English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 08 Juli 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 32-35 = NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL.
Pohon ara ini ditampilkan dari jaman ke jaman: jaman...

Ibadah Raya Malang, 30 Agustus 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7-13 adalah tentang sidang jemaat di...

Ibadah Raya Malang, 19 Juni 2011 (Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK.

Markus 10:13-16
10:13. Lalu orang membawa...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 April 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 26 Maret 2013 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 12:3-4
12:3 Katakanlah kepada segenap jemaah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 26 Juni 2014 (Kamis Sore)
Siaran langsung dari Medan.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam Wahyu 1:13-16 ada...

Ibadah Doa Surabaya, 09 Mei 2012 (Rabu Sore)
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk kepada 7 percikan darah diatas tabut perjanjian, artinya sekarang yaitu sengsara yang dialami oleh...

Ibadah Raya Surabaya, 18 Februari 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 27 Juni 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:1,13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...

Ibadah Doa Malang, 18 Juni 2013 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Raya Malang, 22 September 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20 ... Dan ketahuilah, Aku menyertai...

Ibadah Doa Malang, 12 Agustus 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:17
1:17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku...

Ibadah Doa Surabaya, 18 September 2013 (Rabu Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam III

Wahyu 1: 1-3
1:1. Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya...

Ibadah Kaum Muda Malang, 02 Mei 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:3-6 adalah nubuat pertama tentang penyesatan.
Markus 13:7-8 adalah nubuat tentang...

Ibadah Raya Surabaya, 14 Juni 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat pagi, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 09 Mei 2018 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 7: 9
7:9. Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.

Kumpulan besar orang banyak= bangsa kafir yang menjadi mempelai wanita Tuhan; dipanggil dan dipilih Tuhan, sampai sempurna seperti Dia, untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai, masuk Firdaus, dan masuk Yerusalem baru; berdiri di hadapan takhta sorga.

Syarat untuk berdiri di hadapan takhta sorga:

  1. Kita harus memakai jubah putih (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 22 April 2018 sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 April 2018).
  2. Kita harus memegang daun palem (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 27 April 2018).

Kita masih belajar tentang daun-daun palem (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 29 April 2018).
Yohanes 12: 12-15
12:12. Keesokan harinya ketika orang banyak yang datang merayakan pesta mendengar, bahwa Yesus sedang di tengah jalan menuju Yerusalem,
12:13. mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Dia sambil berseru-seru: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!"
12:14. Yesus menemukan seekor keledai muda lalu Ia naik ke atasnya, seperti ada tertulis:
12:15. "Jangan takut, hai puteri Sion, lihatlah, Rajamu datang, duduk di atas seekor anak keledai."

Ini adalah perjalanan terakhir Yesus ke Yerusalem.
Di sini, memegang daun palem dikaitkan dengan keledai yang ditunggangi Yesus menuju Yerusalem.
Keledai menunjuk pada bangsa kafir.
Sekarang artinya: bangsa kafir yang dipakai oleh Tuhan dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita sorga, yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali sampai berdiri di hadapan takhta sorga.

Jadi kita harus aktif dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir; pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, baru bisa berdiri di hadapan takhta kerajaan sorga.
Pembangunan tubuh Kristus dimulai dari dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga.
Pelayanan dalam penggembalaan bisa apa saja: tim doa, ada yang dipakai untuk memberikan korban dan lain-lain.

Kita masih belajar langkah-langkah keledai untuk ditunggangi oleh Yesus dan masuk Yerusalem baru:

  1. Langkah penyucian (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 29 April 2018).
  2. Langkah penyerahan diri sepenuh kepada Tuhan--keledai rela ditunggangi Yesus. Kalau tidak menyerah, tidak akan bisa ditunggangi oleh Tuhan, tetapi, ditunggangi Bileam--nabi palsu--, dan diarahkan pada pembangunan Babel--mempelai wanita setan yang sempurna dalam kejahatan dan kenajisan--, sehingga masuk dalam kutukan sampai kebinasaan selamanya.

