English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 06 Januari 2015 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan Yesus Kristus.

Wahyu 2:8-11 penyucian terakhir yang dialami sidang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Maret 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema: 30

Kejadian 41:46
41:46 Yusuf berumur tiga puluh...

Ibadah Raya Surabaya, 04 Desember 2011 (Minggu Sore)
Matius 26:57-68 tentang SAKSI DAN KESAKSIAN.

Ada dua...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 Desember 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat...

Ibadah Retreat Family I Malang, 28 Desember 2012 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema: "Kamu adalah Bait Allah".
1 Korintus 3:16
3:16...

Ibadah Raya Surabaya, 30 Desember 2018 (Minggu Siang)
Penyerahan Anak

Yesaya 49: 14-16
49:14. Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
49:15. Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia...

Ibadah Doa Surabaya, 03 November 2010 (Rabu Sore)
Disertai dengan doa puasa
Matius 25: 31-32
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat...

Ibadah Natal Kaum Muda Remaja, 15 Desember 2012 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 2:52
2:52 Dan Yesus makin bertambah besar...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 04 Maret 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11: 1-13 tentang hal berdoa, terdiri...

Ibadah Doa Surabaya, 05 Oktober 2011 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa

Doa puasa adalah salah satu bentuk Gesemane dan kita mengalami pemerasan daging tanpa dosa.
Kegunaan doa...

Ibadah Doa Malang, 14 Juli 2015 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7
3:7 "Dan tuliskanlah kepada malaikat...

Ibadah Doa Malang, 29 April 2014 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt Mikha Sanda Toding

Matius 12:38-42
12:38. Pada waktu itu berkatalah...

Ibadah Raya Surabaya, 14 April 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 14 Desember 2008 (Minggu Sore)
Matius 24: 29-31
= tentang keadaan pada waktu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, yaitu:...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 27 Juli 2018 (Jumat Malam)
Ulangan 9: 1-6 => Orang Israel diperingatkan supaya jangan membanggakan jasanya
9:1. "Dengarlah, hai orang Israel! Engkau akan menyeberangi...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 25 September 2016 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah bahagia dan berkat TUHAN senantiasa dilimpahkan dalam hidup kita sekalian.

Wahyu 5: 1
5:1. Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai.

Kita masih mempelajari tentang 'gulungan kitab yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya', ini adalah logos atau firman Allah yang tertulis di dalam alkitab atau Kitab Suci.
Di dalam perjanjian lama, kitab Keluaran 20-23, firman Allah ditulis pada dua tempat: (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 21 September 2016)

  1. Yang pertama: Keluaran 20: 1-17 => firman Allah ditulis pada dua loh batu.
    Sekarang artinya firman Allah ditulis pada hati dan pikiran kita.


  2. Yang kedua: Keluaran 20: 22 sampai Keluaran 23 => firman Allah ditulis pada gulungan atau lembaran surat-surat--merupakan penjelasan dari kesepuluh hukum Allah.
    Sekarang artinya firman Allah ditulis dalam lembaran hidup kita, yaitu perbuatan dan perkataan/mulut kita.

AD.1. FIRMAN ALLAH DITULIS PADA DUA LOH BATU
Keluaran 20: 1-17 terbagi menjadi 2 bagian:

  1. Bagian pertama: Keluaran 20: 3-11 => menunjuk pada loh batu pertama, yang berisi hukum pertama sampai keempat.
    20:3. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku(1).
    20:4.
    Jangan membuat bagimu patung(2) yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
    20:5. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
    20:6. tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.
    20:7.
    Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan(3), sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
    20:8.
    Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat(4):
    20:9. enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
    20:10. tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
    20:11. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.


    Loh batu pertama yang berisi hukum pertama sampai hukum keempat, mengatur hubungan manusia dengan TUHAN lewat ibadah dan pelayanan kepada TUHAN; kita manusia di bumi bisa memiliki hubungan baik dengan TUHAN di sorga lewat ibadah pelayanan kepada TUHAN.

    Saat siang hari ini, kita sedang mengatur hubungan dengan TUHAN lewat ibadah. Dulu di taman Eden, hubungan manusia dengan TUHAN sangat baik. Tetapi karena berbuat dosa, manusia dibuang ke dunia sehingga mengalami sengsara, karena hubungannya tidak baik lagi dengan TUHAN.
    Sekarang, supaya tidak sengsara, kita harus punya hubungan yang baik dengan TUHAN.

