English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 05 Maret 2019 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:1-12 tentang peniupan sangkakala kelima,...

Ibadah Doa Malang, 07 April 2009 (Selasa Sore)
(digabung dengan Ibadah Doa Puasa Session III)

Keluaran 17 dalam Tabernakel terkena pada Pelita...

Ibadah Doa Malang, 07 Maret 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 14:13
14:13 Setelah Yesus mendengar berita itu...

Ibadah Raya Surabaya, 10 Agustus 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 07 Februari 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:1
5:1 Maka aku melihat di...

Ibadah Natal Persekutuan Malang, 25 Desember 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:6-13
8:6 Dan ketujuh malaikat...

Ibadah Doa Surabaya, 21 Januari 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 29-31
= keadaan pada  waktu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua.
ay. 29 dan ay. 30...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Februari 2016 (Senin Sore)
Pembicara: Pdm. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat sore, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita, Yesus...

Ibadah Persekutuan Ambon I, 15 November 2011 (Selasa Sore)
Tema: Yohanes 10: 10
"Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. "

= "Aku datang supaya mereka hidup dalam...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 04 Mei 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas pasal 4 dan 5 dalam...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 03 Juli 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:43-46
14:43. Waktu Yesus masih berbicara, muncullah Yudas, salah seorang dari kedua belas...

Ibadah Raya Surabaya, 15 Desember 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 17 Februari 2010 (Rabu Sore)
Matius 24: 51b
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kemunafikan.

Matius 6:
= kemunafikan dalam...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 09 November 2010 (Selasa Siang)
Roma 12:1-2
12:1. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu,...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 07 Juli 2017 (Jumat Malam)
Keluaran 38: 21-31
38:21. Inilah daftar biaya untuk mendirikan Kemah Suci, yakni Kemah Suci, tempat hukum Allah, yang disusun...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Februari 2015 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.
Kita berada dalam kitab Wahyu 3.
Wahyu 2-3, dalam susunan Tabernakel, menunjuk pada tujuh kali percikan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman), supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita Sorga yang siap untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan bersama Tuhan selamanya.

Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikkan darah adalah:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi Tuhan katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).


  3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) yang harus meninggalkan ajaran-ajaran sesat (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 28 Desember 2014).


  4. sidang jemaat di TIATIRA (Wahyu 2: 18-29) yang harus mengalami penyucian hati dan pikiran sampai pikiran yang terdalam (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 04 Januari 2015 sampai Ibadah Raya Surabaya, 18 Januari 2015).


  5. sidang jemaat di SARDIS (Wahyu 3: 1-6) yang mengalami kebangunan rohani dan kuat rohaninya= berjaga-jaga (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 21 Januari 2015).

Kita masih berada pada jemaat yang kelima, yaitu jemaat di SARDIS.
Wahyu 3: 1-4
3: 1. "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!
3:2. Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku.
3:3. Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak
berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.
3:4. Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam
pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu.

'sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku' = tidak ada pelayanan yang berkenan kepada Tuhan.

Kita sudah mempelajari, kepada sidang jemaat Sardis, Yesus tampil dalam 2 hal, yaitu 'yang memiliki ketujuh bintang' dan 'yang memiliki ketujuh Roh Allah' untuk menyampaikan Firman Tuhan kepada sidang jemaat di Sardis (sudah diterangkan mulai Ibadah Doa Surabaya, 21 Januari 2015 sampai Ibadah Raya Surabaya, 25 Januari 2015).

Tuhan Yesus tampil sebagai 'yang memiliki ketujuh bintang' dan 'ketujuh Roh Allah', supaya jemaat Sardis mengalami kebangunan rohani dan kuat rohaninya(menerima kekuatan ekstra dari Tuhan), SUPAYA TETAP BERJAGA-JAGA.

Pada ayat 2 dan 3, ada 2 hal yang harus dijaga oleh sidang jemaat di Sardis:

  1. Ayat 2 = 'sebab tidak satu pun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku'.
    Hal pertama yang harus dijaga: berjaga-jaga dalam ibadah pelayanan/tahbisan, sebab tahbisannya tidak ada yang sempurna/belum berkenan pada Tuhan, bahkan hampir mati/tidak ada apinya lagi (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Februari 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 04 Februari 2015).


  2. Wahyu 3:3
    3:3. Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.

    Hal kedua yang harus dijaga: berjaga-jaga dikaitkan dengan kedatangan Yesus yang kedua kali (mulai diterangkan dari Ibadah Raya Surabaya, 08 Februari 2015):


    • berjaga-jaga dikaitkan dengan WAKTU kedatangan Yesus kedua kali yang seperti pencuri (tidak ada yang tahu). Kemarin sudah dipelajari berjaga-jaga pada menjelang malam, tengah malam, larut malam dan pagi-pagi buta/fajar menyingsing (sudah diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 08 Februari 2015).


