English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 19 Juli 2012 (Kamis Sore)
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk pada 7 percikan darah di atas Tabut Perjanjian....

Ibadah Kaum Muda Malang, 13 Juni 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:14 adalah NUBUAT TENTANG ANTIKRIS.

Antikris ini berdiri di...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 09 Juni 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12
Dalam susunan Tabernakel, Lukas 12 terkena pada...

Ibadah Pendalaman Akitab Malang, 04 Oktober 2012 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Markus 7:8
7:8...

Ibadah Raya Surabaya, 28 Maret 2010 (Minggu Sore)
Wahyu 20: 6
"Tema ibadah kunjungan di Medan".
= bahagia dan kuduslah ia yang mendapat bagian...

Ibadah Doa Surabaya, 21 Agustus 2013 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa

Kita berada dalam KITAB WAHYU (PENDAHULUAN)

Kitab Wahyu adalah kitab terakhir dari Alkitab. Dalam susunan tabernakel kitab Wahyu terkena kepada...

Ibadah Raya Surabaya, 13 Mei 2012 (Minggu Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 20 November 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:1-5 terbagi menjadi dua bagian:
Ayat 1-4 =...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 Januari 2010 (Senin Sore)
Matius 24: 45-51
= tentang berjaga-jaga yang dikaitkan dengan waktu kedatangan Tuhan yang tidak diduga waktunya, yaitu:...

Ibadah Kunjungan di Toraja I, 16 Februari 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema: Imamat yang Rajani.
1 Petrus 2:9
2:9...

Ibadah Doa Malang, 06 Oktober 2009 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Keluaran 1: 1-4, Yakub/ bangsa Israel diijinkan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 25 Maret 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11 tentang doa penyembahan.
Tuhan menghendaki...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 14 Juli 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:17-25 adalah tentang Perjamuan Paskah, dibagi menjadi 2 bagian:
Ayat 17-19 tentang persiapan Perjamuan Paskah.Ayat...

Ibadah Doa Surabaya, 18 Agustus 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kunjungan Mangkutana III, 26 Juni 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 4:19b
4:19 ... kamu akan Kujadikan penjala manusia.

Penjala manusia adalah...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 19 Mei 2019 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Kita masih belajar tema ibadah persekutuan di Medan:
Wahyu 19: 9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

'Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba'= perjamuan kawin Anak Domba adalah pertemuan antara Yesus yang segera datang kembali kedua kali dalam kemuliaan sebagai Kepala--Raja di atas segala raja--dan Suami--Mempelai Pria Sorga--dengan sidang jemaat, kita semua yang sempurna/tubuh Kristus yang sempurna--mempelai wanita sorga/isteri--di awan-awan yang permai; sama dengan nikah rohani/nikah yang sempurna antara Kristus dengan sidang jemaat. Sesudah itu kita masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang; Wahyu 20), dan kerajaan sorga yang kekal (langit baru dan bumi baru; Yerusalem baru; Wahyu 21-22).

Oleh sebab itu kita harus membawa nikah yang jasmani untuk bisa mencapai nikah yang rohani.
Nikah jasmani adalah pintu masuk ke dunia, tetapi untuk keluar dari dunia harus lewat perjamuan kawin Anak Domba/nikah rohani--kita keluar dari dunia menuju Firdaus sampai kerajaan sorga.
Jaga kebenaran, kesucian, dan kesatuan nikah jasmani sampai satu waktu mencapai nikah rohani!

Hubungan nikah yang rohani/nikah sempurna antara Kristus dengan sidang jemaat adalah hubungan kasih yang sempurna, yang tidak terpisahkan selamanya.

Jadi untuk bisa masuk nikah yang rohani/perjamuan kawin Anak Domba kita harus memiliki kasih sempurna--sama dengan memiliki dua loh batu.
Markus 12: 30-31
12:30.
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
12:31. Dan hukum yang kedua ialah:
Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."