    "Seperti kalau kita punya atasan di pekerjaan. Kalau hubungan kita dengan atasan tidak baik, kita sengsara. Kalau hubungannya baik, enak. Sama halnya dengan TUHAN."

    Sekarang kita harus mengatur hubungan ibadah pelayanan yang baik dengan TUHAN. Jika hubungan kita dengan TUHAN baik--kita bisa sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN; sama dengan mengasihi TUHAN lebih dari semua--kita akan mendapatkan kebahagiaan pertama.

    Orang yang tidak mau beribadah, tidak bahagia. Saat-saat beribadah inilah saat yang berbahagia.

    "Saya selalu mengatakan: saat-saat dalam ibadah pelayanan, TUHAN sedang memindahkan kita dari suasana kutukan dunia ke suasana Firdaus--kebahagiaan. Kebahagiaan bukan dilihat dari kaya atau miskin, tetapi kalau hubungan kita dengan TUHAN baik, kita akan berbahagia."


  2. Bagian kedua: Keluaran 20: 12-17 => loh batu kedua yang berisi hukum kelima sampai kesepuluh--enam hukum.
    20:12. Hormatilah ayahmu dan ibumu(5), supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
    20:13.
    Jangan membunuh(6).
    20:14.
    Jangan berzinah(7).
    20:15.
    Jangan mencuri(8).
    20:16.
    Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu(9).
    20:17.
    Jangan mengingini(10) rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu."

    Loh batu kedua mengatur hubungan kita dengan sesama, yaitu:


    1. Keluaran 20: 12
      20:12. Hormatilah ayahmu dan ibumu(5), supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

      Hukum kelima: ini mengatur hubungan anak dengan orang tua; hubungan menantu dengan mertua. Ini harus diupayakan hubungan yang baik.
      Anak harus hormat dan taat dengar-dengaran kepada orang tua. Jangan melawan! Kalau melawan, berarti tidak baik.

      Jika hubungan kita dengan orang tua baik, ini sama dengan mengasihi sesama seperti diri sendiri dan mendapatkan kebahagiaan kedua.

      Hubungan anak dengan orang tua, menantu dengan mertua harus baik supaya kita mendapatkan kebahagiaan kedua.


    2. Keluaran 20: 13
      20:13. Jangan membunuh(6)

      Hukum keenam: 'Jangan membunuh', ini yang harus ditulis di hati dan pikiran kita--dulu pada dua loh batu. Ini mengatur hubungan antar sesama saudara--kakak adik, ipar, sepupu dan lain-lain.

      'Jangan membunuh', sekarang artinya jangan membenci. Perlakuan apapun yang kita terima--mungkin tidak adil dan lain-lain--, jangan sampai kita membenci. Biarkan saja, TUHAN yang tahu semuanya.

      Jika hubungan antar sesama baik, ini sama dengan mengasihi sesama seperti diri sendiri dan kita mendapatkan kebahagiaan ketiga.


    3. Keluaran 20: 14
      20:14. Jangan berzinah(7)

      Hukum ketujuh: mengatur hubungan antar suami isteri dalam nikah, yaitu jangan ada perselingkuhan dan lain-lain. Ini harus dijaga.
      Kalau firman ditulis di hati dan pikiran, kita bisa menjaga supaya jangan terjadi perzinahan--tidak terjadi perselingkuhan dan lain-lain.

      Jika hubungan antar suami dan isteri baik--hidup dalam kesucian--, maka suami dan isteri mengasihi sesama seperti diri sendiri dan mendapat kebahagiaan keempat.


    4. Keluaran 20: 15-17
      20:15. Jangan mencuri(8).
      20:16. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu
      (9).
      20:17. Jangan mengingini
      (10) rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu."

      Hukum kedelapan sampai kesepuluh: mengatur hubungan kita dengan masyarakat/dunia luar.
      Jika hubungan kita dengan masyarakat baik--tidak mencuri, tidak berdusta, tidak mengingini--, maka kita mengasihi sesama seperti diri sendiri dan mengalami kebahagiaan kelima.

