English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 30 Juli 2016 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Baptisan Air

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:57
9:57 Ketika...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 Januari 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 26 November 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Raya Surabaya, 20 Januari 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 Juni 2009 (Senin Sore)
Efesus 4: 15
Malam ini kita akan melihat ada 3 langkah untuk bertumbuh ke arah Yesus...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 08 Agustus 2015 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan Baptisan Air.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:18-19
9:18 Pada suatu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Januari 2018 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Kunjungan di Palopo.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus....

Ibadah Raya Surabaya, 03 April 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15. Ia berkata: "Apa...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 17 Agustus 2014 (Minggu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 10 Desember 2008 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdp. Yakub

1 Tesalonika 5: 18
Mengapa kita harus bersyukur?Roma 6: 17-18 ->...

Ibadah Doa Surabaya, 20 Juni 2012 (Rabu Sore)
Matius 27
Dalam susunan tabernakel ini menunjuk tentang 7 PERCIKAN DARAH DI ATAS TABUT PERJANJIAN, artinya sekarang adalah sengsara yang dialami...

Ibadah Doa Malang, 18 April 2017 (Selasa Sore)
Siaran langsung dari Ibadah Persekutuan di Tentena I.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 19 Oktober 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 06 Februari 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26 dalam susunan Tabernakel (Kerajaan Surga) terkena pada buli-buli emas berisi manna.

Di...

Ibadah Raya Malang, 10 Mei 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 menunjuk tujuh kali percikan darah...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 19 September 2016 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih sayang dan berkat TUHAN senantiasa dilimpahkan dalam hidup kita sekalian.

Wahyu 5: 1-3, 5-6
5:1. Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai.
5:2. Dan aku melihat seorang malaikat yang gagah, yang berseru dengan suara nyaring, katanya: "Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan
membuka meterai-meterainya?"
5:3. Tetapi
tidak ada seorangpun yang di sorga atau yang di bumi atau yang di bawah bumi, yang dapat membuka gulungan kitab itu atau yang dapat melihat sebelah dalamnya.
5:5. Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."
5:6. Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri
seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.

Ayat 1= 'gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya', ini sama dengan logos atau firman Allah yang tertulis dalam alkitab atau Kitab Suci.

Ayat 3 = firman yang ditulis dalam gulungan kitab ini dalam keadaan tertutup--termeterai--dan tidak ada yang dapat membuka meterai dari gulungan kitab ini, baik 'yang di bumi'--manusia siapapun--, 'yang di sorga'--malaikat--, maupun 'yang di bawah bumi'--setan, roh jahat dan najis. Semuanya tidak bisa membuka meterai.

Ayat 5-6= hanya Yesus sebagai anak domba Allah yang tersembelih/mati di kayu salib, yang dapat membuka meterai dari gulungan kitab.

Kita sudah belajar dalam Daniel 12. Daniel juga mendengar firman yang dikatakan, tetapi ia juga tidak mengerti karena ia disuruh memeteraikannya sampai akhir zaman (ditrangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 18 September 2016).

Daniel 12: 4, 8-9
12:4. Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah."
12:8. Adapun aku,
memang kudengar hal itu, tetapi tidak memahaminya, lalu kutanya: "Tuanku, apakah akhir segala hal ini?"
12:9. Tetapi ia menjawab: "Pergilah, Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan
termeterai sampai akhir zaman.

Daniel sudah mendengar firman Allah, tetapi firman Allah tetap dimeteraikan oleh TUHAN sampai akhir zaman, sehingga Daniel tidak memahaminya.
Artinya: firman Allah yang dibukakan rahasianya--dibukakan meterainya--hanya diperuntukkan bagi kita yang hidup di akhir zaman. Ini kemurahan TUHAN kepada kita.

Daniel 12: 10
12:10. Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorangpun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.

Pada saat firman Allah dibukakan rahasianya pada akhir zaman, akan terjadi dua golongan hamba TUHAN/pelayan TUHAN/anak TUHAN--ini tidak bicara manusia secara umum, tetapi suatu awasan bagi kita sebagai hamba TUHAN/pelayan TUHAN--:

  1. Ayat 10a= banyak orang yang disucikan, dimurnikan dan diuji = kelompok hamba TUHAN, pelayan TUHAN, anak TUHAN yang bijaksana, yang mau memahami dan menerima pembukaan firman Allah--firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua--, sehingga ia disucikan, dimurnikan dan rela diuji--rela sengsara--, sehingga bisa hidup dalam kesucian.
    Sekalipun firman itu keras dan tajam, dia mau menerimanya.


  2. Ayat 10b= kelompok hamba TUHAN, pelayan TUHAN, anak TUHAN yang fasik--jahat atau bodoh--yang menolak pembukaan firman Allah--menolak firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua--sehingga hidup dalam dosa bahkan enjoy dalam dosa.

