English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 04 November 2012 (Minggu Sore)
Disertai penataran imam dan calon imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat...

Ibadah Persekutuan Jakarta III, 10 Agustus 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 26 September 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:14-30 adalah perumpamaan tentang talenta.
Talenta = harta Sorga = jabatan pelayanan, yang tidak bisa...

Ibadah Raya Malang, 02 Juni 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28: 20b
28:20b ........

Ibadah Doa Malang, 15 Juli 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:16
1:16 Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh...

Ibadah Raya Surabaya, 17 Oktober 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 31-46
= tentang penghakiman terakhir.
Malam ini kita membaca ayat 31, 34a
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan...

Ibadah Raya Surabaya, 07 Juni 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 32-35
Nubuat ke-6= NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL.
Secara umum, pohon ara ini ditampilkan dari jaman...

Ibadah Raya Malang, 08 Mei 2011 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK.
Yeremia 17:7-8
17:7 Diberkatilah orang yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 06 Februari 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9-20 penglihatan Yohanes di pulau Patmos.

Wahyu 1:9
1:9 Aku,...

Ibadah Raya Surabaya, 05 Februari 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Doa Malang, 22 Desember 2009 (Selasa Sore)
Matius 24:36-44 adalah nubuat tentang hukuman atas dunia saat kedatangan Tuhan...

Ibadah Raya Malang, 14 Juni 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:32-35 = NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL.
Pohon ara ini ditampilkan dari jaman ke jaman: jaman Allah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Oktober 2018 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Kunjungan di Jayapura I

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Raya Malang, 08 Februari 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, yaitu:Ayat 29, terjadi...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 11 Agustus 2018 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Raya Surabaya

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 Juni 2019 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Kita mempelajari tema ibadah kunjungan di Bagan Batu: Yohanes 15: 1a
15:1a. "Akulah pokok anggur yang benar

Dalam susunan Tabernakel, Yohanes 15 menunjuk pada alat pelita emas, artinya persekutuan--Pokok adalah Yesus/firman pengajaran yang benar sebagai kepala ('Pada mulanya adalah Firman; Firman itu telah lahir menjadi manusia dalam pribadi Yesus'), ranting adalah kita semua gereja Tuhan (tubuh Kristus).

Jadi, persekutuan tubuh Kristus yang benar adalah persekutuan ranting dengan ranting yang melekat pada pokok anggur yang benar/firman pengajaran yang benar (pribadi Yesus), sehingga terjadi penyucian dan didukung oleh kedua sayap dari burung nasar yang besar--firman dan Roh Kudus akan menjadi kedua sayap dari burung nasar yang besar.
Tanpa pokok, ranting dengan ranting bisa menyatu, tetapi di tempat sampah--menjadi ranting-ranting kering, jatuh dan yang hanya untuk dibakar. Harus melekat pada Pokok!

Yesaya 30: 1-3
30:1. Celakalah anak-anak pemberontak, demikianlah firman TUHAN, yang melaksanakan suatu rancangan yang bukan dari pada-Ku, yang memasuki suatu persekutuan, yang bukan oleh dorongan Roh-Ku, sehingga dosa mereka bertambah-tambah,
30:2. yang berangkat ke Mesir dengan tidak
meminta keputusan-Ku, untuk berlindung pada Firaun dan untuk berteduh di bawah naungan Mesir.
30:3. Tetapi perlindungan Firaun akan memalukan kamu, dan perteduhan di bawah naungan Mesir akan menodai kamu.

'meminta keputusan-Ku'= firman pengajaran yang benar; Alkitab.
Waspada, ada persekutuan lain yang tidak berdasarkan pada firman pengajaran yang benar--tidak punya pokok--, dan tidak berada dalam urapan Roh Kudus, tetapi berdasarkan perkara-perkara dunia--didukung oleh perkara dunia: kedudukan, kepandaian, kekayaan, figur manusia.
Akibatnya: tidak ada penyucian, sehingga hanya menambah dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Ini sama dengan pembangunan tubuh Babel, mempelai wanita setan--gereja palsu--yang akan dibinasakan selamanya. Tuhan tolong kita semua.