Dulu firman Allah ditulis pada dua loh batu, sekarang pada hati dan pikiran kita. Kalau hati dan pikiran kita ditulisi firman Allah, kita bahagia.
Jadi, pertanyaannya, apakah kita bahagia saat mendengar firman?

"Banyak orang mengatakan: 'Saya senang dengan musiknya, senang dengan lagunya,' boleh-boleh saja, tetapi itu belum tentu bahagia yang sesungguhnya. Jangan-jangan setelah mendengar musik di gereja, lalu mendengar musik di dunia: 'Wah, masih lebih bagus di dunia.' Itu sudah lain nantinya. Tetapi kalau mendengar firman--saat hati dan pikiran bisa ditulisi firman--, itu betul-betul kebahagiaan dari sorga--lima kebahagiaan."

Pertanyaan bagi kita: saat-saat beribadah, kebahagiaan kita berasal dari mana? Kalau kebahagiaan itu dari mendengar firman--ditulisi firman--, itu betul-betul kebahagiaan dari sorga, kebahagiaan kekal selamanya.

Markus 12: 28-32
12:28. Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?"
12:29. Jawab Yesus: "
Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, TUHAN Allah kita, TUHAN itu esa.
12:30.
Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
12:31.
Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."
12:32. Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.


Dua loh batu yang berisi hukum Allah, sama dengan hukum kasih. Tadi, loh batu pertama berisi hukum pertama sampai keempat, yaitu mengasihi TUHAN; loh batu kedua berisi hukum kelima sampai kesepuluh, yaitu mengasihi sesama. Jadi, dua loh batu yang berisi hukum Allah adalah KASIH.

Sekarang artinya, jika hati dan pikiran kita ditulisi oleh firman Allah, maka kita mengalami kasih Allah.
Praktiknya yaitu:

  1. Praktik pertama mengalami kasih Allah: kita bisa mengasihi TUHAN dengan segenap tubuh, jiwa dan roh kita--mengasihi TUHAN lebih dari segala sesuatu.

    Markus 12: 30
    12:30. Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

    'kekuatan' = tubuh.
    'akal budi' = jiwa.
    'hati' = roh.

    Bukti kalau kita mengasihi TUHAN lebih dari segala sesuatu adalah:


    • Bukti yang pertama mengasihi TUHAN: kita bisa memperjuangkan ibadah pelayanan kepada TUHAN lebih dari semua perkara di dunia.
      Jangan dibalik! Bukan berarti tidak boleh bekerja atau sekolah. Kita harus bekerja yang keras, sekolah yang keras; dalam persaingan di dunia kita harus bekerja keras. Tetapi jangan lupa, kita harus lebih memperjuangkan ibadah pelayanan lebih dari apapun di dunia. Sebab, sehebat apapun aktifitas kita di dunia, tanpa ibadah pelayanan, akan sia-sia. Hanya menuju kebinasaan dan kehancuran. Tidak ada artinya semua.

      Mari kita mohon kepada TUHAN, supaya diberikan kasih-Nya. Saat-saat pemberitaan firman adalah saat hati dan pikiran kita ditulisi oleh firman--saat menerima kasih Allah.
      Prosesnya: mendengar firman, mengerti--firman ditulis di dahi--, dan percaya yakin--firman ditulis di hati kita--, sehingga kita mengalami kasih TUHAN yang besar dan ajaib. Kita bisa memperjuangkan ibadah pelayanan lebih dari segala perkara di dunia oleh dorongan kasih.

      Jangan lupa! TUHAN sudah lebih dahulu memperjuangkan ibadah pelayanan kita.

      "Saya ulang-ulang supaya kita sadar. Banyak pengorbanan kita untuk bisa datang beribadah. Tetapi ingat! TUHAN sudah lebih dahulu mengasihi kita, sudah lebih dahulu memperjuangkan ibadah pelayanan untuk kita."

      Mulai di perjanjian lama: untuk Israel. TUHAN menghukum Firaun dan Mesir dengan sepuluh kali hukuman, sampai bangsa Israel bisa beribadah kepada TUHAN.
      Tetapi dalam perjanjian baru, TUHAN Yesus harus rela mati dihukum di kayu salib, supaya bangsa kafir bisa beribadah kepada TUHAN.

