English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 14 Juli 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20...

Ibadah Doa Malang, 10 November 2009 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Penataran Imam-imam dan Calon Imam

Matius 24:36-44 menunjuk pada nubuat ketujuh,...

Ibadah Paskah Kaum Muda Remaja Malang, 02 April 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:43b-45
9:43b Ketika semua orang itu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 November 2008 (Kamis Sore)
Matius 24: 29 -> 'Keadaan pada masa kedatangan Yesus ke 2x'
Yaitu terjadi...

Ibadah Raya Malang, 31 Agustus 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:17-18
1:17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah...

Ibadah Raya Surabaya, 19 Mei 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 24 Mei 2016 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Salam sejahtera bagi kita sekalian.

Matius...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 25 Juni 2019 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:13-21 tentang sangkakala keenam atau penghukuman Anak...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Januari 2010 (Kamis Sore)
Matius 24:43-44, kita harus berjaga-jaga supaya tidak masuk penghukuman...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Maret 2010 (Kamis Sore)
Matius 25 ini dalam Tabernakel terkena pada tongkat Harun yang bertunas, berbunga, dan...

Ibadah Doa Malang, 11 April 2017 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:5-10
5:5 Lalu berkatalah...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 11 September 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:66-72
Tiga kali Petrus menyangkal Yesus artinya:
Petrus menyangkal Yesus sebagai Juru...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 Oktober 2009 (Kamis Sore)
Matius 26:36-44 adalah nubuat ketujuh tentang HUKUMAN ATAS DUNIA PADA SAAT...

Ibadah Raya Malang, 04 Maret 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:57-68 adalah tentang SAKSI DAN KESAKSIAN.
Tahun 2012 adalah tahun kesaksian, kita harus...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 15 Agustus 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:18-21
9:18 Pada suatu kali ketika Yesus...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Januari 2020 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 11: 1-2
11:1. Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.
11:2. Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."

(terjemahan lama)
11:1. Maka diberikan kepadaku sejenis buluh pengukur yang seperti tongkat rupanya dengan katanya, "Bangkitlah, dan ukurlah Bait Allah, dan tempat korban dan segala orang yang
sembahyang di dalamnya itu;

'tongkat pengukur' mengingatkan kita pada tongkat gembala/firman penggembalaan.
'beribadah'= 'sembahyang'.
Ada dua hal yang diukur lewat tongkat pengukur/tongkat gembala--firman penggembalaan--:

  1. Bait Suci Allah (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Desember 2019 sampai Ibadah Raya Surabaya, 05 Januari 2020).


  2. Mezbah dupa emas/doa penyembahan dan mereka yang sembahyang di dalamnya (diterangkan pada Ibadah Natal Surabaya, 25 Desember 2019).

AD. 2: MEZBAH DUPA EMAS DAN MEREKA YANG SEMBAHYANG DI DALAMNYA

Ada tiga macam ukuran dari doa penyembahan:

  1. Wahyu 5: 8-10
    5:8. Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.
    5:9. Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya;
    karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
    5:10. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi."

    Ukuran pertama doa penyembahan: penebusan oleh darah Yesus--kasih Allah--; Dia sudah disembelih di kayu salib untuk menebus manusia.

    Darah Yesus menebus kita dari tiga hal:


    • 'bangsa dan suku bangsa'= darah Yesus menebus kita dari bangsa dan suku bangsa (dunia dengan segala pengaruhnya: kesibukan, kesukaan, kesusahan, kesulitan, pergaulan dan lain-lain).

      Yakobus 4: 4
      4:4. Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

      Dunia dengan segala pengaruhnya membuat kita tidak setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, sampai meninggalkan ibadah pelayanan kepada Tuhan. Hati-hati!

      Tetapi bersyukur, dalam penyembahan kita mengalami penebusan--kelepasan--oleh darah Yesus.
      Bukti kita ditebus dari dunia: kita setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan; mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari semuanya. Ini sama dengan menyembah Tuhan.

      Jadi, ukuran penyembahan adalah KESETIAAN.


    • 'kaum' = darah Yesus menebus kita dari kaum/keluarga (daging).
      Galatia 5: 19-21
      5:19. Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
      5:20. penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
      5:21. kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

      Daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya mengakibatkan perbuatan-perbuatan daging; perbuatan dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba), dan kawin mengawinkan (percabulan).

      Kita semua manusia daging, ada hawa nafsu dan keinginannya, kalau diikuti akan membuat kita berbuat dosa sampai puncaknya dosa.
      Tetapi bersyukur lewat doa penyembahan kita mengalami penebusan.