    • tetapi, di dalam ayat 4 ('ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya'), kita juga berjaga-jaga soal PAKAIAN, supaya pakaian tidak dicemarkan oleh noda-noda, tetapi kita mendapatkan pakaian putih berkilau-kilau.

Pakaian mempelai itu putih dan tidak dicemarkan oleh noda-noda.
Yudas 1: 11-12
1:11. Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.
1:12. Mereka inilah
noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali.

Ada 3 noda di sini:

  1. noda Kain,
  2. noda Bileam,
  3. noda Korah (kedurhakaan).

Menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, kita berjaga-jaga supaya pakaian tidak tidak dicemarkan oleh noda-noda. Salah satu noda yang kita pelajari adalah noda Korah (noda kedurhakaan) yang banyak menodai pakaian kita. Kalau pakaian bernoda/bercela, berarti tidak bisa menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.

Kedurhakaan melanda 3 tempat:

  1. kedurhakaan melanda nikah rumah tangga.
    Ini harus dijaga, karena ada kaitan dengan menyambut kedatangan Yesus kedua kali.
    Praktiknya:


    • Maleakhi 2: 15-16
      2:15. Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
      2:16. Sebab
      Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel--juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!

      Praktik pertama kedurhakaan dalam nikah: tidak setia dalam nikah yang mengakibatkan perselingkuhan, kawin cerai, sampai kawin mengawinkan (seks bebas).
      Ini akan menghasilkan benih raksasa (bukan keturunan ilahi) seperti pada zaman Nuh.

      Keturunan raksasa= manusia yang hidup dalam hawa nafsu daging yang besar (melampaui batas atau tidak wajar).
      Kalau tidak setia, berarti roh Babel sudah masuk dalam nikah rumah tangga. Babel = pelacur (tidak setia).


    • Matius 10: 21-22
      10:21. Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.
      10:22 Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

      Praktik kedua kedurhakaan dalam nikah: kebencian yang menimbulkan pertengkaran dan kekerasan dalam rumah tangga. Kekerasan dalam rumah tangga, berarti suami tidak mengasihi isteri seperti dirinya sendiri, isteri tidak tunduk pada suami dan anak-anak tidak taat dengar-dengaran pada orang tua.

      Kebencian ini dimulai dari rasa tidak suka sampai nanti terjadi pembunuhan. Sebab itu, kalau ada rasa tidak suka, harus cepat diselesaikan.
      Kalau sampai terjadi pembunuhan, berarti roh antikris sudah masuk.


    Jadi, kita harus waspada. Kedurhakaan dalam nikah ini melanda nikah manusia di dunia mulai dari istana raja sampai kolong jembatan, bahkan melanda nikah hamba-hamba Tuhan dan pelayan-pelayan Tuhan.
    Kita berjaga-jaga supaya pakaian tidak dicemarkan oleh noda-noda.

    Korban perang dunia pertama dan kedua bisa dihitung, tetapi korban nikah yang hancur karena kedurhakaan tidak bisa dihitung sampai hari ini. Kita harus jaga benar-benar.

    Supaya tidak mengalami kedurhakaan dalam nikah, maka kita harus kembali pada rumus nikah Kristiani dari Tuhan.
    Efesus 5: 31
    5:31. Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

    Kejadian 2: 24
    2:24. Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.

    2 kali ditulis (2 saksi), maka perkara itu menjadi sah.
    Inilah rumus nikah dari Tuhan, yaitu 'laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya'.
    Artinya: harus ada restu dari orang tua.
    Rumus nikah dari Tuhan adalah 1 suami + 1 isteri= 1 daging ('sehingga keduanya menjadi satu daging').
    Di antara 1 suami dan 1 isteri hanya boleh ada tanda tambah (tanda salib), tidak boleh ada tanda lainnya.
    Tanda salib= kasih Yesus dari kayu salib.

    Bukti atau praktiknya kalau ada tanda salib adalah saling mengaku dan saling mengampuni.
    Yang salah, mengaku dosa dengan sejujur-jujurnya kepada Tuhan dan pasangannya (kepada suami atau isteri).
    Yang benar, mengampuni dan melupakannya.
    Maka, segala dosa diselesaikan oleh darah Yesus di atas kayu salib, sehingga suami isteri kembali menjadi satu.