      Ini perjuangan TUHAN!
      Bangsa kafir tadinya adalah binatang haram--anjing dan babi--yang tidak boleh dipersembahkan kepada TUHAN--tidak boleh beribadah melayani TUHAN--, tetapi lewat darah Yesus di kayu salib, bangsa kafir dibasuh dan disucikan, supaya layak beribadah melayani TUHAN.

      Ibrani 9: 14
      9:14. betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

      Yesus rela mati di kayu salib dan lewat darah-Nya, Ia menyucikan hati nurani kita yang jahat menjadi hati nurani yang baik, sehingga dapat dan layak beribadah melayani TUHAN. Kita harus menghargai ini sunguh-sungguh. Ini perjuangan dan pengorbanan TUHAN.

      "Perjuangan kita belum sampai mengeluarkan darah. Sekalipun kita jauh-jauh dari Malang, dari mana saja, kita masih belum sampai mengeluarkan darah. Mungkin kita hanya baru keluar di mulut: 'Aduh, capek.' Tetapi Yesus sudah mencucurkan darah sampai mati di kayu salib. Mari, bandingkan! Biarlah kita perjuangkan ibadah kita dan semua tidak akan sia-sia."

      Semua yang di dunia terbatas gunanya, tetapi ibadah berguna untuk hidup sekarang sampai hidup yang akan datang. Tanpa ibadah, semua yang di dunia akan sia-sia, tidak ada gunanya.

      1 Timotius 4: 8
      4:8. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

      'Latihan badani terbatas gunanya' = yang jasmani: bekerja apa saja, semuanya terbatas. Paling maksimal hanya sampai di liang kubur, tetapi ada juga yang belum sampai di liang kubur sudah tidak bisa apa-apa.
      'untuk hidup ini' = hidup sekarang.
      'untuk hidup yang akan datang' = masa depan yang berhasil dan indah, sampai hidup kekal selamanya.

      Ini jaminan dari TUHAN. Kalau tidak mengandung janji sampai hidup kekal, Yesus tidak perlu mati di kayu salib. Tetapi karena ibadah mengandung janji untuk hidup sekarang sampai hidup kekal, maka TUHAN berjuang sampai mati di kayu salib. Kita juga harus berjuang. Ini logis dan sungguh-sungguh. Mugnkin capek, tetapi perjuangkan, kita tidak akan mati, karena setelah itu kita bisa tidur.


    • Bukti yang kedua mengasihi TUHAN: kita bisa taat dengar-dengaran kepada TUHAN.


    Inilah bukti kita mengasihi TUHAN. Memberi belum tentu mengasihi, malah memberi dengan kefasikan akan ditolak oleh TUHAN.

    Yang pertama tadi, kita harus memperjuangkan ibadah pelayanan, lalu taat dengar-dengaran kepada TUHAN, baru yang lain akan berkenan kepada TUHAN.


  2. Markus 12: 31
    12:31. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."

    Praktik kedua mengalami kasih Allah: mengasihi sesama seperti diri sendiri.

    Matius 7: 12
    7:12. "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

    Bukti mengasihi sesama seperti diri sendiri adalah segala sesuatu yang kita inginkan orang lain perbuat dan katakan, dan yang orang lain pikirkan tentang kita, maka kita katakan, perbuat dan pikirkan demikian kepada orang lain.

    Kalau kita ingin orang lain berkata yang baik kepada kita, kita berkata yang baik lebih dulu kepada orang lain. Kita ingin orang lain berbuat baik kepada kita, kita harus berbuat baik lebih dulu kepada orang lain. Itulah bukti mengasihi sesama seperti diri sendiri. Jangan merugikan sesama!

    Roma 13: 8
    13:8. Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.

    Di dalam surat roma disebutkan, jangan merugikan sesama yaitu jangan berhutang apa-apa kepada sesama terutama hutang dosa, bahkan sampai kita bisa membalas kejahatan dengan kebaikan. Itulah mengasihi sesama seperti dri sendiri.

Dari mana asalnya kasih Allah? Kasih Allah dicurahkan dari salib/kurban Kristus.
Manusia darah daging siapapun tidak memiliki kasih--termasuk pendeta dan rasul--, tetapi yang ada hanya keinginan daging, emosi, ambisi dan hawa nafsu daging.

