English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 09 Agustus 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman Allah...

Ibadah Natal GPT seJawa Timur, 22 Januari 2009 (Kamis Sore)
Lukas 7: 16
TEMA: "Allah melawat umatNya".Umat Tuhan adalah umat pilihan Tuhan, itulah bangsa Israel asli....

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 Oktober 2008 (Senin Sore)
Pembicara: Sdr. Yakub

Matius 24: 26-27
= tanda...

Ibadah Raya Surabaya, 07 Oktober 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 18 April 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:1-2
9:1 Maka Yesus memanggil kedua belas...

Ibadah Raya Malang, 25 Januari 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada waktu kedatangan Yesus kedua kali:
Matius 24:29,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 30 Januari 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:8
1:8 ďAku adalah Alfa dan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 26 September 2009 (Sabtu Sore)
Pembicara: Bapak Antanusa

MARKUS 13:18
Yang akan masuk dalam pernganiayaan antikris:
ibu-ibu...

Ibadah Raya Surabaya, 13 April 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 17 Oktober 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:31-46 adalah tentang penghakiman yang terakhir.

Matius 25:31
25:31. "Apabila Anak Manusia...

Ibadah Persekutuan IV di Tentena-Poso, 25 September 2014 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat pagi, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 14 Oktober 2010 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 25:31
25:31. "Apabila...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Juni 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:1-2
6:1 Maka aku melihat Anak...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 12 April 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 secara keseluruhan menunjuk pada...

Ibadah Doa Surabaya, 28 Maret 2018 (Rabu Sore)
Bersamaan dengan doa puasa session IV

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 21 Februari 2016 (Minggu Sore)

Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 4: 2
4:2. Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang.

Rasul Yohanes dikuasai oleh Roh Kudus sehingga bisa melihat sebuah takhta di sorga dan Seorang yang duduk di atasnya.
Dulu, hanya rasul Yohanes seorang diri yang mendapat penglihatan ini--penglihatan hanya untuk satu orang saja. Bagi kita sekarang, kita bisa melihat takhta sorga dan Seorang--pribadi Yesus--yang duduk di atasnya lewat pembukaan firman TUHAN, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab.

Mengapa TUHAN menunjukkan takhta dan pribadi-Nya kepada sidang jemaat--bukan untuk show atau demonstrasi?

  1. Pada hari rabu yang lalu (Ibadah Doa Surabaya, 10 Februari 2016), kita membaca dalam kitab Yesaya 6: 1: Saat TUHAN duduk di takhta, ujung jubah-Nya melingkupi Bait Suci. Artinya: kita mengalami kuasa ujung jubah TUHAN.


  2. Mazmur 11: 4
    11:4. TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus; TUHAN, takhta-Nya di sorga; mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia.

    'mata-Nya mengamat-amati' = perhatian TUHAN.

    Yang kedua: supaya sidang jemaat mengalami perhatian/lawatan TUHAN--pertolongan-pertolongan TUHAN dalam bentuk apapun (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 14 Februari 2016).

    Pada minggu lalu, kita sudah membaca bagaimana TUHAN melawat ibu janda yang anak satu-satunya mati (Lukas 7: 14-16). Dibawa keluar dari Nain menuju kuburan, tetapi bertemu Yesus di pintu gerbang dan dijamah oleh TUHAN, sehingga anaknya bangkit kembali. Kemudian, gemparlah seisi kota ('Allah telah melawat umat-Nya').
AD. 2
Malam ini, timbal balik. Kita yang sudah mendapat lawatan TUHAN atau perhatian TUHAN, harus memusatkan perhatian kepada TUHAN lebih dari segala sesuatu. Kalimat ini jangan disalahartikan: 'tidak boleh kuliah, kerja.' Kuliah dan bekerja tetap dengan keras, tetapi pusat perhatian harus kepada TUHAN melebihi segala-galanya.
Artinya: kalau mau kuliah dan ujian, kita tetap datang sekalipun hujan lebat. Sebab itu, jangan sampai untuk ibadah kepada TUHAN kita tidak mau datang, padahal baru bunyi guntur. Kalau untuk kuliah, kita bisa menembusi hujan lebat, terlebih lagi untuk ibadah--harus bisa menembusi apa saja untuk bisa datang beribadah.

Salah satu praktik memusatkan perhatian kepada TUHAN lebih dari segala sesuatu, kita baca di dalam Kolose 4: 17
4:17. Dan sampaikanlah kepada Arkhipus: Perhatikanlah, supaya pelayanan yang kauterima dalam Tuhan kaujalankan sepenuhnya.

"Hari ini merupakan penataran calon imam dan imam-imam yang pertama. Besok, penataran ke-2, hari rabu penataran ke-3, dan diberikan bonus Minggu depan penataran satu kali lagi."

Pelayanan ini dari TUHAN lewat pemberitaan firman, bukan dari manusia. Biar TUHAN--pemberitaan firman--yang mengerakkan semuanya.

