English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 09 Agustus 2015 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Matius 19:1-30 adalah pekerjaan maut yang mengintai sepanjang umur hidup manusia.
Penyerahan anak...

Ibadah Persekutuan Ciawi I, 19 April 2012 (Kamis Sore)
Tema:
"Aku menciptakan segala sesuatu baru" (Wahyu 21:5)

Ibadah Doa Surabaya, 06 Mei 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 31
= terdengar bunyi sangkakala yang dasyat bunyinya untuk menampilkan gereja Tuhan dalam kemuliaan...

Ibadah Doa Malam Malang, 27 April 2017 (Kamis Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

2 Korintus 12:7
12:7 Dan supaya aku...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 26 November 2011 (Sabtu Sore)
Lukas 1:5-25 adalah berita tentang kelahiran Yohanes Pembaptis

Lukas 1:13-17
1:13...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session II, 10 September 2009 (Kamis Tengah Malam)
Markus 14:35-36
Doa semalam suntuk = doa penyembahan disertai perobekan daging, sehingga kita bisa...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Oktober 2012 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 15 Januari 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 09 September 2012 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut...

Ibadah Doa Malang, 03 Mei 2011 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III.

Matius 26:12-13

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Mei 2018 (Rabu Sore)
Dari siaran tunda Ibadah Kunjungan di Melaka

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat...

Ibadah Raya Surabaya, 11 Agustus 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Juni 2019 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 17 Januari 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 secara keseluruhan tentang shekinah glory/...

Ibadah Doa Surabaya, 24 November 2010 (Rabu Sore)
Pembicara: Sdr. Gideon

Matius 25 : 31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 08 Juli 2012 (Minggu Pagi)

Matius 27 secara keseluruhan menunjuk pada 7 percikan darah di atas Tabut Perjanjian.
Sekarang artinya adalah sengsara yang dialami Yesus sampai mati di kayu salib untuk menyelamatkan, menyucikan, sampai menyempurnakan kita semua.

Dalam Matius 27 terdapat 7 cerita yang menunjuk pada 7 sengsara yang dialami oleh Yesus sampai mati di kayu salib, yaitu:
  1. Matius 27:1-10, Yesus diserahkan pada Pilatus dan kematian Yudas Iskariot.
  2. Matius 27:11-26, Yesus di hadapan Pilatus.
  3. Matius 27:27-32, Yesus diolok-olok
  4. Matius 27:33-50, Yesus disalibkan.
  5. Matius 27:51-56, mujizat-mujizat saat kematian Yesus.
  6. Matius 27:57-61, Yesus dikuburkan.
  7. Matius 27:62-66, kubur Yesus dijaga.


ad. 3. Yesus diolok-olok.
Matius 27:27-31
27:27 Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus.
27:28 Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya.
27:29 Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: "Salam, hai Raja orang Yahudi!"
27:30 Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya.
27:31 Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan.

Olokan yang diterima Yesus:

  1. Serdadu mengenakan jubah ungu, artinya mengolok-olok kewibawaan Yesus sebagai Raja.
    Kewibawaan raja adalah menang atas musuh. Salah satu musuh adalah dosa. Kalau kita mempertahankan dosa, itu sama dengan mengenakan jubah ungu pada Yesus dan mengolok-olok Yesus.

  2. Menganyam mahkota duri dan menaruh di atas kepala Yesus.
    Wahyu 10:1
    10:1 Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan, dan pelangi ada di atas kepalanya dan mukanya sama seperti matahari, dan kakinya bagaikan tiang api.

    Mahkota Yesus sebagai Raja segala raja adalah pelangi.

    Yehezkiel 1:27-28
    1:27 Dari yang menyerupai pinggangnya sampai ke atas aku lihat seperti suasa mengkilat dan seperti api yang ditudungi sekelilingnya; dan dari yang menyerupai pinggangnya sampai ke bawah aku lihat seperti api yang dikelilingi sinar.
    1:28 Seperti busur pelangi, yang terlihat pada musim hujan di awan-awan, demikianlah kelihatan sinar yang mengelilinginya. Begitulah kelihatan gambar kemuliaan TUHAN. Tatkala aku melihatnya aku sembah sujud, lalu kudengar suara Dia yang berfirman.

    Memahkotai Yesus dengan mahkota duri artinya mengolok-olok kemuliaan Yesus sebagai Raja.

Kehidupan yang mengolok kemuliaan Yesus adalah hamba Tuhan/pelayan Tuhan/anak Tuhan yang memiliki hati dan pikiran yang seperti duri.

Markus 7:21-23

7:21 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,
7:22 perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
7:23 Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

Hati dan pikiran yang seperti duri ini berisi 12 keinginan jahat dan najis.

Kejadian 6:5-6
6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
6:6 maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.

Jika hati dan pikiran seperti duri, maka perbuatan dan perkataan juga akan seperti duri, yaitu memilukan hati Tuhan, memalukan Tuhan.
Terutama klimaksnya adalah dalam nikah yang salah, yaitu menikah hanya untuk memuaskan hawa nafsu daging. Ini merupakan duri yang menusuk hati Tuhan.

Kejadian 6:2
6:2 maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.

