English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 08 Januari 2013 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28...

Ibadah Natal Malang, 25 Desember 2011 (Minggu Sore)
Matius 26:36-46 adalah tentang GETSEMANI.

Matius 26:36, 40-41
26:36....

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Februari 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 26-31= Kita masih berada pada ayat 29-31= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan Yesus...

Ibadah Doa Malang, 30 April 2013 (Selasa Sore)
(Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 10 September 2011 (Sabtu Sore)
Markus 16:19-20
16:19. Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia...

Ibadah Raya Malang, 18 Mei 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:13-16 adalah 4 penampilan pribadi Yesus...

Ibadah Raya Malang, 19 Mei 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:11
9:11 Dan raja yang memerintah mereka...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 14 Januari 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang jemaat Loadikia, gambaran dari jemaat akhir...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 20 Februari 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:10-11
Yudas mengkhianati Yesus

Yudas berteman dengan ahli-ahli Taurat, yang adalah orang-orang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 Agustus 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 26-29
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 April 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:4-8
7:4 Dan aku mendengar jumlah...

Ibadah Doa Surabaya, 15 Mei 2019 (Rabu Sore)
Dari rekaman ibadah doa di Medan

Puji Tuhan. Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan...

Ibadah Raya Malang, 30 Desember 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita membahas dalam Wahyu 8:6-13.
Ada dua kesempatan peniupan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 31 Agustus 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 22 Mei 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:26-27
14:26 Sesudah mereka menyanyikan nyanyian pujian, pergilah mereka ke Bukit...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 19 Februari 2012 (Minggu Sore)

Matius 26: 69-75
= PETRUS MENYANGKAL TUHAN.

= 3 kali Petrus menyangkal Yesus:
  1. ay. 69-70= Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Galilea= menyangkal panggilan dan pilihan Tuhan (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 Januari 2012).

  2. ay. 71-72= Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Nazaret= menyangkal Firman pengajaran yang benar dan menyangkal penggembalaan (mulai diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 05 Februari 2012).

  3. ay. 73-74= Petrus menyangkal Yesus sampai mengutuk dan bersumpah.
Malam ini, kita masih membahas bagian II: PETRUS MENYANGKAL YESUS SEBAGAI ORANG NAZARET
Matius 26: 71-72
26:71. Ketika ia pergi ke pintu gerbang, seorang hamba lain melihat dia dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ: "Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu."
26:72. Dan ia menyangkalnya pula dengan bersumpah: "
Aku tidak kenal orang itu."

Kita sudah mendengarkan bahwa Nazaret merupakan tempat Yesus dilahirkan dan bertumbuh sampai dewasa.

Lukas 1: 26= Yesus di dalam kandungan. Sesudah itu ke Betlehem dan sebagainya dan kembali lagi ke Nazaret.

Lukas 2: 51-52
2:51. Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.
2:52. Dan
Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

= tempat pertumbuhan Yesus menjadi dewasa. Artinya:
  1. Nazaret merupakan tempat Yesus menjadi daging sampai mengalami kedewasaan= Yesus yang menjadi Firman= Petrus menyangkal Firman pengajaran yang benar,

  2. Nazaret merupakan tempat pertumbuhan Yesus menjadi dewasa= tempat pertumbuhan rohani dari selamat sampai sempurna (kedewasaan penuh)= tempat penggembalaan= Petrus menyangkal penggembalaan (tidak tergembala).

    Sudah selamat= masuk halaman Tabernakel.
    Kesempurnaan= ruangan maha suci.
    Jadi, kita bertumbuh di ruangan suci (penggembalaan dengan 3 macam ibadah pokok).
Matius 20: 29-34
20:29. Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya keluar dari Yerikho, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.
20:30. Ada
dua orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!"
20:31. Tetapi orang banyak itu menegor mereka supaya mereka diam. Namun mereka makin keras berseru, katanya: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!"
20:32. Lalu Yesus berhenti dan memanggil mereka. Ia berkata: "Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?"
20:33. Jawab mereka: "Tuhan, supaya mata kami dapat melihat."
20:34. Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia.


= keadaan orang yang tidak tergembala seperti 2 orang buta yang duduk di pinggir jalan (tidak berada di kebun anggur).

Praktik sehari-hari kehidupan yang tidak tergembala seperti 2 orang buta di pinggir jalan:
  1. bagaikan benih yang ditabur di pinggir jalan.
    Matius 13: 4, 19
    13:4. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.
    13:19. Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi
    tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.

