English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Ciawi V, 04 Desember 2008 (Kamis Sore)
Wahyu 21: 5-6
'semuanya sudah terjadi'= sudahlah genap (terjemahan lama).

Ibadah Raya Malang, 21 Mei 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6 dalam susunan Tabernakel menunjuk...

Ibadah Doa Surabaya, 12 Februari 2014 (Rabu Sore)
Pdm. Gideon Pakpahan

Selamat malam. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah kiranya kasih karunia dan damai sejahtera Tuhan, berkat dari...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Februari 2016 (Kamis Sore)
Siaran Langsung dari Toraja

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema: Imamat yang...

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 01 Maret 2010 (Selasa Siang)
TULAH KE-8 : BELALANG Pengertian rohani belalang adalah :Roh-roh setan yaitu roh jahat dan roh najis.Roh...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 03 Juni 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:29-32
11:29 Ketika orang banyak mengerumuni-Nya,...

Ibadah Doa Surabaya, 15 Maret 2019 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Malang, 27 April 2017 (Kamis Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

2 Korintus 12:7
12:7 Dan supaya aku...

Ibadah Doa Surabaya, 01 Mei 2019 (Rabu Sore)
Dari rekaman ibadah doa di Malaka

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 20 Februari 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:10-11
Yudas mengkhianati Yesus

Yudas berteman dengan ahli-ahli Taurat, yang adalah orang-orang...

Ibadah Raya Surabaya, 17 April 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15. Ia berkata: "Apa...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 07 September 2018 (Jumat Malam)
Keluaran 25: 29
25:29. Haruslah engkau membuat pinggannya, cawannya, kendinya dan pialanya, yang dipakai untuk persembahan curahan; haruslah engkau...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 01 Oktober 2011 (Sabtu Sore)
Tema kunjungan di Siantar: 25 dan 50

Malam ini kita membahas angka 50.

Ibadah Raya Malang, 01 Maret 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, yaitu:
Ay. 29, terjadi...

Ibadah Doa Surabaya, 20 Juli 2011 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa
Matius 26: 26-29
ay. 26-29= MAKAN PERJAMUAN SUCI.
Ayat 26-29= peralihan dari perjamuan paskah ke perjamuan suci.
Jadi, perjamuan paskah yang terakhir= perjamuan suci yang...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 18 Januari 2015 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita masih membaca dalam kitab Wahyu 2-3.
Dalam susunan Tabernakel, ini menunjuk tentang tujuh kali percikkan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman) supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita Sorga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.
Sekalipun ada kelebihan/kehebatan, tetapi kalau ada cacat cela, maka tidak bisa menyambut kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan permai, semuanya sia-sia. Jemaat Efesus dipuji oleh Tuhan, tetapi 'Aku mencela engkau' = kalau ada cela, tidak bisa menyambut kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan permai, akan tertinggal, berarti binasa selama-lamanya. Oleh sebab itu kita harus sempurna sama seperti Dia.
Tiap jemaat yang mau disucikan, ada janji Tuhan.

Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikkan darah adalah
:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.

  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi Tuhan katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).

  3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) yang harus meninggalkan ajaran-ajaran sesat (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 28 Desember 2014).

  4. sidang jemaat di TIATIRA (Wahyu 2: 18-29) yang harus mengalami penyucian hati dan pikiran sampai pikiran yang terdalam (diterangkan mulai dariIbadah Raya Surabaya, 04 Januari 2015).

AD. 4. SIDANG JEMAAT TIATIRA

Wahyu 2: 26-29
2: 26. Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa;
2: 27. dan ia akan
memerintah mereka dengan tongkat besi; mereka akan diremukkan seperti tembikar tukang periuk--sama seperti yang Kuterima dari Bapa-Ku--
2: 28. dan kepadanya akan
Kukaruniakan bintang timur.
2: 29 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."

