English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 17 Desember 2008 (Rabu Sore)
Matius 24: 29
= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan Yesus kedua kali, yaitu terjadi goncangan-goncangan...

Ibadah Doa Malang, 10 Februari 2009 (Selasa Sore)
Digabung dengan ibadah doa puasa session III

Matius 24:29-31, adalah keadaan pada waktu kedatangan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 Desember 2012 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 secara keseluruhan menunjuk tentang...

Ibadah Raya Malang, 13 Desember 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:36-44 adalah nubuat ketujuh tentang HUKUMAN ATAS DUNIA PADA SAAT KEDATANGAN YESUS...

Ibadah Doa Malang, 04 Juni 2013 (Selasa Sore)
(Bersamaan Doa Puasa Session III)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28: 20b

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 September 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 22 November 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 Mei 2012 (Senin Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Raya Malang, 13 Mei 2012 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Markus 10:13-16
10:13 Lalu...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 18 November 2014 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Doa penyembahan adalah proses perobekan daging...

Ibadah Raya Surabaya, 10 Juli 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 23-25
26:23. Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 Februari 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9-20 tentang penglihatan Yohanes di...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 18 November 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11: 37-54 => Yesus mengecam orang-orang Farisi...

Ibadah Doa Malang, 01 Maret 2011 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Matius 26:1-5 menunjuk...

Ibadah Kunjungan di Jakarta II, 18 Januari 2018 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 22 April 2018 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Kita mempelajari kitab wahyu 7: 9-17.
Wahyu 7 terbagi menjadi dua bagian besar:

  1. Ayat 1-8= seratus empat puluh empat ribu orang dari dua belas suku Israel dimeteraikan; menjadi inti dari mempelai wanita sorga (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 28 Januari 2018 sampai Ibadah Raya Surabaya, 08 April 2018).
    Bangsa Israel menerima meterai di dahi mereka lewat jalur janji Tuhan kepada Abraham.


  2. Ayat 9-17= bangsa kafir dimeteraikan; menjadi kelengkapan dari mempelai wanita sorga (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 15 April 2018).
    Bangsa kafir menerima meterai lewat jalur kasih karunia Tuhan yang seharga kurban Kristus. Kalau Yesus tidak mati disalib, bangsa kafir tidak bisa menerima meterai di dahinya; tidak bisa sempurna.

Keduanya--Israel dan kafir--yang mendapatkan meterai di dahi akan menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga yang sempurna, yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Sesudah itu masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru--duduk di takhta kerajaan sorga.

Wahyu 7: 9
7:9. Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.

'berdiri di hadapan takhta'= sampai di takhta sorga.
Kita sudah belajar jalur ke takhta sorga: Israel lewat janji Tuhan--tidak bisa diganggu gugat--, bangsa kafir lewat kasih karunia Tuhan.
Lalu proses sampai ke takhta juga sudah dipelajari: penebusan sampai penyembahan di depan takhta (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 April 2018).

Siang ini kita belajar SYARAT untuk masuk takhta sorga: harus memakai jubah putih.
Mengapa kita membutuhkan pakaian putih secara rohani? Karena sejak Adam dan Hawa berbuat dosa, dan dibuang ke dunia, semua manusia telah berbuat dosa dan kehilangan pakaian kemuliaan, berarti pakaian kebenaran dan kesucian juga hilang, sehingga telanjang.

Roma 3: 23
3:23. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

'kehilangan kemuliaan Allah'= kehilangan pakaian kemuliaan sehingga telanjang.
Orang telanjang tidak boleh masuk pesta nikah Anak Domba; tidak boleh masuk takhta sorga. Buktinya begitu manusia telanjang langsung diusir dari Firdaus.

Kita mendapatkan pakaian kebenaran, kesucian, dan kemuliaan dari Yesus yang sudah mati di kayu salib.

Ada tiga macam pakaian rohani yang diberikan oleh Yesus kepada kita semua:

  1. Yohanes 19: 23a
    19:23a. Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian

    Pakaian pertama: pakaian keselamatan--pakaian yang dibagi menjadi empat bagian.


  2. Yohanes 19: 23b
    19:23b. dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.

    Pakaian kedua: jubah kesucian/jubah indah.


  3. Wahyu 19: 8
    19:8. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

    Pakaian ketiga: jubah putih berkilau-kilauan (pakaian kemuliaan/pakaian mempelai wanita sorga).

