English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 Juni 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:32 = NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL.
Pohon ara ini ditampilkan dari jaman ke jaman: jaman Allah...

Ibadah Doa Surabaya, 07 April 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 1
= waktu akhir jaman, Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga yang...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 10 Januari 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 8 menunjuk pada Pelita Emas. Dalam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Agustus 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 03 Juli 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Empat wujud pribadi Yesus dalam kemuliaan...

Ibadah Raya Malang, 11 Februari 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangNya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:12-17
6:12 Maka aku melihat, ketika...

Ibadah Raya Malang, 13 Agustus 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:5-6
6:5 Dan ketika Anak Domba itu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 November 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session I, 11 Juni 2009 (Kamis Malam)
Keluaran 28:31-35 adalah tentang gamis baju efod, yang berwarna ungu tua / biru...

Ibadah Doa Malam Session II Malang, 29 Agustus 2012 (Rabu Dini Hari)
Tema: Tersungkur di bawah kaki Tuhan.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Yohanes 11:3-5
11:3...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 10 Juni 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:33-36
11:33 "Tidak seorangpun yang menyalakan...

Ibadah Raya Surabaya, 27 Agustus 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 19 April 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:4-8
7:4 Dan aku mendengar jumlah...

Ibadah Doa Malang, 21 Februari 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:1
5:1 Maka aku melihat...

Ibadah Raya Surabaya, 18 Maret 2018 (Minggu Siang)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam VI

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 29 September 2020 (Selasa Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11:15-19 bicara tentang bunyi sangkakala yang ketujuh atau nafiri yang terakhir.

Sangkakala ketujuh menampilkan tiga hal:
  1. Ayat 15-17 = pribadi Yesus yang datang kembali kedua kali di awan-awan yang permai dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga untuk menegakkan kerajaan Sorga di bumi, itulah kerajaan seribu tahun damai (Firdaus yang akan datang), sampai Yerusalem baru selamanya (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Malang, 05 Juli 2020 sampai Ibadah Raya Malang, 02 Agustus 2020).

  2. Ayat 18 = pribadi Yesus sebagai Hakim yang adil untuk memberikan hukuman atas dunia dan orang-orang yang layak menerimanya, tetapi juga memberikan upah kepada orang-orang yang layak menerimanya (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Agustus 2020 sampai Ibadah Raya Malang, 06 September 2020).

  3. Ayat 19 = Tabut Perjanjian/ gereja yang sempurna/ mempelai wanita Sorga (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 September 2020).


ad. 3.
Wahyu 11:19
11:19. Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat.

Wahyu 12:1
12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

Tabut Perjanjian di dalam Bait Suci Allah di Sorga sama dengan seorang perempuan dengan matahari, bulan, dan bintang (mempelai wanita Sorga, gereja Tuhan tampil sebagai terang dunia yang sama terang dan mulia dengan Yesus).

Mempelai wanita Sorga akan disingkirkan ke padang gurun, jauh dari mata antikris yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun, setelah itu diangkat di awan-awan yang permai untuk bertemu dengan Yesus yang datang kedua kali untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan seribu tahun damai (Firdaus yang akan datang), dan kerajaan Sorga selamanya.

Pada saat Tabut Perjanjian kelihatan di Bait Suci Allah (pada saat mempelai wanita menyambut kedatangan Yesus kedua kali) di bumi terjadi 'kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat', artinya kiamat sampai neraka selamanya.

Sekarang ini kita menempati Bait Suci Allah di bumi yaitu tubuh kita, tempat kita beribadah melayani Tuhan.
Tabut Perjanjian juga harus diletakkan di dalam Bait Suci Allah di bumi, artinya Kabar Mempelai.

Keluaran 25:21-22

25:21. Haruslah kauletakkan tutup pendamaian itu di atas tabut dan dalam tabut itu engkau harus menaruh loh hukum, yang akan Kuberikan kepadamu.
25:22. Dan di sanalah Aku akan bertemu dengan engkau dan dari atas tutup pendamaian itu, dari antara kedua kerub yang di atas tabut hukum itu, Aku akan berbicara dengan engkau tentang segala sesuatu yang akan Kuperintahkan kepadamu untuk disampaikan kepada orang Israel."