    "Kepada kehidupan yang mau menikah (dalam penataran pernikahan), saya selalu katakan untuk selesaikan dosa-dosa selama masa pacaran dan tunangan. Kalau sudah selesai, saya berterima kasih karena saya mendapat kepercayaan istimewa dari Tuhan untuk memberkati nikah yang suci, apalagi kalau selama pacaran atau tunangan tidak terjadi pelanggaran. Tetapi, saya suruh selesaikan juga dosa-dosa yang pernah dilakukan pada waktu dulu pacaran dengan orang lain. Misalnya, setelah ada pengakuan, tetapi tidak bisa mengampuni (terasa berat), batalkan nikahnya, itu berarti tidak ada kasih. Jika ada kasih (tanda salib), maka bisa saling mengaku dan mengampuni. Semuanya harus terang-terangan supaya nikah menjadi satu."

    Dosa inilah yang membuat suami dan isteri, anak-orang tua, kakak adik dan sebagainya di dalam rumah tangga terpisah. Dosa kecil ataupun dosa besar (apapun dosanya) sama-sama membuat terpisah. Tidak hanya perzinahan yang membuat terpisah, dusta juga bisa membuat terpisah.

    Dosa adalah beban terberat dari manusia. Kalau dosa bisa diselesaikan (nikah menjadi satu), maka segala masalah juga diselesaikan oleh darah Yesus, air mata dihapus, bahkan nikah menuju kesatuan yang lebih besar, yaitu perjamuan kawin Anak Domba, kita bersama Tuhan selama-lamanya.

    Efesus 5: 32
    5:32. Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.

    Perjamuan kawin Anak Domba = pernikahan rohani antara Kristus dengan sidang jemaat di awan-awan yang permai.


  2. Kedurhakaan di dalam ibadah dan pelayanan (tahbisan).
    Nikah dan ibadah pelayanan tidak bisa dipisahkan.
    Praktiknya:


    • Ibrani 10: 25-27
      10:25. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
      10:26. Sebab jika kita
      sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
      10:27. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang
      durhaka.

      Praktik pertama kedurahkaan dalam tahbisan: tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanan.
      Ini melanda mulai dari gembala. Sebab, ayat mengatakan, 'gembala dibunuh, maka domba tercerai berai'.

      Ini pandainya setan. Setan membunuh gembalanya dulu (gembala menjadi tidak setia), maka domba-domba akan tercerai berai.
      Kita jangan dibodohi, tetapi berdoa, supaya kita semua bersungguh-sungguh.

      Tidak setia dalam ibadah atau tidak mau beribadah adalah dosa yang meningkat:


      1. dosa kebiasaan.
        Kalau dulu, mungkin kita merasa begitu berhutang saat tidak datang beribadah. Tetapi kalau sudah menjadi kebiasaan, tidak lagi merasa menyesal atau berdosa jika tidak bisa beribadah melayani Tuhan.
        Ini sudah berbahaya.


      2. Dosa sengaja.
        Ada kesempatan terbuka, tetapi tidak mau beribadah melayani Tuhan.
        Ini menyangkut soal gembala dan fulltimer yang kesempatannya paling terbuka sebab sudah tidak bekerja. Atau sidang jemaat, kalau terhalang, kemudian Tuhan memberikan kesempatan terbuka, tetapi tidak mau beribadah.

        "Ada jemaat di Malang, kalau ibadah hari Kamis memang orang itu tidak bisa datang karena terlambat sekali. Tetapi saat tanggal merah (libur) di hari Kamis, saya berharap orang itu datang, karena saya percaya, seperti imam-imam pengangkat tabut menginjakkan kaki di sungai Yordan, maka air sungai Yordan tersibak. Inilah keyakinan saya sebagai gembala dan saya mendoakan terus supaya Tuhan memberikan kesempatan. Tetapi, orang itu tetap tidak datang. Kalau tidak datang pada saat ada kesempatan, kapan mau datang?"


      Akibatnya: tidak ada korban untuk menghapus dosa sengaja. Ini sudah kedurhakaan.
      Yang ada hanya kebinasaan selamanya.

      Ada banyak nasihat, tetapi nasihat tertinggi menjelang kedatangan Yesus kedua kali adalah nasihat untuk mendorong seseorang supaya bisa beribadah melayani Tuhan dengan setia.
      Kalau dinasihati untuk beribadah, jangan marah. Sebaliknya, harus bersyukur kalau diingatkan, karena ini merupakan nasihat tertinggi. Kalau dinasihati untuk ibadah tetapi marah, berarti sudah sengaja tidak beribadah dan tidak bisa ditolong lagi.

