English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Malang, 18 Juli 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:14-16 adalah NUBUAT TENTANG ANTIKRIS.

Ibadah Doa Surabaya, 13 Oktober 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 31-46
Malam ini kita membaca ayat 31
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 November 20010 (Senin Sore)
Matius 25: 31-33
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 05 Desember 2013 (Kamis Sore)
Siaran Tunda Ibadah Kunjungan di Pekanbaru

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 1:21-23
1:21...

Ibadah Kaum Muda Malang, 25 Oktober 2008 (Sabtu Sore)
Markus 12: 18, ajaran Saduki adalah ajaran yang mengajarkan bahwa tidak ada kebangkitan,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Februari 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:29-31 adalah pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, yaitu:
Ayat 29, badai maut...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 Januari 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:7
1:7 Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan...

Ibadah Doa Malang, 26 April 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal 4 dan 5 tentang suasana kerajaan Surga...

Ibadah Doa Surabaya, 15 Februari 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 Januari 2013)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 03 Januari 2017 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdm. Youpri Ardiantoro

Markus 12:28-34
12:28 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus...

Ibadah Doa Malang, 21 Januari 2014 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 4:18-31 Musa...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 26 Januari 2015 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat sore, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Agustus 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:5-6
6:5 Dan ketika Anak...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 April 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal 4-5 dalam tabernakel menunjuk tabut...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 29 April 2018 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Kita mempelajari kitab wahyu 7: 9-17.
Wahyu 7 terbagi menjadi dua bagian besar:

  1. Ayat 1-8= seratus empat puluh empat ribu orang dari dua belas suku Israel menerima meterai di dahi; menjadi inti dari mempelai wanita sorga (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 28 Januari 2018 sampai Ibadah Raya Surabaya, 08 April 2018).
    Bangsa Israel menerima meterai di dahi mereka lewat jalur janji Tuhan kepada Abraham.


  2. Ayat 9-17= bangsa kafir menerima meterai Allah di dahinya; menjadi kelengkapan dari mempelai wanita sorga (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 15 April 2018).
    Bangsa kafir menerima meterai lewat jalur kasih karunia Tuhan yang seharga kurban Kristus.

Keduanya--Israel dan kafir--yang mendapatkan meterai Allah di dahinya akan menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga yang sempurna, yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba (Wahyu 19: 9); nikah sempurna antara Kristus dengan sidang jemaat. Karena itu jaga nikah jasmani mulai dari permulaan nikah dan perjalanan nikah, supaya yang jasmani bisa mencapai yang rohani. Sesudah itu, masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang) (Wahyu 20), dan Yerusalem baru--duduk di takhta sorga selamanya (Wahyu 21-22).

Wahyu 7: 9
7:9. Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.

(terjemahan lama)
7:9. Kemudian daripada itu aku tampak ada suatu perhimpunan besar, yang tiada seorang pun dapat menghitung, yaitu daripada segala bangsa dan segala suku dan segala kaum dan segala bahasa, berdirilah sekaliannya di hadapan arasy dan di hadapan Anak domba itu, berjubah putih, dan
pelepah kurma di dalam tangannya;

'berdiri di hadapan takhta'= sampai di takhta sorga. Sekarang kita membaca, tetapi nanti saat Yesus datang kembali kita akan mengalaminya sendiri, yaitu berdiri di hadapan takhta sorga.

Syarat untuk berdiri di hadapan takhta sorga:

  1. Kita harus memakai jubah indah (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 22 April 2018 sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 April 2018).
  2. Kita harus memegang daun palem (pelepah kurma) (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 27 April 2018).

Dulu, pelepah kurma dibuat menjadi Pondok Daun (diterangkan pada Ibadah Doa Surabaya, 27 April 2018).

Sekarang kita belajar tentang daun-daun palem.
Yohanes 12: 12-15
12:12. Keesokan harinya ketika orang banyak yang datang merayakan pesta mendengar, bahwa Yesus sedang di tengah jalan menuju Yerusalem,
12:13. mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Dia sambil berseru-seru: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!"
12:14. Yesus menemukan seekor keledai muda lalu Ia naik ke atasnya, seperti ada tertulis:
12:15. "Jangan takut, hai puteri Sion, lihatlah, Rajamu datang, duduk di atas seekor anak keledai."