A
da JANJI TUHAN kepada sidang jemaat Tiatira yang mengalami kemenangan, yaitu:

  1. ay. 26-27= kuasa untuk memerintah atau menghakimi bangsa-bangsa dengan tongkat besi = kita duduk di takhta penghakiman bersama Tuhan untuk menghakimi dunia.
    Supaya tidak menerima tongkat besi/penghukuman, maka sekarang kita harus menerima tongkat gembala/suara penggembalaan = harus tergembala dengan baik dan benar (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 12 Januari 2015)sampai Ibadah Doa Surabaya, 14 Januari 2015).


  2. ay. 28= Tuhan mengaruniakan bintang timur.

TUHAN MENGARUNIAKAN BINTANG TIMUR.
Wahyu 22: 16
22:16 "Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang."

Apa itu bintang timur?:
'bintang timur yang gilang-gemilang' (tidak pernah jatuh) adalah pribadi Yesus = Mempelai Pria Sorga.
'dan kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur' = bintang timur adalah kehidupan kita semua yang bercahaya/mulia seperti Yesus = mempelai wanita Sorga.
Mempelai Pria = Kepala.
Mempelai wanita (kita semua) = tubuh Kristus yang sempurna.

Dari mana asal cahaya/kemuliaan dari bintang timur?:
2 Korintus 4: 3-4
4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Ada 2 macam pemberitaan Firman:

  1. Yang pertama: injil keselamatan (kabar baik); untuk membawa orang-orang berdosa supaya percaya Yesus dan diselamatkan.

    Kesaksian:
    "Saya salah satunya. Saya bukan keturunan hamba Tuhan, bukan keturunan Kristen. Dulunya mencari keselamatan di kuburan, dan lain-lain. Tetapi setelah mendengar injil keselamatan, maka bisa percaya Yesus dan selamat."

    Ini injil keselamatan, yaitu untuk membawa orang-orang berdosa supaya percaya Yesus dan diselamatkan/tidak dihukum. Oleh Rasul Paulus, firman penginjilan juga disebut dengan susu (untuk bayi yang baru lahir).


  2. Yang kedua: cahaya Injil kemuliaan Kristus yang adalah wujud Allah = Kabar Mempelai (makanan keras).
    Yaitu, firman pengajaran benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

Jadi, cahaya/kemuliaan bintang Timur berasal dari cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus = firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua = firman nubuat.
Firman nubuat adalah firman yang menubuatkan/memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali--sesuatu yang belum terjadi--dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga di awan-awan permai untuk menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna seperti Dia (tidak bercacat-cela), menjadi mempelai wanita Sorga/tubuh Kristus yang sempurna.

Oleh sebab itu, disebut juga sebagai Kabar Mempelai (memberitakan Yesus sebagai Mempelai dan Raja, sekaligus mempersiapkan kita sebagai mempelai). Inilah yang harus kita terima hari-hari ini, supaya kita yang sudah selamat disinari oleh cahaya kemuliaan sampai menjadi bintang Timur yang bercahaya. Kalau hanya sampai injil keselamatan, kita memang sudah selamat dan tidak dihukum, tapi belum bercahaya seperti bintang.

Bagaimana sikap kita terhadap cahaya Injil kemuliaan Kristus, sehingga kita bisa bercahaya bagaikan bintang timur?:
Tadi, dari pihak Tuhan; Tuhan sudah menyediakan firman pengajaran/firman nubuat (Kabar Mempelai), Tuhan sudah wahyukan kepada kita.
Sekarang, sikap kita yang menentukan supaya menjadi bintang Timur yang bercahaya. Tuhan sudah sediakan cahanya, tetapi kalau kita sembunyi, tidak ada gunanya.

2 Petrus 1: 19
1:19 Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

'firman yang disampaikan para nabi' = firman nubuat/cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus.

"Kalau misalnya tempat ini gelap, kemudian saya membawa lilin yang bercahaya, maka perhatian semua orang akan tertuju pada lilin yang bercahaya. Tapi, kalau gelap, kemudian bawa uang 1 milyar, tidak ada yang memperhatikan karena gelap.Tetapi kalau membawa pelita, maka semua mata memandang. Inilah sikap kita terhadap firman nubuat/Kabar Mempelai."

Sikap kita, yaitu memperhatikan firman nubuat/kabar Mempelai seperti memperhatikan pelita di tengah kegelapan.
Artinya:

  • mendengar firman nubuat dengan sungguh-sungguh dan dengan suatu kebutuhan, seperti orang lapar butuh roti, kalau gelap butuh terang.

