English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 13 Desember 2011 (Selasa Malam)
Keluaran 3 adalah pasal tentang PENGGEMBALAAN.

Keluaran 3:1
3:1...

Ibadah Raya Surabaya, 01 Juli 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 26 November 2011 (Sabtu Sore)
Lukas 1:5-25 adalah berita tentang kelahiran Yohanes Pembaptis

Lukas 1:13-17
1:13...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 12 Maret 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:28-36 tentang Yesus dimuliakan di atas...

Ibadah Raya Surabaya, 08 Februari 2015 (Minggu Sore)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Markus 10: 13-16
10:13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 September 2013 (Senin Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam II

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Raya Malang, 18 Agustus 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20 ... Dan ketahuilah, Aku menyertai...

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus di Palangkaraya, 23 September 2011 (Jumat Pagi)
TEMA:

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 05 Januari 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 10 Agustus 2011 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang
Amos 8: 11-14, 5
8:11. "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri...

Ibadah Doa Surabaya, 29 Mei 2019 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 10 Juni 2012 (Minggu Pagi)
Matius 27 adalah tentang 7 percikan darah di atas tabut perjanjian.
Sekarang artinya adalah...

Ibadah Doa Surabaya, 19 Juni 2019 (Rabu Sore)
Dari rekaman ibadah doa di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat...

Ibadah Doa Malam Session II Malang, 12 April 2011 (Rabu Dini Hari)
Dalam jalan salib, Tuhan menyertai umat Israel dengan 3 perkara:
Siap sedia...

Ibadah Doa Surabaya, 10 April 2017 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 14 Oktober 2018 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Dalam kitab Wahyu 8: 1-5 ada dua keadaan yang kontras:

  1. Ayat 1-4= ketenangan setengah jam lamanya di sorga. (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 16 September 2018 sampai Ibadah Doa Surabaya, 12 Oktober 2018).
  2. Ayat 5= kegoncangan.

AD. 2: KEGONCANGAN
Wahyu 8: 5

8:5. Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi.

Di sini terjadi kegoncangan di bumi dalam segala bidang baik jasmani maupun rohani--dosa-dosa, ajaran palsu-, nikah dan buah nikah--kehancuran nikah dan buah nikah--, termasuk ibadah pelayanan kepada Tuhan.
Ini yang akan kita hadapi. Ada ketenangan, tetapi juga ada kegoncangan, tinggal kita pilih yang mana.
Setan menggoncang semua bidang supaya semua hancur dan binasa selamanya.

Tetapi mengapa Tuhan izinkan terjadi kegoncangan? Untuk memisahkan antara kehidupan yang tergoncangkan dengan yang tidak tergoncangkan--termasuk orang kristen/hamba Tuhan.
Ibrani 12: 26-29
12:26. Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: "Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga."
12:27. Ungkapan "Satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.
12:28. Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.
12:29. Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan.

Kehidupan yang tergoncangkan akan lenyap, hancur, dan binasa bersama dengan dunia. Tetapi kehidupan yang tidak tergoncangkan akan mengalami ketenangan yang meningkat sampai puncaknya yaitu ketenangan setengah jam lamanya di sorga; sama dengan menerima kerajaan sorga yang tidak tergoncangkan.

Saat goncangan datang kalau kita ikut goncang, kita akan hancur dan binasa bersama dunia. Tetapi kalau tidak goncang, kita akan mengalami ketenangan yang meningkat sampai menerima kerajaan sorga yang tidak tergoncangkan.

Menurut alkitab, yang goncang yang muncul lebih dulu, kelihatan hebat, tetapi satu waktu akan goncang dan gugur. Yang tidak goncang munculnya memang perlahan tapi pasti--tepat waktunya Tuhan. Banyak gereja Tuhan yang nantinya akan tergoncangkan, sekarang munculnya luar biasa. Tetapi kita sekarang membangun dasar dulu--seperti pembangun tubuh Kristus dimulai dari satu batu penjuru--, pelan-pelan, tidak tergoncangkan, sampai mewarisi kerajaan sorga.

Setan menggoncang supaya kita hancur dan binasa Tetapi Tuhan izinkan kegoncangan untuk memisahkan antara yang tergoncangkan dan tidak tergoncangkan.

