English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 Januari 2010 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Dalam Matius 5-7 terdapat 10 hukum:
Matius 5:21-26, hukum damai.Matius 5:27-32, hukum...

Ibadah Doa Malang, 28 Januari 2014 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 12:22-37
12:22 Kemudian dibawalah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 30 Mei 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28: 20b
28:20b ..... Dan ketahuilah,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 05 Desember 2015 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Pemberkatan Nikah

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:28-29
9:28 Kira-kira...

Ibadah Raya Malang, 23 April 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:5-10
5:5 Lalu berkatalah seorang dari...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 02 November 2010 (Selasa Pagi)
Kitab Keluaran
= berasal dari kata Elechshomoth yang artinya inilah namanya.
= berasal dari kata Exodus, yang berasal dari 2...

Ibadah Paskah Kaum Muda Remaja Malang, 11 April 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:1-2
9:1 Maka Yesus memanggil kedua belas...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 Januari 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Maret 2012 (Kamis Sore)
Matius 26:69-75 berjudul "Petrus menyangkal Yesus".

Jika Gereja Tuhan tidak mau menjadi...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 April 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 12 Mei 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 04 Juni 2017 (Minggu Siang)
Bersamaan dengan hari Pentakosta

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN....

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 27 Maret 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:13-16, Yesus makan Paskah dengan murid-murid.
Paskah arti rohaninya...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 21 Oktober 2014 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 25:21-22
25:21 Haruslah kauletakkan tutup pendamaian...

Ibadah Doa Malang, 08 November 2011 (Selasa Sore)
Matius 26:30-35 tentang PERINGATAN KEPADA PETRUS, terutama tentang penggembalaan...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 01 September 2019 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Siang ini kita kembali mempelajari Wahyu 9 karena ada bagian dari ayat 19 yang belum saya terangkan di sini.

Wahyu 9: 13-21 merupakan PENIUPAN SANGKAKALA KEENAM; penghukuman yang keenam dari Anak Allah sehingga sepertiga dari umat manusia mati karena peperangan besar (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Mei 2019).
Disebut peperangan besar karena jumlah tentaranya besar--200.000 laksa; 200.000.000 pasukan berkuda--, dan jumlah korbannya besar yaitu sepertiga dari umat manusia.

Ayat 17-18= dari mulut kuda keluar api, asap, dan belerang. Ini senjata yang digunakan (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 30 Juni 2019 sampai Ibadah Raya Surabaya, 21 Juli 2019).

Ayat 19= ternyata senjatanya bukan hanya di mulut tetapi juga DI EKOR. Ini yang kita pelajari siang ini.
Wahyu 9: 19
9:19. Sebab kuasa kuda-kuda itu terdapat di dalam mulutnya dan di dalam ekornya. Sebab ekornya sama seperti ular; mereka berkepala dan dengan kepala mereka itu mereka mendatangkan kerusakan.

Senjata dari ekor kuda mendatangkan kerusakan atau membuat manusia hidup rusak di bumi sampai binasa--terjadi mulai dari zaman Nuh.
Kejadian 6: 12, 5
6:12. Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.
6:5. Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala
kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
Mengapa manusia hidup rusak? Karena hati dan kepalanya keras--'mereka berkepala'= ada kepala di ekor, artinya ekor mau jadi kepala, sama dengan kekerasan hati/keras kepala. Ini yang membuat manusia hidup rusak. Di dalam rumah tangga isteri dan suami rusak kalau keras hati/keras kepala. Begitu juga dalam ibadah dan penggembalaan. Kita harus hati-hati.
Dulu zaman Nuh, manusia dibinasakan dengan air bah.

Pada zaman Israel ketika mereka sudah keluar dari Mesir dan sampai di bawah gunung Sinai, sudah enak, mereka menyembah berhala--melakukan kerusakan juga.
Keluaran 32: 7
32:7. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pergilah, turunlah, sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak lakunya.

