English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 08 Februari 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 dalam susunan Tabernakel menunjuk...

Ibadah Raya Malang, 30 November 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 adalah 7 kali percikan...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 21 Juni 2017 (Rabu Malam)
Melanjutkan ibadah doa tadi, tugas bangsa kafir bekerja di kebun anggur satu jam adalah beribadah melayani...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Februari 2012 (Rabu Sore)
Ibadah Doa dialihkan pada hari Senin sebelumnya
Dari siaran tunda Ibadah persekutuan di Soroako I

Tema: "Bagi Tuhan tidak ada yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Februari 2012 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus di Soroako (Ibadah I)

Ibadah Doa Malang, 05 Januari 2010 (Selasa Sore)
digabung dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Matius 24:43-44, kita...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 30 Juni 2012 (Sabtu Sore)
Pembicara: Bpk. Antanusa

Lukas 2:1-7 menunjukkan situasi menjelang kelahiran Yesus. Dalam ayat...

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus Medan I, 26 Oktober 2010 (Selasa Pagi)
Wahyu 19:9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 11 Mei 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 20-21
13:20. Dan Ia berkata lagi: "Dengan apakah Aku...

Ibadah Raya Malang, 14 Februari 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang sidang jemaat Laodikia....

Ibadah Doa Surabaya, 31 Agustus 2011 (Rabu Sore)
Matius 26: 30-35
26:30. Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.
26:31. Maka berkatalah Yesus kepada mereka:...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 20 November 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 menunjuk tentang 7 kali...

Ibadah Doa Surabaya, 21 Agustus 2013 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa

Kita berada dalam KITAB WAHYU (PENDAHULUAN)

Kitab Wahyu adalah kitab terakhir dari Alkitab. Dalam susunan tabernakel kitab Wahyu terkena kepada...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 2 Februari 2012 (Kamis Sore)
PENATARAN IMAM DAN CALON IMAM III

Matius 26:57-68 adalah tentang "SAKSI dan...

Ibadah Raya Surabaya, 16 Juni 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 28 Desember 2014 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita kembali pada kitab Wahyu 2-3.
Dalam susunan Tabernakel, ini menunjuk tentang tujuh kali percikkan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman) supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi mempelai wanita Surga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.
Tiap jemaat yang mau disucikan, ada janji Tuhan.

Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikkan darah adalah
:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi Tuhan katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).


  3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) yang harus meninggalkan ajaran-ajaran sesat (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014).

AD. 3. SIDANG JEMAAT PERGAMUS

Wahyu 2: 17
2:17. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya."

JANJI TUHAN kepada sidang jemaat Pergamus:

  1. Tuhan menjanjikan manna yang tersembunyi (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya surabaya, 30 November 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 21 Desmber 2014),


  2. Tuhan menjanjikan batu putih yang di atasnya tertulis nama baru (mulai diterangkan dari Ibadah Natal Surabaya, 24 Desember 2014).

Kita masih mempelajari tentang BATU PUTIH YANG DI ATASNYA TERTULIS NAMA BARU.
Pada hari Natal yang lalu, kita sudah belajar tentang NAMA BARU (diterangkan pada Ibadah Natal Surabaya, 24 Desember 2014).

Sekarang, dikaitkan dengan BATU PUTIH.
Kita ingat pada pakaian imam besar Harun juga ada batu-batu permata yang ditulisi nama dari suku-suku Israel. Salah satu batu adalah Urim dan Tumim.
Jadi, batu putih ini adalah Urim dan Tumim yang ada di tapal dada Imam besar. Tidak diketahui jenisnya, tetapi bisa diketahui dari artinya.

Ibrani 4: 12-13
4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
4:13. Dan
tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

'tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya'= telanjang dan terang di hadapan Tuhan.
ay. 12= Tumim= pedang Firman Allah atau penghukuman. Kalau menolak pedang Firman, maka datang pedang penhukuman.
ay. 13= terang, tidak ada yang tersembunyi, ini sama dengan Roh Kudus (Urim).

Jadi, Urim dan Tumim adalah Firman Allah dalam urapan Roh Kudus= Firman pengajaran yang benar= Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua= Firman Allah yang dibukakan rahasianya oleh Roh Kudus, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab.
Ini bisa kita terima mulai dari sekarang.