      Bukti kita mengalami penebusan dari daging: kita hidup suci.
      Jadi, ukuran penyembahan adalah KESUCIAN.

      Kalau kita menyembah Tuhan, darah Yesus akan aktif untuk membebaskan kita dari dunia dan daging.


    • 'bahasa'--lidah--= darah Yesus menebus kita dari lidah yang banyak salah--berdusta dan sebagainya.
      Di dalam penyembahan darah Yesus aktif untuk menebus lidah kita yang banyak salah dalam perkataan--perkataan sia-sia; dusta, fitnah.

      Bukti kita ditebus dari lidah/bahasa: jujur; ya katakan: ya, tidak katakan: tidak--selebihnya berasal dari si jahat.
      Jadi, ukuran penyembahan adalah KEJUJURAN.


    Inilah ukuran doa penyembahan yaitu kesetiaan, kesucian, dan kejujuran.
    Wahyu 5: 10
    5:10. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi."

    Kalau kita menyembah Tuhan sampai mencapai ukuran penyembahan, maka kita bisa menjadi hamba/pelayan Tuhan--imam dan raja--yang setia, suci, dan jujur; kita menjadi rumah doa.
    Amsal 15: 8
    15:8. Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.

    Kita banyak berkorban untuk Tuhan--korban waktu, tenaga, pikiran, uang dan lain-lain--, tetapi kalau tidak suci, setia, dan jujur (fasik), semuanya akan menjadi kekejian bagi Tuhan; semakin melayani semakin keji; ibadah pelayanan dan doanya ditolak oleh Tuhan (seperti Kain)--menjadi sarang penyamun yang hanya menyusahkan, menghancurkan, sampai membinasakan.
    Tetapi kalau kita menjadi pelayan Tuhan yang suci, setia, dan jujur, kita akan menjadi rumah doa. Ibadah pelayanan kita berkenan kepada Tuhan, dan doa kita berkenan kepada Tuhan, sehingga doa kita dijawab oleh Tuhan, dan kita bahagia--ada kemanisan dalam hidup.

    Yang belum melayani berdoa kepada Tuhan, supaya di tahun yang baru ini bisa menjadi imam dan raja; Tuhan memberikan kesempatan, untuk bisa mengikuti penataran calon imam-imam). Yang sudah melayani bagaimana ibadah pelayanan kita? Harus berada dalam ukuran penyembahan, yaitu kesucian, kesetiaan, dan kejujuran, supaya tidak sia-sia; pengorbanan diterima, ibadah pelayanan berkenan kepada Tuhan, doa penyembahan berkenan kepada Tuhan, dan kita menjadi rumah doa.


  2. Wahyu 8: 1-3
    8:1. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketujuh, maka sunyi senyaplah di sorga, kira-kira setengah jam lamanya.
    8:2. Lalu aku melihat ketujuh malaikat, yang berdiri di hadapan Allah, dan kepada mereka diberikan tujuh sangkakala.
    8:3. Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat
    mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu.

    'mezbah dengan sebuah pedupaan emas'= mezbah dupa emas.

    Ukuran kedua doa penyembahan: sunyi senyap/damai--dalam urapan Roh Kudus.

    Tadi, dalam doa penyembahan kasih Allah/darah Yesus melepaskan kita dari pengaruh yang tidak baik, sehingga kita menjadi hamba/pelayan Tuhan yang suci, setia, dan jujur.

    Wahyu 8: 4-5
    8:4. Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah.
    8:5. Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka
    meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi.

    Ada dua keadaan yang kontras:


    • 'meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi'--di bumi--= di dunia akan terjadi kegoncangan-kegoncangan atau kehancuran yang semakin meningkat di segala bidang, sampai nanti kiamat, dunia musnah oleh api dan belerang. Kita harus hati-hati!

      Jangan terpengaruh dengan dunia! Kalau Tuhan berikan berkat dan keberhasilan jangan bangga, tetapi kalau belum diberkati, jangan kecewa. Hati-hati, saat diberkati atau berhasil jangan bangga/mengandalkan sesuatu di dunia, dan jangan kecewa atau putus asa saat belum diberkati! Kalau kita bangga atau kecewa sama dengan tergoncang bersama dunia dan menunggu kehancuran bersama dunia.

      Yang benar adalah tetap mengucap syukur kepada Tuhan apapun yang kita hadapi dan kita tetap menyembah Dia.
      Inilah rumus untuk menghadapi kegoncangan di dunia.

      'suara guruh' dan 'halilintar'= suara-suara perkataan sia-sia--termasuk gosip, ancaman--juga bisa menggoncang/menakutkan kita--kecewa saat difitnah, bangga saat dipuji.
      Hadapi semua dengan mengucap syukur kepada Tuhan, dan tetap menyembah Dia. Jangan bangga, kecewa, atau marah!


