English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 Februari 2010 (Kamis Sore)
Matius 24:45-51, adalah tentang berjaga-jaga.
Tahun ini adalah...

Ibadah Doa Surabaya, 23 Agustus 2017 (Rabu Sore)
Dari siaran tunda

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Januari 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:8
1:8 ďAku adalah Alfa dan Omega, firman...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session I, 10 Juni 2010 (Kamis Malam)
Keluaran 29 adalah tentang tahbisan/pelayanan.
Ada 3 bagian dasar dari tahbisan :
Korban binatang...

Ibadah Raya Malang, 23 November 2008 (Minggu Pagi)
Matius 24: 29-31 ->'KEADAAAN PADA MASA KEDATANGAN YESUS KE 2X'

...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Oktober 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah bahagia...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Agustus 2012 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27 secara keseluruhan menunjuk

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 19 Mei 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:1
4:1 Kemudian dari pada itu...

Ibadah Doa Surabaya, 10 Desember 2008 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdp. Yakub

1 Tesalonika 5: 18
Mengapa kita harus bersyukur?Roma 6: 17-18 ->...

Ibadah Doa Surabaya, 15 Oktober 2014 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Otniel Sudarjo

Puji syukur kepada Tuhan dan kami mengucapkan salam sejahtera dalam kasih dan kemurahan Tuhan.

Wahyu 2:...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 April 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15. Ia berkata: "Apa...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 Juni 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 03 Mei 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 menunjuk tentang kebenaran. Tadinya...

Ibadah Raya Surabaya, 01 Juli 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 10 November 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 30 November 2014 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita masih berada dalam kitab Wahyu 2-3.
Dalam susunan Tabernakel, ini menunjuk tentang tujuh kali percikkan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman) supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi mempelai wanita Surga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikkan darah adalah
:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi Tuhan katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).


  3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014).

AD. 3. SIDANG JEMAAT PERGAMUS

Penyucian terakhir bagi sidang jemaat Pergamus adalah di dalam sidang jemaat Pergamus ADA AJARAN-AJARAN SESAT (ajaran Bileam dan Nikolaus) yang harus ditinggalkan.

Jemaat Pergamus ini luar biasa. Ada di takhta iblis, ada yang dibunuh dan lain-lain, tetapi tidak menyangkal imannya. Tetapi, sekalipun luar biasa, kalau ada satu kekurangan yang dibiarkan (tidak disucikan), tetap tidak bisa sempurna dan tertinggal saat Yesus datang. Sebab itu, penyucian terakhir ini penting bagi jemaat Pergamus, yaitu harus meninggalkan ajaran palsu:

  1. Bileam= suka upah,
  2. Nikolaus= mengumpulkan banyak orang dengan cara-cara dunia (menghalalkan segala cara).

Tujuannya adalah mengumpulkan banyak orang untuk mendapatkan banyak uang.

Wahyu 2: 17
2:17. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya."

JANJI TUHAN kepada jemaat Pergamus jika mau mengalami penyucian terakhir (meninggalkan ajaran-ajaran palsu):

  1. Tuhan menjanjikan manna yang tersembunyi,
  2. Tuhan menjanjikan batu putih yang di atasnya tertulis nama baru.

Malam ini kita pelajari tentang MANNA YANG TERSEMBUNYI.
Keluaran 16: 14-15
16:14. Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi.
16:15.
Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: "Apakah ini?" Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu.

Waktu itu, bangsa Israel bersungut-sungut karena minta makan roti dan daging. Maka, Tuhan turuti, pada petang hari, Tuhan kirimkan burung puyuh di perkemahan mereka (mereka tinggal tangkap dan makan). Pada pagi hari, Tuhan kirimkan sesuatu yang halus seperti embun beku, lalu mereka bertanya, 'apakah ini?'. Itulah manna.
Bangsa Israel tidak mengerti manna ('apakah ini?' ).
Artinya: banyak kehidupan yang tidak mengerti dan tidak mau mengerti tentang Firman Allah.

Manna= roti yang diberikan Tuhan sebagai makanan ('Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu') atau roti yang turun dari Surga dalam Yohanes 6.