Di dalam Tabut Perjanjian, Tuhan sedang berbicara dengan gembala dan sidang jemaat.
Tuhan berbicara artinya firman yang dibukakan rahasianya, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab.

Keluaran 20:18-20

20:18. Seluruh bangsa itu menyaksikan guruh mengguntur, kilat sabung-menyabung, sangkakala berbunyi dan gunung berasap. Maka bangsa itu takut dan gemetar dan mereka berdiri jauh-jauh.
20:19. Mereka berkata kepada Musa: "Engkaulah berbicara dengan kami, maka kami akan mendengarkan; tetapi janganlah Allah berbicara dengan kami, nanti kami mati."
20:20. Tetapi Musa berkata kepada bangsa itu: "Janganlah takut, sebab Allah telah datang dengan maksud untuk mencoba kamu dan dengan maksud supaya takut akan Dia ada padamu, agar kamu jangan berbuat dosa."

'guruh mengguntur, kilat sabung-menyabung' = Tuhan berbicara dengan kedahsyatan.
Jadi, Kabar Mempelai adalah firman pengajaran yang benar dan dahsyat untuk membuat sidang jemaat takut akan Tuhan (takut berbuat dosa).

Setiap kita beribadah melayani Tuhan kita harus mengutamakan pemberitaan Kabar Mempelai, supaya kita mengalami penyucian dan pembaharuan sampai sempurna seperti Yesus, dan siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai sampai masuk kerajaan Sorga, seperti Tabut Perjanjian Allah dalam Bait Suci Allah di Sorga. Kita tidak mengalami kiamat dan neraka yang dahsyat.
Lebih baik kita mengalami firman yang dahsyat dari pada kiamat dan neraka yang dahsyat.

Saat Yesus masih hidup di dunia ini, setiap kali Dia hadir di dalam rumah ibadat dan rumah-rumah Dia selalu mengajar.

Lukas 13:10

13:10. Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.

Lukas 5:17-19
5:17. Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit.
5:18. Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus.
5:19. Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus.

Markus 4:1
4:1. Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu.

Yang penting bukan tempatnya, tetapi ada pribadi Yesus/ firman pengajaran atau tidak. Kalau tidak ada firman pengajaran, percuma. Sebaliknya kalau ada pribadi Yesus, akan ada kemuliaan.

Bagaimana cara mendengar firman? Lisan, tulisan, kaset, internet.

2 Tesalonika 2:15

2:15. Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis.

Cara apa pun, yang penting isi firmannya adalah firman pengajaran yang benar.

Bukti Yesus hadir dan beraktivitas di dalam ibadah pelayanan kita sekarang ini adalah ada pembukaan rahasia firman Allah.

Di dalam Lukas 13:1-17, ada tiga macam pembukaan rahasia firman Allah, sama dengan tiga macam aktivitas Yesus:
  1. Pemberitaan firman merupakan jawaban bagi orang berdosa/ Yesus menjawab orang berdosa.
    Lukas 13:1-5
    13:1. Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan.
    13:2. Yesus menjawab mereka: "Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?
    13:3. Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.
    13:4. Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem?
    13:5. Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian."

    Roma 3:23
    3:23. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

    Sejak Adam dan Hawa berbuat dosa dan diusir ke dalam dunia, semua manusia di dunia juga berbuat dosa, berarti kehilangan kemuliaan Allah (telanjang).
    Sehebat apa pun manusia keadaannya telanjang, dan diperhadapkan pada dua hal yang tidak bisa dijawab:
    • Kutukan dosa: letih lesu, beban berat, susah payah, air mata, masalah, ketakutan, stres.
    • Angka 18 ('kedelapan belas orang') = dicap 666, tetap menjadi manusia darah daging yang buas seperti binatang buas yang mengikuti hawa nafsu daging.
      Akibatnya adalah menjadi sama dengan antikris yang mengalami kiamat dan binasa.
    Kedua hal ini tidak bisa dijawab dengan kehebatan manusia, kepandaian, kedudukan dan sebagainya.
    Oleh karena itu, kita butuh firman yang bisa menjawab.

    Roma 3:24-25
    3:24. dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.
    3:25. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.