    • 'senyaplah di sorga, kira-kira setengah jam lamanya'--di sorga--= hamba/pelayan Tuhan yang menyembah Tuhan dalam urapan Roh Kudus akan mengalami suasana sorga yaitu sunyi senyap--ketenangan--yang semakin meningkat sekalipun masih tinggal di bumi, sampai kita benar-benar masuk kerajaan sorga.

      Mungkin sekarang kita menghadapi masalah ekonomi, kita tenang, tetapi menghadapi penyakit, sudah takut. Teruskan menyembah sampai tenang! Menghadapi ekonomi tenang, menghadapi penyakit tenang, menghadapi masalah apapun tenang, menghadapi suara-suara tenang. Ketenangan semakin meningkat, sampai kita masuk dalam kerajaan sorga.

      Kalau dibandingkan dengan cerita di alkitab, sunyi senyap dalam doa penyembahan sama dengan diam dan tenang dalam urapan Roh Kudus--saat kapal murid-murid ditimbus gelombang, Yesus tidur (gambaran bahwa suasana sorga tidak bisa dipengaruhi oleh keadaan dunia).
      Menurut logika, kapal tenang baru bisa tidur. Tetapi di sini Yesus tidur saat ada gelombang.

      Jadi kalau kita menyembah Tuhan, kita akan mengalami ketenangan dari sorga yang tidak bisa dipengaruhi oleh dunia, sekalipun goncang dalam hal ekonomi, kesehatan, dan nikah.

      Diam= berdiam diri; selalu mengoreksi diri oleh ketajaman pedang, kalau ada dosa, akui kepada Tuhan dan sesama--dosa itu membuat goncang. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi--bertobat. Kalau tidak ada dosa, diam saja, jangan membela diri tetapi menyingkir. Contoh: Yesus mau ditangkap, didorong dari tebing, Ia menyingkir dan tidak melawan.
      Mari, koreksi diri, jangan menghakimi. Kalau terus menghakimi orang lain, tidak akan tenang.

      Tenang= menguasai diri supaya bisa berdoa; tidak berharap pada yang lain.
      Kalau berharap pada yang lain, kita akan semakin tergoncang.

      Diam dan tenang--sunyi senyap--sama dengan bertobat dan berdoa.
      Artinya: mengalami damai sejahtera; tidak ada lagi kejahatan, kenajisan, kepahitan, ketakutan, kebimbangan, kekuatiran dan sebagainya, sampai TIDAK MERASA APA-APA LAGI YANG DAGING RASAKAN. Inilah ketenangan sorga dan ukuran doa penyembahan.

      Kalau daging tidak merasa apa-apa lagi, kita akan mengalami kuasa Tuhan untuk meneduhkan badai lautan dunia, kegoncangan, dan kehancuran dunia.

      Hasilnya: semuanya teduh, artinya:


      1. Enak dan ringan.
      2. Masa depan berhasil dan indah.
      3. Semua masalah yang mustahil selesai--badai selesai. Kalau menghadapi badai jangan bertambah goncang, tetapi harus selalu tenang.


    Hadapilah semuanya dengan diam dan tenang (sunyi senyap). Inilah ukuran penyembahan! Tadi ukuran penyembahan adalah penebusan/kelepasan; bisa hidup suci--lepas dari daging--, setia--lepas dari dunia--, dan jujur--ditebus dari lidah atau perkataan sia-sia. Kalau sudah suci, setia, dan jujur, maka kita bisa menjadi hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang berkenan dan menjadi rumah doa.

    Ukuran selanjutnya adalah sunyi senyap; diam dan tenang.

    Yang pertama: diukur dengan penebusan oleh darah Yesus (kasih Allah), kedua: diukur dengan sunyi senyap (dalam urapan Roh Kudus).
    Jadi, bukan manusia yang mengukur penyembahan!


  3. Wahyu 11: 1
    11:1. Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.

    'tongkat pengukur'= firman penggembalaan, yaitu firman Allah yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia, teratur, berkesinambungan, dan diulang-ulang untuk menjadi makanan rohani dan komando bagi sidang jemaat. Ini yang perlu didoakan, yaitu supaya ada firman, urapan Roh Kudus, dan penebusan oleh kasih Allah.

    Istilah 'diukur' artinya ditingkatkan lebih dulu, kalau tidak mau (tidak memenuhi ukuran), baru dihukum. Kalau belum memenuhi ukuran, tetapi antikris belum datang, masih diberikan kesempatan untuk diukur (ditingkatkan). Ukuran pertama: kesucian, kesetiaan, dan kejujuran, kalau belum mencapai ukuran, masih diberikan kesempatan (ditingkatkan). Ukuran kedua: ketenangan; kalau masih suka menyalahkan orang lain, belum bisa koreksi diri, akan terus diberikan kesempatan (ditingkatkan).