      Dan jangan malu untuk memberi nasehat, asal tujuan kita memang untuk menolong (tidak ada pamrih).
      1 Timotius 4: 8-10 (pasal tentang tahbisan)
      4:8. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
      4:9. Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.
      4:10. Itulah sebabnya kita
      berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.

      'Latihan badani terbatas gunanya' = paling maksimal sampai di liang kubur.

      Dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, ada janji Tuhan secara dobel (jaminan kepastian yang dobel) untuk memelihara hidup kita sekarang di dunia ini termasuk masa depan yang indah, sampai hidup kekal selama-lamanya.

      Janji Tuhan yang dobel dalam ibadah harus menjadi keyakinan pasti dalam setiap kehidupan kita ('Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya'), sehingga mendorong kita untuk memperjuangkan ibadah pelayanan lebih dari segala perkara di dunia. Semuanya harus diperjuangkan dengan keras (bekerja, sekolah), tetapi lebih dari itu, kita memperjuangkan ibadah pelayanan lebih dari segala perkara di dunia.
      Kalau kita semangat untuk belajar, harus dibanding juga bagaimana semangat dalam ibadah.

      "Anak saya ini semangat olahraga, tetapi kalau sakit dan tidak bisa olahraga, ia selalu tanya, 'kapan bisa olahraga?' Saya senang dan mendukung, tetapi saya tanya, 'bagaimana semangatmu untuk ibadah?'"

      Kalau tidak imbang, itulah neraca palsu.


    • Bilangan 16: 8-11, 31-32
      16:8. Lalu berkatalah Musa kepada Korah: "Cobalah dengar, hai orang-orang Lewi!
      16:9. Belum cukupkah bagimu, bahwa kamu dipisahkan oleh Allah Israel dari umat Israel dan diperbolehkan mendekat kepada-Nya, supaya kamu melakukan pekerjaan pada Kemah Suci TUHAN dan
      bertugas bagi umat itu untuk melayani mereka,
      16:10. dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu menuntut pangkat imam lagi?

      16:11. Sebab itu, engkau ini dengan segenap kumpulanmu, kamu bersepakat melawan TUHAN. Karena siapakah Harun, sehingga kamu bersungut-sungut kepadanya?"
      16:31. Baru saja ia selesai mengucapkan segala perkataan itu, maka terbelahlah tanah yang di bawah mereka,
      16:32. dan
      bumi membuka mulutnya dan menelan mereka dengan seisi rumahnya dan dengan semua orang yang ada pada Korah dan dengan segala harta milik mereka.

      'menuntut pangkat imam lagi?' = menuntut sesuatu.
      'bersepakat melawan TUHAN'= durhaka (Yudas 1: 11).
      Jadi, bersungut-sungut termasuk bersepakat melawan Tuhan.

      Praktik kedua kedurhakaan dalam tahbisan: mau beribadah melayani Tuhan, tetapi bersungut-sungut.
      Mengapa selalu bersungut-sungut?
      Sebab, beribadah melayani tanpa kasih, sama dengan pelayanan daging.

      Tanda pelayanan daging: selalu menuntut hak; hak untuk makan minum, kebutuhan jasmani, ucapan terima kasih, penghargaan, kedudukan dan sebagainya.

      Akibatnya: ayat 31-32: 'bumi membuka mulutnya dan menelan mereka semua'= turun ke bawah, baik secara jasmani dan rohani (merosot kesuciannya) sampai menuju alam maut, kebinasaan untuk selama-lamanya.


    Mari kita perbaiki, supaya kita bisa melayani Tuhan dalam pelayanan kasih.
    Tanda pelayanan kasih (melayani dalam kasih Tuhan):


    • kita melayani dengan mengorbankan hak kita; seperti Yesus mau melayani kita ke dunia, Dia mengorbankan segalanya (Sorga) sampai mengorbankan hak-Nya untuk hidup (Yesus taat sampai mati di kayu salib).


    • pelayanan tanpa hak, tetapi hanya melakukan kewajiban saja.
      Lukas 17: 7-10
      17:7. "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
      17:8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu:
      Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.
      17:9. Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?
      17:10. Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna;
      kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."

      (terjemahan lama)
      17:10. Demikianlah juga kamu, apabila kamu sudah berbuat segala perkara yang diperintahkan atasmu itu, berkatalah: Bahwa kami ini hamba yang tiada berguna; kami hanya
      berbuat barang yang wajib atas kami."

      = pelayanan tanpa hak dan hanya melakukan kewajiban.