Dulu daun palem ada kaitan dengan perjalanan Yesus yang terakhir ke Yerusalem.
Sekarang bagi kita, memegang daun-daun palem artinya kita harus masuk dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir; pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, mempelai wanita sorga yang siap untuk untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali, sampai masuk Yerusalem baru--takhta kerajaan sorga. Kita memegang daun-daun palem, bukan ijazah karena ijazah tidak ada kaitan dengan takhta sorga.

Sasaran dari kegerakan Roh Kudus hujan akhir adalah keledai.
Keledai menunjuk pada bangsa kafir, kita semua--sebenarnya untuk bangsa Israel, tetapi karena sebagian bangsa Israel keras hati dan menolak Yesus, maka terbuka kesempatan bagi bangsa kafir. Ini merupakan jalur kasih karunia Tuhan lewat kurban Kristus, tidak ada jalan lain.

Di dalam alkitab dua kali Tuhan mengirim utusan-utusan-Nya untuk menghubungi bangsa kafir:

  1. Yosua 2: 1
    2:1. Yosua bin Nun dengan diam-diam melepas dari Sitim dua orang pengintai, katanya: "Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan kota Yerikho." Maka pergilah mereka dan sampailah mereka ke rumah seorang perempuan sundal, yang bernama Rahab, lalu tidur di situ.

    Rahab adalah bangsa kafir, bahkan sundal. Tetapi Tuhan mengirim dua orang utusannya kepada dia, bangsa kafir. Inilah kemurahan Tuhan.
    Ini adalah perjalanan terakhir untuk masuk Kanaan--Musa sudah membawa umat Israel dari Mesir ke gunung Sinai, lalu gunung Sinai sampai tapal batas Kanaan, dan dari situ dipimpin oleh Yosua. Sekarang menunjuk pada kegerakan Roh Kudus hujan awal.

    Yang pertama: di perjanjian lama: Yosua mengutus dua orang pengintai dan mereka sampai kepada Rahab.

    Rahab= kehidupan yang tidak puas karena terikat oleh dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan-minum dan kawin-mengaiwnkan (persundalan).

    Perempuan Samaria--bangsa kafir--lima kali kawin cerai, tidak puas, dan yang berikutnya juga tidak puas. Kalau terikat dosa, bangsa kafir tidak akan bisa puas.

    Yosua mengutus dua pengintai.
    Dua pengintai menunjuk pada firman dan Roh Kudus= firman dalam urapan Roh Kudus dalam sistem firman penginjilan; kabar baik. Untuk orang yang haus/tidak puas, perlu air sejuk. Ini yang sangat dibutuhkan oleh bangsa kafir.

    Amsal 25: 25
    25:25. Seperti air sejuk bagi jiwa yang dahaga, demikianlah kabar baik dari negeri yang jauh.

    Bangsa kafir yang dalam keadaan haus sampai kering membutuhkan air sejuk.
    'negeri yang jauh'= sorga.
    Kegerakan dalam kabar baik= kegerakan Roh Kudus hujan awal, untuk menyelamatkan manusia berdosa, terutama bangsa kafir--karena Yesus dan murid-murid ditolak oleh bangsa Israel, maka mereka datang kepada bangsa kafir. Akhirnya Rahab percaya dan menerima Tuhan; bangsa kafir bisa percaya dan menerima kedatangan Yesus pertama kali (selamat).

    Matius 1: 1, 5
    1:1. Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
    1:5. Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,

    Rahab--bangsa kafir--masuk dalam silsiah Yesus; kedatangan Yesus pertama kali.
    Jadi Rahab menerima kedatangan Yesus pertama kali; sama dengan bangsa kafir menerima kedatangan Yesus pertama kali (menerima keselamatan dari Tuhan).


  2. Matius 21: 1-2
    21:1. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem dan tiba di Betfage yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya
    21:2. dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan
    seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku.

    Yang kedua: di perjanjian baru: dua orang murid diutus untuk melepaskan keledai--keledai menunjuk pada bangsa kafir.

    Keledai tertambat pada apa? Tadi Rahab tertambat pada dosa sampai puncaknya dosa.
    Kejadian 49: 11
    49:11. Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur.

    Keledai harus tertambat pada pokok anggur yang benar, atau bangsa kafir harus tergembala pada firman pengajaran yang benar.

    Dua murid menunjuk pada firman dan Roh Kudus= firman Allah dalam urapan Roh Kudus dalam bentuk pengajaran/kabar mempelai; firman yang dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab; firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua--murid itu berkaitan dengan pengajaran.

