English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 01 Agustus 2017 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita masih mempelajari tentang Pintu Kemah....

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Juni 2013 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat sore, selamat malam. Selamat bersekutu dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 13:...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Juli 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:17-25 adalah tentang Hari Raya/Pesta/Perjamuan Paskah, terbagi menjadi 2 bagian:
Ayat 17-19: Persiapan Perjamuan Paskah.
Ayat 20-25: Makan Perjamuan Paskah.
Matius 26:17-19
26:17. Pada hari...

Ibadah Doa Surabaya, 02 November 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 November 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Persekutuan di Kartika Graha Malang V, 27 Oktober 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah bahagia...

Ibadah Raya Surabaya, 26 Februari 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 09 April 2011 (Sabtu Sore)
ad. 7. Markus 15:42-47, sengsara salib mengenai penguburan-Nya.

Markus 15:42-45
15:42 Sementara itu...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 25 April 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:1-6 tentang Yesus mengutus kedua belas...

Ibadah Raya Surabaya, 02 Desember 2018 (Minggu Siang)
Ibadah Penyerahan Anak

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita, Yesus Kristus. Pada kesempatan ini kita menyerahkan seorang anak...

Ibadah Raya Surabaya, 02 April 2017 (Minggu Siang)
Bersamaan dengan Penataran Calon Imam Dan Imam-Imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang,...

Ibadah Raya Surabaya, 31 Mei 2009 (Minggu Sore)
Efesus 4: 15
Tema ibadah di Manado 26-28 Mei 2009: "BERTUMBUH KE ARAH YESUS YANG ADALAH...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 30 Oktober 2010 (Sabtu Sore)
Markus 15 adalah tentang 7 percikan darah di atas Tabut Perjanjian, yaitu sengsara Yesus tanpa dosa untuk menyelamatkan,...

Ibadah Raya Malang, 06 Desember 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:16-17
3:16 Jadi karena engkau suam-suam...

Ibadah Raya Surabaya, 29 November 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 27 Agustus 2017 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 7-8
6:7. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keempat, aku mendengar suara makhluk yang keempat berkata: "Mari!"
6:8. Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor
kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi.

Ini adalah pembukaan METERAI yang KEEMPAT; penghukuman yang keempat dari Allah Roh Kudus atas dunia, yaitu terjadi kegerakan kuda hijau kuning/kuda kelabu, yang mengakibatkan MAUT DAN KERAJAAN MAUT menguasai seperempat bagian dari bumi untuk membunuh penduduk bumi dengan pedang, kelaparan, sampar dan binatang buas (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 16 Juli 2017).

Kemudian, ada maut yang lain.
Wahyu 6: 9-11
6:9. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki.
6:10. Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: "Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?"
6:11. Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka.

Ini adalah pembukaan meterai yang kelima, yaitu tentang mati syahid; hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang dibunuh secara jasmani oleh karena Tuhan.

Mati syahid ini sudah terjadi dari zaman ke zaman:

  1. Zaman permulaan; zaman Allah Bapa--dari Adam sampai Abraham; kurang lebih dua ribu tahun--= diwakili oleh Habel yang dibunuh oleh Kain.

    Kejadian 4: 3-5
    4:3. Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan;
    4:4. Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,
    4:5. tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.

    Mengapa Kain membunuh Habel?


    • Karena persembahan Kain--sekarang ibadah pelayanan--tidak dalam tanda kesulungan; tidak mengutamakan Tuhan; tidak sungguh-sungguh; tidak setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan (malas).
      Hati-hati, orang tidak setia itu menjadi pembunuh seperti Kain! Ini alasan Kain membunuh Habel, padahal Habel benar.


    • 1 Yohanes 3: 12
      3:12. bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar.

      Alasan kedua: karena perbuatan Kain jahat.


    Kalau digabung: sama seperti Matius 25: 26
    25:26. Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?

    Sekarang, Kain sama dengan tipe hamba Tuhan/pelayan yang malas dan jahat. Kalau malas pasti jahat. Kalau setia, pasti baik.
    Orang jahat itu menganggur. Kalau menganggur, terutama mulutnya itu yang kerja terus--jahat.

    Kalau malas dan jahat, maka ibadah pelayanannya tidak berkenan pada Tuhan; ditolak oleh Tuhan.

    Akibatnya: hatinya panas dan mukanya muram; tidak ada kepuasan.
    Kalau beribadah melayani Tuhan tetapi ditolak oleh Tuhan, hatinya akan selalu panas dan mukanya akan muram; tidak pernah puas; tidak pernah mengalami kepuasan sorga.