Oleh sebab itu kita harus aktif dalam persekutuan tubuh Kristus yang benar; kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang benar, mulai dari nikah yang benar--sesuai dengan pengajaran yang benar--, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna--mempelai wanita sorga.

Aktif dalam persekutuan tubuh Kristus yang benar sama dengan aktif untuk bekerja di kebun anggur--tema dikaitkan dengan kebun anggur.
Jaga nikah mulai dari masa perkenalan, pacaran. Jaga kebenaran (harus sesuai firman pengajaran yang benar), kesucian, dan kesatuan nikah! Begitu juga dengan penggembalaan dan antar penggembalaan harus dijaga kebenaran, kesucian, dan kesatuannya. Kita harus bekerja di kebun anggur sampai sempurna.

Matius 20: 1-6
20:1. "Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.
20:2. Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.
20:3. Kira-kira
pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.
20:4. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan merekapun pergi.
20:5. Kira-kira
pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.
20:6. Kira-kira
pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?

'pagi-pagi benar'= jam enam pagi.
Kerinduan mendalam dari pemilik kebun anggur--Yesus--adalah supaya kita aktif bekerja di kebun anggur; tidak menganggur atau pensiun. Kalau menganggur akan dipakai oleh Babel.
Kita tidak boleh menganggur (tidak melayani) dan pensiun! Kalau sudah melayani, jangan berhenti, tetapi terus melayani sampai garis akhir. Itulah kerinduan Yesus.

Ada tiga macam dasar bekerja di kebun anggur:

  1. Ayat 1-2= 'pagi-pagi benar' = jam enam pagi.
    Dasarnya: upah.
    Ini berlaku hanya untuk suku Lewi dari bangsa Israel pada zaman Taurat--tidak semua bangsa Israel. Ini pelajaran bagi kita, sekarang ini banyak ibadah sistem Taurat.
    Hati-hati sekarang akhir zaman kembali pada Taurat, yaitu ibadah pelayanan hanya untuk mencari upah yang jasmani, sehingga pelayanan menjadi profesi--yang dinilai kepandaian, kehebatan, bukan kesucian, sehingga tidak bisa mendapatkan upah secara rohani.

    Akibatnya:


    1. Bersungut-sungut; tidak puas, sehingga mencari kepuasan di dunia sampai jatuh dalam dosa, atau kepuasan di dunia dimasukkan di dalam gereja--gereja dijadikan sama dengan dunia--sehingga jatuh juga dalam dosa.
      Matius 20: 9-11
      20:9. Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar.
      20:10. Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi
      merekapun menerima masing-masing satu dinar juga.
      20:11. Ketika mereka menerimanya, mereka
      bersungut-sungut kepada tuan itu,


    2. Tersinggung, tersandung, dan mudah jadi sandungan.
    3. Kebenaran sendiri.
      Matius 20: 12-13
      20:12. katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.
      20:13. Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?

      Ayat 12= menyalahkan orang.
      Kebenaran sendiri artinya menutupi kesalahan dengan cara menyalahkan orang lain dan menyalahkan Tuhan--pengajaran yang benar.


    4. Iri hati--kebencian tanpa alasan; sama seperti antikris.
      Dalam Yohanes 15: 8-27 ada tujuh kali disebutkan kebencian sampai seperti antikris.

      Matius 20: 15
      20:15. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?


    Ini akibatnya kalau bekerja di kebun anggur untuk mencari kepentingan jasmani, sehingga yang terdahulu menjadi yang terakhir--banyak yang meninggalkan pelayanan atau ketinggalan saat Yesus datang kembali ke dua kali.

    Matius 20: 16
    20:16. Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir."

    Kalau upah rohani kita dapatkan, yang jasmani hanya bonus. Tetapi kalau mengejar yang jasmani (menjadi profesi) justru tidak dapat yang rohani.


  2. Jam sembilan, dua belas, dan tiga petang.
    Matius 20: 3-5

    20:3. Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.
    20:4. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan merekapun pergi.
    20:5. Kira-kira
    pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.

    Ini adalah jam-jam Yesus disalibkan.
    Markus 15: 33-34
    15:33. Pada jam dua belas, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai jam tiga.
    15:34. Dan
    pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

    Dasarnya: salib Kristus--kasih Tuhan.

