English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 08 Juli 2010 (Kamis Tengah Malam)
Keluaran 29:31-33
29:31 Domba jantan persembahan pentahbisan itu haruslah kauambil dan dagingnya kaumasak pada suatu tempat yang kudus.
29:32...

Ibadah Raya Surabaya, 21 Desember 2008 (Minggu Sore)
Matius 24: 29
= Keadaan pada masa kedatangan Yesus yang kedua kali, yaitu terjadi kegoncangan-kegoncangan dan...

Ibadah Doa Surabaya, 13 Oktober 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 Maret 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:1
5:1 Maka aku melihat...

Ibadah Kunjungan di Jayapura II, 18 Oktober 2018 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 22:20
22:20 Ia yang memberi kesaksian...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 Juni 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 19 April 2015 (Minggu Malam)
1 Korintus 6: 1-20
(‘mencari keadilan pada orang-orang yang tidak beriman’)
6:1. Apakah ada seorang di antara kamu, yang jika...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 13 Juni 2018 (Rabu Malam)
Lukas 2: 8
2:8. Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada...

Ibadah Doa Surabaya, 04 Februari 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 29-31
= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.Kita masih membaca ayat...

Ibadah Raya Surabaya, 16 Juni 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 17 November 2015 (Selasa Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Doa Malam Surabaya, 17 Juni 2015.

Puji TUHAN, kita membaca di dalam Matius 25:...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Januari 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. 

Wahyu 2-3 menunjuk pada 7 kali percikan...

Ibadah Raya Malang, 19 Januari 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:7
1:7 Lihatlah, Ia datang dengan...

Ibadah Raya Malang, 21 Februari 2010 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK
1 Korintus 6:19-20, penyerahan anak adalah supaya...

Ibadah Raya Malang, 12 Februari 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:1
5:1 Maka aku melihat di...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 30 Oktober 2016 (Minggu Siang)

Ibadah Penyerahan Anak

Mazmur 144: 12
144:12. Semoga anak-anak lelaki kita seperti tanam-tanaman yang tumbuh menjadi besar pada waktu mudanya; dan anak-anak perempuan kita seperti tiang-tiang penjuru, yang dipahat untuk bangunan istana!

'anak-anak perempuan kita seperti tiang-tiang penjuru, yang dipahat untuk bangunan istana' => istana menunjuk pada istana kerajaan sorga= menjadi tiang penjuru di dalam istana kerajaan sorga.

Tiang penjuru artinya:

  1. Arti yang pertama: kuat dan teguh hati--seperti tiang yang tidak roboh dan goyah--, yaitu:


    • Tidak kecewa, putus asa, dan tinggalkan TUHAN apapun yang dihadapi.
    • Tidak bangga pada sesuatu di dunia, tetapi selalu mengucap syukur kepada TUHAN; selalu mengakui bahwa semua hanya karena anugerah TUHAN yang besar.


  2. Arti yang kedua: tiang itu tidak beranjak, artinya: tetap setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN, sampai kedatangan TUHAN yang kedua kali; sampai garis akhir.


  3. Arti yang ketiga: tiang tidak jalan ke sana ke mari, artinya: tergembala dengan benar dan baik; tidak beredar-edar; hanya mendengar dan dengar-dengaran kepada suara gembala--taat dengar-dengaran kepada firman penggembalaan.

Jika anak perempuan ini betul-betul dibawa oleh orang tuanya untuk menjadi tiang penjuru dalam istana kerajaan sorga, maka ia betul-betul berada dalam tangan anugerah dan kebajikan TUHAN yang besar, yang selalu membukakan pintu-pintu baginya.

Wahyu 3: 8
3:8. Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

'menuruti firman-Ku' = taat dalam penggembalaan.
'tidak menyangkal nama-Ku' = setia.
Taat dan stia, ditambah kuat teguh hati (pengertian dari tiang penjuru di atas).

Tangan anugerah TUHAN yang besar membuka pintu bagi anak ini, yaitu:

  1. Pintu pemeliharaan dan perlindungan TUHAN mulai sekarang di zaman yang sulit, sampai zaman antikris berkuasa di bumi.
    Wahyu 3: 10
    3:10. Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.

    'pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia' = antikris.


  2. Membuka pintu jalan keluar dari segala masalah yang mustahil.
  3. Membuka pintu masa depan yang berhasil dan indah.


  4. Wahyu 3: 12
    3:12. Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.

    Sampai pintu istana kerajaan sorga terbuka, artinya anak ini akan selalu mengalami penyucian dan pembaharuan sampai sempurna; layak untuk masuk dalam kerajaan sorga yang kekal--menjadi tiang penopang/sokoguru di dalam istana kerajaan sorga/Yerusalem baru untuk selama-lamanya; tidak akan keluar lagi dari situ.

Biarlah kita serahkan anak ini ke dalam tangan TUHAN. Puji TUHAN!


Ibadah Raya

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih sayang, damai sejahtera dan berkat TUHAN senantiasa dilimpahkan dalam hidup kita sekalian.

Wahyu 5: 1
5:1. Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai.

Kita masih mempelajari tentang 'gulungan kitab yang ada di dalam tangan TUHAN, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya', dalam perjanjian baru menunjuk pada logos atau firman Allah yang tertulis di dalam alkitab atau Kitab Suci.
Di dalam perjanjian lama, kitab Keluaran 20-23, firman Allah ditulis pada dua tempat: (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 21 September 2016)

  1. Yang pertama: Keluaran 20: 1-17=> firman Allah ditulis pada dua loh batu.
    Sekarang artinya firman ditulisi pada hati dan pikiran kita, sehingga kita mengalami kasih Allah (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 25 September 2016 sampai Ibadah Raya Surabaya, 02 Oktober 2016).
    Kita bisa mengasihi TUHAN lebih dari semua dan mengasihi sesama seperti diri sendiri, bahkan mengasihi musuh.