    Kejadian 4: 8
    4:8. Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.

    Awalnya hati panas dan muka muram--tidak puas--, akhirnya berlanjut sampai pada perbuatan yaitu Kain memukul dan membunuh Habel.

    Lukas 12: 45
    12:45. Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk,

    Kalau digabung, hati panas dan muka muram--tidak mengalami kepuasan sorga--, lebih dulu ia akan mencari kepuasan di dunia sehingga mabuk; makan minum dan kawin mengawinkan--hidupnya najis. Kita harus hati-hati. Malas dan jahat itu mengarah pada hati panas dan muka muram. Ia mencari kepuasan semu di dunia sehingga ia jatuh dalam dosa--mabuk; makan minum dan kawin mengawinkan--, berlanjut pada memukul dan membunuh.

    'Memukul'= memfitnah, bergosip.
    'Membunuh'= membenci tanpa alasan.

    Kita harus hati-hati! Ada yang mati syahid, yaitu Habel, tetapi yang melakukannya adalah Kain. Ini yang kita harus hati-hati karena ini cikal bakalnya antikris, yang juga akan mengejar kita di akhir zaman.

    Jangan sampai malas dan jahat seperti Kain, itu adalah tipenya antikris; termasuk najis dan jahat!
    Memukul dan membunuh= najis dan jahat.

    Kejadian 4: 4
    4:4. Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,

    Di sini perbedaannya Kain dengan Habel.
    'dari anak sulung'= yang utama.
    'lemak-lemaknya'= bagian terbaik dari binatang korban yang disembelih.

    Ibadah pelayanan Habel ditandai dengan kesulungan--mengutamakan Tuhan; setia--dan lemak-lemak--yang terbaik.

    Kalau digabung, ibadah pelayanan Habel ditandai dengan SETIA DAN BAIK, sehingga Tuhan mengindahkan/menerima ibadah pelayanannya, sampai ia sudah matipun, ia masih diperhatikan oleh Tuhan.

    Jadi, HABEL MATI SYAHID SEBAGAI HAMBA TUHAN YANG SETIA DAN BAIK.

    Mari, hari-hari ini kita mohon pada Tuhan supaya bisa menjadi hamba Tuhan yang setia dan baik. Sampai diizinkan meninggalpun, kita masih diindahkan oleh Tuhan.

    Sebaliknya, kalau jahat dan malas, selama hiduppun sudah ditolak oleh Tuhan. Ia akan menjadi tipe dari antikris yang akan mengejar hamba/pelayan Tuhan yang benar, setia dan baik. Ia menjadi pembunuh, dan nanti akan dibinasakan oleh Tuhan--tadi Kain memukul dan membunuh Habel sehingga ia dibunuh/dibinasakan oleh Tuhan. Sangat berbeda dengan yang diterima oleh Habel. Sampai matipun, ia diindahkan oleh Tuhan.

    Mari, sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan. Kerja, sekolah, kuliah yang sungguh-sungguh, tetapi ibadah pelayanan juga harus ada tanda kesulungan, yaitu mengutamakan Tuhan--setia--, dan ada lemak/bagian terbaik yang diberikan--baik. Kita akan diindahkan oleh Tuhan sepanjang umur hidup kita, sampai sudah matipun tetap diindahkan oleh Tuhan.

    Ibrani 11: 4
    11:4. Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.

    'ia masih berbicara, sesudah ia mati'= kalau kita menjadi hamba Tuhan yang setia dan baik; setia dan benar, maka Tuhan akan mengindahkan kita--membuat indah--, artinya Dia akan membuat semua BERHASIL DAN INDAH pada waktunya.

    Inilah mati syahid yang pertama yaitu karena menjadi hamba Tuhan yang setia dan baik. Tidak rugi, karena ia diindahkan oleh Tuhan selama hidup sampai mati; Tuhan membuat semua berhasil dan indah pada waktunya.


  2. Zaman pertengahan; zaman Anak Allah--dari Abraham sampai kedatangan Yesus pertama kali ke dunia untuk mati di kayu salib; kurang lebih dua ribu tahun--= pembunuhan Zakharia anak Berekhya oleh raja Yoas.
    Matius 23: 35
    23:35. supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, orang benar itu, sampai kepada Zakharia anak Berekhya, yang kamu bunuh di antara tempat kudus dan mezbah.