Di kayu salib Yesus ditelanjangi untuk menutupi ketelanjangan kita, supaya kita bisa kembali ke takhta sorga lewat proses dan syarat yang benar.

Semua pakaian ini disebut dengan pakaian rohani; sama dengan harta rohani/harta sorgawi yang tidak bisa dirusak oleh ngengat.

AD. 1. PAKAIAN KESELAMATAN
Pakaian keselamatan= pakaian kebenaran= pakaian yang dibagi menjadi empat bagian.

Efesus 1: 13
1:13. Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

Pakaian kebenaran dibagi rata kepada semua manusia di empat penjuru bumi lewat pemberitaan Injil keselamatan.

"Saya bukan keturunan orang kristen, tetapi setelah ada Injil keselamatan, saya bisa diselamatkan."

Injil keselamatan= firman penginjilan= susu= Kabar Baik, yaitu firman Allah yang memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali ke dunia sebagai satu-satunya manusia yang tidak berdosa, tetapi harus mati di kayu salib untuk membenarkan dan menyelamatkan manusia berdosa--menutupi ketelanjangan manusia berdosa.
Jadi Yesus adalah satu-satunya Juruselamat.

Bukti menerima pakaian keselamatan:

  1. Roma 10: 17
    10:17. Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

    Bukti pertama: kita harus punya iman/percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat lewat mendengar firman Kristus (firman yang diurapi Roh Kudus).

    Kalau kita mendengar firman yang diurapi Roh Kudus, Roh Kudus akan menolong kita untuk


    • Mendengar firman dengan sungguh-sungguh dan suatu kebutuhan.
    • Mengerti firman.
    • Percaya/yakin pada firman= percaya/yakin kepada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat apapun yang sedang kita alami; karena imannya lewat mendengar.
      Tuhan suruh Abraham keluar dari negerinya ke tempat yang ia tidak tahu, tetapi ia percaya--ia percaya karena mendengar bukan melihat.

      Baik sehat atau diizinkan sakit kita tetap percaya Yesus, bahkan ada yang sakit diizinkan meninggal dunia tetap percaya Yesus. Itulah iman dari mendengar firman, dan kita tetap bahagia. Kalau masih ragu-ragu, sekarang kita tetap percaya Yesus sebagai Juruselamat apapun keadaan kita.


    Di dunia kita kaya, miskin, sehat, sakit berapa lama? Tetapi keselamatan untuk selama-lamanya; lebih dari semua harta di dunia--'apa gunanya kamu mendapatkan seluruh harta di dunia tetapi jiwamu tidak selamat?'

    Hati-hati! Ada NGENGAT yang menghantam pakaian, yaitu:


    • Ajaran tentang iman karena melihat--seperti imannya Tomas ('Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.'). Dan Tuhan menjawab Tomas: Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

      Iman karena melihat tidak akan bahagia; iman yang tidak teguh; gampang goyah/gugur. Kalau mata melihat mobil putih dan dapat mobil putih, senang. Kalau yang datang sapi putih, kecewa, tidak bahagia.
      Apalagi nanti saat antikris dan nabi palsu mendatangkan api dari langit, ia akan menyembah antikris.


    • Mengantuk saat mendengar firman sehingga tidak mendapatkan iman. Mau datang ibadah tidak bisa dihalangi, bagus, saat menyanyi semangat, tetapi saat mendengar firman mulai dibuat mengantuk oleh setan.


  2. Bukti kedua: bertobat; berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan; mati terhadap dosa.
    Iman yang benar menjadi rem dalam hidup rohani kita sehingga kita tidak berbuat dosa lagi.

    Ibrani 10: 25-27
    10:25. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
    10:26. Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
    10:27. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.

    'seperti dibiasakan oleh beberapa orang'= dosa kebiasaan terutama dosa tidak beribadah.

    NGENGAT di sini dalam bentuk dosa kebiasaan dan dosa sengaja, terutama menyangkut ibadah pelayanan kepada Tuhan.
    Kita ditebus oleh Tuhan dan menjadi rumah Tuhan, seharusnya untuk beribadah melayani. Kalau tidak mau beribadah melayani berarti kita berhutang darah Yesus; berbuat dosa.

