English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 Juli 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9-20 adalah tentang penglihatan rasul...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 November 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 17 Mei 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 secara keseluruhan menunjuk pada kebenaran...

Ibadah Doa Surabaya, 02 Maret 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 31 Januari 2011 (Senin Sore)
Matius 26= terkena pada buli-buli emas berisi manna.
Matius 26: 1-5
26:1. Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia kepada...

Ibadah Raya Surabaya, 06 Desember 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 21 Mei 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Juli 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:3
4:3 Dan Dia yang duduk di...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 05 Februari 2019 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Pembukaan Lempinel Angkatan XXXII, 16 Oktober 2009 (Jumat Sore)
Tema fellowship kali ini adalah tentang PANGGILAN DAN PILIHAN TUHAN.

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Mei 2013 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat sore, selamat malam. Selamat bersekutu dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 13:...

Ibadah Doa Malang, 28 Februari 2012 (Selasa Sore)
Matius 26:59-68 adalah tentang SAKSI DAN KESAKSIAN.

Ada 2 macam...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 20 April 2010 (Selasa Siang)
Pelajaran tentang Kaki Dian Emas/ Pelita Emas/ Kandil.

Ibadah Persekutuan di Kartika Graha I Malang, 22 September 2015 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 25:6
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah...

Ibadah Doa Surabaya, 04 Juli 2012 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon
Matius 27
Dalam susunan tabernakel ini menunjuk tentang 7 PERCIKAN DARAH DI ATAS TABUT PERJANJIAN, artinya sekarang adalah sengsara yang dialami...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 15 Desember 2019 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 11 masih berkaitan erat dengan Wahyu 10.
Wahyu 10 dalam susunan Tabernakel terkena pada tutup pendamaian dengan tujuh percikan darah--menunjuk pada Yesus sebagai Anak Allah.

Wahyu 11 terkena pada dua kerubium--terbuat dari emas murni, menunjuk pada zat ilahi--:

  1. Kerub I= Allah Bapa--Tuhan.
  2. Kerub II= Allah Roh Kudus--Kristus.

Jadi, Wahyu 10 dan 11 menunjuk pada tutup pendamaian dengan tujuh percikan darah dan dua kerubium, itulah Allah Tritunggal; Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus, yaitu Tuhan Yesus Kristus yang menutupi peti dari tabut perjanjian yang terbuat dari kayu (menunjuk pada manusia) tetapi disalut dengan emas murni sehingga tidak kelihatan lagi kayunya, artinya Tuhan Yesus Kristus menutupi/menaungi gereja Tuhan; sama dengan melindungi dan memelihara gereja Tuhan di tengah padang pasir dunia; kesulitan dunia sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama 3,5 tahun, bahkan sampai gereja Tuhan sempurna seperti Yesus--gereja Tuhan menjadi tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai; tutup dengan peti bertemu untuk selama-lamanya di awan-awan yang permai--(diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 Desember 2019).

Kita sudah mendengar di mana kita mengalami naungan, yaitu di kandang penggembalaan (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 Desember 2019).

Siang ini kita maju satu langkah.
Siapa yang berhak menerima naungan Tuhan?
Mazmur 68: 6-7
68:6. Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus;
68:7. Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia, tetapi pemberontak-pemberontak tinggal di tanah yang gundul.

'Pelindung'= menaungi.
'tanah yang gundul'= tidak ada naungan, sehingga mengalami kehancuran.
Dari pihak Tuhan, Ia jelas mau menaungi, sekarang dari pihak.

Yang berhak menerima naungan Tuhan adalah:

  1. Anak yatim.
  2. Janda.
  3. Orang asing; orang sebatang kara.

Dulu pada zaman Israel, secara jasmani, semua kelompok ini memang dilindungi. Sekarang, seluruh dunia mengupayakan hal ini. Itu semua secara jasmani.
Sekarang kita bicara dalam arti rohani.

ANAK YATIM
Kalau kita mau menerima naungan Tuhan sampai memenuhi ukuran Tuhan, yaitu menjadi sempurna, maka kita harus menjadi anak yatim secara rohani.

Secara jasmani, anak yatim tidak punya bapa.
Secara rohani, artinya putus hubungan dengan bapa rohani yang lama (Setan).