Rusak lakunya= mendatangkan kerusakan.
Tadi pada zaman Nuh, nikahnya rusak; sekarang pada zaman Israel ibadah pelayanannya rusak--mengaku menyembah Tuhan padahal menyembah lembu emas, salah satu bentuknya adalah hanya mencari kemakmuran dan hiburan jasmani tetapi tanpa penyucian.

Mengapa rusak lakunya? Karena keras hati.
Keluaran 32: 9
32:9. Lagi firman TUHAN kepada Musa: "Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk.

Sekarang di akhir zaman, menjelang kita akan keluar dari dunia untuk bertemu Tuhan banyak kehidupan yang juga keras hati, melakukan tingkah laku yang rusak karena keras hati dan keras kepala--tegar tengkuk. Kita harus waspada!

Kalau seorang yang keras hati dan keras kepala ada di rumah tangga, rusaklah rumah tangga itu, kalau ada di penggembalaan, rusaklah penggembalaan, kalau ada di fellowship, rusaklah fellowship, bahkan dirinya sendiri juga rusak sampai binasa.

Praktik keras hati dan keras kepala: melepaskan anting-anting emas untuk membuat lembu emas.
Artinya: tidak taat dengar-dengaran.
Keluaran 32: 2
32:2. Lalu berkatalah Harun kepada mereka: "Tanggalkanlah anting-anting emas yang ada pada telinga isterimu, anakmu laki-laki dan perempuan, dan bawalah semuanya kepadaku."

Begitu anting-anting emas ditanggalkan, jadilah lembu emas.
Amsal 25: 12
25:12. Teguran orang yang bijak adalah seperti cincin emas dan hiasan kencana untuk telinga yang mendengar.

(terjemahan lama)
25:12. Seperti
anting-anting keemasan berpatutan dengan kalung yang dari pada emas sepuluh matu, demikianpun telinga yang suka mendengar itu berpatutan dengan penegur yang berbudi.

Kalau telinga dengar-dengaran, ada perhiasannya. Kalau dilepas, berarti tidak taat dengar-dengaran, bahkan dalam ibadahpun tidak mau mendengar firman.
Ketaatan dalam sistem Tabernakel adalah:

  1. Halaman= taat pada orang tua jasmani yang benar dan baik.
    Kalau tidak taat, berarti keras hati dan keras kepala.


  2. Ruangan suci= taat pada gembala yang baik dan benar.
    kalau tidak taat, berarti keras hati.

    "Saya bersyukur memiliki guru dan gembala yang sudah lurus. Saya tinggal mengikuti saja. Saya memang tidak bisa menjadi hamba Tuhan, jadi hanya mengikuti beliau karena beliau mengikuti Gembala Agung. Kalau melawan, akan menyimpang sendiri."


  3. Ruangan maha suci= taat pada Tuhan.
    Kalau tidak taat berarti melawan firman pengajaran yang benar dan membela yang salah.

Ibadah melayani tanpa ketaatan sama dengan menyembah lembu emas--penyembahan berhala yang akan dimurkai Tuhan.
Kembali pada firman! Mulai dari diriku sebagai gembala harus kembali pada alkitab, jangan menyimpang sedikitpun. Kalau menyimpang berarti sudah menyembah lembu emas.
Lebih celaka lagi, lembu emas diakui sebagai tuhan--meniru bangsa Mesir, gambaran dari dunia. Sekarang ibadah juga meniru cara dunia, mulai dari cara menyanyi, belum lagi soal tuhan dan pengajarannya. Bahaya!

"Saya pernah menghadap seseorang, dia berkata: 'Pelajari itu, baik.': 'Oh, saya tidak mau, om.' Isteri saya sebagai saksi. Padahal guru saya dulu berkata: 'Jangan belajar, jangan baca!' Dari dulu ini sudah terjadi. Tahun 1995 saat saya di Malang, ada anak SMA membawa banyak buku dan dia berkata kepada saya: 'Ini om, kalau mau memenangkan agama ini, om harus belajar agama tersebut.' Saya sampai mau lari. Inilah cara-cara dunia. Kalau tidak sesuai dengan firman, berarti menipu. Harus kembali pada alkitab! Semua harus sesuai dengan alkitab! Jangan lepaskan anting-anting emas!"