Dulu, pada tapal dada imam besar Harun berupa Urim dan Tumim. Sekarang, ini berupa Firman dalam urapan Roh Kudus.

Markus 7: 21-23
7:21. sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan(1), pencurian(2), pembunuhan(3),
7:22.
perzinahan(4), keserakahan(5), kejahatan(6), kelicikan(7), hawa nafsu(8), iri hati(9), hujat(10), kesombongan(11), kebebalan(12).
7:23. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

= pedang Firman menusuk hati dan pikiran kita (dalam Ibrani 4: 12 tadi dituliskan, 'membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita ').

ay. 21= hati dan pikiran yang jahat (dijadikan satu).
Pembunuhan= kebencian-kebencian.
Keserakahan= tamak, merampas haknya orang lain (korupsi, hutang tidak bayar), termasuk milik Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusus).
Kebebalan= tidak bisa dinasihati dan ditegor; tidak bisa ditegor oleh Firman pengajaran benar, gembala dan orang tua.
Hati pikiran yang jahat dan najis berisi 12 keinginan jahat dan najis, sampai puncaknya, yaitu bebal (bidat).

Titus 3: 10-11
3:10. Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasihati, hendaklah engkau jauhi.
3:11. Engkau tahu bahwa orang yang semacam itu benar-benar sesat dan dengan dosanya
menghukum dirinya sendiri

Sebenarnya, orang bebal yang tidak bisa dinasihati oleh Firman pengajaran, gembala dan orang tua yang benar, itu sudah harus kita jauhi.
Istilah 'hendaklah engkau jauhi', artinya: dia akan merasa terasing sendiri (terasing dari tubuh Kristus), dia menghukum diri sendiri dengan dosanya sendiri (kesalahan sendiri yang dipertahankan), tetapi banyak ditumpahkan pada orang lain, sampai dia tersesat dan terhilang selamanya.

"Kaum muda perhatikan! Kalau dinasihati soal sekolah dan yang lain-lain, masih bisa terima. Tetapi, bagaimana kalau sudah soal jodoh? Saya sudah berhadapan dengan beberapa kaum muda. Dan salah saya (sebagai gembala), saya ingin menolong, akhirnya malah kacau. Jadi, sekarang, kalau tidak bisa dinasihati satu kali sampai dua kali, ya sudah, saya biarkan, terserah dia. Kalau pengalaman dulu, saya sampai dimusuhi."

Ini gunanya Urim dan Tumim.
Urim dan Tumim atau Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua (batu putih) menyucikan hati dan pikiran kita atau menyucikan pikiran dan perasaan kita dari 12 keinginan jahat dan najis.

Jika hati dan pikiran disucikan dari 12 keinginan jahat dan najis, maka hati dan pikiran diisi dengan 12 roti yang disusun menjadi 2 susun, masing-masing 6 buah. Ini menunjuk meja roti sajian.
Meja= hati pikiran.

Tinggal pilih! Mau diisi 12 keinginan jahat dan najis atau diisi 12 roti.
12 roti terbagi menjadi 6 roti - 6 roti= 66 buku dalam Alkitab. Ini adalah Firman pengajaran yang benar.
Kita diisi Firman pengajaran yang benar, sehingga kita memiliki hati dan pikiran (pikiran dan perasaan) seperti Yesus, yaitu TAAT DENGAR-DENGARAN sampai mati di kayu salib. Bagi kita sekarang, kita taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara.

Inilah pekerjaan batu putih/Urim dan Tumim/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

Filipi 2: 5-9
2:5. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6. yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7. melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan
mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

Mulai ayat 5, terdapat 7 pikiran dan perasaan Yesus, sampai yang terakhir adalah taat sampai mati di kayu salib.
Puncak pikiran dan perasaan Yesus adalah taat sampai mati di kayu salib.
ay. 9: 'mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama'= ada KAITAN BATU PUTIH DENGAN NAMA BARU.

Karena Yesus taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib, maka Dia menerima nama di atas segala nama.
Bagi kita sekarang, kalau Urim dan Tumim bekerja menyucikan hati dan pikiran (perasaan dan pikiran) kita sampai seperti Yesus (taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi), maka kita juga menerima nama Yesus ('nama di atas segala nama').

