English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 03 Juni 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:29-32
11:29 Ketika orang banyak mengerumuni-Nya,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Mei 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus:

Wahyu 1:13-16 merupakan 4 wujud penampilan pribadi...

Ibadah Doa Surabaya, 07 Januari 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 29
= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan yang kedua, yaitu terjadi kegoncangan dan kegelapan...

Ibadah Doa Surabaya, 28 Januari 2015 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Selamat malam, salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 18 April 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:1-2
9:1 Maka Yesus memanggil kedua belas...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 Agustus 2018 (Jumat Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam II

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 01 Mei 2014 (Kamis Sore)
Siaran langsung dari Medan.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Empat wujud pribadi Yesus dalam kemuliaan...

Ibadah Doa Surabaya, 22 Februari 2019 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 03 Maret 2018 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan baptisan air

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Mengapa kita harus masuk baptisan air?

Matius 28:...

Ibadah Raya Surabaya, 30 Desember 2018 (Minggu Siang)
Penyerahan Anak

Yesaya 49: 14-16
49:14. Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
49:15. Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia...

Ibadah Raya Malang, 12 Oktober 2014 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Pengkhotbah 3:11
3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan...

Ibadah Doa Surabaya, 02 November 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Doa Surabaya, 21 Juli 2010 (Rabu Sore)
Matius 25 : 14-40 perumpaman tentang talenta.
Matius 25 : 14-15
25:14. "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian...

Ibadah Kaum Muda Malang, 05 September 2009 (Sabtu Sore)
MARKUS 13:18
Nubuat ke-4: AntikrisYang akan masuk dalam zaman aniaya...

Ibadah Raya Surabaya, 27 Januari 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 04 Januari 2015 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita kembali pada kitab Wahyu 2-3.
Dalam susunan Tabernakel, ini menunjuk tentang tujuh kali percikkan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman) supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi mempelai wanita Surga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.
Tiap jemaat yang mau disucikan, ada janji Tuhan.

Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikkan darah adalah
:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi Tuhan katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).


  3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) yang harus meninggalkan ajaran-ajaran sesat (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 28 Desember 2014).


  4. sidang jemaat di TIATIRA (Wahyu 2: 18-29).

AD. 4. SIDANG JEMAAT TIATIRA

Wahyu 2: 18-20
2:18. "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Tiatira: Inilah firman Anak Allah, yang mata-Nya bagaikan nyala api dan kaki-Nya bagaikan tembaga:
2:19 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama.
2:20 Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.

Yesus tampil dalam 2 wujud kepada jemaat Tiatira:

  1. 'mata-Nya bagaikan nyala api'= penyucian sampai ke bagian yang dalam (bukan yang diluar saja). Dalam Kitab Maleakhi, disebutkan nyala api tukang pemurni logam yang menyucikan/memurnikan sampai karat-karat didalam.


  2. 'kaki-Nya bagaikan tembaga'.
    Dalam Wahyu 1, 'kakinya bagaikan tembaga yang membara dalam perapian'.
    Tembaga menunjuk pada penghukuman atau penghakiman. Dalam kitab Ulangan, 'kalau taat, berkat akan dicurahkan, tetapi kalau tidak taat, langit bagaikan tembaga yang tidak tembus hujan dan sebagainya, itulah penghukuman'.

Wahyu 2: 23

2:23 Dan anak-anaknya akan Kumatikan dan semua jemaat akan mengetahui, bahwa Akulah yang menguji batin dan hati orang, dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya.

Kalau penampilan Yesus dalam 2 wujud digabungkan, artinya di ayat 23, yaitu Yesus tampil untuk menguji atau menyucikan hati dan pikiran sampai dengan pikiran yang terdalam (ginjal).

Penyucian hati dan pikiran bahkan sampai pikiran terdalam (ginjal) untuk:

  1. Wahyu 2: 19
    2:19. Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu(1) maupun imanmu(2), baik pelayananmu(3) maupun ketekunanmu(4). Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama(5).

    ay. 19= Jemaat Tiatira ini memiliki 5 kelebihan yang diakui oleh Tuhan ('Aku tahu').

    'Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama' = ini perkembangan dari pekerjaan Tuhan.

    Jadi, penyucian hati pikiran sampai pikiran terdalam terjadi supaya jemaat Tiatira tidak membanggakan atau menyombongkan kelebihan-kelebihannya.
    Kalau ada kelebihan, jangan sombong dan jangan bangga. Kalau masih ada kekurangan, jangan kecewa/putus asa.


  2. Wahyu 2: 20
    2:20 Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.

    Ayat 20-23= penyucian hati pikiran sampai pikiran terdalam terjadi supaya sidang jemaat Tiatira disucikan dari ajaran-ajaran palsu. Salah satu ajaran palsu adalah mengijinkan wanita mengajar dan memerintah laki-laki (ajaran Izebel).

Malam ini, kita pelajari yang pertama (ayat 19), yaitu penyucian hati dan pikiran sampai bagian yang terdalam supaya jemaat Tiatira TIDAK MEMBANGGAKAN KELEBIHAN-KELEBIHANNYA.
Wahyu 2: 19
2:19. Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu(1) maupun imanmu(2), baik pelayananmu(3) maupun ketekunanmu(4). Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama(5).

Sidang jemaat Tiatira memiliki 5 kelebihan yang diakui sendiri oleh Yesus ('Aku tahu').
Banyak manusia yang mengakui kelebihannya sendiri (merasa hebat dan sebagainya), tetapi tidak diakui oleh Tuhan. Ini sama seperti jemaat Laodikia ("'aku kaya ... tidak perlu apa-apa dan sebagainya', tetapi Tuhan katakan, 'kamu miskin, telanjang'").

5 kelebihan dari jemaat Tiatira yang diakui oleh Yesus sendiri:

  1. Kasih,
  2. iman,
  3. pelayanan,
  4. ketekunan,
  5. perkembangan dalam pekerjaan Tuhan. Apa yang dilakukan sekarang lebih berkembang dari dulu.

Jika 5 kelebihan TANPA penyucian hati dan pikiran sampai pikiran terdalam (ginjal), maka 5 kelebihan itu akan menjadi kebanggaan atau kesombongan, sehingga membuat jemaat Tiatira sama seperti setan/Lucifer. Lucifer = bintang Timur atau putera fajar yang jatuh ke bumi dan hancur.

Seperti Firman Tuhan mengatakan, 'Barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan serendah-rendahnya'.
Karena Lucifer sombong atau bangga dengan sesuatu, maka ia jatuh ke bumi dan hancur, sehingga menjadi setan.

Yesaya 14: 12-15
14:12. "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!
14:13. Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu:
Aku hendak naik ke langit(1), aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah(2), dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan(3), jauh di sebelah utara.
14:14.
Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan(4), hendak menyamai Yang Mahatinggi!(5)
14:15. Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.

ay. 13-14 = 'aku hendak' = ada 5 kesombongan Lucifer. Sebenarnya Lucifer adalah penghulu malaikat di Sorga, tetapi sombong.
Kalau 5 kelebihan tidak disucikan, maka bisa berteriak seperti Lucifer yang menyombongkan diri terhadap Tuhan sebanyak 5 kali.
5 kali 'aku hendak' sampai 'aku hendak menyamai Yang Mahatinggi' adalah puncak kesombongan, sehingga Lucifer, Bintang Fajar direndahkan serendah-rendahnya dan menjadi iblis/setan.

"Kaum muda, hati-hati! Jangan sombong pada orang tua, apalagi masih minta uang pada orang tua (orang tua masih memberikan nafkah, SPP atau masih bertanggung jawab kepada kita)."

Dari Bintang Timur yang bercahaya, karena sombong, jatuh ke bumi, hancur dan menjadi iblis/setan.
Jangan sombong kalau ada kelebihan dan jangan kecewa kalau ada kekurangan!

