English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Paskah Malang, 01 April 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:1-8 tentang orang-orang yang dimeteraikan dari bangsa...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 13 Desember 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 8 menunjuk pada Pelita Emas. Dalam...

Ibadah Kunjungan Mangkutana V, 27 Juni 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 4:19b
4:19 ... kamu akan...

Ibadah Doa Malang, 24 Agustus 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Mazmur 95:6
95:6 Masuklah, marilah kita sujud menyembah,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Juli 2009 (Kamis Sore)
Matius 24: 32-35 = NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL.
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman...

Ibadah Doa Surabaya, 04 Januari 2019 (Jumat Sore)
Wahyu 8: 12
8:12. Lalu malaikat yang keempat meniup sangkakalanya dan terpukullah sepertiga dari matahari dan sepertiga dari bulan dan sepertiga...

Ibadah Doa Malang, 20 April 2010 (Selasa Sore)
digabung dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Pelajaran...

Ibadah Raya Surabaya, 30 Agustus 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 22 September 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20 ... Dan ketahuilah, Aku menyertai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Mei 2019 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:11
9:11 Dan raja yang memerintah...

Ibadah Kaum Muda Malang, 08 November 2008 (Sabtu Sore)
Markus 12: 18-27 dalam Tabernakel menunjuk pada petinya Tabut Perjanjian. Jadi Tabut Perjanjian...

Ibadah Doa Malang, 04 Maret 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9
1:9 Aku, Yohanes, saudara...

Ibadah Raya Surabaya, 14 Agustus 2016 (Minggu Siang)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat...

Ibadah Raya Malang, 18 September 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:26-29
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap...

Ibadah Kunjungan di Ciawi I, 16 Januari 2018 (Selasa Pagi)
Bersamaan dengan peresmian gedung Espenia di Ciawi

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema: Wahyu 21: 5
21:5....


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 19 Januari 2020 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 11: 1-2
11:1. Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.
11:2. Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."

(terjemahan lama)
11:1. Maka diberikan kepadaku sejenis buluh pengukur yang seperti tongkat rupanya dengan katanya, "Bangkitlah, dan ukurlah Bait Allah, dan tempat korban dan segala orang yang
sembahyang di dalamnya itu;

'tongkat pengukur' mengingatkan kita pada tongkat gembala/firman penggembalaan atau firman pengajaran yang benar yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia, berkesinambungan, teratur, dan diulang-ulang untuk menjadi makanan bagi sidang jemaat, dan ukuran kerohanian sidang jemaat--semakin kita mendengar firman, kerohanian kita semakin meningkat sampai mencapai kesempurnaan/kemuliaan bersama Tuhan.

'diukur' juga berarti firman Allah meningkatkan kerohanian kita.
'empat puluh dua bulan'= tiga setengah tahun masa antikris.

Ada dua hal yang diukur lewat tongkat pengukur/tongkat gembala--firman penggembalaan--:

  1. Bait Suci Allah= ibadah pelayanan dan kehidupan kita (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Desember 2019 sampai Ibadah Raya Surabaya, 05 Januari 2020).


  2. Mezbah dan mereka yang sembahyang di dalamnya--mezbah dupa emas; penyembahan--(diterangkan pada Ibadah Natal Surabaya, 25 Desember 2019, dilanjutkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Januari 2020).

AD. 2: MEZBAH DUPA EMAS DAN MEREKA YANG SEMBAHYANG DI DALAMNYA--PENYEMBAHAN

Ukuran doa penyembahan dengan tongkat gembala--firman pengajaran yang benar--yaitu taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi--pintu tirai terobek.

Yohanes 14: 15
14:15. "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

Taat dengar-dengaran sama dengan memiliki kasih--mengasihi Tuhan.

Jadi taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi sama dengan memiliki KASIH YANG SEMPURNA. Inilah ukuran doa penyembahan.

Dalam Tabernakel, kasih sempurna digambarkan dengan dua loh batu:

  1. Loh batu I: berisi empat hukum= mengasihi Tuhan lebih dari semua.
  2. Loh batu II: terdiri dari enam hukum= mengasihi sesama seperti diri sendiri bahkan mengasihi orang yang memusuhi kita.