Yohanes 8: 44
8:44. Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Iblis adalah bapa pendusta dan pembunuh--kebencian.
Jadi, putus hubungan dengan Setan sama dengan putus hubungan dengan dosa, mulai dari tidak ada dusta dan kebencian; sama dengan hidup dalam kebenaran.
Kalau masih berdusta atau membenci yang lain, berarti masih menjadi anak Iblis; tidak berhak untuk dilindungi oleh Tuhan.

1 Yohanes 3: 10
3:10. Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.

Anak-anak yatim secara rohani= anak-anak Allah.
Kalau tidak berbuat kebenaran tetapi berdusta, membenci sesama dan lain-lain, ia akan menjadi anak Iblis.

Secara jasmani, anak yatim adalah kehidupan yang berada dalam keadaan lemah tak berdaya--di dalam alkitab anak Allah digambarkan dengan anak-anak ayam, domba sembelihan (satu langkah jaraknya dengan maut).
Kita memang lemah tak berdaya, tetapi yang penting adalah kita hidup dalam kebenaran, sehingga kita berhak menerima naungan Tuhan dan menyeru: Ya Abba, ya Bapa.

Roma 8: 14-15
8:14. Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
8:15. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

Kalau kita hidup dalam kebenaran dan merasa tidak mampu, maka kita bisa berseru: Ya Abba, ya Bapa.
Artinya: kita berdoa menyembah Tuhan, dan Ia akan menjawab kita.

Oleh sebab itu Tuhan mengajarkan doa "Bapa kami". Kalau kita menyebut Dia sebagai Bapa, berarti kita menempatkan diri sebagai anak yatim secara rohani/anak Allah; mengaku tidak bisa apa-apa di padang gurun dunia, tetapi mau hidup benar, tidak mau berbuat dosa termasuk dusta, sehingga kita hanya memiliki satu bapa, yaitu Allah Bapa.
Seringkali dalam berdagang kita berkata rugi, padahal sudah untung seratus rupiah--hanya gara-gara seratus rupiah kita berdusta, sehingga menjadi anak Iblis. Rugi sekali!

Bertekad! Biarpun kita lemah tak berdaya di dunia, tetapi kita tidak mau berbuat dosa, supaya kita bisa berdoa "Bapa kami". Apa yang tidak benar, dengar firman, buang dosa; perdamaikan lebih dulu, supaya kita bisa berdoa bersama-sama kepada Tuhan.
Kita hanya berdoa kepada Tuhan, kita hanya berusaha, tetapi Tuhan yang menentukan semuanya; kita berdoa dan Dia akan menjawab kita.

Matius 6: 9-13
6:9. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
6:10. datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
6:11. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
6:12. dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
6:13. dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)

Dari pembacaan ini, doa "Bapa kami" dibagi menjadi dua bagian besar:

  1. Bagian pertama dari doa "Bapa kami": ayat 9-10: 'jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga'= kebutuhan utama anak-anak Tuhan selama di bumi adalah mencari kerajaan sorga di bumi, artinya mengutamakan perkara sorga lebih dari perkara bumi.
    Ini kebutuhan utama kita, yaitu sorga karena bumi ini sudah terkutuk.

    Kita bersekolah dan bekerja keras, tetapi ibadah pelayanan lebih keras lagi, karena semua yang di bumi sudah terkutuk--kalau tidak ada sorga di bumi, semua akan terkutuk dan binasa.
    Karena itu kita butuh sorga di bumi.

    Sorga adalah menyangkut ibadah pelayanan. Jadi, mengutamakan sorga sama dengan mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari segala sesuatu di bumi.

    Dulu, begitu Yakub bermimpi dan ia terbangun, ia berkata: Ini adalah pintu gerbang sorga, dan tempat itu dinamakan Betel, artinya Bait Allah--berkaitan dengan ibadah.
    Jadi kalau kita beribadah kita sedang berada di pintu gerbang sorga.
    Bumi ini sudah dikutuk, lalu di mana kita mau berada? Dalam ibadah kita berpindah dari kutukan ke pintu gerbang sorga. Ini yang harus kita utamakan hari-hari ini. Tuhan tolong kita semua.