Inilah hubungan batu putih yang diatasnya tertulis nama baru. Kita sudah mendengarkan pada ibadah sebelumnya, nama baru adalah nama Yesus yang diletakkan pada nama kita.
Jadi, kalau kita bisa menerima nama Yesus, berarti kita menerima nama baru.

Biar malam ini, kita mohon kepada Tuhan supaya ada batu putih yang Tuhan berikan kepada kita (Urim dan Tumim) untuk menyucikan hati pikiran kita sampai taat dengar-dengaran. Kalau Yesus, Ia taat sampai mati dan menerima nama di atas segala nama. Kalau kita taat sampai daging tidak bersuara, kita juga menerima nama Yesus.

Hasilnya:

  1. kepada kita dipercayakan nama Yesus yang berkuasa. Kita bisa menyeru nama Yesus.
    Filipi 2: 10
    2:10. supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

    'bertekuk lutut'= kalah.
    Kita mengalami kuasa kemenangan:


    • 'yang ada di langit' = setan,
    • 'yang ada di atas bumi'= nabi palsu,
    • 'yang ada di bawah bumi' (di dalam laut)= antikris.


    Artinya: kita mengalami kuasa kemenangan atas setan tritunggal:


    • setan adalah sumbernya dosa/maut; kalau dikalahkan, berarti kita bisa hidup benar. Setan dikalahkan, itu bukan berarti kita berperang dengan setan, melainkan hidup benar.


    • setan adalah sumbernya masalah; kalau setan dikalahkan (menang), berarti nama Yesus sanggup menyelesaikan segala masalah sampai masalah yang mustahil.
      Kalau masalah belum selesai, kita berperang terus lewat Urim dan Tumim.

      Saat kita menghadapi masalah, itu adalah saat-saat untuk sungguh-sungguh menerima Urim dan Tumim. Kalau ditanya, 'mengapa tidak beribadah lagi? Dan dijawab, "karena pencobaannya berat, sehingga tidak bisa beribadah"'. Ini salah besar! Justru dalam menghadapi masalah apa saja (ekonomi, nikah dan sebagainya), kita harus menerima batu putih (Urim dan Tumim). Kalau tidak ada batu putih, berarti tidak ada nama baru, tidak ada nama Yesus.

      Contoh: 7 anak Skewa tidak disucikan (berbuat dosa), tetapi menyerukan nama Yesus ('dalam nama Yesus'), malah mereka digagahi (ditelanjangi) oleh setan.
      Harus ada batu putih lebih dulu untuk menyucikan hati dan pikiran kita sampai kita taat dengar-dengaran, setelah itu baru ada nama Yesus untuk mengalahkan setan.

      Setan tidak taat (sombong), tetapi Yesus taat dengar-dengaran sampai mati. Ini kelebihan Tuhan dari setan.
      Kalau setan hanya memberontak ('mau menyamai Yang Maha Tinggi') dan mau melawan Tuhan (puncak kesombongan). Kalau Yesus, Ia adalah puncak kerendahan hati, yaitu taat sampai mati terkutuk di kayu salib.


    • setan adalah sumber air mata; kalau menang, berarti kita mengalami keberhasilan dan kebahagiaan Surga yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun di dunia. Air mata juga timbul karena kegagalan kita.


    Filipi 2: 11
    2:11. dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

    Kalau kita menang atas setan tritunggal (hidup benar, masalah diselesaikan dan bahagia), maka ditutup dengan bukti, yaitu lidah hanya untuk mengaku nama Tuhan ('menyeru nama Yesus'), yaitu


    • berkata benar dan baik,
    • bersaksi untuk memuliakan nama Tuhan (bukan bergosip) dan untuk memenangkan jiwa-jiwa,
    • menyembah Tuhan.


    Ini merupakan puncak kemenangan atas setan tritunggal.

    Jika lidah dikuasai oleh 3 binatang buas, maka kita lebih buas dari binatang buas. Jika 3 binatang buas dikalahkan, maka lidah menjadi jinak.


  2. kepada kita dimeteraikan nama Yesus yang berkuasa.
    Ini dimulai dari dalam baptisan air. Baptisan air juga bukti bahwa kita taat dengar-dengaran.

    Pelaksanaan baptisan air yang benar:


    • Roma 6: 2, 4
      6:2. Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
      6:4. Dengan demikian kita telah
      dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

      'kita telah mati bagi dosa' = bertobat.