    2 Tawarikh 24: 2, 8, 12
    24:2. Yoas melakukan apa yang benar di mata TUHAN selama hidup imam Yoyada.
    24:8. Sesudah itu raja memerintahkan supaya dibuat sebuah peti dan ditempatkan di depan pintu gerbang rumah TUHAN,
    24:12. Raja dan Yoyada menyerahkan uang itu kepada mereka yang memanduri pekerjaan pada rumah TUHAN. Mereka ini mengupah tukang-tukang pahat dan tukang-tukang kayu untuk membaharui rumah TUHAN; juga tukang-tukang besi dan tembaga untuk memperbaiki rumah TUHAN.

    Yoas diasuh oleh imam Yoyada sehingga bisa hidup benar. Raja Yoas luar biasa, ia hidup benar selama zaman imam Yoyada.
    Itu kekurangannya, seharusnya hidup benar, titik. Tetapi ini masih ada komanya ',selama ada imam Yoyada.'

    "Ini yang sering saya katakan: ikut orangnya, bukan ikut pengajarannya. Kalau ikut orangnya, begitu orangnya mati, mulai berubah. Kalau ikut pengajarannya, mau orangnya mati atau tidak, akan tetap ikut Tuhan/pengajarannya. Ini bedanya: 'selama hidup Imam Yoyada.' Ini sudah terjadi banyak sekali. Mohon maaf, anak-anak hamba Tuhan juga begitu. Selama orang tuanya hidup, anaknya bisa hidup benar, tetapi setelah dipanggil Tuhan, sudah bingung; sudah ke sana ke mari. Ini banyak terjadi."

    Jangan ikut orangnya siapapun dia, tetapi ikut Tuhan/pengajarannya, itu kekal selamanya!

    Raja Yoas ini sebenarnya hamba Tuhan yang hidup benar dan dipakai dalam pembangunan rumah Tuhan--dia memikirkan pembangunan rumah Tuhan. Luar biasa dia.
    Tetapi kenapa bisa membunuh? 'sesudah Yoyada mati'=Karena Yoas hanya ikut orangnya--Yoyada--, bukan Tuhan/pengajarannya. Maaf istilahnya tidak enak, ini istilahnya nebeng. Jangan! Rugi! Ikut Tuhan/pengajarannya! Ini kesalahan dari raja Yoas.

    "Lempin-El 'Kristus Ajaib', perhatikan! Ikut pengajarannya! Pasti akan tetap ikut sampai selamanya. Kalau ikut orangnya, akan goyah kita, dan cari orang lain. Kalau orang lain itu sama pengajarannya, masih tertolong, tetapi kalau beda, kita sudah menyimpang jauh. Jangan! Ikuti Tuhannya!"

    2 Tawarikh 24: 17-18
    24:17. Sesudah Yoyada mati, pemimpin-pemimpin Yehuda datang menyembah kepada raja. Sejak itu raja mendengarkan mereka.
    24:18. Mereka meninggalkan rumah TUHAN, Allah nenek moyang mereka, lalu beribadah kepada tiang-tiang berhala dan patung-patung berhala. Oleh karena kesalahan itu Yehuda dan Yerusalem tertimpa murka.

    Ayat 17: 'raja mendengarkan mereka'= Yoas mulai mendengar yang lain.
    Kalau masih ada imam Yoyada, ia mencegah raja Yoas: Ini tidak berkenan pada Tuhan. Tetapi sekarang Yoas dipuji-puji: 'hebat, luar biasa.'

    Seringkali, dalam pengajaran dan bukan pengajaran, di sini bedanya. Kalau tidak ada pengajaran, seringkali kita dipuji-puji dan disanjung.

    "Saya mengalami waktu saya ada panggilan Tuhan untuk menyerahkan hidup sepenuh pada Tuhan, ada beberapa hamba Tuhan: Ayo..sekarang, luar biasa. Tetapi saya tidak mau emosi. Waktu panggilan sudah mantap, saya menghadap om Pong, malah dijawab: 'Jangan berhenti bekerja dulu ya, doa dulu ya.' Kok aneh, saya sudah gemetaran mau berhenti kerja, tetapi dijawab seperti itu. Ini bedanya."

    Dulu Yoyada juga begitu: Jangan begitu, raja! Sekarang semua menyembah raja, dagingnya benar-benar luar biasa. Kita harus hati-hati kalau mengikuti orang, bahaya!

    Ayat 18: 'beribadah kepada tiang-tiang berhala'= beralih pada penyembahan lain. Sudah beda! Dulu menyembah Tuhan, sekarang sudah jelas penyembahannya lain, caranya juga lain, tetapi Yoas ikuti karena ia dipuji dan ditinggikan. Sudah jelas beda, tetapi ikut saja.