    Jadi Tuhan mengukur kita, tidak langsung dihukum--kalau belum mencapai ukuran, diberikan kesempatan. Tetapi kalau antikris sudah datang, sudah tidak bisa lagi tetapi harus masuk jalur antikris. Masa antikris di dunia ini merupakan salah satu penghukuman Allah (dalam tiga kali tujuh penghukuman, antikris termasuk di dalamnya).

    Karena itu tingkatkan kesucian, kesetiaan, kejujuran, dan ketenangan--diam dan tenang. Kalau dengar sesuatu, diam dan tenang; banyak koreksi diri, banyak mempercayakan diri kepada Tuhan.

    Ukuran ketiga doa penyembahan--diukur dengan tongkat gembala--: taat dengar-dengaran pada firman penggembalaan sampai daging tidak bersuara--pintu tirai terobek.

    Firman penggembalaan diulang-ulang untuk meneguhkan iman, dan memberi kesempatan kepada kita untuk praktik firman--TAAT DENGAR-DENGARAN sampai daging tidak bersuara (Yesus taat sampai mati di kayu salib). Contohnya: Abraham taat untuk mempersembahkan anaknya.

    Wahyu 11: 2
    11:2. Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."

    'empat puluh dua bulan lamanya'= tiga setengah tahun; masa antikris.

    Kalau doa penyembahan mencapai ukuran--sampai daging tak bersuara lagi--, kita akan disingkirkan ke padang gurun, jauh dari mata antikris.
    Tetapi kalau doa penyembahan belum mencapai ukuran--tirai belum terobek--, bahaya, kehidupan itu akan tertinggal pada zaman antikris; tidak ikut penyingkiran ke padang gurun. Di sinilah pemisahan akan terjadi.

    Ada dua kemungkinan pada zaman antikris berkuasa di bumi:


    • Sangat sedikit hamba/pelayan Tuhan yang tertinggal di bumi tetap menyembah Yesus; tidak mau menyembah antikris; tidak mau menyangkal Yesus. Dia akan disiksa dalam siksaan yang sangat dahsyat sampai dipancung kepalanya supaya memenuhi ukuran doa penyembahan yaitu daging tidak bersuara lagi. Tetapi saat Tuhan datang ia akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan.
      Tuhan bukan jahat, tetapi supaya memenuhi ukuran.

      Lebih baik sekarang leher disembelih dengan pedang firman, artinya kita disucikan untuk semakin meningkat dalam doa penyembahan.


    • Banyak hamba/pelayan Tuhan yang tertinggal tidak tahan siksaan sehingga menyembah antikris; menyangkal Yesus, dan menjadi sama dengan antikris. Ia bebas dari siksaan dan pemancungan; bebas mengikuti daging; manusia darah daging seperti binatang buas, tetapi saat Tuhan datang ia akan dibinasakan selama-lamanya.

Inilah ukuran doa penyembahan: penebusan oleh darah Yesus--kesucian, kesetiaan, dan kejujuran--, Roh Kudus--sunyi senyap; diam dan tenang--, dan tongkat gembala--taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara.

Inilah pentingnya firman penggembalaan! Di situ ada kasih (darah Yesus), Roh Kudus, dan firman--'pada mulanya adalah firman'. Inilah yang kita doakan, yaitu supaya selalu diberikan firman penggembalaan.
Yehezkiel 20: 37

20:37. Aku akan membiarkan kamu lewat dari bawah tongkat gembala-Ku dan memasukkan kamu ke kandang dengan menghitung kamu.

'tongkat gembala-Ku'= tongkat pengukur.
Firman penggembalaan menuntun kita untuk masuk kandang penggembalaan--ruangan suci.
Dulu, Tuhan memperlihatkan kerajaan sorga kepada Musa, lalu Ia perintahkan Musa untuk membuat kerajaan sorga di bumi, itulah Tabernakel, supaya di bumi sama seperti di sorga.
Tabernakel terdiri dari tiga ruangan:

  • Halaman= keselamatan--kebenaran.
  • Ruangan suci= kesucian--kandang penggembalaan.
  • Ruangan maha suci= kesempurnaan; takhta sorga.