    Dosa kebiasaan artinya kita tidak beribadah tetapi tidak menyesal, malah tertawa-tawa. Bahaya! Kalau sudah tertawa-tawa, akan menjadi dosa sengaja artinya sengaja tidak mau ibadah, sampai satu waktu tidak bisa beribadah kepada Tuhan, itulah dosa yang tidak terampunkan lagi dan masuk api penghukuman.

    Hati-hati! Bertobat! Jangan digigit ngengat!


  3. Bukti ketiga: baptisan air. Kalau sudah bertobat--mati terhadap dosa--, mari segera dikuburkan dalam air.
    Roma 6: 2, 4
    6:2. Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
    6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi--langit terbuka--yaitu hidup dalam kebenaran.

    Kebenaran sama dengan keselamatan. Kalau benar kita selamat, tidak benar (tidak sesuai dengan firman) berarti tidak selamat; tidak peduli tidak benarnya karena berzinah atau hanya salah kecil saja. Isteri Lot hanya menoleh ke belakang padahal Tuhan berkata: Jangan menoleh ke belakang, dan tidak selamat. Hawa memakan buah yang dilarang Tuhan, dan ia tidak selamat.

    NGENGAT di sini adalah sesuatu yang tidak benar. Tidak boleh dipertahankan, ini merusak pakaian kita dan membuat kita telanjang lagi. Apa yang tidak benar harus dibuang.


  4. Efesus 1: 13-14
    1:13. Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.
    1:14. Dan
    Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

    Bukti keempat: baptisan Roh Kudus. Saat Yesus keluar dari baptisan air, langit terbuka, dan Roh Kudus bagaikan burung merpati turun ke atas-Nya.

    Kita mengalami kepenuhan/urapan Roh Kudus, artinya: setelah percaya Yesus, bertobat, baptisan air dan baptisan Roh Kudus, bangsa kafir akan menerima meterai dalam kebenaran dan keselamatan--'dimeteraikan dengan Roh Kudus'; mendapat meterai Allah di dahi kita.

    'milik Allah'= mempelai yang sempurna.
    Roh Kudus menjadi jaminan untuk memantapkan keselamatan (ayat 13), bahkan meningkatkan keselamatan sampai kesucian dan kemuliaan--menjadi mempelai wanita sorga--(ayat 14).

    Tanpa Roh Kudus tidak ada jaminan bisa benar terus--tidak ada meterai. Tetapi kalau ada Roh Kudus, pasti ada jaminannya; ada meterai, ada jaminan; mau berbuat tidak benar, ada Roh Kudus yang menolong.

Ambil pakaian keselamatan! Untuk sampai ke takhta harus ada pakaian keselamatan.

AD. 2. JUBAH KESUCIAN/JUBAH INDAH
Ada dua pengertian rohani:

  1. Pengertian pertama jubah indah: jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus.
    Untuk ke takhta kita harus percaya Yesus sampai baptisan Roh Kudus, kecuali penjahat.

    "Ada yang tanya ke saya: 'Om bilang harus percaya Yesus, bertobat, baptisan. Penjahat percaya dan bertobat, tetapi kok tidak baptisan?': 'Kamu mau seperti penjahat itu?' Itu jalur khusus, fifty-fifty. Penjahat yang satu justru menghujat Yesus, dan tamat riwayatnya. Penjahat yang satunya minta ampun pada Tuhan. Mau pakai jalur itu? Memang tidak ada kesempatan untuk baptisan air. Mau pakai jalur itu? Bahaya, masih lima puluh persen. Jangan main-main! Lebih baik jalur yang sekarang; ada baptisan, mari masuk baptisan. Aman. Mau meninggal atau tidak, sudah aman, sudah punya pakaian putih. Jangan main-main selama hidup di dunia!
    Pdt Pong bersaksi pada saya, ada hamba Tuhan sakit dan mau meninggal dunia lalu berkata: Aku tidak percaya Tuhan lagi. Bisa terjadi. Sebaliknya penjahat di sebelah Yesus berkata: Aku percaya Engkau. Bisa terjadi. Lebih baik sekarang ditata; ada kesempatan mari ditata, yang belum baptisan mari baptisan. Yang belum percaya, mari yakinkan. Yang belum bertobat, mari berhenti berbuat dosa. Kita hidup benar semua, diurapi Roh Kudus, supaya memantapkan keselamatan dan meningkatkan keselamatan; ada meterai dan jaminan dari Roh Kudus sampai kesempurnaan.
    "

    Yang belum melayani, berdoa, pakai pakaian indah!
    Karunia Roh Kudus adalah kemampuan ajaib dari Roh Kudus sehingga kita bisa melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita. Seorang gembala mempunyai karunia menimbang roh sehingga bisa memberi makan secara pasti, bukan coba-coba--bisa membedakan ajaran yang benar dari pada yang tidak benar. Mungkin main gitar di rumah, sambil didoakan, satu tahun kemudian sudah melayani sebagai pemain gitar--ada karunia.