    "Kalau saya tidur dalam keadaan gelap, bangunnya seperti agak tidak bisa bernapas. Kecuali satu kali, saya pernah cerita, waktu di hotel di sebuah desa. Waktu mati lampu, semua gelap, salah saya, saya tidak membawa senter. Saya berdiri dengan agak terengah-engah, saya cari jendela, setelah dapat, saya buka, saya tidak jadi pingsan. Kalau ada terang sedikit, saya merasa lega."


  • kalau mendengar firman nubuat dengan sungguh-sungguh, maka kita pasti bisa mengerti firman nubuat oleh pertolongan Roh Kudus,
  • sampai kita bisa percaya/yakin pada firman nubuat,
  • kalau sudah percaya/yakin, maka kita bisa mempraktikkan firman nubuat di dalam kehidupan kita.

2 Korintus 4: 6
4:6 Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.

Kalau kita mendengar firman, mengerti, percaya/yakin, dan praktik firman, hasilnya: terang kemuliaan Kristus bersinar di dalam hati yang gelap.

Matius 15: 19
15:19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat(1), pembunuhan(2), perzinahan(3), percabulan(4), pencurian(5), sumpah palsu(6) dan hujat(7).

Jika hati mempertahankan 7 perkara jahat dan najis (hati gelap), maka seluruh hidupnya menjadi gelap. Orang yang menolak cahaya Injil kemuliaan Kristus, berarti mempertahankan 7 hal ini, sehingga hatinya gelap dan seluruh kehidupannya menjadi gelap.
Tetapi, jika hati disinari oleh firman nubuat/Kabar Mempelai, maka terang kemuliaan Kristus bersinar di dalam hati yang gelap, kemudian akan dipancarkan keluar lewat perkataan dan perbuatan yang mulai memuliakan Tuhan dan semakin meningkat. Semakin disinari, maka perkataan dan perbuatan semakin memuliakan Tuhan, sampai satu waktu kita tampil dalam kemuliaan seperti Bintang Timur yang gilang gemilang, sama mulia dengan Yesus. Kita bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga di awan-awan yang permai, dengan satu suara yaitu sorakan "Haleluya!"; dari segala suku dan bangsa; 1 tubuh yang sempurna dengan 1 suara.
Sedangkan yang tertinggal, akan terjadi erangan yang dasyat dari berbagai bahasa dan tetap kacau.

Ada 3 peningkatan cahaya/terang kemuliaan:

  1. 2 Petrus 1: 19
    1:19 Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

    Tingkatan terang kemuliaan yang pertama: terang/cahaya pelita.
    Sinar kemuliaan di dalam hati akan dipancarkan keluar, sehingga kita tampil seperti pelita, terutama di mulai dari pelita di dalam rumah tangga.
    Semiskin-miskinnya rumah tangga, pasti memiliki pelita dan sapu.

    "Pernah di satu desa di dalam hutan, saya terjebak macet di hutan karena ada longsor. Itu di daerah Poso, 6 jam kami di hutan, di malam hari. Lalu saya melihat, ternyata ada rumah. Saya heran, rumah tersebut ada orangnya atau tidak? Karena tidak ada lampunya. Kemudian ada yang cerita, bahwa mereka memang tidak memasang lampu di luar, karena takut ada perampok. Tetapi, di dalam rumah, mereka memasang semacam bara api, dari luar memang tidak nampak. Berarti masih ada pelita/terang."

    Pelita harus diletakkan di atas kaki dian, bukan di bawah tempat tidur atau di bawah gantang.

    Praktik pelita ada di dalam rumah tangga--SUSUNAN NIKAH HARUS TEPAT:


    • Suami: menjadi kepala dari isteri.
      Artinya:


      1. Suami menjadi aliran jasmani dan rohani bagi isteri dan anak-anaknya.
        Secara jasmani: suami harus bertanggung jawab atas kehidupan sehari-hari.
        Sekalipun gaji suami kalah dengan gaji isteri, tidak masalah. Tetapi tetap yang bertanggung jawab adalah suami.