Sebenarnya, manna ini tersembunyi di Surga, tetapi dikirimkan ke bumi.
Artinya: Firman Allah yang dibukakan rahasianya, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab= Firman Allah yang merupakan wahyu atau ilham dari Tuhan.
Kalau Firman itu merupakan wahyu dari Tuhan (bukan rekayasa, lawak-lawak dari manusia), maka Firman itu mengandung kuasa dari Tuhan. Ini bedanya.
kalau Firman itu bukan dari Tuhan, tetapi dari manusia (supaya manusia tertarik, ditambah pengetahuan, ilustrasi, lawakan, cerita, dongeng-dongeng), maka Firman itu tidak ada kuasanya.

Manna ini diturunkan setiap pagi= diulang-ulang= Firman penggembalaan.
Mazmur 78: 23-25
78:23. Maka Ia memerintahkan awan-awan dari atas, membuka pintu-pintu langit,
78:24. menurunkan kepada mereka hujan manna untuk dimakan, dan memberikan kepada mereka gandum dari langit;
78:25. setiap orang telah makan
roti malaikat, Ia mengirimkan perbekalan kepada mereka berlimpah-limpah.

'membuka pintu-pintu langit' = pintu-pintu surga dibuka.
Manna= 'roti malaikat'.
Roti= Firman.
Malaikat= gembala.
Jadi, manna sama dengan Firman penggembalaan.

Ada 3 macam kuasa Tuhan dalam Firman yang dibukakan rahasianya atau Firman penggembalaan:

  1. kuasa penyucian.
    Keluaran 16: 31 ('tentang manna')
    16:31. Umat Israel menyebutkan namanya: manna; warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu.

    'warnanya putih' => putih menunjuk pada kebenaran.
    Yohanes 17: 17
    17:17. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

    Kebenaran adalah sesuatu yang bisa menyucikan atau menguduskan.
    Kebenaran adalah Firman Allah.
    Kalau digabungkan, kebenaran adalah Firman Allah yang bisa menyucikan.

    Jadi, manna berwarna putih, artinya: Firman yang dibukakan rahasianya atau Firman penggembalaan yang mengandung kuasa penyucian.

    Mazmur 119: 9
    119:9. Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.

    'bersih' = suci.
    'Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu', ini masih diterangkan lagi dalam perjanjian baru, Firman yang bagaimana?

    Yohanes 15: 3 ('tentang kesucian')
    15:3. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

    'firman yang telah Kukatakan' = firman yang dikatakan oleh Yesus.

    Di sini jelas, firman yang dikatakan Yesus sama dengan Firman yang dibukakan rahasianya, ayat menerangkan ayat. Ayat merupakan perkataan Yesus, diterangkan dengan ayat yang juga merupakan perkataan Yesus.
    Jadi, Firman yang dibukakan rahasianya sama dengan Firman yang merupakan perkataan Yesus sendiri, yaitu Firman penggembalaan sanggup untuk menyucikan kita dari 2 hal:


    • dari dosa Yudas (Yohanes 15: 3 ini merupakan pengulangan dari Yohanes 13: 10-11).
      Yohanes 13: 10-11
      13:10. Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua."
      13:11.
      Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih."

      'Barangsiapa telah mandi' = sudah masuk baptisan air.
      'siapa yang akan menyerahkan Dia'= Yudas Iskariot.
      Dosa Yudas sama dengan dosa kejahatan, yaitu:


      1. mencuri milik Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusus),
      2. dosa pura-pura (munafik). Di taman Getsemani, Yudas pura-pura mencium Yesus, tetapi untuk menyerahkan Yesus (menjual Yesus),
      3. pendusta. Saat firman yang terakhir datang, 'siapa yang mencelupkan roti bersama Aku, dialah itu', tetapi Yudas menjawab 'bukan aku, ya Tuhan',
        sekaligus ia menjadi pendakwa. Kalau ia berkata 'bukan aku', berarti Yudas mendakwa 11 murid yang lain,


      4. pengkhianat= tidak setia dalam ibadah pelayanan sampai tinggalkan ibadah pelayanan.