Kita sudah selamat, tetapi belum sempurna, berarti kita harus berada di ruangan suci. Inilah kegunaan tongkat gembala; menuntun kita sampai masuk kandang penggembalaan.
Di dalam ruangan suci ada tiga macam alat, sekarang ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:

  1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
    Kita memenuhi ukuran dari Roh Kudus yaitu sunyi senyap; kita semakin diam dan tenang; semakin damai.


  2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran yang benar dan kurban Kristus.
    Kita memenuhi ukuran firman Allah/ketaatan; kita semakin taat.


  3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.
    Kita memenuhi ukuran kasih Allah; kita semakin mengalami penebusan/kelepasan dari dosa, sehingga kita bisa hidup suci, setia, dan jujur, sampai tirai terobek.

Jadi, di dalam kandang penggembalaan ukuran rohani kita semakin meningkat sampai tirai terobek--taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara--, sehingga kita dihitung oleh Tuhan--'memasukkan kamu ke kandang dengan menghitung kamu'.

Dihitung oleh Tuhan artinya Yesus sebagai Gembala Agung sedang memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul untuk kita; Dia mengulurkan tangan belas kasih-Nya kepada kita.
Ikuti ukuran doa penyembahan!

Di mana kita bisa mengikuti? Di dalam kandang penggembalaan, tidak ada yang lain.

Bagaimana kita bangsa kafir bisa dihitung? Yesus harus rela untuk tidak dihitung.
Yesaya 53: 3
53:3. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.
'Ia' = Yesus.

Jaminan bangsa kafir bisa dihitung adalah kurban Kristus. Dia rela dibuang; tidak dihitung sampai mati terkutuk di kayu salib supaya kita bisa terhitung--Dia mengulurkan tangan belas kasih-Nya terutama kepada bangsa kafir.

Hasilnya:

  1. Markus 6: 34
    6:34. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

    'tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka' = uluran tangan belas kasih Tuhan.
    Ini adalah cerita Yesus memberi makan lima ribu orang.

    Hasil pertama: kuasa pemeliharaan secara dobel:


    1. Secara jasmani: tangan belas kasih mengandung kuasa pemeliharaan untuk memelihara kehidupan kita yang kecil tak berdaya dan menghadapi kesulitan besar di dunia--seperti lima roti dua ikan untuk lima ribu orang--, secara ajaib dan berkelimpahan--selalu mengucap syukur kepada Tuhan--, sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.


    2. Secara rohani: tangan belas kasih Tuhan juga memelihara kita secara rohani lewat firman pengajaran yang benar--'mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka'--, sehingga kita selalu kenyang dan puas secara rohani; mengucap syukur kepada Tuhan. Kita tidak tergoncang dan jatuh dalam dosa--tidak perlu lagi mencari kepuasan di dunia.


  2. Matius 14: 14
    14:14. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.

    Hasil kedua: kuasa kesembuhan; tangan belas kasih Tuhan sanggup menyembuhkan kita dari penyakit-penyakit yang mustahil, termasuk menyelesaikan semua masalah yang mustahil.


  3. Yehezkiel 20: 38
    20:38. Aku akan memisahkan dari tengah-tengahmu orang-orang yang memberontak dan mendurhaka terhadap Aku; Aku akan membawa mereka keluar dari negeri, tempat mereka tinggal sebagai orang asing, tetapi di tanah Israel mereka tidak akan masuk. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.

    Ayat 37 = masuk kandang penggembalaan; dihitung.

    Hasil ketiga: kuasa penyucian dan pembaharuan--'memisahkan'= kita mengalami kuasa penyucian dan pembaharuan--; tangan belas kasih Tuhan sanggup menyucikan dan mengubahkan kita sedikit demi sedikit sampai sempurna seperti Dia. Dan saat Tuhan datang kembali kedua kali kita terangkat di awan-awan yang permai bersama dengan Dia, sesudah itu masuk Firdaus--kerajaan Seribu Tahun Damai--, dan kandang penggembalaan terakhir; Yerusalem baru. Kita menyembah Dia siang dan malam di takhta sorga.

Inilah ukuran doa penyembahan: darah Yesus/kasih--kesucian, kesetiaan, dan kejujuran--, Roh Kudus--sunyi senyap, damai, jangan goncang--, dan firman--taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara.

Kalau memenuhi ukuran kita akan disingkirkan. Yang tidak memenuhi ukuran akan ketinggalan, dan masuk masa antikris.
Kita bisa mengalami ukuran ini di dalam kandang penggembalaan, sampai tirai terobek. Ada tangan belas kasih Tuhan yang besar.

Apa keadaan kita malam ini, serahkan kepada Dia. Dia rela tidak terhitung--dibuang, disalibkan, terkutuk--supaya kita bisa terhitung.
Serahkan hidup kepada Tuhan!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top