    • Kita melayani dengan mengucap syukur kepada Tuhan (tidak bersungut-sungut).
    • taat dengar-dengaran.
      Filipi 2: 8
      2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

      Kalau Yesus, Ia taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib. Bagi kita, kita taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara.


    Kalau kita sudah tampil sebagai doulos (hamba yang hanya melakukan kewajiban, tidak menuntut hak, taat dengar-dengaran; hamba yang memuliakan Tuhan), Tuhan tidak menipu kita.
    Hasilnya:


    • Yesaya 49: 3-4
      49:3. Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."
      49:4. Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun,
      hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku."

      Hasil pertama: hak dan upah kita sampai upah hidup kekal ada di dalam tangan Tuhan dan tidak bisa direbut oleh siapapun. Bahkan setan tidak bisa merebutnya.


    • Filipi 2: 8-9
      2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
      2:9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

      Hasil kedua: kita mengalami kuasa pengangkatan (bukan turun seperti Korah):


      1. hidup kita berhasil dan indah pada waktu-Nya,
      2. kita dipakai oleh Tuhan,
      3. sampai diangkat di takhta surga untuk selama-lamanya (kita duduk bersanding dengan Dia selamanya).


  3. Kedurhakaan dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir (pembangunan tubuh Kristus yang sempurna).
    Dulu, dalam Perjanjian Lama, kegerakan Roh Kudus hujan akhir digambarkan dengan kegerakan Yosua masuk ke tanah Kanaan. Musa gagal (tidak membawa Israel masuk ke Kanaan), tetapi Yosua masuk ke Kanaan dan menghancurkan Yerikho. Tetapi, sesudah itu, ada yang durhaka, itulah Akhan.

    Ini yang harus kita waspadai. Sementara kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus, ada yang durhaka.
    Kedurhakaan Akhan adalah ia mencuri.

    Yosua 7: 11, 15-21
    7:11. Orang Israel telah berbuat dosa, mereka melanggar perjanjian-Ku yang Kuperintahkan kepada mereka, mereka mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu, mereka mencurinya, mereka menyembunyikannya dan mereka menaruhnya di antara barang-barangnya.
    7:15. Dan siapa yang didapati menyimpan barang-barang yang dikhususkan itu, akan dibakar dengan api, ia dan segala sesuatu yang ada padanya, sebab ia telah melanggar perjanjian TUHAN dan berbuat
    noda di antara orang Israel."
    7:16. Keesokan harinya bangunlah Yosua pagi-pagi, lalu menyuruh orang Israel tampil ke muka
    suku demi suku, maka didapatilah suku Yehuda.
    7:17. Ketika disuruhnya tampil ke muka
    kaum-kaum Yehuda, maka didapatinya kaum Zerah. Ketika disuruhnya tampil ke muka kaum Zerah, seorang demi seorang, maka didapatilah Zabdi.
    7:18. Ketika disuruhnya
    keluarga orang itu tampil ke muka, seorang demi seorang, maka didapatilah Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda.
    7:19. Berkatalah Yosua kepada Akhan: "
    Anakku, hormatilah TUHAN, Allah Israel, dan mengakulah di hadapan-Nya; katakanlah kepadaku apa yang kauperbuat, jangan sembunyikan kepadaku."
    7:20. Lalu Akhan menjawab Yosua, katanya: "Benar,
    akulah yang berbuat dosa terhadap TUHAN, Allah Israel, sebab beginilah perbuatanku:
    7:21. aku melihat di antara barang-barang jarahan itu jubah yang indah, buatan Sinear, dan dua ratus syikal perak dan sebatang emas yang lima puluh syikal beratnya; aku mengingininya, maka kuambil; semuanya itu disembunyikan di dalam kemahku dalam tanah, dan perak itu di bawah sekali."

    'berbuat noda di antara orang Israel' = ada noda kedurhakaan.
    'menyuruh orang Israel tampil ke muka suku demi suku'= diundi menggunakan Urim dan Tumim, sekarang adalah pedang Firman.

    Saat kena suku Yehuda, seharusnya Akhan maju dan mengaku. Tetapi ia tidak mau. Kemudian dari suku Yehuda diundi lagi dan muncul 1 kaum (1 suku terdiri dari kaum-kaum), yaitu kaum Zerah. Tetapi Akhan masih tidak mau mengaku. Kemudian dari kaum Zerah diundi lagi dan muncul keluarganya, yaitu Zabdi. Lebih jelas lagi Firman bicara. Sudah dapat Akhan, ia masih tidak mengaku, tetapi harus disudutkan dulu (ayat 19: 'Anakku, hormatilah TUHAN, Allah Israel, dan mengakulah di hadapan-Nya'). Pada ayat 20, setelah disudutkan Akhan baru mau mengaku. Ini sudah pengakuan yang terlambat dan tidak ada pengampunan lagi.

