English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja, 24 Maret 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:46-56 berjudul 'Nyanyian pujian Maria'.

Isinya:
Ayat 46-50: penyerahan diri sepenuh.Ayat 51-55:...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 31 Oktober 2012 (Rabu Sore)
Ibadah Doa dialihkan pada hari Senin lalu.
Dari siaran langsung Ibadah Persekutuan di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan...

Ibadah Raya Malang, 08 Januari 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:47-56 berjudul "Yesus ditangkap" dan masih terjadi di Taman Getsemani.

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 29 Januari 2015 (Kamis Sore)
Dari siaran langsung Ibadah Pendalaman Alkitab di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal...

Ibadah Raya Malang, 08 Mei 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:1
4:1 Kemudian dari...

Ibadah Doa Malang, 13 Juli 2010 (Selasa Sore)
Matius 25:8-13
25:8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah...

Ibadah Raya Malang, 30 Agustus 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24: 32-35.
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Disini pohon ara rantingnya mulai melembut dan bertunas, serta berbuah. Ini...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 10 Juni 2015 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita masih mempelajari beberapa nama lain...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 28 Desember 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6:12-14 adalah tentang Yesus memanggil...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Februari 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 17 November 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 26 November 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:1-3 judul/ kata pengantar dari kitab...

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus Medan IV, 27 Oktober 2010 (Rabu Sore)
Wahyu 19:9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 11 Juli 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:10-11
9:10 Sekembalinya rasul-rasul itu menceriterakan kepada...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 14 Maret 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 menunjuk tentang shekinah glory/ sinar kemuliaan.
Matius 28:16-20...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 25 Januari 2015 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita sudah berada dalam kitab Wahyu 3.
Wahyu 2-3, dalam susunan Tabernakel, ini menunjuk tentang tujuh kali percikkan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman) supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita Sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan bersama Tuhan selamanya.

Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikkan darah adalah:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi Tuhan katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).


  3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) yang harus meninggalkan ajaran-ajaran sesat (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014sampai Ibadah Raya Surabaya, 28 Desember 2014).


  4. sidang jemaat di TIATIRA (Wahyu 2: 18-29) yang harus mengalami penyucian hati dan pikiran sampai pikiran yang terdalam (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 04 Januari 2015 sampai Ibadah Raya Surabaya, 18 Januari 2015).


  5. sidang jemaat di SARDIS (Wahyu 3: 1-6) (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 21 Januari 2015).

Kita sudah berada pada jemaat yang kelima yaitu jemaat di SARDIS.
Wahyu 3: 1
3: 1. "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati

Di sini, kepada sidang jemaat Sardis, Yesus tampil dalam 2 hal:

  1. 'yang memiliki ketujuh bintang' (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 21 Januari 2015).
    Bintang adalah gembala sidang dan orang-orang yang dipakai oleh Tuhan (sidang jemaat).
    Yesus tampil sebagai 'yang memiliki ketujuh bintang', artinya: supaya sidang jemaat menjadi hak milik Tuhan selama-lamanya (ada surat kepemilikan dari Tuhan yang tidak bisa diganggu gugat oleh apapun).


  2. 'yang memiliki ketujuh Roh Allah' => untuk membangunkan sidang jemaat Sardis yang kelihatan hidup tetapi sungguhnya mati.

Malam ini, kita membahas yang kedua, yaitu Yesus tampil sebagai 'YANG MEMILIKI KETUJUH ROH ALLAH'.
Hati-hati! Mungkin orang berkata, 'hebat, dahsyat, luar biasa (jemaatnya banyak, gerejanya besar dan sebagainya)', tetapi sesungguhnya mati. Itu sebabnya, kita perlu percikan darah (penyucian terakhir), supaya kita tidak terkecoh.

Yohanes 6: 63
6:63. Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.

Sehebat apapun manusia daging, kalau tanpa Roh Kudus, tidak berguna bahkan mati binasa. Segala sesuatu di dunia, termasuk ibadah pelayanan dan lain-lain, kalau tanpa Roh Kudus, tidak berguna bahkan mati/binasa.
Itu sebabnya, Tuhan Yesus tampil kepada jemaat Sardis sebagai 'yang memiliki ketujuh Roh Allah' untuk memberikan Roh-Nya kepada jemaat Sardis.