    Hanya dua pilihan: mau ditunggangi Yesus atau Bileam.

AD. 2: LANGKAH PENYERAHAN DIRI
Proses penyerahan diri sepenuh kepada Tuhan:

  1. Mazmur 55: 23
    55:23. Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.

    Proses pertama penyerahan diri sepenuh kepada Tuhan: menyerahkan kekuatiran kepada Tuhan.

    1 Petrus 5: 7-8 => pasal penggembalaan
    5:7. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.
    5:8. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

    Kekuatiran artinya ketakutan akan sesuatu yang belum terjadi.
    Penyebabnya: mendengar suara singa. Kita harus hati-hati!
    Suara singa= suara setan dalam bentuk ajaran-ajaran palsu, gosip-gosip yang tidak baik, ancaman dan lain-lain. Hamba Tuhanpun seringkali goyah karena diancam.

    Kekuatiran adalah gejala tidak tergembala--pasal lima adalah pasal penggembalaan ('Gembalakanlah kawanan domba Allah'.
    Kalau sudah kuatir, akan ditelan oleh singa--dibinasakan.

    Oleh sebab itu kita harus menjadi kehidupan yang mantap dalam penggembalaan, artinya:


    • Selalu berada dalam kandang penggembalaan; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
    • Dalam penggembalaan Tuhan sudah memberikan firman penggembalaan; firman pengajaran yang benar, yang Tuhan percayakan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada jemaat dengan setia, terus-menerus, dan berulang-ulang. Ini sama dengan firman nubuat yang mampu menandingi suara singa.


    Bentuk firman penggembalaan:


    • Firman nubuat= firman yang menyatakan segala sesuatu yang belum terjadi, tetapi pasti terjadi.
      Amos 3: 7-8
      3:7. Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.
      3:8. Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? Tuhan ALLAH telah berfirman, siapakah yang tidak
      bernubuat?"

      Tadi, suara singa/suara setan menakut-nakuti akan sesuatu yang belum terjadi, tetapi suara firman nubuat menunjukkan sesuatu yang belum terjadi. Ini adalah suara singa Yehuda untuk menandingi suara singa iblis yang menakut-nakuti, sehingga kita tidak kuatir dan goyah, tetapi ada ketenangan.


    • Firman yang menyucikan, artinya: mengungkapkan segala sesuatu yang tersembunyi dalam setiap kehidupan kita.
      Kita harus waspada, kalau dosa-dosa yang tersembunyi dibiarkan--termasuk kebencian dan kepahitan--, ia akan berkembang dengan pesat--seperti ragi--dan menjadi kanker yang menyerang bagian-bagian tubuh yang lemah, untuk membinasakan.

      Harus disucikan oleh firman penyucian/pedang firman, terutama disucikan dari:


      1. Dimulai dari Kanker mulut.
        2 Timotius 2: 16-18
        2:16. Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan.
        2:17. Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus,
        2:18. yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang.

        'yang telah menyimpang dari kebenaran'= dulunya ada di dalam pengajaran yang benar. Ini yang seringkali terjadi, dari pengajaran benar bisa menyimpang karena ada keinginan (jahat dan najis), ambisi, emosi, dan kepahitan/kebencian. Kita harus hati-hati!

        Kalau hati ada kebencian, akan menjadi sumur kosong--seperti kakak-kakak Yusuf benci pada Yusuf dan akhirnya Yusuf ditaruh di sumur kosong. Sumur kosong menunjuk pada nabi-nabi palsu (dalam surat Petrus).

        Karena itu harus selalu dikontrol, termasuk saya, jangan sampai ada keinginan, hawa nafsu, emosi, ambisi, itu menyimpang dari kebenaran.

        Kita diuji, kami hamba Tuhan diuji lewat kenajisan, kejahatan, atau kepahitan. Kita harus hati-hati! Doakan saya, kita saling mendoakan. Soal keuangan diuji. Banyak hamba Tuhan yang salah yaitu tidak mengembalikan persepuluhan, atau salah menerima persepuluhan.

