English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 26 November 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ahli Taurat menunjuk hamba Tuhan/ pelayan Tuhan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Februari 2012 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus di Soroako (Ibadah I)

Ibadah Doa Surabaya, 29 Maret 2017 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita, Yesus...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Februari 2017 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 17 Agustus 2017 (Kamis Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Meja Roti Sajian menunjuk pada kehidupan...

Ibadah Natal Kaum Muda Remaja Malang, 20 Desember 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 8:19-21
8:19 Ibu dan saudara-saudara Yesus datang...

Ibadah Raya Surabaya, 01 Juni 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 13 Agustus 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:57-62 tentang "Hal mengikut Yesus".
Lukas...

Ibadah Paskah Surabaya, 04 April 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 1
= penampilan Yesus dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga yang akan datang kedua...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 05 Februari 2019 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 November 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:36-44 adalah nubuat ketujuh tentang HUKUMAN ATAS DUNIA PADA SAAT KEDATANGAN YESUS KEDUA KALI....

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 November 2011 (Rabu Sore)
Ibadah Doa dipindahkan pada hari Senin sebelumnya.
Diambil dari siaran tunda Ibadah Persekutuan di Ambon, 16 November 2011 Sore

Tema: Yohanes 10:...

Ibadah Doa Surabaya, 19 Agustus 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 22 Desember 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:4-8 Salam kepada ketujuh jemaat.

...

Ibadah Raya Surabaya, 07 Mei 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 21 Desember 2014 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita kembali pada kitab Wahyu 2-3.
Dalam susunan Tabernakel, ini menunjuk tentang tujuh kali percikkan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman) supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi mempelai wanita Surga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikkan darah adalah
:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi Tuhan katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).


  3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) yang harus meninggalkan ajaran-ajaran sesat (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014).

AD. 3. SIDANG JEMAAT PERGAMUS

Wahyu 2: 17
2:17. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya."

JANJI TUHAN kepada sidang jemaat Pergamus:

  1. Tuhan menjanjikan manna yang tersembunyi (diterangkan mulai dari Ibadah Raya surabaya, 30 November 2014),
  2. Tuhan menjanjikan batu putih yang di atasnya tertulis nama baru.

Kita masih mempelajari tentang MANNA YANG TERSEMBUNYI.
Dalam Yohanes 6, manna adalah roti yang turun dari Surga = firman pengajaran benar yang dibukakan rahasianya, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab (Firman yang tersembunyi di Surga, tetapi sudah diturunkan ke dunia ini).
Dalam Mazmur 78, manna sama dengan roti malaikat = firman penggembalaan (roti adalah Firman dan malaikat adalah gambaran dari gembala), yaitu firman pengajaran benar yang dipercayakan oleh Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia, teratur dan berulang-ulang untuk menjadi makanan rohani bagi sidang jemaat.

Dalam Keluaran 16: 16-36, ada tiga macam kegunaan manna:

  1. Ayat 16-21 = kegunaan pertama: manna untuk pemeliharaan kehidupan sehari-hari (sudah diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 07 Desember 2014).
    Setiap hari, bangsa Israel memungut satu gomer manna per orang, selama lima hari (1 gomer= 3,6 liter => menunjuk suatu kelimpahan). Angka 5 menunjuk pada penyucian panca indera.
    Jadi, kebutuhan hidup kita sehari-hari adalah penyucian panca indera= penyucian hati dan pikiran= penyucian seluruh hidup kita.
    Makin disucikan, makin nyata pemeliharaan Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari.


  2. Ayat 22-31 = kegunaan kedua: manna untuk hari Sabat (hari perhentian/damai sejahtera) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Desember 2014 sampai Ibadah Doa Surabaya, 17 Desember 2014).
    Pada hari keenam, bangsa Israel memungut manna dua kali lipat yaitu dua gomer, satu gomer untuk hari keenam, satu gomer lagi untuk hari ketujuh (Sabat) = untuk perhentian sampai Kerajaan 1000 Tahun Damai.