    Roma 14: 17-18
    14:17. Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
    14:18. Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.

    'makanan dan minuman'= kerajaan sorga bukan soal makanan dan minuman, apalagi mobil, gelar dan lain-lain.
    Makanan dan minuman adalah kebutuhan pokok. Mau gelar, mobil termahal tetapi tidak boleh makan dan minum, apa gunanya. Karena itu dimulai dengan istilah 'Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman'-- kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, apalagi dengan yang lainnya.
    Jadi, kalau di mimbar masih membicarakan mobil dan lain-lain, berarti kita masih terlalu jauh. Sorga bukanlah soal itu!

    'melayani Kristus'= kerajaan sorga adalah soal pelayanan.
    Kerajaan sorga adalah ibadah pelayanan kepada Tuhan dalam tiga suasana--bukan sembarangan--:


    • Suasana kebenaran. Bagaimana orang berdosa bisa benar?
      Ini kita dapatkan lewat ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman dan kurban Kristus--dalam Tabernakel terkena pada meja roti sajian.

      Di atas meja roti sajian terdapat dua belas roti yang disusun menjadi dua, enam buah sesusun--66; menunjuk pada 66 kitab dalam alkitab, itulah kebenaran. Tidak usah ditambah atau dikurangi.

      Karena itu kalau kita mau mengalami suasana kebenaran kita harus masuk dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci.

      Kemudian, kalau kita ada dosa, kita bisa dibenarkan lewat perjamuan suci--kurban Kristus. Itulah kebenaran.

      Jangan sembarangan beribadah tetapi harus beribadah sesuai dengan ketentuan dari Tuhan, yaitu beribadah dalam tiga macam suasana.

      Kalau dalam tiap ibadah pendalaman alkitab kita diisi dengan firman yang benar dan kurban Kristus yang membenarkan kita, lama-lama kita akan menjadi benar, dan yang salah keluar--kita mengalami suasana kebenaran.


    • Suasana sukacita oleh Roh Kudus.
      Ini kita dapatkan lewat ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya--dalam Tabernakel terkena pada pelita emas.

      Namanya sukacita oleh Roh Kudus, berarti ibadah kita bukan terpaksa, dipaksa, atau memaksa.
      Kalau sukacita dari Roh Kudus, ibadah akan tertib dan teratur. Ini bedanya dengan sukacita dunia.


    • Suasana damai sejahtera.
      Ini kita dapatkan lewat ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya--dalam Tabernakel terkena pada mezbah dupa emas.

      Kalau hati diisi dengan kasih, hati kita akan damai; kita tenang di dalam Tuhan, semua enak dan ringan; kalau diisi iri, benci, takut, kuatir--tanpa kasih--, tidak akan ada damai sekalipun dia kaya atau miskin.
      Kaya miskin tidak menentukan damai. Yang menentukan hati damai adalah hati diisi kasih atau tidak.

      "Beberapa berita hari-hari ini, mohon maaf, banyak artis Korea--kaum muda--yang bunuh diri, padahal terkenal dan kaya. Itu bukti bahwa kaya dan terkenal belum tentu membuat damai. Mengapa bunuh diri? Karena tidak ada kasih, tetapi ketakutan, kekuatiran, atau jangan-jangan iri hati, benci kepada temannya dan sebagainya. Ia tidak ada damai, sehingga ia tidak kuat, dan akibatnya minimal stres, gila, sampai akhirnya bunuh diri.
      Mari kejar kasih Allah lewat doa penyembahan.
      "


    Inilah ibadah pelayanan yang berkenan kepada Tuhan, bukan sembarangan.

    Jadi, kebutuhan pokok kita di bumi adalah mencari kerajaan sorga di bumi; sama dengan mengutamakan sorga lewat ibadah pelayanan dalam sistem penggembalaan--kita harus berada di dalam kandang penggembalaan (ruangan suci); ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.

    Mari menjadi kehidupan yang tergembala dengan benar dan baik. Tuhan tolong kita.
    Kalau sudah tergembala dengan benar dan baik, kita akan menerima tudung--di ruangan suci ada empat lapis tudung: tiga lapis paling atas menunjuk pada Allah Tritunggal, dan tudung paling bawah menunjuk pada gembala manusia. Tudung paling bawah yang kelihatan inilah yang menentukan; kalau tudung paling bawah ada, tudung lainnya ada, kalau yang paling bawah tidak ada, tudung lainnya tidak ada. Sungguh-sungguh!