        "Dua kali saya diuji soal persepuluhan. Yang pertama: hamba-hamba Tuhan yang fellowship di Malang. Karena merasa 'makan dari Malang', jadi mau memberikan persepuluhan ke sana. Aturan untuk hamba Tuhan GPT adalah harus memberikan persepuluhan ke pusat. Itulah suara singa. Kalau saya terima, banyak sekali, tetapi menyimpang.
        Yang kedua: gereja besar, tua-tua yang menguasai persepuluhan, kalau saya mau jadi gembala di sana, saya tidak dipercaya persepuluhan--perkara kecil--, berarti tidak dipercaya firman.
        "

        Jangan terpancing! Kalau kita kalah, berarti kita menyimpang sekalipun dulunya pengajaran benar semua. Tuhan tolong kita semua.

        Kanker mulut= perkataan kosong/sia-sia: dusta, gosip, ajaran sesat yang menolak salib: Sekarang kita kebangkitan, tidak perlu kematian. Yesus yang mati, cukup Dia, kita tidak perlu salib. Salah! Ikuti jejak Yesus!

        Yesus adalah Gembala Agung dan kita mengikuti jejak-Nya yaitu salib/kematian dulu, baru bangkit dan ada kemuliaan. Sekarang ajarannya: Yesus saja yang disalib, berarti hanya Yesus yang bangkit. Inilah penyakit kanker, cari yang enak-enak untuk diri kita; hanya mencari kemakmuran dan hiburan. Kalau rohaninya lemah, akan kena ajaran ini karena berpikir Yesus saja yang mati, lalu kita yang bangkit dan naik ke sorga. Tidak bisa!

        Yesus mati, kita juga harus mati; Dia bangkit, kita juga bangkit; Dia naik ke sorga, kita juga naik ke sorga.


      2. Kanker hati (hati jahat, najis, pahit).

      3. Kanker rahim (tanpa pembaharuan hidup; dua belas tahun sakit pendarahan, semakin hari semakin buruk). Sekalipun manusia daging hebat, kalau sakit pendarahan, makin hari akan semakin lemah; semakin tidak mampu; semakin hari semakin memburuk.


    Yang bisa menyucikan kita dari kanker hanya suara singa Yehuda.
    Hosea 5: 13-14
    5:13. Ketika Efraim melihat penyakitnya, dan Yehuda melihat bisulnya, maka pergilah Efraim ke Asyur dan mengutus orang kepada Raja 'Agung'. Tetapi iapun tidak dapat menyembuhkan kamu dan tidak dapat melenyapkan bisul itu dari padamu.
    5:14. Sebab Aku ini seperti singa bagi Efraim, dan seperti singa muda bagi kaum Yehuda. Aku, Aku ini akan menerkam, lalu pergi, Aku akan membawa lari dan tidak ada yang melepaskan.

    'Bisul'= kanker.
    Yang menerkam bisul atau kanker dosa adalah singa Yehuda--firman nubuat/firman penyucian yang diulang-ulang.

    Inilah firman penggembalaan yang kita butuhkan; kita harus tergembala.
    Ada firman nubuat, supaya kita tahu apa yang akan terjadi termasuk penghukuman, dan kita diberi jalan keluar. Saat Sodom dan Gomra mau dihukum, Tuhan memberitahu Abraham, dan Lot diberi jalan keluar yaitu lari ke pegunungan. Zaman Nuh, ia diberi tahu akan terjadi air bah dan diberi jalan keluar.

    Firman penggembalaan juga menyucikan kita dari bisul atau kanker dosa (kanker mulut, kanker hati, dan kanker rahim).

    Kalau disucikan dari kanker-kanker dosa dan kekuatiran, kita akan terpelihara.
    Kekuatiran juga menyerang bagian yang lemah; secara medis, kekuatiran bisa menimbulkan penyakit. Begitu juga dalam hal rohani.

    Mazmur 55: 23
    55:23. Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.