      Yang pertama: kehidupan yang sudah mati terhadap dosa (bertobat), harus dikuburkan bersama Yesus di dalam air, sehingga bangkit bersama Yesus (keluar dari air) untuk mendapatkan hidup baru, itulah hidup Surgawi.


    • Matius 28: 19
      28:19. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

      Yang kedua: kita dibaptiskan dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, yaitu Tuhan Yesus Kristus.


    Hasilnya: kita memperoleh hidup baru, yaitu hidup dalam kebenaran= hidup dengan taat dengar-dengaran. Di dalam 1 Petrus 3: 20-21, 'untuk memohonkan hati nurani yang baik'.
    Dulu, pada jaman Nuh, manusia tidak taat semuanya. Tetapi, lewat baptisan air, biarlah kita semua taat.
    Kalau sudah taat dengar-dengaran, kita menerima meterai nama Yesus di dahi (dibaptiskan dalan nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, yaitu Tuhan Yesus Kristus).

    Nama Yesus yang dimeteraikan adalah kuasa perlindungan.
    Wahyu 9: 2-5
    9:2. Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu.
    9:3. Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajeng di bumi.
    9:4. Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang
    tidak memakai meterai Allah di dahinya.
    9:5. Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkan hanya untuk menyiksa mereka lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking, apabila ia menyengat manusia.


    'tidak memakai meterai Allah di dahinya' = tidak memakai meterai nama Yesus di dahinya.
    'lima bulan lamanya' = 150 hari, ini sama dengan hukuman air bah pada jaman Nuh.

    Manusia yang tidak memakai meterai di dahinya, itulah yang akan diserang dengan sengatan kalajengking. Ini merupakan salah satu hukuman Allah atas dunia.
    Kalau kita memiliki meterai nama Yesus di dahi, maka kita mengalami kuasa perlindungan atas hukuman Allah, yaitu:


    • hukuman Allah yang jatuh ke dunia ini pada akhir jaman, yaitu sengatan kalajengking selama 5 bulan. Kita dilindungi dari siksaan kalajengking selama 5 bulan.
      Ini sama dengan Nuh dibebaskan dari hukuman air bah. Naik bahtera Nuh, ini sama dengan baptisan air.

      Kejadian 7: 24
      7:24. Dan berkuasalah air itu di atas bumi seratus lima puluh hari lamanya.

      'seratus lima puluh hari lamanya' = 5 bulan = 5 x 30 hari = 150 hari. Perhitungan 1 bulan Bangsa Israel sama dengan 30 hari (perjanjian lama).

      Dulu, karena Nuh masuk dalam bahtera, maka ia dilindungi dari air bah yang berkuasa di bumi selama 5 bulan. Pada jaman Nuh, air bah berkuasa selama 150 hari, dari satu dunia yang selamat hanya 8 orang.
      Nanti, belalang dan kalajengking juga menyiksa selama 5 bulan.

      Dulu, hanya orang yang masuk bahtera Nuh yang selamat dari air bah. Bagi kita sekarang, hanya orang yang masuk bahtera Nuh secara rohani yang bisa menerima meterai nama Yesus di dahi dan dilindungi dari hukuman Allah yang akan datang.
      Masuk bahtera Nuh secara rohani, artinya: masuk baptisan air yang benar dan hidup benar (taat dengar-dengaran).


    • hukuman Allah yang kekal di neraka, sebab orang yang punya meterai nama Yesus ada di takhta Surga. Jika ada di takhta surga berarti tidak masuk dalam neraka.
      Wahyu 22: 3-4
      22:3. Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
      22:4. dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan
      nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.

      'tidak akan ada lagi laknat' = tidak ada lagi kutukan/hukuman.


    Biarlah kita mohon, supaya dalam setiap ibadah, ada Urim dan Tumim untuk menusuk hati dan pikiran kita sampai kita taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara, apapun resikonya.
    Kehidupan yang taat sampai daging tak bersuara apapun resikonya, contohnya:


    • Abraham yang taat kepada Tuhan untuk menyembelih anaknya.
    • Sadrakh, Mesakh dan Abednego taat kepada Tuhan (tetap menyembah Tuhan) dan tidak mau menuruti perintah raja untuk menyembah patung.
    • Daniel tetap taat kepada Tuhan dan tidak mau menyembah raja, sekalipun harus dimasukkan dalam gua singa.


