English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 27 Februari 2013 (Rabu Sore)
Pembicara: Bp. Hardiono

Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.

Dibalik salib/kematian, pasti ada sinar kemuliaan/shekinah glory.
Matius 28 terbagi menjadi 3...

Ibadah Doa Malang, 04 Januari 2011 (Selasa Sore)
Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat...

Ibadah Raya Surabaya, 01 Juli 2012 (Minggu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang
Matius 8: 20
8:20 Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 Desember 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:36-46 tentang GETSEMANI.

Getsemani = tempat pemerasan.

Di Taman Getsemani, Yesus mengalami...

Ibadah Raya Malang, 18 Juli 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:8-13
25:8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah...

Ibadah Raya Malang, 25 Januari 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada waktu kedatangan Yesus kedua kali:
Matius 24:29,...

Ibadah Raya Malang, 03 Oktober 2010 (Minggu Pagi)
1 Samuel 20:3
20:3 Tetapi Daud menjawab, katanya: "Ayahmu tahu benar, bahwa...

Ibadah Raya Surabaya, 07 Mei 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Ciawi I, 02 Desember 2008 (Selasa Sore)
Wahyu 21: 5
TEMA: 'LIHATLAH, AKU MENJADIKAN SEGALA SESUATU BARU'

Ibadah Doa Surabaya, 14 April 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 07 Oktober 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 24 Januari 2017 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 17:14-21
17:14 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 13 Januari 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12
Dalam susunan Tabernakel, Lukas 12 terkena pada...

Ibadah Raya Surabaya, 01 Mei 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 09 Desember 2012 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 menunjuk tentang "Shekinah Glory"...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 26 Oktober 2018 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Dalam kitab Wahyu 8: 1-5 ada dua keadaan yang kontras:

  1. Ayat 1-4= ketenangan setengah jam lamanya di sorga; perhentian yang semakin meningkat sampai ketenangan setengah jam lamanya di sorga, bahkan sampai hidup kekal. (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 16 September 2018 sampai Ibadah Doa Surabaya, 12 Oktober 2018).


  2. Ayat 5= kegoncangan yang semakin meningkat sampai kehancuran dan kebinasaan selamanya di neraka (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 Oktober 2018).

AD. 2: KEGONCANGAN

Wahyu 8: 5

8:5. Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka
meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi.

Kita menghadapi suasana kegoncangan di bidang jasmani dan rohani yang semakin meningkat sampai pada kehancuran dan kebinasaan selamanya. Inilah yang harus dihadapi hari-hari ini.
1 Tesalonika 5: 1-7
5:1. Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu,
5:2. karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa
hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.
5:3. Apabila mereka mengatakan:
Semuanya damai dan aman--maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin--mereka pasti tidak akan luput.
5:4. Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri,
5:5. karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.
5:6. Sebab itu baiklah jangan kita
tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.
5:7. Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang
mabuk, mabuk waktu malam.

Kegoncangan-kegoncangan terjadi sekonyong-konyong (tiba-tiba); justru di saat semua dirasa aman/tenang. Ini yang seringkali kita lengah.

Sikap yang salah dari gereja Tuhan adalah pada saat semua dirasa aman, baik, dan lancar, gereja Tuhan justru lengah--hidup dalam kegelapan--; dalam keadaan tidur dan mabuk rohani.

Akibatnya:

  1. Sekonyong-konyong mengalami kegoncangan, sampai ketakutan, stres, kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan.
  2. Kedatangan Tuhan kedua kali juga tiba-tiba, seperti pencuri di tengah malam, sehingga gereja Tuhan banyak yang ketinggalan dan binasa selamanya.

1 Tesalonika 5: 6

5:6. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.

Sikap yang benar adalah selalu berjaga-jaga dan sadar--hidup dalam terang.
Lukas 12: 35-37
12:35. "Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.
12:36. Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya.
12:37. Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya
berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.

Ada tiga macam berjaga-jaga dan sadar:

  1. Tetap berikat pinggang= berikat pinggang kebenaran.
    Efesus 6: 14
    6:14. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,

    Yohanes 17: 17
    17:17. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

    Kebenaran sama dengan firman Tuhan; kebenaran sama dengan sesuatu yang menyucikan.
    Jadi kebenaran adalah firman penyucian/pedang firman.