    Firman pengajaran memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga untuk menyucikan bangsa kafir yang sudah selamat, sampai sempurna seperti Yesus; menjadi mempelai wanita sorga.

    Penginjilan penting, tetapi itu hanya untuk menghilangkan rasa haus-orang berdosa itu haus, diberi penginjilan bisa segar/selamat. Tetapi firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua sama seperti air hujan untuk memandikan, artinya: menyucikan sampai sempurna seperti Yesus (memandikan tidak bisa dengan sedikit air).

    Ini yang disebut dengan kegerakan Roh Kudus hujan akhir; pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Di sinilah ada daun palem. Kita harus masuk di dalamnya.

    Bangsa kafir harus masuk kegerakan Roh Kudus hujan awal--menerima penginjilan: percaya Yesus dan selamat--, tetapi juga harus masuk kegerakan Roh Kudus hujan akhir--menerima pedang firman pengajaran.

    Kalau kita menerima firman pengajaran, maka kita bisa menerima kedatangan Yesus kedua kali; menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai, masuk perjamuan kawin Anak Domba, Firdaus, sampai duduk bersanding dengan Yesus, berdiri di takhta sorga.

Tuhan tidak mau bangsa kafir terhilang dan binasa, karena itu dua kali Tuhan menghubungi dua kali. Sampai Rahabpun--pelacur--, bisa, asal kita mau, apapun dosa kita. Terima firman penginjilan: percaya Yesus, selamat, setelah itu terima firman pengajaran untuk disucikan sampai disempurnakan seperti Dia, dan kita berdiri di hadapan takhta sorga.

Langkah-langkah keledai untuk masuk Yerusalem baru--takhta kerajaan sorga--: langkah penyucian termasuk pembaharuan--ada banyak langkahnya, tetapi kita belajar satu saja.
Penyucian= yang lama dipotong, dan muncul yang baru. Ini mutlak! Karena itu harus ada pedang firman.

Kita sudah mempelajari dari kitab Wahyu 2-3, tentang penyucian terakhir terhadap tujuh jemaat bangsa kafir, sampai bisa sempurna seperti Yesus dan menjadi mempelai wanita sorga.

Syarat untuk bisa disucikan: keledai harus tertambat.
Wahyu 2: 1
2:1. "Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu.

'Tuliskanlah'= pemberitaan firman bisa secara lisan atau tulisan, kaset dan sebagainya. Yang penting bukan cara pemberitaannya, tetapi hatinya. Pemberitaan itu hanya cara, tetapi isi atau benihnya harus benar (pengajarannya benar). Sekarang bergantung pada tanah hatinya. Kalau tanah hatinya tidak baik, nasibnya akan sama seperti Eutikhus. Dia duduk di jendela--hatinya tidak baik--, telinganya mendengar rasul Paulus, tetapi juga mendengar angin, akhirnya ia mati, sekalipun mendengar secara langsung.
Yang penting adalah isinya dan tanah hatinya.

'malaikat jemaat'= gembala.
Jadi syarat untuk penyucian bangsa kafir adalah hanya bangsa kafir yang tergembala, yang bisa mengalami penyucian lewat roti malaikat (firman penggembalaan; firman pengajaran yang benar, yang diulang-ulang oleh seorang gembala, sampai kita benar-benar disucikan). Kalau tidak diulang, tidak mungkin bisa. Kita harus tergembala hari-hari ini.

Apa yang disucikan dari bangsa kafir--kita pelajari dari tujuh jemaat bangsa kafir--?

  1. Wahyu 2: 4-5
    2:4. Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.
    2:5. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

    Penyucian dan pembaharuan yang pertama: jemaat Efesus: supaya kembali pada kasih mula-mula (kurban Kristus).

    Praktiknya:


    • Praktik pertama kembali pada kasih semula: kita harus melayani dengan taat dengar-dengaran--Yesus taat sampai mati di kayu salib.
      Kasih mula-mula bukan semangat saja, tetapi harus dimulai dengan ketaatan. Biar semangat kalau tidak taat, tidak ada gunanya.