    Kalau kita beribadah melayani dalam sistem penggembalaan, hasilnya:


    • Kita mendapatkan naungan Tuhan sehingga kita tidak bisa diterkam oleh binatang buas.
    • Matius 6: 31-34
      6:31. Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
      6:32. Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
      6:33. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
      6:34. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

      Hasil kedua: 'semuanya itu akan ditambahkan kepadamu'= segala kebutuhan kita untuk masa sekarang, masa depan, sampai hidup kekal disediakan oleh Tuhan lewat salib Kristus; ada jaminan kepastian--istilah 'tambah' menunjuk pada salib.

      Salib tidak pernah minus tetapi berkelimpahan--sampai mengucap syukur kepada Tuhan, dan menjadi berkat bagi orang lain. Kalau berada dalam kandang penggembalaan, kita akan hidup lewat salib Kristus.

      "Karena itu saya selalu bersaksi. Mohon maaf, saya bukan hidup dari jemaat. Dari dulu saat saya masih menjadi pengerja, tidak ada jemaat, tetapi bisa menjadi berkat bagi orang lain. Kalau tidak bisa menjadi berkat bagi orang lain, berarti hidupnya pas-pasan. Dulu saya guru kebersihan di Lempin-El--memeriksa kamar dan catatan. Saya lihat catatan mereka setiap hari, ada yang berjalan dari Lemah Putro ke Johor. Saya tidak ada jemaat dan gaji, tetapi seringkali saya panggil dia, saya kasih dia. Untung-untungan karena kadang saya yang jalan, tetapi bisa jadi berkat. Itu namanya kelimpahan, yaitu kita merasa puas, bisa mengucap syukur, dan menjadi berkat bagi orang lain. Sekalipun punya berjuta-juta kalau mengomel berarti masih dalam kekurangan, bukan kelimpahan."


    Inilah anak yatim yang mendapatkan naungan Tuhan, yaitu bisa berdoa. Minta naungan kepada Tuhan!
    Bagaimana caranya? Yang pertama kita mengutamakan sorga lebih dari semua. Kita tergembala dengan benar dan baik--sistem sorga. Jangan diubah-ubah. Di situ ada tudung--perlindungan--, dan semua kebutuhan Tuhan sediakan.
    Jaminannya adalah salib. Dia mati sampai hancur dan minus--telanjang--, supaya kita hidup sampai surplus bahkan sampai di sorga. Luar biasa!

    Yang masih malas untuk tergembala, jangan, tetapi harus tergembala sampai merasa bahagia; jangan terpaksa/dipaksa/memaksa.
    Wahyu 11 ini bicara tentang antikris--42 bulan. Kalau sekarang terpaksa dalam ibadah, nanti antikris yang akan memaksa kita untuk menyembah dia.
    Mari, bahagia semuanya dalam ibadah!

    "Dulu saya juga begitu, ke Surabaya dorong mobil karena mogok di Porong. Saya tidak bisa menyetir, sehingga saat mogok, saya yang dorong, pengerja yang setir. Itulah perjuangan, sampai di sini hanya 11 orang. Saya sampai ikut zangkoor karena kekurangan tenaga. Tidak apa-apa, jangan mengomel, Tuhan akan menolong kita. Cari sorga lebih dulu, dan semua akan ditambahkan kepada kita. Berusaha! Sekarang saya bahagia."


  2. Matius 6: 11-13
    6:11. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
    6:12. dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
    6:13. dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)

    Bagian kedua dari doa "Bapa kami": kebutuhan yang ditambahkan/naungan dari Tuhan--tadi mencari kerajaan sorga lebih dulu, baru kita menerima kebutuhan yang ditambahkan--, yaitu:


    • 'Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya'= memberi makanan yang secukupnya di tengah dunia yang sudah minus, artinya memelihara kehidupan kita di tengah dunia yang sudah minus sampai antikris berkuasa selama 3,5 tahun. Jangan takut!
      Amsal 30: 8-9
      30:8. Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.
      30:9. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.

