English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 03 Mei 2018 (Kamis Sore)
Rekaman dari Ibadah di Melaka

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Yohanes 4:23-24
4:23 Tetapi saatnya...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 20 Oktober 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12 terkena pada pintu tirai, penyaliban daging supaya...

Ibadah Doa Malang, 29 Maret 2011 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Keluaran 13:8-10

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Juli 2019 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kunjungan di Manokwari I, 19 Maret 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

1 Yohanes 4:8
4:8 Barangsiapa tidak mengasihi,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 April 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2:18-29 tentang sidang jemaat di Tiatira.

Wahyu 2:26-29

Ibadah Raya Surabaya, 10 Mei 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 11 Januari 2011 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Keluaran 4: Seorang hamba Tuhan/pelayan...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 07 November 2013 (Kamis Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Yehezkiel 39:29
39:29 Aku tidak lagi menyembunyikan wajah-Ku...

Ibadah Doa Surabaya, 11 April 2018 (Rabu Sore)
Dari rekaman ibadah doa di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan...

Ibadah Raya Malang, 17 Juni 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:13-15a
7:13 Dan seorang...

Ibadah KKR Palangkaraya II, 25 Februari 2009 (Rabu Pagi)
Ibrani 13:1
"Peliharalah kasih persaudaraan"

Mengapa harus mengasihi saudara?
Sebab mengasihi saudara = mengasihi Tuhan.Tidak...

Ibadah Raya Malang, 18 Juli 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:8-13
25:8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah...

Ibadah Raya Malang, 11 September 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:5
4:5 Dan dari takhta itu...

Ibadah Raya Surabaya, 12 September 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 16-30= sikap terhadap talenta/jabatan dan karunia Roh Kudus.
Kalau kita yang berdosa bisa melayani Tuhan, itu adalah...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 21 Juni 2020 (Minggu Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11:13-14
11:13. Pada saat itu terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan sepersepuluh bagian dari kota itu rubuh, dan tujuh ribu orang mati oleh gempa bumi itu dan orang-orang lain sangat ketakutan, lalu memuliakan Allah yang di sorga.
11:14. Celaka yang kedua sudah lewat: lihatlah, celaka yang ketiga segera menyusul.

Ini adalah celaka kedua, sama dengan bunyi sangkakala yang keenam, yaitu terjadi gempa bumi yang dahsyat, kegoncangan jasmani dan rohani, yang menimpa dunia dan gereja Tuhan, karena menolak suara sangkakala (firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua atau penyucian).

Kegoncangan atau gempa rohani dan jasmani mengakibatkan tiga hal:
  1. Sepersepuluh bagian dari kota suci rubuh (diterangkan pada Ibadah Raya Malang, 14 Juni 2020).
  2. Tujuh ribu orang mati oleh gempa.
  3. Orang-orang lain sangat ketakutan, lalu memuliakan Allah di sorga.

Ini sama dengan kegoncangan gereja Tuhan mengenai tiga macam milik Tuhan:
  1. Sepersepuluh bagian kota suci rubuh = persepuluhan digoncang sampai akhirnya tidak perlu persepuluhan (milik Tuhan dirampok).
  2. Tujuh ribu orang mati = rumah Tuhan goncang.
  3. Orang-orang lain sangat ketakutan, lalu memuliakan Allah di Sorga= kegoncangan mengenai mempelai wanita Tuhan sampai nanti menjadi mempelai wanita setan.

ad. 2.

Tujun ribu orang mati menunjuk pada kegoncangan rumah Tuhan.

1 Korintus 3:16
3:16. Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

1 Korintus 6:19-20
6:19. Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?
6:20. Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Secara jasmani, rumah Tuhan adalah gereja.
Tetapi rumah Tuhan yang sesungguhnya adalah kehidupan kita yang sudah ditebus atau dibeli oleh darah Yesus, tempat kita beribadah melayani Tuhan sampai puncaknya menyembah Dia.

Jadi, ibadah pelayanan dan penyembahan merupakan hak sepenuh dari Tuhan dan kewajiban mutlak kita kepada Tuhan, karena Tuhan sudah menebus/ membeli kita.

Keluaran 20:4-5
20:4. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
20:5. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

Tidak setia atau melalaikan ibadah pelayanan dan penyembahan, bahkan tidak mau beribadah melayani dan menyembah Tuhan sama dengan menyembah berhala (meruntuhkan mezbah Tuhan), sehingga membuat Tuhan cemburu sampai cemburu-Nya seperti nyala api neraka untuk menghukum kita seperti tujuh ribu orang mati karena gempa yang dahsyat, sampai kebinasaan di neraka.

Kidung Agung 8:6
8:6. --Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!

