English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 15 Juni 2011 (Rabu Sore)
Matius 26: 20-25
26:20 Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.
26:21 Dan ketika mereka...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 26 September 2016 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN Yesus Kristus. Kiranya damai sejahtera, kasih karunia dan...

Ibadah Doa Surabaya, 02 Maret 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kunjungan Jakarta V, 16 Oktober 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 21:5
21:5 Ia yang duduk di...

Ibadah Kunjungan Batam I, 28 Agustus 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 5:13
5:13 “Kamu adalah garam dunia....

Ibadah Doa Malang, 15 September 2009 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 6:1-4, memberi adalah suatu ibadah, bukan sekedar perbuatan...

Ibadah Doa Surabaya, 22 April 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 31
Imamat 25: 9-10
= sangkakala juga ditiup pada tahun Yobel= tahun pembebasan. Pada tahun...

Ibadah Doa Malang, 21 Oktober 2014 (Selasa Sore)
Bersamaan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu...

Ibadah Raya Malang, 09 Juni 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28: 20b
28:20b ..... Dan...

Ibadah Doa Malang, 10 September 2013 (Selasa Sore)
Siaran Tunda Ibadah Doa Surabaya

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session I, 18 Februari 2010 (Kamis Malam)
Keluaran 25:1-9, dibagi menjadi 3 bagian:
Ay. 1-2, dasar pembangunan Tabernakel (sekarang tubuh Kristus)...

Ibadah Doa Malang, 23 Desember 2014 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 30 April 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 adalah tentang tujuh percikan...

Ibadah Doa Malang, 14 Oktober 2014 (Selasa Sore)
Siaran tunda Ibadah Doa Surabaya.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu...

Ibadah Doa Surabaya, 03 April 2013 (Rabu Sore)
Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.

Matius 28 terbagi menjadi 3 bagian yaitu

Matius 28 : 1-10 tentang “kebangkitan Yesus” =...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 05 Januari 2020 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 11: 1
11:1. Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.

(terjemahan lama)
11:1. Maka diberikan kepadaku sejenis buluh pengukur yang seperti tongkat rupanya dengan katanya, "Bangkitlah, dan ukurlah Bait Allah, dan tempat korban dan segala orang yang sembahyang di dalamnya itu;

'tongkat pengukur' mengingatkan kita pada tongkat gembala/firman penggembalaan.
'beribadah'= 'sembahyang'.
Ada dua hal yang diukur lewat firman penggembalaan:

  1. Bait Suci Allah (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Desember 2019).
  2. Mezbah dupa emas/doa penyembahan (diterangkan pada Ibadah Natal Surabaya, 25 Desember 2019).

AD. 1: BAIT SUCI ALLAH

1 Korintus 3: 16
3:16. Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

Bait Suci Allah adalah kehidupan kita semua. Ukurannya adalah:

  1. Kesucian--sebagai tempatnya Roh Kudus--, bukan roh daging (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Desember 2019 sampai Ibadah Natal Surabaya, 25 Desember 2019).


  2. Memuliakan Tuhan lewat ibadah dan harta (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 22 Desember 2019).
  3. Tempat Yesus sebagai kepala--penundukan--(diterangkan pada Ibadah Doa Surabaya, 03 Januari 2020).

Kalau tidak memenuhi ukuran, akan diserahkan kepada antikris.
1 Korintus 3: 16-17
3:16. Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?
3:17. Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.

Ayat 16= ukuran Bait Suci.
Ayat 17= kehidupan yang tidak masuk ukuran Bait Suci.
Jangan membinasakan Bait Suci Allah--kehidupan kita--baik secara jasmani maupun rohani! Ini yang harus kita jaga.

Membinasakan Bait Allah secara jasmani, contohnya: sengaja makan sambal padahal sering sakit perut, merokok, mabuk dan sebagainya.
Kehidupan seperti ini akan dibinasakan oleh Allah--'Allah akan membinasakan dia'.
Ada tiga hal yang membinasakan Bait Allah secara rohani:

  1. Mazmur 73: 27
    73:27. Sebab sesungguhnya, siapa yang jauh dari pada-Mu akan binasa; Kaubinasakan semua orang, yang berzinah dengan meninggalkan Engkau.

    Perkara pertama yang membinasakan Bait Allah secara rohani: menjauhkan diri dari Tuhan.
    Menjelang kedatangan Tuhan kedua kali justru ini yang terjadi.

    Ibrani 10: 25-27
    10:25. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
    10:26. Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
    10:27. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.