    Lukas 8: 5, 12
    8:5. "Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis.
    8:12. Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka
    jangan percaya dan diselamatkan.

    = benih yang ditabur di pinggir jalan adalah kehidupan yang tidak mengerti dan tidak percaya pada Firman Allah.

    Mengapa demikian?:

    • sebab hatinya bagaikan pinggir jalan (mengembara), sehingga tidak konsentrasi dalam mendengar Firman.
    • sebab kehidupannya selalu mengembara (menganggap semua pengajaran sama), sehingga hatinya bimbang dan tidak bisa mengerti/percaya pada Firman.
    • sebab menginjak-injak benih= menghina Firman, kritik, bosan, dsb.

    Akibatnya: kehidupan itu tidak selamat (binasa).

    Jadi, saat-saat mendengarkan Firman, itu menentukan hidup kita.

  2. Matius 21: 18-19
    21:18. Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar.
    21:19.
    Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu: "Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!" Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu.

    Praktik kedua: seperti pohon ara di pinggir jalan, hanya berdaun lebat, tetapi tidak berbuah.

    Ciri pohon ara: kalau daunnya sudah lebat, seharusnya ada 1-2 buah permulaan.

    'daun'= aktivitas.
    Hanya berdaun lebat, tetapi tidak berbuah, artinya: aktif beribadah melayani Tuhan, tetapi TIDAK memuaskan Tuhan dan malah memilukan Tuhan, sehingga hidupnya tidak pernah puas juga.

    Mengapa demikian?:

    • di taman Eden, daun pohon ara dipakai untuk menutupi ketelanjangan Adam dan Hawa (menutupi dosa)= kebenaran diri sendiri, yaitu menutupi dosa dengan menyalahkan orang lain, Tuhan dan Firman.

      Kalau melayani dengan kebenaran sendiri, pelayanan itu tidak akan pernah memuaskan Tuhan dan diri sendiri juga tidak pernah puas.

      Kepuasan kita alami kalau kita mendapatkan kebenaran dari Tuhan, yaitu saling mengaku dan saling mengampuni. Dengan jalan inilah kita memuaskan Tuhan dan kita juga bisa dipuaskan.

    • Yohanes 1: 48-51
      1:48. Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara."
      1:49. Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!"
      1:50. Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu."
      1:51. Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu,
      sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."

      Di jaman Yesus, pohon ara dipakai untuk berteduh oleh Natanael.
      Artinya: ibadah pelayanan untuk kepentingan diri sendiri= egois= mengenakkan daging= menolak salib.

      Memang berteduh itu enak bagi daging, tapi ia tidak bisa melihat langit (kalau Tuhan datang, ia tidak bisa melihat).

      Sebab itu, kita harus keluar dari pohon ara untuk melayani pembangunan tubuh Kristus (memberi dan mengunjungi sesama yang membutuhkan).

      Pelayanan tubuh Kristus dimulai dari dalam nikah, penggembalaan, dan antar penggembalaan.

      Memang untuk keluar dari pohon ara, kita akan kepanasan (sakit bagi daging). Tetapi kita bisa melihat langit terbuka (melihat malaikat turun naik).
      Artinya:

      1. dari atas ke bawah= berkat dicurahkan (kuasa pemeliharaan, pertolongan dan penyucian dari Tuhan).
      2. dari bawah ke atas= kita mengalami kuasa pengangkatan Tuhan, sampai kita diangkat ke awan-awan saat Tuhan datang kembali.

    • Lukas 13: 6-9
      13:6. Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.
      13:7. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya.
      Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!
      13:8. Jawab orang itu:
      Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,
      13:9. mungkin tahun depan ia berbuah;
      jika tidak, tebanglah dia!"

      = sudah berada dalam kebun anggur, tapi TIDAK BERBUAH. INI YANG BERBAHAYA!

      ay. 8= 'Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi'= doa penyahutan seorang gembala. Inilah keuntungan kita kalau berada dalam penggembalaan.

      Tetapi, INGAT! Perpanjangan sabar Tuhan ada batasnya. Suatu waktu, tidak ada lagi.

      Pohon ara ini tidak berbuah, karena akarnya jelek.