    Bodoh= tidak punya hikmat kebijaksanaan dari sorga. Mungkin pandai, tetapi tidak punya hikmat dari sorga.
    Jatuh dalam dosa itu berbeda dengan enjoy dalam dosa. Kalau jatuh dalam dosa, kita takut dan ingin menyelesaikan. Tetapi kalau hidup dalam dosa/enjoy, sudah jatuh bangun dalam dosa tetapi tidak ada perasaan apa-apa lagi, bahkan bahagia dan damai--tidak takut lagi. Ini bahaya, itu berarti hati nuraninya sudah mati dan rohaninya mati.

    Kita tidak bicara soal manusia secara umum, tetapi hamba TUHAN/pelayan TUHAN.

Dua kelompok ini menghasilkan dua kegerakan. Dalam Wahyu 22 ini semakin dijelaskan atau dibukakan.
Wahyu 22: 11
22:11. Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!"

Pembukaan firman penting di akhir zaman. Kalau tidak, kita akan jadi orang fasik.

Pada akhir zaman ada dua kelompok--dua kegerakan besar--:

  1. 'Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar': kegerakan pembangunan tubuh Babel--gereja palsu, mempelai wanita setan--, yaitu yang jahat bertambah jahat, cemar bertambah cemar--najis, sampai sempurna dalam kejahatan dan kenajisan.

    Ini sama dengan pelacur besar; mempelai wanita setan. Cirinya adalah menonjolkan perkara-perkara jasmani; dukungannya adalah mamon.
    Wahyu 17: 4-5
    17:4. Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.
    17:5. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "
    Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."

    Pelacur besar--Babel besar--tandanya adalah:


    • Cabul--najis--, artinya tidak mau mengalami penyucian.
    • Tidak setia dalam ibadah pelayanan--pelacur tidak setia pada satu laki-laki. Laki-laki itulah Kristus. Waktu ibadah adalah waktu kita bertemu dengan Mempelai Pria.
      Mulai dari gembala. Kalau tidak setia, bahaya. Ke mana arahnya sidang jemaat?

      Ini tandanya Babel, yang menolak pedang firman--menolak penyucian.


    • Hanya menggembar-gemborkan berkat jasmani--didukung oleh mamon. Semua digerakkan dengan uang--diukur dan dinilai dengan uang. Mau khotbah atau main musik, dinilai dengan uang. Bahaya! Ini menuju Babel.

      Kalau sudah dapat upah jasmani dalam ibadah pelayanan, ia akan kehilangan upah secara rohani--kerajaan sorga. Ini yang harus kita jaga hari-hari ini.


    Wahyu 17: 3
    17:3. Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk.

    'Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun'= Ini ke padang gurun juga seperti gereja TUHAN--mencontoh persis.

    'seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat' = antikris.

    Yang dihujat ini terutama firman pengajaran yang benar. Kalau yang benar disalahkan dan yang salah didukung, ini sudah menghujat. Bukan berarti di sini yang dipuji, tetapi yang benar saja. Kalau benar tetapi dikatakan: salah, itu berarti menghujat--itulah antikris. Kekuatan mamon, kekayaan jasmani dan hiburan dunia adalah dukungan antikris.


  2. Wahyu 22: 11b
    22:11b. dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!"

    Kegerakan yang kedua: kegerakan pembangunan tubuh Kristus; kegerakan Roh Kudus hujan akhir; kegerakan dalam firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Firman ini membuat kita semakin meningkat dalam kebenaran dan kesucian sampai pada kesempurnaan--menjadi mempelai wanita yang sempurna.

    Jadi, yang ditonjolkan adalah pedang firman-kegerakan pedang firman.
    Tadi (Babel), yang ditonjolkan adalah yang jasmani, kalau perlu tidak ada firman.

    Tanda kegerakan pembangunan tubuh Kristus:


    • Mengutamakan firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua, sehingga bisa hidup suci.
    • Setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan--dalam urapan Roh Kudus.
      Kalau tidak setia, berarti tidak ada urapan Roh Kudus.
      Kalau mau mengetahui ada urapan atau tidak, bukan dilihat dari berbahasa Roh dulu, tetapi setia atau tidak. Kalau datang atau tidak datang ibadah, itu bukan ukuran urapan. Tetapi kalau setia dalam ibadah pelayanan, itu berarti kita ada urapan.


    Ada Firman dan urapan; pedang firman dalam urapan Roh Kudus--hidup suci dan setia--, inilah dukungan gereja yang benar, dan nanti akan menjadi dua sayap burung nasar yang besar. Kalau gereja palsu, dukungannya adalah keuangan, hiburan atau mammon--antikris.

    Wahyu 12: 14
    12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    'selama satu masa dan dua masa dan setengah masa' = tiga setengah tahun.

    Semakin suci dan setia, sayapnya semakin besar, sampai satu waktu dua sayap burung nasar:


    • Secara horisontal: menyingkirkan kita ke padang gurun, jauh dari mata antikris yang berkuasa dibumi selama 3,5 tahun. Jangankan dijamah, dilihatpun tidak bisa. Kita dipelihara secara langsung oleh TUHAN lewat firman pengajaran dan perjamuan suci--ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci adalah latihan untuk hidup di pagang gurun.