      "Dulu seorang pengerja disuruh om Pong, belum selesai beliau bicara, pengerjanya sudah keluar. Terlalu semangat, tetapi tidak tahu apa yang harus dilakukan--tidak taat. Atau sudah tahu perintahnya: Ambilkan om nasi, om lapar: Nasi hanya sepuluh ribu, ini laptop dua puluh juta, om. Apa mau dimakan laptopnya? Itulah gambarannya. Semangat tetapi tidak taat, tidak ada gunanya. Harus taat lebih dulu!"

      Namanya pelayan, harus taat lebih dulu. Ini sama dengan menghargai kurban Kristus.

      Proses taat dengar-dengaran:


      1. Percaya/iman kepada Yesus lewat mendengar firman Kristus (firman yang diurapi Roh Kudus)--pintu gerbang Tabernakel.
      2. Bertobat--mezbah korban bakaran. Kalau imannya benar, ia pasti bertobat; mati terhadap dosa; berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan.
      3. Baptisan air--kolam pembasuhan.
        Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi yaitu hidup dalam kebenaran; tidak boleh berbuat dosa lagi. Semua aspek hidup harus benar.


      4. Baptisan Roh Kudus--pintu kemah.
        Roh Kudus inilah yang membuat kita bisa berseru: Ya Abba, ya Bapa--taat dengar-dengaran (Roma 8: 15).
        Daging tidak bisa taat karena terlalu banyak melawan. Tetapi kalau ada Roh Kudus, daging akan diam; daging mati, kita hanya berseru: Ya Abba, ya Bapa.

        Saat Yesus hendak disalib, daging-Nya berkata: Kalau bisa lalukan cawan ini dari pada-Ku. Tetapi begitu Roh Kudus bicara, Ia bisa berkata: Ya Abba, ya Bapa.


      Kita taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi--kembali pada kasih mula-mula.

      Biarpun pelayanannya hebat, kalau tidak taat, Tuhan akan berkata: Enyahlah engkau!
      Matius 7: 21-23
      7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
      7:22. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
      7:23. Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu!
      Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

      Ayat 21= taat pada kehendak Tuhan sama dengan membuka pintu sorga--kita hidup dalam kesucian--, dan itu artinya pintu di dunia juga terbuka; keberhasilan terbuka. Taat adalah permulaan keberhasilan.
      Ayat 22-23= sebaliknya, sekalipun semangat dalam pelayanan, kalau tidak taat, pintu sorga akan tertutup dan pintu dunia juga tertutup. Hidup itu gagal total.


    • Praktik kedua kembali pada kasih semula: kita harus melayani dengan setia berkobar-kobar.
      Dari ketaatan, barulah ada kesetiaan; inilah semangat yang benar.

      Taat dan setia adalah satu. Yesus taat sampai mati sama dengan Yesus taat dan setia sampai mati.

      Semangat saat menyanyi tetapi malas saat pemberitaan firman, itu bukanlah semangat yang benar.
      Semangat yang benar berasal dari firman. Kalau kita taat pada firman, pintu sorga akan terbuka--kita hidup suci--, dan setia berkobar-kobar dalam melayani Tuhan bergairah dalam melayani Yesus, Mempelai Pria Sorga. Harus dimulai dari firman lebih dulu!

      Yesaya 50: 4
      50:4. Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.

      Kalau tidak bergairah dalam melayani Tuhan--berahi secara rohani--, kita akan berahi pada yang lain, banyak terjadi kejatuhan-kejatuhan sampai penyimpangan dan tersesat. Ini yang bahaya.
      Roma 1: 27
      1:27. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.

      Mari, sudah taat, hidup suci, dan setia dan berkobar-kobar; kita beribadah melayani Tuhan dengan gairah/berahi secara rohani. Kalau mulai malas, bahaya!
      Karena itu kalau isteri sudah malas beribadah, jangan dibiarkan! Bahaya! Begitu juga kalau suami mulai malas beribadah. Mari kita tatap saling mendukung dan memberi semangat.

      Taat, suci ditambah setia berkobar sama dengan menjadi biji mata Tuhan sendiri; sudah dalam pemeliharaan dan perlindungan Tuhan, tidak bisa dijamah apapun. Luar biasa!

      Jadi, ukuran kembali pada kasih mula-mula bukan hanya semangat tetapi tidak sesuai firman; tidak suci. Tidak bisa begitu. Taat/suci dulu baru semangatnya dari firman pengajaran, itu yang benar.