  3. Ayat 32-36 = kegunaan ketiga: manna yang disimpan di dalam buli-buli emas (hidup kekal).

Malam ini, kita mempelajari yang ketiga yaitu MANNA YANG DISIMPAN DALAM BULI-BULI EMAS.
Keluaran 16: 32-34
16:32 Musa berkata: "Beginilah perintah TUHAN: Ambillah segomer penuh untuk disimpan turun-temurun, supaya keturunan mereka melihat roti yang Kuberi kamu makan di padang gurun, ketika Aku membawa kamu keluar dari tanah Mesir."
16:33 Sebab itu Musa berkata kepada Harun: "Ambillah sebuah buli-buli, taruhlah manna di dalamnya segomer penuh, dan tempatkanlah itu di hadapan TUHAN untuk disimpan turun-temurun."
16:34 Seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, demikianlah buli-buli itu ditempatkan Harun di hadapan tabut hukum Allah untuk disimpan.


Manna disimpan dalam buli-buli emas, sama dengan buli-buli emas berisi manna yang menunjukkan tentang dua hal:

  1. Yang pertama, buli-buli emas berisi manna menunjuk tentang iman yang permanen/sempurna.
    Jadi, kita harus memiliki iman yang sempurna.
    Proses memiliki iman yang sempurna:


    • Proses pertama: Kita harus memiliki iman yang benar.
      Roma 10: 17
      10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

      Kalau imannya salah, tidak mungkin sempurna.
      Iman yang benar berasal dari mendengar firman Kristus/firman yang diurapi Roh Kudus, sehingga kita bisa mengerti dan percaya/yakin kepada firman Allah. Saat kita mengerti dan percaya/yakin pada firman Allah, maka firman Allah menjadi iman dalam hati.
      Banyak ajaran lain yang mengajarkan iman dari melihat ('lihat mobil putih, taruh tangan, nanti bisa dapat'). Itu salah!


    • Proses kedua untuk memiliki iman yang sempurna: Kita harus memiliki iman yang teguh/suci.
      Ini menunjuk pada Meja Roti Sajian, yaitu ketekunan dalam kebaktian Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci.

      2 Tawarikh 36: 15-16
      36:15 Namun TUHAN, Allah nenek moyang mereka, berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusan-Nya, karena Ia sayang kepada umat-Nya dan tempat kediaman-Nya.
      36:16 Tetapi mereka mengolok-olok utusan-utusan Allah itu, menghina segala firman-Nya, dan mengejek nabi-nabi-Nya. Oleh sebab itu murka TUHAN bangkit terhadap umat-Nya, sehingga tidak mungkin lagi pemulihan.

      Tuhan berulang-ulang mengirimkan firman melalui utusan-Nya, karena Dia menyayangi umat-Nya.
      Dalam Ibadah Pendalaman Alkitab, firman Allah diulang-ulang, seperti orang mencangkul tanah, harus berulang-ulang. Tidak mungkin mencangkulnya hanya satu kali. Mencangkulnya harus diulang supaya makin dalam.
      Jadi, dalam Ibadah Pendalaman Akitab, firman pengajaran benar diulang-ulang, diperdalam dan ditingkatkan, bukan untuk membuat bosan. Ini merupakan kasih sayang Tuhan kepada kita semua.

      "Seperti waktu di sekolah, kalau gurunya rajin mengulang pelajaran, maka murid-murid bisa mengerti semua."

      Jika firman yang diulang-ulang, diperdalam dan ditingkatkan ditolak, maka tidak ada pemulihan lagi ('Oleh sebab itu murka TUHAN bangkit terhadap umat-Nya, sehingga tidak mungkin lagi pemulihan'), yang ada hanya kehancuran. Yudas sudah beberapa kali diperingatkan oleh Tuhan, tetapi dia menolak, sehingga hancur dan binasa.

