English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 Januari 2017 (Senin Sore)
Pembicara: Pdm. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Februari 2017 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Doa Surabaya, 09 Desember 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah berkat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Oktober 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 18 November 2008 (Selasa Sore)
Matius 24: 29 -> Keadaan pada masa kedatangan Yesus ke 2x.
Yaitu :...

Ibadah Persekutuan Semarang II, 27 September 2013 (Jumat Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat pagi, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 22 Februari 2019 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Malang, 23 Mei 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:9-13 adalah nubuat ketiga, yaitu tentang ANIAYA TERHADAP...

Ibadah Raya Surabaya, 01 Juni 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 30 Mei 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28: 20b
28:20b ..... Dan ketahuilah,...

Ibadah Raya Surabaya, 23 Juni 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 19 Desember 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia,...

Ibadah Doa Malang, 19 Januari 2016 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 15:32-39
15:32 Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: "Hati-Ku tergerak oleh...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 Maret 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:28-36 tentang Yesus dimuliakan di atas...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 21 Mei 2013 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 25:1-9 adalah tentang pembangunan Tabernakel.
Dibagi...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 05 Juli 2020 (Minggu Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11:15-19 bicara tentang bunyi sangkakala yang ketujuh atau nafiri yang terakhir, yang terjadi pada saat kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga.

Yehezkiel 33:1-3
33:1. Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku:
33:2. "Hai anak manusia, berbicaralah kepada teman-temanmu sebangsa dan katakanlah kepada mereka: Kalau Aku mendatangkan pedang atas sesuatu negeri dan bangsa negeri itu mengambil seorang dari antara mereka dan menetapkan dia menjadi penjaganya
33:3. dan penjaga ini melihat pedang itu datang atas negerinya, lalu meniup sangkakala untuk memperingatkan bangsanya,

Yehezkiel 33:2 [terjemahan lama]
33:2. Hai anak Adam! berkatalah engkau kepada bani bangsamu, katakanlah kepadanya: Apabila Aku mendatangkan pedang kepada salah sebuah negeri dan diangkat oleh orang negeri itu akan seorang dari tengahnya, dijadikannya penunggu bagi dirinya,

Di sini, sangkakala atau nafiri sama dengan firman pengajaran yang benar dan keras, yang ditiup secara berulang-ulang oleh seorang penjaga/ penunggu sidang jemaat, yaitu gembala, sama dengan firman penggembalaan.

Bilangan 10:1-2
10:1. TUHAN berfirman kepada Musa:
10:2. "Buatlah dua nafiri dari perak. Dari perak tempaan harus kaubuat itu, supaya dipergunakan untuk memanggil umat Israel dan untuk menyuruh laskar-laskarnya berangkat.

Di sini ditemukan dua nafiri dari perak, artinya firman Allah dalam perjanjian lama dan baru. Ini sama dengan firman pengajaran yang benar yang melepaskan kita dari ikatan dosa (perak menunjuk pada kelepasan atau penebusan).
Jadi, sangkakala menunjuk pada firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yang disampaikan secara berulang-ulang oleh seorang gembala untuk melepaskan dan menyucikan sidang jemaat dari dosa-dosa.

Kegunaan sangkakala/ nafiri adalah:
  1. Peringatan keras dari Tuhan bagi sidang jemaat, supaya tidak mengalami pedang penghukuman Tuhan.
    Oleh sebab itu, kita harus menerima peringatan Tuhan yang keras, yaitu penyucian dari segala ikatan dosa oleh pedang firman yang diulang-ulang, supaya kita bisa bertobat (hidup benar dan suci), dan kita bebas dari hukuman.

    Yehezkiel 33:11
    33:11. Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?

    Firman diulang-ulang adalah panjang sabar Tuhan karena Dia tidak berkenan menghukum orang fasik. Tetapi kalau ditolak, akan datang hukuman.
    Tinggal pilih, mau menerima pedang firman untuk disucikan atau marah dan tidak mau bertobat.