Praktik manusia daging tanpa Roh Kudus (sama dengan keadaan jemaat Sardis tanpa Roh Kudus):

  1. Roma 8: 6-7
    8:6. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.
    8:7. Sebab
    keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.

    'karena ia tidak takluk kepada hukum Allah' = keinginan daging tidak takluk kepada hukum Allah (tidak bisa taat).

    Praktik pertama manusia tanpa Roh Kudus: dikuasai oleh keinginan daging, sehingga tidak taat dengar-dengaran pada hukum Allah, perintah Allah, kehendak Allah atau Firman Allah.
    Tanpa Roh Kudus, manusia sehebat apapun tidak bisa taat, termasuk dalam pelayanan, karena dikuasai oleh daging.

    Matius 7: 21-23
    7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
    7:22. Pada hari terakhir
    banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
    7:23. Pada waktu itulah
    Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

    'melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga'= ukuran untuk masuk Sorga adalah ketaatan (bukan orang yang berseru kepada Tuhan atau orang yang sudah melayani).
    'Pada hari terakhir' = penyucian terakhir di hari terakhir.
    'bukankah kami bernubuat demi nama-Mu' = menyampaikan Firman demi nama Tuhan.
    'Aku akan berterus terang'= lebih baik, sekarang Tuhan berterus terang lewat pemberitaan Firman, daripada nanti.

    Sekalipun pelayanan terlihat hebat, tetapi jika tidak taat (tidak sesuai Firman Allah) atau tanpa Roh Kudus, sama dengan tidak berguna ('enyahlah engkau'); sama dengan pembuat kejahatan dan diusir untuk binasa selama-lamanya.
    Ini berarti, kejadian di taman Eden terjadi lagi; saat Adam dan Hawa tidak taat karena memakain buah yang dilarang oleh Tuhan, mereka diusir dari taman Eden. Sekarang, kita mau kembali ke taman Eden lewat ibadah pelayanan, tetapi jika tidak taat (tidak sesuai Firman), ini sama dengan pembuat kejahatan.

    Jadi, ukuran keberhasilan sampai masuk kerajaan surga adalah taat dengar-dengaran pada Firman Allah (bukan jemaat besar atau kecil, pelayanan hebat dan sebagainya).
    Dalam pelayanan, kalau tidak taat, tidak akan bisa berguna dan hanya akan diusir. Kembalilah pada Firman (Alkitab)!

    Pelayanan tubuh Kristus dimulai dari dalam nikah, kembali ke Alkitab, jika tidak cocok dengan Alkitab, yakinkan bahwa kita tidak akan bisa masuk ke surga (diusir). Demikian juga pelayanan dalam penggembalaan, fellowship.


  2. Galatia 5: 19-21
    5:19. Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
    5:20. penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
    5:21. kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, i
    a tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

    'kepentingan diri sendiri'= egois.
    'kedengkian'= kebencian tanpa alasan.

    Praktik kedua manusia tanpa Roh Kudus: melakukan perbuatan-perbuatan daging.
    Perbuatan daging ini tidak berguna, bahkan tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah, binasa untuk selama-lamanya. Ini sama seperti keadaan jemaat Sardis yang kelihatannya hebat, tetapi sebenarnya mati (tanpa Roh Kudus).


  3. Roma 8: 26
    8:26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

    Praktik ketiga manusia tanpa Roh Kudus: dikuasai oleh kelemahan daging, sehingga


    • tidak bisa menyembah Tuhan= tidak mengalami perobekan (penyaliban) daging dan tidak mengalami keubahan hidup.
      Saat Yesus nak ke atas gunung dan menyembah, tiba-tiba wajah dan pakaian-Nya berubah. Itulah penyembahan, di mana daging dengan segala hawa nafsu keinginannya disalibkan dan kita bisa mengalami keubahan.

      Kalau tidak berubah, berarti tetap menjadi manusia darah daging yang dicap 666 oleh antikris; tubuh, jiwa dan rohnya daging, sehingga tampil seperti binatang buas yang bisa dideteksi dari lidahnya yang buas (mengandung racun yang mematikan).
      Kalau terkena racun yang mematikan, orang yang hidup bisa menjadi mati.

      Yakobus 3: 7-8
      3:7. Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia,
      3:8. tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan
      lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.

      'ia adalah sesuatu yang buas' = perkataan yang buas.

      Racun yang mematikan adalah


      1. dusta, apalagi kalau seorang gembala mengajar dengan roh dusta (yang tidak benar diajarkan).