Akibat kekerasan hati:

  1. Zakharia 7: 12-14
    7:12. Mereka membuat hati mereka keras seperti batu amril, supaya jangan mendengar pengajaran dan firman yang disampaikan TUHAN semesta alam melalui roh-Nya dengan perantaraan para nabi yang dahulu. Oleh sebab itu datang murka yang hebat dari pada TUHAN.
    7:13. "Seperti mereka tidak mendengarkan pada waktu dipanggil, demikianlah
    Aku tidak mendengarkan pada waktu mereka memanggil, firman TUHAN semesta alam.
    7:14. Oleh sebab itu
    Aku meniupkan mereka seperti angin badai ke antara segala bangsa yang tidak dikenal mereka, dan sesudahnya tanah itu menjadi sunyi sepi, sehingga tidak ada yang lalu lalang di sana; demikianlah mereka membuat negeri yang indah itu menjadi tempat yang sunyi sepi."

    Biar negeri hebat dan indah, kalau tidak taat, akan sunyi sepi.

    Akibat pertama: 'menjadi tempat yang sunyi sepi'= kita tidak mendengar saat Tuhan berkata-kata kepada kita, sehingga Tuhan tidak mendengar saat kita berseru kepada Dia--doa tidak dijawab Tuhan sehingga kering; sunyi sepi.

    Kalau ibadah tidak ada hubungan dengan Tuhan--kering rohani--, kita akan merasa kering. Jangankan sidang jemaat, gembala saja malas untuk datang; mulai tidak bergairah dalam perkara rohani.
    Hati-hati, kalau sudah lambat dalam perkara rohani, akan cepat dalam perkara jasmani sampai berbuat dosa. Kalau dibiarkan, akan mengalami kematian rohani--benar-benar meninggalkan Tuhan; gugur dari iman dan binasa untuk selamanya. Sungguh-sungguh!

    Sebaliknya, kalau tujuan utama kita datang beribadah adalah untuk mendengar dan dengar-dengaran pada firman, Dia akan menjawab doa kita saat kita berseru kepada Dia.
    Kesalahan kita adalah kita datang beribadah bukan untuk mendengar firman dan dengar-dengaran, tetapi bertemu teman dan lain-lain, sehingga tidak bertemu dengan pribadi Tuhan.


  2. Ulangan 28: 15-18, 22
    28:15. "Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau:
    28:16. Terkutuklah engkau di kota dan terkutuklah engkau di ladang.
    28:17. Terkutuklah bakulmu dan tempat adonanmu.
    28:18. Terkutuklah buah kandunganmu, hasil bumimu, anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu.
    28:22. TUHAN akan menghajar engkau dengan batuk kering,
    demam, demam kepialu, sakit radang, kekeringan, hama dan penyakit gandum; semuanya itu akan memburu engkau sampai engkau binasa.

    'memburu engkau sampai engkau binasa'= tidak bisa lari ke manapun. Mengerikan kalau tidak taat!

    Akibat kedua:


    1. 'segala kutuk ini akan datang kepadamu'= hidup dalam suasana kutukan--susah payah, air mata, duri-duri, kepahitan, kepedihan hati, sakit hati--, sampai binasa selamanya--debu kembali pada debu tidak bisa kembali pada Tuhan.


    2. 'demam'= demam secara rohani artinya suam-suam rohani seperti jemaat Laodikia; tidak panas tidak dingin, tidak mati tidak bangkit, tidak menang tidak kalah.
      Akibatnya: dimuntahkan oleh Tuhan--hidupnya najis dan jijik--; jauh dari Tuhan, sampai dibinasakan selama-lamanya.