    Ada perempuan Kanani datang kepada Tuhan, supaya anaknya disembuhkan, tetapi Tuhan menjawab seperti dalam Matius 15: 24
    Matius 15: 24
    15:24. Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."

    Jadi ini berlaku untuk seluruh suku bangsa Israel--Yesus diutus kepada domba-domba yang hilang dari antara bangsa Israel.
    Tadi, hanya suku Lewi dari bangsa Israel pada zaman Taurat. Tetapi setelah Yesus mati di kayu salib, semua bangsa Israel boleh melayani--Yesus berasal dari suku Yehuda.

    Yesus mati dengan empat luka utama (untuk penebusan/penyelamatan)--dua di tangan dan dua di kaki--untuk mencari bangsa Israel yang terhilang/melanggar Taurat supaya diselamatkan.
    Tetapi sayang, sebagian bangsa Israel masih keras hati, sehingga menolak kasih Tuhan--tidak percaya kepada Yesus yang mati di kayu salib.
    Akibatnya: ditolak oleh Tuhan, sehingga terbuka kesempatan dan kemurahan Tuhan bagi bangsa kafir untuk masuk kebun anggur.

    Roma 11: 25
    11:25. Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.

    'tegar' = keras hati.
    'bangsa-bangsa lain' = bangsa kafir.


  3. Jam lima petang. Kita ingat luka Yesus yang kelima di lambung, yang terdalam dan terbesar untuk bangsa kafir--kemurahan dan kebaikan Tuhan bagi bangsa kafir, Ia sudah mati tetapi masih ingat bangsa kafir.
    Matius 20: 6
    20:6. Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?

    Dasarnya: kemurahan dan kebaikan Tuhan--lebih dari kasih Tuhan
    Ini berlaku bagi bangsa kafir.

    Jadi, jika bangsa kafir bisa bekerja di kebun anggur--dipakai dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang benar itu semata-mata hanya oleh karena kemurahan dan kebajikan Tuhan.

    Matius 20: 11
    20:12. katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.

    'engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat...' = jadi pelajarannya adalah Yesus mati untuk menggenapi Taurat; sekarang bangsa kafir sama dengan suku Lewi di zaman Taurat atau bangsa Israel di zaman perjanjian baru.

    Sebenarnya bangsa Israel menganggap bangsa kafir sebagai bangsa anjing, babi--binatang haram. Sebab itu bangsa Israel protes: 'engkau menyamakan mereka dengan kami...'
    Inilah kemurahan dan kebaikan Tuhan, kalau bangsa kafir bisa diangkat menjadi domba--diangkat menjadi imam dan raja seperti suku Lewi di zaman Taurat.

    Waktu bekerja bangsa kafir di kebun anggur: satu jam saja. Satu jam saja; cepat. Kenapa harus bersungut? Jaga jangan tawar hati.
    2 Korintus 4: 1
    4:1. Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.

    Kalau kita sudah bisa bekerja di kebun anggur--cuma satu jam--, jangan tawar hati--kecewa, putus asa, dan meninggalkan pelayanan.
    Jaga jangan sampai tersandung baik oleh perkara besar maupun kecil! Lihat lambung Tuhan yang ditikam dan kita tidak akan pernah tersandung, kecewa, dan putus asa. Tetap semangat! Sekarang ini ratapi lambung Yesus yang terobek besar, jika tersandung perkara besar, perkara besar jadi kecil dan perkara kecil jadi hilang.
    Kalau menyangkut sesama dalam nikah, penggembalaan, tanyakan kalau sudah tersandung.

    Kalau tersandung sampai meninggalkan pelayanan, habislah sudah. Kalau kasih ditolak masih ada kemurahan dan kebaikan. Tetapi kalau kemurahan dan kebaikan ditolak, mau apa lagi? Bangsa Israel saja dibuang apalagi bangsa kafir. Jangan sampai tawar hati! Hargai kemurahan dan kebajikan Tuhan, yang seharga korban Kristus.

    Lihat lambung-Nya sehingga kita bisa setia berkobar dalam ibadah pelayanan sesuai jabatan pelayanan yang Tuhan berikan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau sampai kedatangan Tuhan kedua kali.