      Seharusnya, kaki hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang membawa kabar baik dan kabar mempelai, 'betapa indahnya tapak kakinya'.
      Karena dosa Yudas, maka kaki seorang hamba Tuhan/pelayan Tuhan menjadi kaki yang paling kotor, paling tidak indah dan paling busuk.
      Kalau kita menyimpan dosa-dosa Yudas, maka perjalanan hidup kita (kaki kita) menjadi paling kotor dan busuk.

      Sebaliknya, kalau malam ini kita mau disucikan oleh manna (Firman yang dibukakan rahasianya/Firman penggembalaan yang diulang-ulang seperti pedang yang menyambar-nyambar), maka perjalanan hidup kita menjadi indah (kaki kita menjadi indah).


    • dosa seorang muda (Mazmur 119: 9), yang menunjuk pada dosa kenajisan/dosa babel, termasuk juga kehancuran nikah dan buah nikah.
      Kaum muda remaja, jaga kesucian nikah! Yang sudah menikah, juga jaga kesucian nikah lewat manna yang seharusnya tersembunyi di Surga, tetapi sudah dinyatakan Tuhan kepada kita.


    Manna ini bukan hanya tersembunyi bagi orang di dunia, tetapi juga tersembunyi bagi orang Kristen juga, sehingga banyak yang tidak mengerti firman ('apakah ini?').
    Contoh: kalau firmannya keras, bertanya, 'apakah ini?', kalau firmannya lama, bertanya juga, 'apakah ini?'. Ini sama dengan tidak mengerti rencana Tuhan.
    Biarlah kita yang mengerti, kita bisa disucikan dari dosa Yudas dan dosa orang muda.

    1 Raja-raja 3: 16, 22, 24-26
    3:16. Pada waktu itu masuklah dua orang perempuan sundal menghadap raja, lalu mereka berdiri di depannya.
    3:22. Kata perempuan yang lain itu: "Bukan! anakkulah yang hidup dan anakmulah yang mati." Tetapi perempuan yang pertama berkata pula: "Bukan! anakmulah yang mati dan anakkulah yang hidup." Begitulah mereka bertengkar di depan raja.
    3:24. Sesudah itu raja berkata: "Ambilkan aku
    pedang," lalu dibawalah pedang ke depan raja.
    3:25. Kata raja: "
    Penggallah anak yang hidup itu menjadi dua dan berikanlah setengah kepada yang satu dan yang setengah lagi kepada yang lain."
    3:26. Maka kata perempuan yang empunya anak yang hidup itu kepada raja, sebab
    timbullah belas kasihannya terhadap anaknya itu, katanya: "Ya tuanku! Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia." Tetapi yang lain itu berkata: "Supaya jangan untukku ataupun untukmu, penggallah!"

    = cerita tentang 2 orang sundal yang masing-masing memiliki satu anak. Saat malam hari mereka tertidur, anak yang satunya ditindih, sehingga mati dan anaknya yang hidup tinggal satu. Lalu 2 perempuan sundal itu datang ke raja Salomo untuk memperebutkan anak yang masih hidup.
    'sundal'= nikah yang hancur.
    'anak mati'= buah nikah hancur.
    Ini masalah internasional yang tidak bisa ditanggulangi sampai hari ini (tidak ada pakarnya).
    Dan saat itu, Salomo mengambil pedang (Firman yang dibukakan rahasianya, wahyu dari Tuhan, bagaikan firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua) untuk menyelesaikan masalah nikah dan buah nikah.

    'Penggallah anak yang hidup itu'= pekerjaan pedang (Firman pengajaran) itu sepertinya kejam dan tanpa kasih. Tetapi, sebenarnya, penyucian itu harus tegas, bukan berarti tanpa kasih. Menghadapi dosa babel harus tegas, radikal, tidak bisa sepotong-sepotong.

    "Misalnya satu hari merokok 3 pak, sekarang dikurangi menjadi 1 pak. Tidak bisa demikian, melainkan harus tegas, radikal."

    'timbullah belas kasihannya'= sekalipun Firman penyucian itu sakit bagi daging (daging kita seperti kena pedang), tetapi di dalamnya ada belas kasihan Tuhan.
    Akhirnya, Salomo mengetahui, yang berbelas kasih itulah ibu dari anak yang masih hidup.