Inilah kasih sempurna/ketaatan. Kalau taat pasti ada kasih; tidak akan saling menyakiti; tidak akan mengkhianati Tuhan.
Lukas 10: 25

10:25. Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
10:26. Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?"
10:27. Jawab orang itu: "
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu(loh batu I), dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri(loh batu II)."
10:28. Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka
engkau akan hidup."

Di sini juga ditunjukkan tentang dua loh batu.
Yesus adalah satu-satunya jawaban yang pasti supaya manusia bisa mencapai hidup kekal; masuk kerajaan sorga lewat menerima kasih sempurna--dua loh batu--yang dipraktikkan dalam hidup sehari-hari yaitu mengasihi Tuhan lebih dari semua dan mengasihi sesama seperti diri sendiri.

Mari berpikir, kalau kita mau saling menyakiti. Jangan! Itu bukan jalan ke sorga. Bahkan di dalam nikah, sekalipun suami bengis, kita tetap harus mengasihinya kalau mau masuk kerajaan sorga, dan ada harapan dia juga bisa masuk kerajaan sorga.

Utamakan Tuhan/ibadah pelayanan--mengasihi Tuhan--lebih dari semua! Kemudian mengasihi sesama seperti diri sendiri mulai dari rumah tangga, bahkan mengasihi orang yang memusuhi kita.

Hati-hati! Secepatnya Tuhan memberikan jalan ke sorga yaitu menerima kasih Allah, hambatan untuk menerima kasih Allah langsung datang.
Lukas 10: 29-31
10:29. Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?"
10:30. Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
10:31. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi
ia melewatinya dari seberang jalan.

Halangan yang muncul adalah kekerasan hati--hatinya seperti batu.
Praktiknya:

  1. Membenarkan diri sendiri--'untuk membenarkan dirinya'.
    Kebenaran diri sendiri adalah


    1. Kebenaran di luar alkitab. Sebenarnya alkitab tidak perlu diseminarkan atau didiskusikan, tetapi dipercaya. Baca saja!
      Kalau terus dicari-cari, akhirnya akan timbul kebenaran sendiri, contohnya: tidak boleh kawin cerai, akhirnya jadi boleh dengan alasan ini itu.


    2. Menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain dan Tuhan/pengajaran yang benar.


  2. 'ia melewatinya dari seberang jalan'= egois.

Inilah halangan untuk memenuhi ukuran dosa penyembahan; halangan untuk menerima kasih sempurna (dua loh batu) yaitu kebenaran diri sendiri dan egois (kepentingan diri sendiri)--kebenaran diri sendiri akan diikuti dengan kepentingan sendiri.

Wujud kekerasan hati:

  1. Lukas 10: 30
    10:30. Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.

    'Yerusalem'= pusat kegiatan rohani.
    'Yerikho'= pusat kegiatan dagang--jasmani.

    Wujud pertama kekerasan hati: meninggalkan perkara rohani untuk mencari perkara jasmani--turun dari Yerusalem ke Yerikho.
    Ini sama dengan terlepas dari tangan Tuhan, Gembala Agung, dan jatuh ke tangan Setan--'penyamun'.
    Bukan berarti tidak boleh bekerja atau kuliah, tetapi jangan sampai meninggalkan kegiatan rohani.

    Yohanes 10: 27-28
    10:27. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
    10:28. dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan
    seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

    Kalau tergembala kita ada di dalam tangan Tuhan--'seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku'.

    Saat kita meninggalkan penggembalaan dan ibadah pelayanan/tahbisan yang benar, saat itu juga kita benar-benar berada di dalam tangan Setan.
    Akibatnya:


    • Akibat pertama: 'merampoknya habis-habisan'= dirampok habis-habisan sampai telanjang--ditelanjangi--= berbuat dosa sampai puncaknya dosa.
      Kalau tidak melayani Tuhan pasti melayani Setan.


    • Akibat kedua: 'memukulnya'= dipukuli.
      Pukulan telak terutama terjadi pada nikah dan buah nikah. Hati-hati!

      Pukulan telak dari Setan terhadap nikah dan buah nikah terjadi lewat:


      1. Kegelapan gantang= ekonomi dan dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba). Berapa banyak nikah hancur karena masalah ekonomi. Jangan sampai terjadi! Kerajaan sorga bukan soal makan minum (ekonomi), jadi jangan sampai ekonomi menghancurkan nikah, pelayanan, dan penggembalaan kita! Bertahan! Semiskin dan seberat apapun hidup kita, tetap bertahan!