    • Praktik ketiga kembali pada kasih semula: jujur ('ya Abba, ya Bapa' selain artinya taat, juga berarti kejujuran)--kita bukan hanya menghargai tetapi berdiri di atas kurban Kristus, sehingga tidak mungkin jatuh, seperti mempelai wanita berdiri di atas bulan berwarna merah. Jangankan jatuh, terpelesetpun tidak bisa.
      Jujur= ya katakan: ya, tidak katakan: tidak, benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar.

      Kita jujur terutama soal pengajaran yang benar, apapun resikonya. Kalau soal Tuhan tidak berani jujur, yang lainnya tidak mungkin jujur.

      Banyak malapetaka di rumah Tuhan yaitu merpati dijual demi uang. Merpati menunjuk pada ketulusan/kejujuran.
      Juga menjadi malapetaka di rumah tangga. Kalau ketulusan/kejujuran diganti ........ (isi sendiri), akan terjadi malapetaka. Kaum muda, soal perjodohan harus jujur mulai dari diri sendiri. Mencari uang, jangan diganti dengan sesuatu dari dunia.

      Kalau merpati dijual, yang tinggal adalah ular--'hendaklah engkau tulus seperti merpati dan cerdik seperti ular'.

      Jujur berarti menjadi rumah doa. Betapa indahnya. Tadi kita menjadi biji mata, sudah dipelihara dan dilindungi oleh Tuhan, sekarang menjadi rumah doa. Apa yang tidak bisa kita lakukan dan pikiran, kita hanya berteriak pada Tuhan, dan Dia yang menjawab doa-doa kita, ada penyelesaian masalah dari Dia.

      Kalau tidak ada kejujuran--seperti sepuluh pengintai--, ular yang datang, bukan hanya masalah yang datang, tetapi juga kutukan dan kebinasaan. Sepuluh orang pengintai tidak jujur, Tuhan perintahkan untuk mengintai negeri, tetapi ditambah-tambahi, dan akhirnya kacau. Kalau di rumah tangga, rumah tangga akan hancur, begitu juga di dalam penggembalaan dan fellowship.

      "Dulu saya pertama datang ke Medan langsung minor semua: Paling kuat tiga bulan atau satu tahun, sudah habis. Tidak apa-apa. Saya mawas diri. Kalau ada ular di balik batu, saya ke Medan untuk mencari yang jasmani, sudah dari dulu saya tamat. Yang penting kejujuran. Rumah doa tidak akan tamat-tamat, sampai sempurna."


    Mari, kita semua kembali pada kasih semula.


  2. Wahyu 2: 9-10
    2:9. Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu--namun engkau kaya--dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.
    2:10. Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

    Penyucian dan pembaharuan yang kedua: jemaat Smirna: supaya setia sampai mati. Tadi, taat, setia, dan jujur, sekarang ditambah setia sampai mati.

    Jangan berhenti di tengah jalan! Dulunya taat, setia, dan jujur, lalu di tengah jalan mulai mundur; tidak setia dan jujur, akhirnya hidupnya setengah mati--seperti orang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho. Jangan main-main! Pertahankan sampai garis akhir!

    Kita harus setia sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali.
    Justru yang dalam pengajaran, banyak yang mulai mundur.

    "Saya bertemu beberapa orang yang sudah tua di dalam pengajaran--orang di zamannya Pdt van Gessel--, saya berkhotbah langsung bertanya: Van Geseel, ya?: Iya, itu sesepuh kami.: Oh, saya dulu bersama beliau. Sekarang bagaimana? Sudah tidak tahu lagi, tidak sampai garis akhir; sudah meninggalkan semua. Bahaya, seperti Yudas Iskariot dituliskan di kitab kisah rasul: Dahulu ia termasuk.... Jangan!"

    Kita harus bertahan untuk tetap setia berkobar-kobar sampai garis akhir, apapun penderitaan yang harus kita alami. Sungguh-sungguh! Untuk beribadah memang harus menderita, bahkan menghadapi aniaya. Tuhan tolong kita semua.

    Hasilnya: kita mendapatkan mahkota kehidupan, yang menjamin untuk hidup sekarang di dunia, masa depan yang indah, sampai hidup kekal selamanya. Harus sampai garis akhir, baru ada jaminan, sekalipun kita hanya seperti tongkat. Tongkat Harun hanya tongkat biasa, tetapi ditaruh di hadapan Tuhan semalam-malaman, dan bisa bertunas, berbunga dan berbuah. Hidup kita seperti tongkat, tidak ada artinya, tidak berdaya, bahkan rapuh, tetapi kalau kita setia sampai garis akhir, itulah yang menutupi segala kekurangan dan kelemahan kita baik secara jasmani (ekonomi dan lain-lain) maupun rohani (berbuat dosa).