'pelayanan yang kauterima dalam Tuhan kaujalankan sepenuhnya'= kita harus memperhatikan pelayanan sepenuhnya. Kita melayani sepenuhnya--jangan setengah-setengah.
Artinya: kita berjuang untuk bisa melayani TUHAN sepenuhnya, yaitu sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau sampai TUHAN datang kembali kedua kali. Jangan berhenti di tengah jalan! Mengapa? Karena pelayanan itu seperti perlombaan yang harus mencapai garis finish.

Kalau TUHAN sudah memperhatikan kita atau melawat kita dalam hal apa saja--sakit disembuhkan, saat dalam kekurangan ditolong oleh TUHAN, sudah hancur-hancuran tetapi ditolong oleh TUHAN--maka sebaliknya, kita harus memusatkan perhatian sepenuhnya kepada TUHAN.
Mulai dari memperhatikan pelayanan dengan sepenuhnya--berjuang untuk bisa melayani TUHAN sampai garis akhir.

1 Korintus 9: 25
9:25. Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi

Ibadah pelayanan adalah perlombaan atau perjuangan sampai garis akhir, untuk mendapatkan mahkota abadi; kehidupan kekal selama-lamanya.

"Saya selau terangkan. Kalau lari 100m, sampai 99m dia hebat, tetapi di 1 meter terakhir dia berhenti. Tidak ada gunanya. Tidak sampai garis finish."

Kita perjuangkan ibadah pelayanan sampai garis akhir!
Kita boleh berjuang untuk sekolah, kerja dan sebagainya, tetapi jangan lupa untuk berjuang dalam ibadah pelayanan sampai garis akhir.

Syarat untuk masuk perlombaan atau pelayanan--yang belum melayani, dengarkan; yang sudah melayani, ditingkatkan:

  1. Ibrani 12: 1
    12:1. Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

    Syarat pertama untuk masuk perlombaan/pelayanan: menanggalkan semua beban dosa--di belakang--, dan dosa yang merintangi--di depan. Kalau yang di belakang dan di depan sudah bebas, baru bisa berlomba.

    'beban dosa'= dosa-dosa yang di belakang, yaitu dosa-dosa yang sudah kita katakan, lakukan, dan pikirkan.

    "Saya selalu katakan: Banyak kita tidak bisa menyanyi, bermain musik, berkhotbah, karena seperti menggendong gula. Tidak bisa baik. Harus ditanggalkan!"

    Cara menanggalkan beban dosa adalah:


    • kita mendengar firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yang menyadarkan kita akan dosa.

      "Tadi pagi Ibadah di malang: Duduk makan bersama Yesus dan Ia mencela. Jadi, kita mencari firman bukan untuk memuji, sekalipun isterinya tiga atau korupsi. Tetapi cari firman yang mencela. Sekalipun kita berkorban, tetapi dicela. Bersyukur kalau dosa-dosa kita bisa ditunjukkan."

      Dosa adalah beban paling berat, karena membebani mulai dari manusia hidup di dunia sampai mati di neraka.

      Jadi, bersyukur kalau firman menunjukkan dosa kita. Kalau tidak mau mendengar firman lagi--tetap keras hati--, sampai selamanya tidak bisa tertolong; tetap dalam beban dosa, sampai di neraka. Kalau sudah terkena firman, tetapi masih mau mendengar--sekalipun merasa belum mampu--, masih ada harapan untuk ditolong.


    • Menyesali dosa-dosa,
    • mengaku dosa kepada TUHAN dan sesama,
    • jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.


    Hanya ini jalan untuk menanggalkan beban dosa. Dosa itu tidak bisa dibayar dengan apapun--dibayar dengan masuk neraka pun tidak akan bisa. Manusia berdosa dihukum di neraka untuk selamanya--tidak ada di neraka 10 tahun atau 20 tahun. Kalau hukuman di dunia, sekian tahun bisa bebas. Kalau sudah di neraka--upah dosa adalah maut--, tidak akan bisa bebas lagi.

    Selama kita masih bisa mendengar firman, dosa kita masih bisa dibayar oleh darah Yesus. Yang penting, kita mau mendengar firman, menyesal, mengaku, diampuni, dan tidak berbuat dosa lagi, sehingga darah Yesus menghapus beban dosa kita. Hanya darah Yesus yang bisa membayar dosa-dosa--melepaskan kita dari dosa.

    Jadi, jangan beranggapan dosa itu bisa dilupakan--sekalipun sudah 20-30 tahun yang lalu. Harus diselesaikan! Kalau tidak, akan tetap menjadi beban!

    'dosa yang merintangi'= dosa yang di depan= dosa yang menjerat.
    Dosa yang menjerat adalah dosa yang dipasang oleh setan pada jalan yang sering kita lalui. Di mana kita berjalan, di situ dipasang jerat dosa.