Yohanes 8: 44
8:44. Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Sifat dari iblis yaitu pendusta dan pembunuh. Kalau sudah sombong (jadi sama seperti setan), pasti dusta dan benci tanpa alasan/iri (pembunuh).
Kadang-kadang tidak kenal dan tidak pernah bertemu, tetapi sudah benci. Kalau sudah sombong, pasti nanti akan menutup-nutupi (berdusta) dan tidak mungkin mengaku.
Ini adalah bintang fajar/bintang Timur yang sudah jatuh. Ini yang harus kita jaga. Jangan sampai sombong atau kecewa karena sesuatu. Kita juga menjaga, jangan sampai iri, benci tanpa alasan dan jangan sampai menutup-nutupi sesuatu.

Seperti Kain yang iri hati terhadap Habel, karena korban persembahannya belum diterima oleh Tuhan; seharusnya, Kain masih bisa berusaha dan diulangi lagi. Akhirnya, Kain membunuh Habel karena sombong.
Sebenarnya, kalau korban belum diterima, berarti Kain harus belajar lagi.
Setelah membunuh Kain berdusta, saat ditanya oleh Tuhan, 'di mana adikmu?', Kain menjawab, 'masa aku penjaga adikku?'.

Kenapa 5 kali tadi disebut puncak kesombongan? Sebab, ini berkebalikan dari Tuhan Yesus.
Filipi 2: 5-9
2:5. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6. yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7. melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9. Itulah sebabnya
Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

'perasaan' = hati.
'yang walaupun dalam rupa Allah' = Yesus juga memiliki kelebihan.
'tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan' = Yesus punya kelebihan, tetapi kelebihan-Nya diabaikan dan tidak sombong.

Yesus mempunyai hati dan pikiran sampai pikiran terdalam, yaitu tidak membanggakan diri, tetapi merendahkan diri serendah-rendahnya, sehingga Ia taat sampai mati terkutuk di kayu salib dengan 5 luka utama. Luka kelima di lambung Yesus mengeluarkan darah dan air (Yohanes 19).
Dari sini, karena Yesus merendahkan diri serendah-rendahnya, maka Ia ditinggikan setinggi-tingginya (ay. 9).

Wahyu 22: 16
22:16. "Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud,bintang timur yang gilang-gemilang."

Yesus ditinggikan setinggi-tingginya sebagai Bintang Timur yang gilang gemilang (tidak pernah jatuh dan terus bercahaya selama-lamanya).
Ini yang kita pelajari, kalau kita merendahkan diri, maka kita akan ditinggikan setinggi-tingginya.
Pelajaran bagi kita, kalau kita banyak kelebihan atau kekurangan, biarlah kita tetap merendahkan diri serendah-rendahnya. Apalagi saat kita dalam kekurangan, itulah saatnya kita merendahkan diri, supaya Tuhan meninggikan kita.

Ini ada pelajaran merendahkan diri, tetapi ada juga pelajaran bahwa tempat di Sorga tidak boleh kosong.
Contoh: Lucifer (penghulu malaikat) jatuh dan digantikan oleh Yesus.
Sebab itu, jangan sembarangan berhenti melayani. Yudas jatuh (meninggalkan tempat di Sorga), tempatnya digantikan oleh Matias, sehingga ia tidak mendapat tempat lagi.

Kembali pada jemaat Tiatira.
Jika 5 kelebihan jemaat Tiatira DISERTAI dengan penyucian hati dan pikiran sampai pikiran terdalam, maka kita juga memiliki pikiran dan perasaan seperti Yesus, yaitu merendahkan diri serendah-rendahnya, sehingga kita menerima tanda darah dan air dari lambung Yesus (luka kelima).

Tanda darah: bertobat, membuang dosa= mati terhadap dosa.
Prosesnya: mengaku dosa kepada Tuhan (vertikal) dan sesama (horizontal), jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Vertikal dan horisontal membentuk kayu salib.

Jika kita sudah terlanjur berbuat dosa, masih ada tempat untuk membuang dosa, yaitu dengan mengakui dosa.
Contoh: Raja Daud sudah jatuh dengan Batsyeba, tetapi ia mau mengaku dosa, diampuni dosanya dan tidak berbuat dosa lagi.

