English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 Juni 2010 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang

Matius 7: 1-2
7:1. "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
7:2. Karena dengan penghakiman...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 Maret 2020 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Doa Malang, 05 September 2019 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Yeremia 31:15
31:15. Beginilah firman TUHAN: Dengar! Di Rama terdengar...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session I, 18 Februari 2010 (Kamis Malam)
Keluaran 25:1-9, dibagi menjadi 3 bagian:
Ay. 1-2, dasar pembangunan Tabernakel (sekarang tubuh Kristus)...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 Oktober 2019 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Doa Surabaya, 08 Juli 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 15 November 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:36-44 menunjuk pada nubuat ketujuh, yaitu tentang HUKUMAN ATAS DUNIA PADA SAAT...

Ibadah Raya Malang, 10 Juli 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:17-19
26:17. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi...

Ibadah Raya Surabaya, 27 Desember 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 43-44
Kita harus selalu berjaga-jaga, caranya adalah lewat tidak tidur rohani...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 26 Juni 2014 (Kamis Sore)
Siaran langsung dari Medan.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam Wahyu 1:13-16 ada...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 Juli 2013 (Senin Sore)
Melanjutkan Tema Ibadah Kunjungan di Mangkutana

Matius 4: 19b
4:19 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 12 Juli 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 8-13
25:8. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita...

Ibadah Ciawi IV, 04 Desember 2008 (Kamis Pagi)
Wahyu 21: 5-6
ay. 6='semuanya telah terjadi'= semuanya sudah genap (terjemahan lama).
...

Ibadah Doa Puasa Session III (Doa Penyembahan) Malang, 06 Januari 2009 (Selasa Sore)
Matius 24:29-30, adalah keadaan pada masa kedatangan Yesus kedua kali, yaitu: ad....

Ibadah Doa Surabaya, 21 Juli 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 14 Juni 2020 (Minggu Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita sudah belajar tentang dua saksi Allah, yaitu Musa dan Elia, untuk menguatkan orang-orang yang ketinggalan pada zaman antikris, supaya tidak menyembah antikris, tetapi tetap menyembah Yesus. Mereka semua mati, tetapi dibangkitkan oleh Tuhan dan naik ke Sorga.

Lalu apa yang terjadi di bumi?
Wahyu 11:13-14
11:13. Pada saat itu terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan sepersepuluh bagian dari kota itu rubuh, dan tujuh ribu orang mati oleh gempa bumi itu dan orang-orang lain sangat ketakutan, lalu memuliakan Allah yang di sorga.
11:14. Celaka yang kedua sudah lewat: lihatlah, celaka yang ketiga segera menyusul.

Ini adalah celaka kedua, sama dengan bunyi sangkakala yang keenam, yaitu terjadi gempa bumi yang dahsyat, artinya kegoncangan rohani dan jasmani melanda dunia dan gereja Tuhan.
Bunyi sangkakala adalah pemberitaan firman Allah yang keras.

Yohanes 6:60-61,66
6:60. Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"
6:61. Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?
6:66. Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

Di ayat sebelumnya, Yesus memberi makan lima ribu orang, dan semua senang dengan firman penginjjilan. Tetapi ketika Yesus mengajar, mereka bersungut-sungut.
Hati-hati, gereja Tuhan tidak tahan terhadap firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Mereka bersungut, mengomel, firman dianggap terlalu lama, terlalu keras.
Sebenarnya yang terlalu keras adalah dagingnya untuk mempertahankan keinginan, hawa nafsu, dan dosanya.

Firman adalah makanan. Masakan orang mengomel kalau diberi makan? Seharusnya mengucap syukur. Kalau mengomel, itu karena dagingnya yang terlalu mempertahankan dosa sampai puncaknya dosa.
Akibatnya adalah menolak firman pengajaran yang benar, mengundurkan diri dari Yesus, tidak lagi mengikut Yesus, berarti ikut dunia dan setan dengan ajaran palsu yang menyenangkan daging.