        "Selalu saya katakan ajaran guru saya. Kalau gembala berzinah, ia mati sendiri. Tetapi kalau gembala mengajarkan ajaran palsu (roh dusta), seluruh jemaat mati karena diracun setiap hari. Jangan bilang tidak apa-apa. Kalau bilang tidak ada apa-apa, berarti ada apa-apa. Namanya racun, memang sedikit demi sedikit, tahu-tahu secara tidak sadar sudah mati. Kalau ada ajaran benar, malah menolak."


      2. gosip-gosip yang tidak benar. Sebab itu, jangan mau mendengar gosip baik lewat tulisan atau perkataan, sebab bisa mati rohaninya.
      3. fitnah, yang benar jadi salah dan sebaliknya.

        Inilah perkaatan sia-sia yang bagaikan racun mematikan.
        Dari lidah inilah kita bisa tahu apakah orang itu menyembah Tuhan atau tidak.


      4. menghujat Tuhan dan menghujat orang benar. Dalam Wahyu 13, antikris ini banyak mulutnya. Binatang yang keluar dari dalam laut, itulah antikris dengan cap 666.

        Wahyu 13: 5-6
        13:5. Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya.
        13:6. Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.


        'empat puluh dua bulan'= 3,5 tahun masa antikris berkuasa di bumi.
        'kemah kediaman-Nya' = tabernakel juga dihujat.
        'semua mereka yang diam di sorga' = orang yang benar (orang kudus) juga dihujat.

        Antikris ini banyak mulutnya, sehingga 'menghujat Allah'= 'menghujat nama-Nya' ='menghujat kemah kediaman-Nya'; ini sama dengan menghujat pengajaran Tabernakel.

        Kita harus hati-hati. Kalau kita sampai menghujat atau memfitnah orang benar, itu sudah taraf mulutnya antikris.
        Ciri antikris adalah menghujat habis-habisan orang yang benar dan orang yang suci. Kalau ada orang yang tidak benar (najis, berzinah, pendeta tidak benar), malah didukung. Kita harus hati-hati, karena orang sudah salahpun, kita tidak boleh menghujat, apalagi orang yang benar.
        Hati-hati dalam menggunakan mulut! Hari-hari ini pemberitaan Firman Tuhan tentang mulut.


    • Akibat kedua dikuasai oleh kelemahan daging: tidak setia bahkan tidak mau beribadah melayani Tuhan.
      Penyembahan adalah puncak ibadah pelayanan. Kalau tidak bisa menyembah, berarti tidak setia bahkan tinggalkan ibadah pelayanan kepada Tuhan.

      "Manusia mau disuruh apa saja, tetapi susah kalau disuruh ibadah. Sudah dibesuk, tapi alasan hamil muda. Itu pengalaman saya. Kehamilannya sudah agak besar, saya datang lagi, dia katakan, 'sudah hamil tua, om'. Padahal dia bisa ke mana-mana, tetapi kalau ibadah, berat. Kemudian, saya datang lagi, katanya 'baru melahirkan, om', 'anaknya masih kecil dan rewel', 'anaknya sudah besar, nanti lari-lari dan menggangu ibadah'. Sampai akhirnya tidak datang-datang. Doa penyembahan juga seperti itu. Doa pagi alasan ngantuk, doa siang juga mengantuk, doa malam tambah tidur. Doa puasa juga mengantuk. Lalu kapan menyembah Tuhan? Memang itulah manusia daging tanpa Roh Kudus."

      Kalau sudah tidak setia, bahkan tinggalkan ibadah pelayanan, maka ia menjadi hamba yang tidak berguna.


    Matius 25: 26, 30
    25:26. Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
    25:30. Dan
    campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

    Tadi dijelaskan, kalau tidak taat, sama dengan 'pembuat kejahatan'. Kalau sudah malas, berarti jahat, dan sebaliknya.

    Kalau jahat (tidak taat) dan malas (tidak setia), itu sama dengan hamba yang tidak berguna, bahkan binasa untuk selama-lamanya.

    "Dulu saya jadi guru, sulit untuk mengajak murid-murid saya ke gereja. Pertama-tama memang sulit, tetapi harus sabar dan lama-kelamaan bisa. Dan saya dengar, sekarang banyak yang jadi hamba Tuhan. Dulu, saya datangi, orang tuanya berkata, 'lebih baik saya menyembah uang pak, daripada ke gereja', tetapi akhirnya dia mau ke gereja. Coba masa pacaran, ajak kemana yang paling sulit? Yang paling sulit adalah mengajak ke gereja."