    Berikat pinggang kebenaran artinya berpegang teguh dan taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua--menyandang pedang--, sehingga kita bisa hidup dalam kebenaran dan kesucian. Ini sama dengan menyingkirkan/membuang dosa-dosa sampai sesuatu yang tidak halal. Ikat pinggang jangan dilepas!

    Hasilnya:


    • Markus 6: 7-8
      6:7. Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,
      6:8. dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan,
      uang dalam ikat pinggangpun jangan,

      Roh jahat= pribadi yang menggoncang secara jasmani dan rohani. Di sini utusan-utusan Tuhan yang dikejar.
      'kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan'= berarti ikat pinggangnya tetap dipakai. Maksudnya Tuhan adalah supaya tidak bergantung kepada uang dan sebagainya; yang boleh hanya tongkat (salib) dan ikat pinggang.

      Pelayanan mulai dari nikah, penggembalaan, kalau ada kesulitan hadapi dengan tongkat (salib) dan ikat pinggang; tetap pegang teguh pengajaran yang benar dan taat (praktik hidup benar dan hidup suci).

      Hasil pertama: mengalami perlindungan Tuhan terhadap goncangan-goncangan dari roh-roh jahat--setan tritunggal--yang menggoncang dunia dengan tiba-tiba. Kita tetap tenang, bahkan mautpun tidak bisa menjamah kita--kalau kita hidup benar dan suci, mautpun tidak bisa menjamah kita.


    • Lukas 12: 37
      12:37. Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.

      'ia' = Tuannya.

      Hasil kedua: Tuhan juga memakai ikat pinggang untuk melayani kita; kita mengalami pemeliharaan Tuhan secara langsung; ajaib dan berkelimpahan di tengah kesulitan dunia, sehingga kita selalu mengucap syukur kepada Tuhan.

      Yang tergoncang akan muncul lebih dulu, hebat seperti menara Babel, tetapi akan ambruk. Sebaliknya gereja yang sungguh-sungguh, dari satu batu disusun pelan-pelan tapi pasti, ada gempapun/goncangan tetap bertahan sampai pada kesempurnaan. Harus ada ikat pinggang!


  2. Lukas 12: 35
    12:35. "Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.

    Berjaga-jaga dan sadar yang kedua: 'pelita tetap menyala'= selalu ada minyak persediaan.
    Kalau hanya minyak dalam pelita, akan mati. Tetapi kalau ada minyak persediaan pelita akan menyala terus.

    Jaga ikat pinggang! Firman pengajaran yang benar adalah alkitab. Hati-hati sekarang sudah terbukti: Pengajaran-pengajaran hebat, ternyata ada penyimpangan. Ini terjadi karena tidak berdasarkan alkitab (hanya logika sendiri, dijadikan pengetahuan). Mungkin hebat, tetapi sebenarnya tidak ada nilai rohaninya dan akhirnya menyimpang. Tuhan tolong kita.

    Ada minyak persediaan artinya selalu hidup dalam urapan Roh Kudus, kepenuhan Roh Kudus, sampai meluap-luap dalam Roh Kudus.

    Praktik pelita tetap menyala: selalu setia berkobar-kobar--'menyala-nyala'--dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
    Roma 12: 11
    12:11. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

    Jangan bosan apalagi berhenti, mulai dari gembala.

    "Bagi saya, pelayanan ke luar merupakan bonus. Tadi, saya melayani orang meninggal. Saya berangkat tadi malam, dari sini jam sepuluh malam, lalu pagi-pagi saya berangkat ke Pekanbaru. Saya sangat terbebani untuk melayani dalam penggembalaan. Tadinya mau sampai di kuburan, tetapi ada acara makan-makan, akhirnya saya berpikir: Masa saya jaga orang makan, lalu tidak melayani di WR 4 Surabaya? Sebab itu saya pamit: 'Saya tidak bisa sampai ke kuburan dan saya harus kembali ke Surabaya.' Jadi harus setia."

    Hasilnya: menembusi kegelapan malam. Kalau pelita tidak menyala, kita akan ditelan kegelapan malam. Biarpun gembala hebat, kalau tidak setia, sebentar lagi ia ditelan kegelapan malam. Begitu juga dengan jemaat. Kaum muda jatuh pasti saat hari ibadah tetapi tidak datang. Sangat bahaya!