  2. Sangkakala menjadi komando bagi bangsa Israel, mengatur aktivitas bangsa Israel, dan menuntun perjalanan bangsa Israel menuju Kanaan lewat pembangunan Tabernakel.
    Bilangan 10:2-10
    10:2. "Buatlah dua nafiri dari perak. Dari perak tempaan harus kaubuat itu, supaya dipergunakan untuk memanggil umat Israel dan untuk menyuruh laskar-laskarnya berangkat.
    10:3. Apabila kedua nafiri itu ditiup, segenap umat itu harus berkumpul kepadamu di depan pintu Kemah Pertemuan.
    10:4. Jikalau hanya satu saja ditiup, maka para pemimpin, para kepala pasukan Israel harus berkumpul kepadamu.
    10:5. Apabila kamu meniup tanda semboyan, maka haruslah berangkat laskar-laskar yang berkemah di sebelah timur;
    10:6. apabila kamu meniup tanda semboyan kedua kalinya, maka haruslah berangkat laskar-laskar yang berkemah di sebelah selatan. Jadi tanda semboyan harus ditiup untuk menyuruh mereka berangkat;
    10:7. tetapi untuk menyuruh jemaah itu berkumpul kamu harus meniup saja tanpa memberi tanda semboyan.
    10:8. Nafiri-nafiri itu harus ditiup oleh anak-anak imam Harun; itulah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagimu turun-temurun.
    10:9. Dan apabila kamu maju berperang di negerimu melawan musuh yang menyesakkan kamu, kamu harus memberi tanda semboyan dengan nafiri, supaya kamu diingat di hadapan TUHAN, Allahmu, dan diselamatkan dari pada musuhmu.
    10:10. Juga pada hari-hari kamu bersukaria, pada perayaan-perayaanmu dan pada bulan-bulan barumu haruslah kamu meniup nafiri itu pada waktu mempersembahkan korban-korban bakaranmu dan korban-korban keselamatanmu; maksudnya supaya kamu diingat di hadapan Allahmu; Akulah TUHAN, Allahmu."

    Aktivitas bangsa Israel dalam perjalanan menuju Kanaan, negeri perjanjian adalah:
    • Berkumpul.
    • Berangkat.
    • Maju berperang.
    • Memperingati hari raya: paskah, pentakosta, dan pondok daun.
    • Memperingati bulan baru.
    • Mempersembahkan korban kepada Tuhan.

    Jadi ada enam aktivitas bangsa Israel.
    Angka 6 menunjuk pada manusia daging yang berdosa. Ini yang diingat oleh Tuhan.
    Kita juga harus ingat bahwa kita hanya manusia daging yang berdosa, oleh sebab itu kita butuh sangkakala/ firman pengajaran yang keras.

    Bagi kita sekarang, bunyi sangkakala adalah firman penggembalaan untuk menuntun perjalanan hidup dari manusia daging yang berdosa untuk masuk Kanaan samawi, kerajaan Sorga/ Yerusalem baru selamanya lewat pembangunan Tabernakel rohani, pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

    Oleh sebab itu suara sangkakala harus semakin nyaring dan tajam, sampai nanti bunyi sangkakala yang terakhir untuk lebih menyucikan kita, meningkatkan kerohanian kita, sampai menjadi tubuh Kristus yang sempurna, mempelai wanita Sorga yang layak untuk masuk kerajaan Sorga selamanya.

    Wahyu 11:15
    11:15. Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: "Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya."

    Pada saat sangkakala terakhir, kita sudah menjadi tubuh Kristus yang sempurna yang dewasa rohani seperti Yesus, untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali dengan sorak-sorai. Kita masuk kerajaan seribu tahun damai (Firdaus yang akan datang) dan kerajaan Sorga selamanya.

2 Petrus 1:5-7
1:5. Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,
1:6. dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan,
1:7. dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.

Proses manusia daging bisa menjadi mempelai, atau proses suara sangkakala menuntun manusia kafir menjadi tubuh Kristus yang sempurna dan masuk kerajaan Sorga adalah:
  1. Iman = pintu gerbang Tabernakel.
    Yohanes 14:5-6
    14:5. Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"
    14:6. Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

    Suara sangkakala/ firman penggembalaan menuntun manusia berdosa untuk masuk pintu gerbang Sorga, artinya percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya jalan menuju Sorga, satu-satunya Juru Selamat, tidak ada yang lain.

