English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pembukaan Lempinel Angkatan XXXII, 16 Oktober 2009 (Jumat Pagi)
Tema fellowship kali ini adalah tentang PANGGILAN DAN PILIHAN TUHAN.

Mengapa harus...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 10 Januari 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 8 menunjuk pada Pelita Emas. Dalam...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session I, 19 Maret 2009 (Kamis Malam)
Keluaran 15: 22-27
= pasal 13-15 ayat 1-21 terkena baptisan air (kolam pembasuhan).
pasal 13: persiapan.
pasal 14:...

Ibadah Doa Malang, 07 Januari 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:5b-6
1:5 ... Bagi Dia, yang mengasihi...

Ibadah Doa Surabaya, 22 November 2019 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 25 Februari 2020 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11:1
11:1. Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 September 2014 (Kamis Sore)
Siaran tunda dari Ibadah Kunjungan di Tarakan.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

...

Ibadah Doa Malang, 23 Desember 2014 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita...

Ibadah Doa Surabaya, 21 Januari 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 29-31
= keadaan pada  waktu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua.
ay. 29 dan ay. 30...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 10 Oktober 2009 (Sabtu Sore)
Nubuat ke-4:tentang antikris

MARKUS 13:19-23, keadaan...

Ibadah Raya Surabaya, 23 Juli 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 10 April 2017 (Senin Malam)
Puji TUHAN, kita masih melanjutkan firman TUHAN pada ibadah doa tadi.
Wahyu 6: 2
6:2. Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor...

Ibadah Natal Kaum Muda Remaja, 19 Desember 2009 (Sabtu Sore)
Markus 14 menunjuk pada buli-buli emas berisi manna.

Keluaran 16:32-34, Ibrani 9:4,

Ibadah Raya Surabaya, 29 Maret 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Persekutuan III di Square Ballroom Surabaya, 03 April 2019 (Rabu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 06 September 2020 (Minggu Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11: 15-19 bicara tentang bunyi sangkakala yang ketujuh atau nafiri yang terakhir.

Sangkakala ketujuh menampilkan tiga hal:
  1. Ayat 15-17 = pribadi Yesus yang datang kembali kedua kali di awan-awan yang permai dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga untuk menegakkan kerajaan Sorga di bumi, itulah kerajaan seribu tahun damai (Firdaus yang akan datang), sampai Yerusalem baru selamanya (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Malang, 05 Juli 2020 sampai Ibadah Raya Malang, 02 Agustus 2020).

  2. Ayat 18 = murka Allah atas dunia (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Agustus 2020).

  3. Ayat 19 = Tabut Perjanjian, gereja yang sempurna, mempelai wanita Sorga.

ad. 2.
Wahyu 11:18
11:18. dan semua bangsa telah marah, tetapi amarah-Mu telah datang dan saat bagi orang-orang mati untuk dihakimi dan untuk memberi upah kepada hamba-hamba-Mu, nabi-nabi dan orang-orang kudus dan kepada mereka yang takut akan nama-Mu, kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar dan untuk membinasakan barangsiapa yang membinasakan bumi."

Sangkakala ketujuh menampilkan hukuman Allah atas dunia dan orang-orang yang layak menerimanya, yaitu tiga kali tujuh penghukuman, kiamat, sampai neraka selamanya.
Tetapi Tuhan juga memberikan upah kepada orang-orang yang layak menerimanya, yaitu upah di dunia sampai hidup kekal di Sorga.

Jadi, sangkakala ketujuh menampilkan Yesus sebagai Hakim yang adil, berarti sangkakala ketujuh menampilkan pemisahan yang tegas antara pelayan Tuhan yang layak menerima hidup kekal di Sorga dan pelayan Tuhan yang layak menerima hukuman kekal di neraka selamanya.

Kapan terjadinya pemisahan yang tegas?
  1. Mulai sekarang, yaitu saat pemberitaan sangkakala/ firman pengajaran yang benar.
    Jika kita sungguh-sungguh mendengar bunyi sangkakala, kita akan menerima upah hidup kekal di Sorga. Kalau main-main, akan menuju hukuman di neraka selamanya.
    Apa yang didengar dan cara kita dalam mendengar, itu yang menentukan kita ke Sorga atau neraka. Harus sungguh-sungguh termasuk yang memberitakan firman.