    Sering kali kalau pedang Firman (Urim Tumim) bekerja menunjukkan dosa-dosa kita yang semakin jelas, kita tetap menyembunyikan dosa-dosa (keras hati). Biarlah kita mengaku dosa, bukan karena dorongan manusia, tetapi karena pedang Firman.

    Kalau Firman menunjukkan dosa yang tersembunyi, kita harus langsung mengaku pada Tuhan dan sesama. Kalau kita terus keras hati dan harus didorong oleh manusia, itu pengakuan yang sudah terlambat (pengakuan yang tudak tuntas) dan tidak ada pengampunan lagi.

    Kalau Firman menusuk hati kita, kita tidak akan kuat, kecuali kalau keras hati.

    Yosua 6: 24
    6:24. Tetapi kota itu dan segala sesuatu yang ada di dalamnya dibakar mereka dengan api; hanya emas dan perak, barang-barang tembaga dan besi ditaruh mereka di dalam perbendaharaan rumah TUHAN.

    Akhan mencuri emas dan perak yang seharusnya ditaruh di perbendaharaan rumah Tuhan.
    Artinya: Akhan mencuri milik Tuhan, itulah perpuluhan dan persembahan khusus.
    Ini peringatan bagi kita semua.

    "Bagi saya yang dipercaya sebagai gembala, juga harus hati-hati, jangan sampai mencuri milik Tuhan. Kita semua yang terlibat dalam pembangunan tubuh Kristus juga harus hati-hati dan jangan seperti Akhan."

    Yosua 7: 24-25
    7:24. Kemudian Yosua, beserta seluruh Israel mengambil Akhan bin Zerah, dan perak, jubah dan emas sebatang itu, anak-anaknya yang laki-laki dan perempuan, lembunya, keledainya dan kambing dombanya, kemahnya dan segala kepunyaannya, lalu semuanya itu dibawa ke lembah Akhor.
    7:25. Berkatalah Yosua: "Seperti engkau mencelakakan kami, maka TUHAN pun mencelakakan engkau pada hari ini." Lalu seluruh Israel melontari dia dengan batu, semuanya itu dibakar dengan api dan dilempari dengan batu.

    Lembah Akhor, akhirnya lembah kesukaran atau kesulitan.
    Jika mencuri milik Tuhan, akibatnya: membawa hidup kita pada lembah kesukaran atau kesulitan.
    Kalau seorang hamba Tuhan hanya menerima perpuluhan, tetapi tidak memberi makan sidang jemaat, ia juga ke lembah Akhor. Jika sama-sama pencuri, gembala dan jemaat berada dalam kesulitan.

    Ini yang harus kita jaga bersama-sama dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Jangan sampai masuk dalam lembah kesukaran!

    Jika mempersulit/menghambat pembangunan tubuh Kristus karena durhaka (mencuri, memfitnah, menggosipkan yang tidak baik, memboikot), maka pasti akan sampai ke lembah Akhor bahkan sampai ke lembah kematian.
    Dulu, gara-gara Akhan, Israel tercerai berai dan kalah dengan kota Ai yang kecil.

    "Kalau kita belum setuju dengan gerakan kunjungan-kunjungan, berdoa. Kalau bukan dari Tuhan, biar Tuhan gagalkan. Saya malah senang, supaya semuanya juga dikontrol. Apa yang kita lakukan harus sesuai dengan kehendak Tuhan, jika tidak sesuai biar Tuhan yang gagalkan. Tetapi jangan bersungut, memfitnah, memboikot, mencuri dan sebagainya."

    Hati-hati! Pembangunan tubuh Kristus dimulai dari dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan sampai tubuh yang sempurna.
    Dalam nikah, suami, isteri dan anak jangan jadi penghalang!

    Masa-masa pacaran atau tunangan, jangan jadi penghambat! Kalau itu berkat Tuhan (menjadi suami, isteri, memiliki anak), tidak akan jadi penghalang. Kalau semuanya sampai menjadi penghalang, itu bukan berkat Tuhan, melainkan godaan untuk menjerumuskan kita ke lembah kesukaran.

    "Satu waktu kita diuji sebagai suami, isteri, anak, gembala, jemaat. Tetapi jangan sampai menjadi penghambat. Tuhan akan tolong kita semuanya."

    Maleakhi 3: 8 (tentang perpuluhan dan persembahan khusus)
    3:8. Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!