Praktik kehidupan yang tidak tergoncangkan:

  1. Ibrani 12: 28
    12:28. Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.

    Praktik pertama kehidupan yang tidak tergoncangkan: 'marilah kita mengucap syukur'= mengucap syukur; tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan apapun yang sedang terjadi.


  2. Praktik kedua kehidupan yang tidak tergoncangkan: 'beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya'= beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, bukan caranya sendiri.
    Dia Imam Besar, Kepala dari imam-imam, kita harus mengikutinya--seperti kalau bekerja di kantor kita mengikuti perintah direktur. Jangan sembarangan! Jangan asal ibadah!

    Karena itu Tuhan perintahkan Musa naik ke gunung Sinai, lalu Ia memperlihatkan sorga kepadanya, supaya ia membuat kerajaan sorga di bumi, itulah Tabernakel, sehingga ibadah di bumi seperti di sorga--sesuai dengan kerajaan sorga; kita sudah mulai beradaptasi untuk hidup di sorga sejak di dunia.

    Roma 14: 17
    14:17. Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

    'Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman'= seringkali disampaikan: Ayo ibadah supaya diberkati. Salah! Itu bukan kerajaan sorga; ibadah demikian tidak cocok dengan Tuhan.

    Ibadah yang berkenan kepada Tuhan--sesuai dengan kerajaan sorga--adalah:


    • Beribadah melayani dalam kebenaran.
      Dalam Tabernakel ditunjukkan dengan alat meja roti sajian--kebenaran sorga. Sekarang artinya ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran yang benar dan kurban Kristus.

      Ada firman dan perjamuan suci, supaya firman Allah yang benar mendarah daging dalam kehidupan kita, sehingga seluruh hidup kita berada dalam kebenaran.


    • Sukacita oleh Roh Kudus.
      Dalam Tabernakel ditunjukkan dengan alat pelita emas. Sekarang artinya ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.

      Urapan Roh Kudus membuat kita menjadi seperti pelita yang menyala, artinya setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan dan sukacita sorga oleh Roh Kudus. Ini satu kesatuan, tidak bisa dipisahkan.
      Sukacita tetapi tidak setia, berarti bukan dari sorga. Kalau dari sorga, setia berkobar dulu, baru ada sukacita dari sorga.

      Banyak kali kita sukacita dulu tetapi tidak setia, berarti bukan dari sorga. Setia tetapi tidak sukacita, berarti terpaksa atau dipaksa, dan itu juga bukan sorga/Roh Kudus; tidak berkenan kepada Tuhan.

      Setia berkobar-kobar dan sukacita oleh Roh kudus tidak bisa dipisahkan.


    • Damai sejahtera.
      Dalam Tabernakel ditunjukkan dengan alat mezbah dupa emas. Sekarang artinya ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.

      Kasih Allah yang membuat kita mengalami damai sejahtera. Saat kita menyembah Tuhan, kasih Allah akan dicurahkan di dalam hati kita, dan kasih menutupi dosa, kenajisan, kejahatan, ketakutan, kebencian dan sebagainya, sampai kita tidak merasakan apa-apa lagi yang daging rasakan, tetapi kita hanya merasakan kasih Allah. Itulah damai sejahtera dari sorga.


    Inilah beribadah melayani Tuhan dengan cara yang berkenan kepada-Nya, yaitu lewat tiga macam ibadah pokok; beribadah melayani Tuhan dalam sistem penggembalaan; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.

    Dari kitab kejadian sampai wahyu, semuanya tentang penggembalaan, sampai di takhta sorgapun kita baca: Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka. Karena itu Tuhan perintahkan kepada Petrus sampai tiga kali: Gembalakanlah domba-domba-Ku.

    Keluaran 3: 1-3
    3:1. Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.
    3:2. Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.
    3:3. Musa berkata: "Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?"

    'biasa menggembalakan'= tekun dalam penggembalaan.
    Semak duri adalah dari dunia, ada api tetapi tidak hancur, berarti apinya bukan api dari dunia, tetapi dari sorga, sehingga menjadi satu pemandangan yang hebat.
    Musa sekolah empat puluh tahun di Mesir, tetapi melihat pemandangan ini, dia heran.