    Yang terjadi hari-hari ini adalah Tuhan segera datang tetapi kita malah menjauh dari Dia.

    Menjauhkan diri dari Tuhan sama dengan menjauhkan diri dari ibadah pelayanan kepada Tuhan; tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanan kepada Tuhan--perzinahan secara rohani.

    Kalau ada perzinahan rohani, yang dikhawatirkan adalah bisa terjadi perzinahan secara jasmani; jatuh dalam dosa.
    Contoh: raja Daud jalan-jalan di sotoh, mau enak-enak sementara yang lain berperang--gambaran dari beribadah--, akhirnya ia jatuh dengan Batsyeba.

    "Mohon maaf, kalau ada pengakuan-pengakuan mengalami kejatuhan saat masa pacaran, saat ditanya kapan terjadinya, jawabannya: Pada jam-jam ibadah. Saat ibadah dia tidak beribadah tetapi pergi ke tempat lain, di situlah terjadi kejatuhan. Itu sebabnya perzinahan rohani--tidak beribadah--bisa mengakibatkan perzinahan jasmani--kejatuhan-kejatuhan dalam dosa percabulan."

    Dua tingkatan dosa tidak beribadah:


    • Dosa kebiasaan.
      Artinya: tidak menyesal; tidak merasa berdosa jika tidak bisa beribadah melayani Tuhan.

      Kalau tidak bisa masuk sekolah atau kerja karena sakit kita seringkali meraung-raung, tetapi kalau tidak bisa masuk ibadah malah tertawa. Inilah dosa kebiasaan.


    • Dosa sengaja.
      Artinya: sengaja tidak mau beribadah sekalipun ada kesempatan, sampai satu waktu tidak bisa beribadah melayani Tuhan. Bahaya!


    Dosa ini justru terjadi pada akhir zaman menjelang hari Tuhan yang mendekat, sehingga tidak ada kesempatan lagi untuk memperbaiki, sampai benar-benar tidak bisa beribadah melayani; terpisah dari Tuhan selamanya.
    Akibatnya: hanya dihukum dalam api neraka; kebinasaan selamanya.

    Jangan membinasakan Bait Allah! Mari saling menasihati. Nasihat tertinggi adalah nasihat tentang ibadah. Kalau marah saat diingatkan untuk beribadah, berarti sudah masuk kategori sengaja tidak beribadah. Bahaya, tidak bisa diperbaiki lagi!

    Sikap yang benar adalah kita berusaha sungguh-sungguh supaya panggilan dan pilihan semakin teguh; sama dengan berusaha sungguh-sungguh untuk setia berkobar-kobar dan setia tanggung jawab dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita sampai garis akhir (pelayanan sepenuh)--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali--, sehingga kita menerima hak penuh untuk masuk kerajaan sorga--kita beribadah sampai di dalam kerajaan sorga.
    2 Petrus 1: 10-11
    1:10. Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
    1:11. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

    Inilah sikap yang memuliakan Tuhan, dan kita akan dipermuliakan bersama Tuhan selama-lamanya.

    Hati-hati! Kalau tidak setia bahkan meninggalkan ibadah pelayanan, itu sama dengan menjauhkan diri dari Tuhan; ia sedang membinasakan Bait Allah, dan ia sendiri sedang dibinasakan oleh Allah. Sungguh-sungguh!
    Berusaha sungguh-sungguh untuk bisa beribadah!

    "Saya ingat seorang oma yang sangat setia, di rumah belajar sendiri lagu koor, di akhir-akhir ia sakit, lalu keluarganya berkata: Tidak usah ibadah lagi. Saya bilang: Apa kesulitannya? Butuh apa? Saya kirim pengerja pagi-pagi. Untungnya bisa dibawa beribadah. Tidak lama kemudian dia meninggal dunia. Coba kalau ibadahnya dihentikan, saya sebagai gembala tidak akan lupa seumur hidup akan kesalahanku. Karena itu saya selalu katakan: Sakit apa? Perlu dijemput? Perlu apa? Ayo, sebisa mungkin kami melayani, supaya sidang jemaat bisa beribadah melayani Tuhan."

    Menjauhkan diri dari Tuhan juga sama dengan berkhianat. Hati-hati, jangan berkhianat di dalam nikah dan pelayanan! Sekalipun suami/istri berkhianat, jangan dibalas, kita bukan pengkhianat, tetapi kita dekat dengan Tuhan. Jaga kesetiaan!