    Contoh: di kantor, direkturnya ruangnya agak di belakang, lalu dipasang jerat oleh setan, ada sekretarisnya--direkturnya sering lewat-lewat situ. Hati-hati! Ini satu peringatan bagi kita semua.

    Dalam pelayanan juga. Setan sering pasang jerat juga.
    Contoh: ada jemaat yang memuji khotbah kita, kalau sombong, sudah jatuh--dijerat oleh dosa.
    Sebaliknya, kalau khotbahnya dihina, lalu kita kecewa, itu juga sudah dijerat dosa. Kita biasa saja dalam melayani; kita bersyukur kepada TUHAN. Mau mulai melayani, kita berdoa untuk mohon kekuatan dari TUHAN dan setelah melayani, kita bersyukur kepada TUHAN.

    "Pernah saya baca di koran, ini tentang guru. Di Jawa Tengah, mengapa banyak perselingkuhan? Ternyata setelah diteliti, jalan ke sekolah itu jauh. Di jalan itu banyak guru wanita yang menungggu angkutan umum. Lalu ada guru laki-laki lewat (naik motor sendirian) dan mengajak guru wanita itu bersama dia. Pada awalnya terlihat baik, karena menawarkan pertolongan. Tetapi lama-lama banyak terjadi perselingkuhan, karena naik motor bersama terus menerus. Itulah jerat dosa! Karena itu dalam Lempin-El diajarkan, kami tidak boleh menginjil pria dan wanita yang bukan suami-isteri sah. Bahaya, sebab di situ dipasang jerat dosa.
    Kita harus hati-hati. Saya berikan contoh-contoh supaya terbuka. Di mana bapak, ibu, saudara sering berjalan/sering lewat, di situlah jerat-jerat dosa dipasang. Jangan bilang: Tidak ada apa-apa. Kalau sudah bilang: Tidak ada apa-apa, berarti sudah ada apa-apa.
    "

    Setan memasang jerat pada jalan yang sering kita lalui untuk 3 hal:


    • menyandung kita, supaya jatuh.
    • mengikat/memukat kita,
    • menyeret kita, sampai kepada kebinasaan.


    Kalau sudah terikat/terpukat--seperti dijala--, tinggal diseret saja, tidak akan bisa terlepas dan menuju kebinasaan.

    Ada 2 macam jerat dosa:


    • 4 'Ta':


      1. harTA= kekayaan, yaitu ikatan akan uang yang membuat kita kikir dan serakah.
        Kikir= tidak bisa memberi.
        Serakah= merampas hak orang lain (korupsi, hutang tidak bayar, mencari uang dengan cara tidak halal) dan hak TUHAN (persepuluhan dan persembahan khusus).

        Termasuk di dalamnya--keserakahan--: menyontek--mencari nilai di sekolah dengan cara tidak halal. Kita bersekolah untuk dapat ijazah, lalu digunakan untuk mencari uang juga.


      2. TakhTA= kedudukan--mencari kedudukan di dunia, bahkan di gereja.
      3. WaniTA= kenajisan--dosa makan minum dan kawin mengawinkan.
        Ini sebagai tesnya! Kalau kita lepas dari dosa kenajisan, berarti kita lepas dari jerat dosa.

        Kalau masih ada dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan, berarti belum lepas dari jerat dosa. Kalau dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan--dosa besar atau puncaknya dosa--belum terlepas, bagaimana dengan dosa yang kecil-kecil--dosa yang sering tidak disadari? Sulit! Kita mohon kepada TUHAN malam ini.

        Kalau kita mau masuk perlombaan--pelayanan--sampai garis akhir, kita harus lepas dari beban dosa dan jerat dosa.


      4. Kalau ada 3 hal di atas, pasti ada dusTA. Kalau ada kikir serakah--mencari uang atau nilai dengan cara tidak halal--, pasti dusta. Orang yang dalam dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan, banyak dustanya.


      Kita harus lepas dari 4 'TA' ini. Bagaimana kita melayani kalau kita masih terikat dosa? Tadi beban dosa, kita sendiri ada beban--seperti menggendong gula dan sudah tidak kuat lagi--, bagaimana bisa melayani? Ini banyak terjadi sekarang ini. Termasuk hamba TUHAN sepenuh, dia melayani, padahal di rumah tangga ada beban.

      "Kemarin saya berangkat ke Jakarta. Saya naik taksi, nama pengemudinya Petrus. Dia orang Kristen, lalu dia bercerita. Dia dulu sopirnya pendeta yang terkenal. Tetapi dia katakan: 'Sayang, isterinya lari, pak. Dia bercerai. Sekarang, dia marah-marah terus. Akhirnya saya tidak tahan.' Ini yang saya maksud dengan menanggung beban. Lalu, mau menjadi gembala, ini susah. Harus tanggalkan dulu beban dosa."