    Tambah kesetiaan sungguh-sungguh kepada Tuhan! Itu yang menutupi kekurangan dan kelemahan kita. Dan tongkat akan bertunas, berbunga, dan berbuah. Artinya: hidup; ada mahkota kehidupan; kita hidup secara jasmani, masa depan, sampai hidup kekal.

    Kalau berhenti di tengah jalan, tidak akan ada jaminan, malah setengah mati.

    Yang belum melayani, berdoa. Yang sudah melayani, bertahan sampai garis akhir. Yang sudah berhenti melayani, kembali, tidak ada sangsinya.


  3. Wahyu 2: 12-16
    2:12. "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua:
    2:13. Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.
    2:14. Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.
    2:15. Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.
    2:16. Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.

    Pedang bisa untuk penyucian, tetapi bisa juga untuk penghukuman. Tinggal pilih, mau penyucian atau penghukuman!

    Penyucian dan pembaharuan yang ketiga: jemaat Pergamus: supaya berpegang teguh pada sebilah pedang tajam bermata dua yang keluar dari mulut Yesus--Yesus adalah Mempelai--= berpegang teguh pada satu firman pengajaran yang benar/kabar mempelai.

    Penginjilan penting, tetapi harus ditingkatkan sampai menemukan pedang di mulut Yesus, itulah kabar mempelai.
    Wahyu 19: 11,1 3, 16
    19:11. Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.
    19:13. Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah."
    19:16. Dan pada
    jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."

    Yesus adalah Mempelai, dan jubah-Nya ditulisi nama Yesus; nama Mempelai.
    'Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan'= Mempelai Pria Sorga
    Kabar mempelai= jubah Yesus yang dicelup darah.

    Memegang pedang sama dengan memegang ujung jubah Yesus. Itu yang dikehendaki Tuhan. Jangan bimbang! Jangan pernah dilepaskan! Salomo menurunkan pedang dan ia tersesat.

    Tadi ada dua ajaran sesat:


    • Ajaran Bileam= ajaran palsu yang mengarahkan kita beribadah melayani hanya untuk mendapatkan upah jasmani--tahbisan menjadi profesi, seperti bekerja di dunia. Salah! Tahbisan adalah kita bekerja untuk Tuhan/sorga, lain dengan dunia. Kalau dunia memberi upah jasmani tetapi Tuhan upah yang rohani yaitu kesempurnaan dan hidup kekal, tetapi Tuhan juga tidak melupakan yang jasmani.

      Jangan dibalik! Fokus kita tetap pada yang rohani, bukan upah jasmani.


    • Ajaran Nikolaus= mengumpulkan orang banyak dengan menghalalkan segala cara. Asumsinya: orang banyak datang, uangnya banyak.


    Dua ajaran ini bekerja sama.

    "Karena itu kami bersyukur, dalam ibadah-ibadah persekutuan di mana banyak orang datang, tidak ada kolekte. Kemarin saya menawar untuk gedung tempat ibadah: 'Kami tidak ada sponsor, tidak ada kolekte, sepenuhnya dari Tuhan, mohon dipertimbangkan. Kalau nanti dilihat ada kolekte, ambil saja kolektenya.' Tertawa orangnya."

    Pertahankan tahbisan!
    Jadi berpegang teguh pada sebilah pedang sama dengan berpegang pada ujung jubah Yesus. Siang ini ada pemberitaan firman--pedang firman ada di tengah kita--, berarti ujung jubah Yesus juga ada di tengah kita.
    Memegang pedang firman= mendengar firman dan taat dengar-dengaran.

    Jangan ragu-ragu, jangan lepas sedikitpun! Jangan memegang yang lain! Untuk memegang ujung jubah, kita harus merendahkan diri serendah-rendahnya di bawah kaki Tuhan. Mendengar firman sampai taat dengar-dengaran sama dengan merendahkan diri di bawah kaki Yesus--memegang ujung jubah-Nya.

