English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 Februari 2011 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang

Roma 10:
10:21. Tetapi tentang Israel ia berkata: "Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada...

Ibadah Raya Malang, 12 Agustus 2012 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

2 Korintus 6:14-17
6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang...

Ibadah Doa Malang, 08 Januari 2013 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28...

Ibadah Doa Surabaya, 31 Agustus 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 19 Mei 2015 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita...

Ibadah Raya Malang, 05 Januari 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:5-6
1:5 dan dari Yesus Kristus,...

Ibadah Raya Malang, 24 Juni 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:13-15
7:13 Dan seorang dari antara...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 03 Januari 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 secara keseluruhan menunjuk pada...

Ibadah Raya Malang, 24 Agustus 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:17-18
1:17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah...

Ibadah Doa Surabaya, 20 Juli 2016 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Selamat malam, salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Kiranya damai sejahtera,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 30 Januari 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:28
9:28 Kira-kira delapan hari sesudah segala...

Ibadah Doa Surabaya, 17 November 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 15 Februari 2019 (Jumat Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Raya Malang, 15 November 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang sidang jemaat di...

Ibadah Raya Malang, 29 April 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:69-75 berjudul Petrus menyangkal Yesus.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus:
Ayat...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 01 November 2020 (Minggu Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 12 dalam susunan Tabernakel terkena pada shekinah glory (sinar kemuliaan).

Wahyu 12:1
12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
'perempuan' = gereja Tuhan dengan matahari, bulan, dan bintang, yang tampil sebagai terang dunia/ terang kemuliaan seperti Yesus, artinya sempurna seperti Yesus.

Matius 5:14-16
5:14. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
5:15. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
5:16. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Tingkatan terang:
  1. Terang di dalam nikah. Ini terkena pada halaman Tabernakel.
    Menjadi terang dalam nikah artinya:
    • Suami mengasihi istri.
    • Istri tunduk pada suami.
      Masa pacaran juga menjadi terang dalam kesucian. Jangan berkhianat!
      Juga menjadi terang dalam masa pertunangan.

    • Anak taat pada orang tua.
    • Orang tua tidak membuat tawar hati anak lewat memaksakan kehendak atau membiarkan anak yang salah.
    • Kakak adik menjadi terang.
    • Menjadi terang bagi sesama yang lain di dalam rumah tangga: asisten rumah tangga, mertua dan sebagainya.

  2. Terang di hadapan semua orang = terang kesaksian di mana-mana. Ini terkena pada ruangan suci.
    Kita menjadi terang kesaksian dengan perkataan dan perbuatan yang benar dan baik, paling sedikit tidak merugikan orang lain kalau belum bisa berguna.

    Hati-hati sesama imam yang bekerja sama dalam pekerjaan, dll. Sesama imam adalah biji mata Tuhan. Kalau kita mengusik imam, berarti kita mengusik biji mata Tuhan.

  3. Terang dunia. Ini terkena pada ruangan maha suci. Kita siap bertemu dengan Tuhan di awan-awan yang permai.
Sebenarnya, lewat pengajaran Tabernakel kita tidak bisa sombong karena kita mengerti posisi kita bahwa kita masih terlalu jauh dengan Tuhan. Oleh karena itu, kita berusaha untuk memenuhi syarat dalam Tabernakel lewat berpuasa dan doa semalam suntuk.

Praktik sehari-hari gereja Tuhan yang tampil sebagai terang dunia:
  1. 'Seorang perempuan berselubungkan matahari' = gereja Tuhan dengan terang kasih Allah Bapa.
    Wahyu 12:1
    12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

    Praktiknya:
    • Mengasihi sesama seperti diri sendiri.
      Matius 5:43-45
      5:43. Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
      5:44. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
      5:45. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan mataharibagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

      Kita hanya berbuat benar dan baik pada sesama, tidak berbuat jahat dan merugikan sesama. Ini berarti kita sudah memiliki terang matahari sekalipun belum sempurna. Kita tidak mengorbankan orang lain tetapi kita berkorban untuk orang lain.
    • Mengasihi orang yang memusuhi kita = tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi dengan kebaikan. Kita berdoa untuk orang yang memusuhi kita.
      Kalau kita bisa memberi untuk orang yang memusuhi kita, kita akan merasakan kebahagiaan Sorga.
    • Mengasihi Tuhan lebih dari semua, mengutamakan Tuhan/ perkara rohani lebih dari perkara jasmani.
      Hakim-hakim 5:31
      5:31. Demikianlah akan binasa segala musuh-Mu, ya TUHAN! Tetapi orang yang mengasihi-Nya bagaikan matahari terbit dalam kemegahannya. Lalu amanlah negeri itu empat puluh tahun lamanya.