  2. Kebajikan = mezbah korban bakaran.
    Dulu binatang korban dibakar untuk pengampunan dosa, sekarang sudah digenapkan dengan korban Kristus di kayu salib.

    Kebajikan = perbuatan baik.
    Artinya perbuatan baik harus berdasarkan salib/ korban Kristus.

    Perbuatan baik yang terutama adalah bertobat. Yesus disalib untuk menyelesaikan dosa. Ini yang ditunggu Tuhan.
    Bertobat artinya berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan, mati terhadap dosa.
    Proses bertobat adalah hati percaya dan mulut mengaku. Kalau kita percaya kepada Yesus sebagai Juru Selamat, maka kita bisa mengaku dosa-dosa kita kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.

    Mengapa bertobat merupakan perbuatan baik yang terutama? Karena segala hal baik yang kita lakukan tanpa pertobatan akan sia-sia bahkan binasa.

  3. Pengetahuan/ pengenalan = bejana pembasuhan, artinya baptisan air.
    Filipi 3:10
    3:10. Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,

    Lewat baptisan air, kita mengenal Yesus yang mati dan bangkit, dan kita juga mengalami kematian dan kebangkitan bersama Yesus.

    Roma 6:4
    6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Mengapa kita harus masuk baptisan air? Supaya kita mengalami pengalaman kematian dan kebangkitan sampai kemuliaan bersama Yesus.
    Kalau tidak mau baptisan air, tidak akan pernah mengalami kemuliaan. Antikris tidak pernah mati dan bangkit, sehingga tidak bisa mulia tetapi binasa.

    Bagi bangsa kafir, kalau kita bisa masuk baptisan air, itu adalah anugerah Tuhan.
    Kisah Rasul 8:26-31,36-39
    8:26. Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: "Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza." Jalan itu jalan yang sunyi.
    8:27. Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah.
    8:28. Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang dan duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya.
    8:29. Lalu kata Roh kepada Filipus: "Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!"
    8:30. Filipus segera ke situ dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya. Kata Filipus: "Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?"
    8:31. Jawabnya: "Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?" Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya.
    8:36. Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: "Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?"
    8:37. (Sahut Filipus: "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.")
    8:38. Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan
    Filipus membaptis dia.
    8:39. Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.

    Sida-sida gambaran dari bangsa kafir, manusia daging yang berdosa tetapi mendapat kasih karunia Tuhan untuk masuk baptisan air yang benar lewat tuntunan suara sangkakala/ firman penggmebalaan yang diulang-ulang.
    Kalau satu keluarga ada dalam satu baptisan air yang benar, itu adalah kemurahan Tuhan seperti satu keluarga dalam bahtera Nuh.

    Roma 6:4
    6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Pelaksanaan baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat, mati terhadap dosa, harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, dan bangkit keluar dari dalam air bersama Yesus, sehingga mendapatkan hidup baru/ hidup Sorgawi, yaitu hidup dalam kebenaran.

    Suara sangkakala menuntun kita sampai masuk baptisan air yang benar dan hidup dalam kebenaran.

  4. Penguasaan diri = pintu kemah, artinya baptisan/ kepenuhan Roh Kudus.
    Sesudah baptisan air, kita akan mengalami baptisan Roh Kudus, sama dengan lahir baru dari air dan Roh.

    Roh Kudus menekan daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya, sehingga kita bisa menguasai diri dan menjadi tenang.
    1 Petrus 4:7
    4:7. Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

    Kalau kita sudah hidup benar, maka kita bisa tenang, damai sejahtera.
    Inilah manusia baru/ manusia Sorgawi.

    Damai sejahtera artinya tidak merasakan lagi apa-apa yang daging rasakan. Tidak ada lagi ketakutan, kekuatiran, iri, benci, kebimbangan, kejahatan, kenajisan dan sebagainya.

    Suara sangkakala menuntun kita untuk bisa hidup dalam kebenaran dan ketenangan, sehingga kita bisa menaikkan doa permohonan (halaman Tabernakel).