  2. 2 Korintus 4: 3-4
    4:3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Perkara kedua yang membinasakan Bait Allah secara rohani: keras hati, sehingga tidak bisa melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus (firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua; kabar mempelai).

    Ada firman penginjilan yang memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali untuk menyelamatkan manusia berdosa--kita menjadi anak Allah; bayi-bayi yang baru lahir dan diberkati.
    Setelah itu harus ada makanan keras, itulah firman pengajaran yang benar untuk menyempurnakan kita--mendewasakan rohani.

    Keras hati artinya menolak firman pengajaran yang benar/firman penyucian--tidak mau mendengar atau mau mendengar tetapi tidak taat dengar-dengaran malah melawan.
    Mengapa? Karena tetap mempertahankan bahkan enjoy dalam dosa-dosa dan puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba), dan kawin mengawinkan (percabulan, nikah yang salah).
    Hati-hati saat masa pacaran, jangan dibuat main-main! Perjalanan ke Yerusalem baru dimulai dari nikah.

    Jadi tidak benar kalau masa pacaran dibuat main-main.
    Kita melayani dalam nikah sebagai suami, istri, dan anak merupakan perjalanan ke sorga; sejak masa pacaran, itu sudah perjalanan ke sorga, harus sungguh-sungguh.
    Jaga permulaan, perjalanan, sampai akhir nikah! Jangan main-main, ini perjalanan terakhir kita ke sorga.

    Kalau main-main, kita akan berbelok ke arah yang lain. Bahaya! Sebagai suami, mari mengasihi istri, jangan kasar. Jangan lagi bertengkar. Kalau bertengkar, berarti sudah berbelok arah. Begitu juga anak dengan orang tua, ia sedang membelokkan dirinya sendiri, dan akan ditunggangi Bileam untuk menuju kebinasaan. Tuhan tolong kita semua.
    Dalam penggembalaan dan fellowship juga jangan main-main!

    Seringkali sudah berbuat dosa termasuk nikah yang salah malah menantang karena masalah-masalah jasmani: Buktinya semua ada biarpun dibilang salah, sedangkan orang itu yang suci tidak punya apa-apa. Jangan melawan Tuhan karena menggunakan pandangan jasmani! Ini yang akan dibinasakan selamanya.

    Sikap yang benar adalah menyandang pedang.
    Keluaran 32: 27-28
    32:27. Berkatalah ia kepada mereka: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Baiklah kamu masing-masing mengikatkan pedangnya pada pinggangnya dan berjalanlah kian ke mari melalui perkemahan itu dari pintu gerbang ke pintu gerbang, dan biarlah masing-masing membunuh saudaranya dan temannya dan tetangganya."
    32:28. Bani Lewi melakukan seperti yang dikatakan Musa dan pada hari itu tewaslah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu.

    Menyandang pedang artinya kita mendengar firman pengajaran yang benar dengan sungguh-sungguh, berpegang teguh pada pedang firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua--tidak ragu, bimbang, dan dipengaruhi yang lain--, sampai kita mempraktikkannya apapun resikonya.

    Hasilnya: kita mengalami penyucian sampai mendapatkan angka 3000--volume ruangan suci (2000) ditambah dengan volume ruangan maha suci (1000).
    Dulu, Tuhan memperlihatkan kerajaan sorga kepada Musa, lalu Ia perintahkan Musa untuk membuat kerajaan sorga di bumi, itulah Tabernakel, supaya di bumi sama seperti di sorga.

    Tabernakel terdiri dari tiga ruangan: halaman--keselamatan lewat firman penginjilan sehingga diberkati--, ruangan suci--kesucian lewat firman pengajaran; kandang penggembalaan--, dan ruangan maha suci--kesempurnaan.
    Jadi setelah selamat kita menerima pengajaran supaya disucikan sampai disempurnakan.

    Kalau menyandang pedang, kita akan mengalami penyucian dari dosa-dosa dan puncaknya dosa yang sudah kita lakukan, pikirkan, dan katakan, tetapi juga tidak menyetujui orang lain yang berbuat dosa sekalipun itu suami, istri, anak, orang tua. Kita tidak memihak manusia tetapi Tuhan--'membunuh saudaranya dan temannya dan tetangganya'--, sehingga kita hidup dalam kesucian sampai kesempurnaan.