Bukti memiliki kasih sempurna:

  1. Mengasihi Tuhan dengan segenap tubuh, jiwa, dan roh--mengasihi Tuhan lebih dari semua.
    Ini sama dengan loh batu pertama.


  2. Mengasihi sesama seperti diri sendiri.
    Ini sama dengan loh batu kedua.

Ada dua macam dua loh batu:

  1. Dua loh batu yang mula-mula.
    Keluaran 32: 15-16, 19

    32:15. Setelah itu berpalinglah Musa, lalu turun dari gunung dengan kedua loh hukum Allah dalam tangannya, loh-loh yang bertulis pada kedua sisinya; bertulis sebelah-menyebelah.
    32:16. Kedua loh itu ialah pekerjaan Allah dan tulisan itu ialah tulisan Allah, ditukik pada loh-loh itu.
    32:19. Dan ketika ia dekat ke perkemahan itu dan melihat anak lembu dan melihat orang menari-nari, maka bangkitlah amarah Musa; dilemparkannyalah kedua loh itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki gunung itu.

    Saat itu Musa turun dengan membawa dua loh batu, lalu ia melihat orang menari-nari di perkemahan Israel--menyembah anak lembu emas--, mereka makan minum--pasti mengarah pada kawin mengawinkan.

    Dua loh batu yang mula-mula: batunya dari Tuhan, tulisannya dari Tuhan, menunjuk pada pribadi Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga.

    Dua loh batu ini dipecahkan supaya umat Israel yang menyembah berhala tidak mati, karena dua loh batu mengandung hukum: jangan menyembah berhala.
    Dua loh batu yang dipecahkan menunjuk pada Yesus yang disalibkan, untuk menebus dosa bangsa Israel dan bangsa kafir--lewat luka Yesus yang kelima. Ini adalah kasih Allah.

    Karena dua loh batu dipecahkan, Tuhan perintahkan Musa naik lagi ke gunung Sinai untuk membuat dua loh batu yang baru.


  2. Dua loh batu yang baru.
    Keluaran 34: 1

    34:1. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pahatlah dua loh batu sama dengan yang mula-mula, maka Aku akan menulis pada loh itu segala firman yang ada pada loh yang mula-mula, yang telah kaupecahkan.

    Duh loh batu yang baru sama dengan yang mula-mula tetapi batunya dari gunung Sinai--dunia. Ini menunjuk pada manusia berdosa yang keras hati, tetapi sedang diproses supaya menjadi sama dengan Yesus--dua loh batu yang mula-mula. Ini artinya kita menjadi mempelai wanita sorga.

Kita harus memiliki dua loh batu yang baru!

Proses membentuk dua loh batu yang baru:

  1. Penebusan.
    Manusia berdosa harus ditebus dari dosa-dosa dan dibenarkan.


  2. 'Dipahat'= disucikan dalam kandang penggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok; tubuh, jiwa, dan roh kita disucikan oleh Allah Tritunggal.
    Dulu Salomo membangun Bait Allah, batu-batunya dipahat di penggalian, sehingga saat pembangunan tidak ada suara apapun.

    Kita terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh yang berdosa, ini yang harus dipahat, karena itu harus berada dalam kandang penggembalaan, supaya disucikan, sehingga menjadi satu gambar dengan Yesus--sama bentuknya dengan dua loh batu yang mula-mula.
    Sudah dipahat, tetapi masih kosong, karena itu perlu proses ketiga.


  3. 'Aku akan menulis pada loh itu'= penulisan kasih yang sempurna, sehingga kita bisa menjadi mempelai wanita sorga yang sempurna seperti Yesus.

Dulu manusia diciptakan satu gambar dengan Tuhan, tetapi karena berbuat dosa, menjadi satu gambar dengan setan. Karena itu perlu ditebus, dipahat, dan ditulisi sehingga menjadi satu gambar dengan Yesus.