    Kebenaran dan ketenangan yang sama dengan diam dan tenang adalah landasan/ dasar yang kuat dari pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Serta landasan yang kuat untuk menerima berkat dari Sorga (berkat jasmani, rohani, dan rumah tangga), sehingga semua menjadi enak dan ringan, sampai berkat hidup kekal. Kita tidak dihukum.

  5. Ketekunan.
  6. Kesalehan = ibadah, sikap menghadapkan diri kepada Tuhan.

    Ketekunan dan kesalehan digabung, artinya ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok (ruangan suci).
    Jadi, suara sangkakala menuntun kita yang sudah selamat dan diberkati Tuhan untuk masuk kandang penggembalaan. Inilah tugas gembala, yaitu memasukkan domba ke kandang.
    Di dalam ruangan suci ada tiga macam alat, sekarang menunjuk pada ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:
    • Pelita emas = ketekunan dalam ibadah raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya. Kita diberi minum, supaya segar.
    • Meja roti sajian = ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci, persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus. Kita diberi makan, supaya kenyang, kuat, dan bertumbuh.
    • Mezbah dupa emas = ketekunan dalam ibadah doa, persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya. Kita bernafas dengan kasih Allah sampai hidup kekal, karena kasih Allah adalah kekal.

    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, seperti ranting melekat pada pokok anggur melekat pada pokok anggur yang benar atau keledai tertambat pada pokok anggur pilihan.
    Keledai menunjuk pada bangsa kafir.

    Kejadian 49:11
    49:11. Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur.

    Kalau keledai tertambat pada pokok anggur pilihan, keledai tidak akan menjadi keledai liar, tidak tersesat oleh suara asing, ajaran palsu dan suara daging.
    Kita juga tidak menjadi keledai jalang, artinya tidak berbuat dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba), dan kawin-mengawinkan.

    Kita tidak dijamah setan, tetapi selalu dijamah Allah Tritunggal, sehingga kita mengalami penyucian secara terus-menerus, sampai gigi menjadi putih, artinya:
    • Bahagia = penyucian hati.
      Kejadian 49:12
      49:12. Matanya akan merah karena anggur dan giginya akan putih karena susu.

      Yang membuat bahagia adalah penyucian hati. Kalau hati jahat, najis, pahit, tidak akan bisa tertawa tetapi menangis.
      Hati harus disucikan dari kepahitan (iri, benci, dendam), kenajisan, dan kejahatan. Akar kejahatan adalah cinta akan uang yang membuat kikir dan serakah. Ini yang membuat kita tidak bahagia, malah dihukum oleh Tuhan.

      Kalau disucikan dari akar kejahatan, maka kita bisa mengembalikan milik Tuhan, memberi untuk Tuhan dan sesama yang membutuhkan, sampai kita mengaku lebih bahagia memberi daripada menerima. Kita berbahagia.

    • Penyucian mulut, yaitu perkataan benar, suci, dan baik.

    Kita juga mengalami penyucian pakaian, sehingga menghasilkan perbuatan benar, suci, dan baik.

    Kita juga mengalami penyucian mata sampai mata merah karena anggur, artinya mabuk cinta, itulah birahi kepada Yesus, Mempelai Pria Sorga. Kita setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan dan percaya kepada Dia.

    Kesalehan juga berarti kesucian.
    Kalau tekun dan suci, kita akan diberi jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus untuk dipakaid alam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna seperti keledai ditunggangi Yesus menuju Yerusalem. Ini adalah tiang-tiang pembangunan tubuh Kristus.

    Efesus 4:11-12
    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Untuk dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna memang berat. Oleh karena itu, ketekunan dan kesucian (tiang-tiang) harus kuat. Kita menjadi takhta Tuhan.

    Wahyu 22:1
    22:1. Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

    Dari takhta Sorga mengalir ke luar air kehidupan. Ini yang kita butuhkan di dunia yang tandus.