      Tadi, di dalam penggembalaan kita sudah menerima makanan rohani lewat ibadah pendalaman alkitab, sekarang yang jasmani juga Tuhan sediakan.
      'Makanan secukupnya' artinya


      1. Kita bisa menikmati berkat Tuhan dengan ucapan syukur.
        Hati-hati, ada yang tidak bisa menikmati berkat Tuhan--terus merasa kurang.


      2. Tidak menjadi sombong tetapi bisa menjadi saksi bagi yang lain.
        Kalau sudah di kandang tetapi masih kekurangan, tunggu waktu Tuhan, kita dilatih dan diuji untuk sabar menunggu waktu-Nya--di dalam kandang sudah ada jaminan kepastian.

        "Ada satu kaum muda menjadi pendengar di Lempin-El. Dia baru sadar, dia belajar, lalu setengah satu makan, lalu dia bersaksi: 'Saya jual air minum satu hari belum tentu bisa membeli sebungkus nasi, tetapi di sini enak, nyanyi, dengar firman, makan.' Itulah kandang, kita hanya tinggal menunggu waktu Tuhan. Kalau di luar kandang, belum tahu apa yang dimakan, tetapi di dalam kandang sudah pasti Tuhan berikan. Kita tinggal tunggu waktu. Sabar tunggu waktu Tuhan! Saya dulu hampir tidak sabar menunggu waktu Tuhan saat tidak bisa makan dan minum. Saya sudah mau kerja lagi. Coba kalau saya kerja, saya sudah diterkam serigala. Untung saya berlutut minta ampun kepada Tuhan. Sabar, pasti ada waktunya Tuhan. Mungkin kita kurang berdoa, sehingga waktu Tuhan belum tiba, mari lebih sungguh-sungguh berdoa kalau perlu ditambah dengan puasa, supaya Tuhan cepat menolong kita. Jangan keluar dari kandang! Tidak mungkin mati!"


    • Matius 6: 12: 'dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami'= menyelesaikan dosa. Inilah kebutuhan kita lewat salib--tadi, lewat salib Dia mati supaya kita hidup.
      Dosa adalah beban terberat manusia dari dunia sampai di neraka selamanya.
      Ini yang harus diselesaikan.

      Bagaimana caranya? Saling mengaku dan mengampuni; berdamai satu dengan yang lain. Kalau salah kita mengaku, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi; kalau benar kita mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.
      Hasilnya: darah Yesus membasuh segala dosa kita, sehingga dosa tidak berkuasa lagi.

      Kalau sudah bisa saling mengampuni dan mengampuni, maka kita bisa saling mendoakan--menjadi rumah doa.
      Yakobus 5: 16-17
      5:16. Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
      5:17. Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan.

      Mulai dari nikah, kalau suami istri bisa saling mengaku dan mengampuni, suami istri akan menjadi rumah doa; bisa saling mendoakan.
      Darah Yesus membasuh dosa kita, sehingga kita hidup benar, kemudian doa orang benar dijawab oleh Tuhan.

      Nikah menjadi rumah doa, kemudian penggembalaan, antar penggembalaan, sampai rumah doa yang terbesar di awan-awan; kita bersorak: Haleluya.
      Jadikanlah rumah tangga sebagai rumah doa, itulah home sweet home; tempat yang kita rindukan dan tempat yang paling menyenangkan.

      Jadikanlah penggembalaan sebagai tempat yang paling menyenangkan--kota Nain artinya tempat yang paling menyenangkan.
      Nain gambaran dari kaum muda. Kalau kaum muda belum senang digembalakan tetapi mau ke kuburan terus, bahaya, itu sama dengan keluar dari Nain menuju kuburan.
      Kuburan menunjuk pada tempat-tempat perpanjangan maut: diskotik, narkoba, atau mungkin di kamar tetapi sudah melanglang buana ke Babel lewat handphone dan laptop. Kasihan orang tuanya. Hati-hati!
      Tetapi kalau sudah senang di penggembalaan, orang tua sudah ringan.