    Kaum muda, ada masalah apa? Seringkali, kaum muda bentrok dengan orang tua dan gembala karena tidak mau taat (hati pikirannya masih dikuasai 12 keinginan jahat dan najis).

    Kita sungguh-sungguh untuk taat dengar-dengaran (di kantor dan dimanapun berada). Yang penting, kita kembali pada pengajaran benar. Kita akan dimeterai nama Tuhan dan ada kuasa perlindungan, seperti Daniel dilindungi dari singa-singa yang lapar; Sadrakh, Mesakh dan Abednego dilindungi dari api yang dipanaskan 7 kali.


  3. Yesaya 4: 1
    4:1. Pada waktu itu tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki, serta berkata: "Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri; hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami; ambillah aib yang ada pada kami!"

    'tujuh orang perempuan'= 7 sidang jemaat bangsa kafir (Wahyu 2-3).
    'satu laki-laki'= Yesus.
    'tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki' = 7 gereja memegang Yesus. Sekarang, 7 gereja akhir jaman menunjuk pada gereja akhir jaman (Bangsa Kafir).
    'Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri'= tidak ribut dengan makanan dan pakaian lagi, karena sudah disediakan oleh Tuhan.
    Kita beribadah melayani bukan untuk mencari makanan pakaian (berkat jasmani). Sekarang, rumah Tuhan digunakan untuk mencari kekayaan secara jasmani, sehingga menjadi sarang penyamun, pasar atau tempat penyembahan berhala seperti di gunung atau gua.

    Tetapi, 7 perempuan ini tidak mau (gereja akhir jaman tidak mau seperti itu).
    'namamu dilekatkan kepada nama kami'= ini yang penting untuk saat ini.

    Hasil ketiga: nama Yesus dilekatkan kepada nama kita.
    Ini berarti, kita mendapat nama baru, sama dengan nama mempelai wanita.
    Yesus adalah pria dan kita sebagai gadis-gadis.
    Nama Yesus dilekatkan kepada nama kita, jadilah nama mempelai wanita.

    "Seperti isteri saya. Dulu, dari lahir sampai kuliah, namanya Milka Dongalemba. Setelah menikah dengan saya, orang malah tidak tahu namanya yang sebenarnya. Yang terkenal adalah nyonya Widjaja Hendra, karena nama saya dilekatkan pada nama isteri saya."

    Yesus sebagai kepada dan kita sebagai tubuh, penghubungnya adalah leher.
    Leher ini hanya untuk tunduk (taat dengar-dengaran). Itulah yang harus ada pada mempelai wanita, yaitu penundukan (taat dengar-dengaran sampai daging tak bersuara lagi).

    Bukti kita mendapat nama baru (nama mempelai):


    • kita mengalami pemeliharaan langsung dari Tuhan. Urusan makan minum, pakaian (hidup sehari-hari) dan masa depan adalah urusan Tuhan (urusan suami), bukan urusan kita lagi. Sebab itu, 7 perempuan berani berkata 'makanan dan pakaian kami tanggung sendiri'.


    • 'ambillah aib kami'= kita mengalami penyucian dan pembaharuan.
      Dua hal ini tidak bisa dipisahkan. Kalau kita mengalami penyucian dan pembaharuan, kita pasti mengalami pemeliharaan Tuhan.

      Kesaksian:
      "Saya sudah mengalami. Saya tinggalkan semua untuk menjadi hamba Tuhan. Saya sekolah Alkitab tanpa sponsor, tapi bisa berjalan semuanya. Kalau sekarang diceritakan, 'dari mana?', saya juga tidak tahu. Pernah diijinkan tidak bisa makan, minum, tidak bisa beli sepatu dan sebagainya. Memang itu ujian kesetiaan dari Sang Suami, 'apakah sudah menjadi isteri yang setia?'. Saya hampir lari. Kalau lari, berarti ditinggal. Tetapi kalau bertahan, Tuhan menolong."

      Semakin kita disucikan, pemeliharaan Tuhan semakin nyata.

      Penyucian dan pembaharuan ini berguna untuk kita berjalan menuju Yerusalem Baru. Hanya yang mendapatkan nama baru yang bisa masuk Yerusalem baru.
      Pembaharuan menuju Yerusalem Baru, salah satunya adalah di Yerusalem Baru tidak boleh ada malam.
      Wahyu 21-22, bicara tentang Yerusalem baru.