Kita bisa menerima kasih Allah dari kurban Kristus. Salib adalah kasih yang sempurna.

Bagaimana caranya kita bisa menerima kasih Allah dari salib?:

  1. Yang pertama: hati dan pikiran kita harus ditulisi dengan firman Allah; seluruh hidup ditulisi dengan firman Allah.
    Kalau mau menerima kasih, kita harus mendengar dan dengar-dengaran kepada firman Allah.


  2. Yang kedua: saling mengaku dan saling mengampuni.
    Kalau kita bersalah, kita mengaku kepada TUHAN dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi!
    Kalau kita benar, kita harus mengampuni dan melupakan dosa orang lain.

    Saat itu, darah Yesus menyelesaikan dosa-dosa kita dan kita mengalami kasih dari Joljuta--kasih dari kayu salib.


  3. Yang ketiga: lewat doa penyembahan.
    Keluaran 20 dalam Tabernakel terkena pada alat mezbah dupa emas.

    Doa penyembahan adalah proses penyaliban daging dengan segala keinginan, hawa nafsu, kebanggaannya dan lain-lain, sehingga kita bisa merendahkan diri serendah-rendahnya di bawah kaki TUHAN.
    Kita mengaku seperti tanah liat yang tidak layak, banyak kesalahan, tidak mampu, tidak bisa apa-apa, dan tidak berharga apa-apa.

    Di situlah kita mengalami kasih Allah dicurahkan dalam hidup kita. Kalau kita mengandalkan sesuatu dalam hidup kita, merasa hebat, kasih Allah tidak ada di dalam kita. Tetapi saat kita merendahkan diri, kasih Allah dicurahkan dalam hidup kita.

    Seperti Maria, saat menghadapi Lazarus yang sudah mati empat hari, yang bisa ia lakukan adalah tersungkur di bawah kaki TUHAN sehingga ia mengalami kasih Allah.

    Yohanes 11: 32-35
    11:32. Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "TUHAN, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."
    11:33. Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata:
    11:34. "Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "TUHAN, marilah dan lihatlah!"
    11:35.
    Maka menangislah Yesus.

    'tersungkurlah ia di depan kaki-Nya' = Maria merasa tidak layak, tidak mampu, dan tidak berharga.
    'sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati' = Maria bergantung sepenuh kepada TUHAN, bukan yang lain.

    'Maka menangislah Yesus' = saat kita hancur hati berdoa menyembah TUHAN, Yesus juga menangis artinya kasih Allah dicurahkan kepada kita. Serahkan semuanya kepada TUHAN, kita hanya bergantung kepada belas kasih TUHAN, bukan yang lain.

Lewat ketiga hal inilah--pemberitaan firman, menyelesaikan dosa, dan doa penyembahan--kita bisa menerima kasih Allah dari kayu salib.

Hasil/kegunaan kita menerima kasih Allah:

  1. Hasil yang pertama: kita mengalami kebahagiaan sorga--lima kebahagiaan dalam kitab keluaran, seperti diterangkan di atas: satu kebahagiaan untuk hubungan dengan TUHAN, dan empat kebahagiaan untuk hubungan dengan sesama--anak dengan orang tua/menantu dengan mertua, kakak dengan adik/ipar, suami-isteri, dan kita dengan masyakarat.

    Angka 5 menunjuk pada lima luka Yesus.
    Artinya: lima macam kebahagiaan sorga berasal dari lima luka Yesus di kayu salib, yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun di dunia. Baik kaya maupun miskin, sakit maupun sehat tetap bisa merasakan kebahagiaan sorga.

    Caranya adalah:


    • Tetap mendengar firman, sekalipun ada masalah. Jangan mundur saat ada masalah! Salah. Kita tidak bahagia, tetapi malah susah; makin ada masalah, makin susah.

      Yang benar, saat ada masalah, tetap dengar firman--ditulisi firman--, dan kita akan berbahagia.


    • Menyelesaikan dosa.
      Sekalipun punya kekayaan segunung, kalau ada dosa yang disembunyikan, tidak akan bahagia.
    • Banyak menyembah TUHAN sampai hancur hati--mengaku tidak mampu dan tidak layak; hanya bergantung kepada TUHAN.
      Saat kita menangis, TUHAN juga menangis; bukan mengejek kita tetapi mencurahkan kasih-Nya pada kita.