Kidung Agung 8:6 [terjemahan lama]
8:6. Taruhlah akan daku dalam hatimu bagaikan meterai, bagaikan meterai pada lenganmu; karena kuat kasih itu seperti kuat maut, dan cemburuan itu hebat seperti alam barzakh, nyalanya seperti nyala api, seperti halilintar Tuhan.

Siapa tujuh ribu orang yang mati karena gempa yang dahsyat? Orang yang menolak bunyi sangkakala (firman pengajaran yang benar), sehingga menolak ibadah pelayanan dan penyembahan yang benar, sama dengan merubuhkan mezbah, membunuh nabi (menghina dan mengucilkan orang yang dipakai Tuhan), dan menyembah berhala/ Baal.

Roma 11:2-4

11:2. Allah tidak menolak umat-Nya yang dipilih-Nya. Ataukah kamu tidak tahu, apa yang dikatakan Kitab Suci tentang Elia, waktu ia mengadukan Israel kepada Allah:
11:3. "Tuhan, nabi-nabi-Mu telah mereka bunuh, mezbah-mezbah-Mu telah mereka runtuhkan; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku."
11:4. Tetapi bagaimanakah firman Allah kepadanya? "Aku masih meninggalkan tujuh ribu orang bagi-Ku, yang tidak pernah sujud menyembah Baal."

1 Raja-raja 19:18
19:18. Tetapi Aku akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel, yakni semua orang yang tidak sujud menyembah Baal dan yang mulutnya tidak mencium dia."

'tujuh ribu orang bagi-Ku, yang tidak pernah sujud menyembah Baal' = mulutnya tidak pernah mencium Baal= tujuh ribu yang positif, yang mempertahankan mezbah Tuhan.

Ada tiga macam penyembahan kepada Baal:
  1. Penyembahan kepada Baal-Asytoret.
    Hakim-hakim 2:11-13
    2:11. Lalu orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dan mereka beribadah kepada para Baal.
    2:12. Mereka meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyang mereka yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir, lalu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa di sekeliling mereka, dan sujud menyembah kepadanya, sehingga mereka menyakiti hati TUHAN.
    2:13. Demikianlah mereka meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada Baal dan para Asytoret.

    Baal-Asytoret adalah berhala yang membuat umat Tuhan meninggalkan Tuhan yang benar, menyakiti hati Tuhan.
    Yeremia 2:13
    2:13. Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air.

    Praktek meninggalkan Tuhan yang benar:
    • Meninggalkan sumber air hidup, yaitu firman penggembalaan, firman pengajaran yang benar, yang sakit bagi daging.

    • Menggali kolam yang bocor/ kolam kering = mengumpulkan guru-guru palsu dengan ajaran palsu yang cocok bagi daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya (tanpa penyucian), sehingga rohaninya kering.
      2 Petrus 2:17
      2:17. Guru-guru palsu itu adalah seperti mata air yang kering, seperti kabut yang dihalaukan taufan; bagi mereka telah tersedia tempat dalam kegelapan yang paling dahsyat.

      Sudah aktif di gereja tetapi tidak mengalami kepuasan karena menolak firman pengajaran yang benar, sehingga mencari kepuasan di dunia (gedung bioskop, diskotik, merokok, mabuk, pergaulan-pergaulan yang tidak baik), mengikuti cara-cara dunia yang cocok bagi daging (cara berpakaian, berpacaran dan sebagainya), atau kepuasan di dunia dibawa ke dalam ibadah.

    Jadi, menyembah Baal-Asytoret sama dengan menolak firman pengajaran yang benar dan beralih kepada ajaran palsu.
    Kalau pelayan Tuhan menerima ajaran palsu, hati nuraninya akan dicap oleh ajaran palsu, sehingga putus hubungan dengan Yesus, Anak Allah (logos yang menjadi daging). Ini sama dengan kehilangan gambar Anak Allah.
    Inilah tujuan dari ajaran palsu.

    Salah satu gambar Anak Allah adalah kesabaran. Kehilangan gambar Anak Allah artinya tidak sabar dalam segala hal.

  2. Penyembahan kepada Baal-Zebub.
    2 Raja-raja 1:5-6
    1:5. Sesudah utusan-utusan itu kembali kepada raja, berkatalah ia kepada mereka: "Mengapa kamu kembali?"
    1:6. Jawab mereka kepadanya: "Ada seorang datang menemui kami dan berkata kepada kami: Pergilah, kembalilah kepada raja yang telah menyuruh kamu, dan katakanlah kepadanya: Beginilah firman TUHAN: Apakah tidak ada Allah di Israel, sehingga engkau menyuruh meminta petunjuk kepada Baal-Zebub, allah di Ekron? Sebab itu engkau tidak akan bangun lagi dari tempat tidur di mana engkau berbaring, sebab engkau pasti akan mati."