      Wahyu 22: 5
      22:5. Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.

      Di Yerusalem baru 'malam tidak akan ada lagi'.
      Artinya: kita tidak boleh tidur secara rohani (pada malam hari, kegiatan yang dilakukan adalah tidur).
      Salah satu arti tidur rohani adalah tidak boleh putus asa.

      Kehidupan yang berputus asa, contohnya:


      • Yunus tertidur karena ia tidak taat. Yunus diperintahkan ke Niniwe, tetapi malah pergi ke Tarsis. Semuanya seperti lancar, tetapi di tengah jalan, ia dihantam angin dan gelombang.
        Jangan ukurannya karena semua lancar saja (mendapatkan berkat yang banyak). Kalau bukan dari Tuhan (tidak sesuai dengan Firman), sebentar lagi akan dihantam angin dan gelombang. Oleh sebab itu, jangan mengukur dengan yang jasmani!

        Saat itu, Yunus tidur karena putus asa.
        Yunus 1: 4-5
        1:4. Tetapi TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur.
        1:5. Awak kapal menjadi takut, masing-masing berteriak-teriak kepada allahnya, dan mereka membuang ke dalam laut segala muatan kapal itu untuk meringankannya. Tetapi Yunus telah turun ke dalam ruang kapal yang paling bawah dan berbaring di situ, lalu
        tertidur dengan nyenyak.

        Ingat baik-baik! Kalau kita tidak taat pada Firman yang benar, sekalipun terlihat lancar semuanya, satu waktu, angin gelombang akan datang dan membuat kita putus asa (seperti Yunus yang tertidur pulas).

        Akhirnya, Yunus putus asa, bahkan sampai tenggelam di dasar lautan.
        Jangan coba-coba melawan Firman yang benar atau nasihat yang benar! Sekalipun sekarang seperti di atas angin, tetapi satu waktu akan tenggelam.
        Orang-orang hebat bisa putus asa, siapa kita? Sebab itu kita harus berjaga-jaga, bukan malah merasa hebat.


      • Keluaran 6: 8-11
        6:8. Lalu Musa mengatakan demikian kepada orang Israel, tetapi mereka tidak mendengarkan Musa karena mereka putus asa dan karena perbudakan yang berat itu.
        6:9. Kemudian TUHAN berfirman kepada Musa:
        6:10. "Pergilah menghadap, katakanlah kepada Firaun, raja Mesir, bahwa ia harus membiarkan orang Israel pergi dari negerinya."
        6:11. Tetapi Musa berkata di hadapan TUHAN: "
        Orang Israel sendiri tidak mendengarkan aku, bagaimanakah mungkin Firaun akan mendengarkan aku, aku seorang yang tidak petah lidahnya!"

        Musa hebat, tetapi juga bisa putus asa.
        Malam ini, mungkin kita sering tersandung dan putus asa, kita berseru pada Tuhan, 'ambilah aib kami'.
        ay.8 = Bangsa Israel berputus asa karena menghadapi masalah yang berat ('perbudakan yang berat').
        ay.9 = lalu Musa menyampaikan Firman Tuhan.
        ay. 11: 'Orang Israel sendiri tidak mendengarkan aku' = Firman ditolak oleh umat Israel dan Musa juga ikut putus asa.

        "Lempin-El dengarkan! Kalau Firman ditolak, jangan berputus asa, sebab Tuhan Yesus sendiri juga ditolak. Waktu mujizat 5 roti dan 2 ikan untuk 5000 orang, banyak yang berkumpul, tetapi begitu perkataan keras, banyak yang lari ('siapa yang tahan mendengar perkataan ini?') dan tinggal 12 orang saja. Akhirnya tinggal 11 orang, karena Yudas mundur."

        Kita sering kali putus asa karena menghadapi masalah-masalah.


      • Elia sudah menyembelih 400 nabi baal, tetapi saat menghadapi ancaman Izebel, Elia juga putus asa.
        Hanya Tuhan, setan dan kita sendiri lah yang tahu kelemahan kita, sebab itu malam ini biarlah kita berseru kepada Tuhan, 'ambilah aib kami' (kita disucikan dan dibaharui), supaya kita tidak lagi berputus asa.