    Semak duri menunjuk pada manusia daging yang berdosa; saling menusuk, merugikan, menghakimi. Kalau diam--tidak ada masalah, semua lancar--, bagus semua, tetapi begitu ada angin sedikit, sudah menusuk sana sini. Itulah manusia daging yang berdosa. Kalau dipertahankan, ia akan tergoncangkan dan binasa.
    Karena itu manusia daging harus berada di dalam nyala api dari sorga, itulah kandang penggembalaan.

    Jadi semak duri yang menyala tetapi tidak dimakan api artinya artinya manusia darah daging yang berdosa harus berada di dalam kandang penggembalaan; ketekunan dalam tidak macam ibadah pokok, sehingga bisa mengalami pekerjaan dari api firman, Roh Kudus, dan kasih Allah.

    Inilah pemandangan hebat, dan harus disaksikan bagaimana manusia daging bisa digembalakan dan mengalami pekerjaan dari api firman, Roh Kudus, dan kasih Allah. Ini yang dicari. Pemandangan seperti ini sulit untuk didapatkan.

    "Banyak di rumah Tuhan kalau ibadah minggu yang datang ribuan, ibadah pendalaman alkitab tidak ada, ibadah doa sedikit. Tidak ada yang tekun di sana. Karena itu kita kecil-kecilan. Asalkan kita tekun, ini akan menjadi pemandangan yang hebat."

    Inilah kesaksian yang dinantikan oleh gereja Tuhan di dunia.
    Sekarang kalau bicara tentang tiga macam ibadah, orang sudah terbelalak, bahkan ada yang marah--sekalipun bosnya orang kristen--: Kapan kerjanya?

    "Saya ingat kesaksian dari Pdt. DR. Oktavianus saat diundang oleh Pdt Pong (alm.) untuk berkhotbah di ibadah pendalaman alkitab. Dia bersaksi sendiri. Dia sudah ke gedung putih, sudah berkhotbah ke banyak negara, dia pikir sama saja, kalau minggu ramai, ibadah pendalaman alkitab sepi, jadi tidak usah pakai jas. Tetapi dia ragu, akhirnya dia pakai jas. Begitu masuk, dia terkejut: 'Kok bisa penuh, sama seperti hari minggu? Di mana-mana tidak ada yang seperti ini.' Inilah pemandangan yang hebat, dan kesaksian ini ditunggu oleh gereja Tuhan di seluruh dunia."

    Di dalam kandang penggembalaan, kita mengalami pekerjaan nyala api firman, Roh Kudus, dan kasih Allah untuk menyucikan tubuh, jiwa, dan roh kita secara terus menerus, sampai tidak bercacat cela, dan kita tampil sebagai terang dunia, mempelai wanita sorga yang tidak bercacat cela.

    Dulu waktu Israel keluar dari Mesir ada pemandangan hebat yaitu semak duri menyala tetapi tidak dimakan api. Ini merupakan gambaran dari gereja Tuhan yang akan keluar dari dunia ini untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali dengan pemandangan hebat, yaitu perempuan dengan matahari, bulan, dan bintang--gereja yang sempurna/terang dunia. Tuhan berkata: Akulah terang dunia, kamu adalah terang dunia.

    Wahyu 12: 1
    12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

    Mulai dari ketekunan dalam tiga macam ibadah! Nanti puncak dari pemandangan hebat ini adalah perempuan dengan matahari, bulan, dan bintang; mempelai wanita sorga.
    Masuk kandang penggembalaan memang masuk pintu sempit, tidak enak bagi daging, tetapi enak dan ringan bagi jiwa dan roh kita. Percayalah! Tuhan tolong kita semua, sampai kita menjadi mempelai wanita sorga.

    Di luar kandang penggembalaan--di luar nyala api firman, Roh Kudus, dan kasih Allah--yang ada adalah api yang menghanguskan--api penghukuman Tuhan yang membinasakan manusia daging (tadi dituliskan: Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan).

    Di dalam ibadah kaum muda, kita mempelajari ada dua macam api:


    • Api yang sudah menyala= api firman, Roh Kudus, dan kasih Allah. Terima!
    • Api yang akan menyala= tiga kali tujuh penghukuman, dan di penghukuman terakhir api dari langit turun.


    Terima dulu api yang sudah menyala, yang tidak menghancurkan tetapi menyempurnakan kita.
    Bukan berarti tidak boleh kerja atau sekolah.