      Filipi 3: 1b-3
      3:1b Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu.
      3:2 Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu,
      3:3 karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah.


      'menuliskan hal ini lagi kepadamu' = Banyak firman yang ditulis di Injil Matius, ditulis lagi dalam Injil Markus, diulangi lagi dalam Injil Lukas dan Yohanes. Rasul Paulus juga mengulang-ulangi Firman yang disampaikan, supaya memberi kepastian. Maksudnya, sekalipun diulang berapa kalipun tetap sama kebenarannya.
      Seperti 2+2 = 4, mau diulang di manapun hasilnya tetap sama, yaitu 2+2 = 4.

      Untuk apa Firman Allah diulang, diperdalam dan ditingkatkan, terutama dalam kebaktian Pendalaman Alkitab?:


      1. Yang pertama: Untuk memberi kepastian iman kepada kita, sehingga kita memiliki iman yang teguh. Kalau iman kita teguh, maka kita tidak jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa (menang atas godaan) dan kita tidak disesatkan/diombang-ambingkan oleh ajaran-ajaran palsu (kalau mudah diombang-ambingkan, berarti sama seperti anak kecil), sehingga kita mengalami pertumbuhan rohani sampai kedewasaan rohani.


      2. Yang kedua: Firman Allah diulang-ulang seperti sabun tukang penatu dan api tukang pemurni logam = untuk menyucikan kita dari noda-noda dosa (dosa di luar) dan karat-karat dosa (dosa di dalam), sehingga kita memiliki pakaian putih/pakaian Mempelai = kita memiliki iman yang suci.


      Jangan salah! Buli-buli emas berisi manna adalah iman yang permanen/sempurna. Prosesnya dimulai dari memiliki iman yang benar, iman yang teguh/suci lewat ketekunan dalam kebaktian Pendalaman Alkitab (firman diulang-ulang), baru mencapai iman yang teguh/sempurna.


    • 1 Petrus 1: 6-7
      1:6 Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.
      1:7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu -- yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api -- sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

      'jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana' = buli-buli emas.
      Kalau buli-buli tanah liat dibakar, maka akan hancur, tetapi buli-buli emas, makin dibakar, maka makin murni. Ini adalah ujian iman.

      Proses ketiga untuk memilki iman yang sempurna: Iman permanen/sempurna, kita dapatkan lewat ujian iman, yaitu pencobaan-pencobaan dan masalah-masalah. Pencobaan-pencobaan dan masalah-masalah bukan untuk menghancurkan kita, tetapi untuk memurnikan iman kita.

      Ulangan 8: 3
      8:3 Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.

      Dulu, bangsa Israel diizinkan oleh Tuhan mengalami kelaparan di padang gurun, tidak bisa makan, lalu Tuhan kirimkan manna selama 40 tahun, supaya mereka mengakui. Terakhir, manna disimpan dalam buli-buli emas, supaya menjadi kesaksian bagi keturunan Israel, bahwa nenek moyang mereka hidup bukan dari dunia ini, tetapi dari manna yang menjadi makanan mereka.

      Bagi kita sekarang, ayat mengatakan, 'membuat engkau mengerti', artinya, Tuhan mengizinkan kita mengalami ujian iman (pencobaan dan masalah), sampai kita bisa mengerti, mengakui dan bersaksi bahwa kita hidup bukan dari dunia ini, tetapi dari manna (firman pengajaran yang benar/firman penggembalaan yang keluar dari mulut Allah) = tidak bergantung pada siapapun dan apapun di dunia.
      Sekalipun punya gaji, toko dan sebagainya, tetapi tidak bergantung pada itu semua. Kalau kita bergantung pada gaji; yang penting mendapat gaji, sekalipun dengan cara yang tidak benar; maka kita tidak bergantung pada firman lagi.