Kegoncangan atau gempa rohani dan jasmani mengakibatkan tiga hal:
  1. Sepersepuluh bagian dari kota suci rubuh.
  2. Tujuh ribu orang mati.
  3. Orang-orang lain sangat ketakutan dan memuliakan Allah.

ad. 1.
Sepersepuluh mengingatkan kita pada persepuluhan, milik Tuhan yang terkecil, yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapa pun juga.
Kalau salah pada perkara terkecil, tidak mungkin bisa benar soal rumah Tuhan dan mempelai Tuhan.

Sekarang banyak kegoncangan soal persepuluhan.
Maleakhi 3:6-9
3:6. Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.
3:7. Sejak zaman nenek moyangmu kamu telah menyimpang dari ketetapan-Ku dan tidak memeliharanya. Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami harus kembali?"
3:8. Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
3:9. Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!

Sebenarnya ini untuk umat israel, tetapi akhirnya menimpa seluruh dunia.
'Kembalilah kepada-Ku' = berarti terpisah dari Tuhan.

Pencurian besar-besaran mengenai persepuluhan dan persembahan khusus di rumah Tuhan terjadi karena ajaran palsu yang memicu keinginan daging, sehingga gereja Tuhan terpisah dari Tuhan dan hidup dalam suasana kutukan, mengalami kegoncangan-kegoncangan jasmani dan rohani, kalau dibiarkan sampai binasa selamanya.

Rumus persepuluhan: 10 - 1 = 9.
10 = berkat Tuhan, hukum Tuhan.
1 = persepuluhan milik Tuhan yang dikembalikan pada Tuhan.
9 = kasih karunia.

Jadi, persepuluhan adalah pengakuan bahwa kita sudah diberkati Tuhan, kita hidup dari kasih karunia Tuhan. Gaji dan sebagainya hanya sarana, tetapi yang menentukan adalah kasih karunia Tuhan.
Kalau hidup dari dunia, kita akan goncang. Tetapi kalau hidup dari kasih karunia, kita tidak akan pernah goncang selamanya.

Dasar persepuluhan adalah kebenaran. Jangan malu kalau sedikit, dan jangan kikir kalau banyak.

Persembahan khusus adalah ucapan syukur bahwa kita sudah diberkati Tuhan.
Dasarnya adalah kerelaan hati.

Kejadian 14:19-20
14:19. Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi,
14:20. dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu
Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.

Kejadian 28:20-22
28:20. Lalu bernazarlah Yakub: "Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai,
28:21. sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku.
28:22. Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."

Dari sini jelas bahwa persepuluhan bukan Taurat.
'batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah' = persepuluhan dikaitkan dengan pembangunan rumah Allah jasmani dari batu.

Sekarang, persepuluhan dikaitkan dengan pembangunan rumah Allah rohani, yaitu tubuh Kristus, mempelai wanita Sorga yang sempurna.
Pembangunan rumah rohani ini juga dari batu.

Batu menunjuk pada bangsa kafir yang hatinya keras.
Maleakhi 3:9
3:9. Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!

Di ayat 6, Tuhan berbicara kepada bangsa Israel, tetapi di sini kepada seluruh bangsa, termasuk bangsa kafir.
Jadi, jika bangsa Israel mencuri persepuluhan akan menjadi sama dengan bangsa kafir yang masuk dalam pembangunan tubuh Babel, mempelai wanita Setan, gereja palsu.
Biarpun Israel adalah umat piihan Tuhan, tetapi kalau mencuri milik Tuhan, ia tidak lagi diakui sebagai umat pilihan.

Sebaliknya, bangsa kafir yang memang bagaikan anjing dan babi, tetapi jika mengalami penyucian seluruh hidup sampai penyucian dari keinginan akan uang, sehingga bisa mengembalikan persepuluhan milik Tuhan, maka bangsa kafir akan diangkat menjadi sama dengan bangsa Israel sehingga bisa masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

Contoh: perempuan Samaria.
Orang Samaria adalah percampuran antara Israel dan kafir tetapi tidak diakui sebagai bangsa Israel.
Keadaan bangsa kafir adalah seperti perempuan Samaria.