    Apa yang dikerjakan dalam waktu satu jam? Menyembah, bukan tidur atau mengamuk.
    Markus 14: 37
    14:37. Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?

    Sudah jam enam pagi dipanggil, tidak bisa. Kesempatan kedua, jam sembilan dipanggil lagi, tidak bisa. Kesempatan ketiga, jam dua belas dipanggil lagi, tidak bisa. Kesempatan keempat, jam tiga sore juga tidak bisa. Masih ada kesempatan terakhir, jam lima sore, ternyata bisa. Tetapi malah tidur--tawar hati, mengamuk, tersandung. Artinya tidak menghargai perjuangan Tuhan sampai lambung-Nya ditombak dan tidak menghargai diri sendiri.
    Jangan bersungut, mengamuk, tidur, tetapi mari berjaga-jaga satu jam.

    Di sini, doa penyembahan dikaitkan dengan Getsemani--sekarang menunjuk pada pra aniaya antikris. Sebelum antikris berkuasa tiga setengah tahun, akan didahului masa pra aniaya antikris. Semua harus menghadapi Getsemani. Kita hadapi dengan berjaga-jaga selama satu jam.

    Getsemani= pemerasan buah zaitun; buah anggur--doa penyembahan satu jam--, artinya: pemerasan daging dengan segala keinginan, kehendak, hawa nafsu, perasaan daging, sampai bisa berseru: Ya Abba, ya Bapa--kita bisa menerima kehendak Tuhan apapun resikonya dan kita bisa melakukan kehendak Tuhan apapun resikonya.
    Hati-hati, jangan ditipu perasaan daging!

    Kita akan menghadapi salib (Getsemani), karena itu kita belajar. Yesus saja menjadi sedih sampai mau mati rasanya saat menghadapi salib, apalagi kita. Karena itu kita belajar, menghadapi apa saja, kita berlutut, jangan bersungut, mengomel, tersinggung, kecewa, marah tetapi pandang lambung Yesus. Peras daging!

    Seringkali kita main perasaan. Jangan! Belum tentu, semua itu ada yang tidak disengaja dan lain-lain. Jangan sampai dikira-kira sendiri.
    Markus 14: 36
    14:36. Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."

    Kalau kita punya kehendak sendiri, tetapi tidak cocok dengan firman, berarti kehendak kita yang negatif. Jangan teruskan! Kalau melanggar, hidup kita mulai kosong.
    Contoh: Petrus kembali menjadi penjala ikan padahal kehendak Tuhan ia menjadi penjala manusia, sehingga ia tidak menangkap apa-apa.

    "Rasul Paulus mengatakan: Biarlah tubuhnya terbakar habis, tetapi jiwanya diselamatkan. Harus berjuang! Saya baru mengerti ini, saya menolong seseorang di saat-saat terakhir hidupnya. Sebagai gembala saya harus berjuang dan ternyata menang. Dia harus menderita tetapi nyawanya diambil Tuhan. Ini kalau kuat. Kalau tidak kuat bagaimana? Ini masih pra aniaya antikris. Kalau menghadapi antikris, apa kuat? Kita harus berpikir. Paling bagus adalah dalam doa Getsemani (doa penyembahan satu jam); Mari, melayani Tuhan sampai puncaknya menyembah Dia. Mari Sungguh-sungguh menerima dan melakukan kehendak Tuhan."

    Dua macam kehendak Tuhan:


    1. 1 Tesalonika 4: 3-7
      4:3. Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan,
      4:4. supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan,
      4:5. bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah,
      4:6. dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, seperti yang telah kami katakan dan tegaskan dahulu kepadamu.
      4:7. Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar,
      melainkan apa yang kudus.

      Kehendak Tuhan yang pertama: hidup dalam kesucian secara pribadi dan nikah, termasuk pelayanan.

      Secara pribadi kita harus menjauhi percabulan. Hati-hati dengan tontonan, perasaan cabul, pikiran cabul, percabulan pada diri sendiri.
      Nikah juga harus dijaga kesuciannya mulai dari awal sampai akhir nikah--perjamuan kawin Anak Domba.

      Untuk menjaga kesucian kita harus berada di ruangan suci--kandang penggembalaan; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
      Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal sehingga tidak bisa dijamah, dijatuhkan, dan disesatkan oleh setan tritunggal. Kita mantap dalam kebenaran--pengajaran yang benar--sehingga kita disucikan.