  2. Yang kedua: Keluaran 21-23=> firman Allah ditulis pada gulungan atau lembaran surat-surat.
    Sekarang artinya firman Allah ditulis dalam lembaran hidup kita--seluruh hidup kita/solah tingkah laku kita--, sehingga kita mengalami kebebasan/kemerdekaan dari TUHAN (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 02 Oktober 2016).

AD.2. FIRMAN ALLAH DITULIS PADA GULUNGAN ATAU LEMBARAN SURAT-SURAT


Ada dua macam kemerdekaan/kebebasan: (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Oktober 2016)

  1. Keluaran 21: 1-6 = kemerdekaan budak laki-laki = kemerdekaan dari dosa untuk menjadi seorang hamba TUHAN/hamba kebenaran--imam-imam dan raja-raja--(sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Oktober 2016 sampai Ibadah Doa Surabaya, 19 Oktober 2016).


  2. Keluaran 21: 7-11 = kemerdekaan budak perempuan.

AD. 2. kemerdekaan budak perempuan
Keluaran 21: 7-9
21:7. Apabila ada seorang menjual anaknya yang perempuan sebagai budak, maka perempuan itu tidak boleh keluar seperti cara budak-budak lelaki keluar.
21:8. Jika perempuan itu tidak disukai tuannya, yang telah menyediakannya bagi dirinya sendiri, maka haruslah tuannya itu mengizinkan ia
ditebus; tuannya itu tidak berhak untuk menjualnya kepada bangsa asing, karena ia memungkiri janjinya kepada perempuan itu.
21:9. Jika tuannya itu menyediakannya bagi anaknya laki-laki, maka haruslah tuannya itu memperlakukannya seperti anak-anak perempuan berhak diperlakukan.

Inilah pentingnya firman ditulis di hati dan pikiran, kemudian ditulis dalam lembaran kehidupan kita, yaitu supaya kita merdeka dari dosa-dosa dan menjadi hamba TUHAN--kemerdekaan budak laki-laki. Tetapi harus dilanjutkan lagi dengan kemerdekaan budak perempuan.

'tidak boleh keluar seperti cara budak-budak lelaki keluar'= kemerdekaan budak perempuan tidak sama dengan kemerdekaan budak laki-laki, sebab budak perempuan yang dibeli, dianggap sebagai isterinya sendiri.

Jadi, kemerdekaan budak perempuan adalah kemerdekaan mempelai wanita sorga yang sempurna--gereja TUHAN yang sempurna--untuk menyambut kedatangan Yesus yang kedua kali di awan-awan yang permai.

Kita sudah mempelajari: kemerdekaan budak laki-laki adalah kemerdekaan dari dosa, untuk menjadi hamba/pelayan TUHAN--hamba kebenaran; imam dan raja.
Sekarang ditingkatkan. Kemerdekaan budak perempuan adalah kemerdekaan mempelai wanita TUHAN yang sempurna, untuk merdeka/terlepas dari dunia, dan layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Syarat terjadinya kemerdekaan budak perempuan--mempelai wanita TUHAN--untuk lepas dari dunia ini dan menyongsong kedatangan TUHAN yang kedua kali:

  1. Ayat 7-8= syarat yang pertama: harus mengalami penebusan--sekarang penebusan oleh darah Yesus (sudah diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 23 Oktober 2016).

    Keluaran 21: 7-8
    21:7. Apabila ada seorang menjual anaknya yang perempuan sebagai budak, maka perempuan itu tidak boleh keluar seperti cara budak-budak lelaki keluar.
    21:8. Jika perempuan itu tidak disukai tuannya, yang telah menyediakannya bagi dirinya sendiri, maka haruslah tuannya itu mengizinkan
    ia ditebus; tuannya itu tidak berhak untuk menjualnya kepada bangsa asing, karena ia memungkiri janjinya kepada perempuan itu.

    Urutannya adalah harus ditulisi firman. kalau tidak, akan ditulisi setan.
    Ditulisi firman di hati, kita bisa mengasihi, kalau ditulis setan, akan membenci.
    Ditulisi firman di lembaran hdiup/solah tingkah laku, kita bisa merdeka, kaalu ditulisi stean, akan jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa, sampai benar-benar binasa.

    Kalau ditulisi firman, kita benar-benar merdeka. Merdeka dari apa? Merdeka dari dosa sehingga bisa menjadi hamba TUHAN/hamba kebenaran--imam dan raja--(kemerdekaan budak laki-laki). Yang kedua: kemerdekaan budak perempuan, kita menjadi gereja TUHAN yang sempurna--mempelai wanita yang sempurna--yang siap dan layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali . Betul-betul kebebasan sepenuh, bersama Yesus selamanya.

    Tetapi ada syaratnya, yang pertama: kalau mau menjadi mempelai, harus mengalami penebusan oleh darah Yesus sampai lidah tidak salah dalam perkataan--sempurna seperti Yesus.


  2. Keluaran 21: 9
    21:9. Jika tuannya itu menyediakannya bagi anaknya laki-laki, maka haruslah tuannya itu memperlakukannya seperti anak-anak perempuan berhak diperlakukan.

    Syarat yang kedua: harus diangkat/diperlakukan sebagai anak.


  3. Keluaran 21: 10
    21:10. Jika tuannya itu mengambil perempuan lain, ia tidak boleh mengurangi makanan perempuan itu, pakaiannya dan persetubuhan dengan dia.

    Syarat yang ketiga: harus menerima makanan, pakaian dan persetubuhan (secara rohani).

SYARAT II: harus diangkat/diperlakukan sebagai anak
Keluaran 21: 9
21:9. Jika tuannya itu menyediakannya bagi anaknya laki-laki, maka haruslah tuannya itu memperlakukannya seperti anak-anak perempuan berhak diperlakukan.

Kalau budak perempuan tidak disukai tuannya, lalu diberikan kepada anak laki-laki tuannya, maka ia dianggap sebagai anak perempuannya sendiri--harus diangkat atau diperlakukan sebagai anak.