      Kalau di luar penggembalaan, pada waktu berbuah dan tidak ada buah, pohon ara akan langsung dikutuk. Tetapi dalam penggembalaan, masih ada doa penyahutan dari gembala untuk memohon perpanjangan sabar guna memperbaiki akar-akar yang tidak baik.

      Malam ini, ketajaman Firman memeriksa akar-akar dalam hati.
      Akar yang jelek= melayani untuk kepentingan sendiri yang bertentangan dengan Firman.

      Akar yang jelek:

      1. akar kejahatan= keinginan akan uang= membuat kikir dan serakah.
        Kikir= tidak bisa memberi.
        Serakah= merampas hak Tuhan dan sesama.

      2. akar kenajisan.
        Kejahatan dan kenajisan ini selalu berjalan bersama (ada burung, ada serigala).

      3. akar kepahitan.
        Ibrani 12: 15
        12:15. Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

      4. akar busuk= menolak pengajaran yang benar karena mempertahankan kehendak daging.

        Yesaya 5: 24
        5:24. Sebab itu seperti lidah api memakan jerami, dan seperti rumput kering habis lenyap dalam nyala api, demikian akar-akar mereka akan menjadi busuk, dan kuntumnya akan beterbangan seperti abu, oleh karena mereka telah menolak pengajaran TUHAN semesta alam dan menista firman Yang Mahakudus, Allah Israel.

      Matius 7: 21-23
      7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
      7:22. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
      7:23. Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu!
      Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

      Kalau melayani Tuhan dengan kehendak sendiri, akibatnya: menjadi pembuat kejahatan.

  3. Matius 9: 36
    9:36. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.

    Praktik ketiga: seperti domba tidak tergembala, artinya:

    • letih lesu dan berbeban berat, sampai satu waktu berhenti melayani,
    • terlantar= tidak ada yang bertanggung jawab, terutama untuk keselamatannya,
    • hidupnya seperti anjing dan babi (khusus bangsa kafir)= membabi buta seperti 2 orang buta= membabi buta dalam dosa sampai puncaknya dosa, bahkan nikah dan buah nikahnya membabi buta (hancur).

    Sebab itu, kita harus tergembala.
Matius 20: 30
20:30. Ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!"

Yesus tidak mau kehidupan kita hanya menjadi bulan-bulanan dari setan. Sebab itu, Yesus lewat di sana sebagai Gembala yang baik (Gembala yang menyerahkan nyawa bagi domba-dombaNya).

Yohanes 10: 11
10:11. Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

Malam ini, Yesus lewat dalam setiap pribadi kita.

Markus 1: 1-3
1:1. Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.
1:2. Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: "Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu;
1:3. ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan,
luruskanlah jalan bagi-Nya

= Yesus lewat di jalan lurus atau jalan rata (di ayat lain), itulah HATI YANG JUJUR, RENDAH HATI.
Apapun keadaan kita, biarlah kita menyediakan hati yang jujur.

Lukas 6: 12, 17-19
6:12. Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
6:17. Lalu Ia turun dengan mereka dan
berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.
6:18. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.
6:19. Dan
semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

'bukit'= bukit Joljuta.
Hati yang lurus= hati yang jujur= menghargai korban Kristus (menghargai bukit Joljuta).
Praktiknya:
  • suka berdamai.
    Kalau hati damai, itulah menghargai korban Kristus. Sebab itu, kita harus menjaga hati damai.

  • suka menyembah Tuhan= percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada belas kasih Tuhan seperti dilakukan 2 orang buta.
Suka berdamai dan suka menyembah Tuhan= berusaha untuk menjamah Tuhan.
Apapun kehancuran kita, biarlah kita berusaha untuk menjamah Tuhan.
Kalau kita berusaha menjamah Tuhan dengan iman, Tuhan akan menjamah kita dengan belas kasih. Iman dan belas kasih menghasilkan mujizat.

Secara rohani: bisa melihat, yaitu bisa melihat diri sendiri dalam kekurangan dan kelemahan (mujizat terbesar). Dan kita akan dipakai oleh Tuhan sampai bisa melihat Tuhan.

Secara jasmani: penyakit dan masalah diselesaikan, bahkan bisa mengikut Tuhan (mau dituntun oleh Tuhan sampai ke Yerusalem Baru).

Wahyu 7: 17
7:17. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

Semakin diubahkan, kita akan semakin bahagia, sampai satu waktu, tidak ada air mata lagi. Kita bersama Tuhan untuk selama-lamanya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 02-03 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top