    Kegelapan malam menunjuk pada kesulitan di segala bidang. Kita tembusi dengan kesetiaan. Kaum muda, memang semua gelap, tetapi kita diberi satu alat oleh Tuhan yaitu pelita menyala. Mari setia berkobar untuk menembusi kegelapan malam (kesulitan segala bidang), sampai menembusi puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan.
    Kalau gembala tidak setia, tidak akan mampu melawan puncaknya dosa, begitu juga dengan sidang jemaat.

    Harus setia! Orang tua, dorong anak muda untuk setia. Kalau tidak, akan menyesal. Harus setia berkobar, supaya pelita tetap menyala.

    "Saya selalu pesankan pada kaum muda, pada masa-masa perkenalan, pacaran, ibadah harus nomor satu. Kalau tidak, habis."


  3. Lukas 12: 36
    12:36. Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya.

    Berjaga-jaga dan sadar yang ketiga: bersuasana pesta nikah, yaitu suasana kasih dan kebahagiaan.

    Dari mana kita dapat kasih dan kebahagiaan? Di dalam doa penyembahan.
    Matius 17: 2, 4
    17:2. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.
    17:4. Kata Petrus kepada Yesus: "Tuhan,
    betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."

    'sinar matahari'= hangatnya kasih.
    Saat mujizat lima roti dua ikan untuk lima ribu orang, Petrus tidak berkata: kami bahagia. Tetapi di atas gunung yang tinggi, dia berkata: betapa bahagianya.

    Di dalam doa penyembahan, kita mengalami perobekan daging sehingga kita mengalami pembaharuan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dari pembaharuan wajah--wajah Yesus bersinar.
    Wajah menunjuk pada hati--wajah pucat hati takut, wajah merah hati marah.

    Matius 17: 3
    17:3. Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.

    Musa dan Elia mengalami pembaharuan hati:


    • Musa.
      Musa dikenal sebagai orang yang hatinya paling lembut.
      Bilangan 12: 3
      12:3. Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi.

      Hati lembut= seperti bayi yang menangis. Kisah hidup Musa ditandai seperti bayi yang menangis; baru lahir menangis, di sungai Nil menangis, di tangan puteri Firaun menangis.
      Tetapi di akhir hidupnya, Musa bisa keras. Tuhan suruh berkata pada gunung batu, tetapi ia memukulnya. Orang paling lembut saja bisa keras, apalagi kita.

      Bilangan 20: 7-12
      20:7. TUHAN berfirman kepada Musa:
      20:8. "Ambillah tongkatmu itu dan engkau dan Harun, kakakmu, harus menyuruh umat itu berkumpul;
      katakanlah di depan mata mereka kepada bukit batu itu supaya diberi airnya; demikianlah engkau mengeluarkan air dari bukit batu itu bagi mereka dan memberi minum umat itu serta ternaknya."
      20:9. Lalu Musa mengambil tongkat itu dari hadapan TUHAN, seperti yang diperintahkan-Nya kepadanya.
      20:10. Ketika Musa dan Harun telah mengumpulkan jemaah itu di depan bukit batu itu, berkatalah ia kepada mereka: "Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?"
      20:11. Sesudah itu Musa mengangkat tangannya, lalu
      memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali, maka keluarlah banyak air, sehingga umat itu dan ternak mereka dapat minum.
      20:12. Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: "Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka."

      Musa keras hati yaitu tidak taat pada perintah Tuhan sehingga ia tidak bisa masuk ke Kanaan.
      Orang yang lembut hati bisa tidak taat, siapa kita? Karena itu kita harus banyak menyembah.

      Tetapi lewat doa penyembahan Musa mengalami pembaharuan hati, dia menjadi lembut lagi--seperti bayi yang menangis--, sehingga menghapus segala kemustahilan--gunung tempat Yesus berdoa adalah gunung di Kanaan, padahal tadinya Musa divonis tidak boleh masuk Kanaan.
      Lewat doa penyembahan; hati melembut seperti bayi menangis (hancur hati), Musa bisa menginjakkan kakinya di Kanaan. Yang mustahil jadi tidak mustahil.


    • Elia.
      Elia juga keras hati.
      1 Raja-raja 19: 1-4
      19:1. Ketika Ahab memberitahukan kepada Izebel segala yang dilakukan Elia dan perihal Elia membunuh semua nabi itu dengan pedang,
      19:2. maka Izebel menyuruh seorang suruhan mengatakan kepada Elia: "Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu."
      19:3. Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana.
      19:4. Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar.
      Kemudian ia ingin mati, katanya: "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku."