Bagaimana hubungan sebagai anak, tetapi juga sebagai isteri/mempelai?
Yakobus 1: 18
1:18. Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.

Diperlakukan/diangkat sebagai anak artinya kita diciptakan oleh kuasa firman pengajaran yang benar, supaya kita menjadi anak-anak sulung dari semua ciptaan-Nya. Ini sama dengan menjadi JEMAAT ANAK-ANAK SULUNG, itulah mempelai wanita yang sempurna, yang layak untuk masuk di Yerusalem baru.

Ibrani 12: 22-23
12:22. Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah,
12:23. dan kepada
jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna,

Kita berusaha untuk bisa mengalami kemerdekaan budak perempuan, yaitu kemerdekaan mempelai wanita dari dunia ini untuk bertemu Yesus di awan-awan yang permai, sampai masuk Yerusalem baru. Oleh sebab itu, kita harus diangkat/diperlakukan sebagai anak sulung dari semua ciptaan-Nya, ini sama dengan mempelai wanita.

Tema siang ini: kita menjadi mempelai wanita yang akan keluar/bebas dari dunia ini, sama dengan menjadi anak sulung dari semua ciptaan-Nya.

Syarat untuk menjadi anak-anak sulung:

  1. Roma 8: 23
    8:23. Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

    'pengangkatan sebagai anak' = anak sulung.
    'pembebasan tubuh kita' = kita menjadi sempurna untuk bertemu Yesus di awan-awan yang permai.

    Syarat pertama menjadi anak sulung: harus memiliki karunia sulung Roh, sama dengan hidup dalam urapan Roh Kudus, bukan mengikuti hawa nafsu daging.

    Kisah Rasul 2: 36-40
    2:36. Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi TUHAN dan Kristus."
    2:37. Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"
    2:38. Jawab Petrus kepada mereka: "
    Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
    2:39. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh TUHAN Allah kita."
    2:40. Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."


    'anak-anakmu' = bangsa Israel.
    'orang-orang yang masih jauh' = bangsa kafir.
    'karunia Roh Kudus' = karunia sulung Roh.

    Proses memiliki karunia sulung Roh--hidup dalam urapan Roh Kudus--:


    • Proses yang pertama: 'harus tahu dengan pasti' = harus percaya/yakin dengan pasti; iman kepada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat.
    • Proses yang kedua: bertobat= berhenti berbuat dosa, kembali kepada TUHAN--mati terhadap dosa-dosa.
      Dalam Wahyu 21: 8, ada dosa-dosa yang membuat kita tidak bisa masuk Yerusalem baru. Mulai hari ini sudah harus berhenti kalau ktia mau bebas sebagai mempelai wanita sorga--jemaat anak sulung.

      Wahyu 21: 8
      21:8. Tetapi orang-orang penakut(1), orang-orang yang tidak percaya(2), orang-orang keji(3), orang-orang pembunuh(4), orang-orang sundal(5), tukang-tukang sihir(6), penyembah-penyembah berhala(7) dan semua pendusta(8), mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

      Kita harus bertobat, terutama mulai dari delapan dosa yang menenggelamkan kita ke dalam lautan api dan belerang--neraka--, bukan mengangkat. Sementara jemaat anak sulung akan terangkat saat Yesus datang kedua kali; tetapi kalau masih ada delapan dosa ini, kita justru tenggelam ke lautan api dan belerang:


      1. Penakut = takut pada 'sesuatu' di dunia, sampai melawan TUHAN--melawan firman TUHAN.
        Banyak kali kita sungkan, tetapi melawan TUHAN.


      2. Tidak percaya = bimbang.
      3. Keji = jahat.
      4. Pembunuh = kebencian.
      5. Sundal = kenajisan.
      6. Tukang sihir.
      7. Penyembah berhala.
      8. Pendusta.


    • Kisah Rasul 2: 38
      2:38. Jawab Petrus kepada mereka: "
      Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

      Proses yang ketiga: baptisan air.
      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah mati terhadap dosa--bertobat--, harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, sehingga ia keluar--bangkit dari dalam air--bersama Yesus untuk mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi (menerima karunia Roh Kudus).

      'menerima karunia Roh Kudus'= kita keluar dari baptisan air bersama Yesus, lalu langit terbuka dan kita mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi yaitu menerima karunia sulung Roh--kita mengalami baptisan Roh Kudus--kepenuhan dan urapan Roh Kudus--sehingga kita bisa MENJADI ANAK-ANAK SULUNG ALLAH seperti Yesus.

      Setelah Yesus dibaptis, Ia keluar dari air, lalu langit terbuka dan Ia menerima hidup baru/hidup sorgawi--Roh Kudus seperti burung merpati turun ke atas-Nya.
      Matius 3: 16-17
      3:16. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
      3:17. lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."


      'Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan' = Yesus adalah anak sulung--menerima karunia sulung Roh.
      Kita juga, kalau kita sudah bertobat--mati terhadap dosa--, masuk baptisan air--dikubur di dalam air dan bangkit dari dalam air--, langit akan terbuka dan kita menerima hidup baru/hidup sorgawi, yaitu menerima baptisan Roh Kudus--karunia sulung Roh--; kita diangkat menjadi anak-anak sulung Allah, yaitu:


      1. Hidup dalam kebenaran.
        Mari, hari-hari ini biarlah kita selalu hidup dalam kebenaran. Mulai dari secara pribadi--dari ujung rambut sampai ujung kaki--, semuanya benar.

        Yesaya 33: 15
        33:15. Orang yang hidup dalam kebenaran, yang berbicara dengan jujur, yang menolak untung hasil pemerasan, yang mengebaskan tangannya, supaya jangan menerima suap, yang menutup telinganya, supaya jangan mendengarkan rencana penumpahan darah, yang menutup matanya, supaya jangan melihat kejahatan,

        Hidup dalam kebenaran, yaitu:


        1. 'berbicara dengan jujur' = perkataannya benar/jujur.
        2. 'yang menolak untung hasil pemerasan, mengebaskan tangannya, supaya jangan menerima suap' = perbuatannya benar; tidak mau menerima suap, tidak mau menghalalkan segala cara yang tidak sesuai dengan firman.