      2. Kegelapan tempat tidur= dosa kawin mengawinkan (percabulan, nikah yang salah).
        Hati-hati mulai dari sejak permulaan nikah, masa pacaran, pertunangan, pernikahan, dan perjalanan nikah. Jaga, jangan ada kegelapan gantang dan tempat tidur!


      Alkitab dimulai dengan nikah, dan diakhiri dengan nikah; perjamuan kawin Anak Domba. Nikah adalah jalan masuknya manusia ke dunia, dan nikah rohani adalah jalan keluarnya manusia dari bumi. Karena itu nikah ini yang dihantam oleh Setan, sehingga bisa masuk ke dunia tetapi tidak bisa keluar dari dunia; hancur bersama dunia.

      Lalu apa hubungannya dengan ibadah pelayanan? Nikah yang hancur bisa jadi nikah sempurna lewat ibadah pelayanan. Karena itu ibadah pelayanan/penggembalaan juga dihantam. Sungguh-sungguh! Jangan putus asa kalau nikah sudah hancur! Masih bisa diperbaiki lewat ibadah pelayanan/penggembalaan, supaya bisa keluar dari dunia dan masuk nikah yang sempurna.
      Perhatikan anak-anak hamba/pelayan Tuhan!

      Mengapa pelita ditaruh di gantang dan tempat tidur? Karena pelita tidak diletakkan di atas kaki dian.
      Artinya: struktur nikah seringkali salah.
      Susunan yang benar adalah suami menjadi kepala dari istri dan anak-anak--mengasihi istri dan anak--, istri tunduk pada suami dalam segala hal dan mengasihi anak, dan anak-anak hormat dan taat pada orang tua.
      Kalau istri tunduk, maka ia bisa mengasihi suami dan anak-anak. Kalau suami sudah jahat pada istri, ia tidak mungkin mengasihi anak-anak--tidak ada kasih. Begitu juga kalau istri tidak tunduk pada suami, ia tidak akan bisa mengasihi anak-anak.

      Kalau susunan nikah benar, pelita akan menyala dalam nikah, sehingga nikah menjadi terang, sampai nanti masuk perjamuan kawin Anak Domba.

      Mari, perbaiki nikah yang sudah hancur lewat ibadah pelayanan dan penggembalaan, sampai mencapai nikah yang sempurna!


    • Akibat ketiga: 'meninggalkannya setengah mati'= setengah mati= letih lesu, beban berat, air mata, dan susah payah--kering rohani--sampai mati rohani. Tidak pernah puas; tidak ada kebahagiaan, sampai masuk kematian kedua, binasa untuk selamanya.


    Inilah wujud kekerasan hati. Mulai dari gembala dihantam sehingga gembala tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanan hanya untuk mencari perkara jasmani.
    Bekerja dan kuliah, penting, tetapi jangan sampai membuat rohani kita turun. Justru utamakan yang rohani!

    Begitu gembala tidak setia lagi, ia sudah terlepas dari tangan Tuhan, Gembala Agung dan beralih ke tangan Setan. Celaka jemaat karena berada di tangan Setan--diserahkan kepada Setan. Bukan main-main!
    Tuhan tolong kita semua. Doakan mulai dari gembala!

    Apapun alasannya kalau sudah meninggalkan ibadah pelayanan itu berarti kebenaran sendiri dan egois--tidak cocok dengan alkitab. Salah satu ayat dalam alkitab sudah jelas: 'Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita'.


  2. Lukas 10: 31
    10:31. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.

    'imam'= pelayan Tuhan yang aktif melayani--tadi, tidak mau melayani (turun dari Yerusalem ke Yerikho).

    Wujud kedua kekerasan hati: melayani tetapi tanpa kasih kepada sesama--'melewatinya dari seberang jalan'--, berarti tanpa kasih kepada Tuhan. Ini berarti melayani tanpa dua loh batu/kasih sempurna.

    1 Yohanes 3: 13-15
    3:13. Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu.
    3:14. Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia
    tetap di dalam maut.
    3:15. Setiap orang yang
    membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.

    Tanpa kasih sama dengan kebencian.
    Saat Petrus melayani tanpa kasih ia memotong telinga orang lain--ada kebencian--, dan menyangkal Yesus--menjadi antikristus.