      Ini adalah orang-orang hebat tetapi bisa keras hati. Karena itu harus banyak menyembah. Gunakan waktu! Kalau tidak, akan keras hati.

      Elia keras hati yaitu gampang kecewa dan putus asa saat menghadapi kegoncangan (kegoncangan tentang ajaran palsu). Elia sudah menyembelih nabi-nabi palsu (Elia bisa menghadapi ajaran-ajaran palsu), tetapi ketika diancam Izebel, ia takut. Hati-hati dengan ajaran Izebel yaitu ajaran yang mengizinkan wanita mengajar dan memerintah laki-laki.

      Kalau gampang kecewa dan putus asa, biasanya juga gampang bangga.
      Ini sama dengan keras hati. Dia letih lesu dan berbeban berat, susah payah, tidak ada ketenangan.

      Tetapi lewat doa penyembahan Elia juga mengalami pembaharuan hati--tidak kecewa dan putus asa, tetapi menyerah sepenuh kepada Tuhan.

      Tadi Musa melembut seperti bayi yang menangis. Kita juga melembut malam ini, kembali taat.
      Sekarang Elia jadi rendah hati (tidak bangga, tidak sombong) tetapi mengucap syukur dan menyerah sepenuh kepada Tuhan.


    Malam ini tentang pembaharuan hati: lemah lembut seperti Musa, kembali taat (bayi itu taat dan tidak bisa melawan), dan tidak kecewa tetapi selalu mengucap syukur, dan menyerah sepenuh kepada Tuhan.

    Mari kita menjadi seperti Musa dan Elia yang diubahkan. Mereka orang hebat, tetapi bisa keras hati, siapa kita? Mari berdoa menyembah Tuhan sampai diubahkan menjadi lemah lembut dan rendah hati.

    Matius 11: 28-29
    11:28. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
    11:29. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku
    lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

    Kita menyembah Tuhan sampai kita diubahkan.
    Jika kita lemah lembut dan taat dengar-dengaran--seperti Musa/bayi yang menangis--, dan rendah hati, menyerah sepenuh--seperti Elia--, Tuhan akan memberikan kita kelegaan, perhentian, ketenangan, dan damai sejahtera. Segala letih lesu, susah payah, beban berat diambil oleh Tuhan.

    Damai= tidak tergoncang oleh apapun; tidak letih lesu dan berbeban berat tetapi enak dan ringan. Semakin hari semakin enak dan ringan, semakin terangkat. Dan jika Yesus datang kembali kedua kali, yang paling enak dan ringan adalah kita terangkat di awan-awan yang permai. Kita bahagia bersama Tuhan selamanya.

Menghadapi goncangan, letih lesu dan beban berat yang membuat kita kecewa dan lain-lain, mari naik gunung, banyak menyembah Tuhan hari-hari ini.
Perhatikan tiga hal tadi:

  1. Ikat pinggang kebenaran= hidup benar dan suci. Kita mengalami perlindungan dan pemeliharaan dari Tuhan.
  2. Pelita menyala= setia berkobar. Kita menembusi kegelapan apapun.
  3. Banyak naik gunung, supaya hidup menjadi enak dan ringan. Kita taat dan lemah lembut--seperti Musa--, dan rendah hati--seperti Elia; tidak kecewa dan putus asa, tetapi menyerah sepenuh dan mengucap syukur seperti bayi menangis.

Tuhan akan menanggung semua. Letih lesu diganti damai sejahtera, semua enak dan ringan, sampai yang paling enak dan ringan saat kita di awan-awan yang permai untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali. Sementara bumi goncang dan hancur, kita semakin damai dan tenang, semakin enak dan ringan, sampai kita bersama Yesus di awan-awan permai, bahkan sampai di kerajaan sorga yang kekal untuk selama-lamanya

Banyak menyembah, menyeru nama Yesus, apapun keadaan kita; yang mustahil seperti dihadapi Musa, Tuhan jadikan tidak mustahil. Yang letih lesu dan berbeban berat seperti dihadapi Elia, Tuhan akan berikan kelegaan; Dia jadikan enak dan ringan. Kita menyembah Dia dengan sungguh-sungguh.

Apapun keadaan kita, masih bisa menyeru nama Yesus, seperti bayi menangis. Musa dan Elia masih bisa tertolong sekalipun sudah fatal. Rendah hati dan lemah lembut, serahkan kepada Tuhan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-03 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top