        1 Raja-raja 19: 3-4
        19:3. Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana.
        19:4. Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian
        ia ingin mati, katanya: "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku."

        Elia yang hebat malah ingin mati (putus asa). Inilah kenyataan yang kita hadapi hari-hari ini!


      Malam ini biarlah kita hanya berseru, 'ambilah aib kami', supaya kita dibaharui, tidak ada putus asa lagi, tetapi kita kuat dan teguh hati. Artinya:


      • tetap percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan,
      • tetap menyembah kepada Tuhan.
        Mazmur 27: 14
        27:14. Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

        Malam ini, kita menyeru nama Yesus.
        Seperti Sadrakh, Mesakh, Abednego, 'kalau Tuhan yang aku sembah tidak menolong aku, aku tidak akan menyembah patung', berarti tetap menyembah Tuhan. Inilah kehidupan yang tidak berputus asa.

        'nantikanlah TUHAN! ' = kita menantikan waktu Tuhan:


        1. untuk waktu sekarang, kita menantikan waktu Tuhan, pasti Tuhan akan menolong. Tuhan mengadakan mujizat secara jasmani, yaitu yang mustahil menjadi tidak mustahil. Elia, Musa dan Yunus yang sudah tenggelam pun sudah ditolong oleh Tuhan.

          Mari, berdoa dan menyeru nama Yesus, untuk menantikan waktu-Nya Tuhan sekarang ini (untuk perkara-perkara yang kita hadapi sekarang). Banyak menyembah Tuhan dan jangan mengomel, sampai waktu-Nya datang untuk mengadakan mujizat, yang mustahil menjadi tidak mustahil.


        2. Tetapi, bukan untuk sekarang saja (untuk pertolongan), kita juga menantikan kedatangan Tuhan yang kedua kali. Kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia.
          Kalau kita banyak menyembah, kita akan kuat.

          Kita tidak tahu tahun depan bagaimana, tetapi Wahyu 2-3 adalah percikan darah. Inilah yang harus kita hadapi. Kita harus banyak menyembah Tuhan dan kuat teguh hati.
          Apapun aib yang ada pada kita, kita berseru pada Tuhan supaya mujizat jasmani terjadi.

          Mujizat rohani juga kita alami. Jika Dia datang, kita diubahkan jadi sempurna sama seperti Dia dan kita layak untuk menyambut kedatangan-Nya yang ke dua kali. Kita menerima nama baru dan kita masuk Yerusalem Baru.

Kuat dan teguhkan hati!

Jangan putus asa, jangan mengomel sekalipun ada beban berat, tetapi berseru pada Tuhan.
Gunakan waktu sungguh-sungguh! Sesudah Firman disampaikan, kalau Tuhan menekan sesuatu di hati kita, kita sungguh-sungguh berdoa kepada Dia. Sedapat-dapatnya, jangan keluar masuk dalam ibadah.

Kalau Firman memberi kekuatan kepada kita, saatnya kita berseru dan keajaiban Tuhan akan terjadi. Dari masalah kecil sampai yang mustahil, Tuhan mampu.

Kesaksian:
"Tadi, saya bersaksi di Malang. Saudara Gideon kecelakaan dan KTPnya hilang, tidak tahu di mana. Itu berarti, sangat sulit mengurus lain-lainnya, harus keluar banyak dan sebagainya. Waktu ibadah Natal di Mojoagung atau di mana, saya lupa, saya langsung berseru, 'sudah selesai Tuhan, KTP juga selesai. Tidak tahu dari mana. Kalau ada orang yang mencuri saat kecelakaan, dia akan kembalikan, tidak tahu caranya bagaimana, tetapi Tuhan selesaikan.' Dan saya pulang dari Walikukun, besoknya seseorang datang, 'ini om, KTPnya sudah ketemu.' Jangan putus asa, saudaraku! Saat itu, saya hampir putus asa, 'bagaimana ini?', tetapi Tuhan bisa menolong. Malam ini, giliran bapak/ibu/saudara, jangan putus asa, tetapi berseru pada Tuhan apapun persoalan yang kita hadapi. Dia tidak menipu kita semua, asal kita taat sesuai kehendak Tuhan. Dia mampu menolong kita. Kita serukan pada Tuhan apa yang Tuhan tekankan dalam hati kita."

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top