    Tetapi bersyukur di ayat 19, Tuhan masih ingat.
    Jadi, kalau orang benar; dulu membela pekerjaan Tuhan, Tuhan masih ingat dia. Itulah kesetiaan Tuhan pada kita. Raja Yoas sudah menyimpang--mengikuti ajaran dan penyembahan lain--, tetapi masih diingat.

    "Karena itu kalau saya berhadapan dengan keturunan hamba Tuhan, saya berhati-hati, saya selalu mendoakan anak-anak hamba Tuhan. Di Jakarta juga, ada anak-anak hamba Tuhan, satu keluarga, saya doakan: 'Tuhan, ini anak hamba Tuhan, Tuhan tidak pernah lupa mereka, Tuhan selalu ingat dan menolong.' Bukan hamba Tuhan sepenuh saja. Sekalipun kita hamba Tuhan, pelayan Tuhan--zangkoor--, kalau kita benar, membela pekerjaan Tuhan, Dia akan ingat selalu. Ada kesalahan apa, Tuhan masih ingatkan."

    2 Tawarikh 24: 19
    24:19. Namun TUHAN mengutus nabi-nabi kepada mereka, supaya mereka berbalik kepada-Nya. Nabi-nabi itu sungguh-sungguh memperingatkan mereka, tetapi mereka tidak mau mendengarkannya.

    Ayat 19: 'nabi'= firman nubuat= firman pengajaran yang keras, yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
    Firman nubuat menubuatkan kedatangan Yesus; sekarang disebut dengan kabar mempelai.

    Sudah hidup benar dan membela/membangun pekerjaan Tuhan tetapi bisa membunuh karena:


    • Tidak setia; meninggalkan Tuhan dan beralih pada yang lain.
    • Menolak firman nubuat. Seandainya masih mau menerima firman nubuat/firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua yang sanggup menyucikan dan menyempurnakan, dia masih bisa kembali.
      Ini kesalahannya. Seandainya sudah menyimpang, tetapi masih mau mendengar firman yang benar, dia tertolong.

      Dia mendengarkan yang tidak benar--di zaman Yoyada ia sudah tahu kalau perbuatannya yang dilakukan sekarang tidak benar, tetapi ia dengarkan. Hal yang benar, seperti yang diajarkan Yoyada justru dia tolak. Sangat berbahaya! Kita harus hati-hati!


    Ibrani 4: 12-13
    4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
    4:13. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

    Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua itu menyucikan mulai dari hati kita.
    Matius 15: 19
    15:19. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat(1), pembunuhan(2), perzinahan(3), percabulan(4), pencurian(5), sumpah palsu(6) dan hujat(7).

    'Pikiran jahat'= prasangka buruk.
    'Pembunuhan'= kebencian.
    Pembunuhan, perzinahan, percabulan= kenajisan.

    'Sumpah palsu'= termasuk berkata: ya..tetapi..., tidak...namun, benar..., tetapi. Tuhan perintahkan: 'ya' katakan: 'ya', 'tidak' katakan: 'tidak.'
    'Hujat'= sudah terang-terangan menerima; mendukung ajaran lain--yang salah--dan menolak firman pengajaran yang benar.

    Kalau hati disucikan dari tujuh dosa keinginan jahat, najis dan pahit, maka seluruh hidup kita disucikan sampai sempurna dan menjadi mempelai wanita sorga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai--angka 7 menunjuk pada kesempurnaan.

    Sayang sekali raja Yoas, permulaannya baik, dibimbing oleh imam Yoyada, tetapi sayangnya ia hanya bergantung pada orangnya. Ini yang disebut dengan mengkultusindividukan orang. Kalau orangnya hidup, ia ikuti Yoyada, begitu orangnya mati, ia ikuti yang lain. Ini namanya selama hidup ia menyembah Yoyada; mengkultusindividukan Yoyada, bukan Tuhan/pengajarannya.

    Tetapi kalau selama hidup ia ikut pengajaran yang disampaikan oleh imam Yoyada, dan setelah Yoyada meninggal, ia tetap ikut pengajarannya, itu bukan mengkultusindividukan orang, tetapi justru ia ikut Tuhan/pengajarannya.

    "Hati-hati! Sudah berapa generasi pengajaran ini. Kalau dihitung sudah delapan puluh dua tahun--sejak 1935; sudah empat generasi. Kita harus hati-hati! Kita pertahankan!"