    Jangan sembarangan dalam melayani! Harus ada karunia dan jabatan--jubah indah.
    Jika Tuhan memberikan jabatan, Ia pasti memberikan karunia Roh Kudus.

    "Dulu saya mau kalau Tuhan panggil saya sepenuh, tetapi tidak mau jadi gembala karena trauma gembala saya dulu dimaki-maki orang. Saya maunya menjadi guru saja, mengajar sekolah alkitab, karena waktu itu sudah tahu pengajaran Tabernakel. Cukup bagi saya. Tetapi Tuhan menghendaki saya menjadi gembala, ada karunia yang Dia berikan. Tidak usah bingung!
    Saya juga kurang dalam berbicara, tetapi kalau ada karunia, bisa. Saya tidak mengerti bahasa inggris, tetapi disuruh ke luar negeri. Baru di bandara saja sudah salah alamat. Sampai malu saya. Tetapi bisa Tuhan tolong. Menghadapi imigrasi di Amerika, orangnya besar, saya takut, orang lain yang lancar bahasa inggrisnya dibuang, tidak boleh masuk. Saya di belakangnya hanya bilang ke isteri saya: 'Berdoa, ma.' Saya menghadap, tidak ditanya, langsung diizinkan masuk. Itulah karunia Tuhan. Tuhan tolong, semua karena karunia. Jangan mengandalkan apapun yang dari kita.
    "

    2 Korintus 8: 1-3
    8:1. Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia.
    8:2. Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.
    8:3. Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka.

    Tidak punya uang, bahkan dalam pencobaan tetapi bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan, karena ada karunia Roh Kudus. Karena itu tidak bisa mengandalkan kemampuan sendiri.

    "Bukan berarti tidak boleh hebat atau pintar, silakan. Sekarang saya bilang: Beli pianika untuk anak-anak sekolah minggu! Karena di Medan ada sekolah kita: SD Bride Tidings School. Di sana diajarkan pianika, dan saat ibadah persekutuan mereka main. Saya senang, jadi saya suruh supaya anak-anak sekolah minggu diajar pianika, supaya musiknya pintar semua. Saya senang. Tetapi itu semua tidak bisa diandalkan. Di ayat ini, miskin dan dalam pencobaan tetapi bisa memberi. Semua karena ada karunia Roh Kudus."

    Karunia Roh Kudus menolong kita untuk melayani Tuhan; memberi untuk pekerjaan Tuhan. Pekerjaan sorga tidak bisa bergantung sedikitpun pada dunia, tetapi harus dengan karunia Roh Kudus.

    Kejadian 37: 2-3
    37:2. Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun--jadi masih muda--biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.
    37:3. Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.

    Jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus= jubah indah.
    Artinya: yang menentukan hidup kita indah atau tidak adalah ada tidaknya jubah indah/jubah kesucian.
    Sudah selamat, sudah dimeterai, dan diberkati, mari, lebih dari itu, hidup kita harus indah lewat melayani. Berdoa pada Tuhan! Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

    Syarat untuk dipercaya jubah kesucian:


    • Syarat pertama: ayat 2: Yusuf tergembala= selalu berada di dalam kandang penggembalaan; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


      1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya. Kita diberi minum supaya segar, tidak kering rohani.


      2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus. Kita diberi makan supaya kuat untuk mengikuti dan melayani sampai Tuhan datang, dan bertumbuh ke arah kesempurnaan.


      3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya. Kita bernapas dengan kasih Allah. Kasih Allah kekal, berarti hidup kita juga kekal.


    • Syarat kedua: taat dengar-dengaran pada suara gembala; makan firman penggembalaan. Jangan mendengar suara asing!