Jadi, Tuhan tidak menghendaki sidang jemaat Sardis dalam keadaan mati rohani dan binasa. Oleh sebab itu, Yesus tampil sebagai 'yang memiliki ketujuh Roh Allah' untuk mencurahkan Roh-Nya kepada jemaat Sardis.
Tujuh Roh Allah artinya

  • Roh yang sempurna (Roh Kudus itu sempurna),
  • Roh Kudus dengan 7 manifestasinya (7 wujudnya). Jadi jangan disalah artikan bahwa 'Roh-Nya Tuhan ada 7'.

Roh Kudus dengan 7 manifestasinya ada di dalam pribadi Yesus.
Yesaya 11: 1-3a
11:1. Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
11:2. Roh TUHAN
(1) akan ada padanya, roh hikmat(2) dan pengertian(3), roh nasihat(4) dan keperkasaan(5), roh pengenalan(6) dan takut akan TUHAN(7);
11:3a. ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN.


Yesaya 11: 1-3= tentang 'Raja Damai yang akan datang', itulah pribadi Yesus.

'tunggul Isai'= keturunan Isai= keturunan Daud, itulah Yesus sebagai Raja Damai.

Roh Kudus dengan 7 manifestasinya, yaitu:

  1. Roh Tuhan. Jadi Roh Kudus adalah Roh Tuhan, bukan roh daging ataupun roh dunia.
  2. Roh hikmat yang memberikan hikmat surga.

    "Makanya saya beritahu pada murid-murid (siswa, siswi, mahasiswa, mahasiswi), 'ayo...Roh Kudus memberikan hikmat Sorga, apalagi kalau cuma hikmat dunia. Kalau kita hidup suci (dalam urapan), yang tadinya tidak bisa, pelajaran yang sulit (matematika dan sebagainya), nanti pasti bisa, sebab ada Roh Kudus yang membantu.'"


  3. Pengertian,
  4. Roh nasihat,
  5. Keperkasaan,
  6. Roh pengenalan,
  7. Takut akan Tuhan. Roh takut akan Tuhan ini sebagai puncak urapan.

    'takut akan TUHAN'= 'bernafas dengan takut akan Tuhan' (dalam terjemahan lama)= puncak dari Roh Allah.
    Artinya: bernafas ini memerlukan oksigen. Udara ini dikuasai oleh setan dengan roh jahat dan najis. Di manapun kita berada, di puncak gunung, di bawah kolong jembatan atau selama kita masih bisa bernafas, bisa terkena roh jahat dan najis.
    Sebab itu, setiap kita bernafas, kita ingat:


    • itu adalah kemurahan Tuhan. Jangan putus asa/kecewa saat dalam keadaan terjepit, kalau masih bisa bernafas, berarti ada kemurahan dan kebaikan Tuhan (masih ada pertolongan Tuhan).
      Sebaliknya, kalau sudah diberkati banyak, jangan bangga. Mau bangga sedikit, tariklah nafas ('cuma inilah hidup saya'). Kalau tidak bisa bernafas, apa gunanya semua itu?


    • setiap bernafas, kita harus takut akan Tuhan karena ada roh jahat dan roh najis.
      Dalam hal apapun juga, mau berbuat dosa (mau menyontek di sekolah, ataupun dalam pekerjaan), kita cepat tarik nafas supaya tetap takut akan Tuhan dan kita tidak berbuat dosa.

Praktik kehidupan yang takut akan Tuhan
:

  1. Amsal 8: 13
    8:13. Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

    Praktik takut akan Tuhan yang pertama: membenci dosa-dosa sampai membenci dusta.
    Orang yang membenci dusta (JUJUR), kalau di hadapan orang, kelihatan mati, tetapi sebenarnya ia hidup di hadapan Tuhan.
    Kalau berdusta, sebenarnya ia mati di hadapan Tuhan, tetapi kelihatan hidup di hadapan manusia (seperti sidang jemaat Sardis 'kelihatan hidup tetapi mati').
    Di hadapan manusia, memang kelihatan hidup, tetapi di hadapan Tuhan, mati.