      "Dulu, saat saya masih remaja, kalau ada orang berdoa dan menangis, saya keliling. Saat saya melihat orang menangis, saya mengejek. Sungguh-sunguh itu. Saya samakan dengan mulut binatang. Tapi satu waktu saat saya berdoa, saya meneteskan air mata, langsung saya hapus, saya tidak mau, saya malu. Saya tidak tahu kalau itulah yang namanya hancur hati. Kita ada hubungan yang erat dengan TUHAN: 'TUHAN, sekiranya Engkau ada di sini...', tidak ada yang lain. Kita bisa menyerah sepenuh kepada TUHAN dan Dia juga menangis untuk mencurahkan kasih-Nya kepada kita, bukan mengejek."


    Mengalami kebahagiaan sorga juga artinya sudah dekat dengan kerajaan sorga. Kedatangan TUHAN kedua kali sudah dekat sekali, jangan kita dipengaruhi oleh apapun. Sekalipun ada tantangan, rintangan; jangan mau terpengaruh! Dari dulu kita sudah mengikut TUHAN, tetapi saat sudah dekat kita mau berhenti, sayang. Jangan! Teruskan! Lanjutkan! Sebab kedatangan TUHAN sudah tidak lama lagi.

    "Seperti dulu kalau kami dari desa ke kota, susah sekali perjalanannya. Naik bus dari desa, sekalipun sudah berkeringat tidak karuan, tapi saat sudah sampai di Wonokromo, rasanya semangat lagi. Begitu juga bayangannya kalau kita dekat dengan kerajaan sorga. Jangan mundur dan jangan dipengaruhi oleh apapun!"


  2. Markus 12: 34
    12:34. Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

    Hasil yang kedua: kita mendapatkan hikmat kebijaksanaan dari sorga.
    Praktiknya:


    • Daniel 12: 3
      12:3. Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.

      Praktik pertama: hikmat dari sorga menjadikan kita seperti bintang-bintang yang bercahaya, yaitu kehidupan yang dipakai TUHAN sesuai dengan jabatan yang dipercayakan TUHAN, untuk menjadi saksi TUHAN dan memuliakan TUHAN.

      Bintang-bintang menyinari kegelapan di dalam rumah tangga; kalau masi ada yang gelap, satu waktu akan bersinar juga. Juga menyinari kegelapan di sekolah, kantor, dan di mana saja, sampai nanti menjadi terang dunia--mempelai wanita dengan selubung matahari, bulan di bawah kaki dan makhota 12 bintang.

      "Saya yakin, kalau kita diangkat menjadi bintangnya TUHAN yang tidak pernah pudar, maka di dunia kita juga akan menjadi bintangnya TUHAN. Kita menjadi kehidupan yang diberkati dan diangkat oleh TUHAN. Kalau jadi bintang di sorga, di dunia pasti juga menjadi bintang. Bintang di dunia belum tentu menjadi bintang di sorga. Bintang-bintang di dunia, setelah sekian lama akan habis. Tapi bintangnya TUHAN tidak akan dipermalukan, tetapi dipermuliakan oleh TUHAN secara jasmani."

      Jangan menjadi bintang yang gugur! Kalau bintang di sorga gugur, akan menjadi seperti Lucifer yang merusak segalanya.
      Kalau ada bintang gugur di dalam rumah tangga, maka rumah tangga itu akan rusak. Bintang gugur di dalam penggembalaan, maka penggembalaan akan rusak. Bintang gugur di manapun, akan rusak seperti setan yang merusak.

      Tetapi kalau menjadi bintang yang bercahaya, yang rusak akan menjadi baik.
      Mari, bertahan menjadi bintang, apapun yang kita hadapi hari-hari ini.


    • Pengkhotbah 10: 10
      10:10. Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.

      Hikmat di sini adalah ikmat dari sorga, bukan dari dunia.

      Praktik kedua: hikmat dari sorga menentukan keberhasilan kita di zaman yang sulit sampai zaman antikris; ada masa depan yang berhasil.

      "Boleh sekolah dan kuliah, silakan. Tetapi yang penting adalah hikmat dari TUHAN."