        Secara rohani: suami bertanggung jawab dalam ibadah pelayanan, kebenaran dan kesucian.


      2. Suami yang mengambil keputusan di dalam rumah tangga, sesuai dengan kebenaran firman (yang menjadi kepala dari suami adalah Yesus), tidak sewenang-wenang. Kalau sewenang-wenang, akan berhadapan dengan Tuhan.
        Isteri dan anak harus diarahkan sesuai dengan kebenaran firman.

        Jangan seperti tragedi taman Eden! Hawa melawan Tuhan dan memberi makan buah terlarang kepada Adam dan ia mau = suami mendukung isteri yang salah.
        Semua harus dikembalikan pada kebenaran firman! Jangan mengikuti isteri yang salah!


      3. Suami mengasihi isteri seperti dirinya sendiri, dan tidak berlaku kasar kepada isteri.
        Suami jangan berlaku kasar, baik secara kata-kata, apalagi secara perbuatan. Kalau suami memukul isteri = memukuli diri sendiri; sama seperti orang gila di Gadara yang memukuli diri dengan batu--batu menunjuk pada keras hati.


    • Isteri: sebagai tubuh.
      Artinya:


      1. menjadi tulang rusuk = melindungi kelemahan suami dan anak-anak lewat doa penyembahan kepada Tuhan, bergumul dengan Tuhan dan bukan bertengkar.


      2. Isteri tunduk kepada suami dalam segala hal.
        Kalau isteri melawan suami yang benar, itu betul-betul keras hati. Ini sama dengan suami yang memukul isteri (keras hati).
        Isteri-isteri harus banyak menyembah Tuhan, supaya bisa tunduk kepada suami dalam segala sesuatu.


    • Anak-anak: sebagai anggota tubuh.
      Artinya:


      1. meringankan beban orang tua, jangan menjadi beban.

        "Seperti tangan dan kaki. Coba kalau tidak ada tangan dan kaki, bagaimana saya mau minum? Tidak bisa mengambil air. Susah. Tetapi kalau ada tangan dan kaki, maka mudah untuk mengambil air."


      2. Taat dengar-dengaran pada orang tua.


    Inilah artinya kalau kita memiliki pelita di dalam rumah tangga, supaya firman pengajaran benar/Kabar Mempelai jangan dicela. Justru firman pengajaran benar/Kabar Mempelai untuk mengangkat kita dari cacat-cela, jangan dicela, 'apa itu Kabar Mempelai? Suami kok begitu? Isteri kok begitu? Anak kok begitu?' Jangan!

    Kalau sudah bisa mendudukkan pelita pada kaki dian = cahaya Injil kemuliaan Kristus bersinar di dalam hati, kemudian tampil keluar dan kita menjadi pelita dalam rumah tangga, maka kita akan dimuliakan oleh Tuhan.

    Markus 4: 21
    4:21 Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.

    Kalau ada terang pelita di rumah tangga, hasilnya: dapat mengalahkan 2 macam kegelapan yang paling gelap:


    • kegelapan gantang (tempat makanan):


      1. kegelapan ekonomi yang banyak menghancurkan rumah tangga.
        Mungkin banyak usaha kita, mau mencari kerja lagi dan lain-lain. Tetapi yang lebih penting adalah menyalakan pelita di dalam rumah tangga. Mari, kita kembali pada posisi yang benar dalam nikah, yaitu suami sebagai kepala, isteri sebagai tubuh dan anak sebagai anggota tubuh.

        Kalau ini ada, maka pelita menyala/bercahaya, kegelapan gantang/ekonomi tidak bisa mengalahkan kita.


      2. dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba).
        Merokok, mabuk dan narkoba hanya untuk mencari kepuasan atau kebahagiaan. Tetapi, kalau dalam nikah rumah tangga ada pelita/terang, maka suami dan isteri tidak perlu mencari kepuasan/kebahagiaan di tempat lain. Karena sudah merasakan kebahagiaan Sorga yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun.


    • kegelapan tempat tidur = dosa kawin mengawinkan, yaitu dosa seks dengan berbagai ragamnya, penyimpangan seks (homoseks, lesbian, seks pada diri sendiri) sampai nikah yang salah.