    • Secara vertikal: dua sayap burung nasar juga mengangkat kita ke awan-awan yang permai--bertemu dengan Yesus di awan-awan yang permai--sampai duduk di takhta bersama Dia selamanya.

Inilah dua macam kegerakan.
Tadi, ada dua kelompok hamba TUHAN/pelayan TUHAN/anak TUHAN--bukan manusia umum. Ini tekanannya dalam pengajaran. Kalau penginjilan untuk manusia umum/manusia di dunia. Manusia di dunia yang percaya Yesus itu baik, yang tidak percaya Yesus itu jahat. Tetapi pengajaran, justru yang sudah percaya ini hati-hati, karena masih dibagi dua kelompok, sehingga menimbulkan dua macam kegerakan.

Biarlah kita bisa masuk kegerakan pembangunan tubuh Kristus.

Lalu, siapa yang dipakai atau diutus dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--pembangunan rumah rohani? Kalau mau masuk kelompok yang benar atau kegerakan yang benar, mari jadi yang benar.

1 Petrus 2: 5
2:5. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

'
imamat kudus' = imamat rajani.

Yang dipakai adalah imamat rajani--imam dan raja.
Imam, artinya:

  • Seorang yang suci--kesucian.
  • Seorang yang memangku jabatan pelayanan, yang dipercayakan oleh TUHAN.
    Yang belum melayani, berdoa, supaya kita dipakai oleh TUHAN dalam kegerekan yang benar. Hanya ada 2 kegerakan. Kalau tidak dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus, pasti dipakai yang palsu. Tidak ada netral atau di tengah-tengah. Harus menjadi imam dan raja.

    Kalau suci, akan diperlengkapi oleh TUHAN dengan jabatan pelayanan.


  • Seorang yang beribadah melayani kepada TUHAN sesuai dengan jabatan pelayanan yang TUHAN percayakan kepada kita.

Raja, artinya seorang yang diurapi, supaya menang.
Mengapa imamat rajani (1 Petrus 2: 9); imam dan raja? Imam= suci--ada pedang firman--, dan raja= diurapi supaya menang--ada urapan Roh Kudus. Bukan kalah terus. Kalau sedikit-sedikit kalah atau terhalang, TUHAN tidak mau, sebab itu harus diurapi supaya menang.

Mazmur 20: 7, 10
20:7. Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.
20:10. Ya TUHAN,
berikanlah kemenangan kepada raja! Jawablah kiranya kami pada waktu kami berseru!

Raja adalah imam yang selalu diurapi Roh Kudus sehingga selalu berkemenangan:

  • Terutama menang atas dosa. Jangan sampai sedikit-sedkit jatuh dalam dosa. Tidak akan bisa melayani. Kita melayani TUHAN (di dalam surat Ibrani, Korintus, Filipi), seperti perlombaan lari--seperti yang dikatakan oleh rasul Paulus: Aku berlari. Kalau sering jatuh, jangankan menang, masuk finishpun belum tentu. Jangan!

    Harus menang atas dosa! Tidak boleh jatuh bangun dalam dosa--tidak tersandung atau terjatuh dalam dosa.


  • Juga menang atas tantangan, rintangan dan halangan, sehingga kita tidak terhalang oleh apapun--tidak mau dihalangi sampai tidak bisa dihalangi.
    Yang masih terhalang, berdoa, jangan menyerah kalah.

Kalau sudah menang atas dosa dan halangan, kita bisa melayani sampai garis akhir; kita bisa menjadi imam dan raja sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau sampai TUHAN datang kembali. Tidak ada istilah pensiun. Ini jabatan langsung dari TUHAN dan satu-satunya jabatan yang tidak ada pensiunnya.
Kalau dari manusia bisa pensiun, bahkan jabatan pendetapun ada pensiunnya. Tetapi kalau dari TUHAN--sebagai gembala, pamain musik dan sebagainya--, tidak ada pensiun, sampai di sorgapun tetap jadi imam dan raja, bahkan sampai selama-lamanya.
Sekalipun sudah meninggal dunia, tetapi nanti dibangkitkan untuk masuk kerajaan Seribu Tahun Damai dan kita tetap menjadi imam dan raja. Lalu masuk Yerusalem baru, tetap menjadi imam dan raja.

Suasana pengutusan--suasana kegerakan pembangunan tubuh Kristus--: seperti domba di tengah serigala.
Lukas 10: 3
10:3. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.

Domba di tengah serigala artinya: suasana yang sangat lemah, tidak berdaya, tidak bisa apa-apa. Itulah suasana pengutusan, sehingga kebutuhan kita hanya satu yaitu gembala. Kita bergantung pada Yesus Gembala Agung. Tidak bisa bergantung pada yang lain. Sekuat apapun domba--lemaknya tambah banyak, wolnya tambah hebat--tidak akan mampu melawan serigala.