    Baal-Zebub artinya tuan/ suami/ raja lalat.
    Ini berarti menentang penyembahan mempelai/ penyembahan yang benar kepada Tuhan, Mempelai Pria Sorga/ Suami, Tuan segala tuan dengan sorak sorai "Haleluya".

    Wahyu 19:6-7,16
    19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
    19:7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
    19:16. Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "
    Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."

    Jadi, penyembahan kepada Baal-Zebub adalah penyembahan tanpa kata "Haleluya", bahkan melarang "Haleluya".
    Akibatnya adalah merusak minyak urapan, sama dengan kehilangan urapan Roh Kudus, sehingga rohaninya kering bahkan mati.

    Pengkhotbah 10:1a

    10:1a. Lalat yang mati menyebabkan urapan dari pembuat urapan berbau busuk

    Kalau ada Baal-Asytoret pasti ada Baal-Zebub. Kalau ajarannya palsu, penyembahannya pasti palsu.

    Wahyu 6:6

    6:6. Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."

    Banyak goncangan terjadi, oleh karena itu kita harus menyembah yang benar.

    Praktek penyembahan palsu:
    • Perkataannya kering: dusta, ingkar janji, fitnah, gosip, sampai menghujat orang benar dan Tuhan, bersungut-sungut.
    • Perbuatannya menuruti keinginan daging, yaitu perbuatan jahat dan najis, sampai membalas kebaikan dengan kejahatan.

    Jadi, menyembah Baal-Zebub, penyembahan tanpa urapan Roh Kudus, tanpa kata "Haleluya", sama dengan putus hubungan dengan Allah Roh Kudus, kehilangan gambar Allah Roh Kudus.

    Salah satu gambar Allah Roh Kudus adalah kesetiaan. Kehilangan gambar Allah Roh Kudus berarti tidak setia.

  3. Penyembahan kepada Baal-Peor yang mengakibatkan berzinah secara jasmani dan rohani.
    Bilangan 25:1-3
    25:1. Sementara Israel tinggal di Sitim, mulailah bangsa itu berzinah dengan perempuan-perempuan Moab.
    25:2. Perempuan-perempuan ini mengajak bangsa itu ke korban sembelihan bagi allah mereka, lalu bangsa itu turut makan dari korban itu dan menyembah allah orang-orang itu.
    25:3. Ketika Israel berpasangan dengan Baal-Peor, bangkitlah murka TUHAN terhadap Israel;

    Berzinah secara jasmani:
    • Nikah yang salah.
    • Kekerasan dalam rumah tangga: suami tidak mengasihi istri, istri tidak tunduk pada suami.
    • Perselingkuhan, mulai dari maca pacaran, tunangan, sampai menikah. Hati-hati.
    • Kawin-campur, kawin-cerai, dan kawin-mengawinkan.

    Apa yang menyebabkan ini semua? Karena tidak punya kasih.

    Berzinah secara rohani adalah tidak setia dalam nikah dan ibadah pelayanan karena tidak mempunyai kasih.
    Yakobus 4:4
    4:4. Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

    Yakobus 4:4 [terjemahan lama]
    4:4. Hai kamu yang disifatkan seperti orang berzinah, tiadakah kamu ketahui bahwa persahabatan dengan dunia ini, ialah perseteruan dengan Allah? Sebab itu barangsiapa yang mau bersahabat dengan dunia ini, ia itulah menjadi seteru Allah.

    Kalau ada kasih, barulah kita bisa menjadi satu dengan Tuhan dan sesama.

    Jadi, menyembah Baal-Peor artinya tidak setia dalam ibadah pelayanan, sama dengan putus hubungan dengan Allah Bapa, kehliangan gambar Allah Bapa.

Kesimpulannya, penyembahan berhala membuat manusia pada umumnya termasuk pelayan Tuhan kehilangan gambar Allah Tritunggal, sehingga telanjang dan hidup dalam kegelapan.
Akibatnya adalah memiliki gambar setan tritunggal (tiga binatang buas), sehingga wajahnya muram, tidak berseri lagi, wajahnya pucat, dan buruk, sampai wajahnya seperti setan (membalas kebaikan dengan kejahatan, seperti Petrus menyangkal Yesus).
Wajah buruk secara rohani artinya wajah seperti anjing dan babi, yaitu jahat dan najis.

Secara jasmani, keadaannya seperti perempuan yang pendarahan dua belas tahun.
Markus 5:25-26
5:25. Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.
5:26. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya
keadaannya makin memburuk.