Bagaimana keadaan perempuan Samaria?
  1. Kepahitan.
    Yohanes 4:9

    4:9. Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)

    Tidak bergaul = kepahitan hati.
    Kalau saat ini kita ada kepahitan hati antara kakak adik, anak orang tua, bertengkar, bermusuhan, berarti kita sama dengan perempuan Samaria, masih bangsa kafir yang terkutuk.

  2. Kenajisan (lima kali kawin cerai), mempelai wanita Setan yang terkutuk dan dibinasakan.
    Yohanes 4:18
    4:18. sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar."

    Hati-hati, mulai masa pacaran jangan seperti perempuan Samaria.
    Mempelai wanita Setan hanya menggembar-gemborkan perkara jasmani/ keuangan, tetapi tanpa penyucian, sehingga suatu waktu akan benar-benar tergoncang, terkutuk, sampai binasa.

Oleh kasih karunia Tuhan, kita bisa masuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, menjadi mempelai wanita Sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, sama dengan kita menghargai lima luka Yesus.
Lima kali kawin cerai berarti menghina lima luka Yesus di kayu salib.

Bagaimana batu yang keras bisa dibangun menjadi tubuh Kristus?
  1. Tempat pembangunan tubuh Kristus.
    Yohanes 4:5-9
    4:5. Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf.
    4:6. Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.
    4:7. Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: "Berilah Aku minum."
    4:8. Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.
    4:9. Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)

    'kira-kira pukul dua belas' = paling terik.
    Yesus bertemu dengan perempuan Samaria di tepi sumur Yakub.
    Sumur Yakub sama dengan sumur penggembalaan. Itulah tempat pembangunan tubuh Kristus.

    Jadi, bangsa kafir harus tergembala dengan benar dan baik. Kalau tidak, kita akan menjadi seperti anjing dan babi.
    Syarat tergembala:
    • Berada di kandang penggembalaan. Dalam Tabernakel menunjuk pada Ruangan Suci.
      Kita sudah selamat (halaman Tabernakel), tetapi belum sempruna (Ruangan Maha Suci). Jadi kita harus berada di ruangan suci. Dulu ada tiga macam alat, sekarang menunjuk pada ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:
      1. Pelita emas = ketekunan dalam Ibadah Raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
      2. Meja roti sajian = ketekunan dalam Ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci, persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.
      3. Mezbah dupa emas = ketekunan dalam Ibadah Doa, persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.

      Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga tidak bisa dijamah oleh Setan tritunggal. Kita tidak berbuat dosa, tidak disesatkan oleh ajaran palsu, tetapi kita tenang, tidak tergoncang oleh apa pun.

      Inilah pentingnya kandang penggembalaan.

    • Harus makan firman penggembalaan = mendengar dan dengar-dengaran pada suara gembala.
      Ini adalah tujuan utama datang ke rumah Tuhan.
      Firman penggembalaan adalah firman pengajaran yang benar yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia, berkesinambungan, dan diulang-ulang, sehingga menjadi makanan rohani bagi sidang jemaat untuk memberi kekuatan dan mendewasakan (menyucikan) sidang jemaat sampai menyempurnakan.

      Oleh karena itu harus ada persepuluhan, sebab firman penggembalaan ada kaitan dengan persepuluhan.
      Maleakhi 3:10
      3:10. Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

      Kalau sudah ada makanan di kandang, kita akan kenyang dan tenang. Kita selalu mengucap syukur kepada Tuhan.

      Jadi, tugas pokok gembala adalah memberi makan sidang jemaat. Tugas pokok sidang jemaat adalah makan dulu, baru bisa melayani.
      Kita banyak salah, kita anggap penggembalaan adalah tempat melayani. Penggembalaan adalah tempat kita makan firman, sesudah itu baru tempat melayani dan sebagainya.