    Kalau istri salah, jangan disetujui. Sejak di taman Eden, kalau Adam menyandang pedang, ia akan selamat.
    Harus tegas untuk bisa menuju ruangan suci dan ruangan maha suci.

    Mari, memihak Tuhan! Musa tidak pernah berkata: Siapa memihak aku...., tetapi dia tegas.
    Biarpun tinggal sendiri, kalau kita memihak Tuhan, Dia ada di pihak kita, dan Dia akan siapkan kekuatan yang lain.
    Elia pernah kecewa dan mau mati karena merasa seorang diri, tetapi Tuhan berkata: Aku akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel, yakni semua orang yang tidak sujud menyembah Baal dan yang mulutnya tidak mencium dia."

    Sebaliknya, biarpun semua orang memihak kita, kalau kita salah atau menyetujui dosa, kita akan hancur.

    Poin 1 dan 2 digabung: kalau kita hidup suci--menyandang pedang--ditambah dengan setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, kita akan menjadi hamba/pelayan Tuhan bagaikan nyala api. Mata Tuhan juga bagaikan nyala api, berarti kita menjadi biji mata-Nya Tuhan yang tidak bisa dijamah siapapun termasuk Setan tritunggal.

    Menghadapi apapun pegang pedang--kesucian--dan kesetiaan! Tuhan akan ada di pihak kita. Siapa yang menjamah kita, dia berhadapan dengan Tuhan. Kita aman, dilindungi, dan dipelihara oleh Tuhan baik secara jasmani sampai ajaib dan berkelimpahan, maupun secara rohani--kita mengalami damai sejahtera.


  3. Markus 4: 35-40
    4:35. Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang."
    4:36. Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.
    4:37. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
    4:38. Pada waktu itu
    Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"
    4:39.
    Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
    4:40. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu
    tidak percaya?"

    Ayat 37= di dalam injil Matius disebutkan 'Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.'. Itulah perjalanan kita. Karena itu jangan sombong saat badai berlalu dan hidup sudah enak, tetapi jangan kecewa juga saat di tengah badai! Tetap tenang, yang penting Tuhan beserta, Dia mampu menolong dalam sekejap. Yang penting suci dan setia.

    Perkara ketiga yang membinasakan Bait Allah secara rohani: hati yang bimbang, takut, dan tidak percaya.

    Pengikutan kita kepada Tuhan adalah bagaikan naik kapal menyeberang ke pelabuhan damai sejahtera, Yerusalem baru, kerajaan sorga yang kekal.
    Ini adalah suatu perjuangan dan pengorbanan, seperti Dia sudah berjuang sampai mati di kayu salib. Ikut Tuhan jangan cari yang enak-enak--mungkin lautan teduh tetapi kena panas dan lain-lain.

    Jangan menyerah kalah!
    Perjuangan dan pengorbanan kita tidak sebanding dengan apa yang Tuhan lakukan bagi kita.

    Sudah berjuang dan berkorban, sekonyong-konyong kita masih menghadapi tantangan yaitu angin ribut dan gelombang yang ditiupkan oleh Setan untuk menenggelamkan perahu kehidupan--ekonomi, penyakit dan lain-lain--, pelayanan, dan nikah kita sampai binasa; tidak mencapai kerajaan sorga yang kekal.

    Pengertian angin dan gelombang:


    • Angin menunjuk pada pengajaran palsu yang menyesatkan dan menenggelamkan; membuat kita gugur dari iman/firman pengajaran yang benar; kita kehilangan arah menuju Yerusalem baru, dan tenggelam dalam lautan api dan belerang.


    • Gelombang menunjuk pada:


      1. Dosa-dosa dan puncaknya dosa.
        Hati-hati, dalam sekejap Daud bisa jatuh. Jangan bilang: Aku kuat.
        Begitu kaum muda bilang: Tidak ada apa-apa, berarti sudah ada apa-apa. Semakin keras berkata: Tidak ada apa-apa, berarti sudah jatuh. Hati-hati!


      2. Pencobaan yang mustahil di bidang jasmani--masalah yang mustahil di bidang ekonomi, kesehatan dan lain-lain--, sampai membuat kita kecewa dan putus asa, sehingga gugur dari iman.

        Setan melancarkan pencobaan, supaya kita bimbang, sehingga kita mencari jalan keluar sendiri di luar firman, dan pasti hancur. Jangan bimbang, dan jangan bimbang terhadap firman pengajaran yang benar!