    Kalau kehidupan kita mau disucikan dari dosa kejahatan (dosa Yudas) dan kenajisan (kehancuran nikah dan buah nikah) lewat Firman yang dibukakan rahasianya, maka di dalamnya ada belas kasih Yesus Imam Besar untuk menyelesaikan masalah sampai masalah nikah dan buah nikah yang hancur. Tinggal kita mau atau tidak. Inilah manna berwarna putih.

    Mungkin kita merasa seperti ibu ini, sudah ada di puncak penderitaan (karena anaknya mau dipenggal) dan tidak ada harapan bagi ibu yang anaknya masih hidup. Tahu-tahu raja berkata 'penggallah menjadi dua'. Sepertinya, masalah semakin mustahil. Tetapi, di situlah Tuhan bekerja.
    Saat merasa sudah mustahil, tetapi jika kita mau disucikan, di situ ada belas kasih Imam Besar yang menghapus segala kemustahilan, sampai kehancuran nikah dan buah nikah ditolong/dipulihkan oleh Tuhan untuk mencapai perjamuan kawin Anak Domba (nikah yang sempurna).

    Jangan putus asa kalau mata kita melihat yang semakin hancur! Asal kita mau disucikan dari dosa kejahatan (dosa Yudas) dan kenajisan (dosa orang muda), maka belas kasih Tuhan akan turun, kita terus menampung belas kasih Tuhan. Satu waktu, Tuhan akan selesaikan semuanya.
    Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan dan Tuhan akan menolong kita semuanya.


  2. kuasa kekekalan.
    Keluaran 16: 31
    16:31. Umat Israel menyebutkan namanya: manna; warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu.

    'seperti ketumbar' => bentuk manna seperti ketumbar (bulat-bulat kecil).
    Bulat= bundar= tidak berujung dan berpangkal. Ini menunjuk pada kekekalan selama-lamanya.

    Tadi, manna berhadapan dengan dosa (kuasa penyucian). Kekuatan manusia, termasuk kepandaian tidak mampu menyelesaikan dosa, tetapi hanya pedang yang bisa menyelesaikan dosa-dosa.
    Yang kedua, manna menghadapi dunia dengan kuasa kekekalan. Dunia ini akan hancur dan lenyap. Jika kita menerima manna (Firman penggembalaan yang diulang-ulang), itulah yang membuat hidup kita kekal dan tidak binasa bersama dunia.

    1 Yohanes 2: 15-17
    2:15. Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
    2:16.
    Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
    2:17.
    Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

    'dunia ini sedang lenyap'= bukan akan lenyap, tetapi sedang lenyap, hancur dan binasa.
    'hidup selama-lamanya'= bundar atau bulat = kekal.

    3 kekuatan di dunia yang mau menghancurkan atau membinasakan kita:


    • keinginan mata. Ini sudah terjadi pada Hawa. Pada waktu ia melihat buah yang dilarang oleh Tuhan, ia malah semakin tertarik.
      Akibatnya, Hawa jatuh pada keinginan mata, sehingga Hawa tidak taat dengar-dengaran dan makan buah dari pohon yang dilarang oleh Tuhan. Akhirnya, ia diusir ke dunia (binasa bersama dunia).

      Sekarang, keinginan mata ini sudah meningkat. Dulu, hanya ingin satu buah yang dilarang oleh Tuhan.
      Sekarang, ini menyangkut dosa makan minum (soal makanan dan sebagainya) yang membuat kita tidak taat.
      Kalau ada keinginan mata (ditarik oleh keinginan mata), kita akan jatuh dalam dosa makan minum dan benar-benar membuat kita diperangkap, diperdaya oleh dunia dan binasa bersama dunia.


    • keinginan daging.
      Roma 8: 7
      8:7. Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.

      'tidak takluk kepada hukum Allah' = tidak taat.

      Kita tinggal pilih. Jika ikuti keinginan daging, berarti tidak taat pada Allah (di luar rel kehendak Tuhan). Kalau kereta di luar rel, kereta akan hancur.
      Jangan coba-coba!
      Soal apapun, jangan di luar rel (lebih mengikuti keinginan atau kehendak sendiri daripada Firman). Biarpun keretanya super hebat dan super cepat, jika di luar rel, pasti hancur.
      Tetapi, sekalipun keretanya dari batu bara, kalau di dalam rel, kereta akan maju terus.
      Kemampuan kita mungkin terbatas dan sebagainya, tetapi, kalau ada di dalam rel kehendak Tuhan, masa depan akan tercapai.