Oleh sebab itu, seorang imam mutlak tergembala dengan benar dan baik--berada di ruangan suci; kandang penggembalaan; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Ini diperhatikan!

  • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus dengan karuna-karunia-Nya.
  • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alktiab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah didalam firman pengajaran dan kurban Kristus.
  • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.

Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal; kita berada di dalam tangan kasih anugerah Yesus Gembala Agung yang besar. Allah Tritunggal--Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus--; TUHAN Yesus Kristus, kita kenal dalam nama Yesus--di dalam pribadi Yesus sudah ada Allah Tritunggal.
Serigala--setan tritunggal--tidak bisa memangsa kita. TUHAN tolong kita semua.

Kalau tidak tergembala, akan habis dimangsa serigala. Ada tiga binatang buas--serigala mewakili tiga binatang buas--:

  • Naga di udara= roh jahat dan najis. Ekor naga ada (maaf) alat reproduksi--dosa-dosa sampai puncaknya dosa yang menyeret.
  • Nabi palsu--binatang di darat--=ajaran-ajaran palsu.
  • Antikris--binatang yang keluar dari laut.

Kita tidak berdaya melayani pembangunan tubuh Kristus, sebab itu kita harus berada di dalam tangan Gembala yang baik.

Bekal PENGUTUSAN--kalau sudah ada di dalam tangan TUHAN, Dia berikan bekal--:

  1. Lukas 22: 35-38
    22:35. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?"
    22:36. Jawab mereka: "Suatupun tidak." Kata-Nya kepada mereka: "Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan
    membeli pedang.
    22:37. Sebab Aku berkata kepada kamu, bahwa nas Kitab Suci ini harus digenapi pada-Ku: Ia akan terhitung di antara pemberontak-pemberontak. Sebab apa yang tertulis tentang Aku sedang digenapi."
    22:38. Kata mereka: "Tuhan,
    ini dua pedang." Jawab-Nya: "Sudah cukup."

    Bekal pengutusan yang pertama: PEDANG--firman yang dibukakan meterainya; gulungan kitab yang dibukakan meterainya; firman Allah yang dibukakan rahasianya--ayat yang satu menerangkan ayat yang lain--; firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

    Dua pedang, artinya:


    • Perjanjian lama ditambah perjanjian baru= alkitab--firman pengajaran yang benar. Harus tertulis di alkitab.
    • Dua adalah suami-isteri, sama-sama memegang pedang, bukan untuk berkelahi, tetapi untuk disucikan dan menjadi satu.
      Jadi, suami-isteri harus berpegang teguh pada satu firman pengajaran yang benar; harus mendengar dan dengar-dengaran--praktik firman pengajaran yang benar--, sehingga sama-sama mengalami penyucian.

      Jangan suami pegang pedang, isteri pegang lain! Tidak akan bisa jadi satu.
      Kaum muda, perhatikan! Masuk dalam nikah sama dengan masuk masalah. Apa masalahnya? Dua yang berbeda mau jadi satu, susah. Rambutnya beda, kesukaannya beda, semua beda secara jasmani. Mau jadi satu, berat. Itu sebabnya yang rohani harus sama, supaya bisa menyatukan yang jasmani--menjadi satu daging.

      Kalau jasmani beda, rohani juga beda, sampai kiamat tidak akan bisa jadi satu.
      Suami-isteri berdoa supaya bisa sama-sama memegang satu pedang--satu firman pengajaran yang benar--, dan praktik firman, sehingga mengalami penyucian, mulai dari dalam hati--pusatnya dosa; gudangnya dosa. Ini yang menyatukan.

      Kalau jasmani dan rohani berbeda, itu berarti sudah ada masalah besar, masih menambah masalah lagi.
      Kaum muda harus berdoa supaya satu dalam pengajaran.

      Penyucian yang kita alami meliputi:


      1. Dimulai dari dalam hati.
        Di dalam hati terdapat banyak dosa (injil Markus). Penyucian hati= penyucian dari keinginan jahat, najis, dan kepahitan. Tiga hal ini yang berdiam di dalam hati:


        1. Keinginan jahat--keinginan uang--= cinta akan uang yang membuat kikir dan serakah.
          Ini akar kejahatan.
          Ini yang harus dicabut di dalam hati menggunakan pedang.

          Akar ini harus dicabut, kalau tidak, satu waktu akan tumbuh lagi. Sebab itu perlu firman. Yang bisa menusuk sampai di hati--membersihkan akar dosa di hati--hanya pedang, tidak bisa yang lain. Kita butuh hari-hari ini.

          Itu sebabnya rasul Yohanes menangis. Kalau tidak ada pembukaan firman, tidak ada yang bisa masuk sorga--pintu sorga tertutup--, sebab tidak ada yang disucikan.