Dalam penulisan kasih ada halangan yaitu hati yang keras--sekarang hamba Tuhan yang dipakai untuk menuliskan firman/kasih sempurna dalam kehidupan kita.
2 Korintus 3: 3-4, 13-16
3:3. Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.
3:4. Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus.
3:13. tidak seperti Musa, yang menyelubungi mukanya, supaya mata orang-orang Israel jangan melihat hilangnya cahaya yang sementara itu.
3:14. Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya.
3:15. Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa,
ada selubung yang menutupi hati mereka.
3:16. Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya.

Pada perjanjian lama firman ditulis pada loh batu, sekarang pada loh hati manusia.
Inilah tugas gembala; Tuhan menuliskan firman pengajaran yang benar dalam kehidupan kita lewat seorang gembala, jika dipraktikkan itulah kasih sempurna.

Kekerasan hati ini yang membuat tidak bisa mengerti firman--firman terselubung terus--; yang lain mengerti dan mengucap syukur, tetapi dia tidak mengerti dan menganggap firman terlalu keras. Ini sama seperti Eutikhus; yang lainnya senang mendengar firman dari petang sampai fajar menyingsing, tetapi ia tertidur--tidak mengerti atau tidak mau mengerti firman.
Tidak bisa mengerti firman, tidak nikmat saat mendengar firman, itu semua karena kekerasan hati, bukan lainnya.

Hati yang keras tidak bisa ditulisi oleh firman pengajaran yang benar/kasih sempurna.
Akibatnya: menjadi semakin keras, sampai sekeras batu kilangan.
Hati-hati! Hati keras itu terutama mempertahankan sesuatu yang tidak cocok dengan firman--dosa dan sebagainya--, sehingga tidak bisa menerima yang benar. Termasuk hamba Tuhan, sudah bertahun-tahun mendengar firman tetapi tetap tidak mengerti, sementara orang yang baru mendengar langsung mengerti.

Praktik sekeras batu kilangan:

  1. Matius 18: 6
    18:6. "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.

    'menyesatkan'= menyandung.

    Praktik pertama: jatuh dalam dosa sandungan.
    Artinya:


    • Menjadi sandungan bagi orang lain--menyebabkan orang lain tidak mau datang pada Tuhan dan tidak mau mau dengar firman pengajaran yang benar. Ini sama seperti kambing makan rumput--firman yang benar--dan minum air yang tenang--urapan Roh Kudus--, tetapi akhirnya sisa rumputnya dia injak-injak, dan airnya dia keruhkan; dia tidak praktik firman, malah diinjak-injak.

      Kalau kita benar-benar mendengar dan mempraktikkan firman, kita akan menjadi kesaksian.
      Waktu Musa bertemu tujuh gadis Midian, mereka pulang cepat, bapaknya heran karena biasanya mereka diganggu gembala lain--gembala palsu.
      Kaum muda, mungkin orang tua tidak pernah ibadah, coba mulai pulang lebih cepat, orang tua sudah tertarik. Sederhana saja. Pekerjaan firman dimulai dari tidak ada menjadi ada; kecil jadi besar. Jangan tunggu mujizat-mujizat besar, tetapi yang sederhana saja.
      Mari, jangan jadi sandungan!


    • Gampang tersandung, tersinggung, kecewa, putus asa, bangga, sampai meninggalkan Tuhan.


    Akibatnya: tenggelam/merosot di lautan dunia dan harus ditenggelamkan di lautan api dan belerang.


  2. Wahyu 18: 21
    18:21. Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi.

    Praktik kedua: jatuh dalam dosa Babel--puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan.

    Akibatnya: ditenggelamkan dalam lautan api dan belerang, binasa selamanya.

Inilah kekerasan hati, yaitu mempertahankan sesuatu yang tidak cocok dengan firman. Mungkin soal tata cara ibadah, Tuhan berkata: Jangan menjadi serupa dengan dunia!, tetapi ibadahnya seperti diskotik.
Akibatnya: lama kelamaan tidak mau mendengar yang benar.

Karena itu lebih baik kita TENGGELAM DALAM BAPTISAN AIR--melembut--dari pada batu keras tenggelam di lautan api dan belerang.
Roma 6: 4
6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi.