      Keinginan daging membuat kita tidak taat dengar-dengaran kepada Firman Tuhan, sehingga binasa.
      Sekarang, keinginan daging adalah dosa kawin mengawinkan = dosa seks dengan berbagai ragamnya, penyimpangan seks (homoseks, lesbian, seks pada diri sendiri), sampai kehancuran nikah dan buah nikah (nikah yang salah).
      Persoalan nikah dan buah nikah inilah yang seringkali membuat kita di luar rel kehendak Tuhan (tidak taat).

      Kalau sudah di luar rel, susah untuk maju.
      Memang banyak ketidak taatan kita, tetapi yang terutama terhadap dosa kawin mengawinkan.
      Jika kita tidak taat kepada Firman yang dibukakan rahasianya, berarti kita dikalahkan oleh dunia, binasa bersama dunia.


    • keangkuhan hidup.
      Artinya:


      1. mengandalkan 'sesuatu' lebih dari Tuhan, sehingga kita mengabaikan Tuhan (mengabaikan ibadah dan pelayanan kepada Tuhan atau tidak setia dalam ibadah pelayanan), sampai melawan Tuhan.


      2. melawan Tuhan= sudah terang-terangan tidak taat pada Firman Allah. Contoh: Firman bilang 'tidak boleh', dia bilang 'boleh'.
        Ini sama seperti setan yang angkuh sekali.
        Tuhan berfirman, 'semua buah pohon di taman boleh kau makan buahnya dengan bebas'.
        Tetapi, setan berkata pada Hawa, 'semua buah pohon di taman, jangan kau makan buahnya'.
        Setan ini benar-benar melawan Tuhan dan angkuh, apa yang Firman katakan 'tidak boleh', dia katakan 'boleh' (dan sebaliknya).

        Hati-Hati, kita harus mencocokkan dengan Firman (Alkitab).
        Seringkali pendeta angkuh, mau lebih dari Tuhan, sehingga menambah dan mengurangi Firman (merubah Alkitab).


    1 Yohanes 2: 17a ('Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya'), kehidupan yang tidak taat (ada keinginan mata, keinginan daging, keangkuhan hidup), bagaikan diterjang arus dunia dan binasa bersama dunia selama-lamanya.

    1 Yohanes 2: 17b
    2:17. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

    'orang yang melakukan kehendak Allah' = taat dengar-dengaran (tetap didalam rel kehendak Tuhan).
    'tetap hidup selama-lamanya' = bagaikan manna yang bulat, bundar.

    Kita harus berusaha untuk taat dengar-dengaran kepada pembukaan Firman Allah (wahyu dari Tuhan), supaya kita menang atas dunia dan mendapatkan hidup kekal selama-lamanya.

    Kaum muda, jangan angkuh! Masih minta uang pada orang tua, tetapi melawan orang tua, itu sama dengan angkuh. Mari kita belajar untuk taat, supaya jangan diterjang oleh arus dunia dan binasa bersama dunia.

    Wahyu dari Tuhan yang kita pegang sampai hari ini, yaitu wahyu dari Tuhan lewat Bpk Pdt. F.G van Gessel, itulah pengajaran tabernakel dan mempelai. Tidak semuanya tahu manna yang tersembunyi, tetapi bagi kita sudah dibukakan rahasianya. Ini yang harus kita pegang (jangan ditambah atau dikurangi) dan kita praktikkan.


  3. kuasa kebangkitan.
    Keluaran 16: 31
    16:31. Umat Israel menyebutkan namanya: manna; warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu.

    'rasanya seperti rasa kue madu' => rasanya manis seperti madu.

    Wahyu 10: 10
    10:10. Lalu aku mengambil kitab itu dari tangan malaikat itu, dan memakannya: di dalam mulutku ia terasa manis seperti madu, tetapi sesudah aku memakannya, perutku menjadi pahit rasanya

    'pahit'= kematian (yang lama mati).
    'manis'= kebangkitan (yang baru bangkit).
    Kuasa kebangkitan dalam Firman yang dibukakan rahasianya, sanggup memindahkan kita dari pahit ke manis, dari maut kepada hidup kekal= sanggup mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus (manusia yang manis).