Kejadian 26:34-35
26:34 Ketika Esau telah berumur empat puluh tahun, ia mengambil Yudit, anak Beeri orang Het, dan Basmat, anak Elon orang Het, menjadi isterinya.
26:35 Kedua perempuan itu menimbulkan kepedihan hati bagi Ishak dan bagi Ribka.

Perbuatan dan perkataan yang seperti duri akan menusuk hati orang tua, dan puncaknya juga terjadi dalam nikah.

Ibrani 13:17
13:17 Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

Perbuatan dan perkataan yang seperti duri juga akan membuat gembala berkeluh kesah. Akibatnya adalah doa penyautan terhalang sehingga keadaan jemaat adalah tanpa tudung, dan memberi kesempatan terbuka bagi musuh-musuh untuk menyerang.

Kalau sudah menusuk Tuhan, menusuk orang tua, menusuk gembala, akibat terakhir adalah menusuk diri sendiri. Artinya adalah hidup dalam suasana kutukan, kepedihan hati, kepahitan hati, kesusahan, kegagalan, sampai hidup dalam dosa bahkan puncaknya dosa. Kehidupan yang semacam ini hanya menunggu untuk dibakar oleh Tuhan.

Ibrani 6:8
6:8 tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran.

Sikap yang benar adalah:

  • Kita harus memuliakan Tuhan, mengagungkan Tuhan.
  • Kita harus membahagiakan orang tua.
  • Kita harus membuat hati gembala gembira sehingga doa penyautan menjadi tudung yang kuat untuk keselamatan kita.


Bagaimana kita bisa memuliakan Tuhan, membahagiakan orang tua, membuat hati gembala bergembira? Ini semua kembali pada hati nurani. Kita harus memiliki hati nurani yang baik.

Hati nurani yang baik ini diperoleh lewat baptisan air.

1 Petrus 3:20-21
3:20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
3:21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan  --  maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah  --  oleh kebangkitan Yesus Kristus,

Dalam baptisan air yang benar, kita lahir baru dari Tuhan, sehingga kita memiliki hati nurani yang baik. Kalau hati nurani baik, maka bukan diisi dengan 12 duri, tetapi diisi dengan 12 roti (2 susun roti, masing-masing 6 tumpuk). Angka 66 ini menunjuk pada 66 buku dalam Alkitab. Artinya hati nurani yang baik akan diisi dengan firman pengajaran yang benar.

Tanda hati nurani diisi firman pengajaran yang benar:

  • Hidup dalam kebenaran.
  • Taat dengar-dengaran.
  • Bisa tergembala dengan baik.
    Kehidupan yang tergembala dengan baik ini bagaikan masuk bahtera Nuh, sehingga kehidupan kita tenteram. Tergembala sama dengan masuk Ruangan Suci dalam Tabernakel, di dalamnya terdapat 3 macam alat yang menunjuk pada ketekunan dalam 3 macam ibadah.
    Dunia ini sulit, tetapi tidak akan sulit kalau kita masuk bahtera Nuh.

Kalau kita hidup benar, taat dengar-dengaran, dan tergembala dengan baik, maka kita akan bisa memuliakan dan mengagungkan Tuhan.
Prakteknya:

  1. Memuliakan Tuhan lewat harta, yaitu perpuluhan dan persembahan khusus.
    Amsal 3:9-10
    3:9 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,
    3:10 maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.

  2. Memuliakan Tuhan lewat tubuh, menjadi pelayan Tuhan/hamba Tuhan yang berkenan kepada Tuhan.
    1 Korintus 6:20
    6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

    1 Korintus 7:23
    7:23 Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia.

    Hamba Tuhan yang berkenan adalah setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan, setia dan taat dalam ibadah pelayanan.

  3. Takut akan Tuhan = takut berbuat dosa, sehingga kita bisa naik gunung penyembahan dan memandang wajah Tuhan yang bercahaya.
    Wahyu 14:7
    14:7 dan ia berseru dengan suara nyaring: "Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air."

    Kalau bisa memandang wajah Tuhan yang bercahaya, maka kita juga akan bercahaya keubahan hidup yang bagaikan pelangi di tengah kegelapan. Berubah dimulai dengan tidak berdusta lagi.
    Kalau kita menjadi pelangi Tuhan, maka kita juga akan mengalami cahaya kemuliaan Tuhan (shekinah glory) menerangi kita.

    Contohnya adalah keluarga Betania yang mengasihi Tuhan masih diijinkan mengalami awan gelap lewat kematian Lazarus. Tetapi di situ masih ada pelangi kemuliaan Tuhan.

    Yohanes 11:39-40
    11:39 Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
    11:40 Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

    Hasilnya:
    • Pelangi kemuliaan Tuhan mampu menghapus segala kemustahilan dan menyelesaikan segala masalah kita.
      Pelangi kemuliaan Tuhan juga akan menjadikan segala-galanya baik.

    • Yesus naik ke atas gunung sampai mukaNya bercahaya untuk menghadapi anak yang sakit ayan (menunjuk pada dosa kenajisan), artinya pelangi kemuliaan Tuhan sanggup menyelesaikan dosa-dosa kita, sanggup memulihkan nikah dan buah nikah yang sudah hancur.

    • Sampai kita menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.
      1 Petrus 5:3-4
      5:3 Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.
      5:4 Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.


Tuhan memberkati.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top