Tanda darah dan air adalah tanda kelahiran secara jasmani. Bagi kita sekarang, artinya adalah tanda kelahiran baru (secara rohani), kita KEMBALI LAGI MENJADI SEPERTI BAYI. Inilah yang disebut dengan merendahkan diri.

1 Petrus 2: 1
2:1. Karena itu buanglah segala kejahatan(1), segala tipu muslihat(2) dan segala macam kemunafikan(3), kedengkian(4) dan fitnah(5).

= kita bertobat, lebih dulu dengan membuang 5 dosa utama:

  1. kejahatan; akar kejahatan adalah cinta akan uang. Akar ini harus dicabut.
    Cinta akan uang membuat anak Tuhan, pelayan Tuhan kikir dan serakah.
    Kikir= tidak bisa memberi.
    Serakah= merampas hak orang lain (korupsi, hutang tidak bayar) dan terutama haknya Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusus).

    Kalau akar dibiarkan, maka akan tumbuh tunas dosa (muncul tipu muslihat, kemunafikan dan kedengkian).
    Hati-hati! Akar kejahatan ini menjadi satu dengan akar kenajisan (uang dan percabulan adalah satu). Kalau salah dalam uang, nanti masuk dalam kenajisan.


  2. tipu muslihat,
  3. kemunafikan= pura-pura (di dalam dan di luar tidak sama),
  4. kedengkian= kebencian tanpa alasan.
  5. fitnah= buahnya dosa.
    Fitnah, artinya: salah menjadi benar dan sebaliknya, sampai satu waktu menghujat Tuhan (pengajaran yang benar dibilang salah dan sebaliknya).

    Akarnya semua dari akar kejahatan. Kalau akar tidak dicabut, akan tumbuh tunasnya, ada kemunafikan seperti Yudas. Di taman Getsemani, Yudas mencium Yesus untuk menyerahkan Yesus, sedangkan murid-murid lainnya lari tunggang langgang.

    Ini banyak terjadi kalau sudah soal uang (apalagi terjadi di rumah Tuhan). Seharusnya, uang adalah perkara kecil di rumah Tuhan, tidak ada artinya. Tetapi, kalau itu sudah jadi masalah, akarnya sudah ada, pasti tunasnya ada, dan ada buahnya, mulai ada fitnah, gosip yang tidak baik, sampai menghujat Tuhan (menghujat pengajaran yang benar). Ini buah dosa yang membawa pada maut.
    Akar dosa inilah yang harus dicabut dan dibuang.
    Dosa no 2-4= tunas dosa.

    Fitnah yang keluar dari mulut itulah buahnya dosa.
    Yang keluar dari mulut harus hati-hati, yang masuk juga harus hati-hati. Jangan sampai barang-barang yang haram (yang dilarang oleh Tuhan) itu masuk.

Tanda air
: baptisan air dan baptisan Roh Kudus (air kehidupan dari Surga). Baptisan air ini penting, sebab, kalau tidak lahir baru, tidak akan masuk kerajaan surga.
Roma 6: 4
6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Kalau sudah mati dalam dosa (bertobat), harus dikuburkan dalam baptisan air.
Dari sekian banyak bahtera, hanya bahtera Nuh yang menyelamatkan. Ada banyak baptisan yang dibuat oleh manusia (supaya efisien dan lebih mudah), tetapi hanya 1 baptisan air yang benar, yaitu baptisan air yang diteladankan oleh Yesus dan sesuai dengan Alkitab.

Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah mati terhadap dosa (bertobat), dikuburkan bersama Yesus dalam air dan bangkit dari air bersama Yesus (keluar dari air bersama Yesus) untuk menerima hidup baru (hidup Surgawi).
Sesudah baptisan air, maka kita dibaptis oleh Roh Kudus dan juga menghasilkan hidup baru (hidup surgawi).