    • Ulangan 12: 29-30
      12:29. "Apabila TUHAN, Allahmu, telah melenyapkan dari hadapanmu bangsa-bangsa yang daerahnya kaumasuki untuk mendudukinya, dan apabila engkau sudah menduduki daerahnya dan diam di negerinya,
      12:30. maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena
      jerat dan mengikuti mereka, setelah mereka dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan engkau menanya-nanya tentang allah mereka dengan berkata: Bagaimana bangsa-bangsa ini beribadah kepada allah mereka? Akupun mau berlaku begitu.

      Jerat yang kedua: ajaran asing/ajaran sesat.

      Hati-hati! Jangan ikuti mereka! Jangan bertanya-tanya, apalagi belajar.
      Apalagi sekarang ini, hamba TUHAN justru disuruh untuk belajar agama lain. Padahal, di sini, untuk bertanya saja, jangan!

      Karena itu, kembalilah pada alkitab dan baca alkitab saja.
      Hati-hati, ajaran asing itu juga menjerat!

      Kalau sudah ada ajaran asing, maka kita diseret ke arah yang berbeda dari kerajaan sorga. Kita kehilangan arah menuju kerajaan sorga--tersesat. Tidak terasa, kita semakin jauh dari kerajaan sorga.


    Jadi, kita harus bebas lebih dulu kalau mau ikut perlombaan. Kalau kita bebas dari beban dosa dan jerat dosa, maka ibadah kita ada dalam perhentian oleh Roh Kudus; damai sejahtera oleh Roh Kudus, sehingga kita bisa memperjuangkan ibadah pelayanan kepada TUHAN sampai garis akhir. Tidak ada lagi yang menarik ke belakang dan menyandung kita untuk menuju ke depan. Kita tidak pernah berhenti di tengah jalan sampai mendapatkan mahkota abadi.

    Jaga hati damai sejahtera! Ini bukti kalau tidak ada dosa. Hati damai harus kita jaga dalam pelayananan. Jangan ada dusta, benci, iri dan sebagainya. Tidak ada lagi yang menjerat, menghalangi, dan membebani. Kita bisa berjuang terus dalam ibadah pelayanan sampai garis akhir--sampai mendapatkan mahkota abadi.

    Untuk melayani TUHAN, syaratnya bukan kaya atau pandai, tetapi harus bebas dari dosa. Kaya, miskin, pandai, bodoh dan sebagainya tidak ada hubungannya dengan pelayanan.


  2. Ibrani 12: 2
    12:2. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

    Syarat kedua untuk masuk perlombaan/pelayanan: mata tertuju kepada Yesus Imam Besar yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa.

    Ini pelajaran tetang mata. Waspada pada hal-hal berikut ini:


    • Musa hebat, tetapi matanya melihat kiri-kanan--melihat manusia. Musa melihat ada dua orang berkelahi--orang Israel dan Mesir berkelahi. Musa melihat kiri-kanan, saat tidak ada orang, ia pukul orang Mesir dan mati. Tidak melayani, malah menjadi pembunuh. Ini akibatnya kalau melihat manusia dalam pelayanan. Kita harus melihat TUHAN!
      Jangan melihat manusia seperti Musa!

      Keluaran 2: 11-12
      2:11. Pada waktu itu, ketika Musa telah dewasa, ia keluar mendapatkan saudara-saudaranya untuk melihat kerja paksa mereka; lalu dilihatnyalah seorang Mesir memukul seorang Ibrani, seorang dari saudara-saudaranya itu.
      2:12.
      Ia menoleh ke sana sini dan ketika dilihatnya tidak ada orang, dibunuhnya orang Mesir itu, dan disembunyikannya mayatnya dalam pasir.

      Jangan memandang manusia--menoleh kanan-kiri--seperti Musa, sebab bisa menjadi pembunuh.
      Contoh: mau beribadah melayani mencari-cari teman. Salah!
      Yang benar adalah kita beribadah melayani mencari TUHAN. Kalau mencari teman, akan jadi pembunuh. Artinya: ada iri hati, benci, dendam, fitnah, bahkan kebencian tanpa alasan, bergosip dan sebagainya. Datang melayani, tetapi malah bergosip ke sana-ke mari.
      Jangan lihat manusia, saiapapun itu! Kita hanya melihat TUHAN!

      Kemudian, mayatnya disembunyikan dalam pasir. Kelihatannya bagus, tetapi busuk di dalamnya. Ini adalah kemunafikan--ibadahnya hanya pura-pura. Seringkali kita seperti itu. Kalau banyak orang, kita bersorak-sorak: Luar biasa. Kalau sedikit, kita kecewa. Inilah melihat orang, bukan melihat TUHAN.
      Kalau kita melihat TUHAN: 'Dua tiga orang berkumpul, Aku ada di tengah mereka', kita tidak bergantung jumlah dan sebagainya, yang penting kita merasakan hadirat TUHAN.


    • Kemudian, kita juga ingat isteri Lot yang menoleh ke belakang--Sodom dan Gomora .
      Artinya melayani TUHAN dengan melihat perkara-perkara dunia; melayani TUHAN hanya untuk mencari perkara-perkara jasmani.
      Akibatnya: jadi tiang garam--jadi garam yang tawar, artinya tidak berguna, busuk dan binasa selamanya.