    "Saya bersaksi, kalau saudara ada dalam masalah, saya merasa gagal juga, kami berdua berdoa sebagai gembala supaya Tuhan menolong, kami berjuang juga, sekalipun tidak membantu pekerjaan secara langsung. Jangan sampai gagal dalam api! Kalau gagal dalam pekerjaan masih bisa ditolong, tetapi kalau gagal dalam api, mau apa kita? Kalau api yang menghanguskan datang, habislah kita, sia-sia semua yang kita kerjakan. Yang berhasilpun sia-sia, apalagi yang gagal, hanya dimakan oleh api yang menghanguskan."

    Kandang penggembalaan, inilah cara yang berkenan kepada Tuhan, tidak ada yang lain.

    Tadi, praktik pertama kehidupan yang tidak tergoncangkan adalah mengucap syukur; tidak kecewa dan putus asa. Jangan gampang kecewa! Kalau setan bisa bertobat, dia sudah bertobat dan beribadah sungguh-sungguh, karena dia tahu bagaimana api yang menghanguskan itu, apalagi api neraka. Tetapi sayang dia tidak punya tubuh, dan tidak bisa bertobat.
    Kemudian praktik kedua: kita memang manusia daging, yang suka menusuk, suami baru berbicara sedikit, isteri sudah meneteskan air mata. Itulah manusia duri. Karena itu harus masuk kandang untuk dibakar semuanya, supaya bisa menjadi sempurna.


  3. Ibrani 12: 28
    12:28. Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.

    Praktik ketiga kehidupan yang tidak tergoncangkan: hormat dan takut kepada Tuhan--hormat artinya ada rasa gentar kepada Tuhan.

    "Dulu saat saya pertama di Surabaya, saya hanya kenal jarak jauh dengan Pdt In Juwono. Saya pernah bersalaman dua kali dengan beliau. Saat membantu kerja di jalan johor, ada telepon berbunyi, saya angkat, ternyata Pdt In Juwono yang menelepon. Saya sudah gemetar: Bagaimana ini? Fulltimer di sana berkata: Tidak apa-apa, bicara saja. Seperti itu, ada rasa gentar, rasa hormat, bukan menyembah."

    Pengertian hormat dan takut kepada Tuhan:


    • Takut dan gentar.
      Filipi 2: 12-15

      2:12. Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
      2:13. karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan
      menurut kerelaan-Nya.
      2:14. Lakukanlah segala sesuatu dengan
      tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,
      2:15. supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,

      Kita sudah beribadah melayani dengan sistem penggembalaan, masih ditambah lagi dengan rasa takut dan gentar.
      'sekarang waktu aku tidak hadir'= takut dan gentar kepada Tuhan, bukan pada rasul Paulus.
      Mengerjakan keselamatan= beribadah melayani Tuhan. Keselamatan kita terima dari kayu salib; Yesus menebus dosa-dosa kita untuk memberi modal keselamatan kepada kita secara cuma-cuma--hanya percaya Yesus, mengaku dosa, dan bertobat, kita sudah selamat. Setelah diberi modal kita harus mengerjakan keselamatan itu dengan takut dan gentar.

      Bagaimana mengerjakan keselamatan?


      1. Beribadah melayani dengan rasa takut dan gentar kepada Tuhan, bukan manusia. Kalau tidak, keselamatannya akan habis.
        Takut dan gentar= setia dan tanggung jawab. Kalau tidak datang, setidaknya izin--ada tanggung jawabnya. Berusaha sungguh-sungguh, supaya tidak terhalang dalam ibadah pelayanan! Kalaupun terpaksa ada halangan, kita berdoa dan izin yang baik. Tidak masuk kantor saja kita harus izin, apalagi untuk masalah sorga, tidak bisa seenaknya.


      2. 'menurut kerelaan-Nya'= beribadah melayani dengan kerelaan hati terutama kerelaan untuk berkorban--seperti Yesus yang rela mengorbankan nyawa-Nya bagi kita.
        Kita juga rela berkorban apapun untuk Tuhan.

        Kerelaan adalah kasut; dalam pelayanan di padang gurun butuh kasut. Artinya kalau sudah ada kerelaan untuk berkorban, pelayanan kita tidak akan rusak; tidak bisa lapuk atau bosan karena Tuhan sudah lebih dulu berkorban untuk kita. Jangan rela berkorban dari diri sendiri, tetapi rela berkorban karena Yesus sudah lebih dulu berkorban nyawa bagi kita.