    Perpuluhan=


    • pengakuan bahwa kita sudah diberkati oleh Tuhan; kita hidup dari Tuhan, bukan dari yang lainnya,
    • pengakuan bahwa kita dan apa yang ada pada kita adalah milik Tuhan, sehingga kita tidak perlu takut.


    Dasar perpuluhan adalah kebenaran, yaitu sepersepuluh dari berkat yang kita terima dari Tuhan.

    "Satu waktu ada anak SMP datang kepada saya. Dia katakan, 'Om, saya tidak perluluhan karena saya belum bekerja'. Saya tanya, 'kamu tiap bulan dapat dari orang tua?': 'dapat': 'Kalau orang tua tidak diberkati dan tidak digerakkan oleh Tuhan, kamu tidak akan dapat uang'. Jadi, perpuluhan itu bukan pengakuan kita bekerja atau tidak bekerja, tetapi diberkati Tuhan, terserah dari mana saja."

    Persembahan khusus
    =


    • ucapan syukur bahwa kita sudah diberkati oleh Tuhan,
    • termasuk memberi pada sesama yang membutuhkan (sedekah).


    Mengapa harus ada perpuluhaan?
    Maleakhi 3: 10
    3:10. Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

    'rumah perbendaharaan' = rumah Tuhan.
    Jawabannya adalah supaya ada makanan Firman Allah (makan di rumah Tuhan), sehingga kita hidup dari Firman Allah. Seperti Firman Allah itu kekal, maka hidup kita juga kekal selama-lamanya.
    Kalau hidup dari rumput (padi), kita akan binasa seperti rumput yang layu, kering dan dibakar.

    Mengapa ada persembahan khusus?
    Lukas 6: 38
    6:38. Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."

    'Berilah dan kamu akan diberi'= jawabannya adalah supaya kita menerima karunia-karunia Roh Kudus (kita diberi karunia Roh Kudus).

    Jadi, perpuluhan ada kaitan dengan Firman dan persembahan khusus ada kaitan dengan karunia Roh Kudus (kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus).
    Waktu Tuhan perintahkan Musa membangun Tabernakel, ini dimulai dengan persembahan khusus.
    Jika ada perpuluhan dan persembahan khusus, maka kita hidup dari Firman Allah dan urapan Roh Kudus yang bagaikan 2 sayap burung nasar yang besar. Jangan durhaka dalam pembangunan tubuh Kristus!
    Jika kita tidak durhaka (kita mengembalikan perpuluhan dan persembahan khusus), maka kita mendapatkan dua sayap burung nasar yang besar.

    Kegunaan 2 sayap burung nasar yang besar:


    • Ayub 39: 30-33
      39:30. Atas perintahmukah rajawali terbang membubung, dan membuat sarangnya di tempat yang tinggi?
      39:31. Ia diam dan bersarang di bukit batu, di puncak bukit batu dan di gunung yang sulit didatangi.
      39:32. Dari sana ia mengintai mencari mangsa, dari jauh matanya mengamat-amati;
      39:33. anak-anaknya menghirup darah, dan di mana ada yang tewas, di situlah dia."

      'di mana ada yang tewas, di situlah dia' = di mana ada bangkai, di situlah burung nasar berkumpul.

      Kegunaan 2 sayap burung nasar yang pertama: membawa kita naik ke gunung yang tinggi (gunung penyembahan). Untuk apa burung nasar bersarang naik ke gunung yang tinggi?


      1. bertelur (berkembang biak) = terjadi perkembangan rohani.
        Kalau kita banyak menyembah Tuhan, maka terjadi perkembangan secara rohani ke arah kedewasaan rohani. Jika yang rohani berkembang, yang jasmani juga akan berkembang.


      2. Mengganti bulu (bulu yang lama rontok dan tumbuh bulu yang baru) = kita mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, yaitu taat dengar-dengaran sampai daging tak bersuara lagi.
        Selama kita taat dengar-dengaran, musuh-musuh sulit mendatangi kita, kita tidak bisa dikalahkan/dijatuhkan dan kita juga tidak menjatuhkan orang lain (tidak menghakimi orang lain). Begitu tidak taat, kita akan hancur.

        Jika berada di gunung penyembahan, kita merasa aman dan damai sejahtera, tidak merasa apa-apa lagi yang daging rasakan, tetapi hanya merasakan kasih Allah.
        Saat sehat atau sakit, mari naik ke gunung. Kita tidak lagi merasakan apa-apa yang daging rasakan (tidak lagi dendam, kuatir, sakit dan sebagainya), tetapi hanya merasakan kasih Allah yang Agung.