    Kesaksian:
    "Anak saya juga pernah mengalami hal itu. Dia jujur, malah nilainya dikurangi. Sedangkan yang tidak jujur, tidak mengaku, nilainya malah ditambah. Jadi ini bagaimana? saya bilang 'ini bagus, kalau jujur, tidak naik kelas pun tidak apa-apa."

    Kalau kita jujur, dihadapan manusia kelihatan mati, tetapi di hadapan Tuhan, kita hidup. Sekalipun sakit bagi daging, tetapi kita hidup di hadapan Tuhan, Tuhan akan menjamin, baik untuk hidup sekarang bahkan sampai hidup kekal. Kita terapkan kejujuran!


  2. Yosua 24: 14
    24:14. Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN.

    Praktik takut akan Tuhan yang kedua: beribadah melayani Tuhan dengan SETIA berkobar-kobar dan tulus ikhlas (tanpa pamrih).
    Ketujuh Roh Allah ini bagaikan tujuh lampu pada pelita, inilah yang membuat kita setia, menyala-nyala atau berkobar-kobar.
    Yang sudah melayani, tetap setia berkobar dan tanpa pamrih. Yang belum melayani, dengarkan Firman, supaya bisa melayani dengan sungguh-sungguh.

    Orang yang tidak mau beribadah melayani Tuhan (tidak setia), ini sama dengan tidak berguna, sehingga akan dicampakkan ke tempat yang paling gelap, penuh ratap tangis dan kertak gigi (hidup dalam kegelapan dan binasa untuk selamanya).

    Malam ini, kita tinggal pilih, mau melayani Tuhan sekalipun banyak pengorbanan dan perjuangan atau mengalami ratap tangis dan kertak gigi.

    Beribadah melayani Tuhan itu seperti bertolak ke seberang. Penuh pengorbanan dan perjuangan untuk menghadapi angin dan gelombang.

    Kesaksian:
    "Tadi ada kesaksian, dia ibadah hari Minggu 4 jam dari Malang. Dia sakit, tetapi dia dengar Firman, 'bertolak ke seberang'. Dia dikuatkan dan ditolong oleh Tuhan."

    Kalau tidak mau bertolak ke seberang (tidak mau beribadah melayani Tuhan), akan masuk dalam kegelapan, penuh dengan ratapan dan kertak gigi, mulai sekarang sampai dengan selamanya.

    Kesaksian:
    "Sidang jemaat di sini juga saya lihat, harus menempuh waktu sekitar 2 jam, kalau macet sampai 3-4 jam, bahkan yang dari Tuban pernah sampainya pagi. Bisa terjadi. Ini memang jemaat yang mendapatkan karunia Tuhan, banyak yang dari jauh, Pamekasan, Krian, Mojokerto dan sebagainya."

    Mari, kita pilih pengorbanan dan perjuangan bersama Tuhan.


  3. Pengkhotbah 12: 13
    12:13. Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.

    'Akhir kata'= ini yang diperhatikan. Tadi disebutkan, 'pada hari terakhir Aku berterus terang'. Banyak orang yang sudah membangun gereja, melakukan segala sesuatu untuk Tuhan dan sebagainya, tetapi Tuhan bilang 'enyahlah engkau'.

    Praktik takut akan Tuhan yang ketiga: TAAT dengar-dengaran pada perintah Tuhan (Firman Tuhan).

    Taat dan setia ini merupakan satu kesatuan. Kalau sudah disebutkan taat, berarti sudah mengandung setia di dalamnya.
    Yesus taat sampai mati di kayu salib (Filipi 2: 8), itu sudah mengandung kesetiaan-Nya untuk melayani kita sampai mati.

    Taat dengar-dengaran dimulai dari baptisan air.
    Hati manusia ini cenderung jahat dan najis (tidak taat seperti pada zaman Nuh). Kalau kita hanya dilahirkan ibu, maka kita menjadi manusia daraah daging dengan hati nurani yang cenderung jahat dan najis, tidak taat.

    Kejadian 6: 5
    6:5. Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segalakecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata

    Karena hati cenderung jahat dan najis (tidak taat dengar-dengaran), maka banyak kali perkataan dan perbuatan kita memilukan dan memalukan hati Tuhan, memedihkan hati orang tua, menyakitkan sesama, termasuk membuat keluh kesah gembala (dalam kitab Ibrani) atau sebaliknya, gembala membuat jemaat berkeluh kesah.