    Hasilnya:


    • Lukas 22: 35-38
      22:35. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?"
      22:36. Jawab mereka: "Suatupun tidak." Kata-Nya kepada mereka: "Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.
      22:37. Sebab Aku berkata kepada kamu, bahwa nas Kitab Suci ini harus digenapi pada-Ku: Ia akan terhitung di antara pemberontak-pemberontak. Sebab apa yang tertulis tentang Aku sedang digenapi."
      22:38. Kata mereka: "Tuhan, ini dua pedang." Jawab-Nya: "Sudah cukup."

      Pegang pedang, sudah cukup.

      Hasil pertama: kita terpelihara secara jasmani: tidak kekurangan tetapi berkelimpahan--sampai mengucap syukur.
      Dan secara rohani: sampai tidak bercacat cela.


    • Lukas 22: 31=> saat bicara soal pedang, saat itu dalam keadaan goncang.
      22:31. Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum,

      Ada ujian/percikan darah yang harus kita hadapi, mungkin soal ekonomi, nikah goncang, tetap pedang pedang.

      Hasil kedua: kita akan dilindungi dari kegoncangan-kegoncangan di dunia yang ditimbulkan oleh setan, sehingga kita tetap mengalami damai sejahtera, semua enak dan ringan; diam dan tenang. Yesus yang bekerja untuk meneduhkan kegoncangan. Bertahan dulu sampai benar-benar Tuhan meneduhkan semuanya.

      Kalau tidak memegang pedang, jangankan digoncang, dirayupun sudah kalah--seperti Salomo.


    • Hasil ketiga: mengalami kuasa Tuhan. Perempuan yang sakit pendarahan dua belas tahun, artinya: busuk, hancur, tidak ada harapan, tetapi ia menjamah ujung jubah Tuhan--'asal kujamah ujung jubah-Nya, aku akan sembuh,' dan dia mengalami kuasa mujizat Tuhan.

      Di mana firman pengajaran diberitakan--sekalipun lama dan keras--, di situ ada ujung jubah Tuhan. Tinggal kita mau meraih atau tidak. Kalau mau pegang pedang, sudah cukup, kita tidak akan tergoncang, terjatuh, dan tersesat, tetapi tetap damai sejahtera, enak dan ringan, sampai Tuhan meneduhkan semuanya pada waktu-Nya.
      Di akhir zaman memang bertambah sulit. Pegang pedang!

      Sekarang menghadapi kemustahilan, pegang ujung jubah.
      Mujizat rohani akan terjadi:


      1. Yang sudah busuk, hancur, diubahkan menjadi kehidupan yang benar dan suci; berbau harum di hadapan Tuhan, dan bisa dipakai untuk membawa bau harum ke mana-mana.


      2. Yang sudah tercerai-berai di rumah tangga atau penggembalaan, kembali pedang pedang, pegang ujung jubah, supaya kembali pada kesatuan tubuh Kristus, mulai dari dalam nikah--seperti keluarga Nuh. Betapa indahnya. Kemudian kesatuan dalam penggembalaan.


      Dan mujizat jasmani juga terjadi: penyakit disembuhkan, yang mustahil menjadi tidak mustahil.

      Sampai kalau Yesus datang, kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia; mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai, masuk Firdaus, sampai berdiri di hadapan takhta sorga. Sekarang kita hanya membaca, tetapi yakini satu waktu kita akan berdiri di sana.

Sekarang, pegang daun palem, jangan yang lainnya. Kita masuk dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus. Kita mau dipakai oleh Tuhan.
Banyak usaha yang sudah kita lakukan, tinggal satu yaitu kembali pada pedang--mendengar dan taat dengar-dengaran. Mujizat pasti terjadi.

Bangsa kafir tidak ada arti apa-apa, tidak berharga. Dua kali Tuhan mengirim utusan-Nya. Jangan sampai keras hati menolak utusan-utusan Tuhan. Firman penginjilan dan firman pengajaran sudah cukup untuk menolong kita semua, apapun keadaan kita saat ini, tidak ada alasan. Rahab yang sudah hancur bisa dipakai.
Apapun keadaan kita, yang tidak bisa dipikir dan dilakukan, mari, kita hanya menjamah ujung jubah Tuhan. Sudah banyak usaha yang lain, sekarang fokus yang terakhir adalah kembali kepada Tuhan. Kaum muda, jangan ragu-ragu, jangan mendua! Satu pedang, satu jubah! Ada kuasa dan mujizat di dalam firman dan ujung jubah untuk menjadikan semuanya indah.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • 11-13 September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 16-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 30-31 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top