      'akan binasa segala musuh-Mu' = memusuhi orang yang memiliki matahari sama dengan memusuhi Tuhan, dan Tuhan yang akan menolong.

      Kita mengandalkan Tuhan bukan yang lain karena kita merasa kita hidup dari Tuhan.

      Mengasihi Tuhan juga berarti taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi (angka 40 menunjuk pada perobekan daging). Kalau taat kelihatannya kita kalah dan bodoh, tetapi sesungguhnya aman, semuanya ada.

      Dulu, saat aman, Salomo membangun Bait Allah. Bagi kita sekarang artinya terjadi pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kita semua dibangun sampai tubuh Kristus yang sempurna.

  1. 'Seorang perempuan dengan bulan di bawah kakinya' = gereja Tuhan dengan terang penebusan dari Anak Allah.
    Wahyu 12:1
    12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

    Selama gereja Tuhan memiliki bulan di bawah kaki, naga tidak bisa memakan, apalagi manusia.

    Praktiknya ada bulan di bawah kaki:
    • Suka berdamai/ saling mengaku dan mengampuni oleh dorongan pedang firman yang menunjuk dosa-dosa, sehingga darah Yesus membasuh dosa kita. Kita mengalami pengampunan dosa, dan dibenarkan lewat pengampunan dosa.
      Setelah diampuni, kita harus kembali pada kebenaran. Kalau tidak, bagaimana bisa melayani dan dilayani.

      Setelah dibenarkan, jangan berbuat dosa lagi sekalipun ada kesempatan, keuntungan, aniaya, sengsara, ancaman dan sebagainya. Ini sama dengan tidak berbuat dosa lagi.
      Inilah kehidupan yang berdiri di atas bulan.

      Orang semacam ini mengalami kelepasan dari dosa, dan hidup dalam kebenaran, sampai suatu waktu tidak dapat berbuat dosa seperti Yesus (benar seperti Yesus benar).

    • Jujur, terutama jujur soal pengajaran.
      Titus 2:7
      2:7. dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,

      Kalau sudah mendengar ajaran yang salah, pasti melepaskan yang benar.
      Kalau kita jujur, Tuhan yang akan beserta.

  2. 'Seorang perempuan dengan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya' = gereja Tuhan dalam terang Roh Kudus.
    Wahyu 12:1
    12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

    Kita masing-masing menerima karunia dan urapan Roh Kudus.
    Contoh: jik ada karunia menimbang roh maka jabatannya gembala, jika ada karunia bermain gitar maka jabatannya pemain musik, dan sebagainya.

    Praktik menerima urapan dan karunia Roh Kudus:
    • Dipakai dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna sesuai dengan karunia Roh Kudus dan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita.
      Kita melayani dengan tertib, teratur, dan tekun.

      Pembangunan tubuh Kristus dimulai dari nikah termasuk masa pacaran, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna/ mempelai wanita Sorga.

    • Setia berkobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai garis akhir, yaitu sampai meninggal dunia atau sampai Yesus datang kembali kedua kali.
      Kita melayani nikah mulai dari permulaan nikah sampai garis akhir.

Inilah gereja Tuhan dengan terang matahari, bulan, dan bintang yaitu taat sampai daging tidak bersuara lagi, jujur, dan setia.

Kegunaan terang matahari, bulan, dan bintang:
  1. Menang atas lima raja kafir karena Tuhan yang berperang.
    Yosua 10:3-4,12,14
    10:3. Sebab itu Adoni-Zedek, raja Yerusalem(1), menyuruh orang kepada Hoham, raja Hebron(2), kepada Piream, raja Yarmut(3), kepada Yafia, raja Lakhis(4), dan kepada Debir, raja Eglon(5), mengatakan:
    10:4. "Datanglah kepadaku dan bantulah aku, supaya kita menggempur Gibeon, karena telah mengadakan ikatan persahabatan dengan Yosua dan orang Israel."
    10:12. Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: "
    Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!"
    10:14. Belum pernah ada hari seperti itu, baik dahulu maupun kemudian, bahwa TUHAN mendengarkan permohonan seorang manusia secara demikian, sebab
    yang berperang untuk orang Israel ialah TUHAN.