    Supaya taat dengar-dengaran, jalan keluarnya: dilahirkan baru lewat baptisan air.
    Kalau dulu, Nuh sekeluarga masuk bahtera Nuh dan selamat. Sekarang, kita masuk baptisan air.

    1 Petrus 3: 20-21
    3:20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
    3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu
    baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus

    Bahtera Nuh hanya satu (semuanya, termasuk ukuran bahtera berasal dari Tuhan), begitu juga baptisan air yang benar hanya satu, yaitu baptisan air yang berasal dari Tuhan (sesuai dengan kehendak Tuhan) dan diteladankan oleh Tuhan Yesus sendiri (kita dibaptiskan seperti Yesus dibaptis).
    Manusia banyak menciptakan baptisan air, dengan memakai logika, tetapi tidak cocok dengan Firman, sehingga menjadi sia-sia dan Tuhan katakan, 'enyahlah engkau'.

    Dalam Matius sudah jelas, sesudah dibaptiskan 'Yesus keluar dari air'. Kalau hati nurani baik, bisa menerima, kalau tidak baik, tidak bisa menerima. Inilah pelaksanaan baptisan air.

    Jadi, baptisan air adalah pembaharuan dari hati nurani yang cenderung jahat dan najis menjadi hati nurani yang baik, sama dengan taat dengar-dengaran sampai daging tak besuara lagi, termasuk setia didalamnya. Kalau Yesus, taat sampai mati di kayu salib.
    Ini adalah 'akhir dari segala yang di dengar'.

Jadi, JUJUR ditambah TAAT dan SETIA, inilah hidup dihadapan Tuhan. Kalau tanpa Roh Kudus, akan mati = kalau dusta, tidak taat dan tidak setia maka mati.

"Doakan saya. Saya banyak tugas. Jumat pagi kemarin jam 7, saya ke Kalimatan, sampai sore jam 5, langsung kotbah jam 6. Langsung pulang dan melayani ibadah kaum muda. Hari Minggu pagi dan sore bisa melayani dan besok harus ke Medan. Saya seorang gembala, kalau selesai tugas, langsung cepat kembali (tidak ada alasan karena capek). Bapak Pdt Pong selalu mengajarkan, 'kalau berani dipakai Tuhan keluar, harus cepat kembali'. Tugas ke luar itu tugas tambahan, tugas yang penting itu di dalam. Semuanya harus sesuai dengan Tuhan. Taat itu mengandung kesetiaan. Bukan saya menyombongkan diri, tetapi saya minta doa dari saudara-saudara, karena doa-doa dari saudara, Tuhan memberikan kekuatan kepada saya."
Jadi, kehidupan yang diurapi Roh Kudus (kehidupan yang hidup) adalah JUJUR dan TAAT dengar-dengaran, terkandung di dalamnya adalah SETIA.
Mungkin dianggap orang mati (gerejanya kecil dan sebagainya), tetapi kalau ada ini semua, kita hidup.
Jujur, taat dan terkandung didalamnya setia, ini sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan dan Tuhan juga mengulurkan tangan kepada kita, sehingga kita bisa merasakan mujizat Tuhan (kuasa Tuhan) bekerja di tengah-tengah kita.

Hasilnya:

  1. 2 Samuel 12: 11-13, 24
    12:11. Beginilah firman TUHAN: Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu yang datang dari kaum keluargamu sendiri. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari.
    12:12. Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan."
    12:13. Lalu berkatalah Daud kepada Natan: "Aku sudah berdosa kepada TUHAN." Dan Natan berkata kepada Daud: "TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.
    12:24. Kemudian Daud menghibur hati Batsyeba, isterinya; ia menghampiri perempuan itu dan tidur dengan dia, dan perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki, lalu Daud memberi nama Salomo kepada anak itu. TUHAN mengasihi anak ini

    Hasil pertama: tangan Tuhan diulurkan untuk memberikan kuasa pengangkatan.
    Daud jatuh dalam puncak dosa, yaitu berzinah dengan Batsyeba, isteri orang lain (sampai mengandung) dan membunuh suaminya. Membunuh = membenci.
    Hati-hati! Najis dan jahat itu satu.
    Daud, raja yang hebat bisa jatuh. Karena itu, kita harus hati-hati. Siapa kita dibandingkan dengan Daud?
    Daud bisa gagal secara rohani dan gagal dalam rumah tangga (menjadi suami yang berselingkuh).