      Bukti bahwa kita mengerti, mengaku dan bersaksi bahwa kita hidup dari Firman:
      Keluaran 16: 32, 36
      16:32 Musa berkata: "Beginilah perintah TUHAN: Ambillah segomer penuh untuk disimpan turun-temurun, supaya keturunan mereka melihat roti yang Kuberi kamu makan di padang gurun, ketika Aku membawa kamu keluar dari tanah Mesir."
      16:36 Adapun
      segomer ialah sepersepuluh efa.

      'supaya keturunan mereka melihat' = menjadi kesaksian.
      Satu gomer = sepersepuluh efa.
      Bukti bahwa kita hidup dari Firman, yaitu ada perpuluhan.
      Artinya: kita bisa mengembalikan perpuluhan yang adalah milik Tuhan sebagai pengakuan bahwa kita hidup dari perpuluhan yang kita kembalikan kepada Tuhan.

      "Bukan dari perpuluhan yang diterima. Kami, hamba Tuhan banyak yang salah. Kalau hidup dari perpuluhan yang diterima, maka cuma hamba Tuhan saja yang hidup. Saudara tidak hidup, karena saudara mengembalikan perpuluhan milik Tuhan, hamba Tuhan yang dipercaya menerima perpuluhan. Bukan itu juga. Tetapi hamba Tuhan juga hidup dari perpuluhan yang dikembalikan pada Tuhan."

      Kalau tidak mengembalikan milik Tuhan, maka akan kering /tidak hidup.
      Contoh: Yudas.
      Dia mencuri milik Tuhan, maka buli-buli tanah liat tidak bisa menjadi buli-buli emas, bahkan menjadi buli-buli tanah liat yang hancur; perut Yudas pecah dan isi perutnya terburai keluar, binasa selamanya.

      Siklus perpuluhan:

      Siklus Perpuluhan

      Jika mengembalikan perpuluhan, maka ada makanan firman di Rumah Tuhan => Kita mentaati firman, maka pintu langit terbuka, Tuhan mencurahkan berkat, pemeliharaan, perlindungan dan kebahagiaan => setelah menerima berkat, perlindungan dan lain-lain, lalu kita mengembalikan perpuluhan lagi sebagai pengakuan bahwa kita hidup dari Tuhan.
      Begitu seterusnya. Ini siklus hidup kita, yaitu kita hidup dari manna/Firman/iman/Tuhan. Ini buli-buli emas berisi manna; kita bisa mengembalikan perpuluhan, sehingga kita hidup dari Tuhan sampai hidup kekal selama-lamanya.

      Dengan mengembalikan perpuluhan, maka pintu langit terbuka dan Tuhan mencurahkan berkat kepada kita, lalu kita mengembalikan perpuluhan lagi, begitu seterusnya. Dan satu-waktu, pintu langit terbuka, kita akan terangkat naik dan kita mengalami hidup kekal selamanya.


  2. Yang kedua, buli-buli emas berisi manna menunjuk pada suatu keubahan dari buli-buli tanah liat (tubuh jasmani) menjadi buli-buli emas (tubuh rohani), oleh kuasa manna/kuasa firman pengajaran yang benar/firman penggembalaan.
    Banyak waktu yang kita gunakan untuk bekerja, kuliah dan lain-lain, tetapi jangan lupa! Kalau buli-buli tanah liat kita hanya diisi uang, kepandaian, maka akan hancur seperti Yudas. Harus ada waktu bagi kita untuk mengisi buli-buli tanah liat kita dengan manna/firman pengajaran benar/firman penggembalaan, supaya ada harapan buli-buli tanah liat bisa berubah menjadi buli-buli emas.

    Ada dua proses untuk mencapai tubuh rohani (buli-buli emas):


    • Proses pertama: proses mati dan bangkit.
      1 Tesalonika 4: 15-16
      4:15 Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal.
      4:16 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;

      Ayat 15 = ada anak Tuhan yang hidup, tetapi juga ada yang meninggal. Itu tidak masalah.