    1 Petrus 5: 7
    5:7. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

    Mazmur 23: 1
    23:1. Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

    Tiga saksi--tiga ayat di atas--berarti perkara itu sah dan sempurna. Jangan ragu lagi! Kita dipelihara oleh Tuhan sampai 'takkan kekurangan aku', artinya:


    • Kita dipelihara secara berkelimpahan sehingga selalu mengucap syukur kepada Tuhan.
    • Sekalipun mungkin tidak punya tabungan, tetapi jika kita membutuhkan sesuatu, Tuhan selalu menyediakan.
    • Tidak bercacat cela, sempurna seperti Dia.


    Inilah proses pertama penyerahan diri sepenuh kepada Tuhan; ditunggangi Tuhan menuju Yerusalem baru.
    Mulai dengan menyerahkan kekuatiran. Mari tergembala sungguh-sungguh sampai kita bisa berseru 'takkan kekurangan aku'; tidak ada kekuatiran.


  2. Mazmur 37: 5-7
    37:5. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;
    37:6. Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.
    37:7. Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya.

    Proses kedua penyerahan diri sepenuh kepada Tuhan: menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan.

    Kalau belum menyerahkan kekuatiran, bagaimana bisa menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan? Serahkan kekuatiran dulu, baru bisa menyerahkan diri sepenuh kepada Tuhan.

    Praktik menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan: berdiam diri dan percaya sepenuh kepada Tuhan--'percayalah kepada-Nya'--= diam dan tenang. Yesus tidur di buritan sementara kapal hampir tenggelam karena dihantam angin dan gelombang; ini gambaran diam dan tenang.

    Diam= mengoreksi diri lewat ketajaman pedang firman, bukan menghakimi orang lain. Jika ditemukan kesalahan, kita harus mengaku pada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi--bertobat. Bertobat, berarti masalah berhenti dan kehancuran juga berhenti. Kalau terus berbuat dosa, akan hancur sampai binasa

    Karena itu kalau ada kegagalan atau kehancuran, periksa diri dulu; berdiam diri dulu.

    "Kami juga dalam pelayanan, kalau merosot, periksa diri, kalau salahkan orang lain, justru tambah hancur. Kalau saya lihat jemaat merosot, saya berpuasa--banyak menggunakan waktu untuk mendengar firman dalam urapan Roh Kudus--, supaya Tuhan tunjukkan apa kekurangan dan kelemahan saya sehingga terjadi begini. Kalau menyalahkan orang, memang gampang sekali, tetapi justru tambah hancur."

    Koreksi diri, kalau ditemukan dosa, bertobat, kalau tidak ditemukan dosa, jangan membela diri, biar Tuhan yang membela kita.

    Tenang= menguasai diri supaya tidak berharap kepada orang lain, tetapi hanya percaya dan berharap kepada Tuhan; kita bisa berdoa menyembah Dia, tersungkur di bawah kaki-Nya.

    Itu saja! Menghadapi apa saja termasuk pelayanan, pencobaan, sampai menghadapi kedatangan Tuhan, yang pertama: serahkan kekuatiran; kita tetap tergembala. Biar Dia yang memelihara kita. Tidak usah takut! Biar kita selalu diterkam singa Yehuda--dalam kesucian. Semakin disucikan, kita semakin terpelihara.

    Dulu di padang gurun orang Israel mengambil manna selama lima hari; setiap hari satu gomer (tiga koma enam liter). Angka lima menunjuk pada penyucian panca indera. Kita disucikan sampai tidak berkekurangan.

    Kemudian yang kedua: diam dan tenang--bertobat dan berdoa menyembah Tuhan.
    1 Petrus 4: 7
    4:7. Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

    Kita banyak tersungkur di bawah kaki Tuhan.
    Diam dan tenang sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan; berserah dan berseru pada Tuhan, dan Dia akan bertindak--Mazmur 37: 5: 'Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;'. Dia mengulurkan tangan anugerah dan kuasa-Nya yang besar kepada kita. Kita diam saja dan Dia yang bertindak.

    Hasilnya:


    • Markus 4: 37-39
      4:37. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
      4:38. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?"
      4:39. Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "
      Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.

      Ayat 38= bertobat dan berdoa.