      Jadi, persepuluhan juga merupakan pengakuan bahwa kita tergembala dengan benar dan baik. Anjing dan babi sudah diangkat menjadi dombanya Tuhan.

    Bangsa kafir harus bertemu Yesus di tepi sumur Yakub.
    Sumur Yakub juga berarti sumber air kehidupan:
    • Pelita emas = ketekunan dalam Ibadah Raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya, sumber air kehidupan Roh Kudus.
    • Meja roti sajian= ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan perjamuan suci, persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus, sumber air kehidupan firman Allah.
    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam Ibadah Doa, persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya, sumber air kehidupan kasih Allah.

    Jadi, penggembalaan adalah sumber air kehidupan firman, Roh Kudus, dan kasih Allah.
    Yohanes 4:6

    4:6. Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.

    'kira-kira pukul dua belas' = paling panas.
    Kandang penggembalaan adalah tempat yang paling tepat untuk menghadapi keadaan panas terik dari padang pasir dunia, yaitu pencobaan-pencobaan yang semakin meningkat sampai antikris berkuasa di bumi.

    Contoh: Musa.
    Keluaran 2:15
    2:15. Ketika Firaun mendengar tentang perkara itu, dicarinya ikhtiar untuk membunuh Musa. Tetapi Musa melarikan diri dari hadapan Firaun dan tiba di tanah Midian, lalu ia duduk-duduk di tepi sebuah sumur.

    Musa duduk-duduk di tepi sumur ketika dikejar oleh Firaun untuk dibunuh.
    Sekarang artinya kandang penggembalaan adalah tempat melarikan diri dari kejaran setan yang mau menyengsarakan sampai membinasakan kita lewat berbagai cara yang tidak pernah kita duga, yaitu pencobaan, masalah yang mustahil, dosa. Musa diangkat menjadi anak oleh puteri Firaun, tiba-tiba sudah mau dibunuh. Daud jalan-jalan di sotoh tiba-tiba jatuh dalam dosa.
    Di dunia, semua belum pasti, tetapi di dalam kandang penggembalaan. ada kepastian. Oleh karena itu, jangan putus asa kalau ada di bawah, tetapi jangan sombong kalau di atas. Mari kita masuk dalam kandang penggembalaan.

    Di dalam kandang penggembalaan, kita mendapat perlindungan, ketenangan, dan kepuasan, bahkan ada jawaban/ jalan keluar dari Tuhan. Semuanya ada di dalam kandang penggembalaan.

    Tempat penggembalaan adalah tempat yang paling tepat bagi pertemuan mempelai. Yesus (gambaran Kepala, Mempelai Pria) bertemu perempuan Samaria (gambaran tubuh, mempelai wanita). Musa bertemu dengan Zipora.
    Jadi penggembalaan adalah tempat untuk mendidik dan mendewasakan rohani, tempat memandikan/ menyucikan kita, sehingga kita diangkat menjadi imam dan raja untuk dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, sampai kita sempurna seperti Yesus. Kita menjadi mempelai wanita Sorga yang sempurna, yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan seribu tahun damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru selamanya.

    Efesus 4:11-12
    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Inilah nikah rohani.
    Secara jasmani, nikah jasmani juga terjadi di tepi sumur penggembalaan supaya mengarah pada perjamuan kawin Anak Domba. Harus satu penggembalaan, satu pengajaran, satu baptisan, satu pelayanan. Kalau sudah pacaran, harus sungguh-sungguh, tidak ada menipu atau menyeleweng sana-sini. Gaya orang tergembala adalah satu kali pacaran, terutama bagi imam-imam. Kalau sana-sini, arahnya bukan ke perjamuan kawin Anak Domba, tetapi daging. Oleh karena itu, berdoa sungguh-sungguh sampai bertemu di sumur, masuk nikah yang suci, sampai perjamuan kawin Anak Domba.

