semarang III, 27 September 2013 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 14 Oktober 2012 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 31 Maret 2015 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 11:7
11:7 Tetapi kepada siapa juga...

Ibadah Raya Malang, 13 Maret 2011 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Yesaya 49:14-16
49:14 Sion...

Ibadah Persekutuan di Ambon V, 26 Agustus 2010 (Kamis Sore)
Markus 7:37
7:37. Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya...

Ibadah Kaum Muda Malang, 21 Maret 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13 menunjuk tentang penghukuman Tuhan (khotbah akhir jaman) yang akan dimulai dari...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 01 Juli 2012 (Minggu Sore)

Pembicara: Pdt. Dadang
Matius 8: 20

8:20 Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

Serigala dan burung punya tempat, tetapi Anak Manusia tidak punya tempat. Yesus sebagai Kepala, maka tempatnya adalah di tubuh Kristus.
Jadi, ini merupakan keluhan Yesus karena tidak ada tempat untuk berdiam/tinggal dalam kehidupan manusia.
Ini juga merupakan kerinduan Yesus untuk berdiam/tinggal dalam kehidupan manusia.

Mengapa Yesus tidak punya tempat dalam kehidupan kita?
Sejak manusia berbuat dosa di taman Eden, manusia terpisah jauh dari Tuhan dan dibuang ke bumi (terpisah dari Allah dan tidak punya kemampuan untuk bisa kembali mendekat pada Allah).
Akibatnya, manusia hidup dalam kutukan.

Kejadian 3: 17-19
3:17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
3:18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
3:19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."

'Jangan makan dari padanya'= melanggar Firman.
Tanda hidup dalam kutukan adalah:
  • susah payah= letih lesu dan berbeban berat.
    Kalau kita melanggar Firman, kita tidak bahagia, tetapi justru hidup dalam kutukan, sehingga kehilangan suasana Firdaus.

  • 'semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu'= penderitaan lahir batin.

  • 'engkau kembali lagi menjadi tanah'= tetap manusia darah daging yang mengalami kebinasaan untuk selama-lamanya.
Di bumi, manusia terus melakukan dosa dan meningkat dalam dosa sampai puncaknya dosa, sehingga serigala (roh jahat) dan burung (roh najis) yang berdiam dalam hidup manusia.

Jika hal ini dibiarkan, maka semua manusia akan hancur dan binasa selama-lamanya sampai ke neraka.

Itu sebabnya, Allah berupaya supaya bisa berdiam dalam diri manusia lagi.

Keluaran 25: 8

25:8 Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.

= upaya Tuhan untuk bisa berdiam dalam kehidupan manusia, yaitu lewat memerintahkan Musa membangun Tabernakel.

Syarat untuk bisa menjadi tempat kediaman Allah:
Keluaran 27: 18
27:18. Panjang pelataran itu harus seratus hasta, lebarnya lima puluh hasta dan tingginya lima hasta, dari lenan halus yang dipintal benangnya, dan alas-alasnya harus dari tembaga.

= syarat untuk kita bisa menjadi tempat kediaman Allah yaitu kita harus memenuhi ukuran Tuhan (panjang 100 hasta dan lebar 50 hasta).
Kalau SUDAH PAS dengan ukuran Tuhan, barulah Tuhan bisa berdiam dengan manusia.

Dulu, Tabernakel Musa dibangun di padang gurun.
Jadi, dari luasnya padang gurun dunia, hanya digunakan 5000 hasta (100 x 50 hasta) untuk pembangunan Tabernakel.
Artinya: dari banyaknya penduduk dunia yang dipanggil, HANYA SEDIKIT yang dipilih untuk bisa menjadi tempat kediaman Allah, itulah kehidupan yang memenuhi ukuran Tabernakel.

Kita pelajari ukuran panjang dan lebar dari Tabernakel:
  1. PANJANG 100 HASTA.
    100= 10 x 10.
    '10' pertama= mendengar Firman.
    '10' kedua= dengar-dengaran.
    Jadi, 100= mendengar dan dengar-dengaran pada Firman pengajaran benar.

    Hati-hati! Ada ukuran yang salah karena sikap yang salah terhadap Firman, yaitu mendengar tetapi TIDAK melakukan (0), sehingga 10 x 0= 0 (kosong)= orang bodoh.

    Ukuran yang salah lainnya adalah mendengar Firman, tetapi MENOLAK Firman (main-main, bosan, mengantuk, dan bersungut-sungut dalam mendengar Firman= minus), sehingga 10 x minus= minus (kehidupan itu makin merosot dan tidak bisa naik). Semakin menolak Firman, kehidupan itu akan semakin merosot. Dan hanya tinggal tunggu waktu, pasti akan turun sampai ke lubang jurang maut.

    Kalau kita mau mendengar dan dengar-dengaran, maka kehidupan kita akan naik sedikit demi sedikit sampai mencapai angka 100 (kesempurnaan).

  2. LEBAR 50 HASTA.
    '50'= pentakosta= kehidupan yang diurapi oleh Roh Kudus atau hidup dalam urapan Roh Kudus.
Contoh kehidupan yang memenuhi ukuran Tuhan, sehingga Tuhan bisa berdiam yaitu dalam kehidupan Maria (tunangan Yusuf).

Maria dipilih Tuhan untuk menjadi tempat kediaman Allah dalam Pribadi Yesus.

Lukas 1: 26-30
1:26. Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
1:27. kepada seorang
perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
1:28. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
1:29. Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
1:30. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab
engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.

Tuhan memilih Maria, sebab Maria memenuhi ukuran Tuhan. Artinya: Tuhan tidak melihat perkara jasmani, tetapi melihat perkara rohani.