      Hasil pertama: angin dan gelombang di lautan dunia yang menghantam perahu kita menjadi teduh--ada kuasa untuk meneduhkan laut yang bergelombang.
      Artinya: semua selesai pada waktunya.

      Tuhan hanya tunggu kita mantap tergembala, dan diam-tenang. Semua selesai, tidak ada lagi masalah, tetapi damai, semua enak dan ringan, bahkan bahagia.


    • Yesaya 30: 14-15
      30:14. seperti kehancuran tempayan tukang periuk yang diremukkan dengan tidak kenal sayang, sehingga di antara remukannya tiada terdapat satu kepingpun yang dapat dipakai untuk mengambil api dari dalam tungku atau mencedok air dari dalam bak."
      30:15. Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan
      bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu."

      Bejana tanah liat hancur berkeping-keping sampai tidak bisa mengambil air; tidak berguna.
      Ayat 15: 'tetapi kamu enggan'=> bagian ini jangan diikuti. Ini adalah orang Israel yang mau lari sendiri; mau lebih tangkas naik kuda, padahal musuhnya lebih tangkas; mau menggunakan ilmu apapun, musuhnya lebih pandai, sampai akhirnya jadi seperti tonggak sendirian. Jangan!

      Hasil kedua: ada kuasa untuk memulihkan bejana yang sudah hancur berkeping-keping.
      Artinya:


      1. Yang hancur menjadi baik, terutama nikah dan buah nikah. Jangan salahkan siapapun, tetapi diam dan tenang. Kalau tidak mau diam, bejana akan terus dibanting, tambah hancur. Rugi!
        Diam dan tenang, supaya kita tidak dibanting lagi.

      2. Kegagalan menjadi berhasil dan indah.

      3. Kita diciptakan menjadi bejana baru--kita mengalami pembaharuan.


      Malam ini, banyak kesalahan dan kekurangan kita dalam hal tabiat, nikah, pelayanan dan sebagainya, tetapi kita mau diciptakan menjadi bejana yang baru oleh Tuhan; hanya mengagungkan nama Tuhan.

      Yeremia 18: 4
      18:4. Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.

      Kita diciptakan menjadi bejana baru yaitu taat dengar-dengaran. Taat termasuk setia, pasti menuju kemuliaan, tidak ada kegagalan dan kehancuran. Itulah bejana yang memuliakan dan mengagungkan Tuhan. Di dunia inipun kita juga dipermuliakan oleh Tuhan; dalam segala hal dipermuliakan oleh Tuhan, asal pelayanan kita juga memuliakan Dia.

      Sampai kalau Tuhan datang kembali kita diubahkan menjadi sempurna, sama mulia dengan Dia, untuk layak menyambut kedatangan-Nya di awan-awan yang permai.
      Kita masuk takhta, bersama Dia selamanya.

Apa keadaan kita? Bawa pada Tuhan! Tergembala sungguh-sungguh, kemudian banyak diam dan tenang di bawah kaki Tuhan. Serahkan semua pada Tuhan!
Jangan takut pada angin dan gelombang, jangan dipikirkan, yang penting serahkan kekuatiran--tergembala sungguh-sungguh, supaya Dia yang memelihara kita--, dan diam-tenang--mengangkat tangan menyembah Dia.

Biar Dia yang bertindak, dan kita hanya menyerah apapun yang terjadi.
Jangan tunggu kehancuran! Mulai sekarang, serahkan pada Tuhan! Tetapi kalaupun sudah hancur, hampir tenggelam atau sudah tenggelam sekalipun, mari datang kepada Tuhan. Yang tidak bisa dipikir dan diperbuat lagi, serahkan kepada Dia! Dia pasti membuka jalan, asalkan kita kembali pada penggembalaan dan berada di bawah kaki Tuhan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Palangkaraya)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Kupang)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 19 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Walikukun (Jam 9 Pagi))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Jatipasar (jam 9 pagi))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Pare (Jam 4 Sore))

  • 24 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 25 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Kartika Graha Malang)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top