1 Petrus 3: 20-21
3:20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

Jangan mempertahankan kekerasan hati, terutama soal baptisan air! Kalau baptisan tidak sesuai dengan firman, berarti ia belum dibaptis.

Hasil baptisan air yang benar:

  1. Hati nurani yang baik. Hati yang keras menjadi hati yang lembut, yaitu bisa ditulisi firman pengajaran sekeras apapun dan berapa lamapun waktunya--bisa menikmati firman yang disampaikan dari Tuhan.
    Kalau berkata: Firmannya terlalu lama; firmannya terlalu keras, berarti ia masih keras hati, belum pernah ditulisi firman, sekalipun sudah bertahun-tahun mendengar firman--masih kosong.

    Ingat baik-baik! Dia mencari yang cocok dengan dirinya, padahal tidak sadar dia tidak pernah ditulisi oleh Tuhan; tidak pernah merasa kasih Tuhan. Kalau hati tidak keras, saat pemberitaan firman yang keras, kita bisa menangis--ditulisi firman.
    Kalau firman tidak keras, bagaimana bisa memahat batu? Justru cari firman yang keras untuk memahat hati kita--Tuhan perintahkan kepada Musa: Pahatlah!

    Kalau Tuhan tidak bisa menuliskan kasih-Nya pada kita, kita juga tidak akan bisa menulis: Aku cinta pada-Mu, Tuhan.

    Kalau hati kita bisa dipahat, mautpun tidak bisa memisahkan kita dari kasih Kristus. Itu bedanya nanti.

    "Saya menerima kesaksian dari Medan; ada orang dari India--New Delhi--bersaksi: Ini fellowship yang unik, belum pernah saya temui di dunia. Itulah kita, memang beda, jangan disama-samakan dengan yang lain. Pengajaran beda dengan yang lain; tata cara ibadah pengajaran beda dengan yang lain. Ini yang kita pertahankan. Sekarang, malah ini yang mau dibongkar. Saya tidak mau, dan dikuatkan lewat kesaksian ini. Bukan bangga, tetapi memang ini kenyataannya, pengajaran itu berbeda. Sekarang kegerakan penginjilan dan doa di mana-mana, tetapi pengajaran masih ditunggu. Tuhan tolong. Bukan bangga, ini bukan saya yang menemukan. Saya hanya melanjutkan apa yang diwariskan oleh Pdt van Gessel, Pdt In Juwono, dan Pdt Pong. Saya tidak mau merubah apa-apa; hanya ikut guru saya. Saya dikuatkan mengenai pengajaran, tata cara ibadah, dan organisasi. Lempin-El juga unik. Mana ada gurunya bukan Doktor, tetapi muridnya Doktor. Jangan diganti-ganti! Bantu doa supaya tetap bertahan biarpun disebut kuno; tidak ada di mana-mana, tetapi hanya ada di alkitab."


  2. Hidup dalam kebenaran.
    Kalau hati sudah ditulisi firman pengajaran yang benar, otomatis bisa hidup dalam kebenaran. Kalau hati belum ditulisi firman, susah untuk hidup benar.

    Yesaya 33: 15
    33:15. Orang yang hidup dalam kebenaran, yang berbicara dengan jujur, yang menolak untung hasil pemerasan, yang mengebaskan tangannya, supaya jangan menerima suap, yang menutup telinganya, supaya jangan mendengarkan rencana penumpahan darah, yang menutup matanya, supaya jangan melihat kejahatan,

    Ciri hidup benar:


    • Mulutnya benar, yaitu jujur--ya katakan: ya, tidak katakan: tidak. Kalau berkata: ya...tetapi....tidak...namun, berarti tidak benar.
      Menghadapi orang tidak benar, kita harus menyingkir, dan saat antikris datang kita akan disingkirkan selama tiga setengah tahun. Itu adalah contoh dari Yesus. Kalau merangkul yang tidak benar, saat antikris datang, habislah kita.