    "anak-anak kecil juga perhatikan. Kalau anak kecil manis, maka hidupnya juga manis. Kalau tidak manis, hidupnya juga pahit."

    Kejadian 39: 6
    39:6. Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya.

    Salah satu contoh kehidupan yang selalu manis (dari anak-anak, kaum muda sampai seterusnya): Yusuf.
    Yusuf adalah gambaran dari mempelai wanita Tuhan (gereja akhir zaman). Yusuf lahir pada masa tua Yakub.
    Yakub adalah Allah Roh Kudus. Ini menunjuk pada masa akhir.
    Yusuf sebagai mempelai wanita Tuhan harus punya sikap yang manis dan elok parasnya.

    MANIS SIKAPNYA= keubahan hidup bagian dalam (batin), menyangkut keubahan sikap atau karakter.
    Bagian dalam harus diubah supaya bisa menjadi manis.

    1 Petrus 3: 4-5
    3:4. tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
    3:5. Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka
    tunduk kepada suaminya,

    'yang tersembunyi'= kalau kita menerima manna yang tersembunyi, maka kita juga memiliki perhiasan batin yang tersembunyi.
    'tenteram' = pendiam.
    'tunduk' = penurut.

    Jika seorang anak, ayah, ibu dan sebagainya bisa lemah lembut, pendiam dan penurut, maka sikapnya akan manis.

    Karakter mempelai wanita Tuhan adalah


    • lemah lembut:


      1. kemampuan untuk menerima Firman sekeras (setajam) apapun,
      2. bisa saling mengaku dan mengampuni. Kalau salah, harus mengaku, kalau benar, harus mengampuni.


    • pendiam: tidak banyak komentar yang negatif, tetapi banyak mengoreksi diri,
    • penurut (tunduk): tunduk sampai daging tidak bersuara lagi.


    Kalau kita memiliki sifat/tabiat seperti Yesus yang lemah lembut, pendiam dan penurut (dari dalam hati), maka akan meluap sampai ke mulut.
    Keubahan manusia batiniah (sifat atau karakter dari dalam yang diubahkan), akan tercermin pada keubahan dalam perkataan (mulut) sampai tidak berdusta lagi.

    Efesus 4: 24-25
    4:24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
    4:25. Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.

    Tidak berdusta= perkataan yang benar-baik (menjadi berkat bagi orang lain) dan perkataan yang manis. Kalau karakternya manis, maka perkatannya juga manis. Ini yang disebut dengan 'manis sikapnya'.

    Jadi, manis sikapnya ini berasal dari dalam, bukan dibuat-buat, bukan kata-katanya diatur sedemikian rupa.
    Kalau di rumah tangga semua perkataannya manis, maka rumah tangga itu akan manis seperti madu.

    "di dunia ini ada istilah berbulan madu, berarti hanya 1 bulan manisnya. Tetapi di dalam Tuhan, kalau perkataannya manis, ini berarti berbulan madu terus-menerus, nikah justru akan bertambah manis sampai Tuhan datang kedua kali, sampai perjamuan kawin Anak Domba. Inilah yang paling manis. Semua berasal dari perkataan ini."

    Saat pernikahan di Kana, terjadi kegelisahan, resah, tawar hati, kuatir dan kepahitan karena kehabisan air anggur. Terakhir Yesus berkata, 'cedoklah dan cicipilah', dari situlah enam gentong menjadi manis. Dari mulut yang kecil, kita belajar untuk berkat yang benar-baik, tidak ada dusta dan berkata manis (menjadi berkat).

    ELOK PARASNYA= keubahan bagian luar (secara lahir), yaitu keubahan dalam tingkah laku/perbuatan.
    Artinya: enak dipandang= bisa menjadi teladan.

    "Mulai dari anak-anak kecil, guru-guru sekolah minggu berdoa, kita semua berdoa (kaum muda remaja, yang sudah dewasa dan menikah), supaya bisa elok parasnya, enak dipandang. Biar sudah tua, tetapi enak dipandang, sehingga menjadi teladan. Biar masih kecil, enak dipandang. Semoga saudara punya pengalaman, enak dipandang itu lain dilihat, maksudnya bukan soal cantik atau apa, tetapi tingkah laku dan perbuatannya bisa menjadi teladan."