        3. 'yang menutup telinganya, supaya jangan mendengarkan rencana penumpahan darah' = telinganya tidak mau mendengar gosip dan lain-lain, tetapi hanya mau mendengar perkataan TUHAN--firman pengajaran yang benar.


        4. 'yang menutup matanya, supaya jangan melihat kejahatan' = mata hanya memandang kepada TUHAN.


      2. Menjadi senjata kebenaran.


    Inilah anak-anak sulung yang menerima karunia sulung Roh, lewat percaya Yesus, bertobat, baptisan air dan baptisan Roh Kudus. Ini adalah anak-anak sulung Allah yang hidup dalam kebenaran, mulai dari perkataan, perbuatan, pendengaran, dan pandangan hanya kepada TUHAN.

    Yesaya 33: 16
    33:16. dialah seperti orang yang tinggal aman di tempat-tempat tinggi, bentengnya ialah kubu di atas bukit batu; rotinya disediakan air minumnya terjamin.

    Hasilnya:


    • Ada jaminan pemeliharaan dan perlindungan dari TUHAN; mulai hidup sekarang di dunia yang sulit, sampai zaman antikris berkuasa selama 3,5 tahun di bumi, bahkan sampai hidup kekal.

      "Tidak bisa dibayangkan nanti. Sekarang sulit, kadang-kadang mau mencari uang rasanya sulit, mau mencari ini sulit, tapi tidak bisa dibayangkan nanti zaman antikris. Sulit dan mustahil, tidak bisa sama sekali."

      Tetapi kalau kita sudah mulai hidup benar mulai sekarang, TUHAN yang menjamin semuanya. Bukan ijazah, perusahaan, atau pengalaman kita.


    • Hasil kedua: 'tinggal aman' = kita mengalami aman, tenteram, dan damai sejahtera di dalam TUHAN. Semua menjadi enak dan ringan dalam hidup kita.


    Inilah syarat pertama menjadi anak sulung, yaitu memiliki karunia sulung Roh.


  2. Keluaran 4: 22-23
    4:22. Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung;
    4:23. sebab itu Aku berfirman kepadamu:
    Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung."

    Syarat kedua menjadi anak sulung: 'Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung, Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku'= anak sulung Allah/mempelai wanita sorga adalah kehidupan yang menyulungkan/mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari segala perkara di dunia; setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN.

    Bukan berarti tidak boleh bekerja, tidak boleh kuliah; harus bekerja dan kuliah yang keras, tetapi yang sulung/yang utama adalah ibadah pelayanan kepada TUHAN.

    Jika kita menyulungkan/mengutamakan ibadah pelayanan kepada TUHAN, berarti kita memiliki tanda darah Yesus. Saat bangsa Israel akan keluar dari Mesir, pintu-pintu rumah mereka ditandai dengan darah sehingga tidak terjadi kematian anak sulung. Sedangkan pintu rumah orang Mesir tidak ada tanda darah sehingga terjadi kematian anak sulung. Orang Mesir ini menghalangi orang Israel untuk beribadah kepada TUHAN

    Jadi, kalau kita tidak menyulungkan/tidak mengutamakan ibadah pelayanan--tidak setia dan tidakberkobar-kobar--, nasibnya akan sama seperti orang Mesir yang menghalangi orang Israel beribadah kepada TUHAN, yaitu kehilangan anak sulung--kematian anak sulung--diancam oleh TUHAN ('tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung').

    Kehilangan/kematian anak sulung artinya:


    • Anak sulung adalah sesuatu yang dikasihi lebih dari TUHAN.
      Kehilangan anak sulung, artinya segala sesuatu yang dikasihi lebih dari TUHAN akan diambil oleh TUHAN.

      "Apa yang dikasihi? Mungkin suami, isteri atau anak, sampai terhalang untuk beribadah. Atau mungkin pekerjaan, akan diambil oleh TUHAN."


    • Segala sesuatu yang dibanggakan, akan diambil oleh TUHAN.
    • Segala sesuatu yang diutamakan lebih dari TUHAN, akan diambil semua oleh TUHAN.


    Ini sama dengan gagal total dan sia-sia, dan ada tangisan, sampai tangisan yang dahsyat saat Yesus datang kembali kedua kali, karena dia tertinggal di dalam dunia dan mengalami kebinasaan bersama dunia, sampai di neraka. Ini akibatnya kalau kita tidak menyulungkan ibadah. Mari, hari-hari ini kita sungguh-sungguh! TUHAN akan tolong kita semua.

    Waktu itu di Mesir terjadi seruan/tangisan yang hebat, yang tidak pernah terjadi. Sungguh-sungguh!
    Mari, masih ada kesempatan bagi kita untuk memperbaiki. Kita adalah anak sulung. Sesudah kita percaya Yesus, bertobat, baptisan air--hidup benar dan menjadi senjata kebenaran--, mari, utamakan ibadah pelayanan! Kalau tidak, akan gagal total, sia-sia semua, dan ada tangisan yang luar biasa, yang belum pernah terjadi, binasa bersama dunia sampai di neraka.

    Sebaliknya, jika kita menyulungkan/mengutamakan ibadah pelayanan, kita akan memiliki tanda darah Yesus--seperti pintu rumah orang Israel. Itulah kebahagiaan sorga, di tengah penderitaan pun tetap bahagia.
    Israel diperbudak oleh Firaun, tetapi begitu ada tanda darah, ada sukacita, ada kebahagiaan sorga yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun di dunia--kebahagiaan sorga sekalipun di tengah penderitaan.
    Tidak bisa diterangkan dengan kata-kata, tetapi semoga menjad pengalaman kita masing-masing.