      "Kemarin saya menerima kiriman WA dari seorang jemaat, mengenai domba mengenal suara gembala. Ada domba, lalu orang lain datang, dombanya diam saja, kemudian orang kedua datang, dombanya hanya menunduk. Terakhir gembalanya yang datang memanggil, domba-dombanya langsung datang. Saya menitikkan air mata. Itulah domba yang benar, dan gembalanya benar--ada kontak."

      Begitu juga kita, kalau ada suara asing, lari! Jangan merasa kuat!Salomo merasa kuat, tetapi akhirnya hancur. Tidak ada yang kuat.
      Kalau mendengar dua suara sudah tidak mungkin kuat; hidupnya sudah mulai netral, sudah mulai meraung-raung hidupnya, payah, mau jalan tidak bisa--seperti mobil di posisi netral.

      Satu kandang, satu suara.

      Di dalam kandang penggembalaan kita mengalami penyucian, tidak mau kompromi dengan dosa--'Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya'. Ini sama dengan tidak mau mencemarkan pakaian kesucian/pakaian indah.

      Kaum muda, dari perkataan, jaga, jangan mencemarkan pakaian indah! Bayangkan jubah indah dicoret tinta, sayang sekali, orang yang melihatpun juga merasa sayang. Kita mendapat jubah dari Yesus yang ditelanjangi. Sayangilah jubah itu, jangan mudah dicemarkan lewat perkataan, perbuatan, dan pandangan.

      Apalagi sekarang di dunia maya, hati-hati, banyak pencemaran, orang tua lebih susah lagi, lebih tidak tahu lagi. Tuhan tolong.
      Kalau dulu pencemarannya di luar, kalau ada di dalam, aman. Sekarang di dalam saku tidak aman. Lebih payah lagi kita.

      "Dulu saat saya masih kecil, kalau di dalam rumah, aman. TV saja tidak ada. Jangankan TV, listrikpun tidak ada. Kalau sudah di dalam kamar, sudah aman. Tetapi kalau mau keluar, sudah ditanya: Kamu mau ke mana?: Mau ke sana. Orang tua akan mengikuti. Itu dulu, tetapi sekarang, jangankan di dalam kamar, di dalam saku bisa macam-macam. Ngeri. Jangan sampai dicemarkan! Jaga! Tuhan tolong kita semua"

      Kalau suci, kita akan diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus (Efesus 4: 11-12).

      Kalau tidak tergembala--kristen jalanan--ia sama seperti Bartimeus yang buta dan meminta-minta di pinggir jalan. Mungkin kaya karena meminta-minta, gampang cari uang, gampang berkatnya. Itu bukan berkat karena ia dalam keadaan buta dan pakaiannya tambal sulam; jubahnya kumal dan NGENGAT mulai datang untuk merusak jubah itu sampai telanjang; tidak indah--kalau tidak tergembala , akan menjadi buta dan telanjang, dan masuk lubang yang dalam.

      Sebaliknya, kalau tergembala, biar kita miskin, kita tetap memiliki jubah indah. Mari bertahan, Tuhan menolong kita.
      Yesaya 52: 11-12
      52:11. Menjauhlah, menjauhlah! Keluarlah dari sana! Janganlah engkau kena kepada yang najis! Keluarlah dari tengah-tengahnya, sucikanlah dirimu, hai orang-orang yang mengangkat perkakas rumah TUHAN!
      52:12. Sungguh, kamu tidak akan buru-buru keluar dan tidak akan lari-lari berjalan, sebab
      TUHAN akan berjalan di depanmu, dan Allah Israel akan menjadi penutup barisanmu.

      (terjemahan lama)
      52:12. Karena adapun kamu akan keluar itu bukannya dengan
      gopoh-gopoh; adapun kamu akan berjalan itu bukannya seperti orang lari, karena Tuhan juga akan berjalan di hadapan mukamu, dan Allah orang Israelpun akan menjadi tutup tentaramu.

      Kalau sudah suci dan diberi jabatan pelayanan, kita akan dipakai dalam pelayanan pembangunan rumah rohani/tubuh Kristus yang sempurna, sampai mengangkat tabut perjanjian--'hai orang-orang yang mengangkat perkakas rumah TUHAN'. Kita bisa mengabarkan kabar mempelai ke mana-mana. Masih banyak jiwa yang membutuhkan, ini kepercayaan Tuhan kepada kita.