    • Tangannya benar, yaitu perbuatannya benar.
    • Telinganya benar, yaitu hanya mendengar firman pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran.
    • Matanya benar, yaitu menutup mata terhadap kejahatan dan kenajisan; sama dengan pandangan hanya tertuju pada perkara rohani--mengutamakan perkara rohani lebih dari yang jasmani; rela mengorbankan perkara jasmani untuk mendapat yang rohani.
      Memang sakit bagi daging--cucuran air mata--, tetapi diakhiri dengan sorak sorai sorgawi.

      Esau mengorbankan yang rohani untuk dapat yang jasmani. Awalnya dia bersorak-sorai, tetapi satu waktu dia mencucurkan air mata selamanya.


    Inilah hidup dalam kebenaran; kita selamat dan diberkati Tuhan.

    Menghadapi dosa sandungan dan dosa Babel, mari tenggelam dalam baptisan air supaya mendapat hati nurani yang baik: hati yang lembut dan bisa hidup dalam kebenaran--ditulisi firman pengajaran yang benar. Kita selamat dan diberkati oleh Tuhan; tidak dikutuk.


  3. Amsal 12: 26
    12:26. Orang benar mendapati tempat penggembalaannya, tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri.

    Sudah selamat, tetapi belum cukup, kita masih harus memantapkan dan meningkatkan keselamatan.
    Setelah hidup benar, hati-hati, setan tidak pernah melepaskan kita. Saat setan mencobai Yesus di padang gurun, setelah kalah, dia pergi dan mencari waktu yang tepat untuk menyerang lagi.
    Begitu juga kita, hidup lama sudah kita tinggalkan, puji Tuhan, hati keras sudah diubahkan, puji Tuhan, sudah mau ditulisi firman, hidup benar, selamat, dan diberkati, puji Tuhan. Tetapi hati-hati, mata ular tidak berkedip, begitu ada kesempatan dia akan langsung menyerang.
    Karena itu kita harus tergembala.

    Praktik ketiga: Kalau hati lembut, otomatis hidup benar, dan kalau sudah hidup benar, otomatis tergembala dengan benar dan baik. Hati-hati, ada pedagang domba--penggembalaan hanya untuk mencari keuntungan jasmani--!

    Tergembala dengan benar artinya dibina oleh firman pengajaran yang benar--firman yang dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab--, yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan dengan berulang-ulang kepada sidang jemaat sebagai makanan, bukan camilan. Kalau sudah menikmati firman pengajaran yang benar, di situlah kita tergembala.

    Kita harus tergembala, supaya:


    • Tidak dijatuhkan lagi dalam dosa dan puncaknya dosa; tidak tenggelam lagi dalam lautan api dan belerang.
    • Tidak disesatkan.
    • Kita DITENGGELAMKAN LAGI DALAM FIRMAN PENGAJARAN YANG BENAR.
      Efesus 5: 25-27
      5:25. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
      5:26. untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
      5:27. supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

      Sudah ditenggelamkan dalam baptisan air, belum cukup, karena masih diganggu setan, karena itu ditenggelamkan lagi dalam air firman.

      'Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya'= kasih Mempelai/kasih sempurna.
      'memandikannya dengan air dan firman'= tenggelam dalam baptisan air dan firman pengajaran. Itulah kasih sempurna.

      Untuk memandikan kita yang jorok bahkan kusta, Dia harus mati di kayu salib, itulah kasih yang sempurna Sungguh-sungguh! Kalau tidak ada kasih, susah untuk memandikan orang sakit.