        Efesus 6: 15
        6:15. kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;

        'memberitakan Injil damai sejahtera'= sekarang, untuk pemberitaan Injil bisa lewat doa, dana dan sebagainya. Semuanya harus ada kerelaan. Dulu empat puluh tahun di padang gurun kasutnya bangsa Israel tidak rusak.
        Empat puluh tahun= empat puluh tahun yobel= dua ribu tahun zaman gereja.

        Ulangan 29: 5
        29:5. Empat puluh tahun lamanya Aku memimpin kamu berjalan melalui padang gurun; pakaianmu tidak menjadi rusak di tubuhmu, dan kasutmu tidak menjadi rusak di kakimu.

        Jadi kalau kita punya kasut kerelaan hati untuk berkorban bagi pekerjaan Tuhan, seperti Yesus sudah berkorban nyawa, kasut tidak akan hancur sampai garis akhir; kita tetap beribadah melayani Tuhan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali. Kita tidak akan pernah bosan apalagi meninggalkan ibadah pelayanan kepada Tuhan.

        Sungguh-sungguh hari-hari ini! Jangan terpengaruh dunia! Kelihatannya enak, padahal menghancurkan kita semua. Karena itu Tuhan memberikan kasut. Mungkin lebih enak telanjang kaki, tidak berat, tetapi kena pasir dunia, tidak sadar sudah melepuh, hancur. Seringkali untuk masalah dunia, kita rela sekali, tidak tidurpun tetap rela untuk dunia, tetapi untuk Tuhan baru tidak mandi sepulang kantor sudah tidak rela. Kita tidak sadar kaki kita sudah melepuh, hancur hidup kita.

        "Waktu saya ke Amerika, orang kerja di sana luar biasa, sampai ada cerita: Kami kalau tidur sampai bermimpi sesuai pekerjaan kami, kalau kerja potong daging, mimpinya juga bergerak seperti memotong daging. Kerjanya hebat. Tetapi kerelaan untuk Tuhan juga harus hebat, supaya tidak hancur oleh dunia."


      3. 'tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan'= mengucap syukur, jangan bertengkar. Kalau bintang bertengkar dengan bintang, akan jatuh.
        Filipi 2: 14
        2:14. Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,

        'tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan'= tidak saing menyalahkan atau menghakimi, tetapi mengucap syukur kepada Tuhan.


      Kalau ada tanda-tanda di atas, kita akan menjadi bintang yang bercahaya.
      Filipi 2: 15-16
      2:15. supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,
      2:16. sambil
      berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.

      Inilah pelayanan supaya kita tidak tergoncangkan. Semua memang dihantam secara jasmani, rohani, nikah dan buah nikah, dan ibadah pelayanan, karena itu kita harus beribadah dengan cara yang berkenan kepada Tuhan--tergembala--, kemudian takut dan gentar, sampai menjadi bintang yang bercahaya.

      Tetapi bintang bercahaya masih bisa gugur.
      Oleh sebab itu sesudah menjadi bintang--hidup kita berhasil, indah, dan dipakai Tuhan--, kita harus berpegang teguh pada firman kehidupan--'berpegang pada firman kehidupan'--, yaitu firman pengajaran yang benar, yang sudah menjadi pengalaman hidup kita. Kita bergantung pada pribadi Tuhan, supaya tidak gugur selama-lamanya.

      Kita sudah mengakui bahwa firman ini menyucikan kita, teruskan. Mungkin Yesus belum menolong tetapi baru menyucikan, karena masih ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Satu waktu Dia bisa menolong dan berbuat apa saja bagi kita. Ini sama seperti mobil yang masih diperbaiki, tidak bisa langsung digunakan. Biar saja. Firman masih memperbaiki dan menyucikan kita, sampai satu waktu kita mengalami pertolongan Tuhan.


    • Wahyu 14: 7
      14:7. dan ia berseru dengan suara nyaring: "Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air."

      Pengertian kedua takut dan hormat: takut dan memuliakan Tuhan, bukan memalukan atau memilukan Tuhan. Ini sama dengan menyembah Tuhan sebagai Sang Pencipta, Imam Besar, Raja, dan Mempelai Pria Sorga.