Tanda bahwa Maria memenuhi ukuran Tuhan (taat dengar-dengaran dan ada urapan Roh Kudus):
  1. 'perawan'= hidup dalam kesucian.

    Yohanes 15: 3
    15:3. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

    = kita disucikan lewat perkataan yang dikatakan oleh Yesus.
    Supaya bisa hidup suci, kita harus mau menerima Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua manapun.
    Tempat untuk bisa hidup suci adalah di ruangan suci (kandang penggembalaan). Kita HARUS menjadi carang-carang yang melekat pada Pokok anggur yang benar.
    Dalam penggembalaan, kita mengalami penyucian secara intensif, terutama penyucian hati dari keinginan jahat dan najis.

    Kalau hati disucikan, perkataan dan perbuatan juga pasti disucikan.

    Matius 15: 19
    15:19. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat(1), pembunuhan(2), perzinahan(3), percabulan(4), pencurian(5), sumpah palsu(6) dan hujat(7).

    = 7 dosa dalam hati. Angka 7= angka kesempurnaan dan merupakan 7 pelita pada pelita emas.
    Kalau hati manusia menyimpan 7 dosa ini, maka kehidupannya akan gelap, sebab pelitanya padam.
    Tetapi kalau hati disucikan, maka pelita itu menyala dan kita bisa hidup dalam terang sampai kita mencapai kesempurnaan seperti Yesus.

    Yohanes 15: 4-5
    15:4. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
    15:5. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan
    Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

    Kalau kita mau disucikan, kita akan berbuah sampai berbuah tetap yang bisa dinikmati oleh sesama dan Tuhan.
    Hati kita sebenarnya merupakan tahtaNya Tuhan.
    Kalau hati disucikan, maka Tuhan bisa berdiam dalam hidup kita.

  2. Lukas 1: 38
    1:38. Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

    Tanda kedua: seorang hamba Tuhan.
    Artinya:

    • seorang yang setia, mulai dari dalam nikah.

      Kolose 3: 18-20
      3:18. Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan.
      3:19. Hai
      suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.
      3:20. Hai
      anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.

      = kesetiaan dalam nikah, yaitu:

      1. istri tunduk pada suami dalam segala hal,
      2. suami mengasihi istri seperti diri sendiri dan tidak berlaku kasar pada istri (baik kasar lewat perbuatan maupun lewat perkataan),
      3. anak-anak taat pada orang tua dalam segala hal, bahkan taat dalam masalah nikah.

        Kalau taat, hidup kita akan indah dalam Tuhan.

      Selain setia dalam nikah, juga setia dalam ibadah pelayanan.

      Roma 12: 11
      12:11. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

      Setia dalam ibadah pelayanan= setia berkobar-kobar dalam beribadah melayani dan menyembah Tuhan.

    • 'jadilah padaku menurut perkataanmu'= kehidupan yang taat dengar-dengaran pada Tuhan apapun resikonya.

  3. Lukas 1: 30
    1:30. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.

    Tanda ketiga: mau menderita tanpa dosa karena Yesus = percikan darah yang disebut dengan kasih karunia Tuhan.

    Waktu Yusuf mengetahui bahwa Maria mengandung, maka Yusuf ingin meninggalkan Maria. Dan Maria juga beresiko dikucilkan. Tetapi Maria tetap taat, sekalipun ia juga harus menderita secara perasaan.

    Kalau kita mau taat pada Firman, jangan memakai perasaan daging. Selama kita memakai perasaan daging, kita tidak akan bisa taat.

    Karena itu, kita harus tegas untuk taat pada Firman sekalipun harus menderita.

    1 Petrus 2: 19
    2:19. Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

    Saat kita mengalami penderitaan tanpa dosa, saat itulah kita menerima kasih karunia.
Kegunaan kasih karunia Allah lewat percikan darah:
2 Korintus 4: 16-17
4:16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
4:17. Sebab
penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

Kegunaan pertama: untuk mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani sama seperti Yesus.
Tanda bahwa kita mengalami keubahan hidup:
  • tidak tawar hati= tabah, kuat dan teguh hati, tidak mau berbuat dosa sekalipun ada godaan dan keuntungan, tetapi tetap percaya dan berharap pada Tuhan (berpegang pada 1 Firman pengajaran benar).
    Karena kehendak Bapa, Yesus harus mati ditinggal sendirian. Tetapi hatiNya tetap tabah.

  • Efesus 4: 22-25
    4:22. yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
    4:23. supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
    4:24. dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
    4:25. Karena itu
    buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.

    = jujur.
    Kejujuran ini dimulai dengan jujur dalam pengajaran.

    Titus 2: 7
    2:7. dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,

    = jujur dalam pengajaran adalah mengatakan benar jika benar dan salah kalau salah.
    Setelah jujur dalam pengajaran, jujur dalan nikah dan jujur dalam keuangan.

    Ibrani 13: 4-5
    13:4. Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.
    13:5.
    Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

    Jika kita bisa jujur dalam pengajaran, nikah dan keuangan, maka kita bisa diharapkan untuk jujur dalam segala hal.
    Tapi kalau tidak jujur dalam pengajaran, pasti tidak jujur dalam perkara lainnya.

    Kalau jujur, hasilnya:

    • 'Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau'= Tuhan memperhatikan dan memelihara kita, sehingga segala masalah dan beban berat kita, semuanya dibereskan oleh Tuhan, bahkan apapun yang sudah hancur, bisa diperbaiki, dijadikan indah sampai kita diangkat oleh Tuhan.

    • 'Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau'= Tuhan selalu bersama kita (BERDIAM DALAM KEHIDUPAN KITA), seperti Kepala yang tidak boleh meninggalkan tubuhNya.
Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 11-12 Februari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 29 April 2020 - 01 Mei 2020
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top