    • Ulangan 32: 10-11
      32:10. Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya.
      32:11. Laksana
      rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya,

      Kegunaan 2 sayap burung nasar yang kedua: untuk menghadapi pencobaan-pencobaan, kegoncangan-kegoncangan, krisis di segala bidang sampai zaman antikris.

      'rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya'= anak rajawali diberi makan oleh induk rajawali, tetapi satu waktu anaknya digoyang, sehingga anaknya jatuh dan mulai terbang. Kalau belum bisa, diberi makan lagi oleh induknya dan digoyang lagi sarangnya. Begitu seterusnya sampai anaknya bisa terbang.

      Jadi, kalau kita mengalami goncangan, itu adalah latihan sayap, supaya kita hanya berharap sepenuh pada Tuhan.
      Tidak ada ilah atau orang lain dalam bentuk apapun. Tidak berharap siapapun, hanya berharap sepenuh kepada Tuhan dan Tuhan akan tolong kita semua. Tuhan akan memelihara dan melindungi kita seperti biji mata-Nya sendiri dan Tuhan akan menolong untuk menyelesaikan semuanya tepat pada waktu-Nya.

      Kita datang ibadah mencari apa? Kalau cari berkat jasmani, kita akan jatuh. Tetapi kalau cari Firman dalam urapan Roh Kudus, kita bertahan terus sampai pada kedatangan Tuhan yang ke dua kali.


    • Yesaya 40: 29-31
      40:29. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
      40:30.
      Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
      40:31. tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka
      seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

      'Orang-orang muda'= gambaran kekuatan daging yang maksimal.
      Menjelang kedatangan Yesus kedua kali, banyak sayap terkulai.

      "Ada teman saya yang bercerita. Dulu ia semangat ibadah, tetapi sekarang ia malas. Ini bahaya, karena sudah terkulai sayapnya."

      Banyak kehidupan hamba Tuhan, anak Tuhan, pelayan Tuhan yang letih lesu, beban berat, kecewa, putus asa, jatuh dalam dosa dan puncaknya dosa, sampai meninggalkan ibadah (sayap terkulai).

      Kegunaan 2 sayap burung nasar yang ketiga: untuk memberi kekuatan baru kepada kita. Kita menjadi kuat dan teguh hati untuk menantikan kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

      Mazmur 27: 14
      27:14. Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

      Kuat dan teguh hati, artinya


      1. tidak kecewa, putus asa dan meninggalkan Tuhan,
      2. tidak letih lesu dan berbeban berat, tetapi selalu mengucap syukur pada Tuhan.
      3. tetap setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan,
      4. tetap menyembah Tuhan. Seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego tetap menyembah Tuhan.


      1 Tawarikh 28: 20
      28:20. Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.

      Kalau kuat dan teguh hati, hasilnya adalah Tuhan tidak meninggalkan kita, tetapi Tuhan menyertai, memperdulikan dan bergumul untuk kita, sampai semua masalah yang mustahil selesai dan pembangunan tubuh Kristus selesai (kita disucikan dan diubahkan sampai sempurna seperti Dia).

Mari, hari-hari ini, kita banyak menyembah Tuhan, melayani Dia dengan enak dan ringan, sampai Dia menyelesaikan semua masalah kita dan pembangunan tubuh Kristus selesai. Tuhan menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna dan kita layak untuk menyambut kedatangan Tuhan yang kedua kali di awan-awan permai.

Pesan Naomi kepada Rut, 'duduk saja menanti, Boas (gambaran dari Mempelai Pria) tidak akan berhenti sebelum diselesaikannya semua pada hari ini.'

Rut 3: 18
3:18. Lalu kata mertuanya itu: "Duduk sajalah menanti, anakku, sampai engkau mengetahui, bagaimana kesudahan perkara itu; sebab orang itu tidak akan berhenti, sebelum diselesaikannya perkara itu pada hari ini juga."

Setia berkobar dalam ibadah pelayanan ditambah menyembah Tuhan= duduk menanti dan Tuhan yang bekerja untuk menyelesaikan semuanya tepat pada waktu-Nya. Jaminannya adalah perjamuan suci, di kayu salib, Ia berseru, 'sudah selesai!' Ia menyerahkan semuanya untuk menyertai kita, menyelesaikan segala masalah kita dan menyempurnakan kehidupan kita sampai menjadi tubuh Kristus (mempelai wanita yang sempurna) yang siap untuk menyambut kedatangan-Nya.

Kalau malam ini sayap sudah terkulai, kita mohon kepada Tuhan supaya tetap kuat dan teguh hati. Kita hanya memandang dan menyembah Tuhan saja dan Tuhan akan menolong kita semua.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top