      Kalau menyembah Sang Pencipta, kita ingat bahwa kita hanya tanah liat; tidak ada hebatnya, tetapi hanya ada kekurangan dan kelemahan secara jasmani dan rohani. Bawa kepada Tuhan! Bukan kita bertahan pada kelemahan, tetapi bawa saat ini kepada Tuhan! Kita hanya bergantung pada tangan belas kasih dan setia-Nya. Kalau tanah liat tidak berada di dalam tangan Tuhan, ia akan diinjak. Kita harus berada di tangan Sang Pencipta. Dia akan menolong kita semua.

      Kita mengulurkan tangan, menyembah Dia, dan Dia akan mengulurkan tangan belas kasih dan setia-Nya kepada kita semua.
      Untuk apa?:


      1. Mengampuni dosa-dosa. Ada kejatuhan, serahkan kepada Tuhan! Dosa ini yang membuat letih lesu dan beban berat. Bawa kepada Tuhan, biar Dia yang menyelesaikan!
        Mazmur 51: 1-3
        51:1. Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud,
        51:2. ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba.
        51:3. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!

        Tangan kasih setia Tuhan yang besar sanggup menghapus segala dosa-dosa kita, sama dengan menghapus letih lesu, beban berat, susah payah, dan air mata, dan digantikan dengan damai sejahtera, semua enak dan ringan, dan wajah berseri.


      2. Mazmur 17: 7
        17:7. Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.

        Yang kedua: tangan belas kasih yang ajaib sanggup menciptakan dari tidak ada menjadi ada, untuk memelihara hidup kita. Yang mustahil menjadi tidak mustahil.

        Datang pada Tuhan! Dia tidak akan meninggalkan kita kalau kita datang sebagai tanah liat.
        Dia melindungi dan memelihara kita dari kegoncangan-kegoncangan termasuk bencana-bencana yang melanda dunia. Serahkan diri di dalam tangan Tuhan!

        Tangan Tuhan juga menciptakan kita menjadi bejana kemuliaan untuk kemuliaan dan keagungan nama-Nya; kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.


      3. Mazmur 103: 3-4
        103:3. Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,
        103:4. Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,

        Yang ketiga: tangan kasih setia Tuhan memahkotai kita, artinya menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna.

        Dia membuat semua indah pada waktunya, sampai sempurna seperti Dia, kita mendapatkan mahkota mempelai untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.
        Kita bersorak sorai, sementara dunia goncang dan musnah. Kita tenang selama-lamanya bersama dengan Dia.

Ada kegoncangan dan ketenangan, biar kita pilih ketenangan. Kita benar-benar tidak tergoncangkan.
Apa yang membuat tidak tergoncangkan?

  • Mengucap syukur.
  • Beribadah dengan sistem penggembalaan.
  • Takut dan hormat; menyembah kepada Tuhan.

Bawa kehidupan kita yang seperti tanah liat ke dalam tangan Tuhan.
Apapun keadaan tanah liat, Dia siap. Sejak kitab kejadian, Dia tidak pernah menyesal untuk menciptakan kita. Kalaupun rusak, Dia masih mau menciptakan kembali. Bawa kepada Tuhan semuanya! Kita hanya tanah liat yang tidak bisa apa-apa.

Memang setan menggoncang dunia untuk menghancurkan dan membinasakan. Tuhan izinkan terjadi kegoncangan, supaya kita menjadi bagian yang tak tergoncangkan. Tanah liat di dalam tangan Tuhan tidak akan tergoncangkan oleh apapun! Jangan putus asa dan kecewa, jangan mundur! Suami, isteri, anak, orang tua mungkin tidak tahu bahkan tidak mau tahu, jangan putus asa. Jangan berharap yang lain, tetapi kesempatan hanya berharap pada Tuhan. Kaum muda, serahkan pada Tuhan, jangan berharap tangan orang tua. Kalau berharap tangan orang tua, akan goncang.

Serahkan semua di dalam tangan Tuhan sampai kita merasa tenang/damai dan bahagia! Mungkin kita sedang dalam penindasan, kesulitan, atau kemustahilan. Semua usaha sudah kita lakukan, tinggal satu, yaitu kembali ke dalam tangan Tuhan yang ajaib dan penuh kasih sayang.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top