Pendarahan dua belas tahun artinya:
  • Penderitaan.
  • Tidak berdaya.
  • Kesedihan, air mata.
  • Menghadapi kemustahilan.
  • Perpecahan dalam rumah tangga.
  • Kehancuran ekonomi dan masa depan.
Kalau dibiarkan, akan menuju pada kebinasaan di neraka selamanya.

Tuhan tidak rela kalau manusia apalagi pelayan Tuhan yang diciptakan sama mulia dengan Dia hanya menjadi sama seperti setan yang hancur, buruk , dan binasa.
Oleh sebab itu Tuhan berusaha mengembalikan kita pada gambar Allah Tritunggal, seperti ciptaan semula.

Kejadian 1:26
1:26. Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut(antikris) dan burung-burung di udara(naga) dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi(nabi palsu)."

'menurut gambar dan rupa Kita' = gambar Allah Tritunggal.
Kita kembali pada gambar Allah Tritunggal, sehingga kita mengalahkan Setan tritunggal, bukan dikuasai Setan tritunggal. Kalau kehilangan gambar Allah Tritunggal, akan dikuasai setan tritunggal.

Proses dari gambar Setan tritunggal menjadi gambar Allah Tritunggal:
  1. Lewat kurban Kristus.
    Filipi 2:8-10
    2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
    2:9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
    2:10. supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit(Setan) dan yang ada di atas bumi(nabi palsu) dan yang ada di bawah bumi(antikris),

    Yesaya 52:13-14
    52:13. Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan.
    52:14. Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia--begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi--

    Yesus harus taat sampai mati terkutuk di kayu salib, wajah-Nya menjadi buruk, bukan seperti manusia lagi untuk mendapatkan Nama di atas segala nama, sehingga bisa mengalahkan setan tritunggal dan melepaskan manusia dari gambar setan tritunggal.

    Mari kita menghargai korban Kristus lewat mengaku dosa. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Kita bertobat dan hidup dalam kebenaran. Kita kembali pada gambar Allah Tritunggal.

  2. Lewat pekerjaan firman pengajaran yang benar, cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus/ Kabar Mempelai.
    2 Korintus 3:2-3
    3:2. Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.
    3:3. Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.

    2 Korintus 4:3-4
    4:3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Tuhan memakai hamba Tuhan untuk memberitakan firman pengajaran yang benar kepada sidang jemaat, sama dengan menuliskan firman pengajaran yang benar di dalam hati sampai seluruh hidup sidang jemaat, sehingga gambar Allah Tritunggal menjadi sempurna di dalam kehidupan sidang jemaat.

    Oleh sebab itu sidang jemaat harus mendengar firman dengan sungguh-sungguh sampai percaya pada Kabar Mempelai dan mempraktekkannya.

    Menerima gambar Allah Tritunggal sama dengan mengalami keubahan hidup.
    Contoh: Saulus menjadi Paulus. Yang di luar Kabar Mempelai masih ada harapan lewat secercah sinar.
    Tetapi hati-hati, orang yang sudah berada dalam Kabar Mempelai, jangan keluar seperti Yudas. Ia bukan hanya kehilangan gambar Allah Tritunggal, tetapi hancur dan binasa.

  3. Lewat doa penyembahan, ditambah dengan doa puasa dan doa semalam suntuk.
    Matius 17:1-2
    17:1. Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
    17:2. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.

    Doa penyembahan sama dengan memandang wajah Yesus yang mulia untuk menyinari wajah kita yang buruk. Wajah buruk kita diambil oleh Yesus, dan wajah mulia-Nya diberikan kepada kita. Itulah keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

    Wajah sama dengan panca indera:
    • Telinga diubahkan sehingga hanya mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar.
    • Mulut tidak mencium Baal, tetapi berkata jujur.

    Taat dan jujur sama dengan kata-kata iman (kata-kata yang ada kuasa Tuhan). Kita menjadi rumah doa. Kita bisa menyembah Tuhan dengan hancur hati (menunjukkan kekurangan dan kelemahan kita), dan menjamah ujung jubah Tuhan.

    Markus 5:27-28
    5:27. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.
    5:28. Sebab katanya: "
    Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."

    'Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus' = telinganya diubahkan dulu untuk mendengar suara Yesus.
    Ayat 28 = jujur.
    'Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh' = kata-kata iman, dan mujizat terjadi.

    Apa keadaan kita? Kehancuran, kegagalan, kemustahilan dan lain-lain, mari kita menjamah ujung jubah Tuhan. Mujizat akan terjadi, sampai kalau Tuhan datang kembali, kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia. Kita kembali pada gambar Allah Tritunggal, siap untuk menyambut kedatangan-Nya kembali. Kita menjadi rumah doa yang besar, tidak salah dalam peraktaan, hanya berseru "Haleluya". Kita bersama Yesus selamanya.


Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top