          Kikir= tidak bisa memberi.
          Serakah= merampas milik TUHAN (persepuluhan dan persembahan khusus), dan sesama (menipu sesama).

          Kalau sudah cinta akan uang, tidak ada lagi kasih pada TUHAN dan sesama; milik TUHAN dan sesama dicuri.


        2. Keinginan najis= akar kenajisan yang mengarah pada dosa makan minum--merokok, mabuk, narkoba--, dan kawin mengawinkan--dosa percabulan.
          Harus diputuskan oleh pedang dan dibuang.


        3. Akar kepahitan= iri, dendam, benci tanpa alasan. Harus dicabut dan semua jadi damai sejahtera.


      2. Kalau hati sudah disucikan, maka perbuatan juga disucikan, sehingga menghasilkan perbuatan benar, suci dan baik.
        Itu saja ukurannya. Jangan lebih dari itu!


      3. Kemudian pedang penyucian menyucikan perkataan, mulai dari ya katakan: ya, tidak katakan: tidak--berkata benar (tidak berdusta), baik dan jujur--, sampai tidak salah dalam perkataan--sempurna; hanya menyeru 'Haleluya' untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

        Yakobus 3: 2
        3:2. Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.


    Yang belum pegang pedang--antara suami-isteri--, doakan, supaya sama-sama pegang pedang. Kalau beda, bahaya! Salomo pegang pedang, isterinya pegang ajaran yang lain dan akhirnya Salomo yang kalah. Kalau kita baca mulai dari kitab kejadian, benar dengan tidak benar bertemu--perkataan TUHAN dengan perkataan ular--, yang benar akan kalah. Adam, Hawa dan Salomo kalah--sekalipun punya filter yang kuat. Itu rumus. Karena itu TUHAN berikan peringatan: Jangan dengar suara asing!

    Kalau benar-benar domba yang digembalakan, di Yohanes 10, kita akan lari kalau dengar suara asing--bukan hanya tidak mau mendengar suara asing, tetapi sampai lari. Karena bahaya, kalau sudah dengar suara asing, satu waktu pedangnya yang dibuang dan ambil yang salah. Kita berdoa, supaya suami, isteri dan anak-anak pegang satu pedang--satu pengajaran yang benar. Itu yang menyucikan sampai jadi satu kesatuan.

    Lukas 22: 38
    22:38. Kata mereka: "Tuhan, ini dua pedang." Jawab-Nya: "Sudah cukup."

    'Sudah cukup'= kalau sudah punya dua pedang, sudah cukup. Tidak usah bingung. Kalau manusia anggap kurang wawasan dan sebagainya, itu berarti melawan TUHAN.

    "Ada murid saya di Lempin-El, catatannya yang dari jalan Johor (waktu itu saya mengajar di jalan Johor juga), bukunya dilempar di gudang, karena dianggap tidak cukup. Waktu itu om Pong baru meninggal, saya tidak kuat juga: 'Kapan ketemu dia?' Kalau sekarang, saya tertawa saja, dia melawan TUHAN. TUHAN katakan: Sudah cukup, tetapi dia katakan: Kurang."

    Kalau kita sudah berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar--firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua; kabar mempelai--, maka TUHAN katakan: Sudah cukup. Artinya:


    • Lukas 22: 31
      22:31. Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum,

      Di sini, situasinya dalam goncangan. Dalam menghadapi goncangan, sudah cukup dihadapi dengan pedang.

      Suasana waktu itu adalah seperti gandum ditampi. Bagaimana hidup seperti itu? Tidak ada pijakannya, memang goncang. Tetapi kalau pegang pedang, sudah cukup.
      Artinya: kita tahan uji menghadapi goncangan apapun--ekonomi, nikah dan buah nikah, pelayanan, kesehatan. Kita tidak akan putus asa, kecewa, dan meninggalkan TUHAN, tetapi kita tetap percaya dan berharap TUHAN, tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN.

      Kalau bukan firman, baru kena sedikit sudah tidak tahan. Banyak yang gugur. Kalau hamba TUHAN, pelayan TUHAN tidak memegang satu pedang, akan gugur. Salomo saja gugur. Soal pengajaran akan diuji/diancam. Tetapi, kalau ktia pegang pedang, kita akan tahan uji dan tidak tinggalkan pengajaran yang benar. TUHAN tolong kita.


    • Yang kedua: 'sudah cukup', artinya TUHAN memberikan kebahagiaan sorga yang tidak bisa dipengaruhi apapun (mulai Wahyu 1: Berbahagialah meraka yang membaca, mendengar...).

      Perhatikan! Kalau kita senang dalam ibadah karena pujiannya, musinya, bagus, tetapi kalau bosan saat dengar firman, bahaya! Kebahagiaan sejati adalah saat mendengarkan firman; puncaknya adalah saat mendengar firman sampai membawa kita bisa menyembah TUHAN. Itulah kebahagiaan sorga, yang tidak bisa digoncangkan oleh apapun di dunia--sakit, tidak punya uangpun tetap bahagia.