      Wahyu 3: 14-16
      3:14. "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:
      3:15. Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau
      tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
      3:16. Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas,
      Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

      Demam ini juga melanda ibu mertua Petrus.
      Matius 8: 14-15
      8:14. Setibanya di rumah Petrus, Yesuspun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam.
      8:15. Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Iapun bangunlah dan melayani Dia.

      'Iapun bangunlah dan melayani Dia'= saat demam, ia tidak bisa melayani.
      Ibu mertua Petrus adalah orang yang memelihara isterinya Petrus sejak kandungan sampai jadi mempelai.
      Sekarang, ibu mertua Petrus menunjuk pada hamba Tuhan dalam kabar mempelai.

      Banyak hamba Tuhan dalam kabar mempelai yang sakit demam.
      Saat Salomo masih muda ia memegang pedang, tetapi setelah tua ia mulai mendengarkan suara isterinya dan meletakkan pedang.

      "Lempin-El dan saya juga, hati-hati, saat belum punya apa-apa bisa berkata: Ini karena pengajaran.
      Dulu saat saya naik kapal, saya berkhotbah sore hari, lalu pagi hari dipanggil untuk makan di kelas; semua hamba Tuhan boleh makan di kelas. Di belakang saya banyak hamba Tuhan yang berkata: Ini karena pengajaran.
      Sekarang bagaimana setelah dapat gereja dan sebagainya? Banyak yang demam. Ibu mertua Petrus gambaran dari hamba Tuhan yang sudah alam dalam kabar mempelai, tetapi akhirnya demam. Saya juga diperiksa. Saya mendengar kabar mempelai ini tahun 1982, saya langsung jatuh cinta, tidak ke mana-mana lagi sampai sekarang. Saya diperiksa juga, dengan banyaknya pengajaran sekarang ini apakah saya sudah demam atau tetap bertahan?
      "

      Suam-suam terhadap kabar mempelai justru melanda orang yang terdahulu dalam kabar mempelai.
      Di masa muda Salomo tidak bisa apa-apa, tetapi dia memegang pedang--kabar mempelai--, sehingga ia bisa menyelesaikan masalah nikah saat dua perempuan berebut anak. Masalah nikah dan buah nikah merupakan masalah internasional yang tidak ada pakarnya kecuali pedang firman.
      Sekali lagi, kabar mempelai bukan gereja A, gereja B, tetapi alkitab. Alkitab menuliskan: Mempelai datang! Songsonglah Dia!

      Tetapi sayang, di masa tua Salomo suam-suam karena ia mendengar ajaran isterinya, dan akhirnya ia menyembah berhala. Kalau mendengar yang benar dan yang tidak benar, yang dibuang pasti yang benar. ini sudah terjadi mulai dari kitab kejadian. Hawa sudah enak di taman Eden karena mendengar suara Tuhan, lalu ia mendengar suara ular, dan dia buang suara Tuhan. Ini yang bahaya! Pasti yang benar yang dibuang.

      Jangan dengar dua ajaran! Dengar satu pengajaran! Biarpun kita menderita atau saat diberkati, tetap yakin pada satu pengajaran. Apapun keadaan kita tetap pegang pedang! Kalau ajaran dicampur pasti mulai suam; tidak bergairah lagi dalam ibadah, jangan-jangan merasa lebih benar dari pada yang lain. Tuhan tolong kita semua.

      Kalau sudah suam dalam pengajaran yang benar, pasti suam dalam tahbisan, mulai malas melayani.
      Dimulai dari gembalanya, kalau gembala sudah mencampuradukkan pengajaran, ia mulai malas melayani dengan berbagai alasan. Begitu juga dengan jemaat kalau suam dalam tahbisan.
      Kalau suam dalam pelayanan, kita tidak akan bisa melayani; melayani diri sendiri saja tidak bisa--seperti ibu mertua Petrus--apalagi melayani orang lain--tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanan.