Saat Yesus selesai dibaptiskan, Dia keluar dari kuburan air, lalu langit terbuka dan Roh Allah turun seperti burung merpati, itulah baptisan Roh Kudus.
Matius 3: 16
3:16. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

Keluar dari air sampai sejauh mana? Dari kuburan air (ada ayatnya dalam Roma 6: 4). Ini jangan memakai logika, tetapi ayat menerangkan ayat. Jadi, baptisan air dan Roh Kudus sama-sama menghasilkan hidup surgawi.

Apa itu hidup surgawi? Yaitu, menjadi seperti bayi lagi. Jika hati pikiran kita ditusuk/disucikan sampai ginjal, maka kita bisa merendahkan diri sampai menjadi bayi lagi dan tidak akan sombong. Biarpun sudah berhasil/sukses di dunia dan di gereja, tetapi bisa menjadi bayi yang tidak bisa apa-apa. Inilah merendahkan diri; bayi tidak bangga akan segala sesuatu dan tidak kecewa.

1 Petrus 2: 2
2:2. Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

Hidup baru/hidup surgawi adalah jadi seperti bayi yang baru lahir. Bayi tidak berdosa, tidak memfitnah (membuang dosa-dosa).
Dulu, kelahiran ajaib adalah Hawa lahir dari lambungnya Adam. Lambung Adam dioperasi, lalu rusuknya diambil, jadilah Hawa (mempelai wanita jasmani di taman Eden).
Sekarang, kelahiran ajaib dari lambung Yesus (laki-laki), lahirlah mempelai wanita Sorga (gereja Tuhan).

Tanda bayi baru lahir (YANG MASUK KE DALAM MULUT): bayi yang jasmani selalu rindu akan air susu ibu yang jasmani. Kalau bayi rohani, selalu rindu akan air susu yang murni dan yang rohani.
Artinya:

  1. 'yang murni'= selalu merindu Firman penggembalaan yang benar, yaitu Firman yang dibukakan rahasianya, ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab (bukan diterangkan dengan pengetahuan, lawakan).


  2. 'yang rohani'= dalam urapan Roh Kudus (bukan 'urakan'). Gereja bukanlah tempat kampanye dan sebagainya, tetapi tempat memberitakan Firman Tuhan dalam urapan Roh Kudus, yaitu dengan tertib dan teratur.

Jadi, kita hanya merindukan Firman penggembalaan (ibu adalah seorang gembala) yang benar/murni dalam urapan Roh Kudus (tertib dan teratur).
Merindu air susu sama dengan mendengar Firman penggembalaan yang benar dalam urapan Roh Kudus dengan sungguh-sungguh, dalam kebutuhan dan taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.
Yesus taat sampai mati di kayu salib, padahal kayu salib hanya untuk orang terkutuk, sedangkan Yesus tidak berdosa, sebaliknya, Ia baik dan melakukan mujizat untuk menolong orang, tetapi Ia tidak protes saat disalib.
Bagi kita sekarang, kita taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.

Contoh: Abraham taat dan tidak protes saat disuruh Tuhan menyembelih anaknya.
Tetapi, Tuhan bertanggung jawab. Kita tinggal taat saja dan Dia yang menyuruh akan bertanggung jawab sepenuhnya.

Jangan sembarang minum susu secara rohani! Jangan sembarang mendengar Firman, sebab bisa terkena racun!
Bahaya kalau bayi sampai kena racun. Satu kali saja terkena racun, bisa tidak tertolong.

"Kakak saya yang tertua, dulu, susunya diganti satu kali. Hampir mati dia. Ayah saya sampai lari dengan membawa bayi dan pinjam mobil atau dokar ke pak camat, akhirnya bisa tertolong."

Jadi, jangan bilang hanya satu kali saja. Hawa hanya mendengar ular satu kali dan hancur.
Batasi dan jaga makanan yang masuk ke mulut baik rohani (yang benar atau murni dan rohani) dan jasmani. Jangan makan yang dilarang oleh Tuhan dan jaga mulut yang baik!

Kegunaan Firman penggembalaan yang murni dan rohani:

  1. membuat tenang dan kenyang.
    Kalau bayi sudah mau minum susu, ia akan tenang dan kenyang apapun masalah yang dihadapi.
    Ini luar biasanya air susu ibu.