      "Hari-hari ini sangat gampang. Kaum muda, perhatikan! Nyalakan pelita! Perhatikan firman sungguh-sungguh hari-hari ini sampai firman menyinari di dalam hati, sampai terang dari dalam hati keluar, kita tampil sebagai pelita di dalam rumah tangga! Jaga kesucian betul-betul!
      Saya sebagai seorang gembala banyak menerima pengakuan-pengakuan. Rasanya tidak percaya. Terlalu gampang sekarang ini, dosa seks menghancurkan kaum muda, termasuk anak-anak Tuhan dan pelayan Tuhan. Nyalakan pelita hari-hari ini, supaya Kabar Mempelai disinarkan terus!
      Orang tua yang bijaksana mendorong anak-anak untuk kuliah, sekolah yang baik, kerja yang baik, itu baru sebagian, tetapi bijaksana adalah mendorong anak-anak untuk disinari Kabar Mempelai. Bukan firman yang sekarang ini dalam bentuk lelucon dan lain-lain. Sebab kaum muda terlalu gampang untuk jatuh, nikah yang sekian tahun aman, tiba-tiba terjadi perselingkuhan, kawin campur, kawin-cerai, seks bebas. Ini sudah terjadi dimana-mana.

      Mungkin bapak/ibu/saudara harus tugas ke luar kota, tidak bisa membawa suami, isteri, anak; anak-anak tidak bisa membawa orang tua karena harus tugas sendiri.
      Bawalah pelita di dalam rumah tangga, tidak usah takut! Maka kegelapan tidak akan bisa masuk dalam kehidupan kita. Sebab, ini kegelapan yang paling gelap, betul-betul mempengaruhi kehidupan kita. Doakan kaum muda, saya prihatin juga dengan kaum muda, doakan supaya Tuhan menolong."


  2. Tingkatan terang kemuliaan yang kedua: terang/cahaya bintang.

    Daniel 12: 3
    12:3 Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.

    Sinar kemuliaan dari dalam hati akan dipancarkan keluar, sehingga kita tampil seperti bintang yang bercahaya.

    "Tidak ada ruginya hari-hari ini memperhatikan firman. Dalam ibadah semacam ini, kita memperhatikan firman seperti memperhatikan pelita di tengah kegelapan, seperti orang lapar diberi roti. Sungguh-sungguh perhatikan! Maka, secara tidak sadar, sinar Kabar Mempelai/sinar kemuliaan menyinari hati yang gelap (yang diisi 7 hal jahat dan najis), sampai dipancarkan keluar. Kita menjadi pelita dalam rumah tangga. Kita disinari terus dan bertambah terang, kita tampil seperti bintang yang bercahaya."

    Praktik bintang yang bercahaya adalah BIJAKSANA. Artinya:


    • Taat dengar-dengaran pada firman pengajaran benar, apapaun resiko yang kita hadapi = menjadi kehidupan yang tahan uji/tahan banting. Ini dasar yang kuat.

      Matius 7: 24-25
      7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
      7:25 Kemudian turunlah
      hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

      'perkataan-Ku' = firman yang dikatakan Yesus = firman yang dibukakan rahasianya, yaitu ayat menerangkan ayat.
      Kita tahan uji menghadapi serangan dari setan tritunggal yang digambarkan sebagai angin, hujan lebat dan banjir.


      1. Hujan lebat = setan dengan roh jahat dan roh najis (dosa makan-minum dan dosa kawin-mengawinkan).
        Kalau dasar tidak kuat (tidak taat), maka akan rubuh dan langsung menjadi najis.