      "Mohon maaf, di Malang ada orang yang harus dirawat. Saat doa pagi, saya selalu menumpangkan tangan kepada dia, dan saya juga lihat rambutnya. Kalau ada ketombenya, saya marahi yang memandikan dia. Saya suruh mandikan dan memberi sabun yang benar. Saya katakan: 'Jangan begitu! Hargai dia, layani yang baik! Kalau kamu bisa memenangkan dia seorang, pelayananmu nanti akan luar biasa. Kalau om ada waktu, om yang tangani, tidak ada masalah.' Ada satu anak sakit, tidak bisa ke belakang, isteri saya langsung bilang: Kasih ini...itu, kalau tidak bisa, nanti tante tangani. Tidak ada masalah. Saya tetap melihat biarpun mereka seperti tidak berguna, tetapi itu tubuh Kristus. Kita melayani dengan kasih Tuhan. Di rumah tangga, jangan terlalu banyak ini itu, tetapi layani dengan baik seperti Yesus. Dia rela mati untuk memandikan kita yang notabene jorok bahkan sakit kusta--dimandikan dua kali adalah untuk penyakit kusta. Bayangkan! Kita mau memberi pada orang kusta saja sudah berpikir, tetapi Dia memandikan orang kusta sampai rela mati. Jauh sekali pelayanan kita. Luar biasa kasih sempurna itu."

      Sudah tergembala, setelah itu mari tenggelam dalam firman sampai kita sempurna.

      'supaya jemaat kudus dan tidak bercela'= bukan hanya benar saja, tetapi sampai sempurna. Kalau hanya benar, bahaya, masih bisa tenggelam dalam lautan api dan belerang karena kembali jadi tidak benar dan disesatkan.
      Mari digembalakan; tenggelam dalam air firman sampai sempurna, kita tidak bisa tenggelam tetapi naik ke atas bersama Tuhan selamanya.


    Inilah cara Tuhan menolong batu keras. Masih ada kesalahan, tetapi Dia tolong.

    Kalau bosan terhadap firman penggembalaan padahal sebenarnya dia bisa makan, berarti masih ada kekerasan hati--sesuatu yang dipertahankan yang tidak sesuai dengan firman--, dan keselamatannya terancam. Jelas itu!

    Jadi dalam sistem penggembalaan, batu keras dimandikan dua kali: baptisan air--memiliki hati lembut dan hidup benar--, dan air hujan firman pengajaran.
    Ulangan 32: 2
    32:2. Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan.

    Sabar! Sekarang pengajaran masih seperti embun, tidak ada yang mau melihat. Tidak apa-apa. Nanti sudah seperti hujan rintik, orang mulai memberi respon, dan kalau sudah seperti hujan lebat, tinggal buka pintu gereja.
    Sekarang waktunya penginjilan, jangan marah, tetapi pengajaran terus disampaikan sampai pada masanya hujan firman pengajaran.
    Yang sudah dalam pengajaran, jangan kembali lagi ke penginjilan, bahaya, tidak bisa kembali lagi nanti, tetapi terus meningkat sampai air hujan yang lebat memandikan kita.

    Dua kali dimandikan adalah untuk pentahiran penyakit kusta.
    Imamat 14: 8-9
    14:8. Orang yang akan ditahirkan itu haruslah mencuci pakaiannya, mencukur seluruh rambutnya dan membasuh tubuhnya dengan air, maka ia menjadi tahir. Sesudah itu ia boleh masuk ke dalam perkemahan, tetapi harus tinggal di luar kemahnya sendiri tujuh hari lamanya.
    14:9. Maka pada hari yang ketujuh ia harus mencukur seluruh rambutnya: rambut kepala, janggut, alis, bahkan segala bulunya harus dicukur, pakaiannya dicuci, dan tubuhnya dibasuh dengan air; maka ia menjadi tahir.

    Ayat 8= kalau baru dimandikan satu kali--baptisan air--boleh masuk perkemahan tetapi tidak boleh masuk rumahnya sendiri selama tujuh hari. Karena itu harus dimandikan dua kali.

    Kita dimandikan dengan air dan firman pengajaran untuk disucikan dari penyakit kusta--Dia memandikan isteri-Nya yang sakit kusta.
    Lukas 17: 11-12
    17:11. Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea.
    17:12. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah
    sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh

    Samaria= kafir.
    Galilea= Israel.
    'menyusur perbatasan Samaria dan Galilea'= kegerakan Roh Kudus hujan akhir untuk menyatukan Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus sempurna; mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali, masuk perjamuan kawin Anak Domba, sampai Yerusalem baru.