    Kebahagiaan sorga/tanda darah akan memuncak sampai kebahagiaan dalam perjamuan kawin Anak Domba saat kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.
    Itulah ibadah! Ibadah adalah suatu pesta. Itu sebabnya kita harus bahagia dalam ibadah. Jangan terpaksa dan lain-lain!

    Tadi hidup benar dan menjadi senjata kebenaran, kita sudah dijamin olehTUHAN untuk pemeliharaan dan perlindungan kita, sampai aman, tenteranm, dan damai; hidup kita enak dan ringan.
    Sekarang, anak sulung artinya menyulungkan ibadah sehingga ada tanda darah. betul-betul ada kebahagiaan sorga yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun di dunia, sampai puncaknya yaitu perjamuan kawin Anak Domba di awan-awan.

    Mari, sulungkan ibadah! Kalau tidak, akan menjadi penderitaan. Semuanya gagal total dan sia-sia. Apa yang kita raih di dunia--yang sulung, yang hebat--akan hancur semuanya. Yang ada hanya tangisan, penderitaan, dan kertak gigi. Tidak ada artinya!

    "Bukan berarti tidak boleh hebat. Silakan, kuliah yang hebat, saya doakan. Tetapi kalau tanpa ibadah, dan malah menghalangi ibadah, akan gagal total dan sia-sia. Saya juga pernah muda, punya hobi. Kalau mendahulukan ibadah, rasanya seperti dikurangi hobinya. Tetapi mengalir saja, ikuti TUHAN, dahulukan TUHAN, nanti TUHAN yang mengarahkan. Jangan kita memaksakan sesuatu! Belum tentu di situ! Kalau kita memaksakan sesuatu, apalagi sampai menghalangi ibadah, kalau diteruskan, justru akan hilang. Tetapi kalau kita ikuti TUHAN, sepertinya kita kehilangan sesuatu--hobi dikurangi dan lain-lain--, tetapi TUHAN akan memberikan yang terbaik bagi kita."

    Tadi, syarat pertama adalah memiliki karunia sulung Roh--diurapi Roh Kudus dan hidup benar--, syarat kedua: menyulungkan ibadah pelayanan, sehingga kita ada tanda darah, yaitu:


    • Tanda kebahagiaan dari TUHAN.
    • Ada masa depan yang berhasil dan indah.
      Saat Israel keluar dari Mesir, keluar dari segala masalah dan perbudakan, ada masa depan untuk menuju ke Kanaan.
      Semuanya ada dalam ibadah.

      Kalau di dunia, kita diajarkan untuk kuliah dan lain-lain, supaya masa depannya baik. Tetapi di dalam dunia, belum pasti, kalau di dalam ibadah, jelas ada masa depan.
      Ada tanda darah! Semua kegagalan, yang buruk, yang hancur dan lain-lain sudah ditanggung oleh Yesus di kayu salib, dan Dia memberikan yang terindah kepada kita. Jangan ragu!


    "Kalau saya boleh berteriak, saya akan berteriak: 'Tidak rugi beribadah!' Saya sudah mengalami, sampai tinggal di rumah TUHAN, semuanya jadi terbatas. Yang dulunya saya senang ini, jadi terbatas, tetapi TUHAN tidak pernah menipu. Di balik itu ada kebahagiaan sorga yang lebih dari semuanya dan ada masa depan yang berhasil dan indah. Itu tanda darah. Semua yang jelek, yang hancur, sudah ditanggung Yesus di kayu salib. Yang baik, Dia berikan bagi kita. Kaum muda, jangan ragu! TUHAN tolong kita semuanya."


  3. Yakobus 1: 18
    1:18. Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.

    Syarat ketiga menjadi anak sulung: kehidupan yang mengalami kuasa penciptaan/kuasa pembaharuan oleh pekerjaan firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Ini adalah manusia baru.

    Efesus 4: 21
    4:21. Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,

    'menerima pengajaran' = firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

    Tadi, penginjilan untuk menerima karunia sulung Roh--percaya Yesus, bertobat, baptisan air--, supaya kita hidup benar dan menjadi senjata kebenaran. Sesudah itu, ditingkatkan yang kedua: menyulungkan/mengutamakan ibadah pelayanan.
    Sesudah itu ditingkatkan lagi yaitu menerima pengajaran. Ini yang terakhir, harus menerima pengajaran. Dari penginjilan harus meningkat kepada pengajaran. Kita tidak bisa terus tinggal dalam penginjilan, tetapi harus meningkat pada pengajaran.

    Efesus 4: 21-22
    4:21. Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,
    4:22. yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu,
    harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,

    'harus menanggalkan manusia lama' = pekerjaan firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua yaitu tajam yang pertama memotong/menyucikan (ayat 22),dan tajam yang kedua membaharui (ayat 23).

    "Seumpama tangannya mencuri, harus dipotong supaya tidak mencuri lagi. Tetapi kalau hanya dipotong, akan menjadi tangan yang cacat. Oleh sebab itu, ada tajam yang kedua untuk membaharui. Tangan yang tadinya mencuri, menjadi bisa memberi."

    Kita harus menerima pengajaran, kalau tidak, kita tidak bisa dewasa rohani. Pengajaran sama dengan makanan keras. Kalau hanya menerima susu saja--penginjilan--, tidak bisa dewasa rohani. Penginjilan harus kita terima, tetapi setelah kita melewati masa anak-anak, kita harus menerima pengajaran yang keras, yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

    Efesus 4: 23-25
    4:23. supaya kamu
    dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
    4:24. dan mengenakan
    manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
    4:25. Karena itu
    buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.

    Jadi, anak sulung adalah kehidupan yang mengalami kuasa penciptaan/pembaharuan dari manusia daging, menjadi manusia rohani seperti Yesus.

    Tanda manusia baru:


    • Tanda manusia baru yang pertama: perkataannya benar, artinya:


      1. Tidak ada dusta, tetapi berkata benar seorang kepada yang lain, dan jujur: ya di atas ya, tidak di atas tidak.
        Harus tegas, benar katakan: benar, tidak katakan: tdiak.