    Roma 12: 17-18
    12:17. Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!
    12:18.
    Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!

    Kalau mau menjadi teladan dan enak dipandang, praktiknya yaitu:


    • hanya melakukan perbuatan-perbuatan baik. Dari kecil, anak-anak sudah dididik untuk melakukan perbuatan baik.
      Melakukan perbuatan baik, artinya:


      1. tidak merugikan orang lain,
      2. tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Kalau membalas kejahatan dengan kejahatan, ini hancur-hancuran dan tidak enak dipandang. Seperti pukul-pukulan dan babak belur semuanya.


      3. malah membalas kejahatan dengan kebaikan. Ini sudah paling elok parasnya dan kita sendiri merasa paling bahagia.
        Jika satu waktu orang yang berbuat jahat kepada kita, membutuhkan kita, kemudian kita bisa berbuat baik (menolong) kepada orang itu, kita paling berbahagia.


    • suka berdamai=


      1. menyelesaikan dosa-dosa (menyelesaikan perselisihan) lewat saling mengaku dan mengaku.
        'Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu' = jangan berharap kepada orang lain terlebih dahulu, melainkan dari kita dahulu.
        Sekalipun kita tidak salah, tetapi ada orang lain yang tidak enak kepada kita, kita tanya kepada orang tersebut (kita berdamai), 'apakah ada yang salah? Kenapa hubungan menjadi seperti ini atau ada hubungan yang tidak enak?'
        Kalau orang tersebut mau berdamai, berarti urusan sudah selesai. Kalau orang tersebut tidak mau berdamai, itu terserah (urusan dia dengan Tuhan), yang penting dari pihak kita ada kemauan untuk berdamai.


      2. tidak gampang tersandung dan tidak menyandung orang lain, tidak mudah tersinggung,
      3. tidak menghakimi orang lain.


    Inilah manis sikapnya dan elok parasnya = kuasa kebangkitan dari firman yang mengubahkan kita menjadi manusia manis seperti Yesus. Mulai dari dalam diubahkan (ada sikap yang manis, perkataan yang manis) dan diluar juga diubahkan (ada perbuatan-perbuatan baik).

    Tetapi hati-hati, kehidupan yang manis sikapnya dan elok parasnya ini menjadi sasaran dari 2 pribadi:


    • istri Potifar= gambaran dari Babel (sasaran negatif). Tetapi Tuhan melindungi Yusuf.
      Kejadian 39: 6-8
      39:6 Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya.
      39:7. Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: "Marilah tidur dengan aku."
      39:8.
      Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: "Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku,

      Yusuf dibujuk dan dirayu, tetapi tidak bisa. Akhirnya, Yusuf dikasari (dimasukkan dalam penjara), tetapi tidak bisa juga. Inilah cara Babel bekerja.
      Kehidupan mempelai wanita Tuhan yang manis sikapnya dan elok parasnya menjadi incaran dari babel dengan bujuk rayu dan paksaan (kekerasan).

      "Sebab itu, jangan berikan kesempatan sedikitpun kepada babel, melainkan harus tegas, radikal. Kalau sudah berkata, 'tidak apa-apa', saya malah takut. Kalau ada anak-anak yang tinggal di gereja dan diantar orang, lalu saat ditanya, 'kamu katanya dengan orang di luar Tuhan itu', lalu spontan dijawab, 'tidak ada apa-apa', saya bilang, 'besok libur dulu, bilang ke gurunya'. Saya takut, karena babel bekerja dengan bujuk rayu, nanti dipaksa. Maaf, berapa banyak yang diperkosa. Jangan bilang 'tidak ada apa-apa', itu sudah bahaya."

      Kita mohon ketegasan dari pedang Firman.
      Baik kita yang muda atau yang sudah tua (yang sudah menikah), sama saja. Saat kita mau berubah hidup ini mulai dari dalam (lemah lembut, pendiam, penurut), kita diincar oleh babel. Siapapun, harus tegas! Pedang Firman melindungi kita semua dan kita menang seperti Yusuf.