    Raya Yoas menolak firman pengajaran yang benar karena mempertahankan kekerasan hati, yang sama dengan penyembahan berhala--sekarang, berhala menunjuk pada kekerasan hati. Ini sama dengan mempertahankan dosa dan puncaknya dosa.

    Yohanes 6: 59-61
    6:59. Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat.
    6:60. Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"
    6:61. Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya
    bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?

    Tanda mempertahankan kekerasan hati: bersungut-sungut.
    Yesus menyampaikan pengajaran, kalau ada hati yang keras--mempertahankan dosa sampai puncak dosa--, pasti bersungut-sungut.

    Ayat 61= Kegoncangan ini bukan hanya karena pencobaan, dosa-dosa, tetapi juga karena firman pengajaran--mana yang benar/tidak benar, mana yang terima/tidak. Tergantung hatinya.

    Kalau hatinya keras--mempertahankan dosa dan puncaknya dosa--, ia pasti bersungut-sungut. Mulai bersungut-sungut dalam menerima pengajaran yang benar, sampai nanti menolak firman pengajaran yang benar dan mengundurkan diri.

    Yohanes 6: 66
    6:66. Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia

    Kalau taat itu susah, dan hanya sedikit yang mau--hanya sedikit yang masuk bahtera Nuh. Kalau tidak taat (menolak yang benar), banyak. Hati-hati, jangan lihat jumlah! Yang masuk bahtera Nuh hanya sedikit; hanya sedikit yang diselamatkan. Harus kita garis bawahi hari-hari ini.

    "Tadi pagi di Malang, dalam injil Yohanes 21, ketika Yesus sudah mati dan murid-murid tidak tahu kalau Ia sudah bangkit, lalu Petrus berkata: 'Aku hendak menangkap ikan'. Langsung semua: 'Kami juga.' Kalau tidak taat, semua ikut--yang tidak ikut dianggap kebenaran sendiri--, padahal Petrus salah, dan akhirnya telanjang."

    Satu waktu akan dibuktikan. Tetapi lebih baik jangan tunggu seperti itu! Lebih baik mendengar dengan sungguh-sungguh mana yang benar, dan sesuaikan dengan alkitab. Jangan tunggu sama seperti Petrus yang tidak menangkap apa-apa dan telanjang. Berat.

    Kalau hatinya tidak baik, saat tidak menangkap apa-apa dan telanjang, kemudian Yesus datang: 'Ada lauk pauk?' --dosa dan kegagalannya ditunjuk--, kemudian Tuhan berkata: 'Tebarkan jala!', waduh...kalau hatinya tidak baik, ia akan habis.
    Untung Petrus sudah mengalami di mana Tuhan bertanya kepadanya: 'Simon, adakah engkau mengasihiku?' Gembalakanlah domba-domba-Ku!'

    Jangan keras hati, mempertahankan dosa dan puncaknya dosa, atau sesuatu yang salah. Itu akan menolak yang benar, mulai bersungut-sungut saat firman pengajaran yang benar diberitakan, menolak firman, sampai mengundurkan diri dari firman pengajaran yang benar--menolak firman pengajaran yang benar sama dengan menolak pribadi Yesus--, tidak lagi mengikuti Yesus, dan pasti membunuh. Ini bagian dari antikris. Kalau tidak ikut Yesus, berarti ikut antikris--akan membunuh.

    Begitu juga dengan raja Yoas, mungkin dia bersungut: Yang lain menyembah aku: Raja dahsyat, hebat,' kemudian datang kelompok yang berkata: Jangan, raja! Tidak boleh! Mulai ia marah, bersungut-sungut: Siapa dia ini?, kemudian menolak Tuhan--sekarang menolak firman pengajaran yang benar/pribadi Yesus--, dan membunuh--sekarang membenci tanpa alasan.

    Akibatnya: masuk dalam kesempurnaan dalam kejahatan dan kenajisan; Babel yang akan dibinasakan. Sudah menolak pedang firman, mau ke mana lagi?

    Inilah mati syahid yang kedua yaitu MATI SYAHID KARENA MEMPERTAHANKAN/MEMBELA FIRMAN PENGAJARAN YANG BENAR--Zakharia mempertahankan firman pengajaran yang benar sampai mati syahid.
    Sekarang mungkin kita dibenci, jangan mundur sedikitpun.

    Tadi, hamba Tuhan yang setia dan baik akan diincar dan dibunuh dengan memakai hamba-hamba Tuhan juga--Kain juga adalah hamba Tuhan.
    Jadi kalau tidak setia dan baik (malas dan jahat), itulah cikal bakalnya antikris, yang akan dipakai untuk mengejar, mengancam, sampai membunuh hamba Tuhan yang setia dan baik.