      Proses mati dan bangkit, yaitu orang yang mati dalam Yesus (dalam keubahan hidup) atau orang yang selama hidupnya mendengar firman penggembalaan dan mengalami keubahan hidup, lalu meninggal dunia, maka ia sekarang dikumpulkan bersama dengan Yesus. Jika Yesus datang kedua kali, ia akan dibangkitkan dalam tubuh yang rohani/tubuh kemuliaan seperti Yesus, oleh kuasa sangkakala yang terakhir (Firman pengajaran/Firman penggembalaan yang terakhir).
      Tubuh kemuliaan= buli-buli emas.

      Oleh sebab itu, mulai sekarang, kita harus mendengar bunyi sangkakala (firman pengajaran benar /firman penggembalaan) yang diulang-ulang (seperti sangkakala yang ditiup berulang-ulang), supaya kita mengalami keubahan hidup.


    • Proses kedua untuk mencapai tubuh rohani: proses keubahan.
      1 Tesalonika 4: 17-18
      4:17 sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.
      4:18 Karena itu
      hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.

      'kita yang hidup, yang masih tinggal' = kita yang masih hidup sampai kedatangan Tuhan kedua kali.
      'diangkat bersama-sama dengan mereka' = dalam 1 Korintus, diubahkan dalam sekejap mata, kemudian diangkat bersama-sama dengan mereka.

      Proses keubahan
      , yaitu orang yang hidup dalam keubahan, terus mendengar sangkakala dan mengalami keubahan hidup sampai kedatangan Yesus kedua kali, maka dalam sekejap mata akan diubahkan dalam tubuh yang rohani/tubuh yang mulia seperti Yesus oleh sangkakala yang terakhir (Firman pengajaran/Firman penggembalaan yang terakhir).


    Jadi, prosesnya beda, tetapi hasilnya sama.
    'hiburkanlah seorang akan yang lain' = Keduanya akan bertemu lagi, terangkat di awan-awan, menjadi satu Tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita Surga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai, bersama Yesus selamanya sampai masuk dalam Kerajaan Surga yang kekal.

    Jadi, ada keanehan, manna yang disimpan seharusnya busuk dan berulat, kecuali pada hari keenam, manna yang dikumpulkan secara dobel tidak busuk dan berulat. Manna yang dikumpulkan pada hari pertama sampai hari kelima, jika disimpan akan busuk dan berulat. Tetapi manna yang disimpan turun-temurun, tidak busuk dan berulat. Ini menunjuk pada hidup kekal.
    Neraka adalah tempat yang apinya tidak padam dan ulatnya tidak mati. Jadi, istilah tidak berulat, artinya hidup kekal selamanya.
    Manna yang tidak berulat = hidup kekal selamanya.

    Kesimpulan: meninggal dunia maupun hidup sampai Tuhan datang, bukanlah masalah, itu adalah kemurahan/otoritas Tuhan. Yang meninggal dunia ada enaknya juga, yaitu tidak perlu menghadapi masa antikris. Tetapi yang hidup, masih ada kesempatan untuk menghadapi Getsemani dan antikris. Itu sama-sama kemurahan Tuhan.

    Yang penting, selama hidup di dunia, kita sebagai buli-buli tanah liat harus diisi dengan manna = mendengar bunyi sangkakala yang nyaring dan diulang-ulang, supaya kita mengalami keubahan hidup sedikit demi sedikit. Mungkin dulu pendusta, tetapi sekarang sudah takut untuk berdusta. Itu artinya sudah mulai mengalami keubahan hidup.
    Sampai nanti, saat Yesus datang kedua kali, kita betul-betul diubahkan menjadi sama sempurna seperti Dia.

Apa yang harus diubahkan?:
1 Petrus 3: 3-4
3:3 Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,
3:4 tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.