      Yang bahaya adalah suam dalam nikah.

      Hati-hati, tidak setia merupakan sifat dari pelacur--Babel. Berarti di balik ketidaksetiaan ada kenajisan.
      Mari, sungguh-sungguh, mulai dari saya. Tuhan akan tolong kita semua.


    Inilah akibat kekerasan hati yaitu mengalami kekeringan rohani, kutukan, dan demam bahkan dimuntahkan Tuhan.


  3. Amsal 11: 22
    11:22. Seperti anting-anting emas di jungur babi, demikianlah perempuan cantik yang tidak susila.

    Kalau anting-anting emas dilepas dari telinga--tidak dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar--, anting-anting akan ditaruh di jungur babi.

    Akibat ketiga: mengarah pada anjing dan babi; berbuat dosa sampai enjoy dalam dosa dan puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan (percabulan dengan berbagai ragamnya), sehingga dipakai dalam pembangunan tubuh Babel, gereja palsu yang akan dibinasakan selama-lamanya.

    Anjing= perkataan dusta, najis dan lain-lain.
    Babi--dimandikan kembali lagi ke kubangan--= perbuatan dosa.

Inilah akibat kalau keras hati dan keras kepala. Ekor kuda membuat hamba Tuhan termasuk hamba Tuhan dalam kabar mempelai tidak taat pada firman pengajaran.
Akibatnya: kering sampai mati rohani, terkutuk dan demam, dan menjadi sama seperti anjing dan babi, yang akan dibinasakan selamanya.

Oleh sebab itu kita harus melembut; berubah dari keras hati dan keras kepala menjadi hati nurani yang baik; hati nurani yang taat dengar-dengaran lewat baptisan air yang benar.
1 Petrus 3: 20-21
3:20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu
baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

Baptisan air yang benar sama dengan bahtera Nuh yang benar. Di antara semua bahtera hanya bahtera Nuh yang menyelamatkan.
Begitu juga dengan baptisan, hanya satu baptisan air yang benar.

Roma 6: 4
6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

'dikuburkan'= seluruh tubuh masuk ke dalam air, seperti seluruh tubuh Nuh masuk dalam bahtera.
Bahtera Nuh memiliki lambung, di situlah pintu masuknya. Lambung menunjuk pada lambung Yesus yang tertikam sehingga mengalir ke luar darah dan air--darah dan air menunjuk pada bertobat dan masuk baptisan air. Jangan ragu-ragu!

Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi yaitu hati nurani yang baik.

Hati nurani yang baik adalah hati yang taat dengar-dengaran.
Karena itu kalau baptisan airnya salah, susah untuk taat.
Sebaliknya, baptisan sudah benar, periksa hasilnya yaitu harus taat dengar-dengaran kepada Tuhan, kalau belum taat, berdoa kepada Tuhan.

Keluaran 35: 4-5, 20-22
35:4. Berkatalah Musa kepada segenap jemaah Israel: "Inilah firman yang diperintahkan TUHAN, bunyinya:
35:5. Ambillah bagi TUHAN persembahan khusus dari barang kepunyaanmu; setiap orang yang terdorong hatinya harus membawanya sebagai persembahan khusus kepada TUHAN: emas, perak, tembaga,
35:20. Lalu pergilah segenap jemaah Israel dari depan Musa.
35:21. Sesudah itu datanglah setiap orang yang tergerak hatinya, setiap orang yang terdorong jiwanya, membawa persembahan khusus kepada TUHAN untuk pekerjaan melengkapi Kemah Pertemuan dan untuk segala ibadah di dalamnya dan untuk pakaian kudus itu.
35:22. Maka datanglah mereka, baik laki-laki maupun perempuan, setiap orang yang terdorong hatinya, dengan membawa anting-anting hidung,
anting-anting telinga, cincin meterai dan kerongsang, segala macam barang emas; demikian juga setiap orang yang mempersembahkan persembahan unjukan dari emas bagi TUHAN.