    Lalu hamba Tuhan yang mempertahankan pengajaran yang benar juga akan dikejar juga oleh orang kristen; hamba Tuhan seperti raja Yoas. Dulunya berada dalam firman pengajaran yang benar, tetapi sayang hanya ikut orangnya, bukan pengajarannya, sehingga satu waktu akan beralih kepada yang lain--hatinya keras--, menolak yang benar--tidak bisa kembali lagi kepada yang benar--, mulai membunuh--membenci--, dan masuk dalam pembangunan Babel.

    Sementara pengajaran yang benar membangun tubuh Kristus--tadi ada pembangunan rumah Tuhan. Kalau disucikan dari tujuh keinginan jahat dan najis, kita akan masuk dalam kesempurnaan/tubuh Kristus--mempelai wanita. Tetapi di sini membangun tubuh Babel--bertentangan dengan Tuhan! Hati-hati!

    Pertahankan setia dan baik! Tidak ada ruginya, karena Tuhan mengindahkan; Dia membuat semua berhasil dan indah pada waktunya.

    Tidak ada ruginya mempertahankan pengajaran yang benar hari-hari ini. Tuhan tolong kita untuk bisa mempertahankan firman pengajaran yang benar. Lewat mempertahankan pengajaran yang benar, hidup kita juga indah; dipakai oleh Tuhan.

    Kalau kita mempertahankan firman pengajaran yang benar dan mau disucikan mulai dari hati sampai seluruh hidup, di dalam kitab Efesus 4: 11-12, kita akan diperlengkapi dengan jabatan dan karunia Roh Kudus--jubah yang indah--; dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus, dan kita bisa saling mengasihi satu dengan yang lain; semua INDAH DAN BAHAGIA.

    Suci berarti saling mengasihi dengan kasih yang tulus ikhlas sampai mengasihi musuh, bukan saling membunuh. Itu bahagia.

    Tadi setia dan baik itu berhasil dan indah; diindahkan oleh Tuhan!
    Habel sampai matipun tetap indah. Sama dengan Zakharia yang dibunuh, sampai matipun indah--indah kematian orang yang dikasihi Tuhan. Berhasil dan indah, kemudian bahagia dan indah.

    Jadi mati syahid sudah ada dari dulu: zaman permulaan diwakili oleh Habel. Saya ulang-ulang: Ayo, pertahankan setia dan baik! Tidak sia-sia; kita akan diindahkan oleh Tuhan.

    Kemudian zaman pertengahan diwakili Zakharia; pertahankan pengajaran yang benar, apapun resikonya.

    "Pengajaran yang benar ini sudah empat generasi. Contohnya sudah tiga, kalau kita masih melenceng, berarti memang hatinya tidak baik. Dulu hanya ikut orangnya. Kalau mungkin dulu orangnya yang bertahan pada pengajaran yang benar itu sederhana, gerejanya sederhana, mungkin sudah dicela-cela dari dulu. Kalau gerejanya besar, baru ikut, tetapi sesungguhnya hanya ikut orangnya, bukan pengajarannya. Bahaya! Satu waktu dia akan berbalik."

    Pertahankan pengajaran yang benar, pertahankan kesucian; pertahankan jubah. Itu sama dengan mempertahankan kebahagiaan. Kita saling mengasihi sampai mengasihi musuh--jangan membalas kebaikan dengan kejahatan atau kejahatan dengan kejahatan, tetapi balas kejahatan dengan kebaikan. Itu bahagia, sampai matipun indah.


  3. Zaman akhir; zaman kita sekarang; zaman Allah Roh Kudus--dari kedatangan Yesus pertama kali sampai kedatangan Yesus kedua kali; kurang lebih dua ribu tahun--= pembunuhan besar-besaran.
    Wahyu 12: 17
    12:17. Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.

    Sekarang sudah tahun 2017, itu bisa diterangkan dari ayat- ayat. Ini merupakan perpanjangan sabar Tuhan (injury time) kepada kita; masih diberi waktu untuk bertobat, berubah sampai sempurna. Tapi ingat, injury time itu sedikit sekali.

    Kita akan menghadapi pembunuhan besar-besaran terhadap gereja Tuhan oleh antikris yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.

    'naga'= antikris.
    'perempuan'= gereja Tuhan.
    'menuruti hukum-hukum Allah'= meja roti sajian.
    'memiliki kesaksian Yesus'= pelita emas.