= perhiasan seorang isteri/mempelai wanita.
Perhiasan jasmani tidak penting, yang punya jangan bangga-bangga/pamer, nanti ditodong orang, kalau tidak punya, jangan kecewa dan putus asa. Tetapi yang penting adalah perhiasan rohani.
Jadi, yang diubahkan adalah tabiat/karakter kita, sehingga kita memiliki karakter/tabiat dari mempelai wanita Surga, yaitu:

  1. Lemah lembut/tenteram:


    • kemampuan untuk menerima firman pengajaran yang benar, sekeras dan setajam apapun,
    • kemampuan untuk bisa menerima orang lain dalam segala kelebihan dan kekurangan.
      Kalau bisa menerima Tuhan (Firman), kita juga bisa menerima orang lain dalam kekurangan dan kelebihannya.

      Kalau melihat kelebihan orang lain, kita harus belajar dan meneladan, jangan iri dan gosip.
      Jangan iri seperti kakak-kakak Yusuf, karena melihat Yusuf memiliki jubah maha indah dan karunia mimpi, malah marah, iri dan benci. Juga seperti Kain yang marah saat melihat persembahan Habel diterima oleh Tuhan.
      Kalau bergosip, berarti tidak bisa menerima kelebihan orang lain.

      Kalau melihat kekurangan orang lain, jangan menghakimi orang lain, tetapi mendoakan supaya ditolong Tuhan.
      Bisa menerima Tuhan, maka kita bisa menerima kekurangan orang lain apa adanya.

      Terutama dalam nikah. Kalau suami-isteri tidak bisa lemah lembut/tidak bisa menerima kelebihan dan kekurangannya, maka akan selalu bertengkar.
      Nanti, jika gaji isterinya lebih tinggi, suami malah marah dan menyuruh isteri berhenti bekerja, karena tidak mau kalah.

      "Saya bilang, 'kalau gaji isteri lebih tinggi, 'Puji Tuhan.'"

      Dalam Rumah Tuhan juga, jika ada yang diberkati, harus kita contoh. Misalnya, karena dia sering berpuasa, kita juga ikut berpuasa. Jangan iri, apalagi gosip!


    • kemampuan untuk saling mengaku dan mengampuni dosa.
      Yang salah, mengaku; yang benar, mengampuni.


    • tidak kasar.


  2. Tentram/pendiam:


    • banyak koreksi diri lewat ketajaman pedang Firman Allah. Kalau ada yang salah, kita akui, kalau diampuni, jangan berbuat lagi.
    • Tidak banyak komentar, apalagi yang negatif, terutama tentang pembangunan Tubuh Kristus.
      Contoh: Yudas; saat ada orang meminyaki kaki Yesus untuk penguburan Yesus (untuk pembangunan tubuh Kristus; pelayanan yang terakhir), Yudas berkata, "itu pemborosan!" (komentar yang negatif). Akhirnya, Yudas betul-betul tidak dihitung. Dia keluar.
      Yang benar, kalau belum setuju, berdoa kepada Tuhan, jangan komentar-komentar yang negatif.


    • Banyak berdoa/banyak berbicara kepada Tuhan.


  3. 1 Petrus 3: 5
    3:5 Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,

    Perhiasan rohani yang ketiga adalah penundukan (penurut) kepada Mempelai Pria Surga.
    Kalau lemah lembut dan pendiam, maka dari luar pasti kelihatan, yaitu ada penundukan.
    Secara jasmani, isteri tunduk kepada suami.
    Secara rohani, mempelai wanita tunduk/taat dengar-dengaran kepada Yesus sebagai Mempelai Pria Surga = taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi. Kalau Yesus, Ia tunduk/taat dengar-dengaran pada Bapa sampai mati di kayu salib, sekalipun Ia tidak bersalah.

    Taat dengar-dengaran sama dengan mengulurkan kedua tangan kepada Tuhan, 'terserah Engkau, Tuhan'.