(terjemahan lama)
35:22. Maka datanglah baik orang laki-laki baik orang perempuan, semua dengan ridla hatinya, dibawanya akan gelang dan subang dan cincin dan kerungsang, semuanya perhiasan emas, demikianpun segala orang laki-laki yang mempersembahkan suatu persembahan
timangan dari pada emas kepada Tuhan.

Akhirnya, Israel bisa taat. Tadi anting-anting emas dilepas untuk membuat lembu emas dan ditaruh di jungur babi, tetapi sekarang setelah mendapatkan hati yang taat lewat baptisan air, anting-anting emas dilepas untuk membangun Tabernakel--persembahan unjukan kepada Tuhan.
Mari, serahkan waktu, tenaga, pikiran, dan seluruh hidup kepada Tuhan, sampai kita taat dengar-dengaran untuk dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--Tabernakel rohani. Apa yang Tuhan gerakan di hati, ikuti saja dan tidak akan habis--segala yang kita korbankan untuk Tuhan tidak hilang tetapi ada di dalam tangan-Nya. Tetapi kalau hanya didorong emosi, pasti habis.

Kalau dipakai Tuhan dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, kita akan menjadi korban unjukan atau korban timangan.

Dengan semakin banyaknya kegiatan kita, kita bukan dirugikan tetapi Tuhan semakin mau memeluk kita. Yang ditimang adalah bayi-bayi.
Kalau kita rela berkorban apapun sesuai gerakan dari Tuhan untuk taat dengar-dengaran dan dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna mulai nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, jangan takut, karena kita bagaikan bayi yang sedang digendong dalam tangan Imam Besar.

Hasilnya:
Yesaya 46: 3-4
46:3. "Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan Yakub, hai semua orang yang masih tinggal dari keturunan Israel, hai orang-orang yang Kudukung sejak dari kandungan, hai orang-orang yang Kujunjung sejak dari rahim.
46:4. Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu
Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.

  1. Hasil pertama: 'Kujunjung'= tangan kasih dan kuasa Yesus Imam Besar menjunjung kita supaya


    1. Kita tidak jatuh dalam dosa dan puncaknya dosa, tetapi kita tetap hidup benar dan suci. Pertahankan hidup benar dan suci! Jangan sampai dihantam ekor kuda--kekerasan hati--!


    2. Kita tidak jatuh dalam pelayanan.
      Jangan mau tersandung dalam pelayanan apalagi meninggalkan pelayanan, tetapi tetap setia berkobar sampai garis akhir. Tetap semangat!

      "Waktu saya berusia 42 tahun, seorang berkata: 'Kalau 10 tahun lagi apa kuat begini?' Saat itu belum ke Medan. Puji Tuhan, sekarang 57 tahun, malah ditambah lagi tiap minggu ke Medan. Yang penting adalah jaga kebenaran dan kesucian, di situ Roh Kudus akan menolong kita semua."


    Kalau dijunjung Tuhan--tidak mau jatuh dalam dosa dan meninggalkan pelayanan--, perjalanan hidup kita akan semakin meningkat, tidak mungkin tidak. Kalau rohani meningkat, yang jasmani juga pasti meningkat.


  2. Hasil kedua: 'Aku mau menanggung kamu'= Tuhan bertanggung jawab dan menentukan hidup mati kita.
    Artinya:


    1. Tangan belas kasih Imam Besar sanggup memelihara kita apapun keadaan kita di tengah kesulitan dunia sampai antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.
      Toko dan lain-lain hanya sarana, tetapi Tuhan yang menghidupi dan memelihara kita; Dia yang menyehatkan kita.

      "Karena itu kami sebagai hamba Tuhan sepenuh dilatih, tidak ada gaji dan jemaat. Kalau saya hidup dari jemaat dari dulu saya tidak hidup karena tidak ada jemaat."