    Ayat 3 = lima raja kafir.
    Ini adalah permohonan yang seringkali tidak diucapkan, yaitu permohonan supaya kita menjadi terang.
    Kalau kita punya matahari, bulan, dan bintang, Tuhan yang akan berperang ganti kita.

    Lima raja kafir menunjuk pada panca indera/ pintu hati yang dikuasai oleh raja kegelapan/ setan.
    Kalau panca indera gelap, pintu hati akan tertutup. Hati menjadi sekaras batu sehingga hanya berbuat dosa sampai puncaknya dosa lewat:
    • Mata = pandangan (tontonan, bacaan).
    • Telinga = pendengaran (gosip, ajaran palsu).
    • Mulut = perkataan (dusta, perkataan kotor).
    • Kulit = peraba (prasangka buruk, tersinggung, dan kebenaran sendiri).
    • Hidung = mencium bau busuk terus (mencari kesalahan orang lain dan mencari masalah), tetapi kurang menyembah.

    Juga angan-angan hati yang memikirkan dosa.
    Ditambah dengan perbuatan dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan.

    Akibatnya bangsa kafir tampil seperti anjing dan babi, tidak mau bertobat (tidak mau mendengar firman pengajaran), sampai tidak bisa bertobat (gelap seperti setan).

    Yosua 10:11

    10:11. Sedang mereka melarikan diri di depan orang Israel dan baru di lereng Bet-Horon, maka TUHAN melempari mereka dengan batu-batu besar dari langit, sampai ke Azeka, sehingga mereka mati. Yang mati kena hujan batu itu ada lebih banyak dari yang dibunuh oleh orang Israel dengan pedang.

    Hati-hati! Kalau gelap, kita akan mengalami hujan batu.

    Oleh karena itu, kita butuh terang matahari, bulan, dan bintang untuk menerangi panca indera kita, sehingga menjadi panca indera yang terlatih.

    Ibrani 5:14

    5:14. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

    'pancaindera yang terlatih', artinya:
    • Dikuasai oleh Raja terang yaitu Yesus.

    • Hati menjadi lembut yaitu mau makan makanan keras, mau mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Seluruh hidup kita mulai panca indera, angan-angan, sampai perbuatan disucikan sehingga kita hidup dalam kesucian.

    • Dewasa rohani. Dulu bangsa Israel yang dihitung adalah yang berumur dua puluh tahun ke atas untuk dijadikan laskar.
      Jadi dewasa rohani artinya bisa berperang, sama dengan banyak bergumul menyembah Tuhan, menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan.
      Dan Tuhan yang akan berperang ganti kita.

      Yesus harus mati di kayu salib sehingga Ia bisa berperang ganti kita untuk menurunkan hujan berkat bagi kita sampai berkelimpahan, dan kita menjadi berkat bagi yang lain.
      Kita pasti menang atas musuh, artinya semua masalah selesai pada waktunya.

  2. Yesus tampil sebagai terang dunia untuk menerangi perempuan yang berzinah.
    Yohanes 8:2,12
    8:2. Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.
    8:12. Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."

    Tidak setia sama dengan berzinah.

    Yakobus 4:4

    4:4. Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

    Yakobus 4:4 [terjemahan lama]
    4:4. Hai kamu yang disifatkan seperti orang berzinah, tiadakah kamu ketahui bahwa persahabatan dengan dunia ini, ialah perseteruan dengan Allah? Sebab itu barangsiapa yang mau bersahabat dengan dunia ini, ia itulah menjadi seteru Allah.

    Keadaan orang yang panca indera gelap seperti perempuan berzinah adalah:
    • Enjoy dalam dosa dan puncaknya dosa.
      Ini biar diubahkan Tuhan menjadi domba. Kita hanya berbuat benar, suci, dan baik.

    • Gagal dan dipermalukan terutama dalam nikah dan buah nikah.
      Kita membawa yang gagal dan hancur kepada Tuhan supaya menjadi benar dan suci, berhasil, indah, dan mempermuliakan Tuhan.

    • Tangisan.
      Biar Tuhan yang menghapus, sehingga kita berbahagia.

    • Jalan buntu.
      Jalan buntu secara jasmani dan rohani bisa ditolong karena Yesus sudah menerima lemparan batu sampai disalibkan.

    Apa keadaan kita? Tuhan mau menyinari kita. Dia sedang memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul bagi kita sampai kita sempurna dan layak ditampilkan di langit dengan matahari, bulan, dan bintang.


Tuhan memberkati.


kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top