    Yesus satu-satunya jawaban atas kutukan dan kebinasaan manusia berdosa lewat darah Yesus yang ditumpahkan di kayu salib.
    Darah Yesus sanggup menyelesaikan segala dosa kita, berarti menyelesaikan segala kutukan dan hukuman.

    Dari mana kita mendapatkan jawaban ini? Dari pembukaan rahasia firman.

    Sikap kita dalam pemberitaan firman:
    • Kita rela sengsara daging untuk percaya Yesus dan bertobat (iman dan pertobatan). Di dalam Tabernakel ditunjukkan dengan alat mezbah korban bakaran (halaman Tabernakel).

      Proses iman dan pertobatan adalah kalau kita percaya Yesus, kita akan rela sengsara daging untuk mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, sehingga kita mengalami pengampunan dosa. Kita dilepaskan dari kutukan dan hukuman.
      Kita juga rela sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa/ mati terhadap dosa (bertobat).

    • Kita rela sengsara daging untuk hidup dalam kebenaran lewat baptisan air yang benar (kolam pembasuhan).
      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat, mati terhadap dosa, harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit keluar dari dalam air bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/ hidup Sorgawi, yaitu hidup dalam kebenaran.

      Hidup dalam kebenaran = jalan kebenaran = jalan lurus. Ini adalah tempat lewatnya Yesus sebagai Juru Selamat untuk menjadi jawaban bagi orang berdosa.

      Bukti Yesus lewat adalah hati kita mengalami damai sejahtera. Ini sama dengan kita mendapatkan jawaban.
      Yesus lewat artinya Dia memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul untuk menjadikan semua enak dan ringan. Semua selesai pada waktunya.

  1. Pemberitaan firman merupakan perumpamaan yang berkaitan dengan kerajaan Sorga/ Tabernakel.
    Lukas 13:6-9
    13:6. Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.
    13:7. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!
    13:8. Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,
    13:9. mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!"

    Ini adalah perumpamaan tentang kebun anggur, menunjuk pada kandang penggembalaan.
    Yesus sebagai Gembala Agung memberi penjelasan yang lebih dalam supaya kita mengerti tentang penggembalaan yang benar.

    Syarat tergembala:
    • Harus berada dalam kandang penggembalaan/ ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:
      1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya.
      2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci.
      3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa.

    • Mendengar suara gembala.

    Perumpamaan firman Allah harus sesuai dengan kebenaran firman Allah, supaya bisa menjadi iman dalam hidup kita. Kalau perumpamaannya jasmani, tidak akan bisa jadi iman tetapi jadi pengetahuan yang membuat sombong.

    Dua posisi dari pohon ara (gereja Tuhan):
    • Di pinggir jalan.
      Artinya tidak berada di dalam kandang penggembalaan, tidak setia dan tekun dalam tiga macam ibadah pokok.

      Akibatnya tidak berbuah tetapi hanya berdaun saja, sehingga dikutuk sampai kering ke akar-akarnya.

      Waspada, tadi sudah selamat, sudah menemukan jawaban di dalam Yesus tetapi kalau tidak mengerti penggembalaan, akhirnya dikutuk juga. Tidak ada pembelaan dan perlindungan dari Tuhan, sehingga pasti kembali pada manusia daging yang telanjang, terkutuk, dan binasa selamanya.
    • Di kebun anggur.
      Artinya berada di dalam kandang penggembalaan/ ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok sehingga memiliki iman dan ketekunan (masuk ruangan suci).

      Tetapi kenyataannya, sudah tekun tergembala tetapi masih ada yang belum berbuah.

      Mengapa belum berbuah? Karena akarnya tidak baik ('mencangkul' bicara soal akar).

      Lukas 13:7-9

      13:7. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!
      13:8. Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,
      13:9. mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!"

      Penjaga kebun anggur = gembala.

      Salah satu akar yang tidak baik adalah akar kejahatan/ cinta akan uang seperti Yudas Iskariot, yang membuat kikir dan serakah.
      Kikir = tidak bisa memberi.
      Serakah = mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan, yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

      Di luar penggembalaan, tidak ada harapan untuk berbuah sehebat apa pun ia tetapi hanya terkutuk dan binasa.