    "Kalau di bus yang panas, kalau ada bayi-bayi yang menangis, begitu dipangku ibunya dan minum air susu ibu, langsung tenang biarpun sangat panas."


  2. mengalami pertumbuhan rohani.
    1 Petrus 2: 2
    2:2. Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

    Mengalami pertumbuhan rohani sama dengan mengalami penyucian.
    Mengalami pertumbuhan rohani tidak sama dengan berapa lama kita ikut Tuhan. Biarpun ikut Tuhan sudah bertahun-tahun, tetapi tidak disucikan, maka tetap kecil. Sekalipun baru ikut Tuhan, tetapi kalau mau mengalami penyucian, berarti sudah mengalami pertumbuhan rohani (mengalami penyucian sampai dewasa rohani).

    Kisah Para Rasul 20: 28, 32-33, 35
    20:28. Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.
    20:32. Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada
    firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.
    20:33 Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga.
    20:35. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan:
    Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

    = orang yang mengalami penyucian sampai kedewasaan rohani (mengalami pertumbuhan rohani).

    'penilik' = gembala.
    'jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan'= domba-domba ini didapat dari darah Yesus. Sebab itu, gembala tidak boleh sembarangan, terutama soal makanan.

    Sekalipun domba dirawat seperti apapun juga, tetapi kalau makannya racun, semuanya menjadi sia-sia. Makanan inilah yang harus dijaga ketat, jangan sampai hutang darah dan gembala harus bertanggung jawab.
    Kita menjadi domba juga sungguh-sungguh dan jangan sembarangan, sebab sudah ditebus oleh darah Yesus.
    Kalau sembarangan jadi domba, kita juga hutang darah yang tidak bisa dibayar. Kalau sembarangan jadi gembala, hutang darah yang tidak bisa dibayar.

    'firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu' = Firman penggembalaan menumbuhkan kerohanian.

    Ayat 33 = penyucian dari segala akar kejahatan dan kenajisan.

    'Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima'= inilah orang yang mengalami pertumbuhan rohani.
    Kita boleh saja menerima pemberian-pemberian dari orang lain, tetapi jika hati pikiran disucikan sampai ginjal, maka kita lebih bahagia memberi dari pada menerima, apalagi kalau pemberiannya dalam tanda darah.

    Pemberian dalam tanda darah, contohnya, jemaat Makedonia yang dalam kebutuhan (dalam keadaan miskin dan dicobai), tetapi bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan. Jika bisa memberi dalam tanda darah, ada kebahagiaan yang luar biasa.
    Kita berikan waktu, tenaga, pikiran dan uang untuk Tuhan. Jangan hemat-hemat!

    Kalau sudah bertumbuh, kita akan rela memberi untuk Tuhan (lebih bahagia memberi daripada menerima), sampai satu waktu kita bisa memberikan seluruh hidup kita kepada Tuhan (kita menjadi mempelai wanita Tuhan).

    Kalau sudah ingin minum susu, bayi tidak ada keinginan lainnya (tidak ada keinginan akan emas, perak dan sebagainya).


  3. 1 Petrus 2: 5
    2:5. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

    = kita bertumbuh untuk masuk dalam pembangunan rumah rohani (pembangunan tubuh Kristus yang sempurna), kita menjadi imamat rajani.

    Efesus 4: 11-12
    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk
    memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    ay. 11= jabatan pelayanan.
    'memperlengkapi orang-orang kudus'= kalau sudah disucikan, pasti diperlengkapi dengan jabatan pelayanan oleh Tuhan.
    Ada gembala, rasul, nabi, penginjil dan guru. Kalau dijabarkan, ada pemain musik, zangkoor, tim doa, penerima tamu, pembersih gereja dan sebagainya untuk dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus.
    Kita harus memiliki jabatan pelayanan, sebab jabatan pelayanan adalah tempat kita dalam tubuh Kristus. Seperti halnya ada tangan, kaki, mulut, perut dan sebagainya dengan kegunaannya masing-masing.
    Kalau tidak punya jabatan, berarti tidak punya tempat di dalam tubuh Kristus.