        Efesus 4: 25

        4:25. Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.

        "Kalau suami berdusta kepada isteri, berarti tidak satu tubuh. Hati-hati! Anak berdusta kepada orang tua, berarti tidak satu tubuh. Satu bisa terangkat, satu tertinggal. Seperti kalau jari saya sakit, kalau pada diri sendiri, tidak mungkin saya berbohong. Biarpun berkata: Tidak sakit, tetapi giginya keluar.ini artinya tidak bisa berbohong. Kalau berbohong, berarti tidak satu tubuh."


      2. Tidak ada perkataan kotor
        Efesus 4: 29

        4:29. Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

        Perkataan kotor =


        1. Perkataan tidak suci,
        2. perkataan sia-sia,
        3. perkataan porno. Hati-hati! Kita harus berusaha jangan sampai mengarah ke sana. TUHAN tolong.
        4. Sampai gosip-gosip yang melemahkan iman.


        Perkataan kotor harus diubahkan menjadi perkataan baik untuk membangun, dan menjadi saksi.


    • Efesus 4: 26
      4:26. Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu

      'Jangan marah sampai matahari terbenam', artinya jangan marah tanpa kasih.

      Marah tanpa kasih akan menimbulkan kebencian dan pertengkaran. Tetapi maah dengan kasih, harus! TUHAN Yesus juga marah sampai mencambuk, tetapi bukan dengan emosi, melainkan untuk menolong.
      Matahari terbenam = tidak ada kasih--matahari menujuk pada kasih.

      Marah dengan kasih berguna untuk menolong.
      Jadi, tujuan marah adalah untuk menolong. Kalau marah hanya untuk melampiaskan hawa nafsu, itu tidak ada gunanya. Itu yang nanti menimbulkan kebencian dan pertengkaran.

      Jadi, tanda manusia baru yang kedua: marah dengan kasih untuk menolong orang lain yang dalam kesalahan dan lain-lain.


    • Efesus 4: 27
      4:27. dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.

      Tanda manusia baru yang ketiga: tidak memberi kesempatan kepada iblis untuk menjatuhkan kita dalam dosa.

      "Kaum muda, dalam bergaul dengan siapa saja, hati-hati! Kalau dirasa berbahaya, mengarah kepada yang tidak baik terutama dalam masa pacaran, jangan beri kesempatan kepada iblis untuk menjatuhkan kita dalam dosa! TUHAN tolong kita semua. Kita tetap menjaga kebenaran dan kesucian, sekalipun harus menderita secara daging. Kalau itu bisa membuat kita jatuh dalam dosa, jangan! Harus dihentikan! Kalau sudah satu kali membuat kita hampir jatuh ke dalam dosa, jangan diulangi! Sudah cukup! Itu manusia baru. Tetapi kalau hampir jatuh lalu kita teruskan, akhirnya jatuh sungguh. Kalau sudah jatuh, sulit untuk terangkat. Kalau bukan kemurahan TUHAN, sudah jatuh, malah berkubang dalam dosa. Bahaya! Ini berat, tidak tertolong."


    • Efesus 4: 28
      4:28. Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.

      Tanda manusia baru yang keempat: perbuatannya benar.

      Dari mencuri menjadi memberi. Hat-hati, terutama mencuri milik TUHAN, yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Juga mencuri milik sesama, yaitu korupsi, hutang tidak bayar dan lain-lain.

      Ini semua diubahkan menjadi bisa memberi; lebih bahagia memberi dari pada menerima. Ini manusia baru.

      Bukan tidak boleh menerima. Kalau ada orang memberi, silakan diterima, tidak ada masalah. Tetapi kalau kita disucikan dan diubahkan menjadi manusia baru, kita akan lebih bahagia memberi dari pada menerima, sampai bisa memberikan seluruh hidup kita kepada TUHAN.

      Lebih bahagia memberi dari pada menerima merupakan latihan, sampai kita bisa memberi seluruh hidup kita kepada TUHAN.


    • Efesus 4: 30-31
      4:30. Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
      4:31. Segala
      kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.

      Ayat 31 => yang membuat Roh Kudus berduka dan akhirnya pergi dari kehidupan kita.

      Tanda manusia baru yang kelima: tidak mendukakan Roh Kudus.
      Artinya membuang segala kepahitan, kegeraman, kebencian dan iri hati, supaya Roh Kudus selalu tinggal dalam kehidupan kita dan membuat kita bersukacita.

      Kalau ada Roh Kudus, yang ada adalah sukacita sekalipun di tengah penderitaan, bukan dukacita.
      Kalau tidak ada Roh Kudus, kita akan berduka.

      "Menjadi pengalaman. Mungkin satu waktu, tiba-tiba kita merasa tidak enak. Itu berarti Roh Kudus berduka, karena kita bersalah. Langsung tidak enak. Saat kita bergurau, tiba-tiba ada perasaan tidak enak, berarti kita ada salah bicara. Ada sesuatu yang salah, mungkin tidak sengaja berdusta. Itu mendukakan Roh Kudus. Harus dicabut!"


    • Efesus 4: 32
      4:32. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

      Tanda manusia baru yang keenam: tidak ada iri, benci, dendam dan lain-lain, tetapi ramah, penuh kasih mesra dan saling mengampuni satu sama lain.

      Jangan menyimpan dosa orang lain! Kalau menyimpan dosa orang lain, kita akan mendukakan Roh Kudus.


    • Efesus 5: 1-2
      5:1. Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih
      5:2. dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

      Tanda manusia baru yang ketujuh: mengalami pembaharuan oleh pekerjaan pedang firman, sampai taat dengar-dengaran.
      Ini adalah puncak dari manusia baru/anak sulung.

      Yesus taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib, kalau kita taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi. Itu adalah persembahan berbau harum di hadapan TUHAN; kita memberikan asap dupa yang harum di hadapan TUHAN.