      2. Angin = angin pengajaran palsu, termasuk roh dusta.

        "Perhatikan kaum muda! Harus taat kepada Tuhan dan kepada orang tua yang benar. Kalau tidak taat, akan rubuh. Banyak yang rubuh karena roh dusta.
        Hati-hati! Kalau berkenalan lewat chatting, banyak roh dusta di situ. Herannya, baru satu-dua kali, langsung terkena roh dusta. Akibatnya, rubuh dan hancur. Harus hati-hati! Kalau tidak kenal dan tidak penting, jangan! Kita sebarkan firman lewat komputer yang Tuhan berkatkan. Jangan yang aneh-aneh! Sebab sungguh-sungguh rubuh dan hancur kehidupan kita.
        "


      3. Banjir = antikris dengan kekuatan ekonomi/kekuatan mammon.

        Ini yang menghantam kita hari-hari ini. Tetapi kalau kita bijaksana = taat dengar-dengaran pada perkataan Yesus (firman pengajaran benar/firman yang dibukakan rahasianya), apapun resikonya, maka kita tahan uji sampai Tuhan datang kedua kali. Tidak akan pernah rubuh.


    • Praktik bijaksana yang kedua: tahu batas dalam pergaulan, seperti bintang tetap berada di dalam orbit. Jangan keluar batas! Kalau ke luar batas, maka terjatuh.
      Dimulai dari


      1. tahu batas dalam perkataan.

        Kesaksian:
        "Hati-hati! Dalam bergaul, seringkali perkataan kita sudah sama. Satu sidang jemaat dipindah tugaskan di bagian terminal. Dia bertugas mengusir mikrolet yang parkir sembarangan, dia pengawas di situ. Akhirnya, datang pada saya dan mengeluh, 'Aduh, karena tiap hari bergaul dengan mereka, kata-kata saya sama seperti mereka'. Kalau mereka memaki-maki, dia ikut memaki-maki. Secara tidak sadar, karena tiap hari kumpul. Tetapi akhirnya dia sadar oleh terang firman dan berkata, 'Om, doakan saya': 'kenapa?': 'kata-kata saya sudah seperti mereka, sudah kejam'."

        Tahu batas dalam perkataan yaitu dibatasi dengan berkata benar dan baik, jangan gosip-gosip yang tidak benar.


      2. Perbuatan juga dibatasi dengan perbuatan yang benar dan baik.


      Di luar itu, sudah ke luar dari orbit dan jatuh. Seperti kereta api keluar dari rel, biar keretanya supercepat, superhebat, tetapi kalau keluar dari rel, maka tidak berdaya. Tidak tahu arahnya kemana.


    • Daniel 12: 3
      12:3 Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.

      Praktik bijaksana yang ketiga: kita bersaksi tentang kebenaran dan keselamatan = menuntun orang-orang berdosa kepada kebenaran dan keselamatan.
      Bersaksi tentang kebenaran dan keselamatan, bukan hanya lewat perkataan, tetapi juga lewat perbuatan. Kalau ada kesempatan, kita saksikan lewat perkataan, tetapi lewat perbuatan yang lebih penting. Kita tidak perlu berbicara, tetapi mereka bisa melihat.


    Amsal 24: 14
    24:14 Ketahuilah, demikian hikmat untuk jiwamu: Jika engkau mendapatnya, maka ada masa depan, dan harapanmu tidak akan hilang.

    (terjemahan lama)
    24:14. demikianpun hendaklah nyawamu mengecap hikmat barang di mana kaudapati akan dia, maka pada akhir kelak engkau
    beroleh pahala dan harapmupun tiada akan putus.

    'harapanmu tidak akan hilang' = dalam Alkitab terjemahan lama, 'sampai beroleh pahala' untuk hidup kekal.
    Jika menjadi bintang yang bercahaya, hasilnya: masa depan kita juga bercahaya, tidak suram. Tuhan memberikan masa depan yang berhasil, indah dan bahagia sampai beroleh pahala kehidupan kekal selamanya.


  3. Tingkatan terang kemuliaan yang ketiga: cahaya Bintang Timur yang gilang gemilang.
    Sinar kemuliaan dalam hati akan dipancarkan keluar, sehingga kita ditampilkan seperti Bintang Timur yang gilang gemilang = kehidupan yang sempurna/sama mulia dengan Yesus, menjadi mempelai wanita Sorga.

    Praktiknya:
    Wahyu 21: 9-11
    21:9 Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."
    21:10 Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.
    21:11 Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah,
    bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.