    Tadi, di kitab Wahyu 6, juga disebutkan yang dibunuh adalah yang memiliki firman dan kesaksian.
    Wahyu 6: 9
    6:9. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki.

    Sayang tidak ada mezbah dupa. Lihat ruangan suci. Tabernakel terdiri dari tiga ruangan. Gampang saja, kalau mau masuk sorga. Kita tinggal belajar Tabernakel--kerajaan sorga di bumi.

    Masuk halaman: percaya Yesus, bertobat, selamat. Di luar halaman, tidak selamat.
    Ruangan maha suci= kesempurnaan. Kita belum sempurna. Sudah selamat, tapi belum sempurna. Jadi posisi kita ada di ruangan suci; menunjuk pada kandang penggembalaan.

    Di ruangan suci ada tiga macam alat. Sudah ada meja roti sajian--firman Allah--dan pelita emas--kesaksian--, tetapi belum ada mezbah dupa emas.

    Ini sasaran antikris yaitu anak Tuhan yang memiliki firman Allah dan kesaksian Yesus tetapi tidak memiliki mezbah dupa emas.
    Artinya: tidak mau menyembah atau penyembahannya belum mencapai ukuran yaitu sampai daging tidak bersuara lagi. Berarti dagingnya masih sering bersuara.

    "Sekarang ada doa rantai, gunakan waktu, satu jam saja. Tadi malam di ibadah kaum muda saya sampaikan: Dari pada satu jam main handphone, lebih baik berhenti dulu satu jam untuk menyembah. Enak, santai. Tujuannya untuk memenuhi ukuran mezbah dupa, sebab ini yang diincar."

    Seringkali suara daging adalah tidak setia dan taat, tetapi, mengomel, tidak puas. Ini yang harus dirobek sampai tidak bersuara. Masih kuatir, harus dirobek.
    Biasanya kuatir karena perkara jasmani sampai menghambat yang rohani. Mau berkorban, ada kekuatiran. Harus dirobek lewat doa penyembahan.

    Kalau daging masih bersuara, ia akan masuk aniaya antikris dan dipaksa menyembah antikris. Kalau tidak mau, akan mengalami siksaan yang belum pernah terjadi dan tidak akan pernah terjadi lagi, sampai mengalami pemancungan kepala oleh antikris. Ini MATI SYAHID KARENA TIDAK MAU MENYEMBAH ANTIKRIS. Lebih baik sekarang banyak menyembah.

    Sebenarnya mati syahid adalah jalan terakhir pertolongan Tuhan di zaman akhir. Sebenarnya lewat firman sudah cukup; lebih baik menyembah Tuhan sekarang; kita dipancung dengan pedang firman sampai daging tidak bersuara.

    Mari, jangan mengomel! Kalau nanti dia menyembah antikris, secara tubuh tidak apa-apa, tetapi saat Tuhan datang ia akan mati binasa. Kalau tidak mau menyembah antikris, ia akan dipancung--mati syahid--dan saat Yesus datang kedua kali akan dibangktikan dalam tubuh kemuliaan.

    Tetapi jangan tunggu itu! Lebih baik sekarang banyak menyembah Tuhan.

    Mari, pertahankan setia dan baik! Belum sampai mati syahid tetapi masih hanya korban tidak liburan, tutup toko sebentar atau lainnya. Hanya sedikit yang dikorbankan, tidak seperti Habel yang harus mati syahid untuk mempertahankan setia dan baik.

    Pertahankan pengajaran dan kesucian! Kita akan diindahkan oleh Tuhan--berhasil dan indah; bahagia dan indah.

    Juga pertahankan doa penyembahan sampai terjadi pembaharuan yaitu daging tidak bersuara lagi.
    Yohanes 4: 24
    4:24. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

    Mulai sekarang kita harus menyembah Tuhan dengan benar yaitu penyembahan yang didorong oleh roh--Roh Kudus--dan kebenaran--firman pengajaran yang benar--, sehingga mencapai puncaknya yaitu taat, dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi. Apapun yang kita korbankan, kita tetap taat dengar-dengaran.

    Abraham taat saat disuruh mempersembahkan anaknya. Hanya diuji saja ketaatannya, dan Tuhan sediakan domba.

    Kalau kita menyembah sampai daging tidak bersuara lagi--tirai terobek--, saat itu firman dan Roh Kudus akan menjadi DUA SAYAP BURUNG NASAR YANG BESAR. Ini anugerah Tuhan yang besar kepada kita.