    Sehebat apa pun kita, di luar sumur penggembalaan, kita hanya seperti perempuan Samaria yang haus terus, tidak ada kepuasan sehingga mencari kepuasan di dunia, tidak bisa berbuat baik tetapi selalu menyakiti Tuhan dan orang lain.
    Tetapi bersyukur, perempuan Samaria ditemukan oleh Tuhan.

  2. Sikap dalam pembangunan tubuh Kristus:
    • Memandang ladang yang sudah menguning, sama dengan perhatian sungguh-sungguh/ khusus dalam pekerjaan Tuhan, seperti dalam perlombaan.
      Artinya mengutamakan ibadah pelayanan kepada Tuhan lebih dari apa pun juga di dunia. Kita siap mengorbankan perkara jasmani untuk mendapatkan perkara rohani.

      Yohanes 4:35
      4:35. Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.

      Jangan seperti Esau yang mengorbankan perkara rohani untuk mendapat yang jasmani. Akibatnya ia kehilangan segalanya.
      Jangan salah dalam pelayanan dan jangan remehkan kesalahan dalam pelayanan.
      Mari, korbankan semua untuk Tuhan seperti Dia berkorban nyawa di kayu salib.

    • Taat dengar-dengaran dan setia sampai garis akhir, sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali.
      Yohanes 4:34
      4:34. Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

      'melakukan kehendak Dia' = melayani Yesus harus sesuai dengan kehendak Tuhan, bukan kehendak sendiri.
      Taat dan setia sama dengan memberi makan Yesus, memuaskan hati Tuhan, dan Dia akan memuaskan kita.

    • Mata hanya tertuju pada Yesus, Imam Besar, Gembala Agung, dan Raja segala raja, yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa.
      Ibrani 12:1-2
      12:1. Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.
      12:2. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

      Memandang Tuhan sama dengan banyak menyembah Dia, dan Dia sedang memonitor kita. Tuhan siap mengulurkan tangan belas kasih-Nya untuk mengangkat kita dari kettenggelaman. Dulu Yesus memonitor murid-murid-Nya yang perahunya hampir tenggelam, dan Dia mengulurkan tangan untuk mengangkat Petrus yang hampir tenggelam.

      Matius 14:23-33
      14:23. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.
      14:24. Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.
      14:25. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air.
      14:26. Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut.
      14:27. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
      14:28. Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
      14:29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
      14:30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
      14:31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
      14:32. Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.
      14:33. Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah."

      Tuhan memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul bagi kita. Dia menolong kita tepat pada waktu-Nya. Dia tidak pernah meninggalkan kita untuk mengangkat dari ketenggelaman.

      Mengangkat dari ketenggelaman artinya:
      1. Mengangkat dari kebimbangan menjadi percaya dan berharap hanya kepada Tuhan.
        Kebimbangan adalah sumber ketenggelaman.
        Kalau tidak ada yang memperhatikan, masih ada Tuhan yang tidak pernah mengecewakan kita.

      2. Mengangkat dari kemerosotan, untuk dipulihkan bahkan ditingkatkan, jasmani maupun rohani.
        Jika ada kejatuhan dalam dosa, Tuhan memulihkan menjadi hidup benar dan suci. Tinggalkan dosa sekarang ini! Jangan tenggelam terus! Kalau tenggelam dalam dosa, semua akan tenggelam.

      3. Mengangkat dari kegagalan, menjadi berhasil dan indah pada waktunya.

      4. Mengangkat dari ketakutan, air mata, penderitaan, kecewa, putus asa, dan stres menjadi kebahagiaan.

      5. Semua kemustahilan selesai pada waktunya.

      6. Diangkat dari kebinasaan, sama dengan kita disucikan dan diubahkan terus-menerus sampai kita sempurna untuk diangkat ke awan-awan yang permai menuju pelabuhan Yerusalem baru, di mana tidak ada setetespun air mata.



Tuhan memberkati.


kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top