    Dalam kitab Kejadian, mempelai wanita adalah Hawa. Tetapi, dalam kitab Wahyu, mempelai wanita adalah kita semua.
    Ayat 9-10: mempelai wanita Tuhan sama dengan kota Yerusalem Baru, tidak bisa dipisahkan.

    Mempelai wanita adalah kehidupan yang mengalami pembaharuan demi pembaharuan. Manusia darah daging tidak bisa masuk kerajaan Sorga, harus dibaharui menjadi manusia rohani.
    Kita mengalami pembaharuan/keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
    Pembaharuan dimulai dari:


    • Kota Yerusalem seperti permata yaspis; Yaspis artinya: kerinduan yang menyala-nyala.

      "Setiap batu permata ada artinya masing-masing.Seperti tapal dada pada pakaian imam besar Harun yang memiliki 12 batu permata. Sekarang kepada kita adalah arti rohaninya."

      Kerinduan yang menyala-nyala= setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, oleh dorongan Roh Kudus. Ini manusia rohani.
      Makin tua usianya, kalau makin suci, maka makin diurapi Roh Kudus, sehingga semakin setia dan berkobar-kobar.

      "Para pendahulu kita sudah memberi contoh. Menjelang dipanggil Tuhan, kegiatannya makin padat. Bapak Pendeta In Juwono, saya digembalakan selama 3 tahun. Saya sempat melihat, saat akan dipanggil Tuhan, makin meningkat, ke luar negeri dan lain-lain. Usia makin bertambah, tetapi kegiatan makin bertambah, 2 jemaat tetap dia pegang, sampai ke kaum muda. Dulu, tahun 1986, waktu saya baru masuk, kaum muda dipegang oleh orang lain. Tetapi, saat usia makin bertambah, malah dipegang sendiri. Kan aneh, seharusnya saat usia makin tua, digantikan oleh orang lain. Ini pengaruh dari sinar kemuliaan dari Kabar Mempelai yang menyucikan, sehingga Roh Kudus bertambah kuat mengurapi.
      Bapak Pendeta Pong juga, Bapak Pendeta Totaijs juga. Saat sudah sakit parah, tetapi masih kuat. Terakhir kali, ibadah selama 4 jam. Biasanya beliau tidak kuat, malam hari ke belakang sampai 12-20 kali. Tetapi, waktu kebaktian perpisahan terakhir selama 4 jam, tidak ke belakang sama sekali. Terakhir baru keluar, satu kali.
      "

      Mempelai wanita dibutuhkan kesetiaannya. Kalau tidak setia, (maaf), sama dengan pelacur, bukan mempelai wanita. Kalau setia, itulah mempelai wanita/isteri. Tetapi kalau mulai tidak setia, istilahnya pelacur besar/Babel.
      Mulai dari seorang gembala harus setia, kalau mulai tidak setia, maka dari mempelai wanita berubah menjadi pelacur.


    • Pembaharuan kedua: jernih seperti kristal = jujur/transparan, tidak boleh ada yang disembunyikan.
      Terutama jujur soal pengajaran (pribadi Tuhan). Kalau benar katakan 'benar', kalau salah katakan 'salah'. Tidak ada istilah, 'benar tetapi...salah tetapi..., sama saja'.

      Jujur soal pengajaran, kalau benar katakan 'benar', kalau tidak benar katakan 'tidak benar'. Maka, kita bisa jujur dalam segala hal.
      Kalau tidak jujur, sama dengan setan (bapa pendusta), seperti ular yang tidak pernah lurus ('ya...tetapi...').

      "Lempin-El, perhatikan! Seorang hamba Tuhan tidak boleh mengatakan, 'ya...tetapi...'. Itu bahasa ular. Kalau ya, katakan 'ya', tidak katakan 'tidak'. Kalau 'ya...tetapi...', itu adalah ular, terlihat bijaksana, namun itu sebenarnya kecerdikan ular, bukan bijaksana. Orang bisa terpengaruh, karena yang seharusnya tidak boleh menjadi boleh, dan malah ini yang dipuji-puji. Tetapi karena tidak sesuai Firman dan pendeta berkata, 'tidak boleh', malah dikatakan, 'pendeta tidak punya kasih, tidak punya pertimbangan, tidak punya hikmat dan lain-lain.'"