    • Yang ketiga: 'sudah cukup', artinya TUHAN memberikan jaminan kepastian akan pemeliharaan hidup kita. Firman bisa menciptakan langit dan bumi, bisa menciptakan dari tidak ada menjadi ada.

      Kaum muda, perhatikan! Kalau belajar dari kitab keluaran, umat Israel mengambil satu gomer manna setiap hari selama lima hari.
      Satu gomer= 3,8 liter--satu orang ambil 3,8 liter. Banyak itu.
      Lima hari= penyucian. Penyucian ini penting.

      Jadi, hidup kita ini dari penyucian. Kalau ada penyucian, sudah cukup. Kalau kita suci, TUHANlah yang memberikan jaminan (TUHAN yang bertanggung jawab).

      "Lempin-El perhatikan, bukan dari jemaat. Kalau bergantung pada penyucian, tidak ada jemaatpun, kita dipelihara oleh TUHAN (hidup dari TUHAN). Demikian juga kita, jangan menghina: Gajinya sekian. Itu belum tentu. Kalau suci, TUHANlah yang menjamin kita."


    Jangan salah memilih gerakan! Sementara firman dibukakan, ada dua kelompok. Ambil kelompok yang benar. Dan ada dua kegerakan, ambil kegerakan yang benar. Jadilah imam dan raja! Yang sudah menjadi imam dan raja, mari sungguh-sungguh, jangan pensiun, bahaya!

    Kalau sudah berhenti dan tinggalkan ladang TUHAN, paling sedikit, masuk ladang Kain--mulai iri, benci dan mendakwa. Apa salahnya Habel? Akhirnya ladang babi. Hanya ke situ saja.

    Yang punya anak muda atau menginjak usia remaja, dorong untuk menjadi imam dan raja--beribadah melayani TUHAN! Itu jaminan hidup kita yang pasti.


  2. Markus 6: 6b-8
    6:6b. Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.
    6:7. Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,
    6:8. dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka,
    kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan,

    Bekal pengutusan yang kedua: tongkat.

    "Bukan tidak boleh bawa dompet, tetapi jangan bergantung itu. Saya benar-benar dilatih oleh TUHAN. Kalau dulu masih kerja, memang buka dompet. Tetapi setelah jadi hamba TUHAN, apa yang mau diambil? Belum naik busnya, untuk masuk peron saja masih cari uang. Ada uang untuk masuk peron, tetapi belum tentu busnya. Itulah maksudnya, tidak bergantung pada itu semua, tetapi bergantung pada tongkat."

    Uang boleh ada atau tidak, tetapi harus ada tongkat. Tongkat sama dengan SALIB.
    Firman pengajaran dan salib tidak bisa dipisahkan.
    Hanya orang yang mau salib, mau menerima firman pengajaran--mau menerima ketajaman pedang. Kalau tidak mau pedang, tidak mau salib juga.

    Ingat tongkat Musa! Kalau melepas tongkat--salib--, ular yang datang--dosa-dosa yang datang. Jangan pernah melepas salib Kristus!

    Salib= sengsara daging (penderitaan) bersama Yesus dan ular tidak bisa datang. Tetapi begitu kita mau enak, ular sudah datang.

    Mengapa TUHAN izinkan kita menderita?


    • 1 Petrus 4: 1-2
      4:1. Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--,
      4:2. supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

      'Kristus telah menderita penderitaan badani' = menderita di kayu salib.

      Yang pertama: TUHAN izinkan kita menderita, supaya kita bertobat.

      Salib adalah senjata rahasia--karena orang kristen tidak mau mengerti salib--untuk menghentikan dosa, kita bisa bertobat dan hidup dalam kebenaran. Ular tidak bisa datang. Kalau ada salib, ular takut.

      Dosa-dosa masa lalu, stop dan hidup dalam kebenaran! Pegang salib!
      Pelayan TUHAN, bertobatlah! Sekarang ini menyelesaikan dosa, bukan menambah! Jangan berbuat dosa!

      Beban di belakang--beban dosa--, lepaskan supaya larinya cepat.
      Yang di depan--rintangan--loncati, jangan jatuh, supaya jangan babak belur dalam dosa. Kalau tidak kuat, ingat Yesus--lihat salib--, bagaimana perjuangan-Nya untuk menyelesaikan dosa--untuk menebus dosa kita. Apa yang kita perbuat untuk menyelesaikan dosa (lepas dari dosa) belum sampai mencucurkan darah. Dia sudah mencucurkan darah, sampai titik darah penghabisan.


    • 1 Petrus 4: 12-14
      4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
      4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
      4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab
      Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

      Yang kedua--ini lebih tinggi dari yang pertama--: di balik salib (percikan darah) ada Roh kemuliaan; TUHAH izinkan kita menderita sengsara daging tanpa dosa atau karena Yesus--bukan karena berbuat dosa--, supaya ada Roh Kemuliaan--shekina glori. Jangan takut!
      Sengsara daging karena Yesus (tanpa dosa) adalah percikan darah (ujian).