    Tetapi ada halangannya yaitu penyakit kusta; halangan dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir adalah penyakit kusta.
    Pengertian kusta:


    • Dosa kenajisan (makan minum dan kawin mengawinkan)--puncaknya dosa.
      Imamat 13: 45-46
      13:45. Orang yang sakit kusta harus berpakaian yang cabik-cabik, rambutnya terurai dan lagi ia harus menutupi mukanya sambil berseru-seru: Najis! Najis!
      13:46. Selama ia kena penyakit itu, ia tetap najis; memang ia najis; ia harus tinggal terasing, di luar perkemahan itulah tempat kediamannya.

      Dosa ini bertambah hebat dalam segala bentuknya.
      Hati-hati kaum muda! Hofni dan Pinehas--pelayan Tuhan--sudah masuk di sini. Tuhan tolong kita.


    • Dosa kejahatan--seperti Gehazi dan Yudas Iskariot--=


      1. Keinginan akan uang dan berdusta.
        Waktu Naaman disembuhkan, dia mau memberikan sesuatu untuk Elisa, tetapi Elisa menolaknya, lalu Gehazi mengejar Naaman, sehingga ia mendapatkan uang. Baru saja Gehazi masuk dan tampil ke depan tuannya, berkatalah Elisa kepadanya: "Dari mana, Gehazi?" Jawabnya: "Hambamu ini tidak pergi ke mana-mana!"--Gehazi berdusta.
        Tetapi kata Elisa kepadanya: "Bukankah hatiku ikut pergi, ketika orang itu turun dari atas keretanya mendapatkan engkau? Maka sekarang, engkau telah menerima perak dan dengan itu dapat memperoleh kebun-kebun, kebun zaitun, kebun anggur, kambing domba, lembu sapi, budak laki-laki dan budak perempuan, tetapi penyakit kusta Naaman akan melekat kepadamu dan kepada anak cucumu untuk selama-lamanya."

        Yudas juga ada keinginan akan uang dan berdusta. Saat Yesus berkata: Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku, Yudas menjawab: Bukan aku, ya Rabi?


      2. Mencuri, terutama mencuri milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Jangan lagi mencuri milik Tuhan termasuk milik sesama.


      Kita harus hati-hati! Ini adalah perbatasan terakhir, tetapi banyak yang najis, menjadi pencuri dan pendusta. Kita semua saling mendoakan.


    • Kebenaran diri sendiri--putih tetapi kusta--yaitu


      1. Kebenaran di luar alkitab.
        Dalam rumah tangga, isteri yang menentukan. Suami bisa hancur atau meningkat, bisa karena isteri. Isteri ini lemah tetapi bisa meliuk-liuk.
        Contoh: Hawa memberi buah terlarang kepada Adam; Sarah memberikan Hagar kepada Abraham, padahal Tuhan sudah katakan keturunannya dari Sarah.

        Suami harus tegas. Kalau belok sedikit, ular masuk.
        Tegas artinya berpegang pada firman, dan ular tidak akan bisa masuk.
        Kalau berpegang pada keinginan sendiri, itu bukan tegas, tetapi keras hati.


      2. Menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain dan Tuhan/pengajaran yang benar.


    • Masalah yang mustahil--seperti membangkitkan orang mati.
      2 Raja-raja 5: 6-7
      5:6. Ia menyampaikan surat itu kepada raja Israel, yang berbunyi: "Sesampainya surat ini kepadamu, maklumlah kiranya, bahwa aku menyuruh kepadamu Naaman, pegawaiku, supaya engkau menyembuhkan dia dari penyakit kustanya."
      5:7. Segera sesudah raja Israel membaca surat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya serta berkata: "Allahkah aku ini yang dapat mematikan dan menghidupkan, sehingga orang ini mengirim pesan kepadaku, supaya kusembuhkan seorang dari penyakit kustanya? Tetapi sesungguhnya, perhatikanlah dan lihatlah, ia mencari gara-gara terhadap aku."