    Kita belajar tentang penggembalaan dari Musa.
    Keluaran 3:1-5

    3:1. Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.
    3:2. Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.
    3:3. Musa berkata: "Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?"
    3:4. Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: "Musa, Musa!" dan ia menjawab: "Ya, Allah."
    3:5. Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus."

    'nyala api yang keluar dari semak duri' = api firman, Roh Kudus, dan kasih Allah dari penggembalaan.
    Di dalam kandang penggembalaan kita memiliki iman dan ketekunan, sehingga kita mengalami penyucian sampai menanggalkan sepasang kasut, artinya penyucian lahir batin. Kita hidup dalam kesucian sama seperti bayi yang baru lahir.

    Hidup dalam kesucian = jalan kesucian = jalan salib = jalan lurus, tempat lewatnya Yesus sebagai Gembala Agung. Dia memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul bagi kita semua untuk:
    • 'berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya' = memanggil kita = memperlengkapi kita dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus untuk dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kita memiliki jubah indah sehingga bisa berbunga.
      Efesus 4:11-12
      4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
    • 'tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus' = berbuah. Kita membawa kesucian di mana kita berada. Kita menjadi saksi Tuhan yang bisa dinikmati Tuhan dan sesama.

    • Melepaskan kita dari kekafiran.
      Keluaran 3:7-8
      3:7. Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka.
      3:8. Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.

      Salah satu tabiat kekafrian adalah kikir dan serakah.
      Kita dilepaskan dari kekafiran sehingga kita bisa bersaksi lebih bahagia memberi dari pada menerima, sampai menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan.

      Kisah Rasul 20:28,31,35
      20:28. Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.
      20:31. Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.

      20:35. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

      Tuhan sanggup memelihara kehidupan kita yang kecil tak berdaya di tengah kesulitan dunia ssecara berlimpah-limpah sampai antikris berkuasa di bumi.

      Kita menerima susu dan madu.
      Madu = kekuatan.
      Susu = pertumbuhan.
      Artinya kita menjadi hamba Tuhan yang kuat dan bertumbuh ke arah kesempurnaan.

    Penggembalaan, kesaksian, dan ketekunan adalah pemandangan yang hebat sampai nanti di Wahyu 12:1.
  1. Pemberitaan firman dalam firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua dan dahsyat.
    Lukas 13:10-17
    13:10. Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.
    13:11. Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.
    13:12. Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh."
    13:13. Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.
    13:14. Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: "Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat."
    13:15. Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?
    13:16. Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?"
    13:17. Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.

    Firman Allah yang dahsyat untuk menyempurnakan kita.
    Di dalam kedahsyatan ini ada yang menerima (perempuan bungkuk), tetapi ada yang menolak (kepala rumah ibadat).

    Dalam setiap ibadah pelayanan kita harus mengutamakan firman pengajaran yang benar.
    Mengapa? Tanpa firman pengajaran yang benar gereja Tuhan akan menjadi bungkuk delapan belas tahun.
    Artinya:
    • Kekuatiran yang membuat tidak setia, tidak benar, dan tidak bahagia.
      Amsal 12:25
      12:25. Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.

    • Tidak puas = diikat oleh setan. Tandanya: bersungut, berdusta, sampai mencari kepuasan di dunia atau kepuasan dunia dibawa masuk gereja.
      Lukas 13:15-16
      13:15. Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?
      13:16. Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?"

    • Dicap 666 = tubuh, jiwa, dan rohnya daging. Ia tidak mengalami keubahan hidup tetapi tetap manusia darah daging yang binasa.
      2 Timotius 3:1-5
      3:1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
      3:2. Manusia akan mencintai dirinya sendiri(1) dan menjadi hamba uang(2). Mereka akan membual(3) dan menyombongkan diri(4), mereka akan menjadi pemfitnah(5), mereka akan berontak terhadap orang tua(6) dan tidak tahu berterima kasih(7), tidak mempedulikan agama(8),
      3:3. tidak tahu mengasihi(9), tidak mau berdamai(10), suka menjelekkan orang(11), tidak dapat mengekang diri(12), garang(13), tidak suka yang baik(14),
      3:4. suka mengkhianat(15), tidak berpikir panjang(16), berlagak tahu(17), lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah(18).
      3:5. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

    • Tidak bisa berdiri tegak = tidak bisa memuliakan Tuhan tetapi memilukan Tuhan, memedihkan orang tua, dan membuat gembala berkeluh-kesah.
      Lukas 13:12-13
      13:12. Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh."
      13:13. Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.