    Hasilnya adalah:
    • Oleh kemurahan Tuhan, kita bisa hidup di mana saja, kapan saja, dan situasi apa saja.
    • Kita mengalami kepuasan sejati/ kebahagiaan Sorga.
    • Kita menjadi saksi Tuhan. Kita bisa bersaksi untuk mengalirkan air kehidupan kepada kehidupan yang berdosa dan nikah yang kering, supaya bisa tertolong dan diselamatkan.
    • Air kehidupan memancar kepada hidup kekal selamanya. Kita menjadi tiang penopang di Yerusalem baru.

    Di kitab Hakim-hakim ada dua tiang yang lain, itulah tiang kemakmuran dan hiburan daging. Kalau tidak setia, pasti tidak suci. Yang dicari hanya kemakmuran dan hiburan, tetapi tidak ada kesetiaan dan kesucian. Dua tiang itu untuk pelayanan Babel yang akan dirobohkan oleh kuasa Roh Kudus, dulu dirobohkan oleh Simson.

  7. Kasih.
    Kolose 3:14
    3:14. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

    Ini adalah penyelesaian pembangunan tubuh Kristus.

    Tadi, dasarnya adalah kebenaran dan ketenangan.
    Kemudian tiang-tiangnya adalah ketekunan dan kesucian. Kita tidak pernah menjadi kering.
    Terakhir, penyelesaiannya adalah kasih.

    Praktik memiliki kasih:
    • Mengasihi sesama seperti diri sendiri, bahkan mengasihi orang yang memusuhi kita. Kita tidak berbuat jahat tetapi berbuat baik malah membalas kejahatan dengan kebaikan.
      Kalau kita berbuat jahat, berarti tidak ada kasih.

    • Mengasihi Tuhan lebih dari semua.

    Yohanes 10:22
    10:22. Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin.

    Hati-hati, penyelesaian pembangunan tubuh Kristus yang sempurna ditandai dengan musim dingin, artinya kasih menjadi dingin, banyak pelayan Tuhan mendurhaka kepada Tuhan dan sesama mulai dari nikah.

    Zefanya 3:16-18
    3:16. Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: "Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu.
    3:17. TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,
    3:18. seperti pada hari pertemuan raya." "Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu, sehingga oleh karenanya engkau tidak lagi menanggung cela.

    Kegunaan kasih adalah membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

    Pahlawan artinya sabar dalam penderitaan dan sabar menunggu waktu Tuhan.

    Amsal 16:32

    16:32. Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.

    Jangan mengambil jalan sendiri di luar firman, tetapi tetap setia dan percaya kepada Tuhan. Ini adalah bayi yang menangis.

    Pembaharuan artinya kita dibaharui sampai menjadi sama seperti bayi yang menangis kepada Tuhan, mohon belas kasih-Nya. Kita tidak pernah takut dan menyerah kalah.

    Yesaya 49:15
    49:15. Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.

    Kita hanya ingat Tuhan, dan Dia selalu ingat kita.
    Belas kasih Tuhan adalah Dia rela mati untuk menggantikan kita dan melakukan segala hal yang tidak bisa kita lakukan.

    Contoh: bayi Musa.
    Keluaran 2:6
    2:6. Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: "Tentulah ini bayi orang Ibrani."

    Musa menangis, sehingga ia tidak mati, tempatnya digantikan oleh Yesus.
    Hasilnya adalah:
    • Mati jadi hidup. Tuhan sanggup melindungi dan memelihara kita yang kecil tak berdaya di tengah kesulitan dunia, sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.

    • Yang mustahil menjadi tidak mustahil. Tangan belas kasih Tuhan sanggup menyelesaikan semua masalah yang mustahil.

    • Musa men jadi anak raja, artinya tangan belas kasih Tuhan memberikan masa depan yang berhasil dan indah.

    • Apa yang tidak bisa kita pikirkan, Tuhan yang melakukan bagi kita.
      1 Korintus 2:9
      2:9. Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."

      Kita mendapat segalanya dari Tuhan, sehingga semua selesai dan sempurna. Kita layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai. Kita masuk kerajaan seribu tahun damai (Firdaus yang akan datang) dan Yerusalem baru selamanya.

Jangan pernah menyerah! Banyak kesulitan hari-hari ini, mari menangis kepada Tuhan. Tangan Tuhan bisa melakukan semuanya bagi kita.



Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top