      Kita disucikan mulai dari hati dan pikiran--ujung rambut--sampai telapak--ujung kaki.
      Keluaran 3: 1-5
      3:1. Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.
      3:2. Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.
      3:3. Musa berkata: "Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?"
      3:4. Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: "Musa, Musa!" dan ia menjawab: "Ya, Allah."
      3:5. Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat:
      tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus."

      'ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro' = dalam kandang penggembalaan.
      'tanggalkanlah kasutmu dari kakimu'= penyucian dari ujung rambut sampai telapak kaki.

      Dulu Musa mengandalkan kekayaan dan kepandaian untuk melayani, tetapi tidak bisa--melayani dua orang, malah membunuh.
      Hati dan pikiran disucikan dari keinginan jahat dan najis, dan kepahitan.

      Keinginan jahat= kikir dan serakah.
      Kikir= tidak bisa memberi.
      Serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus, termasuk mengandalkan uang, kepandaian--menyembah uang.

      'tanggalkanlah kasutmu dari kakimu'= kembali seperti bayi yaitu tidak mengandalkan apa-apa lagi, tetapi hanya mengandalkan Tuhan. Inilah kehendak Tuhan--penyucian dalam kandang penggembalaan--yaitu kita hanya memandang Tuhan. Kemudian, baru dipakai Tuhan.

      Dulu Musa diutus oleh Tuhan untuk membawa Israel ke Kanaan--sekarang dipakai dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

      Kita hanya seperti bayi yang menangis, andalkan Tuhan lebih dari semua, dan kita akan dipakai dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna sampai terbentuk tubuh Kristus yang sempurna--mempelai wanita sorga--, dan Tuhan akan berperang ganti kita. Tidak usah takut dengan halangan dan rintangan, karena Tuhan berperang ganti kita.


    2. 1 Tesalonika 5: 18
      5:18. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

      Kehendak Tuhan yang kedua: mengucap syukur dalam segala hal.
      Mazmur 136: 1, 4
      136:1. Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
      136:4. Kepada Dia yang
      seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

      'sebab Ia baik' = kebajikan.
      'kasih setia-Nya'= kemurahan.
      Di dalam penggembalaan kita disucikan, sehingga hanya mengandalkan kemurahan dan kebajikan Tuhan.

      "Tahun 2000, saya diundang di luar pulau Jawa, saya izin om Pong, beliau setuju untuk ibadah persekutuan kaum muda. Saya kalau datang selalu minta izin pada orang yang tua di sana, tetapi tidak ada saya suruh untuk datang. Akhirnya tidak datang, dia marah: Jangan datang! Tidak bisa. Kemudian saya sampai menjawab: 'Satu orang datang, saya datang om.' Sebelum ibadah saya lihat gedungnya, saya dalam hati berkata: 'Kenapa tidak cari yang lebih kecil saja. Kalau hanya terisi sedikit, bagaimana malu saya. Di luar pasang tenda lagi. Tuhan tolong.' Besok sore, penuh, tetapi tidak sampai di tenda. Lumayan. Kalau ibadah pagi biasanya tidak terlalu banyak, tetapi justru pagi sampai tendanya penuh, anak-anak sekolah diliburkan untuk ikut ibadah. Itulah kemurahan dan kebajikan Tuhan."

      Kita selalu mengucap syukur karena Yesus seorang diri di kayu salib mampu melakukan keajaiban-keajaiban besar bagi kita semua yaitu:


      1. Yohanes 8: 3-4, 8-11
        8:3. Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
        8:4. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
        8:8. Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
        8:9. Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya
        tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
        8:10. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
        8:11. Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

        'tertangkap basah'= berarti ada yang pria, tetapi yang dibawa hanya yang perempuan.
        Saat-saat ditinggal sendiri jangan putus asa. Masih ada Yesus yang ditinggal seorang diri.

        Yang pertama: Yesus seorang diri sanggup untuk menebus kita bangsa kafir dari dosa-dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba), dan kawin mengawinkan (percabulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami isteri sah, hubungan sejenis, nikah yang salah: kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan).