  2. Masa pra aniaya antikris di mana dunia termasuk pelayan Tuhan menghadapi krisis/ kesulitan, kesusahan, penderitaan, kemustahilan, sampai aniaya. Banyak yang menyangkal Tuhan sehingga masuk dalam hukuman, tetapi banyak yang bertahan di dalam Tuhan untuk menuju hidup kekal di Sorga.

  3. Masa antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun, yaitu ada pelayan Tuhan yang disingkirkan ke padang gurun, jauh dari mata antikris, tetapi ada pelayan Tuhan yang tertinggal di bumi.
    Ini adalah pemisahan dobel karena pada masa antikris terjadi pemisahan lagi, yaitu banyak pelayan Tuhan yang menyangkal Tuhan dan menuju hukuman kekal, tetapi sedikit pelayan Tuhan yang rela mati syahid karena tetap menyembah Tuhan, dan mereka akan dibangkitkan saat Yesus datang untuk menerima hidup kekal.

  4. Saat sangkakala terakhir, kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Ini adalah pemisahan terakhir, yaitu ada pelayan Tuhan yang terangkat untuk menyambut kedatangan Yesus dan menerima hidup kekal di Sorga, tetapi ada yang ketinggalan di bumi sehingga harus mengalami kiamat sampai kebinasaan kekal di neraka.

Jadi, pemisahan yang tegas pada saat kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, sama dengan pemisahan Sorga dan neraka, ditentukan dari sikap kita terhadap sangkakala sekarang ini (apa yang didengar dan cara mendengar).
Sangkakala = firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua/ makanan keras/ firman penggembalaan untuk menumbuhkan kerohanian kita sampai dewasa.

Ada dua macam pemisahan yang dikaitkan dengan sikap terhadap bunyi sangkakala:
  1. Pemisahan antara orang kaya dan Lazarus = pemisahan antara Sorga dan neraka yang dipisahkan oleh jurang yang tak terseberangi.
    Lukas 16:19-26
    16:19. "Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.
    16:20. Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,
    16:21. dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
    16:22. Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
    16:23. Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
    16:24. Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.
    16:25. Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
    16:26. Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.

    'kemewahan' = berbuat dosa.
    'borok' = kekurangan.
    'anjing-anjing' = bangsa kafir.

    Pemisahan ini ditentukan dari sikap terhadap firman pengajaran yang benar/ makanan rohani/ makanan raja (jubah ungu menunjuk pada raja):
    • Orang kaya menunjuk pada pelayan Tuhan yang tidak menghargai pemberitaan firman pengajaran yang benar/ makanan keras, yaitu:
      • Pada saat mendengar firman pengajaran yang benar, sikapnya seperti anak kecil, yaitu mengantuk, bosan, melamun dan lain-lain, sehingga mengalami kelaparan rohani/ tidak mengalami kepuasan.
        Ini yang membuat dia bersukacita dalam kemewahan, artinya berbuat dosa sampai puncaknya dosa karena tidak ada remnya. Hanya firman pengajaran yang bisa menjadi rem terhadap dosa-dosa.

      • Ayat 24 = 'mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku' = hanya mau menerima firman Allah seperti tetes air, artinya tidak mau dimandikan/ disucikan oleh firman pengajaran yang berlimpah, sehingga lidahnya berkata sia-sia, dusta, gosip, fitnah dan lain-lain.

      Akibatnya terpisah untuk menuju hukuman api neraka selamanya. Jangan main-main dengan sikap dalam mendengar firman.

    • Lazarus penuh borok dan boroknya dijilat anjing, artinya pelayan Tuhan yang banyak kekurangan secara jasmani dan rohani.
      Sikapnya:
      • Mendengar firman seperti anjing menjilat remah-remah roti = sikap merendahkan diri dan membutuhkan firman pengajaran yang benar lebih dari semua.
        Mendengar firman untuk menyelesaikan masalah, boleh, tetapi belum cukup. Yang benar adalah mendengar firman sampai menuju kemah abadi.
        Kita mendengar firman supaya mengalami penyucian, sehingga kita mengalami kepuasan. Kita bahagia di tengah penderitaan, bahkan terpelihara.

      • Mau menerima firman penginjilan bagaikan air sejuk dari Sorga, sehingga mau menyelam dalam baptisan air dan benar, dan menerima firman pengajaran yang bagaikan air hujan yang deras, sehingga mengalami penyucian sampai lidah berkata benar dan baik, bersaksi, dan menyembah Tuhan, sampai tidak salah dalam perkataan.