    Kalau kita mengulurkan tangan kepada Tuhan, maka Tuhan mengulurkan tangan anugerah-Nya kepada kita.
    Kalau dulu, Sara tunduk pada Abraham dan Tuhan mengulurkan tangan kepada Sara, sehingga terjadi mujizat. Sara memiliki kelemahan yang permanen, yaitu mandul dan mati haid/menopause. Tidak mungkin punya anak.

    Kita yang punya masalah permanen/tidak selesai, mari kita lawan dengan keubahan hidup/iman yang permanen (buli-buli emas/keubahan hidup), sampai hanya mengangkat tangan kepada Tuhan, 'terserah Engkau, Tuhan.' Maka, Tuhan akan mengulurkan tangan anugerah-Nya untuk mengadakan mujizat.
    Sara yang sudah punya kelemahan permanen, berusia tua, mandul dan mati haid, tetapi tangan anugerah Tuhan mampu membuka pintu rahim Sara.

    Kalau Tuhan mengulurkan tangan anugerah-Nya kepada kita, hasilnya:


    • Hasil pertama: pintu rahim Sara terbuka, artinya:


      1. Terjadi mujizat secara jasmani = yang mustahil menjadi tidak mustahil (Ishak lahir), ada jalan keluar dari segala masalah sampai yang mustahil.


      2. Ada pintu masa depan yang berhasil, indah dan bahagia pada waktu-Nya.
        Keturunan Abraham berasal dari Ishak, bukan Ismael. Begitu Ishak lahir, maka ada keturunan (masa depan yang indah dan berhasil).


      3. Pintu kebahagiaan Surga terbuka di tengah-tengah suasana kutukan dunia.
        Pada waktu Sara mengetahui Hagar mengandung, ia merasa depresi, sama seperti Hana yang depresi saat Penina mengandung, sampai saat datang ke Bait Allah, Hana dikira mabuk oleh Imam Eli.

        Kita yang ada kepahitan hidup/stress akan diberi kebahagiaan Surga. Yang pahit menjadi manis.


      4. Bayi lahir = ada kehidupan, kita dipelihara di tengah kemustahilan, baik pemeliharaan untuk kehidupan jasmani secara ajaib maupun rohani.
        Pemeliharaan secara jasmani, yaitu sekalipun semua sudah tidak mungkin, kita serahkan pada Tuhan dan lawan dengan iman yang permanen, pasti bisa.

        Pemeliharaan secara rohani, yaitu kita mengalami kelahiran baru/keubahan hidup sampai seperti bayi yang baru lahir.
        Mulut bayi hanya untuk menangis dan menyembah Tuhan, sampai tidak salah dalam perkataan, hanya berkata 'Haleluya' = suara Mempelai. Perhiasan mempelai akan menghasilkan suara mempelai.


    • Hasil kedua: pintu Surga terbuka bagi kita.
      Matius 7: 21
      7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

      Jika kita taat dengar-dengaran, maka pintu Surga terbuka bagi kita.

      Wahyu 19: 6-7
      19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
      19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

      Jika Yesus datang kedua kali, maka kita, mempelai wanita Tuhan yang sempurna akan terangkat ke awan-awan permai dengan satu suara 'Haleluya', bersama dengan para kekasih-kekasih kita yang sudah meninggal dunia mendahului kita. Kita masuk Perjamuan Kawin Anak Domba, kemudian kita masuk Kerajaan 1000 Tahun Damai/Firdaus yang akan datang, sampai masuk pintu Kerajaan Surga yang kekal selama-lamanya. Manna tidak busuk dan berulat, kita hidup kekal bersama Tuhan selamanya.

Kalau mau diisi manna, kita mau diubahkan, kita tunduk hari-hari ini, mengulurkan tangan kepada Tuhan. Sara yang memiliki kelemahan permanen dan tidak bisa apa-apa, tetapi Tuhan tolong. Pintu rahim Sara terbuka, pintu Surga juga terbuka bagi kita semua.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Juni 2020
    (Ibadah Kunjungan di Kandis)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top