    Jabatan pelayanan juga merupakan tempat kita di Surga.
    Kalau tidak punya jabatan pelayanan, berarti tidak punya tempat di Sorga.

Dari uraian di atas, kita harus sungguh-sungguh, bisa tergembala dengan sungguh-sungguh sampai bisa menikmati Firman penggembalaan, sehingga kita bisa tenang-kenyang (tidak beredar-edar seperti Esau) dan Tuhan menyediakan semuanya.

Yakub tidak memiliki apa-apa, tetapi ia tenang di dalam kemah dan Tuhan menyediakan segala-galanya. Esau yang mempunyai hak kesulungan (punya kelebihan), tetapi ia beredar-edar (berburu), sehingga ia kehilangan semuanya.

Kemudian, kita disucikan, tidak ada keinginan apapun, kecuali Firman penggembalaan; kita disucikan sampai bisa memberi dan dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus.
Pelayanan kita dalam pembangunan tubuh Kristus, sama seperti pelayanan ibu Musa menyusui Musa.
Tadinya, waktu Musa baru lahir, ibunya takut menyusui, karena anak laki-laki orang Ibrani harus dibunuh.
Sesudah tiga bulan, ibunya tidak kuat, kalau sampai ketahuan, ia dan anaknya bisa mati. Akhirnya, Musa dibuang ke sungai Nil dan ditemukan oleh puteri Firaun. Kemudian, kakaknya datang dan mencarikan inang penyusu bagi Musa, itulah ibunya sendiri. Jika bangsa kafir bisa melayani Tuhan, itu bagaikan ibu Musa yang bisa menyusui Musa kembali.
Ibu Musa membuang Musa dengan tangisan air mata, dan tiba-tiba ia boleh menyusui, pasti sangat bahagia. Seperti itulah suasana pelayanan pembangunan tubuh Kristus, yaitu

  • tidak ada ketakutan dan kekuatiran lagi tentang perkara jasmani,
  • tidak menuntut hak atau upah jasmani. Jangankan dibayar, membayarpun, ibu Musa mau kalau bisa menyusui anaknya,
  • melayani dengan sukarela dan sukacita, tidak terpaksa, dipaksa dan memaksa. Biarlah Firman Tuhan yang bekerja dan mendorong supaya kita melayani Tuhan.

    "Apalagi pelayanan memberi. Kami hamba Tuhan ini specialis berpantun. Kalau lagi membangun gereja, tidak mungkin datang pada jemaat yang jual kue, tetapi datang ke toko kayu atau toko semen. Kemudian mulai berpantun, 'saat Tuhan membutuhkan, inilah waktu atau kegerakan yang tepat, kalau Tuhan sudah menutup waktunya .... dan sebagainya', sehingga jemaatnya takut. Ini salah, sebab jemaat dipaksa dengan pantun, tetapi biarlah Firman yang bekerja. Jangan dipaksa, memaksa dan terpaksa."


  • melayani Tuhan dengan kasih sayang.

Jangan takut! Orang yang dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus adalah batu hidup. Baru itu benda mati, tetapi disebut batu hidup.
Artinya: kita hidup dari kemurahan anugerah Tuhan; di manapun, kapanpun, situasi apapun, kita bisa hidup sampai hidup kekal selama-lamanya.

Tadi, sudah dijelaskan, kalau bayi baru lahir, yang masuk ke dalam mulut adalah bayi selalu rindu air susu ibu yang murni dan rohani.

Tanda bayi baru lahir (YANG KELUAR DARI MULUT): mulutnya hanya menangis.

Matius 21: 15-16
21:15. Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: "Hosana bagi Anak Daud!" hati mereka sangat jengkel,
21:16. lalu mereka berkata kepada-Nya: "Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca:
Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?"

'Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian'= kalau mulut bisa menyusu, maka mulut hanya bisa menangis (menyembah Tuhan dengan hancur hati). Kalau kita menyusu (disucikan dengan Firman penggembalaan), maka tidak lagi memfitnah, bergosip dan sebagainya.