      Kegunaan Roh kemuliaan:


      1. Mengubahkan ktia dari manusia daging menjadi manusia rohani--manusia mulia--, yaitu taat dan setia seperti Yesus yang taat sampai mati di kayu salib. Kita taat dan setia sampai daging tidak bersuara.


      2. Kegunaan Roh kemuliaan yang kedua: supaya kita bisa dipakai membawa--menyaksikan, memberitakan--cahaya injil kemuliaan Kristus--kabar mempelai--, sehingga banyak jiwa yang dituai untuk masuk kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

        Kalau bawa pedang tumpul, tidak bisa. Tetapi kalau bawa pedang firman dan diurapi Roh Kudus--ada Roh kemuliaan--, benar-benar tajam dan bisa membawa orang-orang masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--penuaian. Ini tugas kita.


      3. 1 Petrus 2: 19
        2:19. Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

        Kegunaan Roh kemuliaan yang ketiga: salib adalah kasih karunia anugerah TUHAN yang besar.

        "Kaum muda, saya sudah saksikan (dalam ibadah kaum muda). Ini benar-benar domba di tengah serigala. Senin datang, rabu, datang, sabtu datang, minggu datang ibadah juga. Mengerikan, seperti lihat hantu. Kapan belajarnya? Memang dibuat begitu oleh setan. Tetapi biar TUHAN tolong kita, di balik salib ada kasih karunia anugerah TUHAN yang besar. Asalkan untuk TUHAN, jangan takut! Bukan berarti besok ada ulangan, lalu tidak belajar, yang penting ke gereja (berdoa) itu konyol. Yang benar adalah siang jangan tidur, gunakan untuk belajar. Kalau di Medan, ibadah hari minggu selesai jam setengah sepuluh malam. Di sana banyak anak-anak kecil (dari sekolah Minggu langsung), saya katakan: TUHAN tolong ya."

        Mengapa kita yang dipilih? Jangan marah, tetapi mengucap syukur. Sebenarnya kita tidak layak untuk memikul salib.

        Kisah Rasul 5: 41
        5:41. Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.

        Ayat 5= rasul-rasul ini bangsa Israel asli, umat pilihan TUHAN tetapi merasa tidak layak. Justru mereka senang karena dianggap layak untuk memikul salib.

        Kalau kita dipilih, jangan marah, karena rasul-rasul saja senang dianggap layak menderita karena Yesus, karena ini merupakan anugerah TUHAN yang besar.

        Mari, sungguh-sungguh jadi pengalaman tak terlupakan. Masing-masing ada pengalaman salibnya--saya tinggalkan gaji, pekerjaan. Mungkin saudara dari kerja masuk ibadah. Itu merupakan nyanyian baru yang tidak bisa dipelajari oleh siapapun. Gembira itu nyanyian baru.

        Kita ikut Yesus di lembah dan gunung--ada salib, lalu ditolong. Itu nyanyian baru yang tidak bisa dipelajari oleh siapapun dan tidak bisa dihapus oleh apapun juga. Sampai nanti kalau TUHAN datang, kita menyembah Dia dalam nyanyian baru: 'Haleluya.' Luar biasa!
        Suara desaru guruh: 'Haleluya,' bagaikan nyanyian baru.

        Jadi, kaum muda, kalau bisa ibadah harus mengucap syukur karena kita dianggap layak memikul salib--ini merupakan kasih karunia anugerah TUHAN yang besar.
        Artinya kita berada di dalam tangan anugerah TUHAN yang besar.

        Saat kita memikul atau mengalami salib, kita berada dalam tangan anugerah TUHAN yang besar. Jangan takut! Dia tidak menipu kita.

        Hasilnya:


        1. Kejadian 6: 7-8
          6:7. Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka."
          6:8. Tetapi
          Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

          Ada 8 orang yang masuk bahtera--4 pasang mempelai; keselamatan mempelai.

          Hasil perrtama: kasih karunia memberikan keselamatan mempelai (ada empat pasang mempelai), artinya mulai dari nikah rumah tangga-buah nikah.

          Kalau ada salib di rumah tangga, benar-benar ada anugerah. Betapa indahnya. Yang belum, berdoa minta anugerah TUHAN.

          Keselamatan mempelai artinya


          • Tangan anugerah TUHAN yang besar sanggup memelihara kehidupan kita di tengah kesulitan sampai kemustahilan dunia pada zaman antikris.

            Ada air bah, gunungpun hilang, tetapi Nuh masih bisa hidup. Orang pandai, kaya, mati semuanya, karena di luar kasih karunia--di luar salib, di luar firman pengajaran, di luar pengutusan TUHAN.

            Tetapi kasih karunia memberikan pemeliharaan kepada kita.