    Jalan keluar dari penyakit kusta:


    • Dimandikan dua kali: baptisan air dan air firman.
    • Lukas 17: 13
      17:13. dan berteriak: "Yesus, Guru, kasihanilah kami!"

      Yang kedua: kita membutuhkan belas kasihan Tuhan yang seharga kurban Kristus.

      Di atas segala yang di dunia adalah belas kasih Tuhan.
      Menghadapi apapun, mohon belas kasih Tuhan. Kalau Dia sudah berbelas kasih, enak sekali, lima roti dua ikanpun bisa untuk lima ribu orang.


    Sikap kita untuk mendapat belas kasih Tuhan:


    • Menyeru nama Yesus oleh dorongan penyucian lewat firman pengajaran yang benar.
      Artinya: tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan apapun yang kita hadapi; tidak menyangkal Tuhan apapun yang kita hadapi; tidak berharap kepada yang lain apapun yang kita hadapi.


    • Lukas 17: 16-19
      17:16. lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.
      17:17. Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?
      17:18. Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?"
      17:19. Lalu Ia berkata kepada orang itu: "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau."

      'orang asing ini'= kita bangsa kafir mendapat prioritas siang ini.

      Yang kedua: tersungkur di bawah kaki Yesus.
      Artinya: kita mengaku bahwa kita hanya tanah liat yang tidak layak, banyak kekurangan dan kelemahan secara rohani--dosa-dosa--supaya kita diampuni oleh darah Yesus; mengaku tidak mampu apa-apa. Kita hanya mengulurkan tangan kepada Tuhan. Kita tidak menyerah kalah tetapi menyerah sepenuh kepada Tuhan--tindakan iman.

      Saat kita tidak layak, tidak bisa berbuat dan berpikir apa-apa, saatnya hanya mengulurkan tangan iman kepada Tuhan--berserah sepenuh kepada Dia--, dan Dia akan mengulurkan tangan belas kasih-Nya.

      Iman ditambah belas kasih, mujizat akan terjadi: yang tidak ada menjadi ada, mustahil menjadi tidak mustahil, hancur menjadi baik, gagal menjadi berhasil dan indah pada waktunya.
      Sampai kalau Tuhan datang kembali kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia--mujizat terakhir. Kita layak untuk menyambut kedatangan-Nya di awan-awan yang permai, masuk perjamuan kawin Anak Domba, Firdaus, sampai kerajaan sorga.

Jalan memang tidak selalu rata, langit tidak selalu biru--ada mendung dan sebagainya--, supaya kita berseru kepada Tuhan, bukan mengomel, kecewa, putus asa, apalagi menyangkal Tuhan. Tetap berharap Tuhan, bukan yang lain, dan tersungkur--menyerah sepenuh pada Dia.
Jangan pernah menyerah!

Mari, tersungkur di kaki Tuhan. Banyak kehidupan yang tersungkur: Ayub mengaku hanya tanah liat, wanita pendarahan dua belas tahun tersungkur menjamah ujung jubah Yesus, perempuan Kanani tersungkur menghadapi anaknya yang kerasukan setan, Maria--gambaran kaum muda--tersungkur menghadapi kebusukan.
Kita hanya mengulurkan tangan iman kepada Tuhan.

Menghadapi dosa, keadaan nikah dan buah nikah, penyakit, masalah ekonomi, masa depan, pelayanan dan lain-lain, serahkan kepada Tuhan. Percaya kepada Dia!
Ada kelemahan secara rohani: dosa, najis dan sebagainya, juga kelemahan secara jasmani: tidak mampu, kehancuran, kegagalan, kemustahilan, jangan menyerah kalah tetapi menyerah sepenuh kepada Dia.
Yang sudah mapan, jangan sombong, angin dan gelombang bisa datang sekonyong-konyong. Tetap mengaku bahwa semua dari kemurahan dan belas kasih Tuhan.

Jangan menyerah dan berputus asa, mujizat Tuhan ada bagi kita. Yakinlah, mujizat pasti terjadi!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top