Menyembah Tuhan dengan hancur hati= merasa tidak berdaya apa-apa, merendahkan diri serendah-rendahnya, mengaku tidak berdaya, mengaku tidak mampu apa-apa, tidak layak apa-apa, tetapi hanya bergantung pada anugerah Tuhan. Ini sama seperti bayi yang bergantung kepada ibunya (saat lapar, sakit dan sebagainya hanya menangis saja).

Mulai malam ini, biarlah mulut ini kita gunakan untuk menangis atau menyembah Tuhan dengan hancur hati. Kita hanya membutuhkan dan bergantung kepada uluran tangan kemurahan Sang Ibu (Tuhan). Ini sama seperti bayi Musa.
Saat dibuang ke sungai Nil, Musa malah mengarah ke puteri Firaun di mana pengumuman itu dibuat ('bayi laki-laki Ibrani harus mati').

Keluaran 2: 6
2:6. Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: "Tentulah ini bayi orang Ibrani."

Karena menangis, maka Musa selamat (diangkat jadi anak oleh puteri Firaun). Kalau tidak menangis (diam, apalagi menghina), bisa-bisa Musa malah dibunuh. Itu sebabnya, hati-hati dengan mulut kita. Jangan menghina atau menggosip yang tidak baik, sebab leher bisa dicekik. Hubungan kepala (Tuhan) dengan tubuh (kita) adalah leher. Jika leher sudah dicekik, kita tidak bisa menyembah, sehingga kering rohani (tidak ada hubungan dengan Tuhan).
Biarlah kita hanya menangis kepada Tuhan.

Keadaan bayi Musa adalah

  • tidak berdaya dalam segala hal.
    Mungkin kita seperti bayi Musa di tangan puteri Firaun, hanya satu langkah jaraknya dengan maut (satu detak jantung dengan maut).


  • Tidak ada yang memperhatikan.
    Ayah, ibunya tidak ada, sedangkan kakaknya cuma mengikuti dari jarak yang jauh.


  • Menghadapi sungai Nil dengan buaya dan kuda nil = menghadapi kemustahilan, ancaman maut lewat penyakit dan lain-lain,
  • tidak ada masa depan.

Mungkin keadaan kita sudah seperti Musa. Kita kembali ke penggembalaan (minum air susu), merendahkan diri (seperti Yesus taat sampai mati), dengar Firman dan dengar-dengaran supaya kita disucikan, dipakai oleh Tuhan dan mulut tinggal menangis.

Bayi Musa menangis, maka hasilnya:

  • tangan belas kasih Tuhan diulurkan untuk menolong Musa = menghapus segala kemustahilan.
    Tuhan hanya menunggu supaya kita mau merendahkan diri (jangan sombong) dan tangan Tuhan akan menghapus segala kemustahilan.


  • Tangan Tuhan juga memberi masa depan yang berhasil dan indah; dari anak budak bisa menjadi anak raja.
    Kalau Tuhan mengijinkan kita berada dalam pengalaman kematian dan tidak ada yang memperhatikan, jangan mengamuk, tetapi kita tinggal menangis kepada Tuhan dan mengaku 'hanya Engkau saja Tuhan satu-satunya'.


  • Dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir = dipakai dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus (Musa dipakai untuk membawa Israel keluar dari Mesir menuju Kanaan).


  • Musa diangkat dari air= keselamatan, sampai kita diangkat di awan-awan yang permai (kesempurnaan) saat Yesus datang kembali.

    Kita disucikan dan diubahkan sampai sempurna seperti Yesus, kita menjadi mempelai wanita Sorga yang siap untuk menyambut kedatangan-Nya dan kita terangkat di awan-awan permai. Kita bersama dengan Dia untuk selama-lamanya.

Ini PIJAKAN KAKI KITA DI TAHUN BARU. Biarlah menjadi seperti bayi-bayi (merendahkan diri). Kita hanya mendengar dan taat dengar-dengaran saja, tidak usah protes (eperti bayi). Tuhan akan menolong dan menghapus segala kemustahilan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top