      Kalau menjadi rumah doa--doa orang beriman--, hasilnya:


      1. Kesembuhan jasmani dan rohani--dosa-dosa dan puncaknya dosa--, penyakit ekonomi dan lain-lain.
      2. Pertolongan dan perlindungan Tuhan nyata lewat kedua sayap burung nasar yang menyingkirkan kita ke padang gurun; kita dilindungi dari antikris--tadi Elia dikaitkan dengan tiga setengah tahun (''selama tiga tahun dan enam bulan). Tiga setengah tahun menunjuk pada masa antikris berkuasa di bumi.

        Inilah doa yang dinaikkan sampai kita memiliki kedua sayap dari burung nasar yang besar. Ada kesembuhan, pertolongan dari Tuhan, baik, tetapi lebih dari itu, yang kita butuhkan adalah kedua sayap dari burung nasar yang besar.
        Ini adalah keuntungan besar, yang tidak bisa ditandingi oleh apapun di bumi--menjadi rumah doa adalah keuntungan besar.


      3. Kita mengalami damai sejahtera, semua enak dan ringan.


      Inilah kebutuhan kita, yaitu makanan dan hati damai. Jangan menjadi rumah dosa--sarang penyamun--, tetapi rumah doa--saling mengaku dan mengampuni.


    • Matius 6: 13: 'melepaskan kita dari si jahat'= kelepasan dari sumber yang tidak baik: pencobaan, air mata, letih lesu, beban berat, sampai kebinasaan.
      Dilepaskan dari si jahat, artinya kita dituntun ke tempat yang tidak ada air mata. Kalau tidak ada air mata, berarti tidak ada letih lesu, beban berat, dan susah payah.

      Wahyu 7: 17
      7:17. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

      Kita dilepaskan dari si jahat--tangan Setan--dan dituntun oleh tangan Tuhan ke tempat yang tidak ada air mata lagi, itulah Yerusalem baru, kandang penggembalaan terakhir.
      Itulah pentingnya penggembalaan, yaitu kita dituntun sampai ke takhta sorga.

      Bukti kita dituntun ke Yerusalem baru: kita mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, yaitu tidak boleh ada dusta--jujur--; ya katakan: ya, tidak katakan: tidak, benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar.

      kita jujur terutama soal pengajaran yang benar/Tuhan. Kalau benar, praktikkan dan dukung, kalau tidak benar, menyingkir.
      Setelah itu kita jujur dalam mengaku dosa, dan jujur dalam segala hal.

      Di dalam kejujuran juga terkandung percaya pada Tuhan--jujur dan percaya.
      Dan mujizat jasmani juga akan terjadi: yang mustahil menjadi tidak mustahil, sampai kalau Yesus datang kembali kita diubahkan jadi sempurna seperti Dia; tidak salah dalam perkataan. Kita layak untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai dengan sorak-sorai: Haleluya, sampai benar-benar masuk Yerusalem baru.

Kita lemah tak berdaya, serahkan semua kepada Tuhan. Apa kelemahan dan kekurangan yang kita bawa hari-hari ini, sembah Dia, berseru kepada Dia. Tuhan akan menolong kita semua.
Yatim piatu tidak berdaya apa-apa, tetapi mari sungguh-sungguh di hadapan Tuhan, Dia akan menaungi kita semua.

Ada letih lesu, beban berat, susah payah, penyakit, kesulitan, dosa-dosa dan sebagainya, kita bawa kepada Dia. Kita menjadi rumah doa, dan Dia akan menjawab doa kita. Yang penting kita jujur di hadapan Tuhan, serahkan semua, dan percaya kepada Dia.

Kalau suami, isteri, anak, orang tua tidak ada yang tahu, kesempatan bagi kita untuk menjadi seperti anak yatim yang tidak bisa apa-apa.
Sebaliknya, kalau orang tua, suami, isteri, anak baik, puji Tuhan, tetapi jangan bergantung pada mereka, satu waktu kita akan kecewa. Tetap bergantung kepada Tuhan!

Jujur dan percaya kepada Dia! Bicara apa adanya kepada Tuhan!
Apapun kekurangan dan kehancuran kita secara jasmani dan rohani, masih ada salib, Tuhan mampu menolong kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 11-12 Februari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 29 April 2020 - 01 Mei 2020
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top