      Mencari perkara dunia: keuangan, kedudukan, jodoh dan sebagainya.
      Kalau mencari perkara dunia, mungkin bisa dapat, tetapi tidak bisa menikmati, malah busuk.


    Ini yang harus kita perhatikan. Kita harus berlomba sungguh-sungguh! Pelayanan merupakan perlombaan. Tidak bisa dengan santai! Jangan sampai yang terdahulu menjadi terkemudian. Kalau terjadi, tidak akan bisa mengejar lagi.

    Sikap yang benar adalah memandang Yesus Imam Besar.

    3 pengertian mata tertuju pada Yesus sebagai Imam Besar yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa:


    • Ibrani 7: 26
      7:26. Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga,

      Pengertian pertama: mata tertuju pada Yesus yang suci, sehingga kita bisa meneladan kepada Yesus Imam Besar yang suci dan bisa hidup dalam kesucian.

      Kalau kerja di dunia, tingkat sekolah baru berlaku--SD, SMP, SMU, S1, S2, S3. Tetapi untuk kerja di sorga, tidak ada tingkat sekolah, tetapi yang dibutuhkan adalah 'S' (suci); hidup dalam kesucian. Tidak ada hubungan dengan S1, S2, S3. Biarpun S3, kalau tidak suci, tidak bisa melayani. Tetapi sekalipun tidak lulus SD, kalau ia suci, ia bisa melayani.

      Ini yang harus kita tanamkan, yaitu hidup dalam kesucian.
      Bagaimana kita sebagai manusia berdosa bisa hidup dalam kesucian? Kita harus berada di ruangan suci--kandang penggembalaan. Harus! Tidak boleh tidak! Sekalipun pendeta hebat, kalau tidak berada di ruangan suci, tidak mungkin bisa hidup suci.

      Ruangan suci= ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:


      1. pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-karunia-Nya; kita sedang diberi minum.
        Banyak orang senang, karena cepat kalau minum. Ibadah hari minggu biasanya dihadiri banyak orang. Tetapi kalau minum, saja, akan kurang gizi rohaninya. Sebab itu harus ditambah.


      2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus; kita diberi makan roti.

        Di dalam kandang penggembalaan harus ada makanan.


      3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembaahan; persektutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya; kita bernafas--ada sirkulasi udara.

        Sudah minum dan makan, kalau tidak bernafas, akan mati juga. Ketiga-tiganya harus ada.


      Di dalam kandang penggembalaan, kita mengalami pertumbuhan rohani ke arah kedewasaan rohani, yaitu kesucian dan kesempurnaan. Istilah lainnya: kita mengalami penyucian oleh pedang firman--harus ada pedang firman dalam penggembalaan--sampai kita suci dan sempurna seperti Yesus.

      Semakin disucikan, kita semakin mengalami minyak urapan Roh Kudus--urapan semakin kuat. Kita mengalami urapan Roh Kudus yang semakin kuat, sehingga kita melayani dengan urapan. Ini yang membedakan kita dengan orang dunia.

      Seperti pemain musik. Alat-alatnya sama dengan yang dipakai di dunia--di alun-alun--; mereknya sama, chordnya sama dengan di dunia. Tetapi yang membedakan adalah kalau kita melayani dengan kesucian dan urapan. Kalau hanya dengan kepandaian--tidak ada kesucian--sudah sama dengan di alun-alun, bahkan gayanya juga sama.

      Kalau melayani dengan kesucian dan urapan, penampilannya sudah berbeda dengan yang di dunia. Hati-hati! Kalau tidak dalam kesucian dan urapan, akan 'urakan' seperti di dunia.
      Kita bersyukur pada TUHAN, kita tidak boleh menjadi sama dengan dunia.

      Roma 12: 2
      12:2. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

      Kalau tidak berada dalam kesucian dan urapan, berarti sama dengan yang di dunia. Tetapi kalau dalam kesucian dan urapan, berarti sama dengan yang di sorga.

      Semakin suci, semakin diurapi, maka pelayanan kita juga semakin rapi, tertib dan teratur. Itu urapan Roh Kudus. Cara memainkan musik dan berkhotbah berbeda dengan cara kampanye di dunia. Kalau kampanye, seringkali tanpa kesucian, malah banyak bohongnya.
      Seringkali kita berkhotbah juga bohong. Kita bilang: Ini bahasa Jermannya, tetapi yang diucapkan bahasa Jawa. Semua tertawa, padahal sudah berdusta.

      Harus dibedakan antara cara dunia dan cara kerajaan sorga.
      Kalau pelayanannya acak-acakan, begitu juga hidupnya.