    Tetapi, puji syukur, Tuhan masih datang kepada Daud lewat nabi Natan yang menyampakan Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua (memang keras). Setelah nabi Nathan memberikan perumpamaan tentang domba, nabi Natan mengatakan, 'engkau itu Daud, engkau melakukan sembunyi, Tuhan akan melakukan terang-terangan.'
    Kalau menghadapi raja Herodes, nabi Natan bisa langsung dipenggal seperti dialami oleh Yohanes. Raja Herodes mau mengambil isterinya Filipus, tetapi setelah ditegor, ia marah.

    Daud jujur saat ditusuk pedang firman. Ia mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama (tidak marah), jika diampuni tidak berbuat dosa lagi. Sesudah itu, Daud taat dan tidak mengulangi dosanya lagi, ia hidup benar dan suci. Daud diampuni oleh Tuhan dan nikah-buah nikahnya dipulihkan oleh Tuhan sampai mendapatkan anak Salomo. Salomo inilah yang membangun rumah Tuhan. Bagi kita, artinya, dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna (pembangunan rumah Allah rohani)= mencapai nikah yang sempurna, sampai perjamuan kawin anak domba.

    Daud yang hebat bisa gagal, tetapi kalau jujur dan taat saat mendengar Firman, masih ada kuasa pengangkatan dan pemulihan dari Tuhan, bahkan dipakai oleh Tuhan.


  2. Lukas 5: 4-5 (sebelum Petrus menjadi hamba Tuhan)
    5:4. Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan."
    5:5. Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami
    tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."

    Sebelum Petrus menjadi hamba Tuhan, dia semalam-malaman menangkap ikan, tetapi tidak mendapatkan apa-apa, akhirnya ditolong oleh Yesus.

    Petrus nelayan yang hebat, tetapi bisa gagal secara jasmani, tidak bisa menangkap ikan. Begitu Tuhan Yesus berkata, 'tebarkanlah jala', Petrus bisa menangkap ikan. Ini pelajaran bagi kita. Kalau kita hidup di dunia ini hanya mengandalkan kekuatan, kepandaian, kedudukan, pengalaman dan lain-lain tanpa Firman pengajaran benar, pada satu waktu, kita tidak mampu bersaing di dunia dan gagal total secara jasmani (dalam bidang ekonomi, keuangan dan sebagainya).
    Mungkin sekarang, kita bisa menggunakan ijazah, membuka usaha dan sebagainya, satu waktu ada persaingan dan kita tidak bisa lagi.
    Semuanya harus ditambah dengan Firman pengajaran benar. Pandai ditambah Firman, menjadi berhasil. Bodoh ditambah Firman, menjadi berhasil.

    Yohanes 21: 3, 5-6 (Petrus sudah menjadi penjala manusia tetapi kembali menjadi penjala ikan)
    21:3. Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.
    21:5. Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak,
    adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada."
    21:6. Maka kata Yesus kepada mereka: "
    Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.

    Di sini, Petrus gagal dalam pelayanan. Tetapi, Tuhan datang kepada Petrus dengan Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua = Firman yang keras (ay. 5).
    Sudah gagal (tidak menangkap apa-apa), tetapi malah ditanya oleh Tuhan, "adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Ini Firman yang keras.

    "Kalau saya, pasti saya teriak. Karena saya pernah mengalami, tidak bisa makan dan minum (tidak ada uang juga). Tadinya, saya mengomel, lalu saya masuk kamar dan berdoa. Di dalam hati saya merasa, ditekan, 'apa kamu menderita?': 'ya jelas, sangat'. Saya pernah tanya juga kepada hamba Tuhan, 'berapa jemaatnya om?' dijawab dengan mengamuk, 'oh, kalau di situ sulit, kalau di Jawa 1000, di situ 1'. Padahal saya hanya bertanya, tetapi sudah marah."

    Kalau Firman menunjuk kekurangan, kegagalan kita, jangan marah, tetapi kita jujur dan mengakui kegagalan dan dosa kita.