    • Pengkhotbah 7: 11-12
      7:11. Hikmat adalah sama baiknya dengan warisan dan merupakan suatu keuntungan bagi orang-orang yang melihat matahari.
      7:12. Karena
      perlindungan hikmat adalah seperti perlindungan uang. Dan beruntunglah yang mengetahui bahwa hikmat memelihara hidup pemilik-pemiliknya.

      Praktik ketiga: perlindungan hikmat sama dengan perlindungan uang, artinya hikmat kebijaksanaan sorga sanggup melindungi dan memelihara kita di zaman yang sulit, sampai zaman antikris berkuasa, bahkan sampai hidup kekal.

      Saat zaman antikris, semua menyembah uang tetapi kita sudah dilindungi oleh hikmat dari TUHAN.


    Inilah kalau kita mau ditulisi firman, saling mengaku dan mengampuni, ditambah banyak menyembah TUHAN. Kasih TUHAN dicurahkan kepada kita. Kalau menerima kasih, ada kebahagiaan sorga dan hikmat dari TUHAN. Semua menjadi bintang, menjadi berhasil dan indah, dipelihara dan dilindungi oleh TUHAN sampai zaman antikris, bahkan sampai hidup kekal.


  3. Markus 12: 34
    12:34. Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

    Hasil yang ketiga: 'seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus' = tidak ada lagi pertanyaan.
    Artinya: kita mendapat kuasa pertolongan TUHAN untuk menyelesaikan semua masalah sampai yang mustahil, sama dengan kuasa untuk menghapus air mata.

    Tidak ada keragu-raguan lagi dalam hidup ini, tetapi yang ada adalah jaminan kepastian dari TUHAN. Serahkan kepada TUHAN!

    Mengapa banyak masalah/air mata?:


    • Karena kurang mengasihi TUHAN dan kurang setia, sehingga ada celah bagi setan untuk datang.
      Kita dengan TUHAN adalah satu--TUHAN adalah kepala dan kita tubuh-Nya--, kalau ada sesuatu dari dunia yang menarik kita dari TUHAN sedikit saja, di situ sudah ada celah bagi setan dan masalah serta air mata datang. Tapi kalau kita erat dengan TUHAN, tidak ada celah.

      "Saya juga ditegor .kalau ada masalah di dalam jemaat, bukan 100% salah jemaat, tetapi salah saya juga."


    • Karena banyak pertanyaan tentang firman pengajaran--selalu ragu. Ini yang bahaya!
      Coba kalau Petrus bertanya saat TUHAN suruh ia tebarkan jalanya di siang hari, masalah tidak akan pernah selesai. Tetapi sekalipun tidak masuk akal, karena Petrus melakukan firman TUHAN, masalah selesai.

      "Kalau bertanya-tanya soal firman, itu paling bahaya! Karena itu saya tidak mau menghadiri diskusi firman. bahaya besar! Setan bersorak-sorai dan hancurlah pelayanan. Jangan!"

      Firman hanya untuk didengar dan dipraktikkan.


    Hati-hati dengan dua hal ini! Kurang mengasihi TUHAN ,mulai banyak pertanyaan: 'Kok begitu? Kok bisa? Yang lain masuk neraka?' Itu urusan mereka. Sekarang, urus diri sendiri! Kasihi TUHAN lebih dari segala sesuatu, dan semua masalah akan selesai.


  4. Kolose 3: 14
    3:14. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

    Hasil yang keempat: kasih mengikat kita menjadi satu--menyatukan--dan menyempurnakan kita menjadi mempelai wanita yang siap sedia untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Kita bisa duduk di takhta TUHAN, bersama Dia selamanya.

    Bukti kasih menyatukan dan menyempurnakan kita adalah damai sejahtera. Jangan ada ganjalan-ganjalan di dalam rumah tangga dan dengan sesama! Mari, selesaikan semua! Itu pertanda kalau tidak ada lagi masalah dan pertanyaan, sebab kasih sudah menyatukan dan menyempurnakan.

Sekeras apapun kita--dulu batu harus ditulisi dan ditukik--sekarang TUHAN mau menulisi batu keras/hati yang keras. Kalau tidak mau ditulisi, kehidupan itu akan hancur, tidka ada artinya.
Tanpa firman--tanpa kasih--, kehidupan itu hanya seperti batu di gunung Sinai yang hanya diinjak-injak; tidak ada artinya.
Tetapi kalau mau diambil oleh TUHAN pada siang ini--mau ditulisi--, hati dan pikiran yang keras bisa melembut.