    Wahyu 12: 14
    12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    (terjemahan lama)
    12:14. Maka
    dikaruniakanlah kepada perempuan itu kedua sayap burung nasar yang besar itu, supaya ia dapat terbang ke padang belantara kepada tempatnya, yaitu tempat ia dipeliharakan di dalam satu masa dan dua masa dan setengah masa lamanya, jauh daripada mata ular itu.

    Biarlah kita setia dan baik, mengalami penyucian, dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus--ada jubah indah--, dan saling mengasihi mulai dari rumah tangga. Kalau di rumah tangga tidak saling mengasihi, yakinlah, itu sudah mengarah pada antikris, karena di rumah tangga itu darah daging sendiri.

    Biar pedang firman menolong kita untuk bisa saling mengasihi. Bertahan! Mungkin hanya berkorban perasaan dan lain-lain. Zakharia rela sampai berkorban nyawa.
    Kita tetap bertahan sampai kita bisa menyembah Tuhan dan menerima dua sayap burung nasar yang besar. Pertahankan doa penyembahan!

    Kegunaan dua sayap burung nasar--dua tangan anugerah Tuhan yang besar--:


    • Keluaran 19: 4-6
      19:4. Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku.
      19:5. Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka
      kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.
      19:6. Kamu akan menjadi bagi-Ku
      kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel."

      Kegunaan pertama: membawa kita dekat pada Tuhan; memindahkan suasana Mesir--kutukan--pada suasana sorga.

      Buktinya:


      1. Ayat 5-6= kita diangkat menjadi imam dan raja; hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang memiliki jabatan pelayanan dari Tuhan.
        Imam adalah harta kesayangan Tuhan sendiri.

        Jangan lepas baju imam, bahaya, akan jauh lagi dari Tuhan dan dekat pada antikris.


      2. Damai sejahtera, semua enak dan ringan, bahagia di tengah penderitaan.
        Dulu Israel berjalan kaki tetapi serasa naik sayap burung nasar, artinya berbahagia sekalipun di tengah penderitaan. Luar biasa! Tuhan tolong kita.


    • Wahyu 12: 14
      12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

      Kegunaan kedua: menyingkirkan kita ke padang gurun; melintasi badai lautan dunia.
      Biar kita kecil tak berdaya, tetapi kita punya dua sayap burung nasar yang besar, yang sanggup melintasi badai besar di lautan dunia.
      Artinya:


      1. Dia sanggup memelihara dan melindungi kita yang kecil di tengah kesulitan besar--celaka marabahaya--di dunia sampai zaman antikris, bahkan sampai hidup kekal.


      2. Semua masalah diselesaikan--badai reda.


      Terakhir, dua sayap burung nasar mengangkat kita ke awan-awan yang permai. Artinya: mengubahkan kita---Yesus mati dulu, dikubur, barulah Dia diangkat dalam tubuh kemuliaan. Kita diubahkan menjadi sempurna sama seperti Yesus, yaitu KUAT TEGUH HATI.

      Sayap yang sudah terkulai, kuatkan semua. Tidak kecewa, putus asa dan tinggalkan Tuhan; tetap setia berkobar; tetap hidup benar; tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar; tetap menyembah Tuhan apapun yang terjadi. Serahkan pada Tuhan! Jangan mundur setapakpun!

      Tetap setia, tetap taat, tetap menyembah Tuhan; tetap berharap Tuhan, jangan yang lain!

      Mujizat jasmani juga terjadi; pertolongan Tuhan nyata. Sampai kalau Tuhan datang, kita dibuahkan menjadi sempurna seperti Dia, dan kita layak menyambut kedatangan-Nya kembali di awan-awan.

Ini contoh-contoh mati syahid. Tuhan tolong kita.
Tidak perlu kita mati syahid, itu adalah cara terakhir, tetapi kita ikuti seperti Habel yaitu setia dan baik sampai menyerahkan nyawa. Biar semua kita korbankan untuk Tuhan, dan kita akan menerima dua sayap dari Tuhan.

Pertahankan pengajaran apapun yang dikorbankan, dan pertahankan penyembahan. Kita kuat teguh hati semua.

Apapun keadaan kita, ada dua sayap burung nasar yang besar; dua tangan anugerah Tuhan yang besar. Serahkan semua! Masa depan sulit, lepaskan semua! Apapun yang tidak bisa kita jangkau dengan pikiran kita, serahkan semua kepada Dia! Kuat teguh hati, jangan mundur, jangan ragu, jangan bimbang! Berseru kepada Dia. Semakin besar badai, semakin besar anugerah Tuhan. Jangan ragu sedikitpun!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top