      Kalau melayani dengan kesucian dan urapan, pelayanan kita akan menjadi rapi, tertib dan teratur, apapun pelayanan kita, sehingga hidup kita juga mulai dirapikan oleh TUHAN. Yang hidupnya sudah tidak baik, mulai dirapikan oleh TUHAN. Kita sungguh-sungguh dalam pelayanan.

      "Kalau tadi, dalam ibadah di Malang, sampai berbuah manis (carang melekat pada pokok anggur yang benar, sampai berbuah manis), itulah menjadi imam-imam. Selama belum jadi imam--belum melayani TUHAN--, belum berbuah. Dari dulu, rindang terus, tetapi belum berbuah. Setelah menjadi imam, baru akan berbuah. "

      Jadi, jika melayani TUHAN dalam kesucian dan urapan, maka hidup kita akan mulai rapi, indah, dan manis--berbuah manis. Percayalah!

      Kita melayani TUHAN harus melihat contoh Yesus yang suci. Kita tergembala dengan benar dan baik, pasti hidup kita rapi, indah, manis, dan bahagia.


    • Ibrani 12: 3
      12:3. Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.

      Pengertian yang kedua: mata memandang kepada Yesus Imam Besar yang tabah, sehingga kita bisa meneladani Yesus yang tabah--kuat-teguh hati--, dan kita bisa menjadi kuat teguh hati.

      Dia tidak pernah kecewa dan putus asa.
      Kuat teguh hati, artinya:


      1. Tidak kecewa, putus asa, dan tinggalkan TUHAN apapun yang kita hadapi hari-hari ini. Juga tidak bangga dengan sesuatu dalam hidup kita.

        Bahaya! Baik kecewa maupun bangga bisa membuat kita bisa meninggalkan TUHAN.
        Kita tidak kecewa dan bangga, tetapi selalu bersyukur kepada TUHAN--tidak mengomel. Hari-hari ini, kita banyak mengucap syukur pada TUHAN.


      2. Tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN sampai garis akhir--sampai meninggal atau sampai TUHAN datang.

        Yang belum melayani, berdoa supaya diberikan kepercayaan untuk bisa melayani TUHAN--diberikan jubah.
        Yang sudah melayani, berdoa, supaya tetap kuat dalam perlombaan sampai garis akhir--tidak berhenti ditengah jalan.

        Yang sudah tinggalkan pelayanan, kembali, sebelum diambil atau ditempati oleh orang lain. Contoh: Yudas digantikan oleh Matias. Seumur hidupnya, atau sampai kapanpun juga tidak bisa menempati pelayanannya lagi.
        Gunakan kesempatan yang TUHAN berikan kepada kita!

        "Dalam penataran malam hari ini, semuanya diberikan kesempatan oleh TUHAN. Tidak ada kesulitan. Tinggal ambil formulir, diisi, berdoa, lalu berkomitmen kepada TUHAN. Baik yang belum melayani, yang sudah melayani, atau yang sudah meninggalkan pelayanan, mari semuanya kuat dan teguh hati (tabah). Kembali kepada pelayanan, sampai garis akhir."


      3. Tetap menantikan kedatangan Yesus kedua kali. Kita selalu ingat dan siap untuk menantikan kedatangan Yesus kedua kali.
        Mazmur 27: 14

        27:14. Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

        Kita mau berbuat dosa (korupsi, menyontek, berbuat serong dan sebagainya), ingat kalau Yesus mau datang kembali.

        "Dulu kesaksian Pdt Totaijs, setiap pagi membuka jendela, beliau berkata: 'Yesus segera datang kembali kedua kali.' Inilah kerinduannya. Tetapi oleh kemurahan TUHAN, beliau harus meninggal dunia. Tidak apa-apa, sebab kalau TUHAN datang kembali, yang sudah meninggal dunia akan dibangkitkan.Yang paling enak adalah dalam posisi menantikan TUHAN. "

        Ini batas kita. Kita ingat dan menantikan Yesus yang segera datang kembali kedua kali.


      Kalau kuat teguh hati, hasilnya adalah TUHAN akan menjadikan semua baik; semuanya baik di mata TUHAN.
      1 Tawarikh 19: 13
      19:13. Kuatkanlah hatimu dan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mata-Nya."

      Percayalah! Kalau dalam pelayanan kita sudah kuat teguh hati, sedikit demi sedikit TUHAN akan jadikan semuanya baik.

      Mari, kita semua masuk perlombaan--pelayanan. Semoga semuanya dipanggil dan dipilih oleh TUHAN untuk masuk pelayanan, dengan syarat: pertama, tanggalkan beban dan jerat dosa, sehingga hati damai sejahtera oleh Roh Kudus. Yang kedua, mata tertuju pada Yesus sebagai Imam Besar, artinya: meneladan Dia yang suci untuk kita hidup suci. Mari berada dalam penggembalaan. Kalau di luar kandang penggembalaan, pasti kering--tidak suci dan tidak ada urapan.