Tadi, satu batu yaitu ahli Taurat--laki-laki--mengatakan: 'Benar, TUHAN.....' Padahal ahli Taurat ini selalu menentang Yesus, selalu menyalahkan Yesus--menyalahkan pengajaran yang benar--tetapi kali ini batu keras ditemukan oleh TUHAN. Dia yang selalu menggunakan kebenaran diri sendiri, tetapi kali ini dia berkata: 'Benar, TUHAN...'

Kita sebagai laki-laki seringkali menggunakan kebenaran diri sendiri, dan kebanggan. Kita seringkali sulit ditulisi firman dan kasih. Mari, merendah siang ini, supaya kasih TUHAN benar-benar dicurahkan.

Seorang wanita bangsa kafir--Siro-Fenisia--, juga berkata: 'Benar, TUHAN.' Ia mau ditulisi oleh TUHAN.
Tadinya dia juga menggunakan kebenaran sendiri, sehingga ia menjadi seperti anjing. Nikah dan buah nikahnya hancur karena kekerasan hati.
Tetapi begitu mau ditulisi TUHAN, anaknya sembuh, nikah dan buah nikahnya ditolong oleh TUHAN.

Dua batu ditemukan oleh TUHAN di dalam alkitab. Laki-laki yang merasa hebat akhirnya takluk pada TUHAN: 'Benar, TUHAN.' Dia bahagia dan tertolong.
Perempuan Siro-Fenisia, tadinya bangsa kafir hanya seperti anjing yang menjilat muntah, tidak mau menjilat roti--firman--, keras sekali sampai hancur-hancuran hidupnya, nikah-buah nikahnya dan semuanya hancur; dalam penderitaan. Akhrinya ia mau menjilat remah-remah roti dan mau ditulisi: 'Benar, TUHAN.' Kasih TUHAN dicurahkan dan semua dipulihkan oleh TUHAN.

Mungkin selama ini kita batu keras. Jangan terus menjadi batu keras! Kalau terus keras terus, nanti akan sekeras batu kilangan yang ditenggelamkan di lautan api dan belerang--seperti Babel.
Mari melembut semua: 'Berikan kasih-Mu, TUHAN!' TUHAN akan mengerjakan mujizat di tengah-tengah kita sekalian.

Perempuan Kanani bertahun-tahun merasa benar, ahli Taurat bertahun-tahun juga merasa benar; tidak pernah hancur hati, tidak pernah ditulisi firman, dan tidak pernah ditulisi kasih Allah, sehingga hidupnya merana. Siang ini kesempatan untuk datang kepada TUHAN; melembutkan hati, hancur hati: 'Saya serahkan semua pada TUHAN, tulisi saya, saya tidak mau menderita lagi.'

Batu yang keras mau ditemukan oleh TUHAN. Jangan terus tenggelam! Banyak masalah dan air mata, tetapi biar TUHAN ganti menjadi air mata karena hancur hati; bukan tangisan penderitaan lagi, tetapi tangisan hancur hati untuk ditulisi oleh TUHAN.

Kita akui segala kekurangan dan kelemahan kita. Seringkali kita menyalahkan TUHAN--firman--dan orang lain. Kaum muda menyalahkan orang tua. Betapa kerasnya kita. Suami menyalahkan isteri, isteri menyalahkan suami, betapa kerasnya kita. Tetapi pada kesempatan ini, biar TUHAN melembutkan dan menulisi kita, supaya kita bisa mengasihi TUHAN lebih dari semua dan mengasihi sesama seperti diri sendiri.

Tidak ada air mata lagi, tidak ada pertanyaan lagi, dan tidak ada masalah lagi, tetapi yang ada: kebahagiaan dan keteduhan--damai sejahtera--dari TUHAN. Jangan rgu! Kembali pada TUHAN! Serahkan hidup dan rumah tangga kita pada TUHAN. Apa yang gagal, hancur, busuk, berhasil, serahkan semua pada TUHAN!

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-04 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 23-24 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 05-10 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 22-24 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 10-12 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top