      Semakin dipakai, hidup kita akan semakin indah.
      'TUHAN akan berjalan di depanmu, dan Allah Israel akan menjadi penutup barisanmu' = kita mengalami damai sejahtera, semua indah, enak, dan ringan. Hidup kita tidak tergopoh-gopoh, begitu terlindungi.


    • Matius 25: 21
      25:21. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

      Syarat ketiga: setia-baik, setia-berkobar, dan setia-tanggung jawab dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan. Ngengat tidak bisa masuk. Kita bahagia.


    Itulah jubah kesucian/jubah indah. Hidup itu menjadi indah, enak, ringan, damai, dan bahagia. Jangan sampai malas! Kalau malas dan jahat--hamba yang tidak berguna--, akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap.

    Matius 25: 30
    25:30. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

    Kalau tidak tergembala, pasti tidak setia dan suci, dan pasti ia malas dan jahat, untuk dicampakkan dalam kegelapan yang paling gelap; tangisan sampai kebinasaan.

    Sungguh-sungguh hidup benar, kita akan dimeteraikan Roh Kudus. Kita mantap dalam keselamatan, buang yang tidak benar. Tuhan yang menyelamatkan dan memberkati.

    Kemudian jubah indah/jubah kesucian. Kita digembalakan, disucikan, dan setia. Hidup kita akan indah, damai, enak, ringan, dan bahagia. Apa lagi yang dicari di dunia ini? Sudah tidak ada lagi kertak gigi dan ratap tangis.


  2. Wahyu 19: 11, 13, 16
    19:11. Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.
    19:13. Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah."
    19:16. Dan
    pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."

    'nama-Nya ialah: "Firman Allah."'= jubah adalah firman Allah.
    'Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan'= Mempelai Pria Sorga.

    Pengertian kedua jubah indah: firman mempelai--firman ditulisi 'Mempelai'--= kabar mempelai.
    Ada Kabar Baik, juga ada kabar mempelai.

    2 Korintus 4: 3-4
    4:3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Kabar mempelai= cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus= firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yaitu firman Allah yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga untuk menyucikan orang-orang yang sudah selamat, sampai sempurna seperti Yesus; menjadi mempelai wanita sorga yang sempurna.

    Di desa dan kota membutuhkan penginjilan, tetapi juga membutuhkan pengajaran.
    Lukas 8: 1
    8:1. Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,

    'dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah'= desa dan kota membutuhkan Injil keselamatan--pakaian kebenaran.

    Lukas 13: 22
    13:22. Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.

    'dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar'= pengajaran juga dibutuhkan di desa dan kota.
    Jadi sangat salah kalau berkata: Kita di desa, tidak usah pengajaran, tidak mengerti. Salah! Baca alkitab!

    Mengapa di desa dan kota membutuhkan penginjilan dan pengajaran?


    • Karena gereja Tuhan di seluruh dunia banyak yang telanjang; pakaiannya dirusak oleh ngengat.
    • Supaya gereja Tuhan di seluruh dunia bisa diselamatkan dan disempurnakan seperti Yesus--mempelai wanita yang siap untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai.


    Ini tugas kita, mulai dari rumah tangga.
    Salah satu bentuk ketelanjangan gereja Tuhan di manapun adalah seperti perempuan yang sakit pendarahan dua belas tahun.
    Artinya:


    • Bau, najis, busuk, apalagi bangsa kafir.
    • Pendarahan= ada perpecahan artinya: tidak damai, tetapi letih lesu dan berbeban berat; berapa banyak rumah tangga bertengkar dan lain-lain.

      "Ada yang datang pada saya, baru menikah: 'Om, saya capek dalam menikah.' Saya sampai menangis: 'Jangan ya, doa sungguh-sungguh.' Bukan jemaat, tetapi dia datang di Medan. Ini kenyataan. Ada lagi mantan murid di Petra, baik dengan saya, masih telepon: 'Pak, kalau saya bercerai boleh ya, Pak?': 'Jangan!' Macam-macam. Suami isteri kerja, tetapi terjadi perpecahan, tidak ada damai. Itulah keadaan gereja Tuhan."


    • Tidak berdaya; tidak bisa apa-apa; banyak air mata, dan kesusahan.
    • Tidak tenang; dalam ketakutan.
    • Bertambah buruk sampai menghadapi kemustahilan.