      Inilah anak sulung, yaitu sampai bisa mempersembahkan asap dupa yang berbau harum di hadapan TUHAN.

Jadi, anak sulung adalah:

  1. Menerima karunia sulung Roh = diurapi dan dipenuhi Roh Kudus, bukan daging.
    Mulai dari percaya Yesus, bertobat, baptis air sampai baptis Roh Kudus. Kita hidup benar dan menjadi senjata kebenaran.

    Hasilnya: kita betul-betul dipelihara dan dilindungi, hidup kita betul-betul aman, damai sejahtera.


  2. Kehidupan yang menyulungkan ibadah pelayanan = ada tanda darah; ada pembelaan dari TUHAN.
    Hasilnya: ada kebahagiaan sorga.


  3. Menerima pedang firman--mau disucikan, mau mengalami pekerjaan pedang firman--sehingga menjadi manusia baru.
    Mulai dari perkataannya benar sampai taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi. Ini mempersembahkan bau harum di hadapan TUHAN.

Jika ada persembahan berbau harum di hadapan TUHAN, hasilnya:

  1. Kejadian 8: 20-22
    8:20. Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu.
    8:21.
    Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.
    8:22. Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam."


    Hasil yang pertama: kita bebas dari kutukan dunia, hukuman atas dunia--kiamat--, sampai neraka yang kekal.

    Ini betul-betul kemerdekaan mempelai. Berarti kita hidup dalam suasana berkat dan anugerah TUHAN yang besar--dalam kitab Mazmur dikatakan: kita dipagari dengan berkat dan anugerah TUHAN. Jauh dari kutukan, kiamat, dan neraka--tangisan dan kertak gigi. Segala letih lesu dan beban berat sudah dihapuskan semanya, tidak ada lagi kutukan, hukuman dan tangisan; seperti kembali ke Firdaus.
    Suasana Firdausadalah suasana berkat dan anugerah TUHAN.


  2. Filipi 2:8-10
    2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
    2:9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya
    nama di atas segala nama,
    2:10. supaya dalam nama Yesus
    bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

    Yesus taat sampai mati di kayu salib, sehingga Ia menjadi persembahan yang berbau harum di hadapan Bapa, dan Dia dikaruniai nama di atas segala nama.

    Hasil yang kedua: jika kita taat sampai daging tidak bersuara lagi, kita akan mengalami kuasa nama Yesus untuk mengalahkan setan tritunggal.

    Setan tritunggal adalah sumber masalah yang mustahil.
    Kalau setan tritunggal dikalahkan, artinya segala masalah yang mustahil bisa diselesaikan semua.

    Yang penting kita sekarang berbau harum. Dunia ini penuh kesusahan dan kutukan, m,emang ke situ arahnya, sampai saat antikris berkuasa, akan lebih sulit lagi, khususnya bagi kita anak-anak TUHAN dan hamba TUHAN. Semakin dekat kedatangan Yesus kedua kali, semakin dekat dengan kedatangan antikris--antikris mendahului kedatangan Yesus kedua kali.

    Memang diizinkan oleh TUHAN, supaya kita berbau harum. Itu yang diminta oleh TUHAN.
    Mulailah jadi anak sulung dengan


    1. Hidup benar dan menjadi senjata kebenaran.
    2. Mengutamakan TUHAN/ibadah pelayanan--maksudnya kita bergantung kepada TUHAN. Itu maksud TUHAN, saat semakin sulit, kita semakin bergantung kepada TUHAN, bukan putus asa. TUHAN akan memberi tanda darah yang tidak bisa ditembusi oleh apapun.


    3. Menerima pedang firman sehingga kita semakin disucikan dan diubahkan. Kita menjadi manusia baru sampai berbau harum.


    Hanya itu urusan kita dan kita akan menerima hasilnya: berkat anugerah TUHAN dan kuasa nama Yesus untuk mengalahkan setan; menyelesaikan segala masalah yang mustahil. Sudah tidak bisa dipikir lagi, mari kita berbau harum saja di hadapan TUHAN. Tdak usah bingung!

    "Tadi kesaksian dari bapak Anton. Saya ke rumahnya di Malang untuk mendoakan karena di rumah sakit sudah tidak sempat. Beliau bersaksi 15 menit sekali harus buang air kecil. Saya ingat Pdt Totaijs juga. Waktu Pdt Pong ke sana pada hari hari terakhir ibadah, saya ingat, beliau kira-kira duduk selama 4 jam ibadah. Kalau pak Anton, (permisi) buang air kecil, kalau pdt Totaijs buang air besar karena ususnya. Itu satu malam bisa 30-40 kali ke belakang. Jadi kalau empat jam, beliau sudah sering ke belakang, padahal jalan saja tidak kuat. Tetapi saya lihat sepanjang kebaktian, tidak ada dia keluar, sampai terakhir juga sama, sesudah: amin, baru ke belakang dan masuk lagi untuk bersaksi. Itu yang saya lihat. Sudah musthail bagi manusia, tetapi tidak ada yang mustahil bagi TUHAN."

    Mari, kita berbau harum. Memang begitu keadaan ktia, diperhadapkan pada yang sulit dan lebih sulit. Latihan untuk menghadapi antirkis yang akan berkuasa 100%. Sebenarnya tidak sulit saat antikris berkuasa 100%, yaitu tinggal menyembah antirkis, semua dapat, tetapi binasa selamanya. Sungguhs-ungguh!

    Sekarang kita menghadapi kesulitan, biarlah kita berbau harum dan TUHAN akan pagari kita dengan berkat dan anugerah--suasana Firdaus.
    TUHAN juga memberikan kuasa kepada kita untuk mengalahkan setan tritunggal . Semua masalah yang mustahil selesai dan ktia hidup dalam tangan TUHAN. Hidup mati kita dalam tangan TUHAN.