    SETIA dan JUJUR = mengulurkan tangan kepada Tuhan dan Tuhan akan mengulurkan tangan kepada kita.

    Hasilnya:


    • 1 Yohanes 1: 7, 9
      1:7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
      1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah
      setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

      Hasil yang pertama: jika kita mengulurkan tangan yang setia dan jujur, maka Tuhan mengulurkan tangan-Nya yang setia dan adil, untuk:


      1. Mengampuni dosa kita.
      2. Mencabut akar dosa = menyucikan kita, menyelesaikan semua dosa kita, sehingga kita hidup benar dan suci untuk siap menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.
        Dosa apa saja, yang penting setia dan jujur, mari kita akui dengan jujur di hadapan Tuhan dan sesama/orang tua. Bagi kaum muda, karena masih di bawah tanggung jawab orang tua, harus mngaku juga pada orang tua.

        Dosa adalah beban terberat bagi manusia, karena membebani kita di dunia sampai di neraka.

        "Kalau orang berbuat dosa, jangan dikira pesta. Misalnya disebut pesta narkoba, sebenarnya dia menderita. Kalau tidak punya uang dan tidak bisa beli beras, lalu tidak bisa makan sampai mati. Setelah itu sudah, hanya menderita di dunia. Tetapi kalau dosa, di dunia berat, di akhirat juga berat."

        Kalau masalah/beban terberat diselesaikan oleh Tuhan, maka segala masalah kita juga diselesaikan oleh Tuhan sampai masalah yang musthail sekalipun. Segala air mata juga dihapuskan, karena dosa sama dengan air mata.

        "Perhatikan Lempin-El! Ini pelajaran juga bagi Lempin-El yang selalu saya garis bawahi, baik di hati maupun di buku catatan. Masalah apapun, baik masalah dalam pelayanan dan nikah, sampai masalah apapun, selesaikan hanya dengan darah Yesus!"


    • 1 Tesalonika 5: 23-24
      5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
      5:24 Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.

      Hasil yang kedua: Tangan Tuhan yang setia dan menggenapi janji-Nya (tidak pernah berdusta, tidak pernah menipu kita), diulurkan kepada kita untuk memelihara kehidupan kita di tengah kemustahilan dan kesulitan di dunia, sampai di zaman antikris.
      Di zaman antikris, semua mustahil; deposito, ijazah dan lain-lain tidak bisa kalau tidak menyembah antikris. Kita hanya hidup dari tangan Tuhan yang setia dan menggenapi janji-Nya.
      Termasuk memelihara masa depan kita, serahkan semuanya ke dalam tangan Tuhan yang setia dan menggenapi janji-Nya.

      "Yang sudah sepuh/tua tidak usah takut. Jangan bergantung anak dan lain-lain! Tetapi bergantung pada tangan yang setia dan menggenapi janji-Nya. Itu lebih jelas daripada manusia. Anak-anak juga jangan berharap orang tua. Tetapi berharap kepada Tuhan, tangan yang setia dan menggenapi janji-Nya. Dia sanggup memelihara masa depan kita, masa depan yang baik dan indah untuk kemuliaan Tuhan."


    • Hasil yang ketiga: 'Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya' = Tangan Tuhan yang setia dan menggenapi janji-Nya sanggup menyucikan dan mengubahkan tubuh, jiwa dan roh kita sampai sempurna seperti Dia; kita menjadi mempelai wanita Sorga. Jika Yesus datang kedua kali, kita terangkat bersama Dia selama-lamanya. Kita menjadi Bintang Timur yang gilang-gemilang (mempelai wanita Tuhan), Dia sebagai Bintang Timur yang gilang-gemilang (Mempelai Pria Sorga). Kita siap menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan permai, kita bersama Dia selamanya.

Mari, malam ini datang pada Tuhan. Di mana ada cahaya injil kemuliaan, di situ ada Tuhan yang setia kepada kita, Dia setia dan adil, Dia setia dan menggenapi janji-Nya kepada kita. Apapun keadaan kita, serahkan semua kepada Tuhan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Malang)

  • 25 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top