    'dunia membenci kamu'= sebenarnya yang mengenal kebencian sampai kebencian tanpa alasan hanya dunia, tetapi sekarang terjadi juga di rumah Tuhan. Ini yang harus kita jaga.

    Melayani tanpa kasih sama dengan pelayanan yang mati, yaitu:


    • Ditandai dengan kebencian bahkan kebencian tanpa alasan--orang benar malah dibenci, yang tidak benar malah diagung-agungkan.
      Contoh: Yudas Iskariot; ia mendukung yang tidak benar,tetapi Yesus yang benar ia jual.

      Mari, segala kebencian dan lain-lain biar dihapuskan oleh darah Yesus, dan kita sungguh-sungguh melayani dengan kasih Tuhan.


    • Wahyu 3: 1-3
      3:1. "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!
      3:2. Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku.
      3:3. Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak
      berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.

      'berjaga-jaga' menunjuk pada doa penyembahan.

      Yang kedua: melayani tetapi tidak disertai dengan doa penyembahan; melayani dengan mengandalkan kehebatan dan kekuatan sendiri.

      "Saya selalu mengatakan: 'Kamu mau main musik, menyembah dulu. Biar kamu sudah latihan dari kecil, di dalam rumah Tuhan, lain, kekuatan kita dari Tuhan bukan diri sendiri. Termasuk kami juga, untuk berkhotbah persiapannya lebih lama dari khotbahnya. Jadi jangan menghina orang yang berkhotbahnya lama, karena kalau khotbahnya lama berarti persiapannya lebih lama lagi."

      Karena itu setiap kita melayani ada doa rantai, doa puasa, doa semalam suntuk, dan doa malam, supaya kita tetap berjaga-jaga. Kalau tidak, hancur semuanya.
      Daud tidak berjaga-jaga saat semua berperang--melayani-, dan ia jatuh.

      "karena itu saya selalu ingatkan: Yang ikut, sungguh-sungguh, berjaga-jaga, banyak berdoa, yang tidak ikut juga berjaga. Kalau tidak berjaga-jaga, di situlah letak kejatuhan.
      Saya diajarkan juga kalau misalnya ada orang minta didoakan: Om doakan ini ada jimat; roh-roh jahat. Saya ingat keluarga saya, saya suruh berdoa, jangan sampai kita usir lalu lari ke anak atau ke orang lain. Bisa terjadi. Karena itu kita semua harus berjaga-jaga!
      "

      Melayani tanpa berjaga-jaga sama dengan pelayanan yang mati; pelayanan tanpa kasih.
      Mari melayani sampai mencapai puncaknya yaitu menyembah Tuhan: doa satu jam, doa puasa, dan doa semalam suntuk--seperti yang diajarkan oleh Yesus--, supaya kita tidak jatuh dan ketinggalan saat Tuhan datang kembali.

      Tahun ini adalah tahun penyembahan, mari banyak menyembah Tuhan. Kita melayani tetapi jangan lupa untuk berjaga-jaga dalam doa penyembahan.

Inilah bentuk kekerasan hati yaitu meninggalkan pelayanan, dan melayani tetapi tanpa kasih. Ini adalah orang keras hati, hanya ada kebencian, bergosip, tidak meningkat sampai menyembah Tuhan. Jangan! Tidak boleh ada lagi, tetapi kita harus berjaga-jaga--melayani dengan kasih.

Ukuran doa penyembahan adalah kasih. Tanpa kasih semuanya akan menjadi sia-sia. Tanpa kasih cepat atau lambat hidup itu menjadi tidak setia dan meninggalkan Tuhan. Bukan salah siapa-siapa, tetapi memang dari dulu ia tidak ada kasih.
Contoh: Petrus, dulunya dekat dengan Yesus saat mujizat-mujizat terjadi, tetapi begitu Yesus ditangkap, ia mulai mengikuti Yesus dari jauh sampai menyangkal Dia. Mengapa? Karena Petrus tidak punya kasih.

Ini yang harus diperbaiki hari-hari ini. Kalau tidak, akibatnya: setengah mati sampai binasa.

Cara Tuhan menolong: lewat orang Samaria yang berbelas kasih.
Lukas 10: 33-34
10:33. Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
10:34. Ia pergi kepadanya lalu
membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.