          • Kasih karunia juga melindungi kita dari hukuman TUHAN--tiga kali tujuh penghukuman Allah yang diakhiri kiamat, sampai dengan neraka selamanya.

            Semoga semua lengkap sekeluarga, seperti Nuh. Bahkan sampai ke menantunya.

            "Saya percaya, kalau punya cucu, cucunya akan ikut juga."


          • Kita ditolong, sehingga masalah seperti air bah selesai = tangan anugerah TUHAN yang besar sanggup menyelesaikan semua masalah yang besar (yang mustahil). Dia lebih besar.

            Air bah tidak bisa ditanggulangi oleh apapun, selain oleh anugerah TUHAN. Nanti masalah jasmani, rohani dan nikah akan seperti air bah-tidak hanya masalah ekonomi saja, tetapi masalah dosa juga seperti air bah. Tidak bisa ditanggulangi dengan apapun dari dunia--kepandaian, tehnologi--, tetapi hanya dengan tangan anugerah TUHAN yang besar--tangan yang berlubang paku yang mampu menolong kita.


        2. Kejadian 39: 21, 23
          39:21. Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.
          39:23. Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya
          dibuat TUHAN berhasil.

          'kasih setia-Nya' = kasih karunia anugerah TUHAN yang besar.
          'Yusuf'= gambaran dari mempelai.

          Yusuf ini juga memikul salib; tidak salah dijual, tidak salah malah dipenjara. Inilah dalam tangan kasih setia anugerah TUHAN yang besar.

          Hasil kedua: keberhasilan mempelai; tangan anugerah TUHAN yang besar sanggup memberikan keberhasilan--berhasil dan indah pada waktunya sekalipun kita terbatas--penjara itu terbatas--; modal, ijazah, gaji, semuanya terbatas. Tetapi tangan anugerah TUHAN yang besar tidak terbatas. Jangan membatasi TUHAN!


        3. Wahyu 22: 20-21
          22:20. Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
          22:21.
          Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.

          Wahyu 22: 20-21 = merupakan ayat terakhir dari alkitab.

          Jangan lepaskan kasih karunia TUHAN! Kasih karunia TUHAN adalah salib, firman pengajaran dan pengutusan TUHAN.

          Salib ada kaitan dengan pengajaran--pedang. Jangan dilepaskan!
          Pedang merupakan bekal pengutusan--imam dan raja. Jangan pensiun!
          Kita hidup dari tangan anugerah TUHAN yang besar. Kalau pensiun, berarti lepas dari tangan TUHAN dan ada di dalam tangan setan.

          TUHAN tahu, kalau sudah waktunya--pemakaian sudah cukup--, akan Dia panggil. TUHAN tidak menjadikan kita sebagai hamba TUHAN yang pengangguran. Kita melayani sampai garis akhir. Kecuali kalau sakit yang tidak bisa bicara lagi--untuk hamba TUHAN--, jangan menghakimi, itu urusan dengan TUHAN. Jangan berani-berani menghakimi hamba TUHAN! Tetapi kalau masih wajar--normal--, semua dari kita tidak boleh pensiun.

          Memang domba di tengah serigala, tetapi ada tangan anugerah yang besar. Pegang itu saja, yaitu salib, pedang dan pengutusan sampai terjadi keselamatan, keberhasilan, sampai kesempurnaan mempelai dan kita terangkat ke sorga selama-lamanya.

          Hasil ketiga: kesempurnaan mempelai; tangan anugerah TUHAN yang besar sanggup menycuikan dan mengubahkan kita sampai sama mulia--sempurna--dengan Dia; kita menjadi mempelai wanita yang siap terangkat di awan-awan yang permai dan duduk di takhta sorga bersama dengan Dia.

PEGANG SALIB, PEDANG DAN KERJAKAN PENGUTUSAN! Itulah urusan kita, selebihnya urusan tangan anugerah TUHAN yang besar. Mungkin ada yang serasa mustahil, serahkan pada TUHAN! Kaum muda, jangan takut! Menghadapi air bah akhir zaman, pegang salib, pedang dan pengutusan TUHAN! Kita dipegang oleh tangan anugerah TUHAN.

Apapun yang kita hadapi, serahkan pada TUHAN! Serukan nama TUHAN! Semua memang semakin sulit, tetapi anugerah TUHAN juga semakin besar.

"Bawalah anak sekolah minggu, kaum muda untuk datang kepada TUHAN, sebab air bah sudah dekat. Suasana penjara juga sudah dekat, tidak salah tetapi dipenjarakan. Di Medan ada seorang pimpinan--jabatan tinggi--, tetapi dituduh merentalkan mobil (dia sampai menangis). Sekarang sudah ada saksi-saksinya bahwa dia tidak merentalkan mobil, dan dia bisa beribadah terus. Sudah dekat masa penjara, ini bukan menakut-nakuti, tetapi supaya kita berada dalam tangan anugerah TUHAN yang besar."

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-03 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top