    2. Tuhan sanggup untuk memberikan masa depan yang berhasil dan indah pada waktunya.


  3. Hasil ketiga: 'Aku mau memikul kamu'= Tuhan memikul letih lesu dan air mata kita sehingga kita mengalami damai sejahtera, semua enak dan ringan; wajah berseri.
    Kalau rohani merosot, semua akan habis. Waspada!

    "Saya juga selalu memeriksa diri. Kalau ada jemaat yang tidak datang, jangan salahkan jemaat. Kalau menyalahkan jemaat, memang gampang, tetapi sebenar lagi habis. Harus memeriksa diri, aku kurang siap, kurang berpuasa."

    Kita juga, kalau yang jasmani merosot, periksa, mungkin kurang setia. Biar Tuhan yang memikul letih lesu kita.


  4. Hasil keempat: 'Aku mau menyelamatkan kamu'= tangan Imam Besar sanggup memandikan kita, artinya: menyucikan dan mengubahkan kita sedikit demi sedikit, mulai dari jujur/tulus.
    Kita menjadi rumah doa, dan mujizat jasmani terjadi, doa dijawab Tuhan: mustahil jadi tidak mustahil; tidak ada menjadi ada.

    "Saya melayani pertama kali diizinkan tidak bisa makan dan minum. Saya tidak mau utang, tidak mau minta. Tetapi Tuhan bisa mengadakan dari yang tidak ada.
    Dulu juga ada seorang jemaat, sudah tua, kaya raya, tetapi ditipu, habis semua. Datang pada saya, saya tidak punya uang juga, saya hanya menyarankan untuk sungguh-sungguh masuk tiga macam ibadah. Puji Tuhan, sebelum dia meninggal dia bisa mendapat rumah yang lebih besar dari pada rumah saat dia ditipu. Tidak ada yang mustahil. Proyek yang tidak dijawab selama 4 tahun, begitu dia menghadap saya dan menurut, tidak lama kemudian dia dapat telepon dari proyek tersebut. Dan benar, dia pulang, dia berkata kepada saya: 'Inilah proyek terbesar selama hidup saya.' Tidak ada yang mustahil. Tadinya dia sudah berkata kepada saya: 'Saya sudah 65 tahun pak Wi, sudah tidak mungkin, kalau masih 40 tahun saya bisa kejar utang ini. Sekarang sudah tidak bisa.': 'Tuhan yang bisa.' Semua selesai.
    "

    Kita terus diubahkan sampai kalau Tuhan datang kembali kita diubahkan jadi sempurna seperti Dia--kemustahilan tertinggi. Yakinlah! Kita menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.

Allah sedang memperhatikan dan mempedulikan kita.
Dia ingat kita apapun keadaan kita. Yang penting kita mau kembali pada Dia; melembut, mengakui semuanya dan kembali sungguh-sungguh kepada Dia, jangan merosot lagi. Serahkan hidup kepada Dia!
Kaum muda, masih banyak harapan di depan kalau dipeluk oleh Tuhan, Dia yang mengerjakan semuanya.

Jangan pikir Tuhan melupakan kita! Sekalipun ada di antara kita yang lupa kepada Tuhan, tetapi kalau karena firman kita bisa ingat Tuhan kembali dan mau kembali kepada Dia, Dia masih menerima kita. Dia mau menggendong kita semua karena Dia tahu keadaan akhir zaman yang sangat sulit.

Yang sudah enak, sudah bagus semua, jangan sombong! Keadaan akhir zaman tidak bisa diduga karena antikris sedang mempermainkan dunia. Tetapi kalau kita berada dalam gendongan tangan Tuhan, setan tidak bisa menyentuh kita, bahkan satu waktu tidak bisa melihat kita. Tuhan tolong kita semua. Tuhan tidak menipu, Dia tidak ingkar janji. Tunggu waktu-Nya, Dia akan menolong kita semua.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top