  3. Keluaran 29: 24-25.
    Ini tentang persembahan unjukan.

    "Tadi kesakaian Pak Anton: 'Kami dibawa lari.' Saya dulu waktu menerima pelajaran Keluaran 29, saya mencatat juga. Kalau kita--gembala dan jemaat--menaikkan bau harum, kita akan digoyang oleh TUHAN. Ini merupakan suatu gerakan. Jemaat tidak bisa diam--dipakai oleh TUHAN. Memang begitu, kita digerakkan, tetapi kita teap dalam pelukan tangan TUHAN. Mati hidup kita dalam tangan TUHAN. TUHAN yang menentukan semua. Kaum muda, kalau kita dipakai TUHAN, Dia yang menentukan semua, bukan kita. Kita tinggal melayani TUHAN. Teapi jangan bolos, harus izin. Ada yang tidak bisa izin, tiap hari ke Malang. Saya tahu sampai sini sudah malam, dan besok berangkat lagi. Sekolah dulu, silahkan, sejauh mana TUHAN berikan. Yang penting jangan menyalahi, nanti bosnya: Ini KKR, tetapi merugikan! Jangan! Sebab ini adalah suatu gerakan. Tadi di Malang, saya cerita, saya tidak kenal orangnya, tiba-tiba ditelepon, saya tanya: 'Bapak kenal saya dair mana?': 'Dari kalendar.' Makanya, majalah atau lainnya, tugas kita hanya memberi, terserah dia mau robek atau apapun, dia urusan dengan TUHAN. Dia lihat kalendar, yang dia lihat adalah zangkoornya: 'Saya lihat koornya, Pak.' Dia punya hotel di Sarangan, dia rindu saya KKR di sana, menginap satu hari, kapanpun: 'Kami sediakan tempat dan musik, bapak datang.' Menurut beliau, kalau ibadah minggu tidak ada yang datang, karena mereka kerja semua. Ini perlu dibangunkan, menurut beliau."

    Mari serahkan hidup dan berbau harum di hadapan TUHAN. Sudah cukup! Memang sulit! Kalau mau yang gampang, menembah antikris. Tetapi kalau mau hidup sebagai anak TUHAN yang sungguh-sungguh, semua akan bertambah sulit, tetapi ingat, TUHAN memagari dengan berkat dan anugerah-Nya, asal kita berbau harum.

    Tambah sulit, harus tambah berbau harum. Itu rumus ktia. Berkat dan anguerah tambah jelas, kemenangannnya tambah jelas, masalah tambah selesai, dan pelukan-Nya tambah erat, sudah tidak bisa diganggu gugat.

    Keluaran 29: 24-25
    29:24. Haruslah kautaruh seluruhnya ke atas telapak tangan Harun dan ke atas telapak tangan anak-anaknya dan haruslah kaupersembahkan semuanya sebagai persembahan unjukan di hadapan TUHAN.
    29:25. Kemudian haruslah kauambil semuanya dari tangan mereka dan kaubakar di atas mezbah, yaitu di atas korban bakaran, sebagai persembahan yang harum di hadapan TUHAN; itulah suatu korban api-apian bagi TUHAN.


    'persembahan unjukan'= 'korban timangan'. Ditimang itu seperti bayi yang digendong dan digerak-gerakkan.

    Hasil yang ketiga: kita ada dalam pelukan tangan anugerah TUHAN Imam Besar yang besar--Harun dulu adalah imam besar--untuk:


    1. Dipakai oleh TUHAN.
      Jangan sampai pasif! Mari dipakai, digerakkan semua oleh TUHAN, mulai dari dalam rumah tangga, penggembalaan, dan antar penggembalaan.


    2. Dipeluk erat oleh TUHAN.
      Semakin sulit dunia--semakin antikris berkuasa--, semakin erat pelukan tangan anugerah TUHAN. Dia yang menentukan hidup dan mati kita, masa depan kita, sampai jika Ia datang kedua kali, kita diubahkan menjadi sempurna, menjadi jemaat anak-anak sulung--jemaat yang sempurna--untuk layak masuk dalam Yerusalem baru/kerajaan sorga yang kekal.

Ini kemerdekaan budak perempuan. Kita ditulisi firman, sehingga kita mengalami kemerdekaan:

  1. Kemerdekaan budak laki-laki = menjadi hamba TUHAN dan pelayan TUHAN.
  2. Kemerdekaan budak perempuan = menjadi mempelai wanita TUHAN; itulah anak sulung, sampai dipeluk oleh tangan TUHAN.

Yang berhasil dan hebat, jangan sombong! Tetap berada dalam pelukan erat tangan anugerah TUHAN yang besar .
Yang belum berhasil, yang masih kacau, masih kacau, mari, ikut TUHAN: 'Saya mau dipeluk oleh TUHAN, saya mau berbau harum di hadapan TUHAN.' Serahkan semua kepada TUHAN! kita mengakui ahwa kita hanya hidup dari tangan anugerah TUHAN yang besar

Dipeluk oleh TUHAN, bayi hanya menangis--menyembah--TUHAN. Kita hanya seperti bayi yang menangis. Apa yang membuat kita tidak bisa berpikir, tidak bisa tenang, membuat takut dan lain-lain, serahkan pada TUHAN! Tidak ada yang tahu, tetapi TUHAN tahu.

Semua da di dalam tangan anugerah TUHAN. Dia yang menentukan semuanya. Siapapun kita, serahkan hidup pada TUHAN. Hidup dalam pelukan tangan TUHAN. Jangan ragu sedikitpun! Apa isi hati kita, serahkan pada TUHAN. Hidup kita ada di dalam tangan TUHAN. Jangan ada yang terlepas, apapun keadaan kita. TUHAN yang menolong dan memeluk kita semua, sampai kita sempurna saat Dia datang kembali. Dia sudah menanggung yang buruk, yang gagal, dan yang hancur di kayu salib, untuk memberikan yang terbaik, yang indah, dan yang bahagia bagi kita, asal kita bisa berbau harum di hadapan TUHAN.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Juni 2020
    (Ibadah Kunjungan di Kandis)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top