    Cara menghadapi angin dan gelombang yang ditiupkan oleh Setan dengan kuasa maut:


    • Dari pihak Tuhan: Yesus harus tidur dan bangun, artinya mati di kayu salib dan bangkit.
      Markus 4: 38-39
      4:38. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"
      4:39.
      Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.

      Untuk apa Yesus mati dan bangkit?
      Ibrani 2: 14-18
      2:14. Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;
      2:15. dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.
      2:16. Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani.
      2:17. Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
      2:18. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.


      1. 'memusnahkan dia, yaitu Iblis'= untuk mengalahkan Setan, sumbernya maut/dosa/masalah.
      2. Untuk menjadi Imam Besar yang mengulurkan tangan setia dan berbelas kasih untuk menyelesaikan dosa-dosa manusia--'mendamaikan dosa'--dan sekaligus menolong kita untuk menghadapi angin dan gelombang--'Ia dapat menolong mereka yang dicobai'.

        Istilah 'dapat menolong' berarti tidak bisa dibatasi.
        Yesus sudah mati dan bangkit, karena itu Ia bisa menolong kita--lebih mudah dari pada membalik telapak tangan; lebih cepat dari sekejap mata.


    • Dari pihak kita:


      1. Diam= berdiam diri; mengoreksi diri lewat ketajaman pedang firman. Jangan salahkan orang; jangan bertengkar saat dalam pencobaan!
        Kalau ada dosa, akui kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi--bertobat. Kalau tidak ada dosa, jangan membela diri.


      2. Tenang= menguasai diri supaya bisa berdoa.
        1 Petrus 4: 7
        4:7. Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

        Menguasai diri= tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan tetapi tetap setia; jangan berharap pada yang lain; tidak bimbang, bersungut-sungut, tetapi kita hanya percaya dan mempercayakan diri kepada Tuhan, sehingga bisa berdoa.


      Bertobat dan berdoa sama dengan menyambut uluran tangan Tuhan yang diulurkan dari kayu salib.
      Tangan bertemu tangan, Mata bertemu mata--hanya memandang Tuhan--, dan Hati bertemu hati, itulah doa penyembahan.

      Tidak mustahil ada gelombang yang kita hadapi. Maksud Tuhan adalah jangan ada yang tenggelam; kita hanya mengulurkan tangan, menyembah Dia.

      Kalau sudah menghadapi kesulitan, kemustahilan, atau merasa sendiri, kesempatan untuk mohon pertolongan Tuhan.

      Hasilnya: laut menjadi teduh, artinya semua masalah yang mustahil selesai pada waktunya, kita mengalami damai sejahtera, semua enak dan ringan, hidup berhasil dan indah pada waktunya, dan kita dituntun ke Yerusalem baru, pelabuhan damai sejahtera.

      Mazmur 107: 28-30
      107:28. Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan dikeluarkan-Nya mereka dari kecemasan mereka,
      107:29. dibuat-Nyalah badai itu diam, sehingga gelombang-gelombangnya tenang.
      107:30. Mereka bersukacita, sebab semuanya reda, dan dituntun-Nya mereka ke
      pelabuhan kesukaan mereka.

      'pelabuhan kesukaan'= Yerusalem baru, pelabuhan damai sejahtera.
      Kita terus disucikan dan diubahkan sampai sempurna seperti Yesus untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai. Kita bersama Dia selamanya.

Inilah ukuran Bait Suci. Jangan sampai membinasakan Bait Suci.
Tiga hal yang harus kita perhatikan: tidak setia--mari berusaha untuk setia, ibadah adalah suatu perjuangan--, kemudian terima firman pengajaran dan praktikkan--penyucian; menyandang pedang supaya kita menjadi biji mata Tuhan; kita benar-benar aman--, dan terakhir jangan bimbang tetapi diam, tenang, dan percaya. Angkat tangan kepada Tuhan! Dia memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul untuk kita mulai di kayu salib sampai sekarang di sebelah kanan takhta Allah Bapa; Dia memperhatikan tangan-tangan yang diangkat kepada-Nya.

Jangan berpikir bahwa Dia tidak peduli. Dia ada di tempat tinggi; Dia sudah mati, bangkit, dan naik ke sorga untuk menjadi Imam Besar yang mengalahkan maut dan mengulurkan tangan kepada kita semua.
Apa yang tidak mungkin, serahkan kepada Dia. Yang sudah berhasil, jangan sombong. Tetap berharap kepada Tuhan!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 11-12 Februari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 29 April 2020 - 01 Mei 2020
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top