    • Tetapi jangan takut! Kehidupan yang manis sikapnya dan elok parasnya juga menjadi sasaran perhatian dari Tuhan (sasaran positif).
      1 Petrus 3: 10-12
      3:10. "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.
      3:11.
      Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya.
      3:12.
      Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat."

      'mau melihat hari-hari baik' = masa depan yang baik.

      'menjaga lidahnya'= keubahan mulai dari dalam, manis sikapnya (lemah lembut, pendiam, penurut), sampai bibirnya manis bagaikan madu. Kalau perkataan kita manis, itu seperti memberikan madu kepada orang yang lemah rohaninya, sehingga orang tersebut bisa kuat kembali.

      Firman Tuhan tidak mengatakan, 'kalau mau melihat hari-hari baik, harus kuliah, modalnya banyak dan sebagainya'. Tetapi, untuk bisa melihat hari-hari baik, di mulai dengan keubahan dari dalam.
      Inilah keadilan dari Tuhan, biarpun kita tidak pandai, modal tidak banyak, tetapi sudah ada harapan untuk melihat hari-hari yang baik kalau kita mau diubahkan.

      'melakukan yang baik' = perbuatan yang baik (keubahan di luar) = elok parasnya.

      Kita selalu mendapatkan pandangan belas kasih dari Imam Besar, sehingga kita mengalami kuasa kebangkitan Tuhan seperti yang dialami oleh Yusuf, yaitu:


      1. kuasa kebangkitan Tuhan sanggup memberikan masa depan yang berhasil dan indah pada waktu Nya. Sekalipun Yusuf sudah dipenjara (terbatas), tetapi Tuhan bisa menolong.

        Mungkin kita mengalami suasana penjara (dalam keterbatasan), tetapi kalau manis sikapnya dan elok parasnya, maka ada kuasa kebangkitan dari Tuhan yang sanggup memberikan masa depan yang berhasil dan indah. Yusuf sudah mengalaminya dan Tuhan tidak pernah menipu kita!


      2. kuasa kebangkitan sanggup menolong kita (doa dijawab oleh Tuhan) = sanggup menyelesaikan semua masalah kita, sampai masalah yang mustahil, bahkan mautpun dikalahkan.


      3. kuasa kebangkitan Tuhan sanggup memakai kehidupan kita. Yusuf dipakai oleh Tuhan, akhirnya Yusuf memiliki gandum yang banyak dan 11 saudaranya datang kepada Yusuf, sehingga keluarganya bisa menyatu dengan Yusuf (menjadi 12).

        Kalau kesatuan hanya karena saudara sedarah daging, sebentar lagi pecah (hanya sampai di dunia saja).
        Yang menyatukan sampai kekal selamanya adalah gandum (Firman), bukan lainnya.

        Kuasa kebangkitan sanggup memakai kehidupan kita dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir (kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna) lewat kekuatan manna (Firman pengajaran yang benar).
        Ini yang harus kita kumandangkan di mana-mana.


      4. kuasa kebangkitan sanggup mengubahkan kita terus menerus sampai satu waktu jika Yesus datang kembali ke dua kali, kita diubahkan menjadi sempurna sama mulia dengan Dia, kita menjadi mempelai wanita yang siap terangkat di awan-awan yang permai dan kita bersama dengan Dia untuk selama-lamanya.

Inilah pengertian dari "Aku akan memberikan manna yang tersembunyi kepadamu". Jangan ada ajaran palsu atau gosip-gosip. Ini penyucian terakhir. Sidang jemaat Pergamus luar biasa, sampai ada yang dibunuh oleh karena Tuhan, tetapi imannya masih kuat, tetapi kalah saat menghadapi ajaran sesat.
Kalau ajaran palsu, ajaran lain dan gosip yang tidak benar dibuang semuanya, Tuhan akan berikan manna yang tersembunyi (pembukaan rahasia firman), di situ ada kuasa penyucian, kuasa kekekalan dan kuasa kebangkitan dari Tuhan.

Semua menjadi indah seperti Yusuf, ditolong oleh Tuhan, dipakai oleh Tuhan, sampai semuanya sempurna, sama mulia Dengan Dia dan kita bersama Dia selama-lamanya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top