    Kalau dibiarkan, akan binasa. Itulah keadaan gereja yang telanjang. Perempuan ini kaya, dia bayar ke sana ke mari, sampai harta habis dan keadaannya lebih buruk. Sudah banyak usaha gereja Tuhan dengan caranya sendiri: kepandaian, kekayaan, dan pengalamannya, tetapi masalah tidak selesai, bahkan lebih memburuk. Itulah masalah nikah dan buah nikah--perpecahan terutama terjadi dalam nikah.

    Hanya satu yang ditunggu: Asal kujamah ujung jubah-Nya aku sembuh. Ujung jubah menunjuk pada kabar mempelai.
    Dulu perempuan ini lemah karena penyakitnya tetapi berusaha menjamah ujung jubah Tuhan.

    Mungkin kita banyak bergosip, mau pegang kabar mempelai tetapi mendengar suara yang tidak baik. Mari merendahkan diri sungguh-sungguh, untuk mendengar kabar mempelai, percaya, sampai mempraktikkannya apapun resiko yang kita hadapi--sampai daging tidak bersuara. Perempuan ini sudah tahu resikonya yaitu mati terinjak-injak, tetapi ia tetap praktik firman. Dua belas tahun sakit pasti sudah lemah, tetapi ia gigih untuk mempraktikkan firman apapun yang ia hadapi. Dan dalam setiap pemberitaan firman Tuhan ada uluran tangan Tuhan.

    Kalau kita mengulurkan tangan untuk menjamah ujung jubah Tuhan--menerima kabar mempelai dan mentaatinya--, Tuhan akan mengulurkan tangan-Nya.
    Mazmur 62: 12-13
    62:12. Satu kali Allah berfirman, dua hal yang aku dengar: bahwa kuasa dari Allah asalnya,
    62:13. dan dari pada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya.

    Setiap kabar mempelai diberitakan, ada uluran tangan kuasa dan kemurahan Tuhan, bukan untuk menghukum kita, tetapi selalu mengadakan mujizat-mujizat di tengah kita.

    Kesempatan siang ini,, di manapun kita berada, kuasa Tuhan sama, tidak bisa dibatasi apapun. Asal kita menjamah ujung jubah-Nya, Dia juga akan menjamah kita dan kita sembuh, berarti semua damai, masalah selesai, perpecahan jadi kesatuan lagi, enak-ringan, dan wajah berseri. Kita mengikuti Tuhan sampai Dia datang; saat Dia datang kembali kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia--mempelai wanita yang siap untuk menyambut kedatangan-Nya.

    Tadi kita bada dalam kitab wahyu 7: 9: banyak orang berdiri di hadapan takhta, nanti kita berada di situ juga, di hadapan takhta sorga. Betapa indahnya jika kita bersama keluarga kita.

Mungkin masa depan sudah hancur dan sebagainya, Tuhan yang menolong. Setiap firman diberitakan--sepatah kata saja--ada dua hal yang kudengar: ada kuasa Tuhan dan kasih setia Tuhan yang tidak pernah meninggalkan kita, apapun keadaan kita. Mungkin tidak ada yang tahu keadaan kita, bahkan tidak mah tahu, secara rohani dan jasmani susah, masih ada Tuhan.
Yang sudah berhasil jangan sombong: Tetap pegang saya, Tuhan, jangan sampai hancur.

Ada keberhasilan, kegagalan, atau kebusukan, serahkan pada Tuhan! Kaum muda, jangan putus asa apapun keadaanmu!
Biar kita semua bahagia dan wajah berseri. Kita tidak berharap yang lain lagi, tetapi hanya menjamah ujung jubah Tuhan.

Jangan keras hati! Jangan bertahan pada yang salah! Jamah Dia! Perempuan ini kaya dan hebat, tetapi tidak bisa apa-apa, apalagi kita. Biar Tuhan menjamah kita semua dan keluarga kita; Dia yang mengangkat dan memperbaiki kita. Tidak ada yang mustahil bagi Dia secara jasmani dan rohani. Sampai Dia datang kembali, mujizat selalu menyertai kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Palangkaraya)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Kupang)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 19 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Walikukun (Jam 9 Pagi))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Jatipasar (jam 9 pagi))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Pare (Jam 4 Sore))

  • 24 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 25 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Kartika Graha Malang)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top