    Kemudian Firman Tuhan datang lagi, 'Tebarkanlah jalamu'. Siang hari malah diperintahkan untuk menebarkan jala. Ini tidak cocok dengan waktu penangkapan ikan (tidak cocok dengan logika). Inilah Firman yang keras juga. Firman Tuhan tidak usah didiskusikan, diseminarkan, tetapi hanya untuk dipraktikkan, sebab Firman Tuhan sudah benar. Sekalipun di luar logika, praktikkan saja (taat dengar-dengaran).
    Dengan jujur dan taat, akhirnya Petrus menangkap 153 ekor ikan.
    153= 1+5+3= 9= angka kasih karunia.
    Hasil kedua: ada kuasa penciptaan dari tidak ada ikan menjadi ada ikan= Tuhan sanggup memberkati/memelihara hidup kita lewat kasih karunia Tuhan yang tidak terbatas:


    • Secara jasmani: diberkati, dipulihkan dan ditolong oleh Tuhan.
    • Secara pelayanan: bisa menangkap ikan. Yang sudah mundur dari pelayanan, layanilah Tuhan kembali.


  3. Ayub 1: 1-3
    1:1. Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.
    1:2. Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan.
    1:3. Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur.


    ay. 2 = nikahnya baik.

    Ayub ini orang saleh dan paling kaya (baik/hebat secara jasmani dan rohani). Tiba-tiba, semua hilang (diijinkan Tuhan mengalami ujian). Secara jasmani dan rohani, Ayub gagal total, karena ia ada kebenaran diri sendiri.
    Kalau Daud, ia berzinah, tetapi kalau Ayub, dosa kebenaran diri sendiri.

    Ayub 32: 1-2
    32:1. Maka ketiga orang itu menghentikan sanggahan mereka terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya benar.
    32:2. Lalu marahlah Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram; ia marah terhadap Ayub, karena ia
    menganggap dirinya lebih benar dari pada Allah,

    Kebenaran diri sendiri artinya


    • kebenaran di luar Firman Allah, merasa lebih benar dari Allah (Firman Tuhan bilang tidak boleh, tetapi dibilang boleh),
    • bahkan menyalahkan Firman pengajaran yang benar,
    • mendukung yang salah (yang benar tidak mau, tetapi yang salah didukung),
    • termasuk menutupi dosa dengan menyalahkan orang lain (menghakimi orang lain).


    Tuhan datang kepada Ayub lewat ujian habis-habisan, supaya Ayub melembut, menjadi jujur dan taat.

    Ayub 42: 5-6
    42:5. Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
    42:6. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal
    aku duduk dalam debu dan abu."

    Hasil ketiga: ada kuasa pembaharuan.
    Ayub mengalami kuasa pembaharuan, sehingga Ayub menjadi jujur, mengakui bahwa ia hanya debu tanah liat, yang banyak kesalahan dan kekurangan, mengaku tidak layak, tidak mampu apa-apa, tidak berharga apa-apa.
    Debu tanah liat ini ada di tangan Tuhan Sang Penjunan= Ayub menjadi taat dengar-dengaran. Dulu, dari tanah liat dibentuk manusia. Tanah liat itu tidak melawan saat dibentuk.

    Hasilnya: Ayub mengalami pemulihan secara dobel:


    • secara jasmani (mujizat jasmani): hartanya dikembalikan semua.
      Kalau kita sudah jujur dan taat (duduk sebagai debu tanah liat), kita mengaku sebagai debu lewat mencabut kata-kata yang salah (menggosipkan atau menghakimi orang lain). Maka, mujizat jasmani terjadi, semuanya dipulihkan, masalah diselesaikan secara ajaib oleh Tuhan.


    • Secara rohani (mujizat rohani): kita dibentuk sampai menjadi ciptaan yang semula.
      Kita disucikan dan dibaharui terus menerus sampai menjadi ciptaan yang semula, kita menjadi sempurna seperti Yesus untuk layak menyambut kedatanganNya yang kedua kali.

Manusia yang hebat-hebat ini bisa gagal. Siapa kita? Kalau ada kegagalan-kegagalan, Tuhan akan datang lewat Firman:

  • seperti Daud yang najis dan kotor; jika jujur dan taat, maka Tuhan akan akan mengangkat semuanya.
  • mungkin seperti Petrus, secara jasmani gagal dan pelayanan gagal, saat Firman datang, harus jujur dan taat.
  • Seperti Ayub yang habis semuanya. Kalau ujian datang, harus jujur dan taat. Sebenarnya, sebelum ujian datang, Firman sudah datang terlebih dahulu. Jika Firman ditolak, ujian habis-habisan yang datang. Tetapi kalau jujur dan taat, mujizat Tuhan akan terjadi dan kuasa Tuhan akan menolong kita semuanya.
    Serahkan hidup ini di dalam tangan Tuhan!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top