        Malam ini bisa langsung dijamah oleh Tuhan, dan selesai semuanya.
        Kita diampuni, tidak berbuat dosa lagi tetapi hidup dalam kebenaran.
        Kalau dosa dibuang, berkat akan turun--ragi dibuang, kehancuran akan hilang.

        Yesaya 32: 17
        32:17. Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

        Tadinya malu, takut, gelisah, stres--akibat dosa--, tetapi kalau ditebus oleh darah Yesus, kita akan mengalami ketenangan, damai sejahtera, dan diberkati oleh Tuhan bahkan menjadi berkat bagi orang lain.
        Mazmur 37: 25-26
        37:25. Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;
        37:26. tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan
        anak cucunya menjadi berkat.

        Perempuan ini ada di lembah maut--letih lesu, beban berat, susah payah, air mata--tetapi masih ada kemurahan dan kebajikan Tuhan, sehingga bahagia, diberkati, dan anak cucunya menjadi berkat.


      2. Matius 14: 22-23, 28-33
        14:22. Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
        14:23. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk
        berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.
        14:28. Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
        14:29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
        14:30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
        14:31.
        Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
        14:32. Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.
        14:33. Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah."

        Yang kedua: Yesus seorang diri sebagai Imam Besar dan Gembala Agung mengulurkan tangan kemurahan dan kebajikan-Nya untuk menolong hamba/pelayan Tuhan--dulu Petrus--yang tenggelam karena bimbang saat menghadapi angin dan gelombang, yaitu bimbang menghadapi angin ajaran palsu--termasuk gosip--sehingga tidak teguh dan tegas dalam pengajaran yang benar--bimbang terhadap pribadi Tuhan--, atau bimbang menghadapi angin pencobaan yang mustahil--bimbang terhadap kuasa Tuhan.

        Akibatnya: tenggelam di lautan dunia--merosot semuanya, menghadapi kemustahilan. Kalau dibiarkan akan tenggelam di lautan api dan belerang.
        Kita seringkali mengalami ketenggelaman--lembah maut--, kegagalan, kejatuhan. Tuhan tolong semua.

        Bersyukur, Tuhan masih mengulurkan tangan kemurahan dan kebajikan-Nya, dan Petrus mengulurkan tangan kepada Tuhan, artinya: berpegang teguh pada pengajaran yang benar--kembali pada pribadi Tuhan--, dan berseru kepada Dia: Tuhan, tolonglah aku!
        Tuhan akan mengangkat kita dari lembah maut--kegagalan, kemerosotan--untuk dipulihkan menjadi berhasil dan indah. Semua masalah yang mustahil selesai.
        Seorang diri di kayu salib Dia mengulurkan tangan kepada kita.

        Malam ini, wanita menghadapi dosa-dosa dan puncaknya dosa--suasana kutukan; letih lesu, beban berat, gelisah, susah payah dan lain-lain, penderitaan batin, dipermalukan--, Tuhan ganti jadi ketenangan, diberkati sampai anak cucu dan menjadi berkat.
        Petrus--laki-laki--banyak tenggelam karena bimbang. Angkat dua tangan, pegang pengajaran yang benar, dan berseru hanya kepada Tuhan (jangan kepada yang lain). Cepat atau lambat Tuhan akan menolong kita tepat pada waktunya.


      3. Filipi 3: 20-21
        3:20. Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,
        3:21. yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.

        'kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat' = Juruselamat dalam kemuliaan saat kedatangan-Nya kedua kali.

        Yang ketiga: Yesus seorang diri sebagai Juruselamat yang mulia; Raja dan Mempelai Pria Sorga mengulurkan tangan kemurahan dan kebajikan-Nya untuk mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Dia pada saat Dia datang kembali. Kita menjadi manusia sempurna yang ditempatkan di Yerusalem baru.

        Wahyu 21: 10-11
        21:10. Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.
        21:11. Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis,
        jernih seperti kristal.

        'Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah' = manusia mulia.
        Yang diubahkan adalah jernih seperti kristal.
        Jernih= jujur/tulus dan percaya--kristal menunjuk pada iman yang tulus ikhlas.