      Hasilnya adalah Lazarus berada di pangkuan Abraham. Bangsa kafir bisa berada di pangkuan Abraham, sedangkan bangsa Israel banyak yang ditolak.

      Matius 8:11-12
      8:11. Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,
      8:12. sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

      'anak-anak Kerajaan' = bangsa Israel.

    Inilah pemisahan antara orang kaya dan Lazarus yaitu soal makanan.

  2. Pemisahan antara gandum dan sekam.
    Matius 3:12
    3:12. Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan."

    Matius 3:12 [terjemahan lama]
    3:12. Nyirunya ada di dalam tangan-Nya; maka Ia akan membersihkan segenap tempat pengiriknya, lalu Ia mengumpulkan gandumnya masuk ke dalam lumbung, tetapi sekamnya akan habis dibakar-Nya dengan api yang tiada dapat dipadamkan."

    • Sekam = kulit luar = pelayan Tuhan yang hanya mengejar dan puas dengan perkara jasmani, tetapi tidak mau diisi dengan firman pengajaran yang benar dan diulang-ulang, sama dengan tidak mau tergembala.

      1 Yohanes 1:9-10
      1:9. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
      1:10. Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.

      Kalau tidak mau diisi firman, tidak mungkin mau mengaku dosa sampai tidak bisa mengaku dsoa.
      Bukti kita diisi firman adalah kita bisa mengaku dosa.

    • Gandum = pelayan Tuhan yang menggunakan semua berkat jasmani untuk mengutamakan firman, terutama untuk diisi firman pengajaran yang benar dan diulang-ulang, sama dengan mau digembalakan sungguh-sungguh.

    Bagaimana memisahkan gandum dengan sekam? Lewat dua kali penampian/ kegoncangan:
    • Penampian oleh Iblis supaya pelayan Tuhan gugur dari iman, menjadi sama seperti sekam.
      Lukas 22:31-32
      22:31. Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum,
      22:32. tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu."

      Penampian oleh setan terjadi lewat:
      • Dosa-dosa dan puncaknya dosa, supaya hidup dalam dosa bahkan enjoy dalam dosa.
      • Pencobaan yang mustahil supaya pelayan Tuhan meninggalkan Tuhan dan ibadah pelayanan.
      • Ajaran-ajaran palsu, supaya pelayan Tuhan bimbang sampai meninggalkan pengajaran yang benar dan memilih ajaran lain yang cocok dengan keinginan dan hawa nafsu daging.

      Pelayan Tuhan yang seperti sekam pasti gugur dari iman, dan akan dibakar dalam api neraka selamanya.

      Jalan keluar menghadapi penampian dari setan yaitu kita harus mantap dalam penggembalaan, ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok tidak bisa ditawar-tawar.

      Lukas 22:31-32

      22:31. Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum,
      22:32. tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu."

      Di dalam kandang penggembalaan kita mengalami:
      • 'Aku telah berdoa' = doa penyahutan yang dobel yaitu doa penyahutan dari Yesus Gembala Agung untuk selalu menarik ke atas supaya tidak gugur dari iman, dan doa penyahutan dari gembala manusia yang senantiasa berjaga-jaga untuk keselamatan jiwa kita (menjunjung kita supaya tidak gugur dari iman).
        Ini gunanya penggembalaan.

      • Pengisian gandum oleh firman pengajaran yang benar dan diulang-ulang, sehingga iman kita diteguhkan, bahkan disucikan.
        Hasilnya adalah tetap hidup benar dan suci, tidak jatuh dalam dosa, tidak gugur dari iman, tetap percaya dan berharap Tuhan apa pun yang dihadapi, tetap berpegang teguh dan taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar, sampai kita menjadi gandum untuk masuk ke dalam lumbung.

    • Penampian oleh Yesus untuk memurnikan supaya kita menjadi mempelai wanita Sorga yang murni sama seperti perawan [Wahyu 14].
      Matius 3:11-12
      3:11. Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
      3:12. Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan."

      Apa yang dimurnikan? Hati nurani. Ini yang terutama.

      1 Petrus 3:20-21
      3:20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
      3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

      Jadi, pemisahan terakhir bergantung pada hati nurani/ baptisan air. Kalau tidak satu baptisan air, jangan mimpi untuk bisa jadi satu.