Siapa yang bisa menolong? Hanya orang Samaria yang berbelas kasih, itulah pribadi Yesus yang dianggap kerasukan Setan.
Yohanes 8: 48
8:48. Orang-orang Yahudi menjawab Yesus: "Bukankah benar kalau kami katakan bahwa Engkau orang Samaria dan kerasukan setan?"

Dia yang mulia dan tanpa dosa dianggap sebagai orang Samaria yang kerasukan Setan--direndahkan.
Samaria menunjuk pada bangsa kafir (sebenarnya Samaria adalah peranakan Yahudi dan kafir, tetapi dianggap kafir)--kehidupan yang dianggap kafir itu sudah dianggap rendah--, masih ditambah lagi dianggap kerasukan Setan, berarti benar-benar tidak ada harganya.

Dia rela direndahkan dan difitnah bahkan disalib untuk menolong kita.
Ini pelajaran, kalau kita mau menolong orang lain kita harus mempersiapkan mental seperti Yesus, apalagi untuk menolong masalah nikah.
Belum tentu orang yang ditolong bisa berkata: Terima kasih. Kebanyakan tidak begitu.

Sungguh-sungguh, jangan sampai keras hati hari-hari ini!
Tetapi sekalipun sudah jatuh setengah mati, Tuhan masih mau menolong lewat Dia rela direndahkan sampai disalibkan. Jangan putus asa, masih ada pribadi Yesus.

Langkah-langkah pertolongan Yesus:

  1. Lukas 10: 34
    10:34. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.

    Langkah pertama: menyembuhkan luka--bekas pukulan Setan terutama luka di hati--dengan anggur dan minyak.

    Banyak luka yang timbul di hati. Karena itu hati-hati dalam masa perkenalan, jangan membuat luka. Kalau masa pacaran tidak benar, hanya untuk main-main, akan membuat luka; kalau masa pertunangan akan menimbulkan kerusakan jika tindak sungguh-sungguh; kalau sudah menikah lalu bercerai akan mengalami kematian; kalau kawin lagi, busuk.
    Setan mengincar dalam setiap langkah nikah kita. Jangan main-main! Setan memukul sampai luka di hati pada masa pacaran.

    "Kalau anak pria enak-enak, lalu melepas pacarnya begitu saja, saya panggil dia: 'Tunggu ya sampai yang wanita dapat pasangan, baru kamu boleh pacaran.' Kok enak main lepas-lepas. Jangan begitu! Tujuan pacaran adalah menikah, jangan menimbulkan bekas pukulan Iblis terutama luka di hati.
    Tadi ada kesaksian dari seseorang yang sudah ikut kami selama delapan tahun. Dia tergoncang--dulunya sekolah di Jerman--, bahasa inggrisnya lancar, hebat. Dia kepala chef di perusahaan terkenal di Medan. Hebat, tetapi karena wanita dia bisa tergoncang jiwanya. Jangan main-main dengan pukulan Setan! Biar firman Tuhan yang memberikan kekuatan kepada kita.
    "

    Anggur= darah.
    Minyak= urapan Roh Kudus.
    Jadi, kita harus menerima:


    • Darah Yesus.
      Buktinya:


      1. Percaya.
      2. Bertobat (mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi).
      3. Masuk baptisan air yang benar.
        Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi yaitu hidup dalam kebenaran--lepas dari dosa.

        Yang sudah dibaptis periksa hasilnya yaitu hidup benar, kalau hidup benar pasti diurapi.


    • Sesudah itu kita menerima urapan Roh Kudus.


    Ini yang mampu menyembuhkan luka di hati, ekonomi dan sebagainya. Yesus mau menolong kita.
    Caranya adalah kembali pada darah Yesus dan urapan Roh Kudus. Buang yang tidak benar; tetap hidup benar! Tangan Tuhan/Roh Kudus lebih dari apapun! Ia menolong kita lebih cepat dari sekejap mata.

    "Tadi ada kesaksian di Malang. Saya tahu dia hanya berjualan di kantin, suaminya belum bekerja. Tetapi bisa dapat rumah. Dia membenarkan firman mengatakan: Lebih mudah dari membalik telapak tangan aku alami. Tangan kita hanya sehasta, selebihnya adalah tangan Roh Kudus; Dia bisa melakukan apa yang tidak kita pikirkan."