        Kita jujur--benar katakan benar, tidak benar katakan tidak benar--mulai dari soal pengajaran yang benar/Tuhan, jujur dalam mengaku dosa apa adanya--jujur terhadap diri sendiri; kalau salah kita mengaku, kalau benar kita mengampuni.
        Kalau bisa jujur/tulus, apapun keadaan kita--gagal, hancur, takut dan sebagainya seperti penjahat yang disalibkan sebelah Yesus--masih ada uluran tangan Tuhan.

        Lukas 23: 40-43
        23:40. Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
        23:41.
        Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."
        23:42. Lalu ia berkata: "
        Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
        23:43. Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

        Ayat 40 = salah satu penjahat yang disalibkan di sebelah Yesus, sudah penjahat masih menyalahkan Tuhan.
        Ayat 41 = penjahat satunya jujur mengakui kesalahannya.

        Mari jujur mulai soal Tuhan. Kalau pengajaran itu benar, dukung dan doakan. Kalau tidak benar, hindari, jangan dimusuhi. Justru kita yang menyingkirkan diri--seperti Yesus menyingkirkan diri saat berhadapan dengan ahli Taurat. Lalu jujur soal diri sendiri; mengakui dosa, kegagalan. Dan Tuhan akan berkata: "sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

        Mari percaya kepada Yesus dan berseru: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."

        Malam ini, mungkin berseru saat dalam ketenggelaman, silakan! Tetapi juga harus berseru kalau Tuhan datang bagaimana? 'Yesus ubahkan aku.' Kalau keubahan hidup terjadi--tulus--, mujizat jasmani juga terjadi. Dari suasana hancur-hancuran, habis-habisan jadi bersuasana Firdaus--semuanya ada dan semuanya selesai.

        Dan saat Dia datang kembali kedua kali kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia, tidak salah lagi dalam perkataan. Ucapan syukur akan menjadi sorak-sorai di awan-awan yang permai. Kita bersama Dia selamanya sampai masuk Yerusalem baru.

Apapun keadaan kita--hancur-hancuran, di lembah dosa, lembah maut, lembah air mata, lembah apa saja--Tuhan masih bisa menolong kita.
Apa yang sedang kita hadapi, hadapi dengan kejujuran/ketulusan--iman yang tulus ikhlas. Masih ada harapan dari Tuhan. Dia seorang diri sudah cukup.
Sebenarnya tidak perlu menunggu sampai tenggelam atau habis-habisan baru kita mau mengangkat tangan, tetapi kalau firman sudah sampai, angkatlah tangan, kembali jujur/tulus dan percaya.

Lihat lambung-Nya yang tertikam, jangan yang lain. Itu adalah kemurahan dan kebajikan-Nya untuk kita semua. Dia ingat sekalipun Dia sudah mati, berarti apa yang sudah mati masih bisa dihidupkan karena ada luka kelima di lambung. Yakinlah!

Jangan berputus asa! Yang sudah diberkati, jangan sombong, tetapi tetap pandang lambung Yesus.
Setiap detak jantung yang kita rasakan merupakan kemurahan dan kebajikan Tuhan. Dia ditombak dari lambung sampai ke jantung hati-Nya. Seandainya tidak ada luka kelima, kita bagaikan tidak punya detak jantung sekalipun kita hebat--kita tidak bisa menghela napas kita.
Tetapi sebaliknya, sekalipun kita tidak bisa apa-apa, kalau masih ada detak jantung, masih ada kemurahan dan kebajikan Tuhan yang bisa menolong kita semuanya.

Perjamuan suci adalah uluran tangan kemurahan dan kebajikan Tuhan. Seorang diri Dia mampu menjangkau terutama yang merasa seorang diri, tidak ada yang mau memperhatikan, atau mungkin ada yang perhatian pada kita, tetapi lebih dari itu, kita butuh perhatian Tuhan seorang diri.
Selama masih ada matahari bersinar, masih ada kemurahan dan kebajikan Tuhan; selama masih ada detak jantung, masih ada kemurahan dan kebajikan-Nya. Serahkan semua kepada Tuhan, supaya kita diubahkan malam ini menjadi jujur/tulus dan percaya, tidak bimbang sedikitpun.

Lambung yang tertikam itulah yang kita pandang hari-hari ini. Dia bisa melakukan apa saja sampai menyempurnakan kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top