      Lewat baptisan air yang benar terjadi penampian/ pemisahan mempelai (suami istri, anak orang tua, kakak adik).
      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat, mati terhadap dosa, harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit keluar dari dalam air bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/ hidup Sorgawi, yaitu hati nurani yang baik/ taat dengar-dengaran.

      Roma 6:4
      6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

      Matius 3:16
      3:16. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

      Kalau tidak dikubur dalam baptisan air, langit tidak akan terbuka.

      Praktik hati nurani yang baik:
      • Selalu mengutamakan firman pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran, sehingga mengalami penyucian secara terus-menerus sampai sempurna.
        Sekam memiliki hati nurani yang jahat, karena pelaksanaan baptisannya yang salah (tidak dikuburkan dalam air) atau syarat baptisannya yang salah (belum bertobat tetapi dibaptis).
        Hati nurani yang jahat artinya hanya mengejar perkara jasmani sampai mengorbankan firman pengajaran yang benar, sama dengan kosong. Kalau kita setuju sekalipun tidak berbuat, kita juga ikut kosong.

      • Landasan yang kuat untuk menerima baptisan Roh Kudus, yaitu diurapi Roh Kudus, dipenuhi Roh Kudus, sampai meluap-luap dalam Roh Kudus.
        Wahyu 22:1
        22:1. Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

    Kegunaan Roh Kudus:
    • Roh Kudus sanggup mengubah padang gurun menjadi taman Firdaus.
      Yehezkiel 34:25-29
      34:25. Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka dan Aku akan meniadakan binatang buas dari tanah itu, sehingga mereka dapat diam di padang gurun dengan aman tenteram dan dapat tidur di hutan-hutan.
      34:26. Aku akan menjadikan mereka dan semua yang di sekitar gunung-Ku menjadi berkat; Aku akan menurunkan hujan pada waktunya; itu adalah hujan yang membawa berkat.
      34:27. Pohon-pohon di ladang akan memberi buahnya dan tanah itu akan memberi hasilnya. Mereka akan hidup aman tenteram di tanahnya. Mereka akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku mematahkan kayu kuk mereka dan melepaskan mereka dari tangan orang yang memperbudak mereka.
      34:28. Mereka tidak lagi menjadi jarahan bagi bangsa-bangsa dan binatang liar tidak akan menerkam mereka, sehingga mereka akan diam dengan aman tenteram dengan tidak dikejutkan oleh apapun.
      34:29. Aku akan mendirikan bagi mereka suatu taman kebahagiaan, sehingga di tanah itu tidak seorangpun akan mati kelaparan dan mereka tidak lagi menanggung noda yang ditimbulkan bangsa-bangsa.

      Jangan takut kalau ada Roh Kudus.
      Roh Kudus sanggup melindungi dan memelihara kita secara jasmani dengan berlimpah di tengah-tengah ketandusan dan kesulitan dunia sampai antikris berkuasa di bumi.
      Secara rohani, Roh Kudus memberikan damai sejahtera, semua enak dan ringan, tidak ada letih lesu dan beban berat. Roh Kudus memberikan arah yang tepat menuju Yerusalem baru.

      Roh Kudus juga memberkati kita supaya kita menjadi berkat bagi orang lain.

    • Roh Kudus sanggup untuk memuaskan dan membahagiakan perempuan Kanaan (bangsa kafir), artinya melepaskan dari dosa makan-minum, memulihkan nikah yang sudah hancur menjadi nikah yang benar, suci, dan satu.
      Kita masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, dan terlepas dari Babel.

      Kita bersaksi dan menyembah Tuhan, itulah bukti kepuasan.

    • Roh Kudus mampu mengadakan mujizat rohani, yaitu mengubahkan kita secara pribadi dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dari jernih seperti kristal, artinya jujur, percaya, dan taat.
      Wahyu 22:1
      22:1. Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

      Jujur, percaya, dan taat sama dengan menjadi rumah doa, dan mujizat jasmani juga terjadi.

      Matius 8:5-13

      8:5. Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya:
      8:6. "Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita."
      8:7. Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya."
      8:8. Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
      8:9. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."
      8:10. Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.
      8:11. Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,
      8:12. sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."
      8:13. Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: "Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya." Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.

      Yang sakit akan disembuhkan, yang hampir mati bahkan mati akan dibangkitkan, yang mustahil menjadi tidak mustahil. Sampai kalau Tuhan datang kita diubahkan menjadi sempurna seperti Yesus. Kita menjadi gandum yang matang untuk masuk lumbung kerajaan Sorga.


Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top