      Akibatnya kutukan, penderitaan, masalah yang tidak pernah selesai, sampai kebinasaan selamanya.

    Jalan keluarnya adalah Yesus mengajar di Bait Allah.
    Lukas 13:10,12-13
    13:10. Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.
    13:12. Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh."
    13:13. Lalu Ia
    meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.

    Saat ada firman pengajaran, saat itu ada aktivitas Yesus sebagai Imam Besar, Raja segala raja, dan Mempelai Pria Sorga yaitu:
    • 'melihat' = Yesus memperhatikan segala kegagalan kita, tidak ada yang tersembunyi.
      Bukti Yesus melihat kita adalah kita menyadari keadaan dan dosa kita.

    • 'memanggil' = Yesus memanggil saat firman pengajaran yang benar menunjukkan segala keadaan dan dosa kita, sehingga kita sadar akan keadaan dan dosa kita.

    • Yesus 'berkata' = kita mengaku segala dosa dan keadaan kita, sehingga Tuhan mengampuni dosa-dosa kita.
      Markus 2:9
      2:9. Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?
    • 'meletakkan tangan-Nya' = Yesus bergumul untuk menjamah kita, sehingga kita bisa tegak kembali.
      Artinya:
      1. Berdiri di atas dua alas perak.
        Keluaran 26:15,19
        26:15. Haruslah engkau membuat untuk Kemah Suci papan dari kayu penaga yang berdiri tegak,
        26:19. Dan haruslah kaubuat empat puluh alas perak di bawah kedua puluh papan itu, dua alas di bawah satu papan untuk kedua pasaknya, dan seterusnya dua alas di bawah setiap papan untuk kedua pasaknya.

        Dua alas perak = korban Kristus (penebusan) dan firman pengajaran yang benar.

        Mazmur 12:7

        12:7. Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.

        Bukti berdiri di atas dua alas perak adalah jika "ya" katakan "ya", jika "tidak" katakan "tidak". Ini sama dengan jujur. Kita bisa memuliakan Tuhan.

      2. Hikmat dari Tuhan.
        Amsal 9:1
        9:1. Hikmat telah mendirikan rumahnya, menegakkan ketujuh tiangnya,

        Yakobus 3:13,17
        3:13. Siapakah di antara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah ia dengan cara hidup yang baik menyatakan perbuatannya oleh hikmat yang lahir dari kelemahlembutan.
        3:17. Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni
        (1), selanjutnya pendamai(2), peramah(3), penurut(4), penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik(5), tidak memihak(6) dan tidak munafik(7).

        Ayat 17 = tujuh tiang hikmat.
        Hikmat inilah yang menentukan keberhasilan.

        Pengkhotbah 10:10
        10:10. Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.

        Mari kita menegakkan tujuh tiang, dan hikmat Tuhan akan membuat kita berhasil. Kita tidak akan roboh.

    • Takhta kemuliaan di Sorga, artinya kita mengalami keubahan hidup, yaitu taat dengar-dengaran dan sabar.
      Mazmur 103:19-20
      103:19. TUHAN sudah menegakkan takhta-Nya di sorga dan kerajaan-Nya berkuasa atas segala sesuatu.
      103:20. Pujilah TUHAN, hai malaikat-malaikat-Nya, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melaksanakan firman-Nya dengan mendengarkan suara firman-Nya.

      Pahlawan menunjuk pada sabar. Kita sabar menunggu waktu Tuhan.

      Mujizat rohani terjadi, dan mujizat jasmani juga terjadi, yang mustahil menjadi tidak mustahil. Sampai kalau Tuhan datang kita diubahkan jadi sempurna seperti Dia. Kita layak menyambut kedatangan-Nya bagaikan Tabut Perjanjian dalam Bait Suci Allah di Sorga.



Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top