      Kita juga meneladan Dia yang tabah. Kita tetap kuat teguh hati, jangan berhenti di tengah jalan, terus menantikan kedatangan TUHAN, terus setia dan berkobar-kobar, sampai TUHAN jadikan semua baik.
      Yang sudah lemah, lewat penataran malam ini mohon kepada TUHAN, supaya dikuatkan.

      Semakin kuat teguh hati, semuanya akan TUHAN jadikan semakin baik.
      Semakin suci, hidup semakin rapi, manis dan indah. Percayalah! Sorga tidak ada kaitan dengan kepandaian!

      "Saya tadi bersaksi di Malang. Tidak usah takut. Saya tetap sebagai gembala. Tugas saya nomor satu adalah pelayanan di dalam penggembalaan. Sekarang banyak gembala kalau di dalam penggembalaan tidak mau khotbah, tetapi di luar khotbah sana-sini. Salah! Harusnya dalam penggembalaan dahulu, kalau melimpah baru keluar, tetapi harus segera masuk kambali. Saya memberi contoh bukan untuk menyombongkan diri, tetapi ini karena doa saudara. Kemarin setelah sampai di Toraja, besoknya saya langsung khotbah terus (bukan pariwisata). Setelah sampai ke Jakarta, saya khotbah dan sampai ke Malang khotbah lagi ibadah kaum muda, ini karena saya gembala. Kalau ada kelimpahan, baru dibawa ke luar.
      Pada tahun ini ada 18 tempat yang akan dikunjungi. Mohon untuk didoakan: Yang dari kehendak TUHAN, yang jadi. Yang bukan kehendak TUHAN, dibatalkan. Supaya semuanya sesuai dengan kehendak TUHAN. Tetap penggembalaan nomor satu.
      "


    • Ibrani 2: 17-18
      2:17. Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
      2:18. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

      Pengertian yang ketiga: mata tertuju pada Yesus yang berbelas kasihan, sehingga kita meneladani Yesus yang berbelas kasihan.
      Artinya: kita mengaku bahwa kita hidup dari belas kasihan, kemurahan TUHAN yang seharga darah Yesus--kurban Kristus.

      Keluaran 19: 6
      19:6. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel."

      'kerajaan imam' = imam-imam dan raja-raja.
      Sebenarnya, yang boleh atau berhak melayani TUHAN--menjadi imam dan raja-- hanya umat Israel asli dan keturunannya--keturunan Abraham, Ishak, dan Yakub secara daging. Lalu bagaimana dengan bangsa kafir? Kita bersyukur, ayat ini ditulis lagi untuk kita di perjanjian baru.

      1 Petrus 2: 9-10
      2:9. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
      2:10. kamu,
      yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

      'imamat yang rajani'= imam-imam dan raja-raja.
      'bukan umat Allah' = bangsa kafir.

      Secara garis keturunan, bangsa kafir tidak boleh menjadi imam dan raja--tidak boleh menjadi hamba TUHAN, pelayan TUHAN. Karena itu, TUHAN membuka jalur belas kasih, kemurahan yang seharga kurban Kristus, supaya bangsa kafir bisa menjadi imam dan raja.
      Jadi, harga pelayanan kita adalah seharga darah Yesus. Tidak bisa dibeli dan diganti dengan apapun juga di dunia. Ini sungguh-sungguh kemurahan TUHAN! Kalau kita mengabaikan ibadah pelayanan kepada TUHAN, berarti kita sedang menginjak-injak darah Yesus--menghina kemurahan TUHAN. Dan itu benar-benar tidak terampunkan.

      Tidak ada pemberian yang lebih besar selain dari kemurahan TUHAN kepada bangsa kafir. Kalau kasih, TUHAN berikan untuk umat Israel ('Allah mengasihi umat-Nya'). Tetapi kepada bangsa kafir, TUHAN berikan belas kasihan, kemurahan-Nya. Ini lebih dari kasih.
      Dengan 4 luka, Dia sudah mati. Ini adalah kasih-Nya bagi Israel. Tetapi sesudah mati, Ia masih rela ditusuk lambung-Nya. Inilah kemurahan, belas kasih TUHAN bagi bangsa kafir.

      Karena itu, tidak ada hukuman yang lebih berat dari pada menghina kemurahan, belas kasih TUHAN. Jangan abaikan ibadah pelayanan! Harganya terlalu mahal! Kalau kita menghargai kurban Kristus, kita akan kuat.

      Karena dasar pengangkatan bangsa kafir menjadi imam adalah kemurahan belas kasih TUHAN, maka hidup kita--bangsa kafir--, juga bergantung pada belas kasih TUHAN.

      Yang pegawai negeri tentu mengerti. Dulu, dari S1 diangkat menjadi pegawai golongan III-A, S2 dan S3 juga berbeda golongannya. Jadi, gajinya bergantung pada tingkat kelulusannya. Tetapi bagi kita, dasar pengangkatan kita adalah kemurahan, belas kasihan TUHAN (bukan dari S1, S2, S3). Hidup kita bergantung pada kemurahan, belas kasih TUHAN yang besar dan yang tidak pernah habis. Jangan takut untuk melayani TUHAN!