  2. Lukas 10: 34
    10:34. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.

    Langkah kedua: 'membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya'= masuk dalam kandang penggembalaan yang benar; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.

    Inilah cara Tuhan menolong. Setelah dibaptis dan diurapi, jangan puas, tetapi harus dibawa ke kandang penggembalaan:


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.


    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


    Inilah tempat penginapan (pemeliharaan) dan perawatan.
    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga


    • Kita selalu mengalami ketenangan; damai sejahtera, sehingga semua menjadi enak dan ringan.
    • Kita tidak bisa dijatuhkan oleh Setan dalam dosa dan puncaknya dosa; tidak bisa disesatkan oleh ajaran palsu, kecuali diri sendiri yang mau disesatkan.
      Contoh: Setan menyuruh Yesus untuk menjatuhkan dirinya dari Bait Allah. Setan tidak bisa mendorong Dia--dari luar tidak bisa; sudah kuat--tetapi kalau Ia mau, Ia akan jatuh. Kuasai diri!


    • Kita mengalami penyucian tubuh, jiwa, dan roh secara intensif.


    Kalau sudah suci, kita akan diberi jabatan pelayanan--jubah indah; tadi ditelanjangi oleh Setan sekarang diberi pakaian oleh Tuhan; tidak telanjang lagi--, untuk dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

    Efesus 4: 11-12
    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk
    memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Bangsa kafir--keledai-- mau ditunggangi oleh Yesus untuk menjadi saksi-Nya--tadi Yesus menunggangi keledai ke tempat penginapan--: membawa jiwa-jiwa yang sudah selamat untuk masuk dalam kandang penggembalaan dan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
    Banyak yang tidak mengerti penggembalaan. Mari bersaksi!

    Melayani pembangunan tubuh Kristus yang sempurna sama dengan bekerja di kebun anggur; kita menerima upah satu dinar.
    Lukas 10: 35
    10:35. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.

    'dua dinar'= upah suami dan istri masing-masing satu dinar--suami dan istri harus satu penggembalaan dan pelayanan.

    Untuk apa upah satu dinar? Untuk menembusi masa kelaparan pada zaman antikris.
    Wahyu 6: 6
    6:6. Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."

    Kita tidak akan disiksa atau dipancung oleh antikris; semua terpelihara.
    Sungguh-sungguh! Apapun keadaan kita, masih ada cara Tuhan untuk menolong kita bangsa kafir.

    Lukas 10: 35
    10:35. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.

    Kita sudah diselamatkan, diurapi, digembalakan, dipakai Tuhan, dan diberi upah, tetapi masih ada kekurangan-kekurangan rohani dan jasmani. Jangan putus asa dan kecewa! Jangan lari!

    Tuhan izinkan ini terjadi supaya kita bisa bergumul bersama Dia; banyak menyembah. Jangan lari ke mana-mana! Serahkan semua kepada Dia, sabar menunggu waktu-Nya, di satu titik Dia akan menyelesaikan semua masalah kita, membahagiakan kita, membuat semua berhasil dan indah, sampai menyempurnakan kita saat Dia datang kembali. Kita layak untuk menyambut kedatangan-Nya kembali di awan-awan yang permai--'aku akan menggantinya, waktu aku kembali'.

    Mungkin hidup sudah setengah mati--bukan hanya dalam kekurangan--, bahkan hancur-hancuran, datang kepada Tuhan. Dia masih bisa memperbaiki kita semua.

Jangan salah paham kalau masih ada kekurangan dan kelemahan secara jasmani dan rohani! Tuhan rindu kita datang kepada Dia untuk memenuhi ukuran penyembahan.
Apa yang sudah mustahil, hancur, Tuhan bisa menolong; lebih mudah dari membalik telapak tangan.

Kasihilah Dia, harapkan dia lebih dari semua; berseru kepada Dia! Mujizat dan pemulihan akan terjadi. Yakinlah! Tinggal sabar menunggu waktu Tuhan, Dia akan mewujudkan semuanya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-27 Februari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 18-19 Maret 2020
    (Ibadah Kunjungan di Palangkaraya)

  • 31 Maret 2020 - 02 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 29 April 2020 - 01 Mei 2020
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top