      Kalau ada kemurahan TUHAN, maka kita hidup di dalam tangan belas kasihan TUHAN. Hasilnya:


      1. Markus 6: 34
        6:34. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

        Pada ayat-ayat selanjutnya terjadi pemecahan roti--pemeliharaan TUHAN.

        Ingat! TUHAN memberikan belas kasihan kepada domba yang tidak tergembala. Harus tergembala! Sehebat apapun domba, kalau tidak tergembala, hanya menjadi santapan binatang buas dan tidak mungkin menang.

        Hasil pertama: tangan belas kasih Yesus Imam Besar, Gembala Agung, sanggup memelihara kehidupan kita secara ajaib di tengah kesulitan dunia dan ketidakberdayaan kita, sampai masa antikris berkuasa di bumi selama 3,5 tahun, bahkan sampai hidup kekal.

        Waktu itu sudah sunyi, malam, cuma ada 5 roti 2 ikan--ini tidak ada artinya--, tetapi di tangan belas kasihan TUHAN, 5000 orang laki-laki bisa makan (belum termasuk perempuan dan anak-anak), bahkan masih sisa 12 bakul.
        Jangan ragu-ragu melayani sampai kita benar-benar mengaku bahwa kita hanya hidup dalam tangan belas kasih TUHAN.


      2. Markus 1: 40-41
        1:40. Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku."
        1:41. Maka
        tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir."

        Hasil kedua: tangan belas kasih kemurahan TUHAN sanggup menyelesaikan semua masalah yang mustahil; menyembuhkan penyakit yang mustahil.

        2 Raja-raja 5: 7
        5:7. Segera sesudah raja Israel membaca surat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya serta berkata: "Allahkah aku ini yang dapat mematikan dan menghidupkan, sehingga orang ini mengirim pesan kepadaku, supaya kusembuhkan seorang dari penyakit kustanya? Tetapi sesungguhnya, perhatikanlah dan lihatlah, ia mencari gara-gara terhadap aku."

        Ini cerita tentang Naaman yang sakit kusta. Kemudian mendengar dari budaknya, kalau di Israel ada nabi yang bisa menyembuhkan kusta. Akhirnya, raja Aram mengirimkan surat kepada raja Israel untuk menyembuhkan perwiranya (Naaman).

        Dulu, penyakit kusta ini mustahil disembuhkan, karena sama seperti menghidupkan orang mati. Ini sesuatu yang mustahil, tetapi TUHAN bisa melakukan. Hidup mati kita berada dalam tangan belas kasihan TUHAN.

        Kita boleh berobat, tetapi hidup mati kita dalam tangan TUHAN. Ada yang sehat, tapi tahu-tahu mati. Ada yang sakit parah, tetapi tidak mati-mati. Ingat! Tangan anugerah TUHAN yang menentukan hidup mati kita.

        Kusta secara rohani artinya:


        1. dosa kebenaran sendiri. Hati-hati! Putih, tetapi kusta. Kebenaran sendiri artinya tidak pernah mengaku dosa, malah menyalahkan orang lain dan TUHAN. Ini penyakit yang mudah menular. Di dalam tubuh Kristus, ini benar-benar merusak.


        2. Kusta juga berarti kenajisan. Kalau ada penderita sakit kusta mau lewat, orang harus teriak: Najis..najis! (supaya orangnya tidak jadi lewat). Ini adalah dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan. Ini penyakit yang harus disembuhkan oleh tangan TUHAN. Siapa tahu malam ini, TUHAN menjamah kita semua.


      3. Mazmur 103: 4
        103:4. Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat

        (terjemahan lama)
        103:4. Yang menebus jiwamu dari pada kebinasaan serta
        memakotai engkau dengan kemurahan dan beberapa rahmat.

        Hasil ketiga: tangan belas kasih kemurahan TUHAN memahkotai kita.
        Artinya: menyucikan dan mengubahkan kita, sampai kita sempurna seperti Dia; kita mendapatkan mahkota mempelai; mahkota abadi untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Kita bersama dengan Dia; kita duduk di takhta-Nya bersama Dia selama-lamanya.

Jadi, TUHAN memperlihatkan pribadi dan takhta-Nya bukan untuk show, tetapi supaya kita bisa menerima perhatian dari TUHAN dan satu waktu kita bisa duduk di takhta-Nya. Jangan lepas dari anugerah, belas kasih, dan kemurahan TUHAN. TUHAN akan tolong kita.

Apalagi kita sebagai bangsa kafir, biarlah kita hanya hidup dari tangan belas kasih kemurahan TUHAN. Semakin besar kesulitan, kemustahilan, kenajisan, dan kejahatan di dunia, biar kita semakin berada dalam tangan kemurahan TUHAN